10
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Rancang Bangun Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Disebut penelitian deskriptif observasional karena peneliti mencoba mengamati hubungan antara personal hygiene dengan angka kejadian skabies. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional karena penelitian hanya dilakukan pada suatu waktu tertentu. 4.2 Sumber Informasi, Populasi, Sampel, Teknik Sampling, dan Besar Sampel Penelitian 4.2.1 Sumber Informasi Penelitian Sumber informasi diperoleh dari kuesioner yang diisi langsung oleh santri pondok pesantren tarbiyatul nasyi’in cukir jombang. 4.2.2 Populasi Penelitian

BAB 4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas

Citation preview

BAB 4METODE PENELITIAN

4.1 Rancang Bangun PenelitianPenelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Disebut penelitian deskriptif observasional karena peneliti mencoba mengamati hubungan antara personal hygiene dengan angka kejadian skabies. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional karena penelitian hanya dilakukan pada suatu waktu tertentu.4.2 Sumber Informasi, Populasi, Sampel, Teknik Sampling, dan Besar Sampel Penelitian4.2.1 Sumber Informasi PenelitianSumber informasi diperoleh dari kuesioner yang diisi langsung oleh santri pondok pesantren tarbiyatul nasyiin cukir jombang.4.2.2 Populasi PenelitianPopulasi penelitian ini adalah semua santri pondok pesantren tarbiyatul nasyiin cukir jombang.4.2.3 Sampel PenelitianSampel adalah santri pondok pesantren tarbiyatul nasyiin cukir jombang sebagai subyek penelitian yang dipilih secara acak dengan memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan.Kriteria Inklusi1. Seluruh santri pondok pesantren tarbiyatul nasyiin cukir jombang dan bersedia mengikuti penelitian.2. Santri yang menunjukkan gejala klinis skabies atau memenuhi kriteria diagnosis skabiesKriteria Eksklusi1. Santri yang menunjukkan gejala-gejala klinis penyakit kulit lainnya2. Santri dengan penyakit berat lainnya4.2.4 Teknik SamplingTeknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik simple random sampling yang digunakan adalah dengan pengambilan sampel secara acak. Dengan besar sampel menggunakan rumus slovin.4.2.5 Besar Sampel Penelitian

N= N = = 234dimanan: jumlah sampelN: jumlah populasie: batas toleransi kesalahan (error tolerance)

4.3 Lokasi dan Waktu PenelitianPenelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Tarbiyatul Nasyiin Cukir Jombang pada tanggal 28 31 Januari 2015.4.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel4.4.1. Variabel PenelitianVariabel pada penelitian ini adalah variabel independent (variabel bebas) dan variabel dependent (variabel tergantung) yaitu : Variabel independent (Variabel bebas) Penelitian ini variabel independent yang digunakan adalah personal higiene pada santri pondok pesantren tarbiyatul nasyiin cukir jombang meliputi kebersihan kulit, tangan dan kuku, handuk dan tempat tidur. Variabel dependent (variabel tergantung) Variabel dependent pada penelitian ini adalah kejadian scabies pada santri pondok pesantren tarbiyatul nasyiin cukir jombang. 4.4.2 Definisi Operasional- Personal higiene adalah kebersihan diri yang meliputi kebersihan kulit (dilihat berdasarkan frekuensi mandi dalam sehari, menggunakan sabun atau tidak ketika mandi), tangan dan kuku, handuk dan tempat tidur.1) Kebersihan kulit adalah frekuensi mandi dalam sehari, menggunakan sabun atau tidak ketika mandi a) Skala pengukuran : Nominalb) Kategori :(1) Ya : bila skor jawaban > 80% dengan catatan sesuai pertanyaan tentang kebersihan kulit (2) Tidak : bila skor jawaban < 20% dengan catatan sesuai pertanyaan tentang kebersihan kulit

2) Kebersihan tangan dan kuku adalah keberihan tangan dan kuku sebelum memulai aktifitas dan memotong kukua) Skala pengukuran : Nominalb) Kategori : (1) Ya : bila skor jawaban 100%3) Kebersihan Handuk meliputi bergantian handuk dengan teman dan perawatan handuk secara bersama-samaa) Skala pengukuran : Nominalb) Kategori :(1) Ya : bila skor jawaban > 60%, dengan catatan pertanyaan dengan catatan sesuai pertanyaan tentang kebersihan handuk(2) Tidak : bila skor jawaban < 40%, dengan catatan sesuai pertanyaan tentang kebersihan handuk3) Kebersihan pakaian meliputi bergantian pakaian dengan teman dan perawatan pakaiana) Skala pengukuran : Nominalb) Kategori :(1) Ya : bila skor jawaban > 60%, dengan catatan pertanyaan dengan catatan sesuai pertanyaan tentang kebersihan handuk(2) Tidak : bila skor jawaban < 40%, dengan catatan sesuai pertanyaan tentang kebersihan handuk3) Kebersihan tempat tidur meliputi pergantian sprei dan perawatan tempat tidura) Skala pengukuran : Nominalb) Kategori :(1) Ya : bila skor jawaban > 50%, dengan catatan pertanyaan dengan catatan sesuai pertanyaan tentang kebersihan handuk(2) Tidak : bila skor jawaban < 50%, dengan catatan sesuai pertanyaan tentang kebersihan handuk- Kejadian skabies adalah santri yang menderita skabies di Pondok Pesantren tarbiyatul nasyiin cukir jombang berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Dokter Muda FK UMM dan Rekam Medis 2 tahun terakhir .a. Skala pengukuran : Nominalb. Kategori : (1) Ya : bila skor jawaban 100% 4.5 Cara Pengumpulan DataPenelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh responden dan hasil skrinning serta data sekunder dari rekam medis .

4.6 Instrumen PenelitianPenelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 32 pertanyaan mengenai kebersihan personal higiene dan kejadian skabies, alat tulis, dan kamera digital.4.7 Uji Validitas dan Reabilitas4.7.1 Uji validitasUji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana instrumen dapat mengukur apa yang seharusnya diukur, sesuai dengan yang dimaksudkan oleh peneliti, dengan kata lain untuk mengetahui apakah item pertanyaan yang ada pada kuesioner valid dan dapat digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, akan di uji validitasnya menggunakan hubungan korelasi Product Moment dengan bantuan komputer, pada program SPSS for windows. Kuesioner ini diujikan pada 20 orang sampel, maka dapat dikatakan valid jika r-hitung > dari r-tabel 0,444.4.7.2 Uji reabilitasUji reabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana instrumen yang digunakan dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan instrumen yang sama (Soekidjo Notoatmodjo, 2005). Data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, akan di uji reabilitasnya menggunakan rumus Cronbachs Alpha dengan bantuan komputer, pada program SPSS for windows. Kuesioner ini diujikan pada 20 orang sampel, maka dapat dikatakan reliabel jika Alpha > dari r-tabel 0,666.4.8 Analisis DataAnalisis ini dilakukan untuk menguji hubungan variabel bebas dan variabel terikat dengan uji statistik chi square dengan menggunakanbantuan perangkat lunak dengan tingkat signifikan 0,05 (taraf kepercayaan 95%). Dasar pengambilan keputusan dengan tingkat kepercayaan 95% :a. Jika nilai sig 0,05 maka Ho diterima.b. Jika nilai sig 0,05 maka H o ditolak (Budiarto, 2001)