of 19/19
Bab II Tinjauan Pustaka 22 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemasaran 2.1.1 Definisi pemasaran Pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan, karena saat suatu perusahaan menciptakan sebuah produk mereka tentu saja memeperlukan sarana komunikasi dalam mengkomunikasikan produknya. Pemasaran merupakan salah satu cara perusahaan untuk menjual produk yang dihasilkannya. Maka untuk lebih jelasnya akan diuraikan pengertian pemasaran menurut beberapa pendapat para ahli, antara lain: Menurut Philip Kotler dan Kevin lane keller (2012 : 6), Pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Menurut Buchari Alma (2007:5), Pemasaran adalah penekanan pada analisis struktur pasar, orientasi dan dukungan pelanggan, serta memposisikan perusahaan dalam mengawasi rantai nilai. Pada dasarnya pemasaran adalah kegiatan perusahaan untuk menciptakan, mengkomuni-kasikan, serta menghantarkan nilai (value) kepada pelanggan. Nilai Pelanggan (Customer Value), yaitu repository.unisba.ac.id

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemasaran 2.1.1 Definisi pemasaran

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemasaran 2.1.1 Definisi pemasaran

cover, lmbr pengesahan,lmbr pernyataan.pdfperusahaan, karena saat suatu perusahaan menciptakan sebuah
produk mereka tentu saja memeperlukan sarana komunikasi dalam
mengkomunikasikan produknya. Pemasaran merupakan salah satu
cara perusahaan untuk menjual produk yang dihasilkannya. Maka
untuk lebih jelasnya akan diuraikan pengertian pemasaran menurut
beberapa pendapat para ahli, antara lain: Menurut Philip Kotler dan
Kevin lane keller (2012 : 6), Pemasaran adalah sebagai suatu
proses sosial dan managerial yang membuat individu dan
kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan
lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai
dengan orang lain. Menurut Buchari Alma (2007:5), Pemasaran
adalah penekanan pada analisis struktur pasar, orientasi dan
dukungan pelanggan, serta memposisikan perusahaan dalam
mengawasi rantai nilai.
menciptakan, mengkomuni-kasikan, serta menghantarkan nilai
(value) kepada pelanggan. Nilai Pelanggan (Customer Value), yaitu
repository.unisba.ac.id
memuaskan kebutuhannya” (Kotler & Keller,2006: 20). Jadi,
konsumen akan membeli produk dari perusahaan yang dalam
persepsi konsumen tsb menawarkan Nilai Terhantar Pada
Pelanggan ( Customer Delivered Value) yang paling tinggi”.
2.2 Bauran Pemasaran (Marketiing Mix)
2.2.1 Definisi Bauran Pemasaran
oleh perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan tamu dan
untuk memuaskan tamu.
“kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari
sistem pemasaran perusahaan yaitu produk , harga, kegiatan
promosi, dan sistem distribusi” .
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:92), “ marketing mix
is good marketing tool is a set of products, pricing, promotion,
distribution, combined to produce the desired response of the target
market.
repository.unisba.ac.id
dari variabel bauran pemasaran tersebut menurut Kotler dan
Amstrong (2012:62) yang diterapkan Maicih adalah sebagai
berikut:
yang memiliki dua bentuk kemasan yaitu paper bag dan foil.
2. Price (harga)
adalah kalangan remaja. Harga jual Maicih yang dulunya Rp
15.000,- dan Rp 18.000,- untuk kota Bandung saat ini
mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000,- menjadi Rp 20.000,-
hal ini disebabkan adanya kenaikan harga BBM dan juga harga
dasar kebutuhan pokok di pasaran.
3. Place (tempat)
bagi para konsumen yang ingin membeli Keripik Maicih ini
harus terlebih dahulu follow twitter Maicih setelah itu mereka
melihat lokasi penjualan Keripik Maicih saat itu. Namun saat
ini Keripik Maicih dapat kita temukan di tempat oleh-oleh
maupun supermarket.
media sosial. Maicih menginformasikan semua informasi
mengenai Keripik Maicih melalui Twitter maupun Facebook.
Selain itu maicih menggunakan media periklanan berupa
spanduk pada setiap counter penjualannya serta menggunakan
personal selling dalam penjualan produk nya.
2.3 Produk
pemasaran yang memiliki berbagai macam arti dan makna, namun
secara umum produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan
kepada pasar untuk diperhatikan, dibeli, digunakan dan
dikonsumsi.
dapat ditawarkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan
konsumen.
produknya perlu berpikir melalui lima tingkatan produk, tiap
tingkatan menambah banyak nilai pelanggan. Dan menurut Kotler
yang dialih bahasakan oleh Benjamin Molan (2007:4).
repository.unisba.ac.id
(2003:408) yang diterapkan oleh Maicih :
1. Manfaat (Core Benfeit), yaitu singkong merupakan komoditi
pertanian yang memiliki manfaat bagi kesehatan, yaitu sebagai
antioksidan dalam tubuh sehingga camilan keripik singkong
Maicih ini baik untuk dikonsumsi.
2. Basic Product , yaitu bentuk dasar dari keripik singkong
Maicih ini pada umumnya sama dengan bentuk keripik
singkong lainnya.
pelanggan nya, hal ini terlihat dari bahan baku yang digunakan
dalam pembuatannya berkualitas tinggi sehingga rasa yang
dihasilkannya pun akan baik.
Maicih memiliki rasa pedas yang luar biasa serta logo produk
unik yaitu gambar nenek-nenek berkerudung yang memberikan
kesan unik tersendiri di mata konsumen.
5. Potential Product, yaitu di masa yang akan datang, keripik
Maicih dapat menginovasikan produk nya baik dari segi bentuk
produk maupun kemasannya
Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan
menjadi beberapa kelompok, yaitu:
dalam dua kelompok utama, yaitu :
a. Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga
bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang,
disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
b. Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang
ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti
halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan
sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa
sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan
yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain,
yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak
mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya dapat
dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.
2. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu :
repository.unisba.ac.id
b. Barang tahan lama (durable goods)Barang tahan lama
merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan
lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk
pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya
lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.
3. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu didasarkan pada siapa
konsumennya dan untuk apa produk itu dikonsumsi, maka
produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
a. Barang konsumsi (consumer’s goods)Barang konsumsi
merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi
tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh
manfaat dari produk tersebut.
diperjual belikan kembali.
yang selama ini ada pada konsumen seperti, kebosanan yang
timbul pada konsumen yang dilatarbelakangi oleh produk yang
selama ini ditawarkan sehingga mengakibatkan minat beli
konsumen terhadap produk tersebut mengalami penurunan. Salah
satu cara perusahaan agar konsumen tidak mengalami kebosanan
akan produk yang ditawarkan perusahaan tersebugt adalah dengan
melakukan diferensiasi produk.
(2004:251) adalah :“Tindakan merancang satu set perbedaan yang
berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari penawaran
pesaing.”
Amstrong (2012:211) sebagai berikut: “actually differentiating the
market offering to create superior customer value”, artinya
tindakan merancang serangkaian perbedaan dalam menawarkan
pasar agar memiliki nilai yang tinggi dimata pelanggan.
repository.unisba.ac.id
dimensi, yakni produk, pelayana, saluran, personalia, dan citra.
a. Diferensiasi produk didefinisikan oleh Kotler dan Amstrong
(2012:211) sebagai berikut: “actually differentiating the market
offering to create superior customer value”, artinya tindakan
merancang serangkaian perbedaan dalam menawarkan pasar
agar memiliki nilai yang tinggi dimata pelanggan.
Diferensiasi produk menurut Michael E, Potter yang dialih
bahasakan oleh Agus Maulana (2005:8) adalah : “Diferensiasi
produk adalah perusahaan tertentu yang mempunyai
identifikasi merek dan kesetaraan pelanggan, yang disebabkan
oleh periklanan, pelayanan pelanggan, perbedaan produk
dimasa yang dulu, atau yang sekarang karena perusahaan
pertama yang memasuki industri”.
mencakup:
untuk menjadi pembeda dengan produk pesaing yang sejenis
dalam bentuk, model serta struktur fisik produk yang unik.
repository.unisba.ac.id
produk, serta sifat yang menunjang fungsi dasar dari suatu
produk.
menunjukan tingkat operasi sifat utama produk.
- Mutu kesesuaian, merupakan suatu tingkat dimana semua unit
yang diproduksi identik dan memnuhi spssifikasi sasaran yang
dijangkau.
tidak akan mengalami kerusakan atau gagal dalam satu periode
waktu tertentu.
memperbaiki produk yang mengalami kegagalan atau
kerusakan.
konsumen .
(2002:32&60) menyatakan bahwa Service as a process and
system, artinya bahwa jasa tidak dapat dilepaskan dari suatu
proses dan sistem.
perusahaan adalah sebagai berikut (Kotler&Keller, 2007:385) :
repository.unisba.ac.id
pelanggan dapat melakukan pemesanan ke perusahaan.
2. Pengiriman, mengacu pada seberapa baik produk atau jasa
diserahkan kepada pelanggan. Penyerahan itu mencakup
kecepatan, ketepatan, dan perhatian selama proses
pengiriman.
direncanakan.
pelanggan untuk menggunakan peralatan dari penjual
secara tepat, dan efisien.
sistem informasi dan saran yang diberikan penjual kepada
pembeli.
pelayanan perusahaan untuk membantu pelanggan menjaga
produk yang mereka beli senantiasa dalam kondisi kerja
yang baik.
putting employee first, menyatakan bahwa people (employee)
merupakan faktor yang berperan penting dalam organisasi.
Dalam perusahaan jasa unsur people ini bukan hanya
repository.unisba.ac.id
kontak langsung dengan konsumen. Salah satu aspek penting
dalam memandang karyawan sebagai unsur diferensiasi adalah
kemampuan manajemen untuk memahami peranan karyawan
terutama dalm menjalankan tugas-tugas yang dibebankannya.
Karyawan berdasarkan tugasnya dibedakan kedalam beberapa
kategori, seperti yang dikemukakan Payne (2000:205) berikut
ini:
kontak teratur atau khusus dengan pelanggan.
2. Modifier, karyawan seperti recepsionist, personil kredit,
operator telpon yang sering melakukan kontak langsung
dengan pelanggan.
dalam departemen pemasaran karena bertugas untuk
memberi masukan kepada pelanggan.
kontak langsung dengan pelanggan.
dapat menciptakan keunggulan bersaing (Sustainable
competitive advantage/SCA). SCA merupakan keterampilan
repository.unisba.ac.id
tingkat kepentingan tinggi dengan perusahaan. Kotler & Keller
(2007:387) berpendapat bahwa “Perusahaan dapat mencapai
keunggulan bersaing melalui cara mereka merancang saluran
distribusi, terutama yang menyangkut jangkauan, keahlian dan
kinerja saluran-saluran tersebut. Menurut Friedman dan Furney
(2003:60); Kotler&Keller(2007:438) saluran dapat berupa
salah satu dari tiga bentuk berikut :
1. Saluran penjualan langsung, armada penjualan lapangan
terdiri dari tenaga-tenaga penjualan.
kemitraan bernilai tambah, distributor atau dalam sejumlah
kasus toko eceran.
perusahaan manufaktur secara langsung dengan konsumen.
e. Diferensiasi Citra, berkaitan dengan positioning produk atau
jasa tersebut dibenak konsumen. Apabila konsumen memiliki
citra positif terhadap suatu produk/jasa, maka persepsinya
terhadap produk/jasa tersebut akan positif juga, demikian juga
sebaliknya. Diferensiasi citra yang dapat diciptakan oleh
perusahaan dapat digolongkan menjadi tiga bagian :
1. Dimensi kesadaran citra perusahaan, yaitu kesanggupan
konsumen untuk mengenali atau mengingat kembali suatu
repository.unisba.ac.id
tertanam didalam benak konsumen
keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau
jasa.
diman perusahaan harus menepati semua janji yang
diutarakannya kepada pasar melalui promosi.
Dalam kaitannya dengan diferensiasi produk yang merupakan
variabel independen dalam penelitian ini, maka yang menjadi
indikator diferensiasi produk yang dilakukan keripik maicih
bandung adalah
sejenis dalam bentuk, model serta struktur fisik produk
yang unik.
produk, serta sifat yang menunjang fungsi dasar dari suatu
produk.
penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh
produk pesaing.
unit yang diproduksi identik dan memnuhi spssifikasi
sasaran yang dijangkau.
2.5 Perilaku Konsumen
sebagai berikut :
is the study of individuals, groups, or organizations and the
processes they use to select, secure, use, and dispose of products,
services, experiences, or ideas to satisfy needs and the impacts that
these processes have on the consumer and society.
Perilaku konsumen adalah studi mengenai individu, kelompok atau
organisasi dan proses dimana mereka menyeleksi, menggunakan
dan membuat produk, layanan, pengalaman atau ide untuk
memuaskan kebutuhan dan dampak dari proses tersebut pada
konsumen dan masyarakat.
Guna memahami perilaku konsumen (consumers behavior), Kotler
(2006) menawarkan sebuah model yang disebut “Models of Buyer
Behavior”
repository.unisba.ac.id
diatas, nampak bahwa stimulus dari luar diri konsumen akan masuk
ke dalam diri konsumen dimana didalam diri konsumen terdapat
culture, social, personal & psychological – motivasi, perception,
learning, memory dan akan mempengaruhi terhadap keputusan
pembelian sehingga keluarlah keputusan untuk membeli.
2.6 Keputusan Pembelian Konsumen
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri
kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan, keadaan ekonomi.
Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan
keputusan dalam melakukan pembelian.
adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana
repository.unisba.ac.id
merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat
dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan.
2.6.2 Tahap – tahap keputusan pembelian konsumen
Mula-mula stimulus (bauran pemasaran) yang dirancang
oleh produsen, berupa : product, price, place, promotion &
lingkungan pemasaran berupa : variabel) masuk ke benak
konsumen / memori konsumen / diri konsumen. Dalam diri
konsumen tersebut akan terbentuk faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen / pasar bisnis berupa : culture,
social, personal & psychological – motivasi, perception, learning,
memory. Setelah itu konsumen akan menjalani proses keputusan
pembelian (Buying Decision Process), berupa tahap : Problem
Recognition (Pengenalan masalah), yaitu proses pembelian dimulai
ketika pembeli menyadari menyadari adanya masalah atau
kebutuhan. Kebutuhan ini di sebabkan karena adanya rangsangan
internal maupun eksternal. Kemudian masuk ke tahap Information
Search (Pencarian informasi), yaitu melalui pengumpulan
informasi, konsumen mempelajari merek pesaing dan fitur mereka.
Dari informasi-informasi yang didapat konsumen akan mencari
manfaat tertentu selanjutnya melihat terhadap atribut produk.
Konsumen akan memberikan bobot yang berbeda untuk setiap
atribut produk sesuai dengan kepentingannya. Kemudian
repository.unisba.ac.id
tentang produk tersebut. Konsumen juga dianggap mengharapkan
kepuasan produk bervariasi menurut tingkat alternatif tiap ciri.
Setelah itu konsumen akan melkakuan tahapan Evaluation of
Alternatives (Evaluasi alternatif), diman pada tahap evaluasi
konsumen meproses informasi dari merek-merek yang kompetitif
dan melakukan penilaian akhir. Kemudian konsumen akan
memberikan perhatian terbesar pada atribut yang menghantarkan
manfaat yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhannya. Dan
pada akhirnya konsumen akan ada pada tahap Purchase Decision
(Keputusan pembelian), dalam melakukan pembelian konsumen
membentuk lima subkeputusan, yaitu: merek, penyalur, kuantitas,
waktu, dan metode pembayaran. Setelah melakukan pembelian
konsumen akan memasuki tahap Post Purchase Behavior (Perilaku
pasca pembelian), yaitu Sesudah pembelian terhadap suatu produk,
konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan dan
ketidakpuasan. Jika konsumen merasa puas ia akan
memperlihatkan kepuasan dan memperlihatkan kemungkinan
untuk membeli lagi produk tersebut. Sedangkan konsumen yang
tidak puas akan melakukan hal yang sebaliknya, bahkan
menceritakan ketidakpuasannya kepada orang lain disekitarnya,
sehingga membuat konsumen lain tidak menyukai produk tersebut.
repository.unisba.ac.id
decision) konsumen akhir berupa : Pilihan Produk, Pilihan Merek,
Pilihan Penyalur, Jumlah Pembelian, Waktu Pembelian dan Metode
Pembayaran.
repository.unisba.ac.id