23
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial akan terjadi jika adanya sebuah kontak sosial dan adanya komunikasi. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena itu tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Gea, Wulandari, & Babari (2003) melihat suatu kebutuhan berinteraksi manusia dimana setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang-orang lainnya. Kebutuhan ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia yang satu dengan lainnya, yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Menurut Walgito (2003) interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara individu satu dengan individu lainnya dimana individu yang satu dapat memengaruhi individu yang lainnya sehingga terdapat hubungan timbal balik. Interaksi sosial adalah suatu hubungan antar dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain (Gerungan, 2003). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antara inividu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, dimana didalamnya terdapat sebuah kontak sosial dan komunikasi,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

  • Upload
    others

  • View
    16

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Interaksi Sosial

1. Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang

menyangkut hubungan antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok

dengan kelompok. Interaksi sosial akan terjadi jika adanya sebuah kontak sosial dan

adanya komunikasi. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, oleh

karena itu tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama.

Gea, Wulandari, & Babari (2003) melihat suatu kebutuhan berinteraksi manusia

dimana setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang-orang lainnya.

Kebutuhan ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan

untuk mempersatukan manusia yang satu dengan lainnya, yang tanpa berkomunikasi

akan terisolasi. Menurut Walgito (2003) interaksi sosial merupakan suatu hubungan

antara individu satu dengan individu lainnya dimana individu yang satu dapat

memengaruhi individu yang lainnya sehingga terdapat hubungan timbal balik. Interaksi

sosial adalah suatu hubungan antar dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan

individu yang satu memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang

lain (Gerungan, 2003).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu

hubungan antara inividu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok

dengan kelompok, dimana didalamnya terdapat sebuah kontak sosial dan komunikasi,

Page 2: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

sehingga terbentuk hubungan sosial yang saling memengaruhi antara individu yang satu

dengan individu lainnya dalam lingkungan sosial.

2. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Gillin dan Gillin (dalam Soekanto, 2007) mengklasifikasikan interaksi sosial

menjadi dua bentuk, yakni proses asosiatif dan proses disosiatif. Proses asosiatif adalah

bentuk-bentuk interaksi sosial yang bersifat positif, sedangkan proses disosiatif adalah

bentuk-bentuk interaksi sosial yang bersifat negatif. Kedua bentuk interaksi sosial

tersebut merupakan bagian terpenting dalam kehidupan, yang diperlukan agar dapat

dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan berkompeten secara sosial, namun

yang akan dibahas sesuai dengan topik penelitian ini adalah proses asosiatif, yang

terdiri dari kerjasama, akomodasi, dan asimilasi.

a. Kerja Sama

Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau

kelompok manusia untuk mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan kerja sama,

individu melakukan interaksi dengan orang lain, dimana individu memberikan

stimulus kepada individu lain, kemudian individu lain memberikan reaksi

terhadap stimulus yang diterimanya ataupun sebaliknya. Kerja sama ini dapat

dilihat dari turut sertanya individu dalam kegiatan kelompok. Bentuk-bentuk

kerja sama adalah kerukunan (gotong royong), bargaining (perjanjian mengenai

pertukaran barang atau jasa), kooptasi (proses penerimaan unsur-unsur baru untuk

menghindari terjadinya kegoncangan pada suatu organisasi), koalisi (kombinasi

dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama), join venture (kerja sama

dalam pengusahaan proyek tertentu).

Page 3: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

b. Akomodasi

Akomodasi adalah suatu keadaan hubungan antara individu maupun

kelompok yang menunjukkan keseimbangan dalam berinteraksi yang

berhubungan dengan nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam

masyarakat. Proses akomodasi dilakukan untuk mengurangi pertentangan,

sehingga terciptanya suatu kerja sama yang baik dalam suatu kelompok.

c. Asimilasi

Asimilasi adalah suatu bentuk upaya yang dilakukan untuk mengurangi

perbedaan-perbedaan yang terdapat pada individu maupun kelompok, serta

meliputi usaha-usaha mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses

mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Dalam asimilasi,

individu tidak lagi memikirkan kepentingan dirinya sendiri, melainkan individu

memikirkan kepentingan kelompok. Bentuk asimilasi ini ditandai dengan adanya

pengembangan sikap yang sama dengan kelompok dalam mencapai suatu tujuan.

3. Aspek-aspek Interaksi Sosial

Aspek-aspek interaksi sosial menurut George C. Homans (dalam Santosa, 2004)

antara lain:

a. Motif atau tujuan yang sama

Suatu kelompok terbentuk berdasarkan motif atau tujuan yang sama.

b. Suasana emosional yang sama

Setiap anggota kelompok memiliki emosional yang sama. Motif atau tujuan

dan suasana emosional yang sama dalam suatu kelompok disebut sentiment.

c. Adanya interaksi dan aksi

Page 4: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

Interaksi berarti setiap anggota kelompok saling membantu atau

bekerjasama, sedangkan aksi adalah tingkah laku yang ditunjukkan selama

berinteraksi.

d. Proses segi tiga dalam interaksi sosial (aksi, interaksi, dan sentimen)

Aksi, interaksi, dan sentimen menciptakan bentuk piramida, dimana

pimpinan kelompok dipilih secara spontan dan wajar. Pimpinan menempati

puncak piramida tersebut.

e. Dipandang dalam sudut totalitas

Setiap anggota berada dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungan

secara terus-menerus.

f. Hasil penyesuaian diri

Hasil penyesuaian diri tiap-tiap anggota kelompok terhadap lingkungannya

tanpa tingkah laku anggota kelompok yang seragam.

4. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Menurut Soekanto (1982) suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi

apabila tidak memenuhi dua syarat sebagai berikut:

a. Adanya kontak sosial

Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (yang artinya bersama-

sama) dan tango (yang artinya menyentuh), jadi artinya secara harfiah adalah

bersama-sama menyentuh. Pada interaksi sosial mengandung makna tentang

kontak sosial secara timbal balik atau interstimulansi dan respon antara individu-

individu dan kelompok-kelompok. Kontak pada dasarnya merupakan aksi dari

individu atau kelompok dan mempunyai makna bagi pelakunya, yang kemudian

ditangkap oleh individu atau kelompok lain.

Page 5: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

Kontak sosial dapat bersifat posistif ataupun negatif. Yang bersifat positif

mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan yang bersifat negatif mengarah pada

sutau pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan sutau interaksi

sosial. Suatu kontak sosial dapat pula bersifat primer ataupun sekunder. Kontak

primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan

berhadapan muka, sedangkan kontak yang sekunder memerlukan sutau perantara

(Soekanto, 1982).

Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu:

1) Antara orang perorangan

Kontak sosial ini adalah apabila anak kecil mempelajari kebiasaan-

kebiasaan dalam keluarganya. Proses demikian terjadi melalui komunikasi,

yaitu suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari

norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana dia menjadi anggota

(Soekanto, 1982).

2) Antara orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya

Kontak sosial ini misalnya adalah apabila seseorang merasakan bahwa

tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma di masyarakat

(Soekanto, 1982).

3) Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya

Kontak sosial ini misalnya adalah dua partai politik yang bekerja sama

untuk mengalahkan partai politik lainnya (Soekanto, 1982).

b. Adanya komunikasi

Page 6: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

Komunikasi muncul setelah kontak berlangsung. Komunikasi timbul apabila

seseorang individu memberi tafsiran pada perilau orang lain. Dengan tafsiran

tersebut, lalu seorang itu mewujudkan perilaku, dimana perilaku tersebut

merupakan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain

tersebut (Soekanto, 1982).

Komunikasi merupakan awal mula terjalinnya suatu hubungan, baik

hubungan kerjasama ataupun hubungan apapun itu dalam kehidupan manusia. Di

sisi lain komunikasi juga terkadang mengakibatkan sutau pertentangan atau

pertikaian. Hal ini disebabkan karena adanya kesalahpahaman atau masing-

masing pihak tidak ada yang mau mengalah ketika berkomunikasi satu sama lain.

5. Faktor-faktor yang Memengaruhi Interaksi Sosial

Menurut Mahmudah (2010) berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada

berbagai faktor, diantaranya adalah:

a. Imitasi

Faktor ini telah diuraikan oleh Gabriel Tarde yang beranggapan bahwa

seluruh kehidupan sosial itu sebenarnya berdasarkan pada faktor imitasi saja.

Pendapat ini dalam realitasnya banyak yang mengatakan tidak seimbang atau

berat sebelah. Hal ini tidak lain karena tidak semua interaksi sosial disebabkan

oleh faktor ini.

b. Sugesti

Yang dimaksud sugesti disini ialah pengaruh psikis, baik yang datang dari

dirinya sendiri maupun dari orang lain yang pada umumnya diterima tanpa

adanya daya kritik. Gerungan mendefinisikan sugesti sebagai proses dimana

Page 7: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman

tingkah laku orang lain tanpa kritik terlebih dahubu (Mahmudah, 2010).

c. Identifikasi

Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama)

dengan orang lain, baik secara fisik maupun non fisik. Proses identifikasi pada

kenyataannya seringkali untuk pertama kali berlangsung secara tidak sadar

(secara dengan sendirinya). Kedua, bersifat irasional, yaitu berdasarkan perasaan-

perasaan atau kecenderungan-kecenderungan dirinya yang tidak diperhitungkan

secara rasional. Ketiga, identifikasi berguna untuk melengkapi system norma-

norma, cita-cita, dan pedoman-pedoman tingkah laku orang yang

mengidentifikasi itu. Hal ini merupakan efek lanjut dari aktivitas identifikasi yang

dilakukan seseorang (Mahmudah, 2010).

d. Simpati

Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu dengan orang yang lain.

Simpati muncul dalam diri seirang individu tidak atas dasar rasional, melainkan

berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi. Seorang

individu tiba-tiba merasa dirinya tertarik kepada orang lain seakan-akan dengan

sendirinya, dan tertariknya itu bukan karena salah satu ciri tertentu, melainkan

karena keseluruhan cara-cara bertingkah laku menarik baginya (Mahmudah,

2010).

6. Interaksi Sosial Anak

Anak merupakan pribadi sosial yang memerlukan relasi dan komunikasi dengan

orang lain untuk memanusiakan dirinya. Anak ingin dicintai, dihargai dan diakui.

Berkeinginan pula untuk dihitung dan mendapat tempat dalam kelompoknya. Hanya

Page 8: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

dengan relasi dan komunikasi dengan orang lain, misalnya dengan orang tua, pendidik,

teman sebaya dan lain-lain, anak dapat berkembang menuju kedewasaan. Hubungan

anak dengan orang tua maupun orang dewasa lainnya merupakan hubungan yang

memengaruhi. Dengan kata lain, individu sosial dengan tingkah laku sosial itu selalu

dikomunikasikan dengan manusia lain (Kartono, 1979).

Menurut Yussen dan Santrock (1980) mengatakan bahwa kemampuan sosialisasi

anak sangat terkait dengan orang-orang di sekeliling anak yang disebut agen sosial,

yaitu setiap orang yang berhubungan dengan seorang anak misalnya ayah dan ibunya,

pengasuh, teman sebaya, guru dan keluarga lainnya dan orang tersebut memengaruhi

cara berperilaku.

7. Pengukuran Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hubungan yang saling memengaruhi antara individu

yang satu dengan individu lainnya. Interaksi sosial meliputi hubungan antara individu

dengan lingkungan fisik maupun lingkungan psikologis di sekelilingnya (Azwar S. ,

2009). Masing-masing anak memiliki kemampuan interaksi sosial yang berbeda-beda.

Ada kalanya anak mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dengan orang lain.

Untuk mengetahui kemampuan anak dalam berinteraksi sosial dapat dilakukan melalui

suatu pengukuran.

Pengukuran interaksi sosial dapat diartikan sebagai cara atau usaha untuk

mengetahui sejauh mana siswa berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Pengukuran

interaksi sosial dapat dilakukan dengan skala dan observasi. Skala digunakan karena

dalam interaksi sosial, individu membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai objek

psikologis dihadapannya, diantaranya faktor pengalaman pribadi, orang lain yang

dianggap penting, kebudayaan, media massa, serta faktor emosi dalam diri individu

Page 9: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

(Azwar S. , 2009). Observasi digunakan karena dalam interaksi sosial adanya perilaku

yang tampak dan dapat diamati oleh orang lain. Dengan demikian, skala dan observasi

merupakan teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana

kemampuan interaksi sosial anak di lingkungan sekitarnya.

B. Pola Asuh Orang Tua

1. Pengertian Pola Asuh Orang Tua

Maccoby (dalam Yanti, 2005) menyatakan bahwa pola asuh orang tua adalah

gambaran interaksi orang tua dan anak-anak yang didalamnya orang tua

mengekspresikan sikap-sikap atau perilaku, nilai-nilai, minat dan harapan-harapanya

dalam mengasuh dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Menurut Hetherington &

Porke (dalam Sanjiwani & dkk, 2014)), pola asuh merupakan bagaimana cara orang tua

berinteraksi dengan anak secara total yang meliputi proses pemeliharaan, perlindungan,

dan pengajaran bagi anak. Gunarsa (1990) menyatakan pola asuh adalah suatu gaya

mendidik yang dilakukan oleh orang tua untuk membimbing dan mendidik anak-

anaknya dalam proses interaksi yang bertujuan untuk memperoleh suatu perilaku yang

diinginkan.

Thoha (1996) mendefinisikan pola asuh orang tua sebagai suatu cara terbaik yang

dapat ditempuh orang tua dalam mendidik anak sebagai perwujudan dari rasa tanggung

jawab kepada anak. Sedangkan menurut Kohn (dalam Thoha, 1996) menyatakan bahwa

pola asuh merupakan sikap orang tua dalam berhubungan dengan anaknya. Sikap ini

dapat dilihat dari berbagai segi, antara lain dari cara orang tua memberikan pengaturan

kepada anak, cara memberikan hadiah dan hukuman, cara orang tua menunjukkan

otoritas dan cara orang tua memberikan perhatian, tanggapan terhadap keinginan anak.

Page 10: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

Dengan demikian yang dimaksud dengan pola asuh orang tua adalah bagaimana cara

mendidik anak baik secara langsung maupun tidak langsung.

Hurlock (1999) menyatakan bahwa pola asuh dapat diartikan pula dengan

kedisiplinan. Disiplin merupakan cara masyarakat mengajarkan kepada anak perilaku

moral yang dapat diterima kelompok, dengan tujuan untuk memberitahukan kepada

anak sesuatu yang baik dan buruk serta mendorongnya untuk berperilaku dengan

standar yang berlaku dalam masyarakat di lingkungan sekitarnya. Menurut Mussen

(1994) pola asuh adalah cara yang digunakan orang tua dalam mencoba berbagai

strategi untuk mendorong anak mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan tersebut

antara lain pengetahuan, nilai moral, dan standart perilaku yang harus dimiliki anak bila

dewasa nanti.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua adalah

cara orang tua dalam berinteraksi dengan anak, memberikan pendidikan baik secara

langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan untuk memperoleh suatu perilaku yang

diinginkan.

2. Jenis-Jenis Pola Asuh Orang Tua

Menurut Baumrind (dalam Mussen, 1994) terdapat tiga gaya pengasuhan yang

diterapkan orang tua terhadap anak, diantaranya adalah:

a. Pola asuh otoriter

Pola asuh ini menggunakan pendekatan yang memaksakan kehendak, suatu

peraturan yang dicanangkan orang tua dan harus dituruti oleh anak. Pendekatan ini

biasanya kurang responsif pada hak dan keinginan anak. Anak lebih dianggap

sebagai obyek yang harus patuh dan menjalankan aturan. Ketidakberhasilan

kemampuan dianggap kegagalan. Ciri-cirinya adalah orang tua membatasi anak,

Page 11: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

berorientasi pada hukuman, mendesak anak unruk mengikuti aturan-aturan

tertentu, serta orang tua sangat jarang dalam memberikan pujian pada anak.

Dalam hal ini anak akan timbul banyak kekhawatiran apabila tidak sesuai dengan

orang tuanya dalam melakukan suatu kegiatan sehingga anak tidak dapat

mengembangkan sikap kreatifnya serta hubungan orangtua yang digunakan

memungkinkan anak untuk menjaga jarak dengan orang tuanya.

b. Pola asuh permisif

Permisif dapat diartikan orang tua yang serba membolehkan atau suka

mengijinkan. Pola pengasuhan ini menggunakan pendekatan yang sangat

responsif (bersedia mendengarkan) tetapi cenderung terlalu longgar. Ciri-cirinya

adalah orang tua lemah dalam mendisiplinkan anak dan tidak memberi hukuman

serta tidak memberikan perhatian dalam melatih kemandirian dan kepercayaan

diri. Terkadang anak merasa cemas karena melakukan sesuatu yang salah atau

benar, tetapi karena orang tua membiarkan, mereka melakukan apa saja yang

mereka rasa benar dan menyenangkan hati mereka. Ketika anak melakukan

kesalahan, orang tua cenderung membiarkan dan tidak memberikan hukuman.

c. Pola asuh demokratis

Gaya pengasuhan orang tua dengan menggunakan pendekatan rasional dan

demokratis. Orang tua sangat memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anak

dengan pertimbangan faktor kepentingan dan kebutuhan yang realistis. Orang tua

semata-mata tidak menuruti keinginan anak, tetapi sekaligus mengajarkan kepada

anak mengenai kebutuhan yang penting bagi kehidupan anak. Ciri-cirinya adalah

mendorong anak untuk dapat berdiri sendiri, memberi pujian pada anak, serta

bersikap hangat dan mengasihi. Gaya pengasuhan ini menjadikan anak merasa

Page 12: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

dihargai karena setiap perlakuan dan permasalahan dapat dibicarakan dengan

orang tua yang senantiasa membuka diri untuk mendengarkan.

3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pola Asuh Orang Tua

Secara garis besar Soekanto (2004) menyebutkan bahwa terdapat dua faktor yang

memengaruhi dalam pengasuhan seseorang yaitu:

a. Faktor eksternal

Faktor eksternal adalah lingkungan sosial dan lingkungan fisik serta lingkungan

kerja orang tua.

b. Faktor internal

Faktor internal adalah model pola pengasuhan yang pernah didapat sebelumnya.

Secara lebih lanjut pembahasan faktor-faktor yang ikut berpengaruh dalam pola

pengasuhan orang tua adalah:

a. Lingkungan sosial dan fisik tempat dimana keluarga itu tinggal

Pola pengasuhan suatu keluarga turut dipengaruhi oleh tempat dimana keluarga itu

tinggal. Apabila suatu keluarga tinggal di lingkungan yang otoritas penduduknya

berpendidikan rendah serta tingkat sopan santun yang rendah, maka anak dapat

dengan mudah juga menjadi ikut terpengaruh.

b. Model pola pengasuhan yang didapat oleh orang tua sebelumnya

Kebanyakan dari orang tua menerapkan pola pengasuhan kepada anak

berdasarkan pola pengasuhan yang mereka dapatkan sebelumnya. Hal ini

diperkuat apabila mereka memandang pola asuh yang pernah mereka dapatkan

dipandang berhasil.

c. Lingkungan kerja orang tua

Page 13: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

Orang tua yang terlalu sibuk bekerja cenderung menyerahkan pengasuhan anak

mereka kepada orang-orang terdekat atau bahkan kepada baby sitter. Oleh karena

itu pola pengasuhan yang didapat oleh anak juga sesuai dengan orang yang

mengasuh anak tersebut.

C. Gadget

1. Pengertian Gadget

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari Bahasa inggris, yang artinya

perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia

gadget di sebut “acang”. gadget selalu muncul dengan teknologi yang lebih baik atau

selalu ada pembaruan yang membuat para menggunakannya menjadi lebih nyaman dan

lebih praktis. Menurut Indrawan (2014) gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari

bahasa Inggris yang merujuk pada perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi

khusus untuk mengunduh informasi-informasi terbaru dengan berbagai teknologi

maupun fitur terbaru, sehingga membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.

Gadget merupakan suatu istilah yang digunakan dalam menyebut beberapa

macam jenis alat teknologi yang sifatnya semakin berkembang pesat dan memiliki

fungsi khusus. Contoh dari gadget yaitu smartphone, i-phone, komputer, laptop dan tab

(Manumpil & Ismanto, 2015). Gadget adalah suatu benda atau barang yang diciptakan

khusus di era yang serba maju ini dengan tujuan untuk membantu segala sesuatu

menjadi mudah dan praktis dibandingkan teknologi teknologi sebelumnya. Beberapa

contoh dari gadget yaitu laptop, smartphone, ipad, ataupun tablet yang merupakan alat-

alat teknologi yang berisi aneka aplikasi dan informasi mengenai semua hal yang ada di

dunia ini (Iswidharmanjaya & Agency, 2014)

Page 14: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

Gadget juga dapat memengaruhi perilaku sosial seseorang, tergantung bagaimana

orang tersebut memanfaatkan gadget. Apabila orang tersebut dapat memanfaatkannya

dengan baik, gadget bisa sangat membantu dan mempermudah segalanya. Akan tetapi,

apabila orang tersebut menyalahgunakan penggunaannya, maka fungsi gadget yang

seharusnya bersifat mempermudah hubungan sosial atau komunikasi seseorang malah

menjadikan hubungan sosial tersebut semakin buruk hanya karena tidak mau

bersilaturahmi secara langsung dan sibuk dengan gadget masing-masing ketika sedang

berkumpul dengan orang lain.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gadget adalah berbagai

macam perangkat elektronik, seperti laptop, smartphone, ipad, ataupun tablet, lengkap

dengan berbagai fitur dan aplikasi yang tersedia, yang diciptakan khusus untuk

mempermudah kehidupan manusia dalam mengakses segala informasi yang ada di

dunia ini.

2. Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini

Teknologi gadget tidak hanya beredar dikalangan usia dewasa, tetapi juga beredar

dikalangan anak usia dini ataupun prasekolah. Seiring perkembangan zaman,

masyarakat modern termasuk anak-anak, memang tidak bisa dilepaskan dari keberadaan

gadget yang semakin beredar luas. Sehingga saat ini tidak aneh lagi apabila anak kecil

berusia balita bahkan prasekolah di zaman sekarang sudah menggunakan gadget

(Rideout, 2013).

Gadget yang merupakan wujud nyata dari teknologi baru yang berisi aneka

aplikasi dan progam yang menyenangkan seolah-olah telah menjadi sahabat bagi anak,

bahkan bisa menyihir anakanak untuk duduk manis berjam-jam dengan bermain gadget.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rideout (2013) didapatkan hasil bahwa

Page 15: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

terdapat anak usia 2 sampai 4 tahun telah menghabiskan waktunya di depan layar

selama 1 jam 58 menit perharinya dan anak usia 5 hingga 8 tahun menghabiskan waktu

di depan layar selama 2 jam 21 menit setiap harinya. Hal ini bertentangan dengan

pendapat Starburger (2011) yang menyatakan bahwa anak hanya boleh berada di depan

layar < 1 jam setiap harinya.

Apabila waktu efektif manusia beraktifitas sebanyak 960 menit sehari, dengan

demikian orang dewasa yang kecanduan gadget akan menyentuh perangkatnya itu

setiap 4,8 menit sekali di kala senggang. Begitupun anak-anak, tidak akan jauh berbeda

apabila orang tua tidak memiliki ketegasan dalam pembatasan durasi dan anak sudah

terlalu bergantung dengan penggunaan gadget. Kecanduan gadget pada anak dapat

terlihat dari beberapa tanda seperti tantrum saat diminta berhenti bermain gadget, tidak

mau merespon panggilan baik dari orang tua ataupun orang lain (kemampuan

komunikasi) ketika sedang bermain gadget, dan apabila anak tersebut sudah masuk

tahap sekolah, nilai akademis (kemampuan anak) menurun dikarenakan anak sudah

tidak tertarik lagi dengan materi pembelajaran yang ada disekolah (Starburger, 2011).

3. Bentuk Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini

Syahra, (2003) menyatakan bahwa semakin berkembangnya zaman tidak bisa

dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berlangsung

semakin pesat dan penggunaannya telah menjangkau ke berbagai lapisan kehidupan

masyarakat dari segala bidang, usia dan tingkat pendidikan. Penggunaan oleh orang

dewasa, biasa digunakan untuk alat komunikasi, mencari informasi atau browsing,

youtube, bermain game, ataupun lainnya. Sedangkan pemakaian pada anak usia dini

Page 16: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

biasanya terbatas dan penggunaannya hanya sebagai, media pembelajaran, bermain

game, dan menonton animasi. Pemakaiannya pun dapat memiliki waktu yang beragam

dan berbeda durasi serta intensitas pemakaiannya pada orang dewasa dan anak-anak.

Sari & Mitsalia (2016) melaporkan bahwa rata-rata anak menggunakan gadget

untuk bermain game daripada menggunakan untuk hal lainnya. Hanya sedikit yang

menggunakan untuk menonton kartun dengan menggunakan gadget. Nurrachmawati

(2014) menambahkan bahwa PC tablet atau smartphone tidak hanya berisi aplikasi

tentang pembelajaran mengenal huruf atau gambar, tetapi terdapat aplikasi hiburan,

seperti sosial media, video, gambar bahkan video game. Pada kenyataannya, anak-anak

akan lebih sering menggunakan gadgetnya untuk bermain game daripada untuk belajar

ataupun bemain di luar rumah dengan teman-teman seusianya. Penelitian lain yang

dilakukan oleh Delima, Arianti, & Pramudyawardani (2015), diperoleh hampir semua

orang tua (94%) menyatakan bahwa anak biasa menggunakan perangkat teknologi

untuk bermain game. Sebagian besar anak (63%) menghabiskan waktu maksimum 30

menit untuk sekali bermain game. Sementara 15% responden menyatakan bahwa anak

bermain game selama 30 sampai 60 menit dan sisanya dapat berinteraksi dengan sebuah

game lebih dari satu jam.

Berdasarkan uraian-uraian tersebut dapat terlihat jelas bahwa bentuk penggunaan

gadget pada anak usia dini kebanyakan untuk bermain game dan youtube.

4. Durasi Penggunaan Gadget

Orang tua harus mempertimbangkan berapa banyak waktu yang diperbolehkan

untuk anak usia prasekolah dalam bermain gadget, karena total lama penggunaan

gadget dapat memengaruhi perkembangan anak (Starburger, 2011). Starburger (2011)

berpendapat bahwa seorang anak hanya boleh berada di depan layar < 1 jam setiap

Page 17: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

harinya. Pendapat tersebut didukung oleh Sigman yang mengemukakan bahwa waktu

ideal lama anak usia prasekolah dalam menggunakan gadget yaitu 30 menit hingga 1

jam dalam sehari (Sigman, 2010).

Sedangkan menurut asosiasi dokter anak Amerika dan Canada, mengemukakan

bahwa anak usia 0-2 tahun alangkah lebih baik apabila tidak terpapar oleh gadget,

sedangkan anak usia 3-5 tahun diberikan batasan durasi bermain gadget sekitar 1 jam

perhari, dan 2 jam perhari untuk anak usia 6-18 tahun. Akan tetapi, faktanya di

Indonesia masih banyak anak-anak yang menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak

dari jumlah yang direkomendasikan. Pemakaian gadget yang terlalu lama dapat

berdampak bagi kesehatan anak, selain radiasinya yang berbahaya, penggunaan gadget

yang terlalu lama dapat memengaruhi tingkat agresif pada anak. Anak akan cenderung

malas bergerak dan dan lebih memilih duduk atau terbaring sambil menikmati cemilan

yang nantinya dapat menyebabkan anak kegemukan atau berat badan bertambah secara

berlebihan. Selain itu, anak menjadi tidak peka terhadap lingkungan di sekelilingnya.

Anak yang terlalu asik dengan gadgetnya berakibat lupa untuk berinteraksi ataupun

berkomunikasi dengan orang sekitar maupun keluarga dan itu akan bedampak sangat

buruk apabila dibiarkan secara terus menerus (Rowan, 2013).

5. Dampak Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini

a. Dampak positif

Penggunaan gadget memiliki dampak tersendiri bagi para penggunanya, baik

orang dewasa ataupun anak-anak. Dampak yang timbul bergantung dengan

bagaimana orang tersebut menggunakannya dan memanfaatkannya. Adapun

beberapa dampak positif gadget pada anak yaitu menjadi media pembelajaran

yang menarik, belajar bahasa inggris lebih mudah, serta meningkatkan logika

Page 18: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

lewat game interaktif yang edukatif. Hal tersebut dapat terjadi apabila orang tua

mampu memberikan pengawasan, penegasan, serta pendekatan kepada anak

terhadap gadget dengan baik (Iswidharmanjaya & Agency, 2014).

b. Dampak negatif

Selain memiliki dampak positif, penggunaan gadget juga dapat berdampak

negatif bagi anak. Aneka aplikasi gadget yang berisi game, video yang

mengandung sara, ataupun ajaran sesat sekalipun semua tersedia dan dalam

jangkauan akses yang sangat mudah dan cepat dalam hitungan detik saja.

Penggunaan gadget yang berlebihan (kecanduan), apalagi dengan akses konten

yang tidak baik, seperti adegan kekerasan yang anak lihat dalam game dan film,

serta pornografi, dipercaya memengaruhi secara negative baik perilaku atapun

kemampuan anak (Pratiwi, 2015).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Maulida (2013) dalam jurnal

keperawatan yang berjudul Menelisik Pengaruh Penggunaan Aplikasi Gadget

Terhadap Perkembangan Psikologis Anak Usia Dini menyatakan bahwa gadget

membawa banyak perubahan dalam pola kehidupan, tanpa disadari seseorang

yang sering manggunakan gadget dapat menyebabkan terjadinya kesenjangan

sosial dalam bermasyarakat.

D. Peran Pola Asuh Orang Tua dan penggunaan Gadget terhadap Interaksi Sosial

Anak Prasekolah

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua, penggunaan

gadget, dan interaksi sosial. Ketiga variabel diasumsikan memiliki keterkaitan, yaitu pola

asuh orang tua dan penggunaan gadget berperan terhadap interaksi sosial. Pernyataan ini

dapat dijelaskan sebagai berikut.

Page 19: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

Rentang usia 4 sampai dengan 6 tahun merupakan tahapan yang disebut sebagai usia

prasekolah. Lembaga pendidikan prasekolah adalah lembaga pendidikan untuk membantu

pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis anak didik di luar lingkungan keluarga

sebelum memasuki pendidikan dasar formal. Pendidikan prasekolah bertujuan untuk

membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, intelektual, keterampilan fisik dan

motorik, sosial, moral, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak-anak untuk menyesuaikan

diri dengan lingkungannya, serta untuk pertumbuhan dan perkembangan tahap selanjutnya

(Izzaty, 2017).

Salah satu ciri khas perkembangan psikologis pada usia ini adalah mulai meluasnya

lingkungan sosial anak. Bila pada tahap usia sebelumnya anak merasa cukup dengan

lingkungan pergaulan dalam keluarga, maka pada usia prasekolah anak mulai merasakan

adanya kebutuhan untuk memiliki teman bermain serta memiliki aktivitas yang teratur di luar

lingkungan rumah. Bagi anak-anak yang bersekolah di sebuah taman kanak-kanak (TK),

maka anak tersebut memiliki kebutuhan akan adanya seorang figur pendidik serta kebutuhan

untuk beraktivitas dalam situasi dan kondisi yang bervariasi. TK merupakan area penting

sebagai tempat anak-anak belajar mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan

mengembangkan kemandirian. TK tidak hanya berfungsi untuk meletakkan dasar-dasar

kemampuan akademik, melainkan juga berfungsi sebagai pengembangan aspek psikososial

anak (Izzaty, 2017).

Kualitas anak usia dini selain dipengaruhi oleh faktor bawaan, juga sangat dipengaruhi

oleh faktor lingkungan yang tidak terlepas dari pengaruh faktor psikososial (Izzaty, 2017).

Pembelajaran pada anak usia dini adalah hasil dari interaksi antara pemikiran anak dan

pengalamannya dengan materi-materi, ide-ide, dan representasi mentalnya tentang dunia

sekitarnya (Mutiah, 2012). Anak-anak mulai beradaptasi dengan teman sebaya dan

lingkungannya untuk mencapai perkembangan sosial yang optimal.

Page 20: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan

antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial

akan terjadi jika adanya sebuah kontak sosial dan adanya komunikasi. Interaksi sosial

merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena itu tanpa interaksi sosial, tak akan

mungkin ada kehidupan bersama (Soekanto, 1992). Pada anak usia dini interaksi sosial

memanglah sangat dibutuhkan karena anak nantinya akan diajarkan bagaimana hidup

bermasyarakat, lalu anak juga akan diajarkan berbagai peran yang nantinya akan menjadi

indentifikasi dirinya, selain itu pula saat melakukan interasi sosial anak akan memperoleh

berbagai informasi yang ada disekitarnya.

Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan

orang tua terhadap anak dalam berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma-norma

kehidupan bermasyarakat serta mendorong dan memberikan contoh kepada anak bagaimana

menerapkan norma-norma ini dalam kehidupan sehari-hari (Susanto, 2012). Pengasuhan

yang tepat dari orang tua sangatlah penting diberikan kepada anak, karena anak masih terlalu

muda dan belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri ke arah

kematangan. Arahan serta bimbingan orang tua menjadi kunci keberhasilan anak untuk dapat

membentuk kepribadian yang mandiri dan kompeten secara sosial.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Suharsono (2009) menemukan bahwa terdapat

hubungan positif antara pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak usia dini.

Hal ini sejalan dengan pandangan sejumlah teoretisi dan peneliti (dalam Santrock, 2007)

yang mengatakan bahwa hubungan orang tua dengan anak berfungsi sebagai landasan

emosional yang digunakan anak untuk mengeksplorasi dan menikmati hubungan dengan

teman sebaya. Hubungan orang tua dengan anak memengaruhi hubungan anak dengan teman

sebaya. Anak-anak belajar tentang bagaimana berhubungan dengan figur pemegang otoritas

Page 21: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

dari orang tuanya. Melalui teman sebaya, anak-anak juga belajar mengenai cara berinteraksi

dan melakukan hubungan timbal balik dengan teman seusianya (dalam Santrock, 2007).

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk dapat berinteraksi sosial dengan orang lain

di lingkungan sekitarnya. Faktor penting lain yang memengaruhi kemampuan interaksi sosial

anak adalah teknologi gadget. Di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi yang

semakin canggih khususnya gadget membuat setiap orang yang menggunakannya mampu

membangun komunikasi dan mengakses informasi secara mudah dan praktis, tanpa terhalang

jarak dan waktu. Gadget selain digunakan sebagai sarana komunikasi, juga digunakan

sebagai sarana hiburan karena tersedia berbagai fitur menarik, seperti game, musik, dan lain-

lain.

Gadget tidak hanya digunakan oleh kalangan dewasa dan remaja saja, melainkan telah

menyasar kalangan anak-anak. Beberapa orang tua secara sengaja mengenalkan teknologi

pada anak-anaknya karena takut jika anaknya ketinggalan jaman. Teknologi gadget dapat

memberi pengaruh positif pada anak, namun jika anak mulai kecanduan artinya tidak bisa

lepas dari gadget maka hal itu akan menimbulkan pengaruh yang buruk. Beberapa alasan

yang membuat seorang anak menjadi kecanduan gadget antara lain lebih menarik secara

visual dan audio, tidak perlu melibatkan orang banyak, tidak terlalu menimbulkan resiko

fisik, menghindari konflik dengan teman, pemakaian lebih mudah, dapat digunakan di mana

saja, penasaran dengan perkembangan teknologi, persaingan dengan teman. Dampak buruk

penggunaan gadget pada anak antara lain menjadi pribadi tertutup, kesehatan otak terganggu,

kesehatan mata terganggu, kesehatan tangan terganggu, gangguan tidur, suka menyendiri,

perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas, terpapar radiasi, serta ancaman cyberbullying

(Iswidharmanjaya, 2014).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Harfiyanto, Utomo, dan Budi (2015) menemukan

bahwa gambaran pola interaksi sosial, siswa lebih memilih menggunakan gadget dan jika

Page 22: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

tidak ditanggapi baru siswa bertemu dengan orang yang dimaksud, bentuk-bentuk interaksi

yang terjadi melalui interaksi menggunakan gadget dapat menjadi dua, proses asosiatif dan

proses disasosiatif. Proses asosiatif bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi menggunakan

gadget, siswa banyak melakukan kerjasama mengerjakan tugas, pekerjaan rumah, bertukar

informasi, sedangkan proses disasosiatif yaitu konflik, tidak pernah ada konflik yang serius,

yang terjadi hanya sebatas perbedaan pendapat serta salah paham yang dapat diselesaikan

langsung oleh siswa. Dampak negatif dari penggunaan gadget adalah siswa menjadi lupa

waktu.

Berikut merupakan bagan yang dapat menggambarkan hubungan antara ketiga variabel:

Gambar 1. Diagram peran pola asuh orang tua dan penggunaan gadget terhadap interaksi sosial

Keterangan:

: Menghubungkan dimensi dengan variabel

: Hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung

: Variabel yang diteliti

: Dimensi variabel yang diteliti

Pola Asuh Orang Tua (X1)

Interaksi Sosial (Y)

Jenis-Jenis Pola Asuh Orang Tua

a. Pola Asuh Otoriter

b. Pola Asuh Permisif

c. Pola Asuh Demokratis

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

a. Kerjasama

b. Akomodasi

c. Asimilasi

Penggunaan Gadget (X2)

Intensitas Penggunaan Gadget

pada Anak Prasekolah

a. Tinggi b. Sedang

c. Rendah

Page 23: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi Sosial · 2018. 4. 19. · Interaksi sosial (Soekanto, 1992) merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut

E. Hipotesis Penelitian

Terdapat dua hipotesis yang ingin diajukan dalam penelitian ini yaitu:

1. Hipotesis Mayor

Ho : Pola asuh orang tua dan penggunaan gadget tidak berperan terhadap interaksi

sosial anak prasekolah.

Ha : Pola asuh orang tua dan penggunaan gadget berperan terhadap interaksi

sosial anak prasekolah.

2. Hipotesis Minor

a. Ho : Pola asuh orang tua tidak berperan terhadap interaksi sosial anak

prasekolah.

Ha : Pola asuh orang tua berperan terhadap interaksi sosial anak prasekolah.

b. Ho : Gadget tidak berperan terhadap interaksi sosial anak prasekolah.

Ha : Gadget berperan terhadap interaksi sosial anak prasekolah.