asuhan keperawatan keluarga

  • View
    19

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

A

Text of asuhan keperawatan keluarga

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA DENGAN TAHAP CHILBEARING

DISUSUNOleh : KELOMPOK II* Fardah fardila azmi*Berkat sastra eli hia* Nurlina * Ira widya susanti* Ryche vendes *Joan krisna*Lian sarmando* Rahmat jaya laia

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS ILMU KESEHATANUNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIAMEDAN2013/2014BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANGKeluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional serta individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman: 1998).Keluarga sebagai pranata social terkecil dalam masyarakat dan Negara selalu mencuri perhatian baik kalangan pimpinan atau tokoh informasi maupun pemerintah. Banyak kejadian merisaukan sekarang ini, seperti kenakalan remaja, kasus gizi kurang, selalu dikaitkan dengan makin kurang berfungsinya pranata keluarga, antara lain dalam memfasilitsi tumbuh kembang anak dan menanamkan nilai-nilai luhur seperti saling menghormati, cinta kasih, toleransi, dan empati.Anak merupakan bagian dari keluarga, sering dikatakan sebagai potret atau gambaran dari orang tuanya saat masih kecil. Namun tidaklah demikian karena anak merupakan individu tersendiri yang tumbuh dan berkembang secara unik dan tidak dapat diulang setelah usia bertambah. Periode childbearing adalah waktu transisi fisik dan psikologis bagi ibu dan seluruh keluarga. Orang tua dan saudara sekandung harus beradaptasi terhadap perubahan struktur karena adanya anggota baru dalam keluarga, yaitu bayi. Dengan kehadiran bayi maka sistem dalam keluarga akan berubah dan pola interaksi dalam keluarga harus dikembangkan (May, 1994). Keperawatan keluarga berkaitan erat dengan upaya keluarga mempunyai kemampuan dalam menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Perawat dapat menbantu keluarga dalam memecahkan masalah kesehatannya sehingga mencapai keadaan keluarga yang optimal.Suatu peran penting keluarga terkait dengan perawatan anak adalah peran pengasuhan (parenting role), yang sama dalam menjalankan peran ini keluarga sangat dipengaruhi oleh faktor usia orang tua, keterlibatan ayah atau suami dala pengasuhan anak, latar belakang pendidikan orang tua, pengalaman sebelumnya dalam mengasuh anak, stress yang dialami orang tua, dan hubungan suami istri. Berkaitan dengan perawatan anak di rumah sakit, keluarga punya tugas adaptif, yaitu menerima kondisi anak, mengelola kondisi anak, memenuhi kebutuhan perkembangan anak, memenuhi kebutuhan perkembangan keluarga, menghadapi stressor dengan positif, membantu keluarga untuk mengelola perasaan yang ada,mendidik anggota keluarga yang lain tentang kondisi anak yang sedang sakit, dan mengembangkan sisitem dukungan social keluarga dengan anak pertama.B. TUJUAN Tujuan Intruksional Umum : Mahasiswa mampu menerapkan konsep asuhan keperawatan keluarga dengan menanti kelahiran anak pertama(child bearing) 0 30 bln. Tujuan Instruksional Khusus : 1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi keluarga.2. Mahasiswa mampu menjelaskan tahap tumbuh kembang anak usia 0-30 bln.3. Mahasiswa mampu menjelaskan tugas perkembangan keluarga dengan anak pertama.4. Mahasiswa mampu menjelaskan masalah-masalah pada keluarga chilbearing.5. Mahasiswa mampu menjelaskan bimbingan selama fase ini.6. Mahasiswa mampu menjelaskan asuhan keperawatan keluarga childbearing.

BAB IIPEMBAHASANA. PENGERTIANMenurut Duvall & Miller (1985) dalam Friedman (2002), keluarga childbearing adalah keluarga yang dimulai dengan kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai bayi berusia 30 bulan. Keluarga childbearing adalah keluarga yang berada pada tahap perkembangan ke II.Menurut Rodgers dalam Friedman (1998), keluarga childbearing adalah keluarga yang menantikan kelahiran dimulai sampai kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan (2,5 tahun). Periode childbearing adalah waktu transisi fisik dan psikologis bagi ibu dan seluruh keluarga. Orang tua dan saudara sekandung harus beradaptasi terhadap perubahan struktur karena adanya anggota baru dalam keluarga, yaitu bayi. Dengan kehadiran bayi maka sistem dalam keluarga akan berubah dan pola interaksi dalam keluarga harus dikembangkan (May, 1994).Pada periode transisi, ibu membutuhkan adaptasi yang cepat, sehingga kondisi ini menempatkan ibu menjadi sangat rentan dan mereka memerlukan bantuan untuk beradaptasi dengan peran yang baru. Stres dari berbagai sumber dapat berefek negatif pada fungsi dan interaksi ibu dengan bayi dan keluarga, yang berdampak pada kesehatan fisik ibu dan bayi.Memahami bagaimana ibu yang beradaptasi dengan perubahan fisiologik, konsep diri, fungsi peran, dan fungsi interdependen untuk menjadi orang tua sangat penting bagi perawat, dimana perawat dalam hal ini dituntut mampu membantu dan memfasilitasi proses adaptasi yang terjadi agar ibu dapat beradaptasi dengan secara positif dengan peran barunya. Untuk itu diperlukan kemampuan perawat dalam melakukan asuhan keperawatan ibu dalam masa perinatal.Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan secara umum bahwa keluarga childbearing adalah keluarga yang berada pada tahap perkembangan ke II mulai dari kehamilan sampai kelahiran anak pertama berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan.B. PRINSIP-PRINSIP PERAWATAN KELUARGA 1. Keluarga sebagai unit atau satu kesatuan dalam pelayanan kesehatan2. Dalam memberikan asuhan perawatan kesehatan keluarga, sehat sebagai tujuan utama3. Asuhan keperawatan yang diberikan sebagai sarana dalam mencapai peningkatan kesehatan keluarga4. Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga, perawat melibatkan peran serta keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya5. Lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan yang bersifat promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative6. Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga memanfaatkan sumber daya keluarga semaksimal mungkin untuk kepentingan kesehatan keluarga7. Sasaran asuhan perawatan kesehatan keluarga adalah keluarga secara keseluruhan8. Pendekatan yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga adalah pendekatan pemecahan masalah dengan menggunakan proses9. Kegiatan utama dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga adalah penyuluhan kesehatan dan asuhan perawatan kesehatan dasar/perawatan di rumah10. Diutamakan terhadap keluarga yang termasuk resiko tinggi. C. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA CHILDBEARINGMasa ini merupakan transisi menjadi orang tua yang akan menimbulkan krisis keluarga. Studi klasik Le Master (1957) dalam Friedman (2002) dari 46 orang tua dinyatakan 17% tidak bermasalah dan selebihnya bermasalah dalam hal suami merasa diabaikan, peningkatan persilisihan dan argumen, interupsi dalam jadwal kontinu dan kehidupan seksual dan sosial terganggu dan menurun.Menurut Duvall & Miller (1985) dan Charter & McGoldrick (1988) dalam Friedman (2002), tugas perkembangan keluarga tahap ini antara lain adalah :1. Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap (mengintregasikan bayi baru ke keluarga).2. Rekonsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga3. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan dengan pasangan4. Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambahkan peran orang tua dan kakek nenek dalam pengasuhanMenurut Spradley tugas perkembangan keluarga childbearing adalah: persiapan untuk bayi, penataan role masing-masing dan tanggung jawab persiapan biaya, adaptasi dengan pola hubungan seksual, pengetahuan tentang kehamilan, persalinan dan menjadi orang tua.Terhadap perhatian pelayanan kesehatan dimulai dari persiapan menjadi orang tua, antara lain adalah :1. Persiapan untuk melahirkan2. Transisi menjadi orang tua3. Perawatan bayi4. Perawatan bayi yang sehat5. Mengenali secara dini dan menangani masalah-masalah kesehatan fisik anak dengan tepat.6. Imunisasi 7. Pertumbuhan dan perkembangan yang normal 8. Tindakan untuk keamanan9. Keluarga berencana10. Interaksi keluarga11. Praktik kesehatan yang baik (mis: tidur, nutrisi dan olahraga)

D. PERAN ORANG TUA TERHADAP CHILDBEARINGDalam hal ini peran orang tua dapat dimulai selagi kehamilan membesar dan semakin kuat saat bayi dilahirkan. Pada periode awal orang tua harus mengenali hubungan mereka dengan anak. periode berikutnya orang tua dapat mencerminkan suatu waktu untuk bersama-sama membangun kesatuan keluarga, periode waktu berkonsolidasi ini meliputi peran negosiasi (suami istri, ibu-ayah,orang tua-anak,saudara-saudara) untuk menetapkan komitmen . perode yang berlangsung akan membutuhkan waktu.

E. KOMUNIKASI ORANGTUA TERHADAP ANAKDalam hal ini ikatan diperkuat melalui penggunaan respons seksual atau kemampuan oleh kedua pasangan dalam melakukan interaksi orangtua-anak. Respon sensual dan kemampuan yang dipakai dalam komunikasi antara orangtua dan anak meliputi : 1. SentuhanSentuhan atau indera peraba, dipakai secara ekstensif oleh orangtua sebagai suatu sarana untuk mengenali bayi yang baru lahir. Banyak ibu yang ingin meraih anaknya yang baru lahir dan tali pusatnya dipotong, mereka mengangkat bayi ke dada, merangkulnya kedalam pelukan. Begitu anak dekat dengan ibunya maka anak akan mulai proses ekspoli2. Kontak Mata3. Suara4. Aroma

F. TUGAS PERKEMBANGAN CHILDBEARING1. Adaptasi perubahan anggota keluarga (peran, interaksi,seksual dan kegiatan)2. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan3. Membagi peran dan tanggung jawab4. Bimbingan orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak5. Konseling KB post partum 6 minggu6. Menata ruang untuk anak7. Biaya / dana childbearing8. Memfasilitasi role learning anggota keluarga

G. MASALAH YANG SERING MUNCUL PADA KELUARGA CHILDBEARING1. Hubungan seksual dan sosial tergangguHubungan seksual antar pasangan umumnya menurun selama masa kehamilan dan selama enam minggu periode pascapartum. Kesulitan seksual selama periode pascapartum biasa terjadi, muncul akibat faktor pera