of 102 /102
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI DALAM PENERAPAN TERAPI DIET DASH DI DESA MEKAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOROPIA KABUPATEN KONAWE KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari Jurusan Keperawatan 2018 Oleh : DESY MELINA SAADI NIM. P00320015061 KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KENDARI JURUSAN KEPERAWATAN 2018

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

  • Upload
    others

  • View
    15

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI DALAM

PENERAPAN TERAPI DIET DASH DI DESA MEKAR WILAYAH

KERJA PUSKESMAS SOROPIA KABUPATEN KONAWE

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Pendidikan

Diploma III Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari

Jurusan Keperawatan 2018

Oleh :

DESY MELINA SAADI

NIM. P00320015061

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KENDARI

JURUSAN KEPERAWATAN

2018

Page 2: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet
Page 3: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet
Page 4: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet
Page 5: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS

1. Nama Lengkap : Desy Melina Saadi

2. Tempat/Tanggal Lahir : Dopi, Kab.Muna, 09 Mei 1990

3. Jenis Kelamin : Perempuan

4. Agama : Islam

5. Suku/Kebangsaan : Muna/Indonesia

6. Alamat : Jl. Poros Gunung Jati No.18 Kelurahan.

Jati Mekar Kecamatan. Kendari

Kota. Kendari Sulawesi Tenggara

7. No. Telp/HP : 0852 4128 2069

II. PENDIDIKAN

1. Sekolah Dasar Negeri : SD Negeri 1 Rate-Rate Kabupaten Kolaka

Timur

2. Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 1 Rate-Rate Kabupaten

Kolaka Timur

3. Sekolah Menengah Umum : SMA Negeri 1 Rate-Rate Kabupaten

Kolaka Timur

4. Poltekkes Kemenkes Kendari Jurusan Keperawatan Tahun 2015-2018

Page 6: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

MOTTO

……Setiap Kata Adalah Doa……

…….Kata Yang Selalu Membuat Telinga Ini Tebal……

……...Jadikan Sebagai Doa Terindah Yang Pernah Terucap……….

……Setiap Kata Adalah Perbuatan……

……..Kata Yang Selalu Membuat Raga Ini Lelah……..

……..Jadikan Sebagai Perbuatan Terbaik Yang Pernah Terjamah……

……..Setiap Kata Adalah Keputusan…….

……….Kata Yang Selalu Membuat Hati ini Ragu………

……….Jadikan Sebagai Keputusan Terbijak Yang Pernah Terpilih……..

NAMUN tak ada Doa, Perbuatan, Keputusan yang terlambat…….

Terimakasih ya Allah atas setiap kata ini yang engkau ridhoi……

Page 7: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

ABSTRAK

“Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Hipertensi dalam Penerapan Diet DASH

di Desa Mekar Wilyah Kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe 2018”

Oleh : Desy Melina Saadi (2018)

Diploma III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari

Pembimbing I : Hj. Sitti Rachmi Misbah, S.Kp.M.Kes

Pembimbing II : Lena Atoy, SST. MPH

Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Keluarga, Hipertensi, Diet DASH

Keluarga merupakan sentral pelayanan kesehatan pertama pada anggota

keluarga yang mengalami masalah kesehatan, Hipertensi adalah penyakit yang

kerap menjadi masalah pada setiap keluarga. Pengambilan data awal di

Puskesmas Soropia Hipertensi menempati urutn pertama kunjungn tertinggi.

Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang

diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet DASH singkatan dari Dietary

Approaches to Stop Hypertention merupakan diet yang disarankan untuk

penderita hipertensi. Peran perawat dalam keperawatan keluarga memberikan

asuhan keperawatan kesehatan keluarga. Peneliti bertujuan untuk memberikan

asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensi dalam penerapan diet DASH di

Desa Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Soropia yang meliputi pengkajian,

perumusan diagnose, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode penelitian

yang digunakan meliputi wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil studi kasus

diolah secara narasi. Berdasarkan hasil pengkjian masalah keperawatan yang

didapatkan kurang pengetahuan diet DASH pada keluarga, intervensi yang

dilakukan memberikan konseling pada keluarga mengenai diet DASH, bersama-

sama keluarga mendemonstrasikan menu diet DASH evaluasi yang didapatkan

keluarga paham dengan konseling yang diberikan. Peneliti menyimpulkan dengan

memberikan asuhan keperawatan keluarga dapat menambah pengetahuan

keluarga tentang perawatan anggota keluarga yang mengalami hipetensi, saran

dari peneliti diharapkan keluarga dapat menerapkan diet DASH.

Page 8: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-

Nya, peneliti dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul “Asuhan

Keperawatan Keluarga Dengan Hipertensi Dalam Penerapan Terapi Diet

DASH di Desa Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Soropia Kabupaten

Konawe 2018”. Ucapan banyak terima kasih kepada ibu Hj. Sitti Rachmi

Misbah., S.Kp.M.Kes selaku pembimbing I dan ibu Lena Atoy, SST.MPH

selaku pembimbing II yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk

mengarahkan saya dalam penyusunan KTI ini. Peneliti menyadari bahwa, tanpa

bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, peneliti tidak akan sampai ke

tahap ini. Pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada, Yth:

1. Bapak Muslimin L., A.Kep., S.Pd.,M.Si selaku dosen penguji I, Bapak

H. Taamu, S.Pd.,M.Kes selaku penguji II dan Bapak Abdul Syukur Bau,

S.Kep.,Ns.,MM selaku penguji III yang telah memberikan saran dan

masukan untuk kesempurnaan KTI ini.

2. Ibu Askrening S.KM., M.Kes selaku Direktur Poltekkes Kemenkes

Kendari.

3. Bapak Indriono Hadi, S.Kep.,Ns.,M.Kes selaku Ka. Jurusan D III

Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari.

4. Ibu Reni Devianti Usman,M.Kep, Sp.KMB selaku Sek. Jurusan D III

Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari.

5. Ibu Rusna Tahir, S. Kep, Ns., M.Kep yang telah membantu proses

aministrasi ujian proposal dan ujian hasil KTI.

Page 9: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

6. Pimpinan Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe yang telah menberikan

izin penelitian.

7. Mama tercinta Sitti Usni S.Pd yang telah memberikan motivasi terbesar

dalam hidup saya dan memberikan dukungan materil dan moral.

8. Ibu Dali,SKM.,M.Kes sebagai pembimbing akademik yang telah member

arahan setiap semester, ibu Dian Yuniar, SKM.,M.Kep sebagai wali Tk.I

sampai dengan Tk.III dosen istimewa saya.

9. Kelurga binaan yang telah bersedia menjadi objek penelitian.

10. Teman-teman Perawat Muda yang membantu memberi dukungan untuk

menyelesaikan KTI.

11. Kendaraan saya DT 4103 AB yang selalu setia memperpanjang langkahku

dalam segala kegiatan perkuliahan.

Akhir kata saya berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala

kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga nantinya dapat membawa

manfaat bagi pengembangan ilmu.

Kendari, Juli 2018

Peneliti

Page 10: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL DEPAN .................................................................

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ................................................... iii

HALAMAN KEASLIAN TULISAN .......................................................... iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................................................................... v

HALAMAN MOTTO ................................................................................. vi

ABSTRAK .................................................................................................. vii

KATA PENGANTAR ................................................................................ viii

DAFTAR ISI ............................................................................................... x

HALAMAN DAFTAR TABEL .................................................................. xii

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ......................................................... xiii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang ..... ............................................................................ 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................ 4

C. Tujuan Studi Kasus .......................................................................... 4

D. Manfaat Studi Kasus ........................................................................ 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Keluarga . ............................................................................ 6

1. Pengertian Keluarga .................................................................. 6

2. Tipe Keluarga ............................................................................ 7

3. Fungsi Keluarga ......................................................................... 9

4. Tahap Perkembangan Keluarga ................................................. 11

5. Tingkat Kemandirian Keluarga .................................................. 15

6. Tugas Keluarga dalam Bidang Kesehatan ................................. 16

7. Peran Perawat Keluarga ............................................................ 19

B. Konsep Hipertensi ........................................................................... 21

1. Pengertian .... ............................................................................ 21

2. Etiologi ......... ............................................................................ 21

3. Patofisiologi . ............................................................................ 22

4. Manifestasi Klinis ..................................................................... 23

5. Penatalaksanaan ........................................................................ 24

C. Diet DASH .......... ............................................................................ 25

D. Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Hipetensi

dalam Penerapan Terapi Diet DASH ................................................ 29

1. Pengkajian .... ............................................................................ 29

2. Perumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga ........................... 36

3. Intervensi Keperawatan Keluaarga ........................................... 38

4. Implementasi Keperawatan keluarga ........................................ 42

5. Evaluasi Keperawatan Keluarga ............................................... 44

BAB III METODE STUDI KASUS

A. Rancangan Studi Kasus ................................................................... 45 B. Subjek Studi Kasus ......................................................................... 45

C. Fokus Studi ........ ............................................................................ 45

D. Definisi Operasional ....................................................................... 46

E. Tempat dan Waktu .......................................................................... 46

F. Pengumpulan Data .......................................................................... 47

Page 11: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

G. Analisis Data dan Penyajian Data ................................................... 47

H. Etika Studi Kasus ............................................................................ 48

BAB IV HASIL STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Studi Kasus ............................................................................ 51

1. Data Umum Keluarga ............................................................... 51

2. Pengkajian .... ............................................................................ 52

3. Diagnosa Keperawatan ............................................................. 53

4. Rencana Keperawatan ............................................................... 53

5. Implementaasi Keperaawatan ................................................... 54

6. Evaluasi ........ ............................................................................ 55

B. Pembahasan ........ ............................................................................ 56

1. Pengkajian .... ............................................................................ 56

2. Diagnosa Keperawatan ............................................................. 57

3. Rencana Keperawatan ............................................................... 58

4. Implementasi Keperawatan ....................................................... 59

5. Evaluasi Keperawatan ............................................................... 61

C. Keterbatasan ....... ............................................................................ 62

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ........ ............................................................................ 63

B. Saran .................. ............................................................................ 64

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Page 12: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penurunan tekanan darah berdasarkan modifikasi gaya hidup

yang berkaitan dengan diet ............................................................... 27

Tabel 2.2 Pola makan diet DASH 2000 kalori/hari ........................................... 27

Tabel 2.3 Contoh menu harian dengan kombinasi jus buah dan sayuran .......... 28

Tabel 2.4 Rumusan diagnosa keperawatan keluarga ........................................ 37

Tabel 2.5 Skala prioritas masalah keluarga ....................................................... 38

Page 13: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Izin Penelitian Dari Institusi

Lampiran 2 Surat Izin Penelitian Dari Balitbang

Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Menyelesaikan Penelitian

Lampiran 4 Lembar Konsul Hasil

Lampiran 5 Lembar Persetujuan (Informend Consent)

Lampiran 6 Satuan Acara Pembeljaran Diet DASH

Lampiran 7 Materi Satuan Acara Pembelajaran Diet DASH

Lampiran 8 Brosur Diet DASH

Lampiran 9 Dokumentasi

Lampiran 10 Surat Keterangan Bebas Admiinistrasi

Lampiran 11 Surat Keterangan Bebas Pustaka

Page 14: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh

perkawinan, adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan

mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik,

mental, emosional dan sosial dari individu-individu untuk mencapai tujuan

bersama (Friedman,2009). Keluarga merupakan sentral pelayanan

keperawatan karena keluarga merupakan sumber kritikal untuk pemberian

pelayanan keperawatan, intervensi yang dilakukan pada keluarga merupakan

hal penting untuk pemenuhan kebutuhan individu. Disfungsi apapun yang

terjadi pada keluarga akan berdampak pada satu atau lebih anggota keluarga

atau keseluruhan keluarga. Adanya hubungan yang kuat antara keluarga dan

status kesehatan setiap anggota keluarga, sangat memerlukan peran keluarga

pada saat menghadapi masalah yang terjadi pada keluarga (Komang Ayu,

2010).

Masalah-masalah yang terjadi pada keluarga tidak lepas dari tugas

keluarga dalam pemeliharan fisik keluarga dan para anggotanya. Keluarga

sebagai kelompok yang dapat menimbulkan, mencegah, mengabaikan atau

memperbaiki masalah kesehatan yang ada. Kondisi lingkungan yang tidak

terjaga, pola hidup keluarga yang tidak sehat, kondisi keuangan yang tidak

stabil, stress dalam keluarga berkepanjangan masalah ini dapat timbul dalam

keluarga yang menyebabkan masalah kesehatan. Semua hal tersebut dapat

Page 15: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

memicu timbulnya penyakit, salah satu penyakit yang sering muncul

dikeluarga yaitu hipertensi (Friedman, 2010).

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang melebihi >140 mmHg

untuk tekanan sistolik dan >90 mmHg untuk tekanan diastolik. Terdapat

beberapa faktor resiko yang menyebabkan hipertensi, usia, riwayat hipertensi

dalam keluarga, obesitas, nutrisi yang tidak seimbang, pola hidup yang tidak

sehat dan jarang berolahraga. Makanan secara langsung atau tidak langsung

berpengaruh terhadap kestabilan tekanan darah. Kandungan zat gizi seperti

lemak dan natrium memiliki kaitan yang erat dengan munculnya hipertensi

(Julianti, 2005).

Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Departemen Kesehatan

Republik Indonesia pada tahun 2013, menyebutkan bahwa prevalensi

penderita hipertensi yang berada di Indonesia mencapai angka 25,8%

(Riskesdas, 2013). Di Sulawesi Tenggara hipertensi menempati urutan

pertama dari sepuluh penyakit tidak menular terbesar dalam tahun 2016,

prevalensi penderita hipertensi disulawesi tenggara melebihi persentase

prevalensi nasional (Dinkes Sultra, 2013). Dari hasil pengambilan data awal,

data yang didapatkan dari Puskesmas Soropia hipertensi juga termasuk dalam

sepuluh besar penyakit kunjungan tertinggi yang menempati urutan pertama.

Penderita hipertensi cenderung meningkat seiring dengan gaya hidup yang

jauh dari prilaku hidup sehat (Suoth Meylin dkk, 2014)

Perubahan gaya hidup yang merupakan bagian dari penatalaksanaan

hipertensi dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan efektivitas obat

antihipertensi, dan menurunkan risiko kardiovaskular. Modifikasi pola asupan

Page 16: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

makanan sehari-hari merupakan salah satu komponen perubahan gaya hidup

yang mempunyai peran paling besar dalam menurunkan tekanan darah.

Modifikasi pola asupan makanan dimaksud adalah mengikuti pedoman

umum gizi seimbang misalnya dengan Dietary Approach to Stop

Hypertension (DASH) (Kumala, 2014)

Diet berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada penderita

hipertensi. Diet yang sangat direkomendasikan untuk penderita hipertensi

adalah diet DASH singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertention,

diet ini berfokus untuk mengurangi asupan natrium dan lemak dengan cara

meningkatkan asupan protein, serat, serta memastikan kecukupan vitamin dan

mineral (Hartono, 2006).

Peran perawat dalam keperawatan keluarga adalah memberikan asuhan

keperawatan kesehatan keluarga melalui pengenalan kesehatan, pemberi

pelayanan pada anggota keluarga yang sakit, pendidikan kesehatan, penyuluh

dan konseling khususnya pada keluarga yang mengalami masalah kesehatan

(Padila, 2012).

Berdasarkan Latar belakang tersebut penulis tertarik untuk melakukan

studi kasus dengan judul “Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Hipertensi

dalam Penerapan Terapi Diet DASH Di Desa Mekar Wilayah Kerja

Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe 2018”.

Page 17: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah peneliti uraikan diatas, maka

rumusan masalah studi kasus ini adalah bagaimana “Asuhan Keperawatan

Keluarga dengan Hipertensi dalam Penerapan Terapi Diet DASH Di Desa

Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe 2018” ?

C. Tujuan Studi Kasus

1. Tujuan umum

Mampu mendeskripsikan “Asuhan Keperawatan Keluarga dengan

Hipertensi dalam Penerapan Terapi Diet DASH Di Desa Mekar Wilayah

Kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe 2018”.

2. Tujuan khusus

Mengidentifikasi efektifitas perencanaan tindakan keperawatan

pendidikan kesehatan terapi Diet DASH dalam “Asuhan Keperawatan

Keluarga dengan Hipertensi dalam Penerapan Terapi Diet DASH Di Desa

Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe 2018”

D. Manfaat Studi Kasus

Studi kasus ini, diharapkan memberikan manfaat bagi :

1. Bagi puskesmas dan keluarga

Laporan kasus ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran

diaplikasikan dan menambah wawasan ilmu pengetahuan serta

kemampuan penulis dalam menerapkan asuhan keperawatan

keluarga dengan hipertensi dalam penerapan diet DASH di Desa

Mekar wilayah kerja Puskesmas Soropia

Page 18: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

2. Penulis:

Laporan kasus ini dapat diaplikasikan dan menambah

wawasan ilmu pengetahuan serta kemampuan penulis

dalam menerapkan asuhan keperawatan keluarga dengan

hipertensi dalam penerapan diet DASH di desa Mekar

wilayah Kerja Puskesmas Soropia.

Page 19: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep keluarga

1. Pengertian Keluarga

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena

ikatan tertentu untuk saling berbagi pengalaman dan melakukan

pendekatan emosional, serta mengidentifikasikan diri mereka sebagai

bagian dari keluarga (Friedman, 2010). Berbeda halnya dengan Padila

(2012), keluarga adalah suatu arena berlangsungnya interaksi

kepribadian atau sebagai sosial terkecil yang terdiri dari seperangkat

komponen yang sangat tergantung dan dipengaruhi oleh struktur internal

dan sistem-sistem lain.

Sudiharto (2007), mendefinisikan keluarga adalah unit pelayanan

kesehatan yang terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan

komunitas. Masalah kesehatan yang dialami oleh salah satu anggota

keluarga dapat mempengaruhi anggota keluarga lain. Dari beberapa

pengertian keluarga disimpulkan keluarga adalah dua orang atau lebih

yang hidup bersama dan diikat oleh suatu ikatan pernikahan yang

Page 20: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

sah untuk berbagi pengalaman satu sama lain dan mampu memenuhi

kebutuhan jasmani dan rohani pasangan.

2. Tipe keluarga

Berbagai bentuk keluarga digolongkan sebagai keluarga tradisional dan

non tradisional adalah sebagai berikut:

a. Keluarga tradisional

1) Keluarga inti, yaitu terdiri dari suami, istri dan anak. Biasanya

keluarga yang melakukan perkawinan pertama atau keluarga

dengan orang tua campuran atau orang tua tiri (Padila,2012).

2) Keluarga adopsi

Adopsi merupakan sebuah cara lain untuk membentuk keluarga.

Dengan menyerahkan secara sah tanggung jawab sebagai orang

tua adopsi, biasanya menimbulkan keadaan saling

menguntungkan baik bagi orang tua maupun anak. Disatu pihak

orang tua adopsi mampu member asuhan dan kasih sayangnya

pada anak adopsinya sementara anak adopsi diberi sebuah

keluarga yang sangat menginginkan mereka (Friedman,2010).

3) Keluarga besar

Keluarga dengan pasangan yang berbagai pengaturan rumah

tangga dan pengeluaran keuangan dengan orang tua, kakak/adik,

dan keluarga dekat lainnya. Anak-anak kemudian dibesarkan

Page 21: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

oleh generasi dan memiliki pilihan model pada prilaku yang akan

membentuk pola prilaku mereka (Friedman,2010).

4) Keluarga orang tua tunggal

Keluarga orang tua tunggal adalah keluarga dengan ibu atau ayah

sebagai kepala keluarg. Keluarga orang tua tunggal tradisional

adalah keluarga dengan kepala rumah tangga duda/janda yang

bercerai, ditelantarkan, atau berpisah. Keluarga orang tua tunggal

nontradisional adalah keluarga yang kepala keluarganya tidak

menikah (Friedman,2010).

5) Dewasa lajang dan tinggal sendiri

Kebanyakan individu yang tinggal sendiri adalah bagian dari

beberapa bentuk jaringan keluarga yang longgar. Jika jaringan ini

tidak terdiri atas kerabat, jaringan ini dapat terdiri atas teman-

teman. Hewan peliharaan juga dapat menjadi anggota keluarga

yang penting (Friedman,2010).

6) Keluarga orang tua tiri

Keluargayang pada awalnya mengalami proses penyatuan yang

kompleksdan penuh dengan strees. Banyak penyesuaian yang

perlu dilakukan dan sering kali individu yang berada atau

subkelompok keluhan yang baru terbentuk ini beradaptasi

dengan kecepatan yang tidak sama (Friedman,2010).

7) Keluarga binuklir

Keluarga yang terbentuk setelah perceraian yaitu anak

merupakan anggota dari sebuah system keluarga yang terdiri atas

Page 22: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

dua rumah tangga inti, maternal dan paternal dengan keragaman

dalam hal tingkat kerja sama dan waktu yang dihabiskan dalam

setiap rumah tangga (Friedman,2010).

b. Keluarga non tradisional

Menurut Padila (2012) keluarga tradisional terdiri dari:

1) Keluarga dengan orang tua beranak tanpa menikah, biasanya

ibu dan anak.

2) Pasangan yang memiliki anak tapi tidak menikah, didasarkan

pada hukum tertentu.

3) Pasangan kumpul kebo, kumpul bersama tanpa menikah.

4) Keluarga gay atau lesbian, orang-orang berjenis kelamin yang

sama hidup bersama sebagai pasangan yang menikah.

5) Keluarga komuni, keluarga yang terdiri dari lebih dari satu

pasangan monogamy dengan anak-anak secara bersama

menggunakan fasilitas, sumber yang sama.

3. Fungsi keluarga

Menurut Friedman (2010), lima fungsi keluarga menjadi saling

berhubungan erat pada saat mengkaji dan melakukan intervensi

dengan keluarga. Lima fungsi itu adalah:

a. Fungsi Afektif

Fungsi afektif merupakan dasar utama baik untuk pembentukan

maupun berkelanjutan unit keluarga itu sendiri, sehingga fungsi

Page 23: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

afektif merupakan salah satu fungsi keluarga yang paling

penting. Manfaat fungsi afektif didalam anggota keluarga

dijumpai paling kuat diantara keluarga kelas menengah dan

kelas atas, karena pada keluarga tersebut mempunyai lebih

banyak pilihan. Sedangkan pada keluarga kelas bawah, fungsi

afektif sering terhiraukan.

b. Fungsi sosialisasi dan status social

Sosialisasi anggota keluarga adalah fungsi yang universal dan

lintas budaya yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup

masyarakat menurut Lislie dan Korman (1989 dalam

Friedman,2010).

c. Fungsi perawatan kesehatan

Fungsi fisik keluarga dipenuhi oleh orang tua yang

menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal, perawatan

kesehatan, dan perlindungan terhadap bahaya. Pelayanan dan

praktik kesehatan (yang mempengaruhi status kesehatan

anggota keluarga secara individual) adalah fungsi keluarga

yang paling relevan bagi perawat keluarga (Friedman,2010).

Kurangnya pengetahuan keluarga dalam pemenuhhan

kebutuhan nutrisi pada anggota keluarga yang mengalami

hipertensi terutama pada asupan natrium menyebabkan

peningkatan penderita hipertensi.

d. Fungsi Reproduksi

Page 24: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Salah satu fungsi dasar keluarga adalah untuk menjamin

kontinuitas antar-generasi keluarga masyarakat menurut Lislie

dan Korman (1989 dalam Friedman,2010).

e. Fungsi Ekonomi

Fungsi ekonomi melibatkan penyediaan keluarga akan sumber

daya yang cukup financial, ruang dan materi sertaalokasinya

yang sesuai melalui proses pengambilan keputusan. Pendapatan

keluarga yang terlalu rendah menyebabkan keluarga tidak

mampu memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga keluarga

mengalami kesenjangan nutrisi (Friedman,2010).

4. Tahap Perkembangan Kehidupan Keluarga

a. Tahap I : Keluarga Pasangan Baru (beginning family)

Pembentukan pasangan menandakan permulaan suatu keluarga

baru dengan pergerakan dari membentuk keluarga asli sampai

ke hubungan intim yang baru. Tahap ini juga disebut tahap

pernikahan. Tugas perkembangan keluarga tahap I adalah

membentuk pernikahan yang memuaskan bagi satu sama lain,

berhubungan secara harmonis dengan jaringan kekerabatan

dan merencanakan sebuah keluarga (Friedman,2010).

b. Tahap II : Keluarga Kelahiran Anak Pertama (childbearing

family)

Page 25: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Mulai dengan kelahiran anak pertama dan berlanjut

sampai bayi berusia 30 bulan. Transisi ke masa menjadi orang

tua adalah salah satu kunci dalam siklus kehidupan keluarga.

Tugas perkembangan keluarga disini adalah setelah hadirnya

anak pertama, keluarga memiliki beberapa tugas perkembangan

penting. Suami, istri, dan anak harus memepelajari peran

barunya, sementara unit keluarga inti mengalami

pengembangan fungsi dan tanggung jawab (Friedman, 2010).

c. Tahap III : Keluarga dengan Anak Prasekolah (families

with preschool)

Tahap ini dimulai ketika anak pertama berusia 2,5 tahun dan

diakhiri ketika anak berusia 5 tahun. Keluarga saat ini dapat

terdiri dari tigasampai lima orang, dengan posisi pasangan

suami-ayah, istri-ibu, putra-saudara laki-laki, dan putri-saudara

perempuan. Tugas perkembangan keluarga saat ini berkembang

baik secara jumlah maupun kompleksitas. Kebutuhan anak

prasekolah dan anak kecil lainnya untuk mengekplorasi dunia

di sekitar mereka, dan kebutuhan orang tua akan privasi diri,

membuat rumah dan jarak yang adekuat menjadi masalah

utama. Peralatan dan fasilitas juga harus aman untuk anak-anak

(Friedman, 2010).

d. Tahap IV : Keluarga dengan Anak Sekolah (families with

school children)

Page 26: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Tahap ini dimulai pada saat tertua memasuki sekolah dalam

waktu penuh, biasanya pada usia 5 tahun, dan diakhiri ketika ia

mencapai pubertas, sekitar usia 13 tahun. Keluarga biasanya

mencapai jumlah anggota keluarga yang maksimal dan

hubungan akhir tahap ini juga maksimal menurut Duvall dan

Miller (1985 dalam Friedman, 2010). Tugas perkembangan

keluarga pada tahap ini adalah keluarga dapat

mensosialisasikan anak-anak, dapat meningkatkan prestasi

sekolah dan mempertahankan hubungan pernikahan yang

memuaskan (Friedman, 2010).

e. Tahap V : Keluarga dengan Anak Remaja (families with

teenagers)

Biasanya tahap ini berlangsung selama enam atau tujuh

tahun, walaupun dapat lebih singkat jika anak meninggalkan

keluarga lebih awal atau lebih lama jika anak tetap tinggal di

rumah pada usia lebih dari 19 atau 20 tahun. Anak lainnya

yang tinggal dirumah biasanya anak usia sekolah. Tujuan

keluarga pada tahap ini adalah melonggarkan ikatan keluarga

untuk memberikan tanggung jawab dan kebebasan remaja yang

lebih besar dalam mempersiapkan diri menjadi seorang dewasa

muda menurut Duvall dan Miller (1985 dalam Friedman,

2010). Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini adalah

menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab seiring

Page 27: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

dengan kematangan remaja dan semakin meningkatnya

otonomi (Friedman,2010).

f. Tahap VI : Keluarga Melepaskan Anak Dewasa Muda

(launching center families)

Tahap ini dimulai pada saat perginya anak pertama dari rumah

orang tua dan berakhir dengan “kosongnya rumah”, ketika anak

terakhir juga telah meninggalkan rumah. Tahap ini dapat cukup

singkat atau cukup lama, bergantung pada jumlah anak

dalam keluarga atau jika anak yang belum menikah tetap

tinggal di rumah setelah mereka menyelesaikan SMU atau

kuliahnya. Tahap perkembangan keluarga disini adalah

keluarga membantu anak tertua untuk terjun ke duania luar,

orang tua juga terlibat dengan anak terkecilnya, yaitu

membantu mereka menjadi mandiri (Friedman, 2010).

g. Tahap VII : Orang Tua Paruh Baya (middle age families)

Tahapan ini dimulai ketika anak terakhir meninggalkan rumah

dan berakhir dengan pensiunan atau kematian salah satu

pasangan. Tahap ini dimulai ketika orang tua berusia sekitar 45

tahun sampai 55 tahun dan berakhir dengan persiunannya

pasangan, biasanya 16 sampai 18 tahun kemudian. Tahap

perkembangan keluarga pada tahap ini adalah wanita

memprogramkan kembali energi mereka dan bersiap-siap

untuk hidup dalam kesepian dan sebagai pendorong anak

Page 28: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

mereka yang sedang berkembang untuk lebih mandiri

(Friedman, 2010).

h. Tahap VIII : Keluarga Lanjut Usia dan Pensiunan

Tahap terakhir perkembangan keluarga ini adalah dimulai pada

saat pensiunan salah satu atau kedua pasangan, berlanjut sampai

kehilangan salah satu pasangan, dan berakhir dengan kematian

pasangan yang lain menurut Duvall dan Miller (1985 dalam

Friedman,2010). Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini

adalah mempertahankan penataan kehidupan yang memuaskan.

Kembali kerumah setelah individu pensiun/berhenti bekerja

dapat menjadi problematik (Friedman, 2010).

5. Tingkat Kemandirian Keluarga

Keberhasilan asuhan keperawatan keluarga yang dilakukan perawat

keluarga dapat dinilai seberapa tingkat kemandirian keluarga dengan

mengetahui kriteria atau ciri-ciri yang menjadi ketentuan tingkatan mulai

dari tingkat kemandirian I sampai tingkat kemandirian IV menurut

Depkes (2006 dalam Achjar, 2012), adalah sebagai berikut :

a. Tingkat kemandirian I (keluarga mandiri tingkat I / KM-I)

1) Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat

2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai

dengan rencana keperawatan

b. Tingkat kemandirian II (keluarga mandiri tingkat II / KM-II)

1) Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat

Page 29: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai

dengan rencana keperawatan

3) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara

benar

4) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang

5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif

c. Tingkat Kemandirian III (keluarga mandiri tingkat III / KM-III)

1) Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat

2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai

dengan rencana keperawatan

3) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara

benar

4) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang

dianjurkan

5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif

6) Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran

d. Tingkat kemandirian IV (keluarga mandiri tingkat IV / KM-IV)

1) Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat

2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai

dengan rencana keperawatan

3) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan

secara benar

4) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai

yang dianjurkan

Page 30: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif

6) Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran

7) Melakukan tindakan promotif secara aktif

6. Tugas Keluarga dalam Bidang Kesehatan

Ada 5 pokok tugas keluarga dalam bidang kesehatan menurut

Friedman (1998) dalam Dion & Betan (2013) adalalah sebagai berikut :

a. Mengenal masalah kesehatan keluarga

Keluarga perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-

perubahan yang dialami anggota keluarga. Perubahan sekecil

apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung

menjadi perhatian keluarga dan orang tua. Sejauh mana keluarga

mengetahui dan mengenal fakta-fakta dari masalah kesehatan yang

meliputi pengertian, tanda dan gejala, factor penyebab yang

mempengaruhinya, serta persepsi keluarga terhadap masalah.

b. Membuat keputusan tindakan yang tepat

Sebelum keluarga dapat membuat keputusan yang tepat mengenai

masalah kesehatan yang dialaminya, perawat harus dapat mengkaji

keadaan keluarga tersebut agar dapat menfasilitasi keluarga dalam

membuat keputusan.

c. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit.

Ketika memberiakn perawatan kepada anggota keluarga yang sakit,

keluarga harus mengetahui hal-hal sebagai berikut :

1) Keadaan penyakitnya (sifat, penyebaran, komplikasi,

prognosis dan perawatannya).

2) Sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan.

Page 31: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

3) Keberadaan fasilitas yang dibutuhkan untuk perawatan.

4) Sumber-sumber yang ada dalam keluarga (anggota

keluarga yang bertanggung jawab, sumber keuangan dan

financial, fasilitas fisik, psikososial).

5) Sikap keluarga terhadap yang sakit.

d. Mempertahankan atau mengusahakan suasana rumah yang sehat

Ketika memodifikasi lingkungan atau menciptakan suasana

rumah yang sehat, keluarga harus mengetahui hal-hal sebagai

berikut :

1) Sumber-sumber yang dimilki oleh keluarga.

2) Keuntungan atau manfaat pemeliharaan lingkungan.

3) Pentingnya hiegine sanitasi.

4) Upaya pencegahan penyakit.

5) Sikap atau pandangan keluarga terhadap hiegine sanitasi.

6) Kekompakan antar anggota kelompok.

e. Menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di

masyarakat.Ketika merujuk anggota keluarga ke fasilitas

kesehatan, keluarga harus mengetahui hal-hal sebagai berikut :

1) Keberadaan fasilitas keluarga.

Page 32: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

2) Keuntungan-keuntungan yang diperoleh oleh fasilitas

kesehatan.

3) Pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan.

4) Fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga.

7. Peran Perawat Keluarga

Ada tujuh peran perawat keluarga menurut Sudiharto (2012) adalah

sebagai berikut:

a. Sebagai pendidik

Perawat bertanggung jawab memberikan pendidikan kesehatan pada

keluarga, terutama untuk memandirikan keluarga dalam merawat

anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan.

b. Sebagai koordinator pelaksan pelayanan kesehatan

Perawat bertanggung jawab memberikan pelayanan keperawatan

yang komprehensif.Pelayanan keperawatan yang bersinambungan

diberikan untuk menghindari kesenjangan antara keluarga dan unit

pelayanan kesehatan.

c. Sebagai pelaksana pelayanan perawatan

Page 33: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Pelayanan keperawatan dapat diberikan kepada keluarga melalui

kontak pertama dengan anggota keluarga yang sakit yang memiliki

masalah kesehatan.Dengan demikian, anggota keluarga yang sakit

dapat menjadi “entry point” bagi perawatan untuk memberikan

asuhan keperawatan keluarga secara komprehensif.

d. Sebagai supervisor pelayanan keperawatan

Perawat melakukan supervisi ataupun pembinaan terhadap keluarga

melalui kunjungan rumah secara teratur, baik terhadap keluarga

berisiko tinggi maupun yang tidak.Kunjungan rumah tersebut dapat

direncanakan terlebih dahulu atau secara mendadak, sehingga

perawat mengetahui apakah keluarga menerapkan asuhan yang

diberikan oleh perawat

e. Sebagai pembela (advokat)

Perawat berperan sebagai advokat keluarga untuk melindungi hak-

hak keluarga klien. Perawat diharapkan mampu mengetahui harapan

serta memodifikasi system pada perawatan yang diberikan untuk

memenuhi hak dan kebutuhan keluarga. Pemahaman yang baik

oleh keluarga terhadap hak dan kewajiban mereka sebagai

klien mempermudah tugas perawat untuk memandirikan keluarga.

f. Sebagai fasilitator

Perawat dapat menjadi tempat bertanya individu, keluarga dan

masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan dan

keperawatan yang mereka hadapi sehari-hari serta dapat membantu

jalan keluar dalam mengatasi masalah.

Page 34: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

g. Sebagai peneliti

Perawat keluarga melatih keluarga untuk dapat memahai masalah-

masalah kesehatan yang dialami oleh angota keluarga.Masalah

kesehatan yang muncul didalam keluarga biasanya terjadi menurut

siklus atau budaya yang dipraktikkan keluarga.

Peran perawat keluarga dalam asuhan keperawatan berpusat pada

keluarga sebagai unit fungsional terkecil dan bertujuan memenuhi

kebutuhan dasar manusia pada tingkat keluarga sehingga tercapai

kesehatan yang optimal untuk setiap anggota keluarga.Melalui

asuhan keperawatan keluarga, fungsi keluarga menjadi optimal,

setiap individu didalam keluarga tersebut memiliki karakter yang

kuat, tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya negative

sehingga memiliki kemampuan berpikir yang cerdas.

B. Konsep Hipertensi

1. Pengertian

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan

diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Secara umum,

sesorang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya

lebih dari 140/90 mmHg. Elizabeth j. Corwin, 2009 (dikutip dari

Medikal Bedah). Hipertensi sering juga diartikan sebagai suatu keadaan

dimana tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan

diastolik lebih dari 80 mmHg. Arif Muttaqin, 2009. (dikutip dari

Medikal Bedah).

2. Etiologi

Page 35: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

a. Hipertensi Primer

Hipertensi primer atau esensial adalah tidak dapat diketahuin

penyebabnya. Hipertensi esensial biasanya dimulai sebagai proses

labil (intermiten) pada individu pada akhir 30-an dan 50-an dan

secara bertahap “ menetap “ pada suatu saat dapat juga terjadi

mendadak dan berat, perjalanannya dipercepat atau “maligna“

yang menyebabkan kondisi pasien memburuk dengan cepat.

Penyebab hipertensi primer atau esensial adalah gangguan emosi,

obesitas, konsumsi alkohol yang berlebihan, pola makan tidak

seimbang, kopi, obat – obatan, faktor keturunan (Brunner &

Suddart, 2015). Sedangkan menurut Robbins (2007), beberpa

faktor yang berperan dalam hipertensi primer atau esensial

mencakup pengaruh genetik dan pengaruh lingkungan seperti,

stress, kegemukan, merokok, aktivitas fisik yang kurang, dan

konsumsi garam dalam jumlah besar dianggap sebagai faktor

eksogen dalam hipertensi.

b. Hipertensi Sekunder

Hipertensi sekunder adalah kenaikan tekanan darah dengan

penyebab tertentu seperti penyempitan arteri renalis, penyakit

parenkim ginjal, berbagai obat, disfungsi organ, tumor dan

kehamilan (Brunner & Suddart, 2015). Sedangkan menurut

Wijaya& Putri (2013), penyebab hipertensi sekunder diantaranya

berupa kelainan ginjal seperti tumor, diabetes, kelainan adrenal,

kelainan aorta, kelianan endokrin lainnya seperti obesitas, resistensi

Page 36: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

insulin, hipertiroidisme dan pemakaian obat-obatan seperti

kontasepsi oral.

3. Patofisiologi

Tekanan darah dipengaruhi oleh curah jantung dan tahanan perifer

(periphral resistance). Tekanan darah membutuhkan aliran darah

melalui pembuluh darah yang ditentukar oleh kekuatan pompa

jantung (cardiac output) dan tahanan perifer. Sedangkan cardiac output

dan tahanan perifer dipengaruhi oleh faktor-faktor yang saling

berinteraksi yaitu natrium, sttress, obesitas, genetik, dan faktor risiko

hipertensi lainnya.

Menurut Anies 2006 (dikutip dari trend desease) peningkatan tekanan

darah melalui mekanisme :

a. Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan darah lebih

banyak cairan setiap detiknya.

b. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku sehingga

tidak dapat mengembang saat jantung memompa darah melalui

arteri tersebut.

c. Bertambahnya cairan dalam sirkulasi dapat meningkatkan tekanan

darah.

4. Manifestasi Klinis

Menurut Ardiansyah (2012). Sebagian manifestasi klinis timbul setelah

penderita mengalami hipertensi selama bertahun-tahun. Gejalanya

berupa:

Page 37: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

a. Nyeri kepala saat terjaga, terkadang disertai mual dan muntah

akibat peningkatan tekanan darah interakranium.

b. Penglihatan kabur karena terjadi kerusakan pada retina sebagai

dampak dari hipertensi.

c. Ayunan langkah yang tidak mantap karena terjadi kerusakan

susunan saraf pusat.

d. Nokturia (sering berkemih dimalam hari) karena adanya

peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi glomelurus.

e. Edema dependen dan pembengkakan akibat peningkatan tekanan

kapiler.

5. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan menurut Ardiansyah (2012). Terapi obat pada

penderita hipertensi dimulai dengan salah satu obat berkut :

a. Terapi Farmakologi

1) Hidroklorotiazid (HCT) 12,5-25 mg per hari dengan dosis

tunggal pada pagi hari (pada hipertensi dalam kehamilan, hanya

digunakan bila disertai hemokonsentrasi/udem paru).

2) Reserpin 0,1 - 0,25 mg sehari sebagai dosis tunggal.

3) Propanolol mulai dari 10 mg dua kali sehari yang dapat

dinaikkan 20 mg dua kali sehari (kontraindikasi untuk penderita

asma).

Page 38: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

4) Kaptopril 12,5-25 mg sebanyak dua sampai tiga kali sehari

(kontraindikasi pada kehamilan selama janin hidup dan untuk

penderita asma).

b. Terapi Non Farmakologi

Langkah awal biasanya adalah dengan mengubah pola hidup

penderita, yakni dengan cara :

1) Menurunkan berat badan sampai batas ideal.

2) Mengubah pola makan mengikuti program diet pada penderita

diabetes, kegemukan, atau kadar kolesterol darah tinggi.

3) Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram

natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai

dengan asupan kalsium, magnesium, dan kalsium yang cukup).

4) Mengurangi mengkonsumsi alkohol.

5) Berhenti merokok

6) Olahraga aerobik yang tidak terlalu berat (penderita hipertensi

esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan

darahnya terkendali).

C. Diet DASH

DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang didirikan oleh

National Health, Lung, and Blood Institute menyarankan untuk

mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalium, kalsium,

magnesium, rendah lemak, dan tinggi serat. Contoh makanan yang

disarankan DASH untuk diet penyakit hipertensi adalah serealia dan

produknya, sayur, buah, susu rendah lemak, dan olahannya, daging dan ikan,

Page 39: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

serta kacang-kacangan dan umbi-umbian. Diet yang disarankan DASH ini

merekomendasikan untuk lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah, dari

aspek gizi, buah dan sayur banyak mengandung mineral penting, seperti

kalium, magnesium, dan serat yang mampu menjaga tekanan darah tetap

stabil. Dengan cukup mengkonsumsi kalium, konsentrasi ion Na+ dalam

tubuh dapat dikontrol secara hati-hati (Julianti 2005). Pola makan yang sesuai

merupakan suatu penatalaksanaan yang perlu diperhatikan oleh penderita

hipertensi, hal tersebut akan sangat membantu mengendalikan tekanan darah.

Oleh karena itu terapi diet dapat dilakukan untuk menormalkan hipetensi.

Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan.

1. Kurangi konsumsi natrium (Na)

Batasi penggunaan garam dalam masakan, jangan lebih bahkan lebih baik

kurang dari 1 sendok teh (tidak lebih dari 2.400 mg/hari). Kandungan

natrium yang terlalu tinggi dikeluarkan melalui urin bersama kalium

dalam jumlah besar. Kondisi ini bukan sesuatu yang baik bagi jantung.

Pasalnya, kalium sangat diperlukan jantung untuk aktivitasnya. Semakin

lama, kehilangan kalium dalam jumlah besar memperberat kerja jantung

yang pada akhirnya terjadi peningkatan tekanan darah. Selain itu, natrium

yang berlebihan menimbulkan pengendapan kalsium dalam persendian

dan tulang belakang serta menarik dan menahan air dalam tubuh.

2. Kurangi konsumsi energi dalam bentuk karbohidrat dan lemak

Konsumsi kalori dalam bentuk karbohidrat dan lemak akan meningkatkan

aktivitas sistem saraf simpatik yang akhirnya akan menyebabkan

hipertensi. Peningkatan tekanan darah terutama terjadi jika fleksibilitas

Page 40: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

pembuluh darah menurun akibat adanya aterosklerosis, yaitu penumpukan

lemak dan kolesterol pada pembuluh darah hal ini juga yang memicu

terjadinya penyakit jantung dan obesitas. Dari total energi yang

dibutuhkan, penuhi 50%--65% dari karbohidrat dan kurang dari 30% dari

lemak.

3. Batasi konsumsi pangan hewani dan tingkatan konsumsi pangan nabati

Selain memiliki kandungan lemak tinggi, umumnya panganan hewani

juga memiliki kandungan natrium tinggi.

4. Tingkatkan konsumsi bahan makan yang banyak mengandung mineral

kalium (K) dan kalsium (Ca)

Tabel 2.1 Penurunan tekanan darah berdasarkan modifikasi gaya hidup

yang berkaitan dengan diet

Perubahan

Gaya Hidup

Rekomendasi Estimasi Penurunan

Tekanan

Darah Sistole

Penurunan

berat badan

Dipertahankan BB normal

(IMT=18,5 – 24,9 kg/m2)

50-20 mmHg/10 kg

penurunan berat

badan

Perencanaan

makan DASH

Konsumsi banyak sayuran,

buah dan hasil olahan susu

rendah lemak, dan

mengurangi asupan lemak

jenuh dan kolesterol

18 – 14 mmHg

Mengurangi

asupan natrium

Asupan natrium khlorida

antara 1500 – 2400 mg natrium atau 3,8 – 6 gram

NaCl per hari

2 – 8 mmHg

Meningkatkan

asupan kalium

Meningkatkan asupan kalium

sampai sampai 120

mm.mol/hari (4,7 gram

4 – 9 mmHg

Page 41: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

perhari)

Membatasi

asupan alkohol

Bagi yang minum alkohol 2 – 4 mmHg

Sumber: Sientific Statment from AHA (American Heart Association) 2006

Berikut gambaran pola makan dan menu harian diet DASH berdasarkan

hitungan 2000 kalori/hari :

Tabel 2.2 Perencanaan Makan dengan DASH 2000 kalori/hari

Kelompok Makanan Jumlah

Porsi

Ukuran Porsi

Produk gandum 6-8 / hari 1 helai roti

½ mangkuk sedang nasi, pasta,

atau sereal

*diutamakan memilih produk

whole grain

Daging, unggas, dan

ikan

≤6 / hari 30 gram daging, unggas, ikan

1 butir telur

Sayuran 4-5 / hari 1 mangkuk sayur mentah

½ mangkuk sayur matang

½ gelas sayuran

Buah-buahan 4-5 / hari 1 buah segar

½ mangkuk buah kalengan

½ gelas jus buah segar

Produk susu rendah

lemak

2-3 / hari 1 gelas susu

40 gram keju

Page 42: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lemak dan minyak 2-3 / hari 1 sendok teh margarin

1 sendok makan mayonnaise

2 sendok makan salad dressing

Kacang-kacangan 4-5 / hari 40 gram kacang-kacangan

2 sendok makan selai kacang Sumber: Julianti:”Bebas Hipertensi dengan Terapi Jus”2005

Tabel 2.3 Contoh menu sehari dengan kombinasi jus buah dan sayur

Kandungan gizi: kalori ±2054,4 kkl, Protein ±75,52 g, Lemak ±47,63 g,

Karbohidrat ±333,54 g, Natrium ±472,99 mg, Kalium ±3618,31 mg,

Kalsium ±1095,56 mg

Waktu Jenis Makanan Ukuran

Makan pagi

Nasi

Omlet sayuran

Tomat

Susu skim

7 sdm munjung*

1 potong (1 butir telur,

20 g wortel, 20 g

bawang daun)

2 iris

1 gelas

Makan selingan

(pukul 10.00)

Jus kacang kedelai 1 gelas (20 g kacang

kedelai kering, ½ gelas

susu skim bubuk)

Makan siang Nasi

Ikan kakap bakar

Tumis kacang panjang

Jus wortel nanas

10 sdm munjung*

1 potong sedang

1 mangkok

1 gelas (50 g wortel, 100

g nanas, ½ gelas air

matang)

Makan selingan

(17.00)

Jus belimbing 1 gelas (1 buah blimbing

manis, 2 sdm susu skim

Page 43: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

bubuk, 1 sdm jeruk

nipis).

Makan malam Nasi

Ayam goreng tepung

Sayur bayam bening

Jus apel seledri

10 sdm munjung

1 potong sedang

1 mangkok sedang

1 gelas ( 2 buah apel, 20

g seledri, ½ gelas air

matang dingin). Sumber: Julianti:”Bebas Hipertensi dengan Terapi Jus”2005

D. Konsep Asuhan keperawatan Keluarga dengan Hipetensi dalam

Penerapan Diet DASH

1. Pengkajian

Proses pengakajian keluarga ditandai dengan pengumpulan informasi terus

menerus dan keputusan professional yang mengandung arti terhadap

informasi yang dikumpulkan. Pengumpulan data keluarga berasal dari

berbagai sumber : wawancara, observasi rumah keluarga dan fasilitasnya,

pengalaman yang dilaporkan anggota keluarga. Pengkajian keluarga

dengan anggota keluarga hipertensi Format pengkajian keluarga model

Friedman yang diaplikasikan ke kasus dengan masalah utama Hipertensi

menurut Friedman (2010), meliputi :

a. Data umum

Menurut Friedman (2010), data umum yang perlu dikaji adalah :

1) Nama kepala keluarga dan anggota keluarga, alamat, jenis

kelamin, umur, pekerjaan dan pendidikan. Pada pengkajian

pendidikan diketahui bahwa pendidikan atau pengetahuan

berpengaruh pada kemampuan dalam mengatur pola makan dan

pentingnya diet pada penderita hipertensi. Sedangkan pekerjaan

yang terlalu sibuk dapat mengakibatkan kurangnya perhatian bagi

penderita hipertensi (Raihan, 2014).

Page 44: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

2) Tipe keluarga

Menjelaskan mengenai jenis/tipe keluarga beserta kendala atau

masalah-masalah yang terjadi dengan jenis/tipe keluarga yang

mengalami hipertensi.

3) Suku bangsa

Identifikasi budaya suku bangsa tersebut terkait dengan

kesehatan. Biasanya keluarga dengan penderita hipertensi

mempunyai budaya tidak terlalu memperhatikan menu makanan

bagi penderita.

4) Status sosial ekonomi keluarga

Status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan

baik dari kepala keluarga maupun dari anggota keluarga lainnya.

Pada pengkajian status sosial ekonomi diketahui bahwa

tingkat status sosial ekonomi berpengaruh pada tingkat kesehatan

seseorang. Dampak dari ketidakmampuan keluarga membuat

seseorang tidak bisa mencukupi kebutuhan nutrisi keluarga

(Padila, 2012). Biasanya keluarga dengan hipertensi tidak

mengenal tingkatan ekonomi semua kalangan berpotensi

mengalami kejadian tersebut.

b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

1) Tahap perkembangan keluarga saat ini

Page 45: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari

keluarga inti. Biasanya keluarga dengan hipertensi berada pada tahap

perkembangan usia pertengahan (40 – 60 tahun) (Friedman,2010).

2) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Menjelaskan mengenai tugas perkembangan keluarga yang belum

terpenuhi oleh keluarga serta kendala-kendala yang dialami (Padila,

2012). Biasanya keluarga belum mampu mempertahankan kesehatan

keluarga.

3) Riwayat keluarga inti

Menjelaskan riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga inti,

upaya pencegahan dan pengobatan pada anggota keluarga yang

sakit, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada. Biasanya

keluarga dengan hipertensi tidak menyadari kondisi tanda dan gejala

pada penderita.

c. Pengkajian Lingkungan

1. Karakteristik rumah

Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat tipe rumah, jumlah

ruangan, jenis ruang, jumlah jendela, jarak septic tank dengan

sumber air, sumber air minum yang digunakan, tanda cat yang sudah

mengelupas, serta dilengkapi dengan denah rumah (Friedman, 2010).

Kondisi lingkungan yang tidak stabil dan jauh dari prilaku hidup

bersih dan sehat dapat menimbulkan stress berkepanjangan yang

merupakan salah satu faktor terjadinya hipertensi.

d. Fungsi Keluarga

Page 46: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

1. Fungsi afektif

Hal yang perlu dikaji seberapa jauh keluarga saling asuh dan saling

mendukung, hubungan baik dengan orang lain, menunjukkan rasa

empati, perhatian terhadap perasaan (Friedman, 2010). Ketidak

mampuan keluarga melakukan fungsi afektif membawa pengaruh

besar terhadap anggota keluarga yang mengalami hipertensi.

2. Fungsi sosialisasi

Dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam keluarga, sejauh

mana anggota keluarga belajar disiplin, penghargaan, hukuman, serta

memberi dan menerima cinta (Friedman, 2010).

3. Fungsi perawatan kesehatan

a) Keyakinan, nilai, dan prilaku kesehatan : menjelaskan nilai

yang dianut keluarga, pencegahan, promosi kesehatan yang

dilakukan dan tujuan kesehatan keluarga (Friedman, 2010).

Biasanya keluarga tidak mengetahui pencegahan yang harus

dilakukan terhadap penderita hipetensi.

b) Status kesehatan keluarga dan kerentanan terhadap sakit yang

dirasa : keluarga mengkaji status kesehatan, masalah kesehatan

yang membuat kelurga rentan terkena sakit dan jumlah kontrol

kesehatan (Friedman, 2010). Bisanya keluarga tidak mampu

mengkaji status kesehatan anggota keluarga yang mengalami

hipertensi.

Page 47: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

c) Praktik diet keluarga : keluarga menegtahui sumber makanan

yang dikonsumsi, cara menyiapkan makanan, banyak makanan

yang dikonsumsi perhari dan kebiasaan mengkonsumsi

makanan kudapan (Friedman, 2010). Biasanya keluarga tidak

terlalu memperhatikan menu makanan, sumber makanan dan

banyak makanan yang tersedia untuk penderita hipertensi.

d) Peran keluarga dalam praktik keperawatan diri : tindakan yang

dilakukan dalam memperbaiki status kesehatan, pencegahan

penyakit, perawatn keluarga dirumah dan keyakinan keluarga

dalam perawatan dirumah (Friedman, 2010). Biasanya keluarga

dengan hipertensi tidak tau cara pencegahan penyakit dan

mengenal penyakit.

e) Tindakan pencegahan secara medis : kepatuhan terapi obat,

pemeriksaan riwayat kesehatan. Biasanya keluarga tidak

memperhatikan kepatuhan terapi pengobatan pada penderita

hipertensi.

4. Fungsi sosialisasi

Pada kasus penderita hipertensi, dapat mengalami gangguan

fungsi sosial baik didalam keluarga maupun didalam komunitas

sekitar keluarga (Padila, 2012).

5. Fungsi reproduksi

Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah :

berapa jumlah anak, apa rencana keluarga berkaitan dengan jumlah

anggota keluarga, metode yang digunakan keluarga dalam upaya

Page 48: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

mengendalikan jumlah anggota keluarga (Padila, 2012). Jumlah

anggota keluarga sangat berpengaruh dengan kebutuhan nutrisi, dan

pemilihan alat kontrasepsi juga berpengaruh terhadap penderita

hipertensi.

6. Fungsi ekonomi

Untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti makanan,

pakaian dan rumah, maka keluarga memerlukan sumber keuangan.

Biasanya kebutuhan tersebut belum sepenuhnya bisa terpenuhi oleh

keluarga dengan penderita hipertensi.

e. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Metode yang

di gunakan pada pemeriksaan fisik head to toe untuk pemeriksaan fisik

untuk Hipertensi adalah sebagai berikut:

1) Status kesehatan umum

Meliputi keadaan penderita, kesadaran, suara bicara, tinggi badan,

berat badan dan tanda-tanda vital. Biasanya penderita hipertensi

mempunyai berat badan diatas normal atau obesitas dan tanda-tanda

vital diatas normal sistole >140 mmHg dan diastole >90 mmHg.

2) Kepala dan leher

Kaji bentuk kepala, keadaan rambut, adakah pembesaran pada

vena jagularis, kebershan telinga, adakah gangguan pendengaran,

Page 49: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

kebersihan mulut dan gigi. Identifikasi apakah ada sensasi nyeri dan

pusing.

3) Sistem integumen

Elastisitas kulit, adanya edema, adanya lipatan kulit trisep untuk

penderita dipertensi dengan peningkatan berat badan (Alimul

Aziz,2012).

4) Sistem pernafasan

Pada sistem .pernafasan penderita hipertensi didapatkan sering

didapatkan keluhan sesak nafas saat ktivitas, riwayat merokok,batuk

dengan atau tanpa sputum.

5) Sistem Kardiovaskular

Pada sistem kardiovaskular didapatkan tekanan darah meningkat, nadi

meningkat, denyut jantung meningkat, disritmia, pengisian kapiler

lambat (>2 detik).

6) Sistem Gastrointestinal

Riwayat mengkonsumsi makanan tinggi lemak atau kolesterol, tinggi

garam, dan tinggi kalori. Selain itu, juga melaporkan mual, muntah,

perubahan berat badan, dan riwayat pemakaian deuretik. Temuan fisik

meliputi berat badan diatasnormal atau obesitas, edema, kongesti

vena, distensi vena jagularis, dan glikosuria (Wajan Juni,2011).

7) Sistem Urinary

Page 50: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Riwayat penyakit ginjal (obstruksi atau infeksi). Temuan fisik:

produksi urine <50 ml/jam atau oliguri.

8) Sistem Muskuluskletal

Melaporkan angina, nyeri intermiten pada paha-claudication (indikasi

arteriosklerosis pada ekstremitas bawah), sakit kepala hebat di

oksipital, nyeri atau teraba massa diabdomen.

9) Sistem Neurolgis

Melaporkan serangan pusing/pening, sakit kepala berdenyut

disubokspital, episode mati rasa, atau kelumpuhan salah satu sisi

badan.

2. Perumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga

Diagnosa keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan masalah

keperawatan yang didapat dari data pada pengkajian yang berhubungan

dengan etiologi dan pengkajian fungsi perawatan keluarga. Diagnosa

keperawatan mengacu pada rumusan PES (problem,etiologi, dan simtom)

dimana untuk problem menggunakan rumusan masalah dari NANDA,

sedangkan untuk etiologi dapat menggunakan pendekatan lima tugas

keluarga atau dengan menggambarkan pohon masalah (Padila,2012).

Tipologi dari diagnosa keperawatan keluarga terdiri dari diagnosa

keperawatan keluarga terdiri dari diagnosa keperawatan keluarga actual

(terjadi defisit/gangguan kesehatan), resiko (ancaman kesehatan) dan

keadaan sejahtera (wellness).

Penulisan diagnosa kepewaratan keluarga :

a. Diagnosa keperawatan keluarga: aktual

Page 51: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

b. Diagnosa keperawatan keluarga : resiko (ancaman)

Diagnosa keperawatan keluarga resiko dirumuskan apabila sudah

ada data yang menunjang namun belum terjadi gangguan,misalnya

pola hidup yang tidak sehat, jarang berolahraga.

c. Diagnosa keperawatan keluarga: sejahtera (potensial)

Diagnosa keperawatan keluarga sejahtera merupakan suatu

keadaan dimana keluarga didalam kondisi sejahtera sehingga

kesehatan keluarga dapat di tingkatkan. Rumusan diagnosanya

boleh tidak menggunakan etiologi.

Berikut disajikan rumusan masalah keperawatan terkait dengan

kondisi kesehatan keluarga berdasarkan NANDA dalam friedman

(1989).

Tabel 2.4 Rumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga

Aspek Rumusan Diagnosa

Kesehatan

lingkungan

keluarga

Kerusakan pemeliharaan rumah

Pola dan proses

komunikasi

keluarga

Kerusakan komunikasi verbal

Struktur

kekuatan (power)

Keluarga

Konflik menyangkut ketulusan

Struktur peran

(role) keluarga

1. Berduka yang diantisipasi

2. Berduka disfungsional

3. Isolasi sosial

4. Perubahan dalam parenting

5. Perubahan kinerja peran

6. Gangguan citra tubuh

Nilai – nilai

keluarga

Konflik lain

Fungsi efektif 1. Gangguan proses keluarga

2. Gangguan menjadi orang tua

Page 52: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

3. Berkabung yang disfungsional

4. Koping keluarga tidak efektif

5. Resiko terjadi kekerasan

Fungsi sosialisasi 1. Perubahan proses keluarga

2. Kurang pengetahuan

3. Kurang peran orang tua

4. Perubahan menjadi orangtua

5. Prilaku mencari pertolongan

kesehatan (diagnosa wellness)

Fungsi perawatan

kesehatan

1. Perubahan pemeliharaan

kesehatan

2. Perilaku mencari kesehatan

Proses dan strategi

koping keluarga

3. Koping keluarga tidak efektif

4. Resiko kekerasan Sumber: Padila 2012

Pada satu keluarga mungkin saja perawat menemukan lebih dari satu

diagnosa keperawatan, maka selanjutnya bersama keluarga harus

menentukan prioritas dengan menggunakan skala perhitungan sebagai

berikut:

Tabel 2.5 : Skala prioritas masalah keluarga

Kriteria Skor Bobot

1. Sifat masalah

a. Aktual (tidak/kurang sehat

b. Ancaman kesehatan

c. Keadaan sejahtera

3

2

1

1

2. Kemungkinan masalah dapat

diubah

a. Mudah

b. Sebagian

c. Tidak dapat

2

1

0

2

3. Potensi masalah untuk dicegah

a. Tinggi

b. Cukup

c. Rendah

3

2

1

1

Sumber: Padila, 2012

Diagnosa keperawatan untuk klien hipertensi dalam pemenuhan kebutuhan

nutrisi menurut NANDA (2015) diantaranya:

a. Obesitas

Page 53: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

b. Berat badan berlebih

c. Resiko berat badan berlebih

d. Kurang pengetahuan

3. Intervensi Keperawatan

Menurut Padila (2012), Perencanaan perawatan keluarga terdiri dari

penetapan tujuan, mencakup tujuan umum dan khusus, rencana intervensi

serta dilengkapi dengan rencana evaluasi yang memuat criteria dan

standar. Tujuan dirumuskan secara spesifik , dapat diukur (merusable),

dapat dicapai (achivable), rasional dan menunjukan waktu (SMART).

Rencana intervensi ditetapkan untuk mencapai tujuan.

Selanjutnya intervensi keperawatan keluarga diklasifikasikan menjadi

intervensi yang mengarah pada aspek kognitif, efektif dan psikomotor

(prilaku). Semua intervensi baik berupa pendidikan kesehatan, terapi

modalitas ataupun terapi koplementer pada akhirnya ditujukan untuk

meningkatnkan kemampuan keluarga melaksanakan lima tugas keluarga

dalam kesehatan.Kriteria dan standar merupakan rencana evaluasi, berupa

pernyataan spesifik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan

berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan. Kriteria dapat berupa respon

verbal, sikap atau psikomotor, sedangkan standar berupa patokan/ukuran

yang kita tentukan berdasarkan kemampuan keluarga, sehingga dalam

menentukan standar antara klien satu dengan klien yang lainnya walaupun

masalahnya sama, standarnya bisa jadi berbeda.

Berikut rencana keperawatan keluarga pada keluarga dengan hipertensi

dalam penerapan diet DASH:

Page 54: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

a. Diagnosa Keperawatan

Kurang pengetahuan diet DASH: ketiadaan atau defisiensi informasi

kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu. Batasan karakteristik;

ketidak akuratan mengikuti perintah, kurang pengetahuan, apatis,

pengungkapan masalah. Faktor yang berhubungan; keterbatasan

kognitif, kurang informasi, tidak familier dengan sumber informasi.

b. Tujuan

1) Tujuan Umum

Setelah dilakukan kunjungan sebanyak enam kali empat puluh lima

menit, keluarga mampu mengenal, memutuskan dan merawat

anggota keluarga dengan kurang pengetahuan tentang diet DASH.

2) Tujuan Khusus

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 45 menit,

keluarga mampu:

a) Mengenal masalah (menjelaskan kembali Pengertian, tujuan,

klasifikasi , serta makanan yang dianjurkan dan tidak di

anjurkan diet DASH).

Evaluasi:

(1) Kriteria, keluarga mampu menjelaskan pengertian diet

DASH secara mandiri, tujuan dan klasifikasi diet DASH

(2) Standar :

(a) Diet DASH adalah salah satu metode diet yang

diterapkan pada penderita hipertensi dengan

Page 55: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

menyarankan untuk mengkonsumsi makanan

mengandung kalium, kalsium, magnesium rendah

lemak, dan tinggi serat.

(b) Tujuan diet DASH membantu menurunkan

tekanan darah, menurunkan berat badan,

mengurangi resiko penyakit jantung dll.

(c) Dampak dari kurang pengetahuan, keluarga tidak

mampu merawat anggota keluarga dengan

hipertensi.

3) Rencana

Kaji, Pengetahuan keluarga, diskusikan bersama keluarga tentang

pengertian diet DASH, jelaskan kepada keluarga tentang tujuan diet

DASH, jelaskan dampak yang ditimbulkan akibat kurang

pengetahuan, beri kesempatan kepada keluarga untuk bertanya,

bantu keluarga untuk mengulangi apa yang telah dijelaskan, beri

pujian atas perilaku yang benar.

b) Mengambil keputusan untuk mengatasi hipertensi pada anggota

keluarga.

Evaluasi:

Respon verbal, keluarga mampu mengambil keputusan.

Standar , keluarga mengatakan keputusan dalam mengatasi

keluarga yang mengalami hipertensi.

Intervensi:

Page 56: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Kaji pengetahuan keluarga, jelaskan pada keluarga mengenai

tindakan yang harus dilakukan saat anggota keluarga

mengalami hipertensi, bimbing dan motivasi keluarga untuk

mengambil keputusan dalam menangani masalah hipertensi,

berikan pujian atas keputusan yang diambil untuk mengatasi

masalah hipertensi pada anggota keluarga.

c) Merawat anggota keluarga yang hipertensi dengan

mendemonstrasikan cara penerapan diet DASH untuk penderita

hipertensi.

Evaluasi:

Respon verbal; keluarga mampu mendemonstrasikan cara

mengatur menu makanan bagi penderita hipertensi

Intervensi:

Kaji pengetahuan keluarga, jelaskan pada keluarga cara

mengatur menu diet pada anggota keluarga yang mengalami

hipertensi: menyajikan makanan yang sesuai terapi diet

DASH, beri pujian kepada keluarga atas keberhasilan

keluarga mengatur diet pada anggota keluarga yang

mengalami hipertensi.

8. Implementasi Keperawatan Keluarga

Pelaksanaan atau implementasi adalah serangkaian tindakan perawat pada

keluarga berdasarkan perencanaan sebelumnya. Tindakan perawat

terhadap keluarga mencakup dapat berupa:

Page 57: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

a. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenal masalah

dan kebutuhan kesehatan, dengan cara:

1) Memberikan informasi : penyuluhan atau konseling

2) Mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan

3) Mendorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah

b. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat,

dengan cara:

1) Mengidentifikasi konsekuensi tidak melakukan tindakan

2) Mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga

3) Mendiskusikan tentang konsekuensi setiap tindakan

c. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang

sakit :

1) Mendemonstrasikan cara perawatan

2) Menggunakan alat dan fasilitas yang ada dirumah

3) Mengawasi keluarga melakukan tindakan perawatan

d. Membantu keluarga menemukan cara bagaimana membuat lingkungan

menjadi :

1) Menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga

2) Melakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin

e. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang

ada, dengan cara :

1) Memperkenalkan fasilitas kesehatan yang ada dalam lingkungan

keluarga

2) Membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

Page 58: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Pada saat melakukan pelaksanaan rencana keperawatan, tenaga

kesehatan menjelaskan tentang kebubutuhan nutrisi dan akibat yang

ditimbulkan pada penderita hipertensi, mendikusikan dengan keluarga

dalam pengambilan keputusan, mendemonstrasikan cara membuat

menu makanan bagi penderita hipertensi, serta memodifikasi

lingkungan yang nyaman bagi anggota keluarga yang mengalami

sakit.

9. Evaluasi Keperawatan Keluarga

Evaluasi keperawatan keluarga adalah proses untuk menilai keberhasilan

keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatannya sehingga memiliki

produktivitas yang tinggi dalam mengembangkan setiap anggota keluarga.

Sebagai komponen kelima dalam proses kelerawatan, evaluasi adalaah

tahap yang menentukan apakah tujuan yang telaah ditetapkan akan

menentukan mudah atau sulitnya dalam melaksanakan evaluasi

(Sugiarto,2012). Untuk penilaina keberhasilan tindakan maka selanjutnya

dilakukan panilaian. Tindakan-tindakan keperawatan keluarga mungkin

saja tidak dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan, untuk itu dilakukan

secara bertahap, demikian halnya dengan penilaian. Penilaian

dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan SOAP

(subyaktif,obyektif,analisa, dan planing) (Padila,2012).

Page 59: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

BAB III

METODE STUDI KASUS

A. Rancangan Studi Kasus

Rancangan studi kasus merupakan bentuk rancangan yang digunakan

dalam melakukan prosedur penelitian (Hidayat, 2012). Rancangan studi kasus

ini peneliti menggunakan studi kasus deskriptif yang bertujuan untuk

menerangkan atau menggambarkan masalah studi kasus yang terjadi

berdasarkan karakteristik tempat, waktu, umur, jenis kelamin, sosial,

ekonomi, pekerjaan, status perkawinan, cara hidup (pola hidup), dan lain-lain.

B. Subyek Studi Kasus

Page 60: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Subyek studi kasus dalam penelitian ini adalah keluarga dengan anggota

keluarga mengalami hipertensi. Subjek studi kasus penelitian pada keluarga

dapat dibagi menjadi dua kriteria inklusi dan eksklusi :

1. Inklusi

a. Anggota keluarga yang mengalami hipertensi

b. Keluarga tahap perkembangan usia paruh baya

c. Keluarga berada pada KM – III

d. Keluarga yang belum tuntas pembinaannya oleh petugas puskesmas

2. Kriteria Eksklusi

Keluarga yang tidak ada ditempat selama 3x kunjungan

C. Fokus Studi

1. Asuhan keperwatan keluarga dengan hipertensi

2. Penerapan diet DASH pada penderita hipertensi.

D. Definisi Operasional

Studi Kasus Asuhan Keperawatan Keluarga:

1. Asuhan keperawatan keluarga merupakan asuhan keperawatan yang

meliputi pengkajian terhadap setiap anggota keluarga, perumusan

diagnosa keperawatan keluarga, perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi.

2. Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan

meningkatnya tekanan arah. Dikatakan hipertensi jika dari hasil

pemeriksaan tekanan darah sistole pada >140 mmHg dan diastole >90

mmHg dari normalnya tekanan darah dewasa sistole 120 mmHg dan

diastole 80 mmHg. Alat ukur tekanan darah sfignomanometer.

Studi kasus penerapan prosedur keperawatan:

Page 61: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

1. Pendidikan kesehatan adalah proses membuat orang mampu

meningkatkan kontrol dan memperbaiki kesehatan individu maupun

keluarga.

2. Diet DASH adalah metode diet yang menekankan pada konsumsi

makanan sehat dengan mengurangi konsumsi garam dan mengkonsumsi

buah-buahan, sayuran, biji-bijian, susu rendah lemak, dan protein tanpa

atau rendah lemak. Diet DASH juga menekankan makanan yang

mengandung kalsium, potassium, magnesium, dan serat.

E. Tempat dan Waktu

1. Tempat Studi Kasus

Studi kasus ini dilaksanakan di rumah keluarga Tn. P dimana istri Tn. P,

Ny. I mengalami hipertensi di Desa Mekar Kec. Soropia Kab. Konawe

wilayah kerja Puskesmas Soropia

2. Waktu Pelaksanaan

Asuhan keperawatan keluarga dilakukan selama 6 hari dimulai dari

tanggal 25 Juni sampai dengan 30 Juni 2018.

F. Pengumpulan Data

Dalam studi kasus ini peneliti menggunakan dua metode pengumpulan data:

1. Wawancara

Teknik wawancara dalam studi kasus ini adalah wawancara terstruktur,

yaitu wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan

secara sistematis dan pertanyaan yang diajukan telah disusun sesuai

format pengkajian keluarga.

2. Observasi

Page 62: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik

secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang

harus dikumpulkan dalam studi kasus. Metode ini digunakan untuk

melihat dan mengamati secara langsung membuat catatan berkala

keadaan di lapangan agar pennulis memperoleh gambaran yang lebih luas

tentang permasalahan yang diteliti. Pada studi kasus ini peneliti

mengobservasi tekanan darah dan menu harian keluarga.

G. Analisis Data dan Penyajian Data

Dalam studi kasus ini penulis mengelompokkan dan dianalisis berdasarkan

subjektif dan objektif sehingga dapat dirumuskandiagnosa keperawatan

menentukan scoring, kemudian menyusunrencana keperawatan dan

melakukan implementasi serta evaluasi keperawatan. Hasil penelitian studi

kasus disajikan dalam bentuk narasi dan dapat disertai dengan cuplikan

ungkapan verbal dari subyek studi kasus yang merupakan data

pendukungnya.

H. Etika studi kasus

Etika studi kasus ini menggunakan informed consent dan penulisan nama

hanya menggunakan initial nama depan, demi menjaga kerahasiaan data

keluarga. Secara umum prinsip etika dalam penelitian/pengumpulan data

sebagai berikut:

1. Prinsip Manfaat

a. Bebas dari penderitaan

Page 63: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Penelitian harus dilaksanakan tanpa mengakibatkan penderitaan

kepada subjek, khususnya jika menggunakan tindakan khusus

(Nursalam, 2011).

b. Bebas dari eksploitasi

Partisipasi subjek dalam penelitian, harus dihindarkan dari keadaan

yang tidak menguntungkan. Subjek harus diyakinkan bahwa

partisipasinya dalam penelitian atau informasi yang telah diberikan,

tidak akan dipergunakan dalam hal-hal yang bisa merugikan subjek

dalam bentuk apapun(Nursalam, 2011).

c. Resiko (benefits ratio)

Peneliti harus secara hati-hati mempertimbangkan resiko dan

keuntungan yang akan berakibat kepada subjek pada setiap tindakan

(Nursalam, 2011).

2. Prinsip menghargai hak asasi manusia (respect human dignity)

a. Hak untuk ikut/tidak menjadi responden (right to self determination)

Subjek harus diperlakukan secara manusiawi. Subjek mempunyai

hak memutuskan apakah mereka bersedia menjadi subjek ataupun

tidak, tanpa adanya sangsi apapun atau akan berakibat terhadap

kesembuhannya, jika mereka seorang pasien (Nursalam, 2011).

b. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang

diberikan(right to full disclosure) Seorang peneliti harus

Page 64: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

memberikan penjelasan secara rinci serta bertanggung jawab jika

ada sesuatu yang terjadi pada subjek (Nursalam, 2011).

c. Lembar persetujuan atau Informerd consent

Subjek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang tujuan

penelitian yang akan dilaksanakan, mempunyai hak untuk bebas

berpatisipasi atau menolak menjadi responden. Pada informed

consent juga perlu dicantumkan bahwa data yang diperoleh hanya

akan dipergunakan untuk pengembangan ilmu (Suyanto, 2011).

3. Prinsip keadilan (right to justice)

a. Hak untuk mendapatkan pengobatan yang adil (right in fair

treatment) Subjek harus diperlakukan secara adil baik sebelum,

selama dan sesudah keikutsertaannya dalam penelitian tanpa adanya

diskriminasi apabila ternyat mereka tidak bersedia atau dropped out

sebagai responden (Nursalam, 2011).

b. Hak dijaga kerahasiannya (right to privacy) Subjek mempunyai

hak untuk meminta bahwa data yang diberikan harus dirahasiakan,

untuk itu perlu adanya anonymity (tanpa nama) dan confidentiality

(rahasia) (Nursalam, 2011).

Page 65: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

BAB IV

HASIL STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis akan melaporkan dan membahas hasil studi kasus

penelitian yang telah dilakukan dari pengkajian sampai dengan evaluasi pada

tanggal 25 Juni 2018 sampai dengan 30 Juni 2018 sesuai dengan fokus studi,

dengan merujuk pada rumusan masalah atau tujuan dilaksanakannya studi kasus.

Deskripsi data hasil studi kasus tentang fokus studi dilaporkan sebagai hasil studi

kasus yang telah diolah secara narasi.

Page 66: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

A. Hasil Studi Kasus

Penulis melakukan studi kasus yang bertempat di Desa Mekar Wilayah

Kerja Puskesmas Soropia pada keluarga Tn. P yang mempunyai masalah

kesehatan yaitu Hipertensi pada Ny. I istri dari Tn. P. Penulis melakukan

Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Hipertensi dalam Penerapan Terapi

Diet DASH yang dimulai dari Pengkajian, Perumusan Diagnosa, Perencanaan,

Implementasi dan Evaluasi serta membuat catatan perkembangan penerapan

diet DASH yang dipantau melalui wawancara maupun obsevasi langsung pada

subjek atau anggota keluarga yang terkait.

1. Data Umum Keluarga

Tn. P tinggal di desa Mekar Kecamatan Soropia. Nama kepala

keluarga Tn. P umur 56 tahun pekerjaan sebagai nelayan pendidikan

terakhir SMP , dengan komposisi keluarga tinggal bersama Ny. I

hubungan dengan Tn. P adalah sebagai istri, berusia 50 tahun bekerja

sebagai ibu rumah tangga pendidikan terakhir tamat SD. Pasien adalah Ny.

I yang mengalami Hipertensi. Dimana tipe keluarga Tn. P adalah keluarga

usia pertengahan dengan komposisi terdiri dari dua anggota keluarga

dengan usia pertengahan dan melepas anak terakhir meninggalkan rumah.

Status social ekonomi keluarga Tn. P yang bekerja sebagai nelayan

berpendapatan ± 1.500.000 perbulan yang digunakan untuk keperluan

sehari-hari.

2. Pengkajian

Pengkajian dilakukan pada tanggal 25 Juni 2018, dari riwayat

kesehatan keluarga inti Tn. P tidak mempunyai riwayat penyakit

Page 67: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

keturunan dan riwayat penyakit menular, sedangkan Ny. I kurang lebih

sejak 2 tahun yang lalu menderita penyakit hipertensi yang kejadiannya

berulang dan sering kambuh. Apabila penyakit pasien kambuh, pasien

berobat ke Puskesmas yang ada di desa setempat.

Fungsi keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, keluarga dan

pasien mengatakan tidak mengetahui cara merawat anggota keluarga yang

sakit hipertensi, pasien mengatakan sering mengkonsumsi makanan

garam berlebih, makanan bersantan, goreng-gorengan serta jarang

mengkonsumsi sayur dan buah yang cukup. Berdasarkan hasil pengkajian

diatas didapatkan pemeriksaan fisik . pemeriksaan fisik yang dilakukan

pada pasien di dapatkan hasil tekanan darah 180/100 mmHg, nadi 90 kali

per menit, pernapasan 20 kali per menit. Rambut hitam , bersih.

Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, hidung simetris Nampak

bersih, telinga simetris tidak ada serumen, mulut klien terlihat mukosa

bibir lembab tidak ada karies gigi, pada leher tidak ada pembesaran

kelenjar getah bening.

3. Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan pengkajian pada tanggal 25 juni 2018 penulis

mengangkat masalah keperawatan Kurang pengetahuan tentang diet DASH

berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota

keluarga dengan hipertensi. Berdasarkan scoring prioritas utama pada

diagnosa ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan

hipertensi total scoring 4,6. Data subjektif : pasien mengatakan sudah dua

tahun yang lalu mengalami hipertensi, pasien mengatakan masih sering

Page 68: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

mengkonsumsi garam berlebih, makanan bersantan, goreng-gorengan,

serta jarang mengkonsumsi sayur dan buah. Saat ditanya pasien tidak

mengetahui diet untuk penderita hipertensi. Data objektif : tekanan darah

180/100 mmHg. Pasien mengungkapkan ingin mengetahui diet untuk

penderita hipertensi. Pada saat kunjungan pasien mengkonsumsi kerang

laut.

4. Rencana Keperawatan

Rencana keperawatan pada asuhan keperawatan keluarga Tn. P yang

dilakukan hari senin tanggal 25 Juni 2018 dengan tujuan umum setelah

dilakukan kunjungan sebanyak 6 kali 45 menit keluarga mampu mengenal

masalah kesehatan tentang kurang pengetahuan diet DASH, tujuan khusus

: setelah dilakukan intervensi keperawatan 1 kali 45 menit keluarga

mampu mengenal masalah kurang pengetahuan diet DASH, mengambil

keputusan untuk mengatasi hipertensi pada Ny. I, merawat anggota

keluarga yang hipertensi dengan mendemonstrasikan penerapan diet

DASH ,

Berdasarkan tujuan tersebut , penulis mebuat rencana keperawatan

dengan tujuan khusus pertama yang dilakukan pada tanggal 25 Juni 2018

pukul 11.00 WITA pada pasien yaitu kaji pengetahuan tentang diet

DASH, diskusikan dengan keluarga tentang pengertian diet DASH dengan

menggunakan leaflet, evaluasi kembali tentang pengertian diet DASH,

berikan pujian pada keluarga atas jawaban yang benar. Rencana tujuan

khusus kedua yang dilakukan pada tanggal 26 Juni 2018, keluarga mampu

mengambil keputusan mengatasi hipertensi dengan penerapan diet DASH

Page 69: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

yaitu kaji keputusan yang diambil oleh keluarga, diskusikan dengan

keluarga tentang keputusan yng telah dibuat, evaluasi kembali tentang

keputusan yang dibuat, beri pujian kepada keluarga tentang keputusan

yang diambil. Rencana keperawatan tujuan husus ketiga dilakukan pada

tanggal 27 Juni 2018 sampai dengan 30 Juni 2018, keluarga mampu

merawat anggota keluarga dengan mendemonstrasikan penerapan diet

DASH yaitu kaji pengetahuan keluarga tentang merawaat anggota

keluarga yang hipertensi, demonstrasikan bersama keluarga penerapan diet

DASH, evaluasi kembali tentang kemampuan merawat keluarga yang

hipertensi, berikan pujian pada keluarga atas tindakan yang benar.

5. Implementasi Keperawatan

Berdasarkan intervensi yang telah disusun, didapatkan

implementasinya yang dilakukan pada tanggal 25 Juni 2018 untuk

diagnose prioritas utama. Tindakan keperawatan yang dilakukan pada

tanggal 25 Juni 2018 jam 10.00 WITA: mengkaji pengetahuan keluarga

dengan cara memberikan penyuluhan tentang diet DASH keluarga mau

mengikuti penyuluhan yang diberikan, tindakan keperawatan kedua

dilakukan pda tanggal 26 Juni 2018 jam 11.00 WITA : mengkaji

keputusan keluarga yang diambil untuk mengatasi masalah kurang

pengetahuan diet DASH, keluarga mengungkapkan mampu memutuskan

tindakan yang diambil dengan mau mengikuti penerapan diet DASH,

tindakan keperawatan ketiga dilakukan pada tanggal 27 Juni sampai

dengan 30 Juni 2018 : mengkaji kemampuan keluarga merawat anggota

keluarga yang hipetensi dengan cara mendemonstrasikan penerapan diet

Page 70: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

DASH membuat jus timun seledri yang termasuk dalam menu diet DASH

keluarga nampak mau mendemonstrasikan kegiatan.

6. Evaluasi Keperawatan

Evaluasi dilakukan setiap kali implementasi dilakukan, saat evaluasi

pada diagnosa Kurang pengetahuan tentang diet hipertensi berhubungan

dengan ketidak mampuan keluarga dalam mengenal, memutuskan dan

merawat anggota keluarga dengan hipertensi didapatkan evaluasi:

Subjektif :Tujuan khusus 1 Tn. P dan Ny. I mengatakan sudah tahu

tentang diet DASH, Tn. P dan Ny. I mengatakan mau mengikuti

penerapan diet DASH, tujuan khusus 2 : Tn. P dan Ny. I mengatakan

mampu memutuskan tindakan yang akan dilakukan, tujuan khusus 3:Tn.p

dan Ny. I mampu mendemonstasikan membuat menu dan menyusun menu

diet DASH. Objektif: Tujuan khusus 1 Tn. P dan Ny. I dapat menebutkan

pengertian, tujuan dan manfaat diet DASH, tujuan khusus 2 Tn.P dan Ny.

I mampu memutuskan tindakan yang akan dilakukan, tujuan khusus 3 Tn.

P dan Ny.I mampu mendemonstrasikan dan menyusun menu diet DASH.

Analisa: Tujuan khusus 1 teratasi tanggal 25 Juni 2018, tujuan khusus 2

teratasi tanggal 26 Juni 2018, tujuan khusus 3 teratasi tanggal 27 sampai

dengan tanggal 30 juni 2018. Perencanaan: implementasi dihentikan.

B. Pembahasan

Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga dengan hipertensi dalam

penerapan terapi diet DASH di Desa Mekar wilayah kerja Puskesmas Soropia

yang telah dilakukan sejak tanggal 25 Juni sampai dengan 30 Juni 2018, maka

pada bagian pembahasan penulis akan menjabarkan adanya kesesuaian

Page 71: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

maupun kesenjangan yang terdapat pada pasien antara teori dan kasus.

Tahapan pembahasan sesuai dengan tahapan asuhan keperawatan yang

dimulai dari pengkajian, diagnose, perencanaan, implementasi dan evaluasi

keperawatan.

1. Pengkajian

Pengkajian merupakan tahap dimana perawat mengambil data yang

ditandai dengan pengumpulan informasi terus menerus dan keputusan

professional yang mengandung arti terhadap informasi yang dikumpulkan.

Sesuai dengan teori yang dijabarkan penulis melakukan pengkajian pada

keluarga Tn. P menggunakan format pengkajian keluarga dengan metode

wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik untuk menambah data yang

diperlukan.

Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 25 Juni 2018 Ny. I usia 50

tahun mengatakan sudah 2 tahun mengalami hipertensi yang kejadiannya

berulang dan sering kali kambuh, jika kambuh Ny. I merasakan nyeri pada

bagian leher dan terasa berat, dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan

hasilnya 180/100 mmHg.

Keluhan yang disampaikan oleh Ny. I sesuai dengan gejala dan tanda

hipertensi menurut Elizabeth J. Corwin, 2009 (dikutip dari Medikal

Bedah) yaitu seseorang dianggap hipertensi apabila tekanan darahnya

lebih dari 140/90 mmHg, yang disertai keluhan nyeri pada bagian leher

sebagai manifestasi klinis dari penyakit hipertensi (Ardiansyah 2012).

Pada saat pengkajian Ny. I mengatakan masih mengkonsumsi

makanan dengan garam berlebih, makanan bersantan, goreng-gorengan,

Page 72: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

serta jarang mengkonsumsi sayur dan buah-buahan dan tidak mengetahui

diet untuk penderita hipertensi dan belum pernah mendengan tentang diet

DASH.

Ny. I mengatakan bahwa penyebab hipertensi sesuai dengan menurut

( Brunner dan Suddart, 2015), yaitu gangguan emosi, obesitas, konsumsi

alcohol berlebihan, pola makan tidak seimbang dan merokok. Lain halnya

menurut (Black & Hawks, 2014) factor-faktor resiko hipertensi yang tidak

dapat diubah yaitu riwayat keluarga, usia, jenis kelamin dan etnis.

Sedangkan factor-faktor yang dapat diubah yaitu diabetes militus, stress,

obesitas, nutrisi (konsumsi garam berlebih) dan penyalah gunaan obat.

2. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan masalah

keperawatan yang didapat dari data pada pengkajian yang berhubungan

dengan etiologi dan pengkajian fungsi perawatan keluarga. Diagnosa

keperawatan mengacu pada rumusan PES (problem,etiologi, dan simtom)

dimana untuk problem menggunakan rumusan masalah dari NANDA,

sedangkan untuk etiologi dapat menggunakan pendekatan lima tugas

keluarga atau dengan menggambarkan pohon masalah (Padila,2012).

Masalah keperawatan yang menjadi focus studi peneliti kurang

pengetahuan tentang diet DASH berhubungan dengan ketidak mampuan

keluarga dalam mengenal masalah. Data ini didukung oleh Ny. I

mengatakan sudah 2 tahun mengalami hipertensi, Ny. I masih sering

mengkonsumsi garam berlebih, makanan bersantan, goreng-gorengan,

serta jarang mengkonsumsi sayur dan buah yang cukup, saat ditanya Ny. I

Page 73: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

tidak mengetahui tentang diet untuk penderita hipertensi dan belum pernah

mendengar tentang diet DASH. Sedangkan data objektif Ny. I

mengungkapkan ingin mengetahui tentang diet DASH, didapatkan hasil

pemeriksaan tekanan darah Ny. I 180/100 mmHg.

Diagnosa yang diangkat oleh peneliti kurang pengetahuan sesuai

dengan batasan karakteristik yang dituliskan NANDA NIC NOC 2016

ketidak akuratan mengikuti perintah, kurang pengetahuan, pengungkapan

masalah. Factor yang berhubungan: keterbatasan kognitif, kurang

informasi, tidak familier dengan sumber informasi.

3. Rencana Keperawatan

Perencanaan perawatan keluarga terdiri dari penetapan tujuan,

mencakup tujuan umum dan khusus, rencana intervensi serta dilengkapi

dengan rencana evaluasi yang memuat criteria dan standar. Tujuan

dirumuskan secara spesifik , dapat diukur (merusable), dapat dicapai

(achivable), rasional dan menunjukan waktu (SMART). Rencana

intervensi ditetapkan untuk mencapai tujuan (Padila,2012).

Intervensi Kurang pengetahuan tenang diet DASH berhubungan

dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah sesuai dengan

tugas perawataan keluarga yang pertama yaitu mengenal masalah dengan

mengkaji pengetahuan keluarga tentang diet DASH dan melakukan

penyuluhan tentang diet DASH. Selanjutnya mengambil keputusan dengan

mendiskusikan tindakan yang harus dilakukan jika terjadi masalah dala

keluarga. Selanjutnya merawat anggota keluarga dengan cara memberikan

penjelasan tentang menu diet DASH yang akan diterapkan.

Page 74: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Menurut asumsi peneliti, rencana keperawatan dibuat untuk pedoman

dalam melakukan implementasi kepada keluarga. Mengenalkan masalah

kepada keluarga, sehingga keluarga mampu mengambil keputusan serta

memanfaatkan faslitas kesehatan yang ada untuk mengatasi masalah yang

ada didalam keluarga.

4. Implementasi keperawatan

Implementasi keperawatan keluarga adalah suatu proses aktualisasi

rencana intervensi yang memanfaatkan berbagai sumber didalam keluarga

dan memandirikan keluarga dalam bidang kesehatan. Keluarga dididik

untuk dapat menilai potensi yang dimiliki mereka dan

mengembangkannya melalui implementasi yang bersifat memampukan

keluarga untuk : mengenal masalah kesehatannya, mengambil keputusaan

berkaitan dengan persoalan yang dihadapi, merawat dan membina anggota

keluarga sesuai kondisi kesehatannya, memodifikasi lingkungan yang

sehat bagi setiap anggota keluarga, serta memanfaatkan sarana pelayanan

kesehatan terdekat (Sudiharto, 2012).

Implementasi yang dilakukan pada keluaga dan Ny. I mengenal

masalah dilakukan dengan cara mengkaji pengetahuan keluarga dan

melakukan pendidikan kesehatan tentang diet DASH, dilanjutkan dengan

pengambilan keputusan tindakan yang dilakukan. Implementasi

selanjutnya yaitu mengkaji pengetahuan keluarga tentang cara merawat

anggota yang sakit, dan menjelaskan menu yang terdapat dalam diet

DASH dilanjutkan dengan mendemonstrasikan salah satu menu diet

DASH.

Page 75: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Implementasi yang dilakukan pada Keluarga sesuai dengan teori

menurut Ridwanamaridin (2007) dalam wijaya dan Putri (2013) dimana

dalam penatalaksanaan nonfarmakologi terdiri dari berbagai macam cara

modifikasi gaya yang sangat penting dalam mencegah peningkatan

tekanan darah tinggi yaitu Diet yang mengandung kalium (timun, wortel,

blimbing) dan kalsium (susu skim, susu kedelai), kurangi asupan natrium,

penurunan stress, menghindari merokok. Penerapan diet DASH dipilih

berdasarkan hasil penelitian Sientific Statment from AHA (American Heart

Association) 2006 yang mengatakan perubahan gaya hidup penerapan

makan DASH dengan merekomendasikan konsumsi sayuran, buah, dan

hasil olahan susu rendah lemak, mengurangi asupan lemak jenuh dan

kolesterol memberikan estimasi penurunan tekanan darah systole dan

diastole 18 – 14 mmHg.

5. Evaluasi Keperawatan

Evaluasi keperawatan keluarga adalah proses untuk menilai

keberhasilan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatannya sehingga

memiliki produktivitas yang tinggi dalam mengembangkan setiap anggota

keluarga. Sebagai komponen kelima dalam proses kelerawatan, evaluasi

adalah tahap yang menentukan apakah tujuan yang telaah ditetapkan akan

menentukan mudah atau sulitnya dalam melaksanakan evaluasi

(Sugiarto,2012).

Evaluasi dilakukan setiap kali implementasi dilakukan, saat evaluasi

pada diagnosa kurang pengetahuan tentang diet DASH berhubungan

Page 76: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

dengan ketidak mampuan keluarg mengenal masalah didapatkan evaluasi :

Subjektif :Tujuan khusus 1 Tn. P dan Ny. I mengatakan sudah tahu

tentang diet DASH, Tn. P dan Ny. I mengatakan mau mengikuti penerapan

diet DASH, tujuan khusus 2 : Tn. P dan Ny. I mengatakan mampu

memutuskan tindakan yang akan dilakukan, tujuan khusus 3:Tn.p dan Ny.

I mampu mendemonstasikan membuat menu dan menyusun menu diet

DASH. Objektif: Tujuan khusus 1 Tn. P dan Ny. I dapat menebutkan

pengertian, tujuan dan manfaat diet DASH, tujuan khusus 2 Tn.P dan Ny. I

mampu memutuskan tindakan yang akan dilakukan, tujuan khusus 3 Tn. P

dan Ny.I mampu mendemonstrasikan dan menyusun menu diet DASH.

Analisa: Tujuan khusus 1 teratasi tanggal 25 Juni 2018, tujuan khusus 2

teratasi tanggal 26 Juni 2018, tujuan khusus 3 teratasi tanggal 27 sampai

dengan tanggal 30 juni 2018. Perencanaan: implementasi dihentikan.

C. Keterbatasan

Keterbatasan yang dialami peneliti selama melakukan penelitian yang

mempengaruhi hasil studi kasus yaitu waktu penelitian yang dibutuhkan

dalam penerapan diet DASH tidak dapat ditentukan untuk mengukur estimasi

penurunan tekanan darah, dibutuhkan kerjasama terhadap keluarga untuk

mematuhi penerapan diet DASH ini agar hasil yang didapatkan sesuai dengan

harapkan untuk mengontrol hipertensi. Biaya yang diperlukan keluarga untuk

memenuhi penerapan diet DASH juga sedikit lebih benyak akan tetapi

dibutuhkan keterampilan keluarga untuk mencari alternative lain sebagai

bahan pengganti.

Page 77: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian penerapan asuhan keperawatan keluarga

dalam penerpan diet DASH di Desa Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Soropia

Kabupaten Konawe 2018, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai

berikut :

1. Hasil pengkajian didapatkan Ny. I tidak mengetahui tentang diet

hipertensi, Ny. I masih sering mengkonsumsi garam berlebih, makanan

Page 78: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

bersantan, goreng-gorengan, makanan instan, jarang mengkonsumsi sayur

dan buah, Ny. I mengatakan sejak 2 tahun lalu mengalami hipetensi jika

penyakitnya kambuh langsung berobat ke puskesmas.

2. Diagnosa yang diangkat berdasarkan data fokus dari pengkajian yaitu

kurang pengetahuan tentang diet DASH berhubungan dengan keluarga

tidak mampu mengenal masalah

3. Intervensi dilakukan kepada keluarga Tn. P berdasarkan diagnose yang

telah didapatkan dan berdasarkan 5 tugas khusus keluarga yaitu mengenal

masalah, memutuskan tindakan, merawat anggota keluarga yang sakit,

memodifikasi lingkungan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan.

4. Implementasi yang dilakukan pada Ny. I mulai pada tanggal 25 Juni 2018

sampai dengan 30 Juni 2018 sesuai dengan intervensi keperawatan yang

telah dibuat. Implementasi dilakukan dengan metode, berdiskusi,

demonstrsi, dan penyuluhan.

5. Pada tahap akhir peneliti melakukan evaluasi pada Ny. I pada tanggal 25

Juni sampai dengan 30 Juni 2018 , mengenai tindakan keperawatan yang

telah dilakukan berdasarkan catatan perkembangan dengan metode SOAP.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas penulis memberikan saran sebagai

berikut :

1. Bagi Puskesmas Soropia

Melalui pimpinan puskesmas dan tenaga kesehatan yang memegang

program puskesmas diharapkan hasil studi kasus ini dapat digunakan

sebagai tambahan informasi dalam mengembangkan program puskesmas

Page 79: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

di keluarga dengan hipertensi dan mengoptimalkan asuhan keperawatan

keluarga dan melakukan kunjungan rumah sekali sebulan.

2. Bagi Keluarga

Kepada keluarga Tn. P diharapkan dengan pemberian asuhan keperawatan

keluarga dapat menambah pengetahuan tentang penatalaksanaan pada Ny.

I yang mengalami hipertensi dan lebih meningkatkan lagi fungsi

perawatan pada anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat memperoleh data yang lebih

akurat dalam proses pengkajian berkaitan dengan kurang pengetahuan

pada penatalaksanaan hipertensi pada keluarga.

DAFTAR PUSTKA

Achjar, Komang Ayu Henny. 2010. Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan.

Keluarga Cetakan I. Jakarta : Sagung Seto.

Dalam teks: (Komang Ayu, 2010)

Ardiansyah, M. (2012). Medikal Bedah. Yogyakarta: DIVA Press

Dalam teks (Menurut Ardiansyah Medikal Bedah, 2012)

Dinkes Sulawesi Tenggara. 2015. Data Penyakit Tidak Menular

http://dinkes.sultraprov.go.id/download/648/Profil-Kesehatan-Prov.-

Page 80: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Sultra-Tahun-2013.pdf (Diakses tanggal 27 Maret 2018 Jam : 22.09

WITA)

Dalam teks (Dinkes Sultra, 2015)

Friedman, M. (2010). Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan

Praktik. Edisi ke-5. Jakarta: EGC.

Dalam teks: (Friedman, 2010)

Julianti, E. D. Nurjanah, N., & Sutrisno U.S.S. (2005). Bebas Hipertensi Dengan

Terapi Jus. Jakarta: Puspa Sehat.

Dalam teks: (Julianti, 2005)

Kumala, M. (2014). Peran Diet dalam Pencegahan dan Terapi Hipertensi.

Jurnal of Medicine, 13(1), 50-51.

Dalam teks: (Kumala, 2014).

Nanda Internasional. (2015). Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi

2015-2017. Edisi ke-10. Jakarta: ECG.

Dalam teks: (NANDA, 2015)

Nursalam. (2011). “Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu

Keperawatan. Jakarta :Salemba Medika.

Dalam teks (Nursalam, 2011)

Padila. (2012). Buku Ajar : Keperawatan Keluarga Dilengkapi Aplikasi

Kasus Askep Keluarga Terapi Herbal dan Terapi Modalitas.

Yogyakarta : Nuha Medika

Dalam teks (Padila, 2012)

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2013.

http://www.depkes.go.id/resources/download/Hasil%20Riskesdas%20203

2.pdf (Diakses tanggal 26 Maret 2018 Jam: 20.00 WITA)

Page 81: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Dalam teks (Riskesdas, 2013)

Sudiharto. 2012. Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan

Keperawatan Transkultural. Jakarta : ECG

Dalam teks (Sudiharto,2012)

Suyanto. 2011. Metodologi dan Aplikasi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta :

Nuha Medika

Dalam teks (Suyanto, 2011)

Sigarlaki, J O Herke, 2006. “Karakteristik dan Faktor Berhubungan dengan

Hipertensi di Desa Bocor Kecamatan Bulus Pesantren Kabupaten

Kebumen Jawa Tengah Tahun 2006” Makara, Kesehatan, Vol. 10,

No. 2, Desember 2006: 78-88

http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/2/dae6346e11a1e3d537b444784

63070f1a36a9cd1.pdf (Dikses pada Tanggal 29 Maret 2018 Jam : 21.00

WITA)

Suoth Meylin, dkk. (2014). “Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi

di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa

Utara”. ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 2. Nomor 1.

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/download/4055/3571(Di

akses Tanggal 29 Maret Jam: 21.00 WITA).

Dalam teks (Suoth Meylin dkk, 2014)

Udjianti, Wajan Juni. (2011). Keperawatan Kardiovaskular. Jakarta: Salemba

Medika.

Dalam teks: (Wajan Juni, 2011)

Page 82: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet
Page 83: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

L A M P I R A N

Page 84: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 1 Surat Izin Penelitian Dari Institusi

Page 85: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 2 Surat Izin Penelitian Dari Balitbang

Page 86: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Menyelesaikan Penelitian

Page 87: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 4 Lembar Konsul Hasil

Page 88: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet
Page 89: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 5 Lembar Informed Consent

Page 90: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 6 Satuan Acara Pembelajaran Keluarga

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

DIET DASH

Pokok bahasan : Penerapan Diet DASH pada penderita Hipertensi

Sub pokok bahasan : Menjelaskan tentang pengertian, prinsip, tujuan,

klasifikasi, dan mendemonstrasikan menu diet DASH

serta menyebutkan makanan yang boleh diberikan dan

tidak boleh diberikan pada penderita Hipertensi.

Sasaran : Keluarga Tn. P

Jumlah orang : 2 orang

Hari/tanggaal : Senin/25 Juni 2018

Waktu : 1x20 menit

Tempat : Rumah Keluarga Tn. P

Penyuluh : Desy Melina Saadi

A. Tujuan

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah diberikan pembelajaran diharapkan keluarga memahami dan

menerapkan diet DASH pada anggota keluarga yang Hipertensi

2. Tujuan Instruksional Khuus (TIK)

Setelah diberikan penyuluhan 1x20 menit sasaran diharapkan mampu:

a. Menyebutkan pengertian Diet DASH

b. Menyebutkan prinsip diet DASH

c. Menyebutkan tujuan pemberian diet DASH

Page 91: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

d. Menyebutkan makanan yang boleh diberikan dan tidak boleh diberikan

B. Materi Pembelajaran

1. Pengertian diet DASH

2. Prinsip diet DASH

3. Tujuan pemberian diet DASH

4. Klasifikasi diet DASH

5. Makanan yang boleh diberikan dan tidak boleh diberikan

C. Metode

Ceramah, Tanya jawab

D. Media

Leaflet

E. Kegiatan Penyuluhan

1. Pembukaan selama 3 menit

a. Menyebutkan salam

b. Memperkenalkan diri

c. Menjelaskan tujuan

d. Kontrak waktu

e. Mengkondisikan keluarga

f. Apresiasi

2. Kegiatan inti selama 7 menit

a. Menjelaskan tentang pengertian diet DASH

b. Menjelaskan tujun pemberian diet DASH

c. Menjelaskan klasifikasi dari diet DASH

Page 92: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

d. Menjelaskan makanan yang dibolehkan dan tidak dibolehkan pada diet

DASH

e. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya

3. Evaluasi selama 6 menit

Melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan lisan

4. Kesimpulan 2 menit

Merangkum dan menyimpulkan materi penyuluhan

5. Penutup 2 menit

1. Memberikan reinforcement dan mengucapkan terimakasih

2. Mengucapkan salam penutup

F. Evaluasi

Prosedur : Setelah pembelajaran materi

Jenis : Lisan

Bentuk : Uraian singkat

Alat evaluasi : Secara lisan

Page 93: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 7 Materi Satuan Pembelajaran

MATERI PENYULUHAN

DIET DIETARY APROACHES TO STOP HYPERTENSION (DASH)

A. Pengertian

DASH adalah singkatan dari Dietary Approaches To Stop Hypertension. Diet

ini pertama kali diciptakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Namun

diet DASH ini juga merupakan cara yang sehat untuk menurunkan berat

badan.

Diet DASH menekankan pada konsumsi makanan sehat dengan mengurangi

konsumsi garam dan kaya buah, sayuran, biji-bijian, susu rendah lemak, dan

protein tanpa atau rendah lemak. Diet DASH juga menekankan makanan

tinggi kalsium, potassium, magnesium, dan serat.

B. Tujuan Pemberian Diet DASH

1. Membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

2. Membantu menurunkan berat badan.

3. Mengurangi resiko penyakit jantung, gagal jantung, dan stroke.

4. Menbantu mencegah atau mengendalikan diabetes tipe 2.

5. Memperbaiki kadar kolesterol.

6. Mengurangi kemungkinan batu ginjal.

C. Klasifikasi Diet DASH

1. Diet DASH dengan menurunkan jumlah sodium menjadi 2300 miligram

(mg)

Dengan ukuran tidak lebih dari 1 sendok the per hari.

a. Klien pemula

Page 94: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

b. Klien yang ingin mencegah tekanan darah tinggi

2. Diet DASH dengan menurunkan jumlah sodium menjadi 1500 miligram

(mg)

Dengan ukuran tidak lebih dari ½ sendok the per hari.

Diberikan kepada :

a. Klien yang sudah memikili tekanan darah tinggi.

b. Memiliki diabetes atau penyakit ginjal kronis.

c. Usia 51 tahun atau lebih.

D. Makanan yang Boleh Diberikan dan Tidak Boleh Diberikan

Sumber makanan Yang Boleh Diberikan Yang Tidak Boleh

Diberikan

Sumber Karbohidrat Beras, roti, kentang,

singkong, jagung,

otmeal, sereal

Crackers (sejenis

biscuit asin)

Sumber Protein Hewani Daging tanpa lemak

(ayam tanpa kulit) dan

ikan maksimum 100

gr.hari, telur ayam/bebek

1 butur/hari

Jeroan, daging merah,

keju, makanan

kalengan, ikan dan telur

yang diawetkan dengan

garam dapur, makanan

instan.

Sumber protein nabati Semua kacang-kacangan

dan hasilnya diolah dan

dimasak tanpa garam.

Seperti kacang tanah,

kacang merah, kenari,

biji kapri, biji bunga

matahari, selai kacang,

kacang polong

Semua kacang-

kacangan dan hasilnya

yang dimasak dengan

garam dapur

Lemak Minyak nabati,

margarine dan mentega

tanpa garam

Margarine dan mentega

biasa

Sayuran Dianjurkan sayuran yang

banyak mengandung

potassium, magnesium, dan serat. Seperti

brokoli, wortel, buncis,

kacang panjang,

kangkung, bayam,

kentang, tomat, labu.

Sayuran yang

diawetkan dengan

garam dapur

Page 95: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Buah Dianjurkan buah yang

banyak mengandung

potassium, magnesium,

dan serat. Seperti apel,

pisang, anggur, jeruk,

mangga, melon, nanas,

strawberry, persik, dan

jeruk kepruk.

Buah-buahan yang

diawetkan dengan

garam dapur dan ikatan

natrium lainnya.

Minuman Susu skim atau susu

rendah lemak, the

Minumah dengan kadar

gula tinggi, kopi.

E. Menu Diet DASH

Kandungan gizi: kalori ±2054,4 kkl, Protein ±75,52 g, Lemak ±47,63 g,

Karbohidrat ±333,54 g, Natrium ±472,99 mg, Kalium ±3618,31 mg, Kalsium

±1095,56 mg

Waktu Jenis Makanan Ukuran

Makan pagi

06.00 – 08.00

Nasi

Omlet sayuran

Tomat

Susu skim

7 sdm munjung*

1 potong (1 butir telur,

20 g wortel, 20 g

bawang daun)

2 iris

1 gelas

Makan selingan

(pukul 10.00)

Jus ketimun seledri 1 buah (100g) ketimun

segar, 50g seledri, 1

sdm kismis, ½ gelas

air matang

Makan siang

Nasi

Ikan kakap bakar

Tumis kacang panjang

Jus wortel nanas

10 sdm munjung*

1 potong sedang

1 mangkok

1 gelas (50 g wortel,

100 g nanas, ½ gelas

air matang)

Makan selingan

(17.00)

Jus belimbing 1 gelas (1 buah

blimbing manis, 2 sdm

susu skim bubuk, 1

sdm jeruk nipis).

Makan malam Nasi

Ayam goreng tepung

Sayur bayam bening

Jus apel seledri

10 sdm munjung

1 potong sedang

1 mangkok sedang

1 gelas ( 2 buah apel,

20 g seledri, ½ gelas

air matang dingin).

Page 96: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 8 Brosur Pembelajaran

Page 97: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet
Page 98: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 9 Dokumentasi Kegiatan

Page 99: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet
Page 100: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet
Page 101: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 10 Surat Keterangan Bebas Administrsi

Page 102: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPETENSI … · Tingginya kejadian hipertensi ini karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang diet yang tepat untuk penderita hipertensi. Diet

Lampiran 11 Surat Keterangan Bebas Pustaka