BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Resiko 2.1 Konsep Resiko Resiko dalam industri perasuransian diartikan

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Resiko 2.1 Konsep Resiko Resiko dalam industri perasuransian...

  • 6 Universitas Kristen Petra

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 Konsep Resiko

    Resiko dalam industri perasuransian diartikan sebagai ketidakpastian dari

    kerugian finansial atau kemungkinan terjadi kerugian. Ketidakpastian dan peluang

    kerugian ini dapat diakibatkan oleh beberapa hal antara lain: ketidakpastian

    ekonomis, ketidakpastian yang berkaitan dengan alam, ketidakpastian terjadinya

    perang, pembunuhan, pencurian, dan sebagainya.

    Dalam usaha perindustrian, sudah dilakukan pemilahan resiko agar dapat

    dilakukan secara tepat identifikasi terhadap resiko yang akan diangkat dalam

    perjanjian asuransi. Sehingga penanggung dapat melakukan perhitungan atau

    estimasi yang tepat dan tidak merugikan kedua belah pihak. Jenis-jenis resiko

    yang umum dikenal dalam usaha perindustrian antara lain meliputi :

    1. Resiko murni yaitu suatu resiko yang apabila terjadi, akan memberikan

    kerugian dan apabila tidak terjadi, tidak akan menimbulkan kerugian dan tidak

    juga memberikan keuntungan.

    2. Resiko spekulatif yaitu resiko yang berkaitan dengan terjadinya dua

    kemungkinan, yaitu kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dan

    kemungkinan untuk mendapatkan kerugian.

    3. Resiko individu yaitu resiko yang dihadapi dalam kegiatan hidup sehari-hari.

    Terdiri dari tiga jenis yaitu:

    a) Resiko pribadi atau personal risk adalah resiko yang mempengaruhi

    kemampuan seseorang untuk memperoleh manfaat ekonomi. Contohnya:

    resiko dirawat di rumah sakit akibat penyakit serius atau resiko mengalami

    kecelakaan di jalan, dan lain sebagainya.

    b) Resiko harta atau property risk adalah resiko bahwa harta yang kita miliki

    rusak, hilang atau dicuri.

    c) Resiko tanggung gugat atau liability risk adalah resiko yang mungkin kita

    alami atau derita sebagai tanggung jawab akibat kerugian atau lukanya

    http://www.petra.ac.id http://digilib.petra.ac.id/help.html http://dewey.petra.ac.id/dgt_directory.php?display=classification http://www.petra.ac.id

  • ��������� � ������� ����

    7

    pihak lain. Contohnya: anda harus membayar seseorang karena kelalaian

    anda menabraknya di jalan.

    Dalam menangani resiko tersebut minimal ada lima cara yang dapat

    dilakukan antara lain :

    1. Menghindari resiko atau risk avoidance

    Orang yang bersangkutan perlu mempertimbangkan resiko yang mungkin

    muncul dari aktivitas yang akan dilakukan. Setelah mengidentifikasikan

    resiko, orang dapat meneruskan kegiatannya atau menarik diri. Dengan

    menarik diri, sebenarnya orang tersebut sudah menghindari resiko.

    2. Mengurangi resiko atau risk reduction

    Mengurangi resiko berarti mengambil tindakan yang bersifat meminimalisir

    kemungkinan terjadinya resiko kerugian.

    3. Menahan resiko atau risk retention

    Berarti kita tidak melakukan apa-apa terhadap resiko tersebut.

    4. Membagi resiko atau risk sharing

    Membagi resiko berarti melibatkan orang lain untuk sama-sama menghadapi

    resiko.

    5. Mentransfer resiko atau risk transfer

    Berarti memindahkan resiko kerugian kepada pihak lain yang bersedia serta

    mampu memikul beban resiko.

    Perusahaan asuransi telah mengidentifikasikan sejumlah faktor yang dapat

    menaikkan atau menurunkan kemungkinan bahwa seseorang akan menderita

    resiko kerugian. Yang paling penting dari faktor-faktor tersebut adalah physical

    hazards dan moral hazards. Physical hazard adalah suatu karateristik fisik yang

    dapat meningkatkan kemungkinan kerugian. Contohnya, seseorang yang memiliki

    riwayat serangan jantung memiliki physical hazard yang akan meningkatkan

    kemungkinan bahwa ia akan meninggal lebih cepat daripada orang dengan usia

    dan jenis kelamin yang sama yang tidak memiliki riwayat penyakit yang sama.

    Moral hazard adalah kemungkinan bahwa seseorang bertindak tidak jujur dalam

    transaksi asuransi. Contohnya, seseorang yang memiliki riwayat kriminal

    http://www.petra.ac.id

  • ��������� � ������� ����

    8

    memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menipu perusahaan asuransi

    daripada orang yang tidak memiliki riwayat demikian. Mungkin saja bahwa orang

    tersebut mencari asuransi untuk alasan yang tidak jujur.

    Untuk mengelompokkan calon tertanggung, pihak asuransi menetapkan

    empat kategori resiko yaitu :

    1. Para calon tertanggung yang memiliki kemungkinan untuk mengalami

    kerugian yang tidak terlalu besar daripada rata-rata dikelompokkan sebagai

    standard risks, dan premi yang dikenakan kepada mereka disebut standard

    premium rates (tarif premi standar). Secara tradicional, sebagian besar polis

    asuransi jiwa dan asuransi kesehatan diterbitkan dengan tarif premi standar.

    2. Para calon tertanggung yang memiliki kemungkinan untuk mengalami

    kerugian yang jauh lebih besar daripada rata-rata namun tetap dapat

    diasuransikan dikelompokkan sebagai substandard risks atau spesial class

    risks.

    3. Kategori declined risks terdiri dari para calon tertanggung yang dianggap

    memiliki resiko yang terlalu besar untuk ditanggung oleh perusahaan asuransi.

    4. Banyak perusahaan asuransi jiwa yang mengelompokkan calon tertanggung

    yang memiliki kemungkinan untuk mengalami kerugian jauh lebih rendah

    daripada rata-rata sebagai preferred risks dan membebankan preferred risks

    dengan premi yang lebih rendah daripada standar.

    2.2 Teori-teori asuransi

    2.2.1 Sejarah Singkat Asuransi

    Konsep asuransi sebenarnya sudah dikenal sejak jaman sebelum masehi

    dimana manusia pada masa itu telah menyelamatkan jiwanya dari berbagai

    ancaman, antara lain kekurangan bahan makanan. Salah satu cerita mengenai

    kekurangan bahan makanan terjadi pada jaman Mesir Kuno semasa Raja Firaun

    berkuasa. Suatu hari sang raja bermimpi yang diartikan oleh Nabi Yusuf bahwa

    selama 7 tahun negeri Mesir akan mengalami panen yang berlimpah dan

    http://www.petra.ac.id

  • ��������� � ������� ����

    9

    kemudian diikuti oleh masa paceklik selama 7 tahun berikutnya. Untuk berjaga-

    jaga terhadap bencana kelaparan tersebut Raja Firaun mengikuti saran Nabi Yusuf

    dengan menyisihkan sebagian dari hasil panen pada 7 tahun pertama sebagai

    cadangan bahan makanan pada masa paceklik. Dengan demikian pada masa 7

    tahun paceklik rakyat Mesir terhindar dari risiko bencana kelaparan hebat yang

    melanda seluruh negeri. Pada tahun 2000 sebelum masehi para saudagar dan aktor

    di Italia membentuk Collegia Tennirium, yaitu semacam lembaga asuransi yang

    bertujuan membantu para janda dan anak-anak yatim dari para anggota yang

    meninggal. Perkumpulan serupa yaitu Collegia Nititum, kemudian berdiri dengan

    beranggotakan para budak belian yang diperbanatukan pada ketentaraan kerajaan

    Romawi. Setiap anggota mengumpulkan sejumlah iuran dan bila salah seorang

    anggota mengalami nasib sial (unfortunate) maka biaya pemakamannya akan

    dibayar oleh anggota yang bernasib baik (fortunate) dengan menggunakan dana

    yang telah dikumpulkan sebelumnya. Perkumpulan semacam ini merupakan salah

    satu konsep awal timbulnya asuransi, yaitu orang-orang yang beruntung atau

    bernasib baik membantu orang-orang yang tidak beruntung.

    2.2.2 Pengertian Asuransi

    Definisi asuransi bisa diberikan dari berbagai sudut pandang, yaitu dari

    sudut pandangan ekonomi, hukum, bisnis, sosial, ataupun berdasarkan pengertian

    matematika. Itu berarti bisa lima definisi bagi asuransi. Tidak ada satu definisi

    yang bisa memenuhi masing-masing sudut pandang tersebut.

    Dalam pandangan ekonomi, asuransi merupakan suatu metode untuk

    mengurangi resiko dengan jalan memindahkan dan mengkombinasikan

    ketidakpastian akan adanya kerugian keuangan (finansial). Jadi, berdasarkan

    konsep ekonomi, asuransi berkenaan dengan pemindaan dan mengkombinasikan

    resiko.

    Dari sudut pandang hukum, asuransi merupakan suatu kontrak (perjanjian)

    pertanggungan resiko antara tertanggung dengan penanggung. Penanggung

    berjanji akan membayar kerugian yang disebabkan resiko yang dipertanggungkan

    kepada tertanggung. Sedangkan tertanggung membayar premi secara periodik

    http://www.petra.ac.id

  • ��������� � ������� ����

    10

    kepada penanggung. Jadi, tertanggung mempertukarkan kerugian besar yang

    mungkin terjadi dengan pembayaran tertentu yang relatif kecil.

    Menurut pandangan bisnis, asuransi adalah sebuah perusahaan yang usaha

    utamanya menerima/menjual jasa, pemindahan resiko dari pihak lain, dan

    memperoleh keuntungan dengan berbagai resiko (sharing of risk) diantara

    sejumlah besar nasabahnya. Selain itu, asuransi juga merupakan lembaga

    keuangan bukan bank, yang kegiatannya menghimpun dana (berupa premi) dari

    masyarakat yang kemudian menginvestasikannya dana itu dalam berbagai

    kegiatan ekonomi (perusahaan).

    Dari sudut pandangan sosial, asuransi didefinisikan sebagai organisasi

    sosial yang menerima pemindahan resiko dan mengumpulkan