of 29 /29
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan dalam kehidupan suatu Negara merupakan salah satu agen pembangunan. Hal ini dikarenakan adanya fungsi utama dari perbankan sebagai lembaga intermediasi keuangan, yaitu lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Adanya perbankan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dana bagi Negara dan masyarakat guna menunjang jalannya proses pembangunan. Pada era reformasi ditandai dengan disetujuinya undang-undang No.10 Tahun 1998. Dalam undang-undang tersebut diatur dengan rinci landasan hukum serta jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan di implementasikan oleh bank syariah. Undang-undang tersebut juga memberikan arahan bagi bank-bank konvensional untuk membuka cabang syariah atau bahkan mengkonversi diri secara total menjadi bank syariah. 1 Pada ketentuan pasal 1 ayat (12) undang-undang Nomor 21 Tahun 2008, prinsip syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah. 2 Sistem perbankan yang kegiatan operasionalnya di dasarkan pada prinsip syariah berbeda dengan sistem perbankan yang kegiatan operasionalnya di dasarkan pada 1 Muhammad Syafi‟I Antonio, Bank Syariah Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani, 2001), 26. 2 Pengertian Perbankan Syariah menurut Undang-Undang perbankan syariah No.21 tahun 2008 Pasal 1 Ayat 12.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalahdigilib.iain-jember.ac.id/21/4/BAB I.pdf · A. Latar Belakang Masalah ... Dalam undang-undang tersebut diatur dengan rinci landasan hukum

  • Author
    others

  • View
    4

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalahdigilib.iain-jember.ac.id/21/4/BAB I.pdf · A. Latar...

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Perbankan dalam kehidupan suatu Negara merupakan salah satu agen pembangunan.

    Hal ini dikarenakan adanya fungsi utama dari perbankan sebagai lembaga intermediasi

    keuangan, yaitu lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan

    dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk

    lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Adanya perbankan ini

    diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dana bagi Negara dan masyarakat guna menunjang

    jalannya proses pembangunan.

    Pada era reformasi ditandai dengan disetujuinya undang-undang No.10 Tahun 1998.

    Dalam undang-undang tersebut diatur dengan rinci landasan hukum serta jenis-jenis usaha

    yang dapat dioperasikan dan di implementasikan oleh bank syariah. Undang-undang tersebut

    juga memberikan arahan bagi bank-bank konvensional untuk membuka cabang syariah atau

    bahkan mengkonversi diri secara total menjadi bank syariah.1

    Pada ketentuan pasal 1 ayat (12) undang-undang Nomor 21 Tahun 2008, prinsip

    syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang

    dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang

    syariah.2

    Sistem perbankan yang kegiatan operasionalnya di dasarkan pada prinsip syariah

    berbeda dengan sistem perbankan yang kegiatan operasionalnya di dasarkan pada

    1 Muhammad Syafi‟I Antonio, Bank Syariah Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani, 2001), 26.

    2 Pengertian Perbankan Syariah menurut Undang-Undang perbankan syariah No.21 tahun 2008 Pasal 1 Ayat 12.

  • pembungaan uang. Sistem perbankan yang berbasis syariah tidak hanya dituntut untuk dapat

    menghasilkan keuntungan dalam kegiatan opersionalnya, akan tetapi diwajibkan dalam

    melaksanakan kegiatan usahanya untuk secara bersungguh-sungguh menerapkan prinsip

    syariah (kaffah).3

    Sehubungan dengan dikeluarkannya kebijakan yang mendorong pendirian bank-bank

    baru maka para pihak yang berkepentingan telah berusaha dalam upayanya pendirian yang

    bebas bunga, namun dasar hukum kegiatan operasionalnya belum ditemukan dalam aturan

    hukum yang berlaku. Pada awalnya, lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usaha

    yang berbasis bagi hasil telah dilaksanakan oleh kalangan praktisi ekonomi yang

    menyangkut dengan kajian ekonomi Islam.

    Krisis ekonomi yang melanda Negara kita telah berdampak pada terpuruknya fondasi

    perekonomian bangsa. Hampir semua sendi kehidupan ekonomi terkena imbas dari krisis

    tersebut. Salah satunya adalah sektor perbankan yang banyak disoroti di era krisis pada

    waktu itu. Menghadapi gejolak moneter yang diwarnai dengan tingkat suku bunga tinggi,

    eksistensi perbankan syariah tidak akan goyah karena perbankan Islam tidak berbasiskan

    pada bunga.

    Seperti yang telah diuraikan oleh Muhammad Adnan Akhyar dalam desertasinya

    yang berjudul :

    faktor pembiayaan yang diterapkan di perbankan syariah memerankan posisi yang

    sangat penting untuk menjaga stabilitas terhadap perkembangan sektor riil yang erat

    kaitannya dengan masyarakat kelas menengah ke bawah, dengan memberikan

    produk-produk pembiayaan syariah yang terbagi ke dalam lima kategori yang

    dibedakan berdasarkan tujuan penggunannya diantaranya Pembiayaan dengan

    prinsip buyu‟ (murabahah, salam, dan istisna), pembiayaan dengan prinsip sewa

    (ijarah), pembiayaan dengan prinsip syirkah (musyarakah, mudharabah, muzara‟ah,

    3 Jundiani, Pengaturan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia (Malang: UIN Malang Press, 2009), 16.

  • dan musaqah), fee based service atau jasa (wakalah, kafalah, hawalah, rahn), dan

    produk sosial (qordhul hasan).4

    Dari kelima prinsip tersebut ada salah satu pembiayaan yang sangat membantu

    masyarakat yaitu qordhul hasan. Qordhul hasan merupakan salah satu ciri pembeda bank

    syariah dengan bank konvensional yang didalamnya terkandung misi sosial. Misi sosial

    kemasyarakatan ini akan meningkatkan citra bank dan meningkatkan loyalitas masyarakat

    terhadap bank syariah. Akan tetapi risiko pembiayaan qordhul hasan terhitung tinggi karena

    ia dianggap pembiayaan yang tidak ditutup dengan jaminan.

    Salah satu bukti perkembangan perbankan syariah ditunjukkan dengan pertumbuhan

    bank syariah yang berada di Indonesia yang cukup menggembirakan di tengah persaingan

    bisnis perbankan yang semakin ketat yaitu terdapat pada PT. Bank BNI Syariah Cabang

    Jember. Pada kenyataannya pengelolaan pinjaman qordhul hasan pada PT. Bank BNI

    Syariah Cabang Jember mengalami masalah pada pembiayaannya yaitu dengan banyaknya

    penerima pinjaman qordhul hasan yang tidak dapat menyelelesaikan pinjaman tersebut yang

    dikenal dengan sebutan kredit macet dan pada akhirnya pihak bank tidak mengeluarkan

    pembiayaan tersebut.

    Jadi pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember saat ini tidak memberikan

    peminjaman pembiayaan qordhul hasan tersebut kepada nasabah debitur maupun nasabah

    deposan karena terkait dalam masalah pembayaran yang macet, melainkan memberikan

    pembiayaan tersebut hanya khusus kepada karyawan saja yang bekerja pada PT. Bank BNI

    Syariah cabang Jember. Oleh karena itu peneliti sangat tertarik meneliti permasalah tersebut.

    Yang mana pada penelitian terdahulu sangat jarang sekali yang meneliti tentang qordhul

    4 Muhammad Akhyar Adnan, “Evaluasi Non Performing Loan (NPL) Pinjaman Qordhul Hasan”, (Tesis, Universitas

    Islam Indonesia, Jakarta, 2006), 155.

  • hasan terhadap kinerja karyawan melainkan tentang pembiayaan qordhul hasan terhadap

    nasabah.

    Manajemen pada dasarnya adalah upaya mengatur segala sesuatu (sumber daya)

    untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam kegiatan mengatur ini kemudian timbul beberapa

    masalah. Siapa yang mengatur, mengapa harus diatur, dan apa tujuan dari pengaturan

    tersebut. Dari pernyataan tersebut maka diperlukan kegiatan mempelajari, mendalami, dan

    mempraktikkan konsep manajemen secara baik sehingga tujuan organisasi dapat dicapai

    dengan baik.5 Selain proses manajemen yang perlu diperhatikan dalam sebuah instansi atau

    organisasi, kinerja dalam sebuah instansi juga perlu diperhatikan. Karena kinerja merupakan

    hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam

    melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya.

    Kualitas tersebut dapat dilihat dari ketelitian dalam pekerjaan sedangkan kuantitasnya dapat

    dilihat dari jumlahnya atau banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan karyawan.6

    Sebagaimana firman Allah dalam QS. surat Al-Ahqof ayat 19:

    Artinya :

    “Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan

    agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang

    mereka tiada dirugikan.”7

    Dari ayat tersebut menjelasakan bahwasanya Allah SWT pasti akan membalas setiap

    amal perbuatan manusia berdasarkan apa yang telah mereka kerjakan. Artinya jika seseorang

    5 Sadili Samsudin, Manajemen Sumber Daya Manusia (Bandung: CV Pustaka Setia, 2005), 16.

    6 Achmad Sani Supriyanto, Metodologi Riset Manajemen Sumber Daya Manusia (Malang: UIN-MALIKI PRESS),

    132. 7 Al-Jumanatul, „Ali Al-Qur‟an dan Terjemah (Bandung: CV Penerbit J-ART, 2004), 504.

  • melaksanakan pekerjaan dengan baik dan menunjukkan kinerja yang baik pula bagi

    organisasinya maka ia akan mendapat hasil yang baik pula dari kerjaannya dan akan

    memberikan keuntungan bagi organisasinya.

    Sesuai dengan pasal 1 dalam akad perjanjian qordhul hasan bahwa perjanjian

    pembiayaan ini semata-mata dilandasi oleh ketaqwaan kepada Allah SWT saling percaya,

    semangat ukhuwah Islamiyah dan rasa tanggung jawab, sehingga dalam kelalaian muqtaridh

    tidak ada pemaksaan terhadap muqtaridh yang sifatnya menekan dan mengintimidasi yang

    berarti ada niat bank untuk menjalin persatuan atau ukhuwah Islamiyah.

    Jenis-jenis produk yang dikeluarkan BNI Syariah dalam membantu kebutuhan sosial

    salah satunya yaitu pembiayaan qordhul hasan atau disebut juga pembiayaan jasa karena

    pada prinsip dasarnya adalah menggunakan akad ta‟awwun dan tabarru‟ yakni akad yang

    tujuannya untuk saling tolong menolong dalam hal kebajikan.

    Pengertian qordhul hasan secara umum adalah penyediaan dana atau tagihan antara

    lembaga keuangan syariah dan pihak peminjam yang mewajibkan pihak peminjam untuk

    melakukan pembayaran secara tunai atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Namun,

    qordhul hasan memiliki karakteristik tertentu yang tidak dimiliki oleh skema pembiayaan

    lainnya yaitu perjanjian pinjaman dengan skema qordhul hasan tidak ditujukan untuk

    transaksi komersial. Karena itu, qordhul hasan sering diistilahkan sebagai pinjaman

    kebajikan. Artinya, pinjaman qordhul hasan semata-mata ditujukan untuk membiayai

    kegiatan yang bersifat sosial dan kemanusiaan. Oleh karena itu, dalam pembiayaan dengan

    menggunakan skema qordhul hasan dilarang untuk ditambahkan dengan biaya apapun, baik

  • itu berupa margin keuntungan bagi bank maupun biaya-biaya lain kecuali biaya administrasi

    yang berhubungan langsung dengan pembiayaan tersebut.8

    Qordh adalah meminjamkan harta kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan.

    Dalam literatur fiqih qordh dikategorikan sebagai „aqd tathawwu‟, yaitu akad saling

    membantu dan bukan transaksi komersial.9

    Jadi akad qordhul hasan merupakan akad perjanjian pinjam meminjam dari

    seseorang atau lembaga (muqtaridh) yang wajib dikembalikan dengan jumlah yang sama

    selama jangka waktu yang telah ditentukan dengan tujuan saling tolong menolong tanpa

    mengharapkan imbalan (non profit oriented transaction). Konsep tolong menolong tidak

    hanya dilakukan dalam lingkup yang sempit karena apapun yang kita lakukan selalu

    membutuhkan orang lain. Maka dari itu tolong menolong menjadi satu nilai yang

    terkandung dalam ekonomi Islam, para ekonomi Islam dituntut agar dapat membantu

    saudaranya keluar dari permasalahan yang dihadapi, seperti menolong yang lemah dan

    membantu orang yang memerlukan bantuan. Adapun dasar hukum bolehnya transaksi dalam

    bentuk qardhul hasan terdapat dalam dalil Al-Qur‟an. Hal ini dijelaskan dalam Q.S Al-

    Maidah ayat 2 :

    8 Irma Devita Purnamasari dan Suswinarno, Akad Syariah (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2011), 113.

    9 Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2006), 25.

  • Artinya:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah dan

    jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-

    binatang hadya, dan binatang-binatang qalaa‟id, dan jangan (pula) mengganggu orang-

    orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari

    Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu.

    dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka

    menghalang-halangi kamu dari Masjidil haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada

    mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan

    jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu

    kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”10

    Dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk saling tolong

    menolong dalam hal kebaikan. Karena manusia adalah makhluk sosial yang selalu

    membutuhkan satu sama lain, banyak pekerjaan yang tidak bisa dipikir seorang diri, dengan

    konsep tolong menolong semua pekerjaan akan lancar. Allah SWT memerintahkan untuk

    hidup saling tolong menolong dan membina kebajikan yaitu segala ragam maksud yang baik

    dan berfaedah, yang didasarkan kepada penegakan taqwa, yaitu mempererat hubungan

    dengan Allah dan mencegah tolong-menolong atas perbuatan dosa serta yang dapat

    menimbulkan permusuhan yang menyakiti sesama manusia.

    Dengan adanya produk pembiayaan qordhul hasan di PT. Bank BNI Syariah Cabang

    Jember diharapkan dapat membantu kebutuhan sosial dalam mengatasi masalah permodalan

    agar usahanya berjalan sehingga dapat mengembangkan kinerja usaha mereka.

    Setiap perusahaan tidak akan pernah luput dari hal pemberian balas jasa yang

    merupakan salah satu masalah penting dalam menciptakan motivasi kerja karyawan, karena

    untuk meningkatkan kinerja karyawan dibutuhkan masalah jasa sosial untuk mendukung

    motivasi para karyawan. Dengan terbentuknya motivasi yang sangat kuat oleh perusahaan

    10

    Al-Jumanatul „Ali, Al-Qur‟an dan Terjemah, 106.

  • maka akan dapat membuahkan hasil kinerja yang di harapkan sekaligus berkualitas dari

    pekerjaan yang dilaksanakannya.

    Berdasarkan dari kondisi tersebut maka dijadikan dasar untuk melaksanakan

    penelitian tentang qordhul hasan dan kinerja karyawan, maka dapat diangkat judul yaitu “

    Pengaruh Pembiayaan Qordhul Hasan Terhadap Peningkatan Kinerja pada PT. Bank

    BNI Syariah Cabang Jember Tahun 2015 “

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka peneliti ingin

    melakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui :

    1. Adakah pengaruh pembiayaan qordhul hasan terhadap peningkatan kinerja pada PT.

    Bank BNI Syariah Cabang Jember tahun 2015 ?

    2. Seberapa besarkah pengaruh pembiayaan qordhul hasan terhadap peningkatan kinerja

    pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember Tahun 2015 ?

    C. Tujuan Penelitian

    Tujuan penelitian adalah untuk membentuk kemampuan dan keterampilan

    menggunakan rancangan-rancangan statistik penelitian yang berpedoman pada pemecahan

    masalah yang sedang diteliti.11

    Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui pengaruh pembiayaan qordhul hasan terhadap peningkatan kinerja

    pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember Tahun 2015?

    2. Untuk mengetahui besar pengaruh pembiayaan qordhul hasan terhadap peningkatan

    kinerja pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember Tahun 2015?

    D. Manfaat Penelitian

    11

    Nurul Zuriyah, Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), 10.

  • Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun

    pihak-pihak yang bersangkutan, antara lain:

    1. Manfaat Teoritis

    Peneliti dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta menjadi tolak ukur

    seberapa dalam pengetahuan terkait dengan bank syariah khususnya pada pembiayaan

    qordhul hasan dan seberapa dalam pengaruh pembiayaan qordhul hasan terhadap

    peningkatan kinerja pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember Tahun 2015.

    2. Manfaat Praktis

    a. Bagi PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember, Hasil dari penelitian ini diharapkan

    akan menjadi objek penelitian yang dapat dijadikan bahan evaluasi serta sebagai

    bahan masukan yang bersifat konstruktif dalam memberikan pelayanan dan

    meminjamkan pembiayaan qordhul hasan dalam upaya memberdayakan

    masyarakat.

    b. Bagi almamater IAIN Jember, dapat menjadi koleksi kajian tentang pengaruh

    pembiayaan qordhul hasan terhadap peningkatan kinerja. Hasil penelitian ini dapat

    diharapkan dapat menjadi bahan masukan semua pihak yang berminat terhadap

    bidang ekonomi Islam terutama yang berkaitan dengan pembiayaan qordhul hasan

    dan juga tentang peningkatan kinerja pada bank Syariah.

    E. Ruang Lingkup Penelitian

    1. Variabel Penelitian

  • Variabel penelitian pada dasarnya adalah suatu hal yang berbentuk apa saja yang

    ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal

    tersebut kemudian ditarik kesimpulannya.12

    Pada bagian ini peneliti harus menentukan variabel secara jelas dan tegas. Mana

    yang menjadi variabel bebas dan mana variabel terikatnya.13

    Menurut hubungan antara

    satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian

    dapat dibedakan menjadi:

    a. Variabel independen

    Variabel independen ini sering disebut dengan variabel bebas. Variabel

    bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya

    atau timbulnya variabel dependen (terikat).14

    Variabel bebas yang digunakan dalam

    penelitian ini adalah pembiayaan qordhul hasan (X).

    b. Variabel Dependen

    Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi

    akibat karena adanya variabel bebas.15

    Variabel terikat yang digunakan dalam

    penelitan ini adalah kinerja (Y).

    2. Indikator Variabel

    Indikator adalah ukuran, yakni hal-hal yang menunjukkan keterwakilan dari nilai

    sebuah variabel. Indikator dalam penelitian ini adalah :

    a) Pembiayaan qordhul hasan

    1. Persyaratan dalam pembiayaan qordhul hasan

    12

    Deni Darmawan, Metode Penelitian Kuantitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 108. 13

    IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: STAIN Jember, 2015), 38. 14

    Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Bandung:Alfabeta, 2010), 475 15

    Deni, Metode Penelitian Kuantitatif, 109.

  • 2. Pelayanan kepada penerima qordhul hasan

    3. Manfaat pembiayaan qordhul hasan

    b) Kinerja

    1. Kualitas kinerja

    2. Kedisiplinan

    3. Kreatifitas dan inovasi

    4. Tanggung jawab

    F. Definisi Operasional

    Judul penelitian ini adalah “pengaruh pembiayaan qordhul hasan terhadap

    peningkatan kinerja pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember tahun 2015”. Judul ini

    memiliki beberapa istilah kata yang harus dirumuskan, didefinisikan, dan dijelaskan agar

    tidak mengalami kekaburan makna sesuai dengan pandangan peneliti sendiri. Istilah-istilah

    tersebut antara lain :

    1. Pengaruh

    Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang dan benda) yang

    ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perubahan seseorang.16

    2. Pembiayaan

    Pembiayaan adalah suatu proses, mulai dari analisis kelayakan pembiayaan

    sampai kepada realisasinya. Namun realisasi pembiayaan bukanlah tahap terakhir dari

    proses pembiayaan. Setelah realisasi pembiayaan, maka pejabat bank syariah perlu

    melakukan pemantauan dan pengawasan pembiayaan.17

    3. Qordhul Hasan

    16

    Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2000), 849. 17

    Muhammad, Manajemen Bank Syariah (Yogyakarta : UPPAMPYKIN, 2002), 265.

  • Qordhul Hasan adalah transaksi pinjaman dari bank (muqridh) kepada pihak

    tertentu (muqtaridh) untuk tujuan sosial yang wajib dikembalikan dengan jumlah yang

    sama sesuai dengan pinjaman.18

    4. Kinerja

    Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu

    program kegiatan atau kebajikan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi

    organisasi yang dituangkan melalui perncanaaan strategis suatu organisasi.19

    G. Asumsi Penelitian

    Asumsi peneltian disebut juga sebagai anggapan dasar atau postulat, yaitu sebuah titik

    tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh peneliti. Anggapan dasar harus

    dirumuskan secara jelas sebelum peneliti melangkah mengumpulkan data. Anggapan dasar

    disamping berfungsi sebagai dasar berpijak yang kukuh bagi masalah yang diteliti juga

    untuk mempertegas variabel yang menjadi pusat perhatian penelitian dan merumuskan

    hipotesis.20

    Dalam penelitian ini peneliti, peneliti mempunyai asumsi bahwa pembiayaan

    qordhul hasan memiliki pengaruh terhadap peningkatan kinerja pada PT. Bank BNI Syariah

    Cabang Jember Tahun 2015.

    H. Hipotesis Penelitian

    Hipotesis adalah dugaan sementara yang dinyatakan secara spesifik dan perlu diuji

    kebenarannya, sebagai prediksi atas langkah-langkah pemecahan masalah yang telah

    ditetapkan.21

    Untuk itu, dalam penelitian ini diajukan hipotesis sebagai berikut :

    1. Pengaruh Pembiayaan Qordhul Hasan Terhadap kinerja

    18

    Veithzal Rivai, Bank and Financial Institution Management (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007), 790. 19

    Ma‟ruf Abdullah, Manajemen dan Evaluasi Kinerja Karyawan (Yogyakara: Aswaja Pressindo, 2014), 3. 20

    IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 39. 21 Mundir, Metode Penelitian Kualitatif&Kuantitatif (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 116.

  • Qordhul hasan merupakan akad yang memfasilitasi transaksi peminjaman

    sejumlah dana tanpa adanya pembebanan bunga atas dana yang dipinjam oleh nasabah.

    Transaksi qordhul hasan pada dasaranya merupakan transaksi yang bersifat sosial

    karena tidak diikuti dengan pengambilan keuntungan dari dana yang dipinjamkan.22

    Kendati demikian, transaksi ini juga bermanfaat bagi bank syariah untuk

    memfasilitasi berbagai keperluan bank syariah dalam hal-hal yang antara lain sebagai

    skema khusus membantu pegawai PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember yang

    membutuhkan pinjaman untuk kebutuhan yang bersifat incidental atau hanya

    dibutuhkan pada tertentu saja.

    Berdasarkan uraian tersebut, maka dalam penelitian ini variabel independen

    (qordhul hasan) = X, sedangkan variabel dependen (kinerja) = Y, maka dari itu peneliti

    menyusun 2 hipotesis yaitu :

    a. Hipotesis kerja atau disebut dengan hipotesis alternatif, disingkat Ha yaitu hipotesis

    yang didalamnya berisi ide-ide atau tanggapan mengenai langkah-langkah yang

    kemudian mungkin bermanfaat untuk dilakukan. Dalam notasi hipotesis ini

    dituliskan dengan Ha atau Hi yaitu terdapat pengaruh antara pembiayaan qordhul

    hasan dengan kinerja.

    b. Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho yaitu hipotesis yang menyatakan

    ketidak adanya pengaruh antara variabel. Dalam notasi hipotesis ini dituliskan

    dengan Ho yaitu tidak ada pengaruh antara qordhul hasan dengan kinerja.

    I. Metode Penelitian

    22 Rizal Yaya, Akuntansi Perbankan Syariah Teori dan Praktik Kontemporer (Jakarta: Salemba Empat, 2014), 288.

  • Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan dalam penelitian untuk

    memecahkan masalah dan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

    Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1. Pendekatan dan jenis penelitian

    Pendekatan disini adalah metode atau cara mengadakan penelitian seperti

    halnya eksperimen atau non-eksperimen. Tetapi disamping itu juga menunjukan jenis

    atau tipe penelitian yang diambil, dipandang dari segi tujuan misalnya eksploratif,

    deskriptif atau historis. Masih ada lagi pandangan dari subjek penelitiannya, misalnya

    populasi atau kasus.23

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan statistik deskriptif.

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan, variabel, dan fenomena-

    fenomena yang terjadi saat sekarang (ketika penelitian berlangsung) dan

    menyajikannya apa adanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan statistik deskriptif

    melalui perhitungan ilmiah yang bersal dari sampel-sampel atau karyawan yang

    dimintai menjawab atas sejumlah pernyataan tentang survey untuk menentukan

    frekuensi dan presentase tanggapan mereka.

    Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah field research (penelitian

    lapangan). Berdasarkan tingkat kealamiahannya termasuk metode penelitian

    eksperimen yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh

    treatment (perlakuan) tertentu.

    2. Populasi

    23

    Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta:Rineka Cipta, 2010), 64.

  • Sugiyono mengatakan populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas

    objek/ subjek yang mempunyai kuantitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

    peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.24

    Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT. Bank BNI Syariah

    Cabang Jember yang berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data yang dipakai

    adalah dengan menggunakan metode teknik sensus. Metode teknik sensus ini adalah

    semua jumlah populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 40 karyawan pada PT. Bank

    BNI Syariah Cabang Jember.

    3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

    Untuk memperoleh data yang dapat diuji kebenarannya dan sesuai dengan

    masalah yang diteliti secara lengkap maka digunakan teknik sebagai berikut :

    a. Kuesioner

    Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

    memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk

    dijawabnya.25

    Yang mana hal ini digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh

    qordhul hasan terhadap peningkatan kinerja atau tidak adanya pengaruh. Dan

    sekaligus seberapa besar baik pengaruh negatif maupun positifnya.

    Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah dengan menggunakan

    metode sampling jenuh (sensus). Metode sampling jenuh (sensus) yaitu metode

    penarikan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Hal ini

    sering dilakukan apabila jumlah poulasi kecil.26

    Yang dijadikan sampel dalam

    24

    Purwanto, Metode Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015),

    241. 25

    Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, 132. 26

    Achmad Sani Supriyanto, Metodologi Riset, 188.

  • penelitian ini yaitu sebanyak 40 karyawan. Jadi responden yang berjumlah 40

    karyawan tersebut mengisi angket yang berisi pernyataan-pernyataan mengenai :

    1) Pernyataan yang berhubungan dengan pembiayaan qordhul hasan pada PT.

    Bank BNI Syariah Cabang Jember.

    2) Pernyataan yang berhubungan dengan kinerja yang mampu dihasilkan oleh

    karyawan PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember.

    Dalam penelitian ini, setiap pertanyaan dikembangkan dari indikator dalam

    kuesioner penelitian. Untuk pemberian skor pada angket dalam penelitian ini

    menggunakan skala likert. Skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur

    sikap, pendapat, dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena

    sosial.27

    Jawaban setiap instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai

    gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif.

    Dalam penelitian ini maka kriteria yang digunakan untuk penilaian yaitu

    menggunakan skala likert sebagai berikut:28

    1) Sangat Setuju (SS) diberi skor 5

    2) Setuju (S) diberi skor 4

    3) Ragu-ragu (RR) diberi skor 3

    4) Tidak Setuju (TS) diberi skor 2

    5) Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1

    b. Wawancara (Interview)

    Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan

    ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu data

    27

    Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Bandung: Alfabeta, 2013), 93. 28

    Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2014), 94.

  • tertentu.29

    Artinya pertanyaan datang dari pihak peneliti dan jawaban diperoleh dari

    pihak yang diwawancarai.

    Wawancara dapat dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara

    atau dengan tanya jawab langsung. Data yang diperoleh adalah mekanisme

    pembiayaan qordhul hasan dan kinerja dan juga untuk mengetahui adanya

    pengaruh pembiayaan qordhul hasan terhadap peningkatan kinerja pada PT. Bank

    BNI Syariah Cabang jember tahun 2015.

    c. Dokumentasi

    Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat

    penelitian. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental

    dari seseorang.30

    Teknik dokumentasi ini digunakan untuk mengambil data internal

    perusahaan. Dokumentasi yang dimaksud disini adalah peneliti mencari data atau

    dokumen mengenai hal-hal. Data yang diperoleh dari metode ini adalah jumlah

    karyawan, sejarah berdirinya PT. Bank BNI Syariah, struktur organisasi lembaga,

    visi dan misi lembaga, identitas karyawan, produk PT. Bank BNI Syariah serta

    tujuan dan fungsi lembaga.

    d. Observasi

    Di dalam pengertian psikologi, observasi atau yang disebut pula dengan

    pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan

    menggunakan seluruh alat indra. Jadi mengobservasi dapat dilakukan melalui

    29

    Tajul Arifin, Metode Penelitian Eknomi Islam (Bandung: CV Pustaka Setia, 2014), 207. 30

    Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, 240.

  • penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Apa yang dikatakan

    ini sebenarnya adalah pengamatan secara langsung. Didalam artian penelitian

    observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman, gambar, rekaman

    suara.31

    Dimana observasi ini dilakukan untuk melihat kinerja yang diakibatkan

    oleh pembiayaan qordhul hasan.

    e. Lokasi penelitian

    Lokasi penelitian bertempat pada PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember

    yang beralamat di Jl. Ahmad Yani 39 Jember. Alasan peneliti melakukan penelitian

    di PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember adalah karena posisi gedung yang sangat

    strategis dan sebelumnya peneliti melaksanakan Praktikum Praktik Lapangan

    (PPL) 2 di PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember, sehingga memudahkan peneliti

    dalam mendapatkan informasi yang peneliti butuhkan dalam penelitian ini. Selain

    itu pembiayaan qordhul hasan di PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember tidak

    diperuntukkan kepada nasabah melainkan hanya kepada karyawannya saja.

    f. Subjek penelitian

    Subjek penelitian yang digunakan peneliti dalam menyusun penelitian ini

    adalah karyawan PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember.

    g. Sumber data

    Sumber data merupakan subjek dari mana data diperoleh. Apabila peneliti

    menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka

    sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab

    31

    Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, 199-200.

  • pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik tertulis maupun lisan.32

    Data dalam penelitian

    ini menggunakan:

    1) Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari hasil interview kepada

    responden yang dijadikan subjek penelitian, yang diperoleh dari PT. Bank BNI

    Syariah Cabang Jember. Dalam penelitian ini, peneliti menentukan data primer

    kepada informan yaitu karyawan PT. Bank BNI Syariah Cabang Jember.

    2) Data Sekunder, yaitu berupa studi literatur/ kepustakaan/ data yang diperoleh

    dari dokumen/ publikasi/ laporan penelitian dari dinas/ instansi maupun sumber

    data lainnya yang menunjang.

    4. Analisis Data

    Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah responden

    atau sumber data terkumpul. Kegiatan dalam analisis data ialah mengelompokkan data

    berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari

    seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan

    untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis

    yang telah diajukan.33

    Untuk mempermudah dalam menganalisis data maka peneliti

    menggunakan program SPSS (Statistical Package For Social Science).

    Kegiatan menganalisis data dalam penelitian ini meliputi beberapa tahap antara

    lain :

    a. Proses editing

    32

    Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu penedekatan praktik (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), 129. 33

    Ibid, 201.

  • Tahap awal analisis data adalah melakukan edit terhadap data yang telah

    dikumpulkan dari hasil survei di lapangan. Pada prinsipnya proses editing data yang

    diamati akan dianalisis secara akurat dan lengkap.

    b. Proses coding

    Proses pengubahan data kualitatif menjadi angka dengan mengklasifikasikan

    jawaban yang ada menurut kategori-kategori yang penting (pemberian kode).

    c. Proses scoring

    Proses penentuan skor atas jawaban responden yang dilakukan dengan

    membuat klasifikasi dan kategori yang cocok tergantung pada anggapan atau opini

    responden.

    d. Tabulasi

    Menyajikan data yang diperoleh dalam tabel, sehingga diharapkan pembaca

    dapat melihat hasil penelitian dengan jelas. Setelah proses tabulasi selesai kemudian

    data-data dalam tabel tersebut akan diolah dengan bantuan software statistik yaitu

    SPSS (Statistical Package For Social Science).

    Analisis data kuantitatif adalah suatu analisa yang berdasarkan pada data

    yang dapat dihitung (angka). Untuk mempermudah dalam menganilis data maka

    peneliti menggunaakan program SPSS (Statistical Package For Social Science).

    1) Uji Instrumen Penelitian

    Sebuah instrumen atau alat ukur yang baik haruslah memiliki validitas dan

    reliabilitas yang juga sama baiknya. Sebelum dilakukan analisis statistik, butir-

    butir pertanyaan, pernyataan mutlak perlu diuji validitas dan reliabilitasnya.

    a. Uji validitas

  • Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu

    kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner

    mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner

    tersebut.34

    Adapun rumus yang digunakan untuk menguji tingkat validitas

    instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan rumus korelasi Product

    Moment sebagai berikut :

    2222 YYnXXn

    YXXYnr

    Keterangan :

    r : Koefisien korelasi

    n : Jumlah responden

    Y : Jumlah skor total seluruh item

    X : Jumlah skor tiap item

    Pengambilan keputusannya bahwa setiap indikator valid apabila r

    hitung lebih besar atau sama dengan r tabel, dan untuk menentukan r hitung

    dibantu dengan program SPSS Versi 19 for windows yang dinyatakan dengan

    nilai corrected item total correlation, butir-butir pertanyaan maupun

    pernyataan dinyatakan valid atau sah bila nilai korelasinya di atas 0,2 dan

    kurang dari 0,05.35

    b. Uji reliabilitas

    34

    Imam Gozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS (Semarang: Badan Penerbit Universitas

    Diponegoro, 2013) 52. 35

    Sufren dan Yonathan Natanael, Mahir Menggunakan SPSS Secara Otodidak (Jakarta: Elex Media Komputindo,

    2013), 62.

  • Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur,

    apakah pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika

    pengukuran tersebut diulang. Uji reliabilitas digunakan untuk menilai apakah

    data hasil angket dapat dipercaya atau tidak. Dalam penelitian ini uji

    reliabilitas dilakukan dengan metode cronbach‟s alpha.

    Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data

    atau temuan. Dalam pandangan kuantitatif, suatu data dinyatakan reliabel

    apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data

    yang sama, atau peneliti sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data

    yang sama, atau sekelompok data yang bila dipecah menjadi dua

    menunjukkan data yang tidak berbeda.36

    Adapun rumus yang digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen

    dalam penelitian ini yaitu menggunakan rumus sebagai berikut :

    α = krs

    1+(k-1)r

    Dimana:

    α = koefisien reliabilitas

    r = mean korelasi item

    k = jumlah variabel

    s = standar deviasi

    1 = bilangan konstan

    36

    Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D , 268.

  • Untuk menguji reliabilitas alat ukur, dengan memperhatikan koefisien

    cronbach‟s alpha. Alat ukur dinyatakan andal atau reliable bila koefisien

    cronbach‟s alpha >0,70.37

    2) Alat Analisis data kuantitatif

    Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah

    data dari seluruh responden atau sumber data terkumpul. Adapun metode analisa

    data dalam penelitian ini yaitu menggunakan regresi linier sederhana, adapun

    regresi linier sederhana merupakan uji regresi yang mana hanya memiliki satu

    independent dan satu dependent variable.38

    a. Uji Asumsi Klasik

    Untuk mendapatkan model regresi yang baik harus terbebas dari

    penyimpangan data yang terdiri dari normalitas, dan heteroskedatisitas.

    Asumsi klasik tersebut yaitu :

    1) Uji Normalitas

    Pengujian terhadap asumsi klasik normalitas bertujuan untuk

    mengetahui apakah residual data dari model regresi linier memiliki

    distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang

    residual datanya berdistrubi normal. Jika residual data tidak berdistribusi

    normal maka kesimpulan statistik menjadi tidak valid atau bias. Ada cara

    37 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate, 48. 38

    Sufren, mahir mengguanakn SPSS Secara Otodidak, 94.

  • untuk mendeteksi apakah residual data berdistribusi normal ataukah tidak

    yaitu dengan melihat normal probability plot. Apakah pada grafik normal

    probability plot tampak bahwa residual data memiliki distribusi normal,

    atau data memenuhi asumsi klasik normalitas.39

    Jika data menyebar jauh

    dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau

    grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka regresi

    tidak memenuhi asumsi normalitas.

    kriteria pengujian dalam uji normalitas data yaitu angka

    signifikansinya (SIG) >0,05, maka data berdistribusi normal. Jika angka

    signifikansinya (SIG)

  • pada satu tempat, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi problem

    heteroskedastisitas.41

    Cara yang digunakan dalam pengujian ini adalah dengan analisa

    grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan

    residualnya (SRESID). Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat

    dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatter

    plot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah

    diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Yprediksi-Ysesungguhnya)

    yang telah di studentized. Dasar analisis:

    a) Jika ada pola tertentu, serta titik-titik yang ada membentuk pola

    tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian

    menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

    b) Jika tidak ada pula yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan

    dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi

    heteroskedastisitas.

    b. Analisis Regresi Linier Sederhana

    Adapun teknik analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah

    menggunakan regresi linier sederhana. Analisis regresi merupakan salah

    satu analisis yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel

    terhadap variabel lain. Dalam analisis regresi, variabel yang mempengaruhi

    disebut independent variabel (variabel bebas) dan variabel yang dipengaruhi

    disebut dependent variabel (variabel terikat). Analisis regresi linear

    sederhana digunakan untuk mengukur pengaruh untuk satu variabel

    41

    Hengky latan, Analisis Multivariate, 66.

  • prediktor (variabel bebas) terhadap variabel terikat. Variabel bebas dalam

    penelitian ini yaitu qordhul hasan sedangkan variabel terikat yaitu kinerja.

    Rumus regresi linear sederhana :

    Y= a + Bα + e

    Keterangan:

    Y : variabel dependen (qordhul hasan)

    a : konstanta atau intercept

    B : koefisien variabel independen

    α : variabel independen (kinerja)

    e : error

    Untuk mengetahui serta menentukan arah besarnya koefisien antara

    variabel bebas dengan variabel terikat, maka digunakanlah teknik bantuan

    SPSS.

    c. Uji hipotesis

    1) Uji T

    Uji individual (Uji T) yaitu uji statistik bagi koefisisensi regresi

    dengan hanya satu koefisien regresi yang mempengaruhi Y (Variabel

    Terikat). Dalam penelitian ini uji T digunakan untuk mengetahui ada

    tidaknya pengaruh independen (X) secara parsial terhadap faktor

    dependen (Y). Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut :

    a. Menentukan formulasi hipotesis

    1) Ha : b = 0, artinya dalam notasi, hipotesis Ha adalah “qordhul

    hasan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja”.

  • 2) H0 : b =. Artinya, dalam notasi, hipotesis Ho adalah “qordhul

    hasan tidak berpengaruh terhadap peningkatan kinerja”

    b. Menentukan derajat kepercayaan 5% (alpa=0,05) dari T

    hitung dan T tabel.

    c. Menentukan T hitung

    d. Menentukan T tabel ( diambil dari hasil tabel distribusi pada

    alpa= 5%)

    e. Membuat kesimpulan

    1) Bila t hitung > t table maka Ho ditolak da Ha diterima,

    menyatakan bahwa variabel independent (X) = qordhul

    hasan secara individual mempengaruhi variabel dependen

    (Y) = kinerja.

    2) Bila t hitung < t table maka Ho diterima dan Ha ditolak,

    menyatakan bahwa variabel independen (X) = qordhul

    hasan secara individual tidak mempengaruhi variabel

    dependen (Y) = kinerja.

    2) Uji Koefisiensi Determinasi R2

    R2 adalah koefisien determinasi yakni suatu nilai yang

    menggambarkan total variasi dari Y (variabel terikat) dari suatu

    persamaan regresi. nilai koefisiensi determinasi yang besar menunjukkan

    bahwa regresi tersebut mampu dijelaskan secara besar pula.42

    42 Widayat, Metode Penelitian Pemasaran (Malang: UMM Pers, 2004), 178-179.

  • Koefisien determinan menunjukkan besarnya kontribusi variabel

    bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Semakin besar koefisiensi

    determinan, maka semakin baik kemampuan variabel bebas terhadap

    variabel terikat. Jika determinan (r2) semakin besar (mendekati satu),

    maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas adalah besar

    terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi (r²) dalam regresi

    sederhana dapat diperoleh dengan formulasi sebagai berikut :

    R2 = (r)

    2 x 100%

    Dimana :

    R2 =

    koefisiensi determinasi

    r = koefisien korelasi

    3) Penetapan tingkat signifikansi

    Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat

    signifikansi sebesar 0,05 ( =5%) atau tingkat keyakinan sebesar 0,95

    karena tingkat signifikansi itu yang umum digunakan pada penelitian

    ilmu-ilmu sosial dan di anggap cukup tepat untuk mewakili hubungan

    variabel yang diteliti.43

    J. Sistematika Penulisan

    Dalam sistematika penulisan ini akan dijelaskan kerangka pemikir yang digunakan

    dalam menyusun skripsi ini, sehingga dapat dipelajari dan dipahami oleh pembaca. Adapun

    sistematika pembahasan ini adalah sebagai berikut:

    BAB I: PENDAHULUAN

    43

    Nazir, Metode Penelitian (Jakarta: ghalia Indonesia, 1990), 460.

  • Yang terdiri dari 9 sub yaitu: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan

    penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, asumsi

    penelitian, hipotesis, metode penelitian.

    BAB II: PEMBAHASAN

    Pada bab ini akan dipaparkan kajian kepustakaan serta literatur yang berhubungan

    dengan skripsi. Penelitian terdahulu yang mencantumkan penelitian sejenis yang telah

    dilakukan sebelumnya. Dilanjutkan dengan kajian teori yang memuat “ Pembiayaan

    Qordhul Hasan” serta “ Kinerja” fungsi dari bab ini adalah sebagai landasan teori pada bab

    berikutnya guna menganalisa data yang diperoleh dari penelitian.

    BAB III: PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

    Bab ini menguraikan tentang gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis,

    pengujian hipotesis, dan pembahasan.

    BAB IV: PENUTUP

    Berupa penutup yang terdiri dari kesimpulan dari hasil penelitian serta saran-saran. Kemudian

    dicantumkan daftar kepustakaan dan lampiran-lampiran.