Click here to load reader

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Alat Musik Tradisionalrepository.usu.ac.id/bitstream/123456789/58286/3/Chapter II.pdf · Alat Musik Tradisional . Alat musik tradisional adalah alat musik

  • View
    26

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Alat Musik...

  • BAB 2

    LANDASAN TEORI

    2.1. Alat Musik Tradisional

    Alat musik tradisional adalah alat musik khas yang terdapat di daerah-daerah seluruh

    tanah air. Jenisnya banyak sekali, karena hampir setiap daerah memiliki alat musik

    sendiri. Dari cara memainkannya, alat musik trdisional ini dapat dibedakan, alat musik

    pukul (perkusi), alat musik tiup, alat musik petik, dan alat musik gesek. Musik juga

    memiliki fungsi sebagai sarana atau media ritual, media hiburan media ekspresi diri,

    media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. (Akbar, 2011).

    2.2. Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

    Alat musik tradisional Sumatera Utara beragam jenis nya, diantaranya adalah alat

    musik pukul. Terdapat delapan suku di Sumatera utara yang mempumyai alat musik

    pukul, diantara suku tersebut adalah suku Karo, suku Mandailing, suku Melayu, suku

    Nias, suku Pakpak, suku Pesisir, suku Simalungun dan suku Toba (Hirza, 2014).

    Berikut di sajikan beberapa alat musik tradisional Sumatera utara pada Tabel 2.1.

    Universitas Sumatera Utara

  • 7

    Tabel 2.1 Tabel Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

    NO Nama Alat Musik Gambar Suku

    1 Gung Penganak

    Karo

    2 Gendang

    Singindungi

    (Cagarbudaya, 2015)

    Karo

    3 Gondang Dua

    Mandailing

    4 Gordang Sembilan

    (Mondasiregar, 2014)

    Mandailing

    Universitas Sumatera Utara

  • 8

    5 Gendang

    Melayu

    6 Dol

    Melayu

    7 Gendra

    Nias

    8 Druri Dana

    (Timur, 2015)

    Nias

    Universitas Sumatera Utara

  • 9

    9 Kalondang

    Pakpak

    10 Gung Sadarabaan

    Pakpak

    11 Dulang Talam

    (Budaya, 2014)

    Pesisir

    12 Tambua

    (Ranahberita, 2014)

    Pesisir

    Universitas Sumatera Utara

  • 10

    13 Gonrang Sipitu-

    pitu

    (Mondasiregar, 2014)

    Simalungun

    14 Gonrang Sidua-

    dua

    (Midmagz, 2015)

    Simalungun

    15 Garantung

    Toba

    16 Ogung

    Toba

    Universitas Sumatera Utara

  • 11

    2.3. Augmented Reality

    Augmented Reality (AR) adalah suatu teknologi yang menggabungkan benda maya

    dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi

    lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

    AR merupakan variasi dari kombinasi Virtual Environtment (VE) dengan

    Reality Environtment (RE). Dengan dirumuskannya suatu bentuk diagram kerangka

    kemungkinan yaitu penggabungan dan peleburan dunia nyata dan dunia maya ke

    dalam sebuah kontinuum virtualitas (Virtuality Continuum). Sisi yang paling kiri

    adalah lingkungan nyata yang hanya berisi benda nyata, dan sisi paling kanan adalah

    lingkungan maya yang berisi benda maya. Untuk lebih jelasnya, dapat digambarkan

    seperti pada Gambar 2.1 (Milgram, 1994) :

    Gambar 2.1. Virtuality Continuum (Milgram, 1994)

    Pada Gambar 2.1 diatas menjelaskan bahwa dalam realitas tertambah

    (Augmented Reality), yang lebih dekat ke sisi kiri, lingkungan bersifat nyata dan

    benda bersifat maya, sementara dalam augmented virtuality atau virtualitas tertambah,

    yang lebih dekat ke sisi kanan, lingkungan bersifat maya dan bersifat nyata. Realitas

    tertambah dan virtualitas tertambah digabungkan menjadi mixed reality atau realitas

    campuran.

    Universitas Sumatera Utara

  • 12

    Tujuan dari AR adalah mengambil dunia nyata sebagai dasar dengan

    menggabungkan beberapa teknologi virtual dan menambahkan data konstektual agar

    pemahaman manusia sebagai penggunanya menjadi semakin jelas. Data konstektual

    ini dapat berupa komentar audio, data lokasi, konteks sejarah, atau dalam bentuk

    lainnya. Pada saat ini, AR telah banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti

    kedokteran, militer, manufaktur, hiburan, museum, game pendidikan, pendidikan, dan

    lain-lain.

    Dalam teknologi AR ada tiga karakteristik yang menjadi dasar diantaranya

    adalah kombinasi pada dunia nyata dan virtual, interaksi yang berjalan secara real-

    time, dan karakteristik terakhir adalah bentuk obyek yang berupa model 3 dimensi

    atau 3D. Bentuk data kontekstual dalam sistem AR ini dapat berupa data lokasi, audio,

    video ataupun dalam bentuk data model 3D.

    Beberapa komponen yang diperlukan dalam pembuatan dan pengembangan

    aplikasi AR adalah sebagai berikut :

    a) Komputer, Komputer berfungsi sebagai perangkat yang digunakan

    untuk mengendalikan semua proses yang akan terjadi dalam sebuah aplikasi.

    Penggunaan komputer ini disesuaikan dengan kondisi dari aplikasi yang

    akan digunakan. Kemudian untuk output aplikasi akan ditampilkan melalui

    monitor.

    b) Marker, Marker berfungsi sebagai gambar (image) dengan warna

    hitam dan putih dengan bentuk persegi. Dengan menggunakan marker ini

    maka proses tracking pada saat aplikasi digunakan. Komputer akan

    mengenali posisi dan orientasi dari marker dan akan menciptakan obyek

    virtual yang berupa obyek 3D yaitu pada titik (0, 0, 0) dan 3 sumbu (X, Y, Z)

    c) Kamera, Kamera merupakan perangkat yang berfungsi sebagai

    recording sensor. Kamera tersebut terhubung ke komputer yang akan

    memproses image yang ditangkap oleh kamera. Apabila kamera menangkap

    image yang mengandung marker, maka aplikasi yang ada di komputer

    tersebut mampu mengenali marker tersebut. Selanjutnya, komputer akan

    mengkalkulasi posisi dan jarak marker tersebut. Lalu, komputer akan

    menampilkan obyek 3D di atas marker tersebut.

    Universitas Sumatera Utara

  • 13

    Secara umum AR berfungsi untuk memvisualisasikan suatu obyek dalam

    waktu yang bersamaan (realtime). Adapun lebih spesifik lagi fungsi AR sebagai

    berikut:

    1) Mengkombinasikan obyek fisik dan digital interface.

    2) Menciptakan manipulasi dari model obyek virtual.

    2.3.1. Metode Pelacakan (Tracking) Augmented Reality

    Ada beberapa jenis metode pelacakan (tracking) pada AR, antara lain sebagai berikut:

    1. Elektromagnetic tracking system, mengukur medan magnet yang dihasilkan

    melalui arus listrik yang secara simultan melewati tiga kumparan kabel yang

    disusun secara tegak lurus satu dengan yang lain. Setiap kumparan kecil

    bersifat elektromagnet. Sensor sistem mengkalkulasikan bagaimana medan

    magnet terbentuk dan pengaruhnya terhadap kumpuran lainnya. Pengukuran

    tersebut menunjukkan posisi atau orientasi dan arah dari emitter.

    Reponsibilitas dari efisiensi sistem pelacakan elektromagnet sangat baik dan

    tingkat latensinya cukup rendah. Satu kekurangan dari sistem ini adalah

    apapun yang dapat menghasilkan medan magnet dapat mempengaruhi sinyal

    yang dikirim ke sensor.

    2. Accoustic tracking system, sistem pelacakan ini menangkap dan menghasilkan

    gelombang suara ultrasonic untuk mengidentifikasi orientasi dan posisi dari

    target. Sistem ini mengkalkulasi waktu yang digunakan suara ultrasonic untuk

    mencapai sensor. Sensor biasanya selalu menjaga kestabilan dalam lingkungan

    dimana pengguna menempatkan emitter. Bagaimanapun, kalkulasi dari

    orientasi serta posisi target bergantung pada waktu yang digunakan oleh suara

    untuk mencapai sensor adalah dilakukan oleh sistem. Terdapat banyak

    kekurangan pada sistem pelacakan acoustic. Suara yang lewat sangat lambat,

    sehingga tingkat update posisi target juga menjadi lambat. Efesiensi sistem

    dapat menjadi tidak efektif dengan kecepatan suara melewati udara karena

    sering kali berubah, bergantung pada kelembaban, temperatur atau tekanan

    barometer dalam lingkungan.

    Universitas Sumatera Utara

  • 14

    3. Optical tracking system, perangkat ini menggunakan cahaya untuk menghitung

    orientasi dan posisi target. Sinyal emitter dalam perangkat optical secara

    khusus terdiri atas sekumpulan LED inframerah. Sensor kamera dapat

    menangkap cahaya inframerah yang dipancarkan. LED menyala dalam pulse

    secara sekuensial. Kamera merekam sinyal pulse dan mengirim informasi

    kepada unit pemrosesan sistem. Unit tersebut kemudian dapat menghitung

    kemungkinan data untuk menentukan posisi dan orientasi target. Sistem optical

    mempunyai tingkat upload data yang cepat, sehingga latensi dapat

    diminimalisir. Kekurangan sistem ini adalah penglihatan antara kamera dan

    LED dapat menjadi gelap, bertentangan dengan proses pelacakan. Radiasi

    inframerah juga dapat membuat sistem kurang efektif.

    4. Mechanical tracking system, sistem pelacakan ini bergantung pada physical

    link antara target dan referensi titik tetap. Salah satu contohnya adalah sistem

    pelacakan mekanikal dalam lingkungan virtual reality (VR), yaitu BOOM

    display. BOOM display, sebuah head-mounted display (HMD), dipasang di

    bagian belakang dengan yang terdiri atas 2 poin artikulasi. Deteksi orientasi

    dan posisi dari sistem dilakukan melalui lengan. Tingkat update cukup tinggi

    dengan sistem pelacakan mekanikal, tetapi sistem ini memiki kekurangan yaitu

    membatasi pergerakan dari pengguna (user).

    5. Inertial navigation system, navigasi bantuan yang menggunakan komputer,

    sensor gerak (accelerometer), sensor rotasi (gyroscopes) secara continue

    dikalkulasi melalui posisi dead reckoning (proses pengukuran posisi sekarang

    seseorang, dengan menggunakan posisi yang telah ditentukan sebelumnya,

    atau memperbaikinya, dan tingkatan posisi berdasarkan kecepatan rata-rata

    dari waktu-waktu), orientasi, dan kecepatan perpindahan obyek tanpa

    membutuhkan referensi luar. Sistem ini digunakan dalam bidang transportasi

    seperti, kapal, pesawat, kapal selam, dan pesawat ruang angkasa.

    6. GPS Tracking, teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang

    memungkinkan pengguna untuk melacak suatu obyek bergerak seperti

    kendaraan, armada ataupun mobil secara realtime. GPS tracking

    Universitas Sumatera Utara

  • 15

    memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan

    koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkan dalam bentuk peta digital.

    7. Hybrid Tracking, sistem pelacakan yang merupakan gabungan dari dua atau

    lebih teknik pelacakan, hybrid tracking digunakan untuk menciptakan sistem

    pelacakan yang lebih baik. Teknik ini secara sinergis dapat meningkatkan

    kesegaran (robustness), kecepatan pelacakan (tracking speed) dan akurasi, dan

    mengurangi jitter dan noice. Hybrid tracking telah banyak digunakan dengan

    gabungan beberapa teknik pelacakan (misalnya, GPS electronic compass dan

    sensor inertial dan sensor optical).

    2.3.2. Teknik Tampilan AR

    Terdapat tiga teknik tampilan pada AR yaitu head-mounted display, handheld

    displays, dan spatial display.

    1. Head-mounted display

    Head-mounted display (HMD) menempatkan gambar diantara dunia nyata dan

    obyek grafik virtual melalui pandangan user terhadap dunia nyata. Head-mounted

    display terbagi menjadi dua bagian yaitu optical see-through dan video see-

    through. Optical see-through biasanya menempatkan sebuah semi-silvered mirror

    sebelum mata pengguna. Pengguna dapat melihat dunia nyata melalui mirror

    (cermin), dan juga melihat grafik komputer digambarkan pada layar miniatur yang

    tampak pada refleksi cermin. Proses ini mempunyai efek grafik seperti munculnya

    obyek hitam transparan terhadap pengguna, memberikan pandangan tanpa

    modifikasi dari obyek nyata pada tempat yang sama. Video see-through,

    pandangan pengguna tidak secara langsung terhadap dunia nyata tetapi hanya

    sebuah miniatur hasil komputerisasi yang nampak penuh dalam layar. HMD harus

    melacak dengan sensor yang menyediakan 6DOF (six degrees of 33 freedom).

    Pelacakan ini membuat sistem dapat menyelaraskan virtual informasi ke dunia

    nyata.

    Universitas Sumatera Utara

  • 16

    2. Handheld display

    Handheld display bekerja dengan sebuah layar kecil yang pas atau sesuai dengan

    genggaman pengguna. Handheld AR merupakan solusi untuk video-see through.

    Mulanya, teknik ini bekerja dengan penanda fiducial, dan kemudian GPS, dan

    sensor MEMS (Microelectromechanical systems) seperti kompas digital,

    accelerometer, dan gyroscope. Saat ini, pelacakan tanpa marker, yaitu SLAM

    (Simultaneous localization and mapping) seperti PTAM yang mulai digunakan.

    Keuntungan utama dari handheld AR adalah mudah digunakan, dapat dibawa

    kemana-mana (portable) dan telah dilengkapi kamera.

    2.4. Vuforia

    Vuforia merupakan software library untuk augmented reality yang menggunakan

    sumber yang konsisten dan fokus pada image recognition. Vuforia mempunyai

    banyak fitur dan kemampuan yang dapat membentuk dalam pengembangan bagi

    pengguna Augmented reality. Dengan bantuan iOS, Android, dan Unity 3D, platform

    vuforia mendukung para pengembang untuk membuat aplikasi yang dapat digunakan

    hampir semua jenis smartphone.

    Gambar 2.2. Struktur Vuforia (Lestari, 2015)

    Target pada vuforia merupakan objek pada dunia nyata yang dapat dideteksi

    oleh kamera, untuk menampilkan objek virtual. Beberapa jenis target pada vuforia

    adalah :

    Universitas Sumatera Utara

  • 17

    1. Image targets, contoh : foto, papan permainan, halaman majalah, sampul buku,

    kemasan produk, poster, kartu ucapan. Jenis target ini menampilkan gambar sederhana

    dari Augmented Reality.

    2. Frame markers, tipe frame gambar 2D dengan pattern khusus yang dapat

    digunakan sebagai potongan permainan di permainan pada papan.

    3. Multi-target, contohnya kemasan produk atau produk yang berbentuk kotak ataupun

    persegi. Jenis ini dapat menampilkan gambar sederhana Augmented 3D.

    4. Virtual buttons, yang dapat membuat tombol sebagai daerah kotak sebagai sasaran

    gambar .

    2.5. Android

    Sistem operasi dari Google yang dikembangkan dari kernel Linux mempunyai

    penggunaan yang sangat pesat. Android merupakan perangkat lunak open source

    dengan dukungan komunitas yang besar sehingga dapat dimodifikasi sesuai

    kebutuhan. Seiring perkembangannya Android sekarang tidak hanya digunakan pada

    perangkat handheld seperti Smartphone dan Smart Watch, namun dengan cepat telah

    memasuki ranah otomotif, hingga perangkat elektronik pada rumah tangga seperti

    kulkas, mesin cuci dan lainnya. Sehingga tidak bisa dihindari fragmentasi perangkat

    yang menggunakan Android membuat pengembang aplikasi akan mengalami

    kesulitan untuk mendukung semua perangkat. Di sisi lain hal ini tentu juga merupakan

    tantangan dengan profit yang menggiurkan karena pangsa pasar yang didominasi

    perangkat Android. Harga perangkat yang relatif murah membuat penjualan melonjak

    tinggi yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan aplikasi Android. Pada Juli

    2013, terdapat lebih dari 50 miliar download aplikasi yang disediakan di pasar aplikasi

    Google, Play Store .

    Pengembangan aplikasi untuk Android bisa dilakukan pada semua sistem

    operasi populer mulai dari Windows, Linux, Mac OS, dan sebagainya. Software

    development kit (SDK) Android menyediakan seluruh alat yang dibutuhkan untuk

    membuat sebuah aplikasi. SDK berisi mulai dari source code Android, dokumentasi

    Universitas Sumatera Utara

  • 18

    untuk pembelajaran, contoh aplikasi, tool untuk debugging, image sistem operasi, dan

    lain sebagainya. Umumnya aplikasi Android dibuat menggunakan Java dan extensible

    markup language (XML). Namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan

    bahasa pemrograman yang lain, beberapa di antaranya adalah:

    Basic4Android atau B4A menggunakan Visual Basic. B4A dikembangkan

    oleh Anywhere Software Ltd.

    Corona SDK, dibuat oleh Walter Luh dari Corona Labs Inc. Pengembangan

    dengan Corona SDK menggunakan bahasa pemrograman Lua, yang berjalan

    di atas C++/OpenGL.

    Delphi pengembangan menggunakan Object Pascal yang dikembangkan oleh

    Embarcadero.

    Kivy, pengembangan aplikasi menggunakan Python.

    RubyMotion, pengembangan aplikasi menggunakan Ruby.

    Xamarin, menggunakan C# untuk membuat aplikasi Android.

    PhoneGap, menggunakan pemrograman web seperti HTML atau CSS.

    2.6. Android SDK

    Android SDK merupakan paket starter yang berisi tools, sample code, dan

    dokumentasi penggunaan yang berguna untuk pengembangan aplikasi Android.

    Android SDK (Software Development Kit) sebagai alat bantu dan API diperlukan

    untuk mulai mengembangkan aplikasi pada platform Android menggunakan bahasa

    pemrograman Java.

    2.7. Software Development Kit (SDK)

    Software Development Kit (SDK atau devkit) adalah sekumpulan alat pengembangan

    yang memungkinkan untuk menciptakan sebuah aplikasi untuk paket perangkat lunak

    tertentu (software package), framework perangkat lunak, platform perangkat keras,

    komputer sistem, konsol video game, sistem operasi, atau platform yang sama.

    Universitas Sumatera Utara

  • 19

    2.8. Java Development Kit (JDK)

    Java Development Kit atau disingkat JDK merupakan produk dari Oracle Corporation

    yang ditujukan untuk pengembangan perangkat lunak berbasis Java. Sejak Java

    diperkenalkan, sampai saat ini Java SDK telah banyak digunakan. Pada tanggal, 17

    November 2006, Sun memperkenalkan JDK dibawah lisensi GNU General Public

    License (GPL), sehingga penggunaannya bebas (gratis).

    JDK juga dilengkapi dengan JRE (Java Runtime Environment), biasanya

    disebut private. JRE terdiri dari JVM (Java Virtual Machine) dan semua library class

    yang terdapat lingkungan produksi, sama baiknya dengan penambahan hanya library-

    library yang berguna bagi developers, seperti library internationalization dan library

    IDL.

    2.9. Android Development Tools (ADT)

    Android Development Tools (ADT) adalah plugin untuk Eclipse Intergrated

    Development Environment (IDE) yang dirancang untuk memberikan lingkungan yang

    terpadu di mana untuk membangun aplikasi Android. ADT memperluas kemampuan

    Eclipse untuk membiarkan para developer lebih cepat dalam membuat proyek baru

    Android, membuat aplikasi UI, menambahkan komponen berdasarkan Android

    Framework API, debug aplikasi dalam pengunaan Android SDK, dan membuat file

    APK untuk mendistribusikan aplikasi. Mengembangkan aplikasi di Eclipse dengan

    ADT sangat dianjurkan dan merupakan cara tercepat untuk memulai membuat aplikasi

    android, karena banyak kemudahan-kemudahan sebagai tools yang terintegrasi seperti,

    custom XML editor, dan debug panel ouput. Selain itu ADT memberikan dorongan

    luar biasa dalam mengembangkan aplikasi Android.

    Universitas Sumatera Utara

  • 20

    2.10. Unity 3D

    Unity adalah software penyusun yang terintegrasi untuk membuat Game 3D atau

    konten interaktif lain seperti visualisasi arsitektur atau konten 3D interaktif lainnya.

    Unity Berjalan di Microsoft Windows dan Mac OS dan dapat mengembangakan game

    yang berjalan di Windows, Mac, Xbox 360, PlayStation3, Web, Wii, iOS, AnDrone dan

    baru-baru ini Flash . Dengan kata lain, fungsi Unity disini sebagai software

    pembangun aplikasi dan coding editor pada aplikasi yang akan dibuat. Unity 3D

    berperan dalam menciptakan obyek maya 3D dan proses rendering grafis sama seperti

    yang dilakukan pada lingkungan antarmuka Unity 3D.

    Pada Unity terdapat beberapa hal penting untuk membuat atau membangun suatu

    aplikasi, diantaranya yaitu:

    a. Project, merupakan kumpulan dari komponen – komponen yang dikemas menjadi

    satu dalam sebuah software agar bisa di build menjadi sebuah aplikasi. Pada

    Unity, Project berisi identitas aplikasi yang meliputi nama Project, platform

    building. Kemudian package apa saja yang akan digunakan, satu atau beberapa

    scene aplikasi, asset, dan lain – lain.

    b. Scene, dapat disebut juga dengan layar atau tempat untuk membuat layar aplikasi.

    Scene dapat dianalogikan sebagai level permainan, meskipun tidak selamanya

    scene adalah level permainan. Misal, level1 anda letakkan pada scene1, level2

    pada scene2, dst. Namun scene tidak selamanya berupa level, bisa jadi lebih dari

    satu level anda letakkan dalam satu scene. Game menu biasanya juga diletakkan

    pada satu scene tersendiri. Suatu scene dapat berisi beberapa Game Object. Antara

    satu scene dengan scene lainnya bisa memiliki Game Object yang berbeda.

    c. Asset dan Package, suatu asset dapat terdiri dari beberapa package. Asset atau

    package adalah sekumpulan object yang disimpan. Object dapat berupa Game

    Object, terrain, dan lain sebagainya.

    Adapun fitur-fitur yang dimiliki oleh Unity 3D antara lain sebagai berikut.

    a) Integrated Development Environment (IDE) atau lingkungan pengembangan

    terpadu,

    Universitas Sumatera Utara

  • 21

    b) Penyebaran hasil aplikasi pada banyak platform,

    c) Engine grafis menggunakan Direct3D (Windows), OpenGL (Mac, Windows),

    OpenGL ES (iOS), and proprietary API (Wii),

    d) Game Scripting melalui Mono. Scripting yang dibangun pada Mono, implementasi

    open source dari NET Framework. Selain itu Programmer dapat menggunakan

    UnityScript (bahasa custom dengan sintaks JavaScriptinspired), bahasa C # atau

    Boo (yang memiliki sintaks Python-inspired).

    Mesh merupakan bentuk dasar dari obyek 3D. Pembuatan mesh tidak

    dilakukan pada Unity. Sementara GameObjects adalah kontainer untuk semua

    Komponen lainnya. Semua obyek dalam permainan disebut game objects. Material

    digunakan dan dihubungkan dengan mesh atau renderer partikel yang melekat pada

    game object. Material berhubungan dengan penyaji Mesh atau partikel yang melekat

    pada GameObject tersebut. Mereka memainkan bagian penting dalam mendefinisikan

    bagaimana obyek ditampilkan. Mesh atau partikel Tidak dapat ditampilkan Tanpa

    material karena material meliputi referensi untuk shader yang digunakan untuk

    membuat Mesh atau Partikel. Material digunakan untuk menempatkan Tekstur ke

    GameObjects. Unity mendukung pengembangan aplikasi Android.

    Sebelum dapat menjalankan aplikasi yang dibuat dengan Unity Android

    diperlukan adanya pengaturan lingkungan pengembang Android pada perangkat.

    Untuk itu pengembang perlu men-download dan menginstal SDK Android dan

    menambahkan perangkat fisik ke sistem.

    Unity Android memungkinkan pemanggilan fungsi kustom yang ditulis dalam

    C/C + + secara langsung dan Java secara tidak langsung dari script C #. Perbedaan

    mendasar antara Unity desktop dan unity Android yang perlu diketahui yaitu:

    1. Dynamic typing pada JavaScript tidak diperbolehkan dalam Unity Android.

    2. Terrain Engine tidak didukung pada perangkat Android.

    3. ETC sebagai Texture Compression di Persatuan Android tidak mendukung

    PVRTC/ ATC,.

    4. Movie texture tidak didukung pada Android, tetapi streaming video layar penuh

    disediakan melalui fungsi scripting.

    Universitas Sumatera Utara

  • 22

    2.11. FL Studio 11

    FL Studio 11 merupakan software yang memungkinkan Anda untuk membuat musik

    elektronik tergantung pada inspirasi dari musisi. FL Studio hanya memberikan

    informasi yang diperlukan bagi pengguna untuk dapat membuat musik sendiri dan

    bahwa, tanpa alat musik gitar, piano. Hal ini juga memungkinkan pengguna untuk

    beat slicing, pitch shifting, audio editing dan chopping. Perangkat lunak ini dapat

    bekerja dengan beberapa format memastikan bahwa pengguna dapat berbagi, bermain

    dan menggunakan penciptaan setiap saat dan pada perangkat apapun. Audio dapat

    diekspor atau diimpor ke beberapa format seperti WAV, OGG, MIDI, ZIP, MP3 atau

    perangkat lunak .FLP. Software ini meliputi lima jendela yang semuanya dapat

    diakses dengan tombol pada toolbar. Jendela ini bekerja sama dengan FL Studio

    sehingga dapat membantu pengguna dalam menciptakan musiknya dengan mudah. FL

    Studio 11 menyediakan alat-alat khusus untuk pengguna untuk setiap versi:

    Synthmaker, Direct X, iris X, samplers (editing gelombang, rekaman sampel, efek

    DSP). Plug-in telah diperbarui untuk seperti FL Flowstone, Harmor dan Newtone 2.

    bassdrum, GSM, Patcher dan plug-in lain juga telah ditambahkan. Trek playlist

    mencapai sekarang jumlah 199.

    2.12. Blender 3D

    Blender adalah program aplikasi 3D yang bersifat opensource, bebas untuk

    dikembangkan oleh penggunanya atau didistribusikan kembali dan bersifat Legal.

    Blender dapat di gunakan untuk modeling, UV unwarpping, Texturing, Rigging, Water

    Simulations, Skinning,Editing, Compositing, dan membuat interactive 3D

    applications, Termasuk Games. Namun pada pembuatan aplikasi ini Blender 3D

    hanya berfungsi sebagai pembentuk Obyek (modelling) dan pemberian animasi.

    Adapun keunggulan Blender 3D sebagai berikut:

    1) Interface yang user friendly dan tertata rapi.

    2) Tool untuk membuat obyek 3D yang lengkap meliputi modeling, UV mapping,

    3) Texturing, rigging, skinning, animasi, particle dan simulasi lainnya, scripting,

    rendering, compositing, post production dan game creation.

    Universitas Sumatera Utara

  • 23

    4) Cross Platform, dengan uniform GUI dan mendukung semua platform.

    5) Blender 3D bisa anda gunakan untuk semua versi windows, Linux, OS X,

    FreeBSD, Irix, Sun dan sistem operasi yang lainnya.

    6) Kualitas arsitektur 3D yang berkualitas tinggi dan bisa dikerjakan dengan lebih

    cepat dan efisien.

    7) Dukungan yang aktif melalui forum dan komunitas.

    8) File Berukuran kecil.

    9) Free (gratis).

    2.13. Adobe Photoshop

    Adobe photoshop adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang

    dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini

    banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaaniklan sehingga dianggap

    sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto,

    dan, bersamaAdobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi

    oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS

    (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut

    Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 , versi

    keduabelas adalah Adobe Photoshop CS5 , dan versi terbaru adalah Adobe Photoshop

    CC.

    Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; versi

    9 ke atas juga dapat digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan

    perangkat lunak tertentu seperti CrossOver.

    2.14. Marker

    Marker digunakan sebagai penanda yang terekam dalam kamera secara realtime.

    Deteksi berbasis marker menggunakan pengolahan citra, yang akan menjadi peletakan

    obyek (maya) dapat memunculkan animasi 3D. Marker yang dimaksud disini adalah

    pola yang dibuat dalam bentuk gambar yang akan dikenali oleh kamera. Pola marker

    dapat dibuat menggunakan Adobe Photoshop.

    Universitas Sumatera Utara

    https://id.wikipedia.org/wiki/Fotograferhttps://id.wikipedia.org/wiki/Digitalhttps://id.wikipedia.org/wiki/Iklanhttps://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Acrobathttps://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Windowshttps://id.wikipedia.org/wiki/Mac_OS_Xhttps://id.wikipedia.org/wiki/Mac_OShttps://id.wikipedia.org/wiki/Linuxhttps://id.wikipedia.org/w/index.php?title=CrossOver&action=edit&redlink=1

  • 24

    Ada beberapa jenis (metode) penggunaan marker AR, yaitu marker base tracking

    dan markerless tracking. Terdapat perbedaan antara pelacakan berbasis marker

    (marker based tracking) dan pelacakan markerless (markerless tracking). Pada

    pelacakan berbasis marker posisi kamera dan orientasi kamera dhitung dengan marker

    yang telah ditetapkan. Sementara pelacakan markerless, menghitung posisi antara

    kamera/pengguna dan dunia nyata tanpa referensi apapun, hanya menggunakan titik-

    titik fitur alami (edge, corner. garis atau model 3D). Markerless AR merupakan salah

    satu metode AR tanpa menggunakan frame marker sebagai obyek yang dideteksi.

    Dengan adanya Markerless AR, maka penggunaan marker sebagai tracking object

    yang selama ini menghabiskan ruang, akan digantikan dengan gambar, atau

    permukaan apapun yang berisi dengan tulisan, logo, atau gambar sebagai tracking

    oject (obyek yang dilacak) agar dapat langsung melibatkan obyek yang dilacak

    tersebut sehingga dapat terlihat hidup dan interaktif dan juga tidak lagi mengurangi

    efisiensi ruang dengan adanya marker.

    Pada kasus ini marker yang digunakan adalah Markerless Tracking, namun untuk

    marker yang digunakan bukan sembarang marker tetapi marker yang telah

    diregistrasikan pada Vuforia, agar dapat dikenal oleh AR devices. Jenis marker pada

    Vuforia yaitu bersifat markerless, artinya bentuk marker yang akan digunakan dapat

    berupa gambar bebas namun harus sudah diregistrasikan di situs resmi Vuforia.

    2.15. Penelitian Terdahulu

    Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dengan augmented reality antara lain :

    1. Nugraha, S (2009) dalam penelitiannya membahas tentang Pemamfaatan

    Augmented Reality untuk pembelajaran pengenalan alat musik

    pianomenggunakan metode pembelajaran berbasis augmented reality yang

    dibuat dengan menggunakan Unity sebagai komponen yang utama dan

    dengan menggunakan 3DS Max sebagai software untuk menghasilkan gambar

    yang menarik. Proses perancangan dan pembuatan metode pembelajaran ini

    menggunakan prototyping.

    Universitas Sumatera Utara

  • 25

    2. Ramadiyan, A (2011) dalam penelitiannya membahas tentang Prototipe

    Augmented Reality untuk mengenalkan Gamelan berbasis web

    memungkinkan komputer untuk menampilkan obyek virtual secara tepat di

    sebuah obyek nyata secara real time.

    3. Lim,J,H et al (2014) dalam penelitiannya melakukan Implementasi A Study on

    Web Augmented Reality based Smart Exhibition System Design for User

    Participating . memberikan desain pada augmented reality (AR) berdasarkan

    sistem pameran cerdas untuk mendorong partisipasi pengguna.

    Universitas Sumatera Utara