of 18 /18
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Pemasaran Menejemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran sasaran perorangan dan organisasi. Definisi ini memandang manajemen pemasaran sebagai suatu proses yang meliputi analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian, bahwa ia mencakup sasaran, barang dan jasa, dan bahwa tujuannya adalah menghasilnkan kepuasan bagi pihak pihak yang terlibat. Manajemen pemasaran dapat terjadi dalam suatu organisasi dalam kaitannya dengan setiap pasarnya. (Suwarno, 2011) Pemasaran yang bergiat dalam pasar pelanggan secara formal dilaksanakan oleh para manajer penjualan, wira niaga periklanan dan promosi, periset pemasaran, menejer pelayanan pelanggan, manajaer produk, dan direktur pemasaran. Masing masing posisi mempunyai tugas dan tanggung jawab yang jelas. Tugas mereka adalah menganalisis, merencanakan dan melaksanakan program yang akan menghasilkan dan melaksanakan program yang akan menghasilkan bauran dan tingkat transaksi yang di kehendaki dengan pasar target. Dari beberapa definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan keinginan atau kebutuhan orang atau kelompok terhadap produk atau jasa melalui penyaluran dan pertukaran barang dan jasa dari pihak satu kepada pihak lain. Melihat penjelasan teori diatas, bahwa kegiatan pemasaran memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia usaha, yaitu berhasil atau tidaknya perusahan mencapai tujuannya yaitu memperoleh laba, selain itu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

  • Upload
    others

  • View
    18

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Pemasaran

Menejemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan

konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa

untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran – sasaran perorangan

dan organisasi. Definisi ini memandang manajemen pemasaran sebagai suatu

proses yang meliputi analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian,

bahwa ia mencakup sasaran, barang dan jasa, dan bahwa tujuannya adalah

menghasilnkan kepuasan bagi pihak – pihak yang terlibat. Manajemen

pemasaran dapat terjadi dalam suatu organisasi dalam kaitannya dengan setiap

pasarnya. (Suwarno, 2011)

Pemasaran yang bergiat dalam pasar pelanggan secara formal

dilaksanakan oleh para manajer penjualan, wira niaga periklanan dan promosi,

periset pemasaran, menejer pelayanan pelanggan, manajaer produk, dan

direktur pemasaran. Masing – masing posisi mempunyai tugas dan tanggung

jawab yang jelas. Tugas mereka adalah menganalisis, merencanakan dan

melaksanakan program yang akan menghasilkan dan melaksanakan program

yang akan menghasilkan bauran dan tingkat transaksi yang di kehendaki

dengan pasar target.

Dari beberapa definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa

pemasaran merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan

keinginan atau kebutuhan orang atau kelompok terhadap produk atau jasa

melalui penyaluran dan pertukaran barang dan jasa dari pihak satu kepada

pihak lain. Melihat penjelasan teori diatas, bahwa kegiatan pemasaran

memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia usaha, yaitu berhasil atau

tidaknya perusahan mencapai tujuannya yaitu memperoleh laba, selain itu

Page 2: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

6

perusahaan berusaha mempelajari dan memahami kebutuhan serta keinginan

konsumen dengan tujuan untuk memperoleh kepuasan konsumen.

Gambar 2.1

Mekanisme Pemasaran Jasa Perusahaan Pelayaran

Suwarno (2011) menyebutkan perusahaan pelayaran adalah termasuk

dalam kategori perusahaan penjual jasa ruangan kapal laut yang di gunakan

oleh shipper (pengirim, sebagai pemilik barang yang akan diangkut dari satu

pelabuhan muat) untuk diserahkan kepada pemilik barang atau consigne

(penerima barang di pelabuhan tujuan). Jasa adalah setiap tindakan atau

kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang

padaa dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.

Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan satu produk.

PEMERINTAH

CONFERENCE

INSA

KONSUMEN

Shipper/consigne

PRODUSEN

Prs. Pelayaran

PERANTARA

BROKER

- INSA - Agen Pelayaran - EMKL - Broker

Page 3: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

7

2. Prosedur Penyewaan Kontainer

Proses pengolahan pelanggan dan penerima pada proses ini dilakukan

pengolahan terhadap nama pelanggan sebagai penyewa container untuk

mengirim barang dan nama penerima dilokasikan oleh bagian pemasaran

sebagai berikut :

a. Proses Pemesanan Kontainer

Proses Pemesanan Kontainer untuk pengiriman barang dimulai dari

pelanggan yang datang atau melalui telepon kepada bagian pemasaran lalu

akan ditanya rincian barang yang dikirim mulai dari jenis barang, berat

muatan barang, jumlah barang. Sehingga ditentukan memakai kontainer 20

feet atau 40 feet dan juga surat penawaran harga kepada pelanggan dari

bagian pemasaran beserta jadwal kapal yang akan digunakan untuk

mengirim barang. (Era, 2007)

b. Proses Pengiriman Barang

Pada Proses ini bagian pemasaran membuat data kapal, data container

dan data barang yang akan dikirim kepada bagian operasional. setelah

semua berkas diterima oleh bagian operasional lalu melakukan

penjemputan dan pengecekan terhadap barang dan siap untuk muat barang

dan mengantarkan ke lokasi tujuan sesuai kesepakatan dengan pelanggan.

c. Proses Penagihan dan Pembayaran Sewa Kontainer

Bagian keuangan membuat tagihan berupa invoice lalu mengirimkan

penagihan kepada pelanggan melalui fax atau email. Setelah melihat

tagihan tentang penyewaan container maka pelanggan melakukan

pembayaran sesuai kesepakatan atau yang disebutkan dalam tagihan

melalui transfer. selanjutnya pelanggan akan mengkonfirmasi telah

melakukan transfer pembayaran.

d. Proses Pembuatan Laporan

Setiap bagian mengumpulkan dan melaporkan berkas – berkas atau

dokumen yang dipergunakan dalam proses penyewaan container. Dokumen

Page 4: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

8

tersebut akan diserahkan kepada pemimpin perusahaan sebagai laporan dari

penyewaan container.

3. Perhitungan Biaya Proses Ekspor

Analisis kelayakan ekspor secara financial (biaya dan pendapatan)

besarnya pendapatan yang diterima dipengaruhi oleh besarnya biaya yang

dikeluarkan dan nilai produk yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan meliputi

biaya dalam negeri dan biaya luar negeri.

a. Biaya Dalam Negeri

Biaya dalam negeri merupakan semua biaya yang dikeluarkan selama

proses produksi berlangsung meliputi biaya tetap, biaya variable dan investasi.

fokus biaya dalam negeri adalah berdasarkan nilai produk. Jika produk

mengalami kelangkaan ketersediaan, maka biaya prosuksi akan mengalami

kenaikan karena harga baku akan meningkat dengan terjadinya kelangkaan

tersebut.

b. Biaya Luar Negeri

Biaya pengiriman ke pelabuhan importir disesuaikan dengan negara

tujuannya karena tarif pengiriman ke setiap negara berbeda-beda sesuai

dengan jarak yang ditempuh serta kebijakan yang berlaku di negara tujuan.

Negara tujuan yang disimulasikan adalah Singapura, dengan asumsi bahwa

Singapura adalah salah satu negara yang dekat dari Indonesia, memiliki

kegiatan re-ekspor, serta hanya memiliki satu pelabuhan ekspor impor. (Maya,

2011)

a. Biaya Sewa Kontainer

Besarnya biaya sewa kontainer dipengaruhi oleh kekuatan nilai tukar

Rupiah terhadap US$. Jika nilai tukar Rupiah melemah maka biaya sewa

kontainer semakin mengalami kenaikan, begitu pula sebaliknya.

Page 5: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

9

b. Biaya Dokumen Pelayaran

Kepemilikan dokumen pelayaran mempunyai tujuan agar barang

yang akan dikirim ke luar negeri bersifat resmi (legal). Besarnya biaya

pengurusan dokumen pelayaran ditentukan oleh perusahaan pelayaran yang

akan bertanggungjawab terhadap barang yang dikirim yang ditentukan

dalam satuan mata uang US$.

Pendapatan kotor diperoleh dari perkalian antara produk dengan harga jual

per satuan produk sedangkan pendapatan bersih merupakan jumlah pendapatan

kotor dikurangi dengan total biaya (FOB). Untuk menghitung besarnya

penerimaan dengan sistem pembayaran FOB dengan menggunakan rumus

(Hutabarat, 1992) :

Biaya produksi total : xxx

Biaya sewa kontainer : xxx

Biaya pengiriman ke pelabuhan eksportir : xxx

Biaya muat ke kapal : xxx +

FOB : xxx

TC = FC + VC

TR = P x Q

NR = TR – TC FOB

Keterangan:

NR (Net Revenue) = Pendapatan bersih (Rp)

TR (Total Revenue) = Pendapatan kotor (Rp)

P (Price) = Harga (Rp)

Q (Quantity) = Jumlah produk (Rp)

TC (Total Cost) = Total biaya (Rp)

FC (Fix Cost) = Biaya tetap (Rp)

VC (Variable Cost) = Biaya variabel (Rp)

Page 6: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

10

TC FOB = Total biaya FOB (Rp)

4. Pengertian Ekspor

Yang dimaksud dengan kegiatan ekspor adalah perdagangan dengan

cara mengeluarkan barang dari dalam keluar wilayah pabean suatu Negara ke

Negara lain dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. (Djauhari, 2006)

General Ekpor adalah pelaksanaan ekspor yang terjadi pada umumnya,

yaitu telah terjadi kesepakatan antara eksportir dan importer yang nantinya

akan dikirim barang ke luar negeri (di Negara importir) sesuai dengan

peraturan yang berlaku. (Andi, 2012)

EKSPOR : kegiatan mengeluarkan barang ke luar Daerah Pabean (ps 1

butir 14 UU Kepab). Titik (2011)

Titik (2011) menyebutkan bahwa barang dikatakan telah di ekspor jika

barang tersebut telah diangkut keluar melalui batas daerah pabean, tetapi dari

segi pelayanan dan pengamanan tidak mungkin menempatkan pejabat bea dan

cukai di sepanjang garis perbatasan untuk memberikan pelayanan dan

melakukan pengawasan barang ekspor. Kemudian timbullah anggapan di

dalam hokum (fiksi) yang menyatakan bahwa barang yang telah di muat di

sarana pengangkut untuk dikeluarkan dari daerah pabean dianggap telah

diekspor dan diperlakukan sebagai barang ekspor (pasal 2 ayat 2 UU

Kepabeanan).

5. Dokumen – dokumen Ekspor

Dalam melakukan kegiatan ekspor terdapat dokumen–dokumen

penting yang harus dipenuhi antara lain, dokumen penting, dokumen

pengangkutan Bill of lading, Airway Bill, Railway Bill, Invoice, Profoma

Invoice,Commercial Invoice, Consular Invoice, Dokumen Asuransi, Insurance

Policy, Insurance Certificate, Cover note. Dokumen tambahan Packing list,

Certificate of Origin, Certificate of Inpection / CRF / LKP, Certificate of

Page 7: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

11

Quality, Manufacturer’s Quality Certificate Certificate, Certificate of Analisis

(Chemikal), Weigth Certificate, Measurement List, Sanitary Healt dan

Veterimary Certificate, Dfaft/Bill of Exchange (Wesel), Dokumen lain.

Kegiatan ekspor tanpa memandang penyebab – penyebabnya adalah

untuk meberikan keuntungan bagi negara – negara bagi kedua belah pihak.

Transaksi ekspor secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan

ekonomi dari negara – negara yang terlibat di dalamnya. Bagi perkembangan

perekonomian Indonesia, transaksi ekspor ini merupakan salah satu kegiatan

ekonomi yang penting. Dalam situasi perekonomian dunia yang masih belum

menggembirakan saat ini berbagai usaha telah dilaksanakan pemerintah

Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan transaksi – transaksi ekspor

dan menekan pengeluaran devisa dengan cara membatasi aktivitas – aktivitas

impor.

Sebagaimana kita ketahui sumber devisa negara kita yang terbesar

sebelum tahun 1986 adalah dari hasil ekspor dari hasil ekspor minyak dan gas

bumi (MIGAS) yang terbesar ±70%. Melihat harga minyak bumi yang terus

merosot maka pemerintah telah berusaha sedapat mungkin untuk

menggalakkan ekspor di luar minyak dan gas bumi (non migas) yang antara

lain berbentuk eskpor hasil – hasil industry, barang – barang kerajinan dan

hasil bumi serta kekayaan alam. sehingga setelah tahun 1987/1988 hasil non

migas telah mencapai 64,1% seluruh ekspor Indonesia, yang telah berarti hasil

ekspor non migas telah melebihi hasil ekspor migas. (Titik, 2011)

Dokumen yang diperlukan dalam proses pengangkutan barang ekspor

dengan pola FCL (Full Container Load). Adapun jenis–jenis dokumen yang

diperlukan dalam proses pengiriman barang ekspor dengan pola FCL yaitu:

Shipping Instruction (SI), Packing list, Invoice, Bill of lading (BL).

Page 8: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

12

a. Packing List

Packing list adalah daftar pengepakan yang dibuat untuk

menerangkan uraian dari barang – barang yang di

kemas/dibungkus/diikat dalam peti, dan biasanya diperlukan untuk

memudahkan pemeriksaan oleh pihak Bea dan Cukai. Dalam packing

list ini tidak tercantum harga, tetapi hanya uraian spesifikasi harga

barang sudah tercantum dalam invoice.

b. Invoice

Invoice adalah merupakan salah satu dokumen penting yang

memuat perincian harga – harga barang yang dikeluarkan oleh pihak

perusahaan penjual atas transaksi tertentu dengan pihak pembeli dan

juga sebagai tanda bukti transaksi serta alat penagihan atas nilai yang

tercantum didalamnya kepada pihak pembeli yang disebut didalam

faktur itu.

c. Bill of Lading (B/L)

Bill of lading atau disebut juga dengan B/L adalah salah satu

dokumen yang negotiable dan berharga dalam handling/ negosiasi

transaksi ekspor. Dan berkaitan dengan pengangkutan barang –

barang dengan kapal laut yang disebut “Marine Bill of Lading” atau

dengan kata lain “Ocean Bill of Lading”.

d. Shipping Intruction (SI)

Shipping instruction adalah surat instruksi dari ekportir untuk

perusahaan pelayaran sebagai perintah kerja untuk mengangkut

barang ekspor. Pada dokumen SI ada hal – hal yang harus wajib

disebutkan antara lain tanggal dan nomer SI, nama perusahaan yang

ditunjuk,nama ekportir dan importir, nama komoditas yang akan di

ekspor, jumlah dan jenis pengemasan, berat bersih dan berat kotor,

rencana stuffing, rencana tanggal ekspor, metode pembayaran

pengangkut.

Page 9: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

13

6. Jenis – Jenis Kontainer

Beberapa pengertian yang sangat sederhana tentangpeti kemas

menurut (Lasse 2014) tentang peti kemas, di antaranya adalah peti kemas

sebagai media dan kotak menyimpan barang. Sebagian mengatakan bahwa

peti kemas adalah gudang yang dapat diangkut.

Sebagian penyewa atau yang membeli space mungkin sudah mengerti

untuk ukuran - ukuran container disini akan menjelaskan tentang ukuran

container diantaranya adalah container 20 feet Panjang = 6,058m Lebar =

2,438m Tinggi = 2,591 selanjutnya 40 Panjang = 12,192m Lebar = 2,438m

Tinggi = 2,591. Untuk lebih jelasnya bisa lihat tabel dibawah ini :

TABEL 2.1

UKURAN STANDAR KONTAINER

Peti Kemas 20’ Peti Kemas 40' Peti Kemas 45'

dimensi

luar

panjang 6.058 m 12.192 m 13.716 m

lebar 2.438 m 2.438 m 2.438 m

tinggi 2.591 m 2.591 m 2.896 m

dimensi

dalam

panjang 5.758 m 12.032 m 13.556 m

lebar 2.352 m 2.352 m 2.325 m

tinggi 2.385 m 2.385 m 2.698 m

bukaan

pintu

width 2.343 m 2.343 m 2.343 m

tinggi 2.280 m 2.280 m 2.585 m

volume 33.1 m3

67.5 m3

86.1 m3

berat kotor 24.000 kg 30.480 kg 30.480 kg

berat kosong 2.200 kg 3.800 kg 4.800 kg

muatan bersih 21.800 kg 26.620 kg 25.680 kg

Beberapa pengertian yang sangat sederhana tentang peti kemas,

diantaranya adalah peti kemas sebagai mwdia dan kotak menyimpan barang

sebagaian mengatakan bahwa peti kemas adalah gudang yang dapat diangkut.

Lembaga maritime sedunia (international Maritme Organization) menyatakan

Page 10: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

14

bahwa arti peti kemas adalah suatu benda yang disajikan sebagai alat

angkutan barang bersifat permanen, kuat, dapat digunakan berulang kali,

dirancang khusus untuk mudah diangkut dengan berbagai moda transportasi

secara aman, dan dilengkapi soket pengangkat pada sudut-sudtnya. (Lasse,

2014)

Peti kemas dapat digunakan untuk muatan umum, curah kering/cair,

kendaraan, reer, hewan, dan barang berbahaya. Sebagian di antaranya

berbagai macam tipe peti kemas antara lain :

TABEL 2.2

JENIS DAN UKURAN PETI KEMAS

No Jenis Ukuran

1 General Cargo Container 20' x 8' x 8' with doors at one end

2 General Cagro Container 40' x 8' x 8' with doors at one end

3 Open Top Container 20' x 8' x 8' open top with canvas cover

4 Insulated Container 20' x 8' x 8' with doors at one end and port

5 Refrigerated Container hole at the other end

6 Refrigerated Container 20' x 8' x 8' with integral freezing plant

7 Flat Container 40' x 8' x 8' with integral freezing plant

8 Tank Container 20' x 8' x 8' with hinged ends

9 Tank Container 20' x 8' x 8' half heigth bulk liquid tank

10 Half Height Bin Container 20' x 8' x 8' open top and hinged drop end

7. Jenis – Jenis Kapal Kontainer

Pada mulanya peti kemas diangkut dengan kappal konvensional, atau

kapal semi-kontainer yang menempatkan peti kemas sebagai muatan dek.

Tetapi perkembangan yang sangat pesat mendorong perusahaan perkapalan

dan pelayaran membangun kapal khusus peti kemas yang dinamakan kapal

full cellular. Kontruksi khas dari kapal cellular antara lain tanpa dengan

Page 11: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

15

peralatan bongkar muat, dek bawah luas, dan palka dilengkapi dengan cell-

guids guna memudahkan peti kemas in dan out hingga ketinggian 9 stacks di

bawah deck.

a. Kapal Multideck Breakbulk, yakni kapal yang dirancang untuk

mengangkut peti kemas di atas dek setelah tutup palka diperkuat,

sedangkan bagian kapal di bawah dek untuk muatan break bulk

b. Kapal multipurpose yakni kapal yang dirancang untuk mengangkut

muatan campuran seperti palet, baja, noe-bulk, dan peti kemas. Beberapa

palka disediakan untuk muatan braek-bulk, sedangkan tween deck dan

lower hold yang lebar untuk peti kemas. Kapal ini dilengkapi dengan

crane dan merupakan perintis untuk mengembangkan desain kapal khusus

angkutan peti kemas.

c. Kapal kombinasi (combination vessel), yakni sejenis kapal multipurpose

tanpa twen deck dan seluruh palka dilengkapli dengan cell-guides untuk

peti kemas. Keberadaan kapal ini dengan atau tanpa deck.

d. Kapal container/bulk (conbulkers), yakni kapal yang dapat mengangkut

peti kemas dan muatan curah, masing – masing di dalam palka yang

berbeda sehingga sangat mungkin mengangkut muatan peti kemas dan

muatan bulk dengan pelabuhan tujuan yangh berbeda. Kapal sejenis ini

pada umumnya tidak dilengkapi dengan Derek.

e. Kapal Hybrid, yakni kapal yang termasuk jenis kapal semi-container yang

mengangkut peti kemas dengan system Roll on-Roll off (Ro-Ro) dan Lift

on-Lift off (Lo-Lo). System Ro-Ro yakni angkutan peti kemas dengan

menggunakan trailer yang naik dan turun kapal melalui ramp door.

System Lo-Lo yakni angkutan peti kemas dengan memakai tongkat yang

naik dan turun kapal secara vertikal dengan peralatan angkat mekanis.

Kapal dengan system Lo-Lo dikenal sebagai angkutan tongkang.

Page 12: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

16

2.2 Gambaran Umum Obyek Penulisan

1. Sejarah dan Pengembangan Perusahaan

PT. Bahari Eka Nusantara didirikan pada tahun 1850 oleh 2

bersaudara Alexander dan William Thomson sebagai broker kapal dan

kemudian menjadi milik Leith Edinburgh. Awal mula timbul nama BEN

perkiraan dari bahasa inggris gealic yang artinya gunung yang pertama kali

digunakan yaitu Ben Cleuch dan kemudian nama perusahaan yang dulu

memiliki kapal uap sekarang menjadi Ben Line.

Pada tahun 1972 Ben Line terus mengembangkan layanan kapal antara

Eropa dan wilayah timur. Dengan keterbiasaan Service Ben Line yang sangat

cepat dibangunlah kapal-kapal dengan dua deck kembar pada masa itu.

Manajemen kapal Ben Line dibentuk untuk menawarkan berbagai layanan

yang komprehensif, dari manajemen kapal kepada pemilik yang lebih kecil,

mereka menyediakan layanan dengan bimbingan dari pengetahuan yang

sangat baik, dari pengetahuan itu Ben Line telah mendapatkan customer

bertahun-tahun lamanya.

Menyusul penjualan kapal-kapal oleh Ben Line Pada Tahun 1994

Perusahaan Ben Line membuat keputusan strategis untuk fokus pada

pelayanan keagenan dan kegiatan pelayaran. Sekarang Ben Line memiliki

kantor pusat dan kantor cabang diseluruh asia, mempekerjakan lebih dari 1500

staff pada lebih dari 100 kantor cabang di wilayah asia. Ben Line Agencies

memiliki fasilitas dan service dukungan lepas pantai dan pembagian proyek

logistik, perbaikan kapal merupakan bagian penting dan perkembangan dari

bisnis Ben Line.

Dengan lebih dari satu abad pengalaman dalam industri perkapalan di

Asia, Ben Line Agencies telah membangun reputasi yang solid berdasarkan

integritas konsistensi dan kompetensi PT. Bahari Eka Nusantara mempunyai

peranan yang penting untuk menangani atau melayani kapal-kapal milik

Page 13: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

17

perusahaan sendiri maupun kapal milik perusahaan lain yang singgah

dipelabuhan diseluruh Indonesia.

Ben Line telah didirikan di Indonesia selama lebih dari 30 tahun dan

saat ini memiliki 27 kantor di Indonesia salah satunya di Jawa Tengah yaitu

Semarang, kantor cabang Semarang merupakan bagian integral dari portofolio

Ben Line Agencies di Indonesia. Cabang Ben Line Agencies Semarang juga

rumah bagi berbagai proyek yang berkaitan dengan pabrik industri dan curah.

Kantor cabang Ben Line Agencies Semarang terletak di jantung kota, dekat

dengan semua otoritas lokal, Bea Cukai, Pelindo, Syahbandar dan bandara.

Lisensi Ben Line Agencies sangat memungkinkan untuk menangani kapal-

kapal dan semua aktivitas yang berkaitan dengan kelautan dan pelayaran

diberbagai seluruh pelabuhan dan terminal di Semarang. PT. Bahari Eka

Nusantara merupakan perusahaan keagenan pelayaran swasta nasional yang

telah berdiri semenjak tahun 2005 di Indonesia, dengan kantor pusat (Head

Office) berada di Jakarta perusahaan pelayaran PT. Bahari Eka Nusantara

adalah layanan pengiriman mitra pilihan di Asia. Melalui jaringan kantor yang

meliputi wilayah menyediakan kelas kapal dan jasa keagenan port banyak

nama-nama terkenal disektor maritim, bersama-sama dengan berbagai layanan

terkait dan salah satu kantor cabangnya berada di Semarang Jawa Tengah

yang mengerjakan berbagai macam pelayanan pelayaran yang dibutuhkan

oleh kapal perusahaan pelayaran PT. Bahari Eka Nusantara Cabang Semarang

ini sendiri didirikan pada April 2010.

Awal mula perusahaan pelayaran PT. Bahari Eka Nusantara Cabang

Semarang didirikan oleh 3 orang yang menjadi awal perintis perusahaan

tersebut, dan semakin perusahaan ini menunjukan eksistensi dan mutunya

sebagai perusahaan keagenan pelayaran yang dapat diandalkan, maka semakin

hari perusahaan ini maju dan berkembang dan sekarang telah memiliki banyak

karyawan yang profesional dalam bidang pelayaran, bahkan menjadi agen

pelayaran terkemuka di Semarang.

Page 14: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

18

Saat ini perusahaan pelayaran PT. Bahari Eka Nusantara Cabang

Semarang sudah sangat berkembang, dan banyak kapal-kapal yang masuk di

pelabuhan Semarang yang sudah diageni oleh perusahaan pelayaran PT.

Bahari Eka Nusantara cabang Semarang.

2. Visi dan Misi Perusahaan

1. Visi

Visi dari PT. Bahari Eka Nusantara adalah mewujudkan sumber daya

manusia yang bersih, prefesional, unggul dan mampu bersaing dalam

skala nasional maupun internasional.

2. Misi

Misi dari PT. Bahari Eka Nusantara adalah melalui keunggulan kinerja

dan memberikan keunggulan bagi perusahaan dan juga memberikan

kepuasan bagi para pelanggan.

3. Struktur Organisasi

Gambar 2.2

Struktur Organisasi

YENY ARIANTI

MANAGER REGIONAL

RIYANTO

OFFICE BOY

NASTITI

ADMIN FINANCE

WIBOWO

ADMIN EXP DOCUMENTATION

IKE MEI MONA

ADMIN IMP DOCUMENTATION

DEWI ISMAWATI

ADMIN EXP/IMP DOCUMENTATION

CAHYONO

PORT AGENT

Page 15: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

19

1. Struktur Organisasi

1) Manager Regional : Yeny Arianti

2) Adminitrasi Keunganan : Nastiti

3) Adminitrasi Dokumen Ekspor : Wibowo

Dewi Ismawati

4) Adminitrasi Dokumen Impor : Ike Mei Mona

5) Port Agen : Cahyono

6) Office Boy : Riyanto

4. Tugas dan Fungsi Setiap Bagian

Berdasarkan struktur organisasi di atas dapat diuraikan tugas dan

tanggung jawab masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

1. Regional Manager.

Yaitu membawahi seluruh kantor cabang juga kegiatan di Semarang.

Regional manager pada saat ini juga menjabat sebagai kepala cabang

Semarang.

a. Memimpin dan mengawasi jalannya perusahaan termasuk mengesahkan

transaksi-transaksi yang terjadi serta memeriksa semua pengeluaran setiap

hari.

b. Menyusun rencana kegiatan perusahaan dan menetapkan kebijaksanaan

perusahaan kantor cabang Semarang serta memberikan perintah kepada

tiap masing-masing bagian untuk menghendel setiap pekerjaan.

c. Mengadakan hubungan-hubungan dengan pihak luar baik customer

maupun instansi dari perusahaan pelayaran PT. Bahari Eka Nusantara

diseluruh Indonesia untuk mewujudkan perkembangan perusahaan cabang

dalam meningkatkan pelayanan.

2. Keuangan dan adminitrasi (Finance & Admin).

a. Mengatur dan memeriksa semua pengeluaran dan pemasukan setiap hari.

b. Mengatur dan memeriksa laporan pembukuan perusahaan baik mingguan

maupun bulanan.

Page 16: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

20

c. Bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, pengendalian,

pelaporan kegiatan lembaga dalam aspek keuangan.

3. Port Agent.

a. Masing-masing port captain bertanggung jawab terhadap kelancaran

operasional di pelabuhan.

b. Melakukan kegiatan kelancaran clearance in dan out ke instansi-instansi

terkait.

c. Melakukan monitoring langsung dipelabuhan dan menjamin alokasi

penyandaran kapal dipelabuhan dengan aman sesuai prosedur yang ada,

termasuk menjamin bahwa seluruh dokumen masih valid.

d. Melakukan hubungan baik antara awak kapal dan memenuhi kebutuhan

kapal seperti konsumsi fuel oil, suply suku cadang kapal, maintenance

untuk projek yang dilaksanakan setiap prosedur dan program yang ada.

e. Bertanggung jawab untuk menjamin ke disiplinan crew saat berada di

pelabuhan negara tersebut dan secara berkelanjutan mengedukasi seluruh

crew kapal agar dapat mengikuti prosedur, system, testing, training,

familiersasi, oreantasi dan emergency drill.

4. Administrasi Impor

a. Mencatatat semua administrasi – administrasi perusahaan termasuk surat

menyurat ke perusahaan – perusahaan relasinya (customer) dalam hal

pemberitahuan yang sifatnya penting.

b. Menerbitkan Perpanjangan DO impor dan perhitungan demurrage.

5. Administrasi Ekpor

a. Mencatat semua administrasi-administrasi perusahaan termasuk surat

menyurat ke perusahaan-perusahaan relasinya (customer) dalam hal

pemberitahuan yang sifatnya penting.

b. Membuat booking container untuk perusahaan eksportir yang akan

memakai jasa container.

c. Mencari schedule kapal untuk keberangkatan container ekspor.

Page 17: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

21

d. Membuat penerbitan dokumen – dokumen ekspor.

e. Menerbitkan DO seal ekspor untuk pengambilan container.

f. Mengirim laporan kepada kantor cabang pusat atas pemakaian jasa dari

perusahaan pelayaran PT. Bahari Eka Nusantara.

5. Kantor Cabang di Seluruh Indonesia

Sebagai salah satu perusahaan agen pelayaran terbesar di Asia maka

untuk memenuhi kebutuhan masing-masing daerah ditiap bagian Negara

Indonesia diperlukan jaringan-jaringan nasional yang sekiranya dapat

mempercepat kegiatan dalam menangani kapal luar negeri maupun dalam

negeri. Melalui kantor pusat di Jakarta cabang Negara Indonesia, mempunyai

kantor-kantor cabang di wilayah Indonesia.

Berikut kantor-kantor cabang diseluruh Indonesia antara lain :

1. Pulau Sumatera.

a. Kantor cabang Belawan.

b. Kantor cabang Medan.

c. Kantor cabang Dumai.

d. Kantor cabang Palembang.

e. Kantor cabang Lampung.

2. Kepulauan Riau.

a. Kantor cabang Batam.

b. Kantor cabang Karimun.

3. Pulau Jawa.

a. Kantor cabang Merak.

b. Kantor pusat Jakarta.

c. Kantor cabang Tanjung Priok.

d. Kantor cabang Bandung.

e. Kantor cabang Semarang.

Page 18: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 1. Pengertian

22

f. Kantor cabang Gresik.

g. Kantor cabang Surabaya.

h. Kantor cabang Bali.

4. Nusa Tenggara Timur.

a. Kantor cabang Benete Bay.

5. Pulau Kalimantan.

a. Kantor cabang Kota Baru.

b. Kantor cabang Banjarmasin.

c. Kantor cabang Adang Bay.

d. Kantor cabang Balikpapan.

e. Kantor cabang Samarinda.

f. Kantor cabang Bontang.

g. Kantor cabang Sangatta.

h. Kantor cabang Berau.

i. Kantor cabang Tarakan.

j. Kantor cabang Bunyu.

6. Pulau Sulawesi.

a. Kantor cabang Pomalaa.

b. Kantor cabang Kendari.