Click here to load reader

Bab 10. Bangunan Penerus - · PDF fileBangunan penerus untuk sistem lalu lintas air daratan di sungai, danau dan kanal umumnya ditempatkan pada lokasi sebagai berikut : pertemuan atau

  • View
    244

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Bab 10. Bangunan Penerus - · PDF fileBangunan penerus untuk sistem lalu lintas air daratan di...

BANGUNAN PENERUS

BANGUNAN PENERUS

10.1 UMUM

Air disamping sebagai kebutuhan pokok bagi kehidupan yangmempunyai nilai yang tinggi juga dapat dimanffatkan untuk sebagi lalulintas air yang murah dalam hal ini lalu lintas air daratan. Sistem lalulintas daratan terdiri dari alur sungai, danau dan kanal yang biasanyamempunyai kemiringan dan perbedaan elevasi yang cukup besar. Dalamsejarah panjangynya lalu lintas air daratan telah melalui tahapanperkembangan teknologinya dan di beberapa negara pada masa-masamendatang lalu lintas air daratan merupakan bagian yang penting danintegraldalam infrastrukturtransportasi. .

Keuntungan-keuntungan dari lalu lintas air daratan antara lain:

1. Kebutuhan energi rendah : konsumsi energi spesifik kurang lebih80% dari transportasi kereta api dan 30% lebih rendah dibandingkantransportasi jalan raya.

2. Total ongkos yang rendah ditinjau dari volume angkutan.

3. Pengaruh lingkungan sangat kecil.

4. Kebutuhan lahan sedikit.

5. Kemungkian terjadinya kecelakaan kecil dibandingkan denganlalulintas darat.

6. Kapasitasi dan kemudahan dalam pengangkutan.

Namun demikian lalu lintas air terutama yang melalui sungai tidakselalu aman. Adanya batu besar yang terendam dalam air, pohon tumbang,aliran sedimen atau gangguan lain yang bersifat tetap akan menimbulkanbanyak masalah disamping juga kondisi alar angkutnya. Oleh karena-nya dalam lalu lintas air daratan dibutuhkan persyaratan yang terkaitdengan :1. Kedalaman air

2. Lebar sungai3. Belokan sungai4. Alinemen sungai

260

5. Kecepatan aliran6. Waktu pembukaan dan penutupan pintu7. Fasilitas terminal

Sedangkan untuk mengatasi perbedaan elevasi dan kemiringan mukaair pada sungai tersebut dilengkapi dengan bangunan penerus. Bangunanpenerus ini merupkan bendungan gerak yang berpintu ganda. Pintu tersebutdapat bertingkat dan terdiri lebih dari 2 buah. (Gb. 10.1)

Gambar 10.1. Bangunan penerus dengan pintu geser vertikal(tipe pintu ganda)

10.2. KLASIFIKASIBANGUNAN PENERUS

Bangunan penerus dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi dankomposisi ruangan.

a. Klasifikasi berdasarkan fungsi

i) Bangunan penerus untuk sistem lalu lintas air daratan

Bangunan penerus untuk sistem lalu lintas air daratan di sungai,danau dan kanal umumnya ditempatkan pada lokasi sebagaiberikut :

pertemuan atau percabangan sungaibendungan atau pintu air pada sungai-sungaipertemuan sungai dengan kanalterjunan atau perpindahan elevasi suatu kanal

261

ii) Bangunan penerus pada terusan

Bangunan penerus yang ditempatkan pada terusan yangmenghubungkan samudera. Contoh yang terkenal di terusanPanama, yaitu bangunan-bangunan penerus Gatun dan PedroMiguel.

b. Klasifikasi berdasarkan komposisi ruangan

i) Bangunan penerus berpintu tunggal.

Bangunan penerus tipe ini biasanya dibangun pada pintu pelabuhalaut atau pelabuhan di muara sungai. Pintu dibuka saat elevasimuka air tinggi agar kapal dapat bergerak secara bebas, tetapiapabila dalam apungnya (draft) tidak mencukupi, pintu ditutupuntuk memperoleh dalam apung yang diperlukan.

ii) Bangunan penerus berpintu ganda.

Bangunan penerus tipe ini dibangun pada sungai dan kanal biasadan kedua pintunya ditempatkan masing-masingpada kedua ujungkolambangunan penerus yang hanya terbuka ke satu arah (pintuair siku-siku) atau pintu geser. (Gb.1O.2)

Gambar 10.2. Bangunan penerus dengan pintu air siku-siku (tipe pintu ganda)

iii) Bangunan penerus bolak-balik

Tipe bangunan penerus ini biasanya digunakan agar air di keduasisinya naik bergantian dan pada kanal-kanal yang alirannyabolak-balik, sehingga elevasi muka air di kedua ujungnya

262

bangunan penerus tipe ini digunakan pintu geser secara bergantian(Gb. 10.3). Apabila pada bangunan penerus tipe ini digunakanpintu geser, maka konstruksi hams mampu menahan tekanan airpada kedua sisinya.

iv) Bangunan penerus berjalur ganda

Bangunan penerus berlajur ganda terdiri dari dua bangunanpenerus yang letaknya berdampingan dan sejajar untukmenampung lalu lintas yang padat.

Kadang-kadang terdapat pula bangunan penerus berjalur ganda,tetapi besarnya tidak sama, dimana kapal-kapal yang kedl melaluibangunan penerus yang kedl pula. Dalam keadaan demikianmasing-masing bangunan penerus digunakan untuk lalu lintasdua arab.

v) Bangunan penerus tipe ini digunakan pada jalur lalu lintas yangperbedaan tingginya sangat besar, sehingga ruang tunggunya hamsterdiri dari beberapa tingkat membentuk semacam terapmemanjang dan biasanya pintu-pintunya ditempatkan di antararuang-ruang tunggu.

kU.ln; Plnn:

RU3nc [!11m.hulu .

RUOIng plntuhdl~.-"I-

Dcnu._. r.-~.~.-I ~~ --

Iboo

--...I.'.'--'--'--

,..--;..---..

i

r .~!;..:0.., IIi A

.

d'I~,-,~'_I""~ c-

r: Sarang dOlun p.nl\;g D3un panlui: T3nglZ3I Sponln, d3un plnll.:

IUI'tuk b3lai< sciOlI'

a: Dtndin. SOICI;:!R;;o Sayarc Lanl31 Plnl\:c. Lanl3i hnaWl.= : A:nbang ;)lDI\:

Gb. 10.3. Bangunan penerus berpintu ganda dengan pintu air siku-siku

263

10.3. PRINSIP KONSTRUKSIDAN BAGIAN-BAGIANBANGUNAN PENERUS.

Seperti yang tertera pada Gb. 10.3. bangunan penerus terdiri dariruangan pintu (gate chambe) untuk membuka dan menutup pintu dankolam tunggu (lock chamber) untuk mengatur kapal-kapal dan mengaturelevasi muka air. Ruang pintu yang terletak pada muka air yang lebihtinggi disebut ruang pintu hulu, sedang yang terletak pada elevasimuka air yang lebih rendah disebut pintu hilir. Umumnya digunakandua tipe pintu, yaitu pintu siku-siku dan pintu geser.

Peralatan pembukaan dan penutupan pintu siku-siku sangatsederhana, tetapi niudah terganggu oleh endapan yang terdapat di dasarruang pintu.

~ft& pIJItu hulu kIWI!; plntu bilirMcn:u;a

Ru;ang mnln -=:::::r'

t

/ , Dindln;I / samptD;Tcrowon\lan , 11pcngoson1ZanIi ./; Daun ptntu. .!. II ~~bmnm~

~ :~;~ I Ii :: =:-.. . I .! ~:I '!IIIIIIIII,'. 'v'-

Tir:li kcciap air

MAT

Gb. 10.4. Banguang penerus berpintu ganda dengan pintu geser vertikal

Sebaiknya pembukaan dan penutupan pintu geser (Gb. lOA.)membutuhakan mekanisme penggerak bertenaga yang besar sertamembutuhkan menara pengangkat pintu dan biasanya harganya mahal,tetapi mudah pengoperasiannya dan jarang terjadi gangguan.

Untuk bangunan penerus bolak-balik yang menerima tekanan airpada kedua sisinya, pintu ini sangat meguntungkan karena dapatmenggunakan sebuah pintu saja. Guna mengatur elevasi muka air,maka pada ruang pintu terdapat terowongan untuk pengisian danpengosongan kolam tunggu yang dilengkapi katup-katup pengatur.

264

Dimensi bangunan penerus disesuaikan rencana kapal-kapal yangakan melintasinya, yang diperoleh dari pengumpulan data selama satutahun atau lebih. Adapun yang menyangkut kapal-kapal yang akanmelintas adalah jenil, ukuran, dalam apung, kepadatan dan waktupelayaran. Selain itu harus diperhatikan pula kemungkinan-kemungkinan tetjadinya perubahan tipe kapal-kapal. Lokasi penempatanbangunan penerus baru dapat ditetapkan setelah diadakan survei danpenelitian yang seksama terhadap bentuk alur, debit, kecepatan arus,sedimentasi, d.1.1.

a. Ruang pintu

Ruang pintu berfungsi untuk tempat mengatur pembukaan danpenutupan pintu, yang biasanya terdiri dari dinding samping danlantai pintu serta dilengkapi dengan terowongan pengisisan ataupengosongan ruang tunggu. Jika digunakan pintu geser maka ruangpintu dilengkapi dengan menara pengangkat pintu. Dindingsamping harns mampu bertahan terhadap tekanan air, tekanan tanah,beban mati pintu, tekanan air pada pintu dan beban menarapengangkat. Lantai harus cukup tebal agar bobotnya mampumengimbangi gaya angkat, dilengkapi dengan tirai kedap air yangmampu memperlambat aliran rembesan, sehingga gejala pipingdapat dicegah, terutama pada saat tetjadi perbedaan elevasi mukaair yang paling besar. Pada saat pintu geser dibuka penuh supayaterdapat tinggi jagaan yang mencukupi, sehingga kapal-kapal dapatmelintasi ruangan pintu secara aman. Ruangan pintu dibangundengan konstruksi beton bertulang dan pelaksanaannya hampirsarna dengan cara pelaksanaan pembangunan pintu air.

b. Kolam tunggu

Kolam tunggu terdiri dari dinding samping dan lantai. Dindingsamping biasanya berposisi vertikal, tetapi kadang-kadang agakmiring keluar.

Ditinjau dari konstruksinya dinding samping dan lantai dapatdibangun secara terpisah, tetapi dapat juga disatukan. Dindingsamping vertikal biasanya dibangun dengan bahan beton biasa,beton bertulang atau tiang sekat baja, sedangkan dinding sampingmiring dibangun dari pasangan bata atau pasangan blok beton.

265

- - - --

Lantai yang konstruksinya terpisah dari dinding samping biasanyadibangun dari pasangan batu, blok beton atau beton biasa, untuklantai yang konstruksinyadisatukan dengan dinding samping dibuatdari beton bertulang.

c. Terowongan pengisisan dan pengosongan

Terowongan pengisian dan pengosongan kolam tunggu berfungsimengatur elevasi muka air dalam kolam tersebut. Terowongantersebut ditempatkan di bagian bawah ruang pintu dan dilengkapidengan katup pengatur aliran. Katup pengatur aliran dapat berupapintu geser, pintu tipe kipas atau pintu putar.

Penampang terowongan ditentukan berdasarkan lama waktutunggu dan kecepatan naik-turunnya muka air dalam kolam tunggu.

Kenaikan dan penurunan elevasi muka air yang terlalau cepatdapat menimbulkan goncangan yang dapat membahayakan kapal-kapal yang terdapat di kolam tunggu. Kecepatan kenaikan elevasimuka air yang paling aman umumnya to - 30 mldtk.

.- - - ~

-'~r~~-

-- .-.-. :-. Q- r~

~---"" J,' , .== ~..:.--~

~ '1 'n...f~- :.:.

Search related