Click here to load reader

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA - BINA NUSANTARA | Library ...library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-2-00654...Hansen dan Mowen (1994) mengatakan bahwa sistem informasi manajemen, termasuk

  • View
    219

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of BAB 2 KAJIAN PUSTAKA - BINA NUSANTARA | Library...

  • BAB 2

    KAJIAN PUSTAKA

    2.1 Pengertian Manajemen

    Kata manajemen sendiri berasal dari bahasa perancis kuno yaitu management, yang

    memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Menurut Robbins dan Coulter (2007, p8)

    manajemen adalah proses pengoordinasian kegiatan kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan

    tersebut terselesaikan secara efisien dan efektif dengn dan melalui orang lain. Efisiensi mengacu

    pada memperoleh output terbesar dengan input terkecil, digambarkan sebagai melakukan segala

    sesuatu secara benar. Sedangkan efektivitas mengacu pada menyelesaikan kegiatan kegiatan

    sehingga sasaran organisasi dapat tercapai, digambarkan sebagai melakukan segala sesuatu

    yang benar .

    Menurut pendapat Dyck dan Neubert (2010), management is the process of planning,

    organizing, leading, and controlling human and other organizational recources in order to

    effetively achive organizational goals. Manajemen adalah proses perencanaan, mengorganisir,

    memimpin, dan pengontrolan manusia dan sumber organisasi lainnya untuk mencapai tujuan

    organisasi.

    Wiliams (2011) berpendapat bahwa, management is getting work done through others.

    Manajemen adalah menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain.

    Menurut solihin (2009,p4) manajemen dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan,

    pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian dari berbagai sumber daya organisasi untuk

    mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

    Menurut Heene dan Desmidt (2010, p8) manajemen adalah serangkaian aktivitas manusia

    yang berkesinambungan dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkannya.

  • Berdasarkan tanggapan para ahli tentang definisi dari manajemen, penulis menyimpulkan

    bahwa manajemen adalah sebuah proses yang dimulai dari perencanaan, pengaplikasian, hingga

    pengawasan semua sumber daya yang berada dalam suatu organisasi sehingga dapat mencapai

    tujuan dari organisasi tersebut secara efektif dan efisien.

    2.2 Fungsi Fungsi Manajemen

    Menurut Robbins dan Coulter (2007, p9) fungsi manajemen terdiri dari:

    1. Merencanakan

    Fungsi manajemen yang mencakup proses mendefinisikan sasaran, menetapkan strategi

    untuk mencapai sasaran itu, dan menyusun rencana untuk mengintegrasikan dan

    mengoordinasikan sejumlah kegiatan.

    2. Mengorganisasi

    Fungsi manajemen yang ada mencakup proses menentukan tugas apa yang harus

    dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagaimana cara mengelompokkan tugas tugas

    itu, siapa harus melapor ke siapa, dan dimana keputusan harus dibuat.

    3. Memimpin

    Fungsi manajemen yang mencakup memotivasi bawahan, mempengaruhi individu atau

    tim sewaktu mereka bekerja, memiliki saluran komunikasi yang paling efektif, dan

    memecahkan dengan berbagai cara masalah perilaku karyawan.

    4. Mengendalikan

    Fungsi manajemen yang mencakup memantau kinerja actual, membandingkan actual

    dengan standar, dan membuat kroeksinya, jika perlu.

  • 2.3 Tingkatan Tingkatan Manajemen

    Menurut Solihin (2009, p11) dalam sebuah perusahaan terdapat tiga tingkatan manager,

    yaitu :

    1. Manajemen puncak ( Top Management)

    Manajemen puncak atau biasa disebut dengan Top Management merupakana eksekutif

    tertinggi diperusahaan yang akan menetapkan tujuan dan strategi perusahaan secara

    keseluruhan.

    2. Manajemen Menengah (Middle Management)

    Manajer menengah bertanggung jawab mengimplementasikan berbagai kebijakan yang

    telah dibuat oleh manajemen puncak.

    3. Manajemen lini pertama (First Line Management)

    Merupakan manajemen jenjang pertama yang memimpin karyawan non manajer dan

    berada dibawah pengendalian manajemen menengah.

    2.4 Pengertian Akuntansi Manajemen

    Manajemen memerlukan suatu sistem informasi yang dapat mengidentifikasi masalah,

    memecahkan masalah, dan mengevaluasi kinerja. Sistem informasi akuntasi dalam organisasi

    dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi

    keuangan. Dalam perkembangannya, informasi yang disediakan akuntansi keuangan tidak

    relevan lagi untuk pengambilan keputusan bagi pihak manajemen.

    Akuntansi manajemen menyediakan informasi bagi manajemen dalam melakukan proses

    manajemen yang meliputi aktivitas perencanaan, pengambilan, keputusan dan pengendalian.

    Menurut Wayne (1991,p18) management accounting is concerned with providing financial

  • information to person inside the organization, especially manager yang artinya akuntansi

    manajemen berkaitan dengan penyediaan informasi keuangan kepada orang dalam organisasi,

    terutama manajer.

    2.5 Pengertian Manajemen Strategis

    Menurut Luis dan Biromo (2007, p52), strategi adalah serangkaian aktivitas yang

    dilakukan secara berbeda dibandingkan dengan pesaing untuk memberikan nilai tambah kepada

    pelanggan

    Menurut Pearce dan Robinson (1997), manajemen strategi didefinisikan sebagai

    sekumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan

    (implementasi) rencana rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran sasaran perusahaan.

    Ini terdiri dari Sembilan tugas penting :

    1. Merumuskan misi perusahaan, meliputi rumusan umum tentang maksud keberadaan

    (purpose), filosofi (philosophy), dan tujuan (goals)

    2. Mengembangkan profil perusahaan yang mencerminkan kondisi intern dan

    kapabilitasnya,

    3. Menilai lingkungan system perusahaan, meliputi baik pesaing maupun factor factor

    kontekstual umum.

    4. Menganalisis opsi perusahaan dengan mencocokan sumber dayanya dengan lingkungan

    ekstern

    5. Mengidentifikasi opsi yang paling dikehendaki dengan mengevaluasi setiap opsi yang

    ada berdasarjan misi perusahaan.

  • 6. Memilih seperangkat perusahaan jangka panjang dan strategi umum (gran strategi) yang

    akan mencapai pilihan yang paling dikehendaki

    7. Mengembangkan sasaran tahunan dan strategi jangka pendek yang sesuai dengan sasaran

    jangka panjang dan strategi umum yang dipilih

    8. Mengimplementasikan pilihan strategi dengan cara mengalokasikan sdm, struktur,

    tekhnologi, dan system imbalan

    9. Mengevaluasi keberhasilan proses strategi sebgai masukan bagi pengambilan keputusan

    yang akan datang.

    Seperti ditunjukan oleh kesembilan tugas ini, menejemen meliputi perencnaan,

    pengarahan, pengorganisasian, pengendalian atas keputusan - keputusan dan tindakan tindakan

    perusahaan yang berkaitan dengan strategi. Strategi diartikan oleh para manajer sebagai rencana

    mereka yang berskala besar dan berorientasi kepada masa depan untuk berinteraksi dengan

    lingkungan persaingan guna mencapai sasaran sasaran perusahaan. Strategi adalah rencana

    main suatu perusahaan. Meskipun rencana itu tidak secara persis merinci semua pemanfaatan

    SDM, keuangan, dan bahan dimasa mendatang, ia memberikan kerangka untuk keputusa

    keputusan manejerisan. Strategi mencerinkan kesadaran perusahaan mengenai bagaimana,

    kapan, dan dimana ia harus bersaint ; melawan siapa ; dan untuk maksud (purpose) apa.

    Sedangkan menurut David (2009) strategi adalah saran bersama tujuan jangka panjang

    yang hendak dicapai. Menurut Solihin (2009) strategi tidak didefinisikan semata semata

    sebagai cara untuk mencapai tujuan karena strategi dalam konsep manajemen strategi

    mencangkup juga pada penetapan berbgai tujuan itu sendiri (melalui keputusan strategi yang

    dibuat oleh menejemen perusahaan) yang diharapkan akan menjamin terpeliharanya keunggulan

    bersaing perusahaan.

  • Menurut Wheelen dan Hunger (2006) manajemen strategic merupakan serangkaian

    keputusan dan tindakan manajerial yang akan menentukan kinerja jangka panjang perusahaan.

    Menurut Robbins dan Coulter (2007) manajemen strategic adalah sekelompok keputusan

    dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang organisasi.

    Menurut Heene dan Desmidt (2010) manajemen strategic adalah kesatuan proses

    manajemen pada suatu organisasi yang berulang ulang dalam mencptakan nilai serta

    kemampuan untuk menghantar dan memperluas distribusinya kepada pemangku kepentingan

    ataupun pihak lain yang berkepentingan.

    2.6 Tahap tahap Manajemen Strategi

    Tahap tahap management strategic menurut Wheelen dan Hunger (2006) mencakup:

    1. Environmental Scanning

    Suatu kegiatan monitoring, pengevaluasian sertapenyebaran informasi yang berasal

    dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan kepada personel kunci di dalam

    perusahaan.

    2. Perumusan strategi (strategy Formulation)

    Pada tahap ini perusahaan secara berkala mengkaji kembali misi dan tujuan

    perusahaan serta merumuskan strategi yang sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan.

    3. Implementasi Strategi (Strategy Implementation)

    Tujuan dan strategi perusahaan yang telah dibuat akan dapat diimplementasikan

    dengan baik apabila tujuan dan strategi tersebut dituangkan kedalam rangkaian kegiatan

    dalam bentuk program yang terjadwal dengan jelas serta memperoleh alokasi sumber

  • daya yang memadai yang telah dituangkan dalam bentuk anggaran (budget) yang akan

    mendukung setiap program.

    4. Evaluasi dan Pengadilan (Evaluation dan Control)

    Pada tahap evaluasi, perusahaan akan membandingkan kinerja actual (actual

    performance) yang dicapai perusahaan dengan stadart kinerja. Hasil evaluasi dan

    pengendalian selanjutnya menjadi umpan balik (feedback) bagi perusahaan sehingga

    memungkinkan perusahaan melakukan perbaikan dalam setiap langkah proses strategic

    management sejak environmental scanning sampai tahap evaluation and control.

    Berdasarkan pendapat para ahli, penulis menyimpulkan bahwa manajemen strategi

    merupakan arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada perkembangan suatu strategi atau

    strategi strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.

    2.7 Hubungan antara Manajemen Strategi dan Akuntansi Manajemen

    Manajemen dalam mengambil keputusan bisnis juga harus dilandasi oleh pemikiran yang

    bersifat strategic. Hal hal yang bersifat strategic ini sangat dipengaruhi oleh keadaan

    lingkungan yang dihadapi badan usaha.

    Hansen dan Mowen (1994) mengatakan bahwa sistem informasi manajemen, termasuk

    sistem akuntansi biaya, harus memberikan informasi yang tepat waktu dan relevan untuk

    mendukung misi strategis manajemen dan itu merupakan operasi yang terkait. Dalam hal ini,

    akuntansi manajemen yang ada di dalam suatu perusahaan dapat memberikan informasi untuk

    membantu dalam pengembangan dan penerapan manajemen strategi yang ada di dalam suatu

    perusahaan.

  • Menurut Shank dan Govindarajan (1993,p6) manajemen bisnis adalah proses bersepeda

    kelanjutan dari:

    1. Merumuskan Strategis

    2. mengkomunikasikan strategi seluruh organisasi

    3. mengembangkan dan melaksanakan taktik untuk menerapkan satu strategi

    4. mengembangkan dan mengimplementasikan kontrol untuk memantau keberhasilan

    dari langkah-langkah implementasi dan karenanya keberhasilan dalam memenuhi

    tujuan strategis

    Dalam hal ini manajemen akuntansi memainkan suatu peranan penting pada tiap tahapan

    siklus tersebut.

    Menurut Hansen dan Mowen (1994) strategi biaya adalah penggunaan data biaya untuk

    mengembangkan dan mengidentifikasi strategi-strategi unggul yang akan menghasilkan

    keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dimana Manajemen biaya strategi merupakan analisa

    biaya dalam konteks yang lebih luas, dimana elemen elemen strategi menjadi lebih explisit dan

    formal.

    Menurut Porter (1985,p11) ada 3 kunci utama dalam pengelolaan biaya secara efektif

    yang berkaitan dengan manajemen strategi:

    1. Analisis Rantai Nilai (Value Chain Analisis)

    Analisis yang memecah badan usaha menjadi aktivitas aktivitas yang relevan dalam

    rangka untuk memahami perilaku biaya dan sumber sumber potensial untuk

    deferensiasi.

  • 2. Analisis Strategi Penempatan (Strategic positioning Analysis)

    Analisis penempatan posisi strategis hingga kemampuan badan usaha dapat

    memberikan pertahanan yang terbaik untuk menghadapi rangkaian kekuatan

    persaingan yang ada.

    3. Cost Driver analysis

    Merupakan analisis atas factor factor yang menyebabkan timbulnya biaya, dengan

    demikian perlu dipelajari cost behavior.

    2.8 Pengertian Strategi Bersaing

    Menurut Hunger dan Wheelen (2006) strategi bersaing adalah strategi bisnis yang

    berfokus pada peningkatan posisi bersaing produk dan jasa perusahaan dalam industri atau

    segmen pasar tertentu yang dilayani perusahaan dan mengatasi masalah bagaimana

    perusahaan dan pesaingnya dapat bersaing dalam bisnis dan industri.

    Menurut Kotler dan Amstrong (2003, p274) pesaing sangat penting untuk dipelajari

    supaya bisa membuat suatu strategi pemasaran yang efektif. Suatu perusahaan perlu untuk

    mengidentifikasi strategi, tujuan, kekuatan, kelemahan dan pola reaksi pesaingnya.

    Jadi dapat disimpulkan dari beberapa teori yang ada bahwa strategi bersaing adalah

    menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya. Walaupun lingkungan yang relevan

    sangat luas, meliputi kekuatan-kekuatan sosial sebagaimana juga kekuatan-kekuatan ekonomi,

    aspek utama dari lingkungan perusahaan adalah industri dimana perusahaan tersebut

    bersaing. Struktur industri mempunyai pengaruh yang kuat dalam menentukan aturan

    permainan persaingan selain juga strategi- strategi yang secara potensial tersedia bagi

  • perusahaan, maka kuncinya terletak pada kemampuan yang berlainan diantara perusahaan-

    perusahaan yang bersangkutan untuk menanggulanginya.

    Menurut Porter (1985), ada dua hal yang mendasari strategi bersaing adalah daya tarik

    industri untuk mendapatkan kemampuan laba jangka panjang dan posisi bersaing relative dalam

    industrinya entah itu dalam negara maupun luar negara bidang produksi maupun jasa, aturan

    persaingan dicakup didalam lima kekuatan bersaing antara lain: masuknya pesaing baru,

    ancaman dari produk pengganti (subtitusi), kekuatan penawaran (tawar-menawar) pembelian,

    kekuatan penawaran pemasok, dan persaingan diantara pesaing pesaing yang ada. Lima

    kekuatan tersebut ditujukan pada gambar ini:

    Gambar 2.1 Kelima Kekuatan Bersaing Yang Menentukan Kemampuan Laba Industri

    Sumber: Michael E. Porter (1994,p5)

  • 2.9 Keunggulan Kompetitif

    Menurut Heizer dan Render (2003, p103) ada tiga bentuk rekomendasi yang dapat

    menciptakan keunggulan kompetitif (competitive advantage) diantaranya :

    a. Strategi bersaing dengan diferensiasi

    Strategi bersaing dengan diferensiasi dilakukan agar dapat menciptakan perbedaan

    yang jelas dalam penawaran barang atau jasa sehingga para pelanggan merasakannya

    sebagai pertambahan nilai. Dengan perkataan lain pelanggan menganggap barang

    atau jasa yang dibelinya lebih baik daripada barang atau jasa lainnya.

    Pertambahan nilai barang atau jasa tersebut akan menjadi alasan bagi para pelanggan

    untuk meninggalkan barang atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan lain.

    b. Strategi bersaing dengan biaya

    Strategi biaya rendah tidak mengandung arti bahwa perusahaan menghasilkan

    produk dengan mutu dan nilai yang buruk. Strategi bersaing dengan biaya merupakan

    upaya agar perusahaan dapat memberikan nilai maksimum kepada para

    pelanggan dengan biaya tertentu. Kepemimpinan biaya rendah dipasar memerlukan

    pencapaian nilai maksimum seperti yang ditentukan, diapresiasi dan diharapkan oleh

    para pelanggan tersebut. Strategi harga rendah adalah upaya untuk memasarkan

    produk yang lebih murah dibandingkan dengan produk lainnya. Untuk itu

    diperlukan peningkatan produktivitas.

    c. Strategi bersaing dengan tanggapan

    Strategi bersaing dengan tanggapan merupakan strategi yang dilakukan dengan

    reaksi yang luwes, cepat dan dapat dipercaya. Kemampuan untuk menanggapi sesuatu

    dari suatu perusahaan tampak dari kemampuannya membangun rentang nilai

  • yang berkaitan dengan pengembangan produk dan penyerahan yang tepat waktu dan

    penjadwalan yang dapat diandalkan, serta kinerja yang luas. Oleh karena itu,

    perusahaan yang bersaing dengan tanggapan perlu melakukan tiga jenis kebijakan:

    Kebijakan pengembangan produk yang lebih cepat

    Kebijakan penyerahan produk yang tepat waktu, lebih cepat dan dapat diandalkan

    Kebijakan untuk meningkatkan keluwesan dalam jumlah dan keluwesan dalam

    desain produk yang dipasarkannya.

    2.10 Strategi Bersaing Generik Versi Porter

    Menurut Porter (1994,p9) keunggulan kompetitif hanya akan diperoleh lewat salah satu

    dari dua sumber: bisa dari keunggulan menciptakan biaya yang rendah (cost leadership) atau

    dari kemampuan organisasi untuk menjadi berbeda (differentiation) dibandingkan para

    pesaingnya. Faktor kedua dalam pendekatan ini adalah cakupan produk pasar (competitif

    scope) dimana organisasi saling bersaing satu sama lain dalam pasar yang luas dan sempit.

    Gabungan dari dua faktor ini membentuk dasar dari strategi bersaing generik Porter (lihat

    Gambar2.3) yaitu (a) Kepemimpinan biaya (cost leadership), (b) Diferensiasi (differentiation)

    dan (c) Fokus (berbasis biaya atau diferensiasi).

    a. Strategi kepemimpinan biaya

    Strategi yang digunakan organisasi apabila organisasi ingin menjadi pemimpin pasar

    berbasis biaya rendah dengan basis pelanggan yang luas. Biaya disini merupakan

    total biaya produksi dan bukan pada harga.

    Keuntungan kepemimpinan biaya:

  • Perusahaan yang berbasis biaya rendah dapat memperoleh pendapatan diatas

    rata-rata meskipun persaingan dipasar sangat kuat.

    Posisi sebagai pemimpin pasar berbasis biaya juga memberikan fleksibilitas

    kepada perusahaan untuk bekerja sama dengan pemasoknya.

    Kerugian kepemimpinan biaya:

    Strategi ini sangat tergantung dengan kemampuan pesaing dalam

    mengimitasi dan meniru kesuksesan diferensiasi strategi produk.

    Perusahaan bisa terjebak dengan memberikan diferensiasi yang terlalu

    banyak pada produknya.

    b. Strategi diferensiasi

    Perusahaan akan menggunakan strategi diferensiasi bila ingin bersaing dengan

    persaing-pesaing dalam hal keunikan produk dan jasa yang ditawarkan.

    Diferensiasi dapat dilakukan dalam banyak bentuk, seperti diferensiasi dalam:

    Gengsi

    Teknologi

    Inovasi

    Fitur

    Jasa pelayanan pelanggan

    Jaringan dealer

    Kekurangan dari strategi diferensiasi:

  • Strategi ini sangat tergantung dengan kemampuan pesaing dalam

    mengimitasi dan meniru kesuksesan diferensiasi strategi produk.

    Perusahaan bisa terjebak dengan memberikan diferensiasi yang terlalu

    banyak bagi produknya.

    Dengan memberikan diferensiasi yang salah, perusahaan bisa merusak citra

    perusahaan itu sendiri.

    c. Strategi Fokus

    Perusahaan dengan strategi fokus melayani kebutuhan spesifik ceruk pasar (market

    niche). Perusahaan dapat memilih strategi fokus berbasis biaya atau diferensiasi.

    Perbedaannya terletak pada segmentasinya yang lebih kecil. (Gambar 2.2)

    memperlihatkan tiga cara melakukan segmentasi celah pasar: (1) Geografis, (2) Tipe

    konsumen, (3) Segmen lini produk.

    Keunggulan strategi fokus :

    Perusahaan bisa mendapatkan sedikit pesaing dan penjual yang mempunyai

    kekuatan tawar yang lemah apabila perusahaan menargetkan produknya pada

    segmen pasar yang kurang sensitif terhadap harga

    Perusahaan dengan strategi fokus, paham mengenai ceruk pasarnya dan

    mengenalnya dengan baik

    Kerugian strategi fokus:

    Adanya ancaman dari perusahaan berbasis diferensiasi yang mungkin akan

    mengambil celah pasar dari perusahaan strategi fokus.

    Kemungkinan perubahan rasa atau kebutuhan dari konsumen pada celah pasar

  • Kenyataan bahwa perusahaan pengadopsi strategi focus masih beroperasi pada

    skala kecil menyulitkan perusahaan untuk menurunkan biaya produksi secara

    signifikan.

    Gambar 2.2 Strategi Generik Porter

    Sumber : Michael E. Porter (1985)

    Berikut merupakan perbedaan antara strategi Cost Leadership, strategi diferensiasi, dan

    strategi fokus :

    Tabel 2.1 Perbedaan 3 Strategi Generik

    Cost Leadership Differentiation Focus

    Definisi Sebagai produsen

    yang berbiaya

    rendah dalam

    industrinya

    Berusaha menjadi

    sebuah

    perusahaan yang

    unik di dalam

    perindustriannya

    Perusahaan yang

    bersaing dalam

    cakupan

    persaingan yang

    sempit dalam

    suatu industri

    Cangkupan

    Pangsa Pasar

    Besar Besar/Kecil Kecil

    Cangkupan Besar Besar/Kecil Kecil

  • pesaing

    Strategi yang

    digunakan

    Fokus terhadap

    perilaku biaya

    terhadap konsumen

    Fokus terhadap

    permintaan

    konsumen

    Fokus terhadap

    satu lini

    produk/jasa

    Hasil yang dicapai Biaya produk/jasa

    rendah, sehingga

    harga penjualan

    produk/jasa paling

    rendah diantara

    pesaing lainnya

    Produk/jasa yang

    dihasilkan unik,

    berbeda dengan

    produk/jasa yang

    dihasilkan oleh

    para pesaing

    lainnya

    Produk/jasa yang

    dihasilkan lebih

    unggul

    disbanding

    dengan pesaing

    lainnya, karena

    khusus concern

    pada satu lini

    produk saja

    Harga Penjualan Harga rendah Harga Tinggi

    (karena tidak

    mempedulikan

    harga penjualan)

    Harga bisa

    rendah bisa juga

    tinggi,

    tergantung fokus

    terhadap biaya

    atau

    differentiation

    Sumber: diolah oleh peneliti dari buku Keunggulan Bersaing, Michael E. Porter

    2.11 Pengertian Value Chain

    Menurut Porter di dalam buku Strategic Management yang ditulis oleh David (2009),

    bisnis sebuah perusahaan paling baik dideskripsikan sebagai rantai nilai (value chain), dimana

    total pendapatan dikurangi total biaya semua aktivitas yang dilakukan untuk mengembangkan

    dan memasarkan produk atau jasa yang menghasilkan nilai. Semua perusahaan di suatu industry

    memiliki rantai nilai yang serupa, yang mencakup berbagai aktivitas seperti memperoleh bahan

  • mentah, merancang produk, membangun fasilitas manufaktur, mengembangkan perjanjian kerja

    sama, dan menyediakan layanan konsumen.

    Menurut David (2009, p227) Analisis rantai nilai (value chain analysis VCA) mengacu

    pada proses yang dengannya perusahaan menentukan biaya yang terkait dengan aktivitas

    organisasional dari pembelian bahan mentah sampai produksi dan pemasaran produk tersebut.

    Menurut Shank dan Govindaraja (1993) mengatakan bahwa analisis rantai nilai

    merupakan alat untuk memahami rantai yang membentuk suatu produk. Rantai nilai ini berasal

    dari aktivitas aktivitas yang dilakukan, mulai dari bahan baku sampai ketangan konsumen,

    termasuk juga pelayanan dalam penjualan.

    Menurut Porter (1985) menjelaskan bahwa, analisis value chain merupakan analisis

    strategic yang digunakan untuk memahami secara lebih baik terhadap keunggulan kompetitif

    untuk mengindentifikasi dimana value pelanggan dapat ditingkat atau penurunan biaya, dan

    untuk memahami secara lebih baik hubungan perusahaan dengan pemasuk/supplier, pelanggan,

    dan perusahaan lain dalam industry.

    Hansen dan Mowen (1994) rantai nilai mengidentifikasikan dan menghubungkan

    berbagai aktivitas strategic di suatu perusahaan. Sifat value chain tergantung pada sifat industry

    dan berbeda beda untuk perusahaan manufaktur, perusahaan jasa dan organisasi yang tidak

    berorientasi pada laba.

  • 2.12 Konsep Value Chain

    Menurut Porter (1993,p36) aktivitas value chain dibagi menjadi 2

    1. Aktivitas primer

    Aktivitas primer merupakan aktivitas yang terlibat dalam penciptaan fisik produk

    penjualan, penyampai kepada pembeli, dan pelayanan purna jualnya, dimana aktivitas ini

    dibagi menjadi:

    Logistic ke dalam (Inbound Logistic)

    Aktivitas ini berhubungan dengan penerimaan, penyimpanan, dan penyebaran

    masukkan ke produk, seperti penanganan material, pergudangan, pengendalian

    persediaan, penjadwalan kendaraan pengangkut, dan pengembalian barang kepada

    pemasok.

    Operasi (Operating)

    Aktivitas yang menyangkut pengubahan masukan menjadi produk akhir, seperti

    permesinan, pengemasan, perakitan, pemeliharaan alat-alat, pengujian, pencetakan,

    dan pengoperasian fasilitas.

    Logistik ke luar (Outbound Logistic)

    Aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan, pendistribusian

    fisik produk kepada pembeli, seperti pergudangan barang jadi, penanganan material,

    operasi kendaraan pengirim, pengolahan pesanan, penjadwalan.

    Pemasaran dan Penjualan (Marketing & Sales)

    Aktivitas yang menyangkut persedian sarana agar para pembeli dapat membeli

    produk dan aktivitas yang mempengaruhi pembeli agar mereka mau membelinya,

  • seperti periklanan, promosi, wiraniaga, penentuan kuota, pemilihan penyalur,

    hubungan dengan penyalur, dan penetapan harga.

    Pelayanan (Service)

    Aktivitas yang menyangkut penyediaan layanan untuk memperkuat atau menjaga

    nilai produk, seperti pemasangan, perbaikan, pelatihan, pasokan suku cadang, dan

    penyesuaian produk.

    2. Aktivitas Pendukung :

    Aktivitas yang mendukung aktivitas primer dan juga mendukung keseluruhan rantai.

    Aktivitas pendukung dibagi menjadi :

    Pembelian / Pengadaan (Procurement)

    Mengacu pada fungsi pembelian masukan yang digunakan pada rantai nilai

    perusahaan, bukan pada masukan yang dibeli itu sendiri

    Pengembangan Teknologi (Technology department)

    Setiap aktivitas yang mendukung teknologi, baik berupa pengetahuan prosedur, atau

    teknologi yang terlekat dalam peralatan proses. Ragam teknologi yang digunakan

    sangat luas, mulai dari teknologi yang digunakan dalam menyiapkan dokumen dan

    mengangkut barang sampai teknologi yang terlekat dalam produk yang dihasilkan itu

    sendiri.

    Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management)

    Terdiri atas beberapa aktivitas yang meliputi perekrutan, penerimaan, pelatihan

    pengembangan, dan kompensasi untuk semua jenis tenaga kerja.

  • Infrastruktur Perusahaan (Firm Infrastructure)

    Terdiri atas sejumlah aktivitas yang meliputi manajemen umum, perencanaan,

    keuangan, akuntasi, hukum, hubungan dengan pemerintah dan manajemen mutu

    Porter (1985,p37) menggambarkan penggolongan aktivitas aktivitas nilai dalam

    value chain badan usaha seperti pada gambar ini:

    Gambar 2.3 The Generic Value Chain

    Sumber: Michael E. Porter (1985,p37), Competitive Advantage

    3. Jenis Aktivitas

    Dalam setiap kelompok aktivitas primer dan pendukung, ada tiga jenis aktivitas yang

    memainkan peran yang berbeda dalam keunggulan bersaing:

    Langsung:

  • Aktivitas yang secara langsung terlibat dalam menghasilkan nilai bagi pembeli

    seperti: perakitan, pembuatan komponen, operasi wiraniaga, periklanan, desain

    produk, perekrutan, dan lain lain

    Tidak Langsung

    Aktivitas yang memungkinkan dilakukannya aktivitas langsung secara teratur,

    seperti pemeliharaan, penjadwalan, operasi fasilitas pabrik, administrasi tenaga

    penjualan, administrasi penelitian pencatatan kegiatan pemasok, dan sebagainya.

    Pemastian mutu

    Aktivitas yang menjamin mutu aktivitas lain, seperti pemantauan, inspeksi,

    pengujian, peninjauan, pemeriksaan, penyesuaian, dan pengerjaan perbaikan

    produk.

    2.13 Pengertian Pemasaran

    Menurut Kotler (2002, p9) pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi

    oleh berbagai faktor sosial, kebudayaan, politik, ekonomi dan manajerial. Akibat dari pengaruh

    berbagai faktor tersebut masing-masing maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan

    keinginan dengan menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk yang memiliki nilai

    komoditas.

    Menurut Kotler (2002, p9) pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalam

    individunya dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan

    menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak

    lain.

  • Berdasarkan definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian pemasaran adalah

    kegiatan dalam menukarkan dan menawarkan produk kepada pihak lain untuk memenuhi

    kebutuhan.

    2.14 Pengertian Operasi

    Pada bidang konstruksi operations adalah aktivitas yang berhubungan dengan

    pelaksanaan suatu proyek. Kualitas produk dalam perusahaan kontraktor ditentukan oleh banyak

    faktor, diantara keistimewaan perlengkapan yang dimiliki serta ciri ciri dari produk, proses

    pelaksanaan, pelayanan dan keterampilan kerja dari pada pekerja (Sanvido,1994). Sehingga

    dapat dikatakan operation yang unggul memudahkan perusahaan untuk menjaga cara kerja dan

    kualitas yang dihasilkan

    2.15 Pengertian Akuntansi

    Menurut David (2009,p 204) kondisi keuangan sering kali dianggap sebagai ukuran

    tunggal terbaik posisi kompetitif perusahaan dan daya tariknya bagi investor. Menentukan

    kekuatan dan kelemahan keuangan suatu organisasi sangat penting untuk merumuskan strategi

    secara efektif. Likuiditas , pengungkit (Leverage), modal kerja, profitabilitas, utilisasi asset, arus

    kas, dan ekuitas dapat mengeliminasi strategi strategi tertentu sebagai alternatif yang mungkin.

    Faktor keuangan sering mengubah strategi yang ada dan menggeser rencana penerapan.

    2.16 Penelitian Terdahulu

    Penelitian terdahulu merupakan telaah pustaka yang berasal dari penelitian penelitian

    yang sudah pernah dilakukan. Fakta-fakta atau data yang dikemukakan diambil dari sumber

  • aslinya. Adapun penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan telaah pustaka penelitian ini

    adalah sebagai

    Berikut:

    Tabel 2.2 Tabel Penelitian Terdahulu

    Penulis/Tahun Judul Hasil Penelitian Hubungan Dengan Penelitian

    WU Yanfang Research on Cost Meningkatkan analisis Penelitian ini

    (2012) Strategies in Railway Rantai nilai perusahaan sama-sama Construction Konstruksi kereta api & Mengeksplorasi

    Business Based on Penurunan biaya proyek Konsep

    Value Chain Analysis Tidak hanya kebutuhan Analisis Value

    Persaingan pasar tetapi Chain

    Juga kebutuhan perusahaan konstruksi kereta api

    John A. Parnell Generic Strategies Tipologi yang disajikan Penelitian ini

    (2006) After two decades: a Disini adalah konsisten sama-sama Reconceptualization of Dengan prinsip-prinsip Mengeksplorasi Competitive Strategy Kunci dari perspektif Strategi generic Berbasis sumber daya, Guna untuk

    Unik, dan strategi Keunggulan Bisnis yang paling bersaing Sukses.

    Sumber: diolah oleh penulis

  • 2.17 Kerangka Pemikiran

    Gambar 2.4 Kerangka Pemikiran

    Sumber : diolah oleh peneliti

    PT. XYZ

    Pengumpulan Data

    Analisis Value Chain

    Aktivitas Primer

    Inbound logistic Operasi Outbound

    Logistic Pemasaran Pelayanan

    Aktivitas Sekunder

    Infrastruktur Pengadaan Manajemen

    Sumber Daya Manusia

    Pengembangan & tekhnologi

    Perhitungan nilai margin

    Penentuan Strategi Generik