BAB II KAJIAN TEORI A. PENGERTIAN adalah suatu lembaga yang bersifat badan hukum tetap, ... 2. Sejarah dan Perkembangan Museum ... Museum sejarah dan antropologi

  • Published on
    06-Feb-2018

  • View
    228

  • Download
    5

Transcript

  • 10

    BAB II

    KAJIAN TEORI

    A. PENGERTIAN JUDUL

    1. Judul

    Desain Interior Museum Film HororAsia di Jakarta Dengan Tema Horor

    2. Definisi Judul

    a. Desain

    Suatu sistem yang berlaku untuk segala macam jenis perancangan

    dimana titik beratnya adalah melihat sesuatu persoalan tidak secara

    terpisah atau tersendiri melainkan sebagai suatu kesatuan dimana satu

    masalah dengan lainnya saling kait mengkait. (Suptandar, 1999 : 12).

    b. Interior

    Bagian dalam gedung (ruang, dsb), tatanan perabot (hiasan, dsb) di

    ruang dalam gedung. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2014).

    c. Desain Interior

    Adalah karya arsitektur atau desainer yang khusus menyangkutbagian

    dalam dari suatu bagunan. (Suptandar, 1999 : 11).

    d. Museum

    1) Gedung yang dipergunakan sebagai tempat untuk pameran tetatp

    benda-benda yang patut mendapat perhatian umum seperti

    peninggalan sejarah, seni, dan ilmu.

  • 11

    2) Tempat menyimpan barang kuno. (Kamus Besar Bahasa

    Indonesia, 2014).

    e. Film

    1) Selaput tipis yang terbuat dari seluloid untuk tempat gambar

    negative (yang akan dibuat potret) atau tempat gambar positif

    (yang akan dimainkan di bioskop).

    2) Lakon (cerita) gambar hidup (Kamus Besar Bahasa Indonesia,

    2014).

    f. Film Horor

    1) Salah satu genre utama dalam film. Genre film horor kurang lebih

    adalah sekumpulan film yang dimaksudkan untk memancing atau

    menerbitkan rasa takut.

    2) Film film mengganggu yang dirancnag untuk menakuti atau

    membuat panic, menimbulkan rasa ngeri dan wapada, dan untuk

    memancing berbagai ketakutakan terburuk kita yang tersembunyi.

    Sering, pancingan itu ada dalam sebuah akhir kisah yang

    mengerikan dan membuat shock, sekaligus menghibur kita dengan

    memberikan sebuah pengalamankatartik.

    (www.filmsite.org/horrorfilms)

    g. Jakarta

    Merupakan ibu kota Negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-

    satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi.

    (Jakarta, wikipedia)

  • 12

    h. Horor

    1) Sesuatu yang menimbulkan perasaan ngeri atau takut (Kamus

    Besar Bahasa Indonesi, 2014)

    2) Fear (ketakutan / rasa takut) adalah emosi yang paling kuat dan

    ketautan akan sesuatu asing atau tak dikenal boleh jadi merupakan

    satu rasa takut yang paling purba. Ini bersangkut paut dengan hal

    yang dirasakan setiap orang; sejak bayi kita ditakut takuti akan

    gelap dan sesuatu yang asing. (Carrol, 1990 : 12)

    B. TINJAUAN UMUM TENTANG MUSEUM

    1. Pengertian Museum

    a. Museum berasal dari kata Mouseion yang merupakan kuil klasik

    tempat pemujaan Dewi Muse dalam mitologi Yunani, yang dipercaya

    sebagai lambang cabang ilmu pengetahuan dan kesenian. (Sutaarga,

    1989 : 7)

    b. Museum adalah suatu lembaga yang bersifat badan hukum tetap, tidak

    mencari keuntungan dalam pelaksanaannya kepada masyarakat, tetapi

    untuk memajukan masyarakat lingkungannya, serta terbuka untuk

    umum. Museum mengadakan kegiatan pengadaan, pengawetan, riset,

    komunikasi dan pameran segala macam benda bahan pembuktian

    tentang kehadiran umat manusia dan lingkungannya untuk tujuan

    tertentu, pengkajian dan pendidikan maupun kesenangan. (Sutaarga,

    1989 : 23)

  • 13

    c. Merupakan gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran

    tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum seperti

    peninggalan sejarah, ilmu dan seni, tempat penyimpanan barang-

    barang kuno. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2014)

    d. Sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan,

    melayani rakyat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, yang

    memperoleh, merawat, menghubungkan, dan memamerkan, untuk

    tujuan-tujuan studi, pendidikan dan kesenangan, barang-barang

    pembuktian manusia dan lingkungannya. (Silalahi, 1989 :5)

    2. Sejarah dan Perkembangan Museum

    Sejarah museum diawali dengan munculnya naluri ilmiah manusia,

    yaitu naluri untuk melakukan pengumpulan (collecting instinct). Sejak

    85.000 tahun silam sudah merupakan tukang himpun, terbukti dari oleh

    hasil penelitian para arkeolog dalam gua-gua di Eropa dimana berdiam

    manusia Neanderthal. Dimana didalam gua ini ditemukan kepingan-

    kepingan batu yang disebut juga oker, fosil aneka bentuk, serta bebatuan

    lainnya. Koleksi ini merupakan penyajian pertama yang disebut

    Curiokabinet dan merupakan yang tertua dan nama ini merupakan

    museum pertama dalam sejarah dunia.

    Pada akhir abad 18 di Eropa Barat, banyak muncul kegiatan kegiatan

    yang dilakukan oleh masyarakat Eropa dalam bidang bidang ilmiah,

    hingga banyak pula berdiri perkumpulan atau lembaga ilmiah. Salah

    satunya berdiri sejenis museum yang disebut dengan Institutional

  • 14

    Museum. Diawali dengan pecahnya revolusi Perancis, yang kemudian

    melahirkan semboyan Liberte, Egalite et Fraternite (merdeka, persamaan

    dan persaudaraan), membawa perubahan pada sendi sendi kehidupan

    yang lama dengan lahirnya bibit bibit demokrasi barat yang menjadi

    sebuah tatanan kehidupan baru bagi bangsa Eropa. Perubahan tatanan

    kehidupan ini menyebabkan disitanya banyak istana milik raja maupun

    para bangsawan oleh negara dan semua koleksi yang awalnya hanya

    diperuntukan khusus bagi keluarga raja beserta kerabatnya dan para

    bangsawan, menjadi terbuka untuk umum atau rakyat. Sebagai contoh

    adalah museum Le Louvre di Paris, Perancis, yang berasal dari koleksi

    Raja Frans I yang selanjutnya diperluas oleh Raja Louis XIV dari

    Fotainebleau ke istana Louvre sekarang. Sejak saat itulah kemudian

    museum menjadi salah satu lambang bagi kedaulatan rakyat khususnya

    dibidang ilmu pengetahuan, kebudayaan maupun seni dan tidak lagi hanya

    menjadi monopoli kaum bangsawan dan kaum cendikiawan saja, tetapi

    telah menjadi milik umum dan seluruh laisan masyarakat.

    Dalam perkembangan berikutnya museum lebih menonjolkan fungsi

    rekreasi daripada fungsi edukatifnya. Setalah perang dunia II banyak

    negara yang sadar bahwa kehidupan cultural, seperti halnya dunia

    pendidikan dipandang perlu untuk dimasukan dalam jangkauan strategis

    kebudayaan dan dikelola oleh system administrasi kebudayaan. Secara

    internasional perlu adanya kerjasama di bidang kebudayaan dan tugas ini

    kemudian dipercayakan pada UNESCO, sebagai salah satu badan PBB

  • 15

    yang mengurusi masalah pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

    Selanjutnya dibidang permuseuman, UNESCO membentuk suatu lembaga

    yang mengurusi masalah permuseuman secara internasional, yang disebut

    dengan International Council of Museum, disingkat ICOM. Pada tahun

    1981, ICOM memiliki anggota kurang lebih 7000 anggota dari semua

    negara anggota PBB.

    Di Indonesia sendiri mempunyai sejarah ilmu dan kesenian yang

    paling tua diantara negara negara Asia Tenggara lainnya. Hal ini

    dikaitkan dengan sejarah jaman kolonialisme dan imperialism. Pada

    tanggal 24 April 1778, Bataviaasch Genootschap van Kunsten en

    Wetenschappen, badan usaha yang bertujuan memajukan penelitian dalam

    bidang seni, ilmu, khususnya bidang ilmu sejarah, arkeologi, etnografi,

    dan fisika serta menerbitkan berbagai penelitian, mendirikan suatu

    lembaga ilmu pengetahuan. JCM. Radermacher, sebagai pendiri

    menyumbangkan sebuah rumah berikut koleksi budaya sebagai cikal bakal

    museum di Indonesia.

    Dan dengan bertambahnya jumlah koleksi, pada awal abad ke 19, Sir

    Thomas Stanford Raffles membangun gedung baru di Jalan Majapahit

    nomor 3, yang diberi nama Literary Society. Dan pada tahun 1862,

    pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk membangun gedung

    museum baru yang dapat digunakan sebagai kantor sekaligus untuk

    memamerkan koleksi. Gedung itu terletak di Jalan Merdeka Barat nomor

    12, Jakarta Pusat. Diresmikan pada tahun 1868, yang kemudian dikenal

  • 16

    dengan nama Museum Gajah, karena terdapat patung gajah yang terbuat

    dari perunggu, yang merupakan hadiah dari raja Culalongkorn, dari

    Thailand. Museum ini disebut Museum Arca, karena didalamnya

    tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai kurun

    waktu.

    Pada tanggal 29 Februari 1950, lembaga tersebut menjadi Lembaga

    Kebudayaan Indonesia, pada tanggal 17 September 1962 diserahkan

    kepada pemerintah Indonesia dan menjadi Museum Pusat, dan pada

    tanggal 28 Mei 1979 berubah nama menjadi Museum Nasional yang

    merupakan museum tertua di Indonesia. Pada abad 20 didirikan Museum

    Aceh pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan diresmikan oleh

    Gubernur Sipil dan Militer Aceh Jendral HMA Swart pada tanggal 31 Juli

    1915, Museum ini dikembangkan menjadi Museum Negeri Provinsi Aceh.

    Yahun 1922 Von Faber, warga Surabaya keturunan Jerman mendirikan

    Museum Steelijk Historish Museum Surabaya, yang saat ini berubah

    namanya menjadi Museum Negeri Mpu Tantular.

    Di Bali pada tanggal 8 September 1932 diresmikan sebuah museum

    dengan nama Bali Museum, yang kemudian pada tahun 1965 diserahkan

    kepada pemerintah, dan saat ini namanya menjadi Museum Negeri

    Provinsi Bali. Di Yogyakarta sejak tahun 1924 dirintas sebuah Museum

    Sonobudoyo, kemudian setelah proklamasi museum ini dikelola oleh

    pemerintah daerah, dan akhirnya pada tahun 1974 museum ini diserahkan

    ke pemerintah pusat. Setalah tahun 1945 museum museum di Indonesia

  • 17

    terus bermunculan baik yang didirikan oleh pihak pemerintah maupun

    swasta. Sampai saat ini telah berdiri sekitar 140 buah museum di

    Indonesia.

    3. Fungsi, prinsip, tujuan dan tugas museum

    a. Fungsi museum

    Menurut IOCM, fungsi museum dengan praktek pengelolaan

    museum sehari hari, sebagai berikut :

    1) Pengumpulan dan pengamatan warisan dan budaya

    2) Dokumentasi, informasi, dan penelitian alam

    3) Konservasi dan preservasi

    4) Penyebaran dan pemerataan ilmu pengetahuan untuk masyarakat

    umum

    5) Pengenalan dan penghayatan kesenian

    6) Pengenalan kebudayaan lintas daerah dan lintas bangsa

    7) Visualisasi warisan budaya alam dan budaya

    8) Cermin tumbuhnya dan berkembangnya peradaban umat manusia

    9) Pembangkit rasa bertaqwa dan bersyukur kepada Tuhan Yang

    Maha Esa

    10) Rekreasi dan berbagi aktivitas masyarakat

    b. Prinsip museum

    Menurut Sukarela (2003) prinsip museum sebagai berikut :

    1) Menghindari bangsa dari kemiskinan kebudayaan

    2) Memajukan kesenian dan kerajinan rakyat

  • 18

    3) Turut menyalurkan dan memperluas pengetahuan dengan cara

    massal

    4) Memberikan kesempatan bagi penikmat seni

    5) Membentuk metodik dan didaktik pihak sekolah dengan cara kerja

    yang berfaedah pada setiap kunjungan murid murid ke museum

    6) Memberikan kesempatan dan bantuan dalam penyelidikan ilmiah

    c. Tujuan museum

    Tujuan museum menurut Sukarela (2003), dapat dibagi menjadi

    dua tujuan, yaitu tujuan institutional dan tujuan fungsional.

    1) Tujuan Institutional

    Memberikan pengertian kepada Bangsa Indonesia, khususnya

    generasi muda tentang kebudayaan yang pernah ada, hal ini

    merupakan watak dan kesadaran bangsa, bahwa kebudayaan yang

    dimiliki Indonesia khususnya, sangat agung, juga sebagai

    pelindung dan pemelihara dari pengaruh budaya asingyang tiak

    sesuai.

    2) Tujuan Fungsional

    Sebagai wadah tujuan fungsional agar dapat berlaku secara efektif

    terhadap dua kepentingan yang saling berpengaruh, yaitu :

    a) Kepentingan Obyek

    Memberikan wadah atau tempat untuk menyimpan serta

    melindungi benda benda koleksi yang mempunyai nilai

  • 19

    budaya, dari kerusakan atau kemusnahan yang disebabkan,

    antara lain pengaruh iklim, alam, biologis, maupun manusia.

    b) Kepentingan Umum

    Menyimpulkan penemuan penemuan benda, pemelihara dari

    kerusakan, penyajian benda benda koleksi kepada

    masyarakat umum agar dapat menarik sehingga menimbulkan

    rasa bangga dan bertanggung jawab dan dipelajari dan

    menunjang ilmu pengetahuan.

    d. Tugas museum

    Tugas museum disamping sebagai koleksi, preparasi, edukasi,

    maupun rekreasi, tugas pokok museum dapat diterangkan sebagai

    berikut :

    1) Melaksanakan pengumpulan, perawatan dan penyajian benda yang

    bernilai budaya dan bernilai historis.

    2) Melaksanakan dan menyebarluaskan hasil penelitian kebudayaan

    daerah dan bangsa berdasarkan koleksi

    3) Melaksanakan perpustakaan, dokumentasi, dan penelitian ilmiah

    4) Membuat reproduksi karya kebudayaan nasional

    5) Melaksanakan tata usaha

    Selain seperti diuraikan di atas, terdapat pula tugas museum

    dibidang tourisme sebagai usaha untuk memperkenalkan harta budaya

    bangsa kepada para wisatawan asing.

  • 20

    4. Jenis Museum

    Sutaarga (1975) dalam buku Persoalan Museum di Indonesia,

    membagi bagi jenis museum yang ada dewasa ini berdasarkan macam

    macam ilmu pengetahuan dengan sendirinya membawa pengaruh dalam

    segala hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan tersebut, seperti

    halnya teori, obyek obyek yang dipelajari dan sebagainya.

    Pembagian museum berdasarkan perbedaan dalam ilmu pengetahuan

    adalah sebagai berikut :

    a. Museum ilmu pengetahuan alam dan teknologi, yang termasuk

    museum ini adalah museum zoology, museum botani, museum

    industry, museum kesehatan, museum pertanian, museum lalu lintas

    dan lain lain.

    b. Museum sejarah dan kebudayaan, termasuk di dalamnya adalah

    museum seni rupa, museum etnografi, museum akeologi, museum

    kesenian, museum antropologi, museum perjuangan, museum

    pendidikan jasmani dan lain lain.

    Disamping perbedaan berdasarkan kategori ilmu pengetahuan,

    pembagian museum dapat diklasifikasikan berdasarkan tipenya, sebagai

    berikut (Sutaarga, 1975 : 2) :

    a. Museum ilmu hayat

    b. Museum sejarah dan antropologi

    c. Museum ilmu pengetahuan dan teknologi

  • 21

    d. Museum seni

    Dalam Surat Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

    075/1975, bagian XFVI, pasal 728 dikemukakan bahwa sistem klasifikasi

    museum sebenarnya lebih bersifat fleksibel agar dapat menuju kearah

    tujuan yang hendak dicapai yaitu pembinaan dan pengembangan

    pengembangan museum di Indonesia. Hal tersebut di atas dikemukakan

    lagi dalam seminar pengelolaan dan pendayagunaan museum di Indonesia,

    yang selanjutnya diterbitkan dlam buku dengan judul yang sama dengan

    tema tersebut di atas. Dalam buku tersebut bahwa Direktorat

    Permuseuman membagi museum menjadi tiga tipe (berdasarkan jenis

    koleksinya), sebagai berikut :

    a. Museum Umum, yaitu museum yang tidak membatasi jenis

    koleksinya. Koleksinya berupa kumpulan bukti material manusia dan

    lingkungannya yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu

    pengetahuan dan teknologi maupun berbagai cabang cabang seni.

    b. Museum Khusus, yaitu museum yang membatasi jenis koleksinya,

    berupa kumpulan bukti material atau lingkungannya yang berkaitan

    dengan satu cabang ilmu pengetahuan atau satu cabang seni atau satu

    cabang teknologi.

    c. Museum Pendidikan, yaitu museum yang jenis koleksinya

    dikhususkan pada tingkat pendidikan umum.

  • 22

    Museum juga dapat digolongkan menurut kedudukannya (ruang

    lingkup wilayah tugas), sebagai berikut :

    a. Museum Nasional, adalah museum yang koleksinya terdiri dari

    kumpulan benda benda yang berasal dari, mewakili maupun yang

    berkaitan dengan bukti material manusia dan atau lingkungannya dari

    seluruh wilayah Indonesia yang bernilai nasional.

    b. Museum Regional Propinsi, adalah museum yang benda koleksinya

    merupakan kumpulan benda benda yang berasal, mewakili, serta

    berkaitan dengan bukti material manusia atau lingkungannya dari

    wilaya...

Recommended

View more >