BAB 2 Landasan Teori Teori umum adalah sebuah pernyataan ... ?· 2.1.8 Arsitektur Data Warehouse Menurut…

  • Published on
    06-Mar-2019

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

7

BAB 2

Landasan Teori

2.1 Teori Umum

Teori umum adalah sebuah pernyataan yang dianggap benar maka

akan berlaku secara universal. Teori umum merupakan dasar untuk

mengembangkan teori selanjutnya yang lebih khusus (spesifik). Berikut teori

umum yang digunakan:

2.1.1 Pengertian Data

Menurut Wahyudi (2008:2) pengertian data adalah informasi yang

telah diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih sederhana untuk

melakukan suatu proses. Sehubungan dengan komputer saat ini dan media

transmisi, jadi data adalah informasi yang diubah menjadi bentuk digital

biner.

Sedangkan menurut Agus Mulyanto (2009:15) pengertian data adalah

merupakan definisi sebagai representasi dunia nyata mewakili suatu objek

seperti manusia, hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang

direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau

kombinasinya. Dengan kata lain data merupakan kenyataan yang

menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan yang nyata. Data merupakan

material atau bahan baku yang belum mempunyai makna atau belum

berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perlu diolah untuk

dihasilkan sesuatu yang lebih bermakna.

Adapun pendapat lain, menurut Turban (2010:41) pengertian data

adalah deskripsi dasar yang berasal dari sebuah benda, peristiwa, aktivitas

dan transaksi yang direkam, dikelompokkan, dan disimpan, akan tetapi

belum terorganisir untuk menyampaikan arti tertentu.

2.1.2 Pengertian Informasi

Menurut Agus Mulyanto (2009:12) pengertian informasi adalah data

yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang

menerima nya, Sedangkan data merupakan sumber informasi yang

8

menggambarkan suatu kejadian nyata yang berdasarkan peristiwa dan

keadaan.

Sedangkan menurut Jimmy L.Goal (2008:8) pengertian informasi

adalah suatu data yang telah diproses atau diolah kedalam bentuk yang

berarti atau bermakna untuk penerimanya dan merupakan nilai yang

sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan sekarang atau

nantinya.

Selanjutnya menurut Edy Sutanta (2009:8), pengertian informasi

adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti

bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi

ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu

keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif

dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.

Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal

yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time

liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan

(Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten.

2.1.3 Pengertian Database

Menurut Winarno (2013:117), pengertian database adalah tempat atau

wadah sebuah data. Secara istilah kumpulan informasi yang disimpan

didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diambil datanya atau

diolah menggunakan suatu program.

Selanjutnya menurut Connolly dan Begg (2010:65), database adalah

sekumpulan data tersebar yang berhubungan secara logis, dan penjelasan

dari data ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu

organisasi.

2.1.4 Pengertian Database Management System (DBMS)

Menurut Connolly dan Begg (2010:66), database management system

(DBMS) adalah sebuah sistem software atau piranti lunak yang

memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat, me-maintain,

dan mengontrol akses ke database.

9

2.1.5 Pengertian Structured Query Language (SQL)

Menurut Raharjo (2011:55), SQL adalah kependekan dari Structured

Query Language, yang merupakan bahasa atau kumpulan perintah standar

yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database.

Sedangkan menurut Ichwan (2011:20), pengertian bahasa SQL adalah

bahasa yang mempunyai fungsi untuk membangun sebuah basis data,

menjalankan query terhadap basis data, dan melakukan penambahan,

pengurangan, perubahan terhadap data yang sudah ada di dalam database.

2.1.6 Pengertian Data Warehouse

Menurut Sharda dan Turban (2014:64), data warehouse adalah

kumpulan data yang dihasilkan untuk mendukung pengambilan keputusan,

dan juga merupakan repository data. Data biasanya akan terstruktur dan

tersedia dalam bentuk yang siap digunakan untuk kegiatan pengolahan

analisis.

Menurut Paul Lane (2007:29), data warehouse adalah sebuah

relational database yang dirancang untuk query dan analisis. Bukan untuk

pemrosesan transaksi. Biasanya berisi historical data yang berasal dari

data transaksi, tetapi bisa termasuk data yang berasal dari sumber lain.

Data warehouse juga memungkinkan menggabungkan data dari berbagai

macam sumber.

2.1.7 Karakteristik Data Warehouse

Menurut Ralph Kimball dan Margy Ross. (2010:30), karakteristik

data warehouse terdiri dari subject-oriented, integrated, time variant,

nonvolatile. Keempat karakteristik tersebut saling terhubung satu sama

lain sehingga semuanya harus diimplementasikan untuk merancang data

warehouse.

2.1.7.1 Subject Oriented

Data warehouse bersifat subject oriented, merupakan data

warehouse yang didesain untuk menganalisa data berdasarkan

10

subject-subject tertentu dalam organisasi, bukan pada proses atau

fungsi aplikasi tertentu.

Gambar 2.1 Karakteristik Data Warehouse : Subject-Oriented

(Sumber: W. H. Inmon, 2005:30)

2.1.7.2 Integrated

Data warehouse bersifat integrated, merupakan data

warehouse yang dapat menyimpan data-data yang berasal dari

umber-sumber yang terpisah kedalam suatu format yang konsisten

dan saling terintegrasi satu dengan lainnya. Dengan demikian data

tidak bisa dipecah-pecah karena data yang ada merupakan suatu

kesatuan yang menunjang keseluruhan konsep data warehouse itu

sendiri.

Gambar 2.2 Karakteristik Data Warehouse : Integrated

(Sumber: W. H. Inmon, 2005:31)

11

2.1.7.3 Time Variant

Data warehouse bersifat time-variant artinya data yang ada di dalam

data warehouse selalu akurat dalam periode tertentu dan memiliki banyak

variant waktu (time-variant). Aspek yang menunjukkan karakteristik time-

variant dalam data warehouse adalah sebagai berikut:

Gambar 2.3 Karakteristik data warehouse : Time Variant

(Sumber: W. H. Inmon, 2005:35)

2.1.7.4 Non-Volatile

Data warehouse bersifat non-volatile, artinya adalah

data pada data warehouse tidak di-update secara real time,

tetatpi di refresh dari sistem operasional secara reguler. Jadi

pengguna tidak dapat mengubah data yang ada di dalam data

warehouse. Berbeda dengan database operasional yang

memiliki tiga kegiatan operasi, seperti insert, update, dan delete.

Data warehouse hanya memiliki dua kegiatan yaitu loading dan

akses.

12

Gambar 2.4 Karakteristik Data Warehouse : Non-Volatile

(Sumber: W. H. Inmon, 2005:32)

2.1.8 Arsitektur Data Warehouse

Menurut Connoly dan Begg (2010:1156), arsitektur data

warehouse memiliki empat karakteristik yang saling berkaitan yang harus

dimiliki oleh data warehouse, yaitu sebagai berikut:

1. Data di ambil dari sistem asal, database, dan file.

2. Data dari sistem asal diintegrasikan dan ditransformasi sebelum

disimpan ke dalam database management system (DBMS) seperti

Oracle, Ms SQL, server, sybase dan masih banyak yang lainnya.

3. Data warehouse merupakan sebuah database terpisah, bersifat hanya

dapat dibaca yang dibuat khusus untuk mendukung pengambilan

keputusan.

4. Pengguna dapat mengakses data warehouse melalui aplikasi front end

tool.

Arsitektur dan komponen utama dari data warehouse dapat

dilihat pada gambar berikut ini:

13

Gambar 2.5 Arsitektur dan Komponen Utama Data Warehouse

(Sumber: Conolly, T. M., Begg, 2010:1157)

a. Operational Data

Sumber data dari data warehouse dapat berasal dari:

Mainframe operasional data yang memegang kendali di

hierarki generasi pertama dan di database jaringan.

Departemental data yang memegang kendali di kepemilikan

sistem file seperti VSAM, RMS, dan relational DBMS.

Private data yang memegang kendali di workstation dan

private server.

External System seperti internet, database komersial yang

tersedia atau database yang berhubungan dengan organisasi

pelanggan

b. Operational Data Store (ODS)

Operational Data Store menampung data yang di ekstrak dari

sistem utama atau sumber-sumber data yang ada dan kemudian data

dari hasil ekstrasi tersebut dibersihkan.

ODS diciptakan ketika sistem operasional tidak mampu

mencapai kebutuhan sistem pelaporan. ODS menyediakan manfaat

yang berguna dari suatu relational database dalam mengambil

keputusan yang mendukung fungsi data warehouse.

14

c. Load Manager

Load Manager melakukan semua operasi yang berhubungan

de

Recommended

View more >