Bab I-bab II-bab III-bab IV

  • View
    89

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Bab I-bab II-bab III-bab IV

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Makalah ini membahas tentang evolusi manusia dipandang dari segi antropologis. Evolusi merupakan perubahan manusia dilihat dari segi cirri cirri fisiknya. Dipandang dari sudut biologis manusia hanya merupakan suatu makhluk diantara lebih dari sejuta macam makhluk lain, yang pernah atau masih menduduki alam dunia ini. Pada pertengahan abad 19 para ahli biologi, dan yang terpenting diantara mereka C. Darwin, mengemukakan teori mereka tentang proses evolusi manusia. Dalam makalah ini kami mengkaji secara teoritis tentang evolusi manusia, seiring dengan kemajuan manusia teori evolusi terus berkembang bahkan pemahaman awal tentang evolusi berbeda dengan pemahaman tentang evolusi masa kini. Teori itu bentuk-bentuk hidup tertua dimika bumi ini makhluk makhluk bersel satu seperti protozoa. Dalam jangka waktu beratus-ratus juta tahun timbul dan berkembangnya berupa makhlukmakhluk dengan organisasi sel yang kompleks. Terjadi percabangan seiring waktu berjalan beberapa makhluk terdahulu menghilang dan sebagian ada hingga kini hidup bersama makhlukmakhluk hasil percabangan yang sampai sekarang jumlah macam makhluk mencapai 1 juta. Hal ini menarik untuk kita kaji lebih dalam, dengan mengetahui keanekaragaman yang ada di muka bumi ini kita akan lebih menghargai perbedaan yang ada sehingga timbul sikap pengertian antar makhluk hidup tanpa memandang yang satu lebih tinggi dari yang lainnya. Isi makalah ini terbagi dalam 5 sub judul diantaranya: 1.Makhluk manusia di antara makhluk-makhluk lain 2.Evolusi cirri-ciri biologi 3.Evolusi primate dan manusia 4.Aneka warna manusia 5.Organism manusia Makalah ini ditulis dengan metode analisis deskriptif, menjelaskan secara definitif konsepkonsep yang ada serta membuat interpretasi dari berbagai teori evolusi dari yang paling tua hingga

1

teori terkini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini akan memberikan pemahaman bagi kita semua tentang Evolusi Manusia. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana kedudukan manusia diantara makhluk-makhluk lain di dunia dipandang dari segi antropologi khususnya berdasarkan teori evolusi? 2. Bagaimana proses evolusi cirri-ciri biologis terjadi? 3. Apa perbedaan antara evolusi primate dengan evolusi manusia? 4. Apa saja keanekaragaman makhluk manusia yang ada di muka bumi? 5. Apa perbedaan organisme manusia dengan organisme binatang?

C. Tujuan Penulisan Mengetahui kedudukan manusia diantara makhluk-makhluk lain di dunia dipandang dari segi antropologi khususnya berdasarkan teori evolusi Mengetahui bagaimana proses evolusi cirri-ciri biologis terjadi Mengetahui apa perbedaan antara evolusi primate dengan evolusi manusia Mengetahui apa saja keanekaragaman makhluk manusia yang ada di muka bumi Mengetahui apa perbedaan organisme manusia dengan organism binatang

D. Metode Penulisan Penulisan Makalah ini bersifat deskriptif-analitik dengan ditunjang oleh berbagai sumber, dan untuk menunjang penulisan makalah ini kami melakukan studi pustaka dan studi literature yang sumbernya kami dapatkan dari buku-buku dan informasi yang kami dapatkan dari internet yang berkaitan dengan makhluk manusia dalam Ilmu Antropologi.

E. Sistematika penulisan Kata pengantar

2

Daftar isi BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan D. Metode Penulisan E. Sistematika Penulisan BAB II Isi A. Manusia Di Antara Makhluk-Makhluk Lain B. Evolusi Manusia C. Evolusi Primate Dan Manusia D. Aneka Warna Manusia E. Organisme Manusia BAB III Analisis BAB IV Kesimpulan Daftar pustaka Lampiran

3

BAB II ISI

A. Manusia Diantara Mahluk Mahluk Lain Dipandang dari sudut biologi manusia hanya merupakan suatu macam makhluk diantara lebih dari sejuta macam makhluk lain, yang pernah atau masih menduduki alam dunia ini. Pada pertengahan abad ke 19 para ahli biologi, dan yang terenting diantara mereka C.Darwin yang mengumjumkan tentang sebuah teori mereka tentang proses evolusi biologi. Menurut teori itu bentuk bentuk tertua di muka bumi ini terdiri dari, mahluk mahluk atau sel yang sangat sederhana seperti misalnya protozoa. Dalam jangka waktu beratus ratus juta tahun lamanya timbul dan berkembang bentuk bentuk hidup berupa mahluk mahluk dengan organisasi yang lama yang makin kompleks dan pada kala terakhir ini telah berkembang atau berevolusi mahluk mahluk seperti kera atau manusia. Dalam proses evolusi biologi yang telah berlangsung sangat lama itu, banyak bentuk mahluk yang sederhana itu telah hilang dan punah dari muka bumi, akan tetapi banyak juga yang bertahan macamnya dan hidup langsung sampai sekarang, sekarang bentuk bentuk baru yang bercabang dari bentuk bentuk lama itu menjadi sekian banyak nya hingga macam mahluk sekarang menduduki bumi kita ini hamper mendekati angka satu juta. Ada juga yang membuat manusia itu berbeda dengan mahluk mahluk lainnya yaitu karena manusia bisa membuat kebudayaan, manusia bisa membuat berbagai macam kesenian, manusia mempunyai akal dan pikiran, manusia mempunyai berbagai macam aneka warna dan untuk mendapatkan sejumlah pengertian tentang jumlah aneka warna yang sebesar itu, para ahli telah membuat suatu system klasifikasi dimana semua mahluk didunia ini telah mendapat tempat yang sewajarnya yang berdasarkan atas morfologi dari organismanya. Bersama dengan beribu ribu macam mahluk lain, manusia menyusui keturunannya dan berdasarkan atas cirri itulah manusia diklaskan bersama mahluk mahluk lain itu kedalam satu golongan, yaitu kelas binatang menyusui atau mamalia, dalam klas mammalian ini terdapat satu sub golongan atau suku, yaitu suku primat. Dalam suku ini, semua jenis kera, mulai dari yang kecil sebesar tupai seperti tarsii, sampai kepada kera kera besar seperti gorilla, diklaskan menjadi satu golongan dengan manusia. Sebelum zaman4

Darwin para ahli biologi telah mengobservasi banyaknya persamaan cirri cirri antara organism kera dan organism manusia. Suku primat dibagi menjadi dua sub suku yaitu sub suku prosimii dan suku Antrhopoid.oleh para ahli Antrophology manusia dikelaskan kedalam sub suku Antrhopoid, yang sebaliknya dibagi khusus menjadi tiga infra suku cerchopitechoid, hominoid dan ceboid. Ceboid menggolongkan menjadi satu semua kera baik yang sudah punah maupun yang masih hidup langsung di daerah tropic di benua Amerika Cercophitecoid menggolongkan menjadi satu semua kera baik yang sudah punah maupun yang hidup langsung di daerah tropic di benua Asia dan Afrika Sedangkan. Hominoid menjadi satu kera kera besar dengan manusia. Hominoid kemudian dibagi menjadi lebih khusus lagi kedalam dua keluarga yaitu keluarga pongidae dan keluarga Hominidae. Dalam buku lain menjelaskan manusia Indonesia yang tertua sudah ada kira kira satu juta tahun yang lalu waktu dataran sunda masih meupakan sebuah daratan. Penduduk dataran sunda ini mempunyai tubuh dan cirri fisik yang berbeda dengan manusia zaman sekrang dan sisa sisanya ada beberapa fosil yang ditemmukan diberbagai desa di daerah lembah bengawan solo. Fosil fosil itu oleh para antropologi disebut pithecanthropus erectus. Dan ada juga yang membedakan manusia dengan mahluk mahluk lainnya yaitu manusia mempunyai hak Azazi mempunyai mata pencaharian dan masih banyak lagi yang membedakan bahwa manusia itu berbeda dengan mahluk mahluk lain selain manusia. Dan manusia juga dapat dibedakan dengan manusia lain yaitu dengan aneka warna misalnya ada warna putih, kuning, coklat dan hitam.

B. Evolusi manusia Evolusi manusia, atau Anthropogenesis, merupakan bagian dari evolusi biologi yang mengenai munculnya homo sapiens. Ini merupakan subyek yang luas penyelidikan ilmiah yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana perubahan ini terjadi. Studi dari evolusi manusia meliputi berbagai ilmu pengetahuan, terutama fisik antropologi, linguistik dan genetika. Beberapa typological spesies Homo telah berkembang. Termasuk Homo erectus yang menghuni Asia dan Homo neanderthalensis yang menghuni Eropa. Archaic Homo sapiens berevolusi antara 400.000 dan 250.000 tahun yang lalu. Pada waktu itu, kebanyakan ahli geologi berpegang pada apa yang disebut teori bahwa Bumi catastrophist telah mengalami suksesi dari5

penciptaan kehidupan hewan dan tanaman, dan bahwa setiap ciptaan telah hancur oleh bencana yang tiba-tiba, seperti sebuah pergolakan atau kekejangan dari permukaan bumi ( lihat Geologi: Sejarah Geologi: Geologi di Abad 18 dan 19). Menurut teori ini, bencana terbaru, banjir Nuh, menyeka semua kehidupan kecuali bentuk-bentuk yang masuk kedalam bahtera. Sisanya terlihat hanya dalam bentuk fosil. Dalam pandangan catastrophists, spesies yang secara individual diciptakan dan tidak berubah, yaitu, tidak berubah untuk selama-lamanya. Menurut teori evolusi Darwin mengenalkan secara luas pengertian bahwa semua kehidupan terkait dan telah diturunkan dari nenek moyang yang sama: burung-burung dan pisang, ikan-ikan dan bunga-bunga - semua terkait. Teori Darwin umum mengandaikan perkembangan kehidupan dari non-hidup dan menekankan murni naturalistik (diarahkan) "keturunan dengan modifikasi". Yaitu, makhluk rumit berevolusi dari nenek moyang yang lebih sederhana secara alami dari waktu ke waktu. Singkatnya, seperti terjadi mutasi genetik secara acak dalam suatu kode genetik organisme, mutasi yang menguntungkan dilestarikan karena bantuan mereka bertahan hidup sebuah proses yang dikenal sebagai "seleksi alam." Mutasi menguntungkan ini diwariskan ke generasi berikutnya. Seiring waktu, mutasi menguntungkan menumpuk dan hasilnya adalah organisme yang sama sekali berbeda (tidak hanya variasi asli, tapi makhluk yang sama sekali berbeda). Menurut teori darwin evolusi adalah pola dasar yang relatif muda, pandangan dunia evolusi itu sendiri sudah setua zaman purba. Anaximander filsup yunani yang diadili atas keyakinan tentang perkembangan kehidupan dari kehidupan dan non-keturunan evolusi manusia dari hewan. Charles Darwin hanya membawa sesuatu yang baru dari filsafat lama - yang masuk