BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompensasi 2.1.1. Pengertian ... II.pdf · kompensasi, yaitu bentuk kompensasi

  • View
    221

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kompensasi 2.1.1. Pengertian ... II.pdf · kompensasi, yaitu bentuk...

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kompensasi

2.1.1. Pengertian Kompensasi

Pada dasarnya manusia bekerja dengan tujuan hidupnya. Seorang karyawan

akan menunjukkan kinerja yang baik apabila diberikan balas jasa yang sesuai.

Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan

meningkatkan kinerja para karyawan adalah melalui kompensasi.

Kompensasi ditinjau dari sudut pandang perusahaan merupakan unsur biaya yang

dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan karena berkaitan dengan

kinerja karyawan. Sedangkan ditinjau dari sudut pandang karyawan merupakan

unsur pendapatan yang mempengaruhi gaya hidup, status, harga diri, dan loyalitas

terhadap perusahaan. Selain itu juga merupakan alat manajemen bagi perusahaan

untuk meningkatkan motivasi kerja, meningkatkan produktivitas, dan

mempengaruhi kepuasan kerja.

Beberapa ahli mengungkapkan pendapat mengenai definisi kompensasi, yaitu

sebgai berikut :

Menurut Ardana (2012:153);

10

Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai

balas jasa atas kontribusinya kepada perusahaan atau organisasi.

Menurut Hasibuan (2013:117)

Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang

langsung ataupun tidak langsung yang diterima oleh karyawan sebagai

imbalan atas yang diberikan kepada perusahaan.

Menurut Husein Umar (2007:16);

Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan berupa

gaji, upah, insentif, bonus, premi, pengobatan, asuransi, dan lain lain yang

sejenis yang dibayar langsung oleh perusahaan.

Menurut Andrew dikutip oleh A.A.Anwar Prabu Mangkunegara

(2009:83);

Kompensasi merupakan sesuatu yang dipertimbangkan sebagai suatu

yang sebanding.

Menurut Sastrohadiwiryo dalam bukunya Yuniarsih (2011:125);

Kompensasi adalah imbalan .atau balas jasa yang diberikan oleh

perusahaan kepada para tanaga kerja, karena para tenaga kerja tersebut

telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan

perusahaan guna mencapai tujuan yang ditetapkan.

Berdasarkan definisi para ahli tersebut penulis menyimpulkan bahwa

kompensasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan balas jasa berupa uang

11

ataupun bukan uang yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan

atas pengorbanan waktu, tenaga, pengetahuan, keahlian, dan kemampuan yang

telah diberikan selama periode tertentu sebagai sumbangan pada pencapaian

tujuan perusahaan atau organisasi.

2.1.2. Bentuk bentuk Kompensasi

Anwar Prabu Mangkunegara (2009:84) mengemukakan : Ada dua bentuk

kompensasi, yaitu bentuk kompensasi kompensasi langsung yang merupakan

upah dan gaji, bentuk kompensasi yang tak langsung yang merupakan pelayanan

dan keuntungan.

1. Kompensasi langsung

a. Upah

Upah adalah pembayaran berupa uang untuk pelayanan kerja atau uang

yang biasanya dibayarkan kepada karyawan atau pegawai setiap

minggu/harian.

b. Gaji

Gaji adalah pembayaran berupa uang yang diterima secara langsung setiap

minggu/bulan untuk karyawan sebagai imbalan atas pekerjaannya

sedangkan bila terjadi kenaikan atau penurunan prestasi kerja, tidak

mempengaruhi besar kecilnya gaji tetap. Besar kecilnya nilai gaji terjadi

12

apabila perusahaan mengubah kenaikan atau penurunan nilai gaji yang

ditetapkan oleh perusahaan.

c. Insentif

Insentif adalah sejumlah uang yang diterima secara langsung setiap

minggu/bulan untuk karyawan sebagai imbalan dari suatu kasus yang

dikerjakan sesuai ketrampilan kinerjanya. Atau tambahan balas jasa yang

diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya diatas prestasi standar.

d. Bonus

Bonus adalah sejumlah uang yang diterima secara langsung sebagai imbalan

atas prestasi kerja yang tinggi untuk jangka waktu tertentu dan jika

prestasinya sedang menurun maka bonusnya tidak akan diberikan.

2. Kompensasi tidak langsung

Kompensasi tidak langsung merupakan kompensasi yang diterima oleh

karyawan yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan pekerjaan, tetapi

lebih menekankan kepada pembentukan kondisi kerja yang baik untuk

menyelesaikan pekerjaannya.

a. Pembayaran untuk waktu tidak bekerja, dalam bentuk :

Istirahat on the - job

Hari hari sakit

13

Liburan dan cuti

Alasan lain seperti kehamilan

b. Pembayaran terhadap bahaya

Asuransi jiwa

Asuransi kesehatan

Asuransi kecelakaan

c. Program pelayanan karyawan

Program rekreasi

Cafetaria

Perumahan

Beasiswa Pendidikan

Fasilitas pembelian

Aneka ragam pelayanan lain, seperti pemberian pakaian seragam,

transportasi

14

2.1.3. Tujuan Pemberian Kompensasi

Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005), tujuan pemberian kompensasi (balas jasa)

antara lain adalah:

1. Ikatan Kerjasama

Dengan pemberian kompensasi terjalinlah kerjasama formal antara

perusahaan dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas-tugasnya

dengan baik, sedangkan pengusaha/majikan wajib membayar kompensasi

sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

2. Kepuasan Kerja

Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan

fisik, status sosial, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari

jabatannya.

3. Pengadaan Efektif

Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, pengadaan karyawan yang

qualified untuk perusahaan akan lebih mudah.

4. Motivasi

Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi

bawahannya.

5. Stabilitas Karyawan

15

Dengan program kompensasi atas prinsip adil, layak dan kompetitif maka

stabilitas karyawan lebih terjamin karena turn-over relative kecil.

6. Displin

Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin maka karyawan

semakin baik. Mereka akan menyadari serta menaati peraturan-peraturan

yang berlaku.

7. Pengaruh Serikat Buruh

Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat

dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.

8. Pengaruh Pemerintah

Jika program kompensasi sesuai dengan undang-undang perburuhan yang

berlaku (seperti batas upah minimum) maka intervensi pemerintah dapat

dihindarkan.

2.1.4. Karakteristik Kompensasi

Menurut Simamora terdapat lima karakteristik yang harus dimiliki oleh

kompensasi apabila kompensasi dikehendaki secara optimal efektif dalam

mencapai tujuan-tujuannya. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah:

1. Arti penting

Sebuah imbalan tidak dapat mempengaruhi apa yang dilakukan oleh

orang-orang atau bagaimana perasaan mereka jika hal tersebut tidak

16

penting bagi mereka. Adanya rentang perbedaan yang luas diantara orang-

orang jelaslah mustahil mencari imbalan apapun yang penting bagi setiap

orang didalam organisasi. Dengan demikian tantangan dalam merancang

sistem imbalan adalah mencari imbalan-imbalan yang sedapat mungkin

mendekati kisaran para karyawan dan menerapkan berbagai imbalan-

imbalan guna meyakinkan bahwa imbalan-imbalan yang tersedia adalah

penting bagi semua tipe individu yang berbeda didalam organisasi.

2. Fleksibilitas

Jika sistem imbalan disesuaikan dengan karakteristik-karakteristik unik

dari anggota-anggota individu, dan jika imbalan-imbalan disediakan

tergantung pada tingkat kinerja tertentu, maka imbalan-imbalan

memerlukan beberapa tingkat fleksibilitas. Fleksibilitas imbalan

merupakan prasyarat yang diperlukan untuk merancang sistem imbalan

yang terkait dengan individu.

3. Frekuensi

Semakin sering suatu imbalan dapat diberikan, semakin besar potensi daya

gunanya sebagai alat yang mempengaruhi kinerja karyawan. Oleh karena

itu, imbalan yang sangat didambakan adalah imbalan yang dapat diberikan

dengan sering tanpa kehilangan arti pentingnya.

4. Visibilitas

Imbalan yang dapat dilihat jika dikehendaki supaya kalangan karyawan

merasakan adanya hubungan antara kinerja dan imbalan. Imbalan yang

17

kelihatan memiliki keuntungan tambahan karena mampu memuaskan

kebutuhan-kebutuhan karyawan akan pengakuan dan penghargaan.

5. Biaya

Sistem kompensasi nyata sekali tidak dapat dirancang tanpa pertimbangan

yang diberikan terhadap biaya imbalan yang tercakup. Jelasnya, semakin

rendah biayanya, semakin diinginkan imbalan tersebut dari sudut pandang

organisasi. Imbalan yang berbiaya tinggi tidak dapat diberikan sesering

imbalan berbiaya rendah, dan karena sifat mendasar biaya yang

ditimbulkannya, imbalan berbiaya tinggi mengurangi efektivitas dan

efisiensi.

2.1.5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kompensasi

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya tingkat kompensasi.

Hal ini perlu mendapat perhatian supaya prinsip pengupahan adil dan layak lebih

baik dan kepuasan kerja dapat tercapai. Faktor-faktor yang mempengaruhi

kompensasi menurut