Click here to load reader

Asumsi Dasar

  • View
    232

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Asumsi Dasar

13

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahPembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Dalam proses belajar dan mengajar pada kenyataannya peserta didik memiliki tingkat prestasi yang rendah. Rendahnya prestasi belajar sudah terjadi sejak dari waktu yang lalu. Proses belajar dan mengajar yang digunakan untuk pembelajaran terlalu terfokus dengan pendidik. Hal ini berarti perlu dipikirkan bagaimana pendidik dapat mengarah peserta didik yang lebih kreatif.Data Depdiknas (2003) menyebutkan sebagian pendidik di Indonesia dinyatakan tidak layak mengajar. Presentase pendidik menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2002, 2003 diberbagai satuan pendidikan sebagai berikut: untuk SD yang layak mengajak hanya 21,07% (negeri) dan 28,94% (swasta), untuk SMP 54,12% (negeri) dan 60,99% (swasta), untuk SMA 65,29% (negeri) dan 64,73 (swasta), serta untuk SMK yang layak mengajar 55,49% (negeri) dan 58,26% (swasta)Pendidik sebagai salah satu mediator dan komponen pengajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran dan cukup menentukan keberhasilan proses pentransferan ilmu kepada peserta didik, karena mereka terlibat langsung di dalamnya. Mata pelajaran ekonomi lebih menekankan pada keaktifan dan keterampilan peserta didik dalam proses pembelajarannya yang berpusat pada peserta didik.Sekolah yang menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tentunya menganut sistem ketuntasan belajar. Ketuntasan belajar merupakan pencapaian taraf penguasaan minimal yang ditetapkan bagi setiap kompetensi atau unit bahan ajar secara peorangan. Rendahnya prestasi belajar peserta didik ini harus segera diantisipasi, agar tidak naik kelas, tidak lulusnya peserta didik atau bahkan menurunnya mutu pendidikan yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya kualitas output pendidikan dalam hal ini rendahnya sumber daya manusia (SDM) Indonesia.Dalam usaha mencapai prestasi pada umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagaimana yang dikemukakan oleh Abu ahmadi (2004:138) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar meliputi faktor internal dan eksternal. Dan menurut Suryabrata (2002:233) mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah :Faktor yang berasal dari luar diri (eksternal) terdiri dari :a). Faktor non sosial seperti udara, suhu, cuaca, waktu, tempat, alat-alat yang dipakai belajarb). Faktor sosial seperti faktor manusia1). Faktor yang berasal dari dalam diri (internal) terdiri dari :.a). Faktor Fisiologis seperti jasmanib). Faktor psikologis seperti perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berpikir, dan motif.Pandangan peserta didik tentang pelajaran ekonomi merupakan mata pelajaran yang membutuhkan kesabaran, kecermatan, serta ketelitian masih banyak ditemui, pandangan seperti ini yang mengakibatkan peserta didik menjadi pasif, takut dan malu mengungkapkan ide-ide.Hal ini disebabkan pembelajaran di kelas masih dominan menggunakan metode konvensional yaitu ceramah dan menjelaskan materi dipapan tulis. Dalam proses pembelajaran ini peran pendidik hanya mentransfer atau memindahkan ilmu pengetahuannya saja kepada peserta didik, dengan adanya perubahan dan perkembangan kurikulum pendididkan, seorang pendidik tidak lagi hanya mentransfer/penyampai ilmu pengetahuan semata, akan tetapi pendidik dituntut membimbing dan memfasilitasi peserta didik agar peserta didik menjadi aktif dan tidak hanya sekedar mendengarkan, mencatat, dan menghafal materi pelajaran dan tanya jawab sehingga kurang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berinteraksi langsung. Selain itu pendidik tidak pernah memperhatikan konsep awal sehingga pendidik tidak akan berhasil menemukan konsep yang benar, bahkan dapat memunculkan sumber kesulitan selanjutnya, akibatnya berpengaruh terhadap rendahnya prestasi belajar peserta didik.Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menilai output sudah sesuai dengan tujuan atau belum adalah prestasi belajar peserta didik. Karena prestasi mudah untuk dievaluasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Muhibbin Syah (2002:141) mengatakan, bahwa prestasi belajar merupakan hasil interaksi dari sebagian faktor yang mempengaruhi proses belajar secara keseluruhan. Prestasi belajar dijelaskan sebagai tingkat kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehingga untuk mencapai prestasi belajar yang baik, peserta didik harus berusaha belajar sungguh-sungguh, disiplin dalam mengikuti pelajaran, mengerjakan setiap tugas yang diberikan pendidik dan memiliki kemauan untuk belajar.Menurut hasil observasi awal peneliti ditemukan bahwa guru ekonomi di SMAN 2 Cikampek pada smester 1 hanya menggunakan pembelajaran konvensional berupa metode ceramah dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas. Banyak peserta didik yang merasa jenuh, bosan dan tidak mengerti dengan materi yang diajarkan. Dan bahkan banyak peserta didik yang ribut saat KBM. Akibatnya prestasi belajar peserta didik pun cenderung rendah. Dan pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang mendapatkan nilai atau hasil belajar yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan pada pelajaran ekonomi.Berikut ini adalah rincian data nilai rata-rata ulangan harian :Tabel 1.1Rata-rata Nilai Ulangan Pelajaran EkonomiKelas X.8 Semester 1 SMAN 2 CikampekKelasNilai di bawah KKMNilai di atas KKMJumlah siswa

X 8231740

(Sumber : SMA Negeri 2 Cikampek)Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa cukup banyak peserta didik yang nilainya berada dibawah KKM, yaitu sebanyak 55% peserta didik atau sebesar 45% yang diatas KKMMelihat tersebut maka menurut guru mata pelajaran ekonomi perlu adanya perubahan dalam pembelajaran artinya diusahakan agar belajar itu lebih menarik dan membuat peserta didik belajar secara kreatif. Dari beberapa faktor tersebut guru mata pelajaran ekonomi tertarik pada faktor pendidik yang diantaranya meliputi model pembelajaran. Model pembelajaran inkuiri adalah pendekatan yang digunakan dalam menyajikan atau menayampaikan materi pelajaran ekonomi. Kata inkuiri berasal dari bahasa Inggris yaitu inquiry yang artinya penyelidikan, pertanyaan dan permintaan keterangan sesuatu.Menurut Hamalik (221:220) mengemukakan bahwa model pembelajaran inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada peserta didik dimana kelompok inkuiri mencari jawaban-jawaban terhadap isi pertanyaan melalui suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan struktural kelompok.Berdasarkan pendapat tersebut dapatlah dikatakan bahwa pada dasarnya model pembelajaran inkuiri memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar mengembangkan potensi intelektualnya dan mendorong peserta didik untuk bertindak aktif mencari jawaban atas masalah-masalah yang dihadapinya. Dalam model inkuiri ini peserta didik terlibat secara mental maupun fisik untuk memecahkan suatu masalah yang diberikan pendidik. Dengan demikian, peserta didik akan terbiasa bersikap ilmiah sehingga pembelajaran ekonomi akan terasa lebih bermakna.Pelaksanaan proses belajar mengajar akan lebih menarik apabila pendidik menggunakan model pembelajaran yang relevan dengan konsep yang dipelajari. Dalam hal ini model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran inkuiri, tujuan utama dari model pembelajaran inkuiri ini adalah membantu peserta didik mengembangakan keterampilan intelektual dan keterampilan-keterampilan lainnya seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan jawabannya. Atas dasar itu penulis melakukan penelitian skripsi ini mengambil judul : Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Studi SMA Negeri 2 Cikampek Kelas X Smester 2 )

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkn uraian pada latar belakang, maka peneliti merumuskan masalah yang akan diteliti sebagai berikut:1. Bagaimana penerapan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMAN 2 Cikampek tahun ajaran 2011/2012?2. Bagaimana prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dalam mata pelajaran ekonomi kelas X di SMAN 2 Cikampek tahun ajaran 2011/2012 ?3. Seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 2 Cikampek tahun ajaran 2011/2012 ?

1.3 Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian1.3.1 Tujuan PenelitianTujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut :1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMAN 2 Cikampek tahun ajaran 2011/2012?2. Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri dalam mata pelajaran ekonomi kelas X di SMAN 2 Cikampek tahun ajaran 2011/2012 ?3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran Inkuiri terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 2 Cikampek tahun ajaran 2011/2012 ?

1.3.2 Kegunaan Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis berharap agar setelah penelitian ini selesai dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan, yaitu :1. Secara TeoritisDari aspek teoritis, diharapkan dapat dijadikan bahan kajian lebih lanjut mengenai model pembelajaran inkuiri dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran ekonomi.2. Secara PraktisDari aspek praktis, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis, sekolah dan guru.a. PenulisMenambah wawasan khususnya terhadap model pembelajaran inkuiri dan penyampaian materi pelajaran ekonomi.b. Sekolah Memberikan sumbangan pemikiran dalam mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi peserta didik khususnya mata pelajaran ekonomi di SMAN 2 Cikampek, bahan pertimbangan bagi peningkatan kualitas pembelajaran ekonomi pada kegiatan belajar mengajar.c. GuruGuru dapat mempertimbangka

Search related