of 9 /9
FARMAKOLOGI 1. Indikasi utama diuretik osmotik adalah: a. Hypertension b. Congestive heart failure c. Other conditions with water retention: i. Edema, Ascites d. Others : Cerebral edema, Glaucoma, Etc 2. Diuretik yang dapat menurunkan kadar kalsium darah adalah loop diuretic kecuali tiazid tdk menimbulkan hypocalcemia 3. Penghambat karbonik anhidrase dapat digunakan untuk mengatasi keadaan : Glaucoma (mainly) Treatment of metabolic alkalosis CNS: o Anti epilepsi, limited usage o acute mountain sickness Familial periodic paralysis Urinary alkalinization: preventing uric acid and cystine stones 4. Diuretik yang merupakan pilihan pada gagal jantung kongestif adalah: LOOP DIURETICS: Furosemide, torasemide, bumetanide, ethacrynic acid 5. Bila anda ingin memberikan diuretik untuk pengobatan hipertensi pada pasien yang juga mengalami hiperurisemia, maka pilihannya adalah: selain loop diuretics 6. Pemberian ACE-inhibitor tidak menimbulkan hiperkalemia dalam keadaan : a. Risk of Hyperkalemia: i. In renal failure ii. If combined with K + Sparing Diuretics or NSAID 7. Mekanisme utama amlodipin dalam menurunkan tekanan darah adalah: 1

Att_1420256163033_kisi2 Ujian Sumatif II Gct 2014

Embed Size (px)

DESCRIPTION

y

Text of Att_1420256163033_kisi2 Ujian Sumatif II Gct 2014

FARMAKOLOGI

1. Indikasi utama diuretik osmotik adalah:

a. Hypertensionb. Congestive heart failurec. Other conditions with water retention:i. Edema, Ascitesd. Others : Cerebral edema, Glaucoma, Etc2. Diuretik yang dapat menurunkan kadar kalsium darah adalahloop diuretic kecuali tiazid tdk menimbulkan hypocalcemia3. Penghambat karbonik anhidrase dapat digunakan untuk mengatasi keadaan :

Glaucoma (mainly) Treatment of metabolic alkalosis CNS: Anti epilepsi, limited usage acute mountain sickness Familial periodic paralysis Urinary alkalinization: preventing uric acid and cystine stones4. Diuretik yang merupakan pilihan pada gagal jantung kongestif adalah:

LOOP DIURETICS: Furosemide, torasemide, bumetanide, ethacrynic acid

5. Bila anda ingin memberikan diuretik untuk pengobatan hipertensi pada pasien yang juga mengalami hiperurisemia, maka pilihannya adalah:selain loop diuretics

6. Pemberian ACE-inhibitor tidak menimbulkan hiperkalemia dalam keadaan :

a. Risk of Hyperkalemia: i. In renal failureii. If combined with K+ Sparing Diuretics or NSAID7. Mekanisme utama amlodipin dalam menurunkan tekanan darah adalah:

a. Vasculo selective: ( Predominant vasodilatory effect, but minimal cardiac effects b. Amlodipine: i. Slow absorptionii. Long half life ( once daily8. Kontraindikasi penghambat carbonic anhidrase adalah:a. Liver cirrhosis (CA-I inhibits conversion of NH3 to NH4) ( NH3 increased ( hepatic encephalopathyb. Renal failure ( risk of metabolic acidosis)9. Efek samping furosemid dan HCT terutama berbeda dalam aspek:

Furosemide: Hypo-K, hypo-Na metabolic alkalosis, hypercholesterolemia, hyperuricemia, hyperglycemia Hypocalcemia (opposite to thiazides) Ototoxicity (especially ethacrynic acid if given by rapid IV bolus)HCT:

Increases Na+ and Cl- excretion, (also K+ and Mg2+) ( AE: Hypo Na, Hypo K, Hypo Mg Inhibits uric acid secretion ( AE: hyper uricemia and gout Decreases Ca2+ excretion ( tends to increase plasma Ca2+ ( Delays osteoporotic processOther adverse effects: Hyperglycemia and hypercholesterolemia ( not very suitable for DM and dyslipidemia (although not contraindicated) (Indapamid has less effects on lipid and uric acid) Sexual dysfunction10. Antagonis kalsium tidak dianjurkan pada hipertensi yang disertai keadaan :gagal jantungFARMASI

1Volume obat maksimal yang dapat diberikan sesuai dengan rute pemberian obat.

2Cairan infus yang bersifat hipertonik. Hypertonic Osmolality > serum e.g. blood product

3Cairan kristaloid dibandingkan dengan cairan koloid.A. Crystalloid fluid: - consist low MW substance - oncotic pressure is low (distribute to extracellular - such as: Ringer lactate, Ringer acetate, NaCl 0,9% B. Colloid fluid: - consist high MW substance - oncotic pressure is high - such as : Blood product, Albumin, Dextran, HES

4Seorang dokter menyuntikan epinefrin subkutan pada pasiennya yang mengalami syok anafilaktik.

Dosis epinefrin subkutan pada syok anafilaktik = 0,1-0.25 mg.

Epinefrin injeksi tersedia dalam ampul volume 2 mL dengan kadar 0,1%.

Bagaimana cara pemberian yang tepat?

5Seorang pasien menerima cairan infus intravena dengan kecepatan 120 ml per jam. Sebuah infus set dewasa telah dipasang. Berapa laju aliran infus (tetes per menit) untuk memenuhi volume cairan yang dibutuhkan ?

6Seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan diare sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan pasien dalam keadaan dehidrasi berat. Untuk mengatasinya diberikan cairan infus Ringer Laktat secara intravena.

Sifat cairan infus yang diberikan pada pasien ini? Isotonic Osmolality ~ serum e.g. lactated Ringer , NaCl 0.9%, Dextrose 5% in water Indication : hypovolemicAE: overload (precaution in CHF & hypertension)

7Ketika diberikan cairan infus 0,45% Sodium chloride (1/2 normal saline) maka di dalam sel akan terjadi:

AVOID THE DRUG INCOMPATIBILITY

8Contoh pemberian obat melalui rute intrakutan. Example local anesthesia sensitivity tests

(allergy panels and

tuberculin test) BCG vaccine

GIZI

Tn A berusia 25 tahun dirawat di RS dengan diagnosis acute kidney injury (AKI) akibat luka bakar. Hasil pemeriksaan antropometri menunjukkan indeks massa tubuh (IMT) pasien adalah 21,5 kg/m2.

1.Untuk mengetahui total kalori pasien dengan AKI tersebut, dapat digunakan perhitungan berdasarkan apa?

MALE (above 152 cm):

48 kg for the first 152 cm + 2.7 kg for every 2.5 cmIBW = H (cm) 100 cm

Body Measurer : body weight scale, bed scale, chair scale

2.Berapakah perhitungan jumlah kalori perhari yang akan diberikan kepada pasien tersebut?

Energy: 2030 kcal/kg IBW/d (dry weight, ARF patients are often hyperhydratedor overt edemas)

Carbohydrate : 35 (max. 7) g/kg BW/day

Fat : 0.81.2 (max. 1.5) g/kg BW/day

Ny B berusia 50 tahun dirujuk kepada seorang Dokter untuk mendapatkan terapi nutrisi karena menderita chronic renal failure (CRF) stadium 3. Hasil pemeriksaan antropometri menunjukkan indeks massa tubuh (IMT) pasien adalah 31,8 kg/m2.

3.Berapakah perhitungan jumlah kalori perhari yang akan diberikan kepada pasien dengan CRF tersebut?

4.Bagaimanakan cara menentukan jenis protein untuk pasien tersebut?

5.Pernyataan tentang suplementasi kalium, vitamin C, fosfat, kalsium, vit A, vit D.

6.Pada penderita CRF, harus mempertimbangkan asupan lemak untuk mencegah dislipidemia. Bagaimana sebaiknya cara pemberian lemak yang dianjurkan?

7.Pada pasien dewasa dengan sindrom nefrotik, kebutuhan protein adalah:

ILMU PENYAKIT DALAM

1. Yang termasuk kelompok penyakit ginjal dengan radang pada pembuluh darah di glomerulus adalah :

2. Tindakan di bawah ini termasuk Evaluasi pada Penyakit Ginjal Kronik (PGK) Jenis penyakit ginjal (diagnosis) Penyakit komorbid Derajat fungsi ginjal Komplikasi yang berkaitan dengan fungsi ginjal Risiko penurunan fungsi ginjal Risiko penyakit kardiovaskuler3. Tn Badu dirawat karena gagal jantung. kadar kreatinin 1,5 mg/dl ,walau pemeriksaan 6 bulan lalu kreatinin 1 mg/dl. penyakit ginjal termasuk dalam kelompok:

4. Tn Abu diketahui mempunyai batu di ginjal kiri dari foto ronsen. Tahun lalu Tn Abu pernah dioperasi pengangkatan batu satu tahun lalu. Tn Abu menderita penyakit ginjal :

5. Pasien T. Bima diketahui menderita penyakit ginjal dan dari pemeriksaan urin didapatkan proteinurin 3,5 gram per 24 jam dan tidak terdapat eritrosit di urin. Tn Bima menderita penyakit6. Ny. Ceria control ke poli penyakit dalam dan membawa laboratorium yang menunujukkan hasil eGFR 27 ml/menit. Ny Ceria termasuk penyakti ginjal kronik stasium :

7. Tn Daud diketahui menderita penyakit ginjal stadium 5 dan menurut dokter harus menjalani terapi pengganti ginjal yaitu:

8. Ny.Elsa, 60 kg, dirawat di kebidanan karena perdarahan pasca persalinan yang menimbulkan syok. Dalam pemantauan 24 jam didapatkan jumlah urin 200 cc. Ny Elsa termasuk

9. Tn. Fredy dirawat karena kesadaran menurun ( koma). Pada pemeriksaan didapatkan kadar natrium darah 118 meq/L. Kesadaran menurun karena :10. Ny. Gina mempunyai hasil lab : pH=7, 20; pCO2= 20, HCO3= 10. Dengan demikian Ny. Gina menderita :

ILMU KESEHATAN ANAK

Untuk soal no.1-3

Seorang anak lelaki berusia 3 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama bengkak pada kedua kelopak mata sejak 5 hari yang lalu. Dari aloanamnesis diperoleh keterangan bengkak di kelopak mata ketika bangun tidur pagi dan menghilang pada siang hari, anak tetap aktif, urin berwarna kuning dan berbusa. Pada pemeriksaan fisis didapatkan anak sadar, tekanan darah normal, terdapat edema pada kelopak mata dan tungkai. Tidak ditemukan asites.

1Pemeriksaan urinalisis pada kasus di atas menunjukkan protein positif 4 (++++), darah negatif (-), dan ditemukan silinder protein. Apa diagnosis kerja pada pasien ini?

2Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan untuk menunjang diagnosis:

3Pilihan terapi yang terutama pada kasus di atas adalah:

Untuk soal no.4 no.7

Seorang anak perempuan usia 6 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kencing berwarna merah tanpa disertai rasa sakit ketika berkemih sejak 3 hari sebelum datang ke poliklinik. Dari aloanamnesis diperoleh keterangan bahwa 3 minggu sebelum keluhan kencing berwarna merah pasien menderita gatal di kulit kaki yang oleh pasien digaruk sehingga timbul luka. Tiga hari kemudian luka tersebut menjadi makin besar, berwarna merah disertai nanah, dan terasa nyeri. Pasien dibawa ke dokter dan diberi salep kulit untuk lukanya. Dua minggu yang lalu luka tersebut telah mengering. Pada pemeriksaan fisis di poliklinik didapatkan anak sadar, tekanan darah tinggi, tidak terdapat tanda gagal jantung, dan didapatkan edema pada kelopak mata dan daerah pretibial.

4Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis pada pasien ini, apa diagnosis kerja yang paling mungkin pada pasien ini?

5Pemeriksaan penunjang yang penting dilakukan pada pasien ini adalah:

6Pilihan utama terapi pada kasus tersebut di atas adalah:

7Komplikasi yang sering ditemukan pada kasus tersebut di atas adalah:

Untuk no. 8 no.10

Seorang anak perempuan berusia 5 tahun datang dengan keluhan nyeri bila berkemih sejak 3 hari yang lalu. Dari aloanamnesis diperoleh keterangan bahwa pasien buang air kecil sering dan sedikit sedikit. Pasien sudah tidak mengompol sejak usia 2 tahun, namun sejak 3 hari yang lalu pasien mulai mengompol lagi. Pada pemeriksaan fisis didapatkan anak sadar, tidak demam. Tidak terdapat edema. Pemeriksaan alat kelamin menunjukkan orifisium uretra yang hiperemis. Pada urinalisis didapatkan urin keruh, dan pada pemeriksaan mikroskop urin didapatkan leukosit urin penuh, serta ditemukan silinder leukosit.

8Apa diagnosis kerja pada pasien ini?

9Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan pada pasien ini adalah:

10Pengobatan utama yang harus segera diberikan pada pasien ini adalah:

BEDAH UROLOGI

1.Pembesaran Prostat Jinak (PPJ) umumnya berkembang pada :

2.Mayoritas karsinoma prostat berkembang dari regio :

3.International Prostatic Symptom Score (IPSS) adalah instrumen dapat digunakan untuk menilai derajat LUTS. Dianggap mempunyai gejala sedang bila mempunyai skor :

4.Pembesaran prostat jinak dapat diobati secara medika mentosa. Indikasi untuk merujuk penderita adalah :

5.Kadar PSA dapat meningkat pada :

6.Yang termasuk gejala-gejala inritatif (storage symptoms) pada PPJ:

7.Batu struvit disebabkan oleh infeksi saluran kemih akibat organisme penghasil urease

8.Pemeriksaan yang mempunyai nilai sensitivitas dan spesifisitas yang paling baik untuk menegakkan batu saluran kemih dengan nyeri pinggang akut adalah :

9.Seorang ibu rumah tangga, usia 30 tahun, hamil G3P2A0 24 minggu, mengeluh sakit di pinggang kiri tanpa disertai demam. Riwayat BAK keluar batu sebelumnya (+). Pada pemeriksaan fisik terdapat nyeri ketok CVA kiri dan pada urinalisis terdapat sedimen eritrosit 40-50/LPB. Pemeriksaan awal yang anda anjurkan untuk mengetahui adanya batu saluran kemih adalah :

10.Terapi lini pertama untuk mengatasi nyeri kolik adalah :

3