of 28 /28
Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel (Kardovaskuler) BABI PENDAHULUAN Latar Belakang Disritmia adalah suatu kelainan ireguler dari denyut jantung yang disebabkan oleh pembentukan impuls yang abnormal dan kelainan konduksi impuls atau keduanya. Fibrilasi ventrikuler Adalah sebagian depolarisasi ventrikel yang tidak efektif, cepat, tak teratur. Ini terjadi karena iskemik, infark miokard, manipulasi kateter dan karena sengatan listrik. Disritmia ventrikel merupakan permulaan dari fibrilasi ventrikel. Fibrilasi ventrikel ditandai dengan perpanjangan interval Q – T dan HR 150 – 2000 X / menit atau bahkan lebih. Fibrilasi ventrikel merupakan penyebab kematian tiba-tiba bila resusitasi tidak dilakukan segera. Stimulasi irama jantung bermula dari nodus SA di dinding atrium kanan dekat muara vena kava superior. Menyebar seluruh dinding atrium dan sampai ke nodus AV terletak di dasar atrium kanan diatas katup trikuspidalis. Stimulasi diteruskan melalui berkas his dan membagi 2 jaras menuju miokard ventrikel melalui serat purkinje. BAB II PEMBAHASAN DISRITMIA VENTRIKEL

Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel (Kardovaskuler)

BABI

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Disritmia adalah suatu kelainan ireguler dari denyut jantung yang

disebabkan oleh pembentukan impuls yang abnormal dan kelainan konduksi

impuls atau keduanya. Fibrilasi ventrikuler Adalah sebagian depolarisasi

ventrikel yang tidak efektif, cepat, tak teratur. Ini terjadi karena iskemik, infark

miokard, manipulasi kateter dan karena sengatan listrik.

Disritmia ventrikel merupakan permulaan dari fibrilasi ventrikel. Fibrilasi

ventrikel ditandai dengan perpanjangan interval Q – T dan HR 150 – 2000 X /

menit atau bahkan lebih. Fibrilasi ventrikel merupakan penyebab kematian

tiba-tiba bila resusitasi tidak dilakukan segera. Stimulasi irama jantung

bermula dari nodus SA di dinding atrium kanan dekat muara vena kava

superior. Menyebar seluruh dinding atrium dan sampai ke nodus AV terletak

di dasar atrium kanan diatas katup trikuspidalis. Stimulasi diteruskan melalui

berkas his dan membagi 2 jaras menuju miokard ventrikel melalui serat

purkinje.

BAB II

PEMBAHASAN

DISRITMIA VENTRIKEL

A.  Pengertian

Gangguan irama jantung atau disritmia merupakan komplikasi yang

sering terjadi pada infark miokardium. Aritmia atau disritmia adalah perubahan

pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh konduksi elektrolit

abnormal atau otomatis (Doenges, 1999).

Disritmia adalah kelainan denyut jantung yang meliputi gangguan

frekuensi atau irama atau keduanya. Disritmia merupakan gangguan sistem

Page 2: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

hantaran jantung dan bukan struktur jantung. Disritmia dapat diidentifikasi

dengan menganalisa gelombang EKG. Disritmia dinamakan berdasarkan

pada tempat dan asal impuls dan mekanisme hantaran yang terlibat.

Misalnya, disritmia yang berasal dari nodus sinus (nodus SA) dan

frekuensinya lambat dinamakan sinus bradikardia. Ada empat kemungkinan

tempat asal disritmia : nodus sinus, atrial, nodus AV atau sambungan, dan

ventrikel. Gangguan mekanisme hantaran yang mungkin yang dapat terjadi

meliputi bradikardi, takikardi, fluter, fibrilasi, denyut premature, dan penyekat

jantung.

B.   Etiologi

Disritmia atau Aritmia timbul akibat perubahan elektrofisiologi selsel

miokardium. Perubahan elektrofisiologi ini bermanifestasi sebagai perubahan

bentuk potensial aksi yaitu rekaman grafik aktivitas listrik sel (Price, 1994).

Gangguan irama jantung tidak hanya terbatas pada iregularitas denyut

jantung tapi juga termasuk gangguan kecepatan denyut dan konduksi (Hanafi,

1996).

Etiologi disritmia dalam garis besarnya dapat disebabkan oleh :

a)      Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard

(miokarditis karena infeksi)

b)      Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri

koroner, misalnya iskemia miokard, infark miokard.

c)      Karena obat (intoksikasi antara lain oleh digitalis, quinidin, dan obat-obat anti

aritmia lainnya.

d)     Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemi).

e)      Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi

kerja dan irama jantung.Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat.

f)       Gangguan metabolic (asidosis, alkalosis).

g)      Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme).

h)      Gangguan irama jantung atau gagal jantung.

i)        Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung.

j)        Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system

konduksi jantung).

Page 3: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui

secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh

pada peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan :

a)      Faktor Prenatal :

-          Ibu menderita penyakit infeksi : Rubella.

-          Ibu alkoholisme.

-          Umur ibu lebih dari 40 tahun.

-          Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang memerlukan insulin.

-          Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu.

b)      Faktor Genetik :                                                   

-                Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan.

-                Ayah / Ibu menderita penyakit jantung bawaan.

-                Kelainan kromosom seperti Sindrom Down.

-                Lahir dengan kelainan bawaan yang lain.

Adapun factor-faktor yang dapat mencetuskan disritmia, yaitu:

a)      Obat-obatan, terutama obat-obat kelas IA (kinidin, disopiramid, prokainamid)

dan IC (flekainid, propafenon), digitalis, antidepresan trisiklik, teofilin.

b)      Gangguan keseimbangan elektrolit dan gas darah terutama hipo dan

hiperkalemia, asidosis.

c)      Payah jantung kongestif: akibat terjadinya aktivasi neurohumoral.

d)     Kelainan jantung dan aritmogenik: sindrom wolf Parkinson white, dan sindrom

QT panjang.

e)      Gangguan ventilasi, infeksi, anemia, hipotensi dan renjatan: bisa terjadi

takikardi superventrikuler.

f)       Tirotoksikosis menimbulkan fibrilasi dan flutter atrium.

C.  Patofisiologi

a.       Kontraksi Prematur Ventrikel

Kontraksi premature ventrikel (PVC = premature ventricular contraction)

terjadi akibat peningkatan otomatisasi sel otot ventrikel. PVC biasa

disebabkan oleh toksisitas digitalis, hipoksia, hipokalemia, demam, asidosis,

latihan, atau peningkatan sirkulasi katekolamin. Pada pasien dengan miokard

infark akut, PVC bisa menjadi precursor serius terjadinya takikardia ventrikel

dan fibrilasi ventrikel bila :

-          Jumlahnya meningkat lebih dari 6 per menit

Page 4: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

-          Multi focus atau berasal dari berbagai area di jantung.

-          Terjadi berpasangan atau triplet

-          Terjadi pada fase hantaran yang peka.

Gelombang T memperlihatkan periode di mana jantung lebih berespon

terhadap setiap denyutan dan tereksitasi secara disritmik.Fase hantaran

gelombang T ini dikatakan sebagai fase yang peka.

Karakteristik :

Frekwensi : 60 sampai 100 denyut per menit.

Gelombang P : Tidak akan muncul karena impuls berasal dari ventrikel.

Kompleks QRS : Biasanya lebar dan aneh, berdurasi lebih dari 0, 10

detik. Mungkin berasal dari satu focus yang sama dalam ventrikel; atau

mungkin memiliki berbagai bentuk konfigurasi bila terjadi dari multi focus di

ventrikel.

Hantaran : Terkadang retrograde melalui jaringan penyambung dan

atrium.

Irama : Ireguler bila terjadi denyut premature.

Untuk mengurangi iritabilitas ventrikel, harus ditentukan penyebabnya

dan bila mungkin, dikoreksi. Obat anti disritmia dapat dipergunakan untuk

pengoabtan segera atau jangka panjang. Obat yang biasanya dipakai pada

penatalaksanaan akut adalah lidokain, prokainamid, atau quinidin mungkin

efektif untuk terapi jangka panjang.

b.      Bigemini Ventrikel

Bigemini Ventrikel biasanya diakibatkan oleh intoksikasi digitalis, penyakit

arteri koroner, MI akut, dan CHF. Istilah bigemini mengacu pada kondisi di

mana setiap denyut adalah premature.

Karakteristik :

-          Frekuensi : Dapat terjadi pada frekuensi jantung berapapun, tetapi biasanya

kurang dari 90 denyut per menit.

-          Gelombang P : Seperti yang diterangkan pada PVC; dapat tersembunyi

dalam kompleks QRS.

-          Kompleks QRS : Setiap denyut adalah PVC dengan kompleks QRS yang

lebar dan aneh dan terdapat jeda kompensasi lengkap.

Page 5: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

-          Hantaran : Denyut sinus dihantarkan dari nodus sinus secara normal, namun

PVC yang mulai berselang seling pada ventrikel akan mengakibatkan

hantaran retrograde ke jaringan penyambung dan atrium.

-          Irama : Ireguler.

Bila terjadi denyut ektopik pada setiap denyut ketiga maka disebut

trigemini, tiap denyut keempat, quadrigemini.

Penanganan bigemini ventrikel adalah sama dengan PVC karena

penyebab yang sering mendasari adalah intoksikasi digitalis, sehingga

penyebab ini harus disingkirkan atau diobati bila ada. Bigemini ventrikel akibat

intoksikasi digitalis diobati dengan fenitoin (dilantin).

c.       Takikardi Ventrikel

Disritmia ini disebabkan oleh peningkatan iritabilitas miokard, seperti

pada PVC. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan penyakit arteri koroner

dan terjadi sebelum fibrilasi ventrikel. Takikardi ventrikel sangat berbahaya

dan harus dianggap sebagai keadaan gawat darurat. Pasien biasanya sadar

akan adanya irama cepat ini dan sangat cemas. Irama ventrikuler yang

dipercepat dan takikardia ventrikel mempunyai karakteristik sebagai berikut :

 Frekwensi : 150 sampai 200 denyut per menit.

Gelombang P : Biasanya tenggelam dalam kompleks QRS; bila terlihat,

tidak selalu mempunyai pola yang sesuai dengan QRS. Kontraksi ventrikel

tidak berhubungan dengan kontraksi atrium.

Kompleks QRS : Mempunyai konfigurasi yang sama dengan PVC- lebar

dan aneh, dengan gelombang T terbalik. Denyut ventrikel dapat bergabung

dengan QRS normal, menghasilkan denyut gabungan.

Hantaran : Berasal dari ventrikel, dengan kemungkinan hantaran

retrograde ke jaringan penyambung dan atrium.

Irama : Biasanya regular, tetapi dapat juga terjadi takikardia ventrikel

ireguler.

Terapi yang akan diberikan dtentukan oleh dapat atau tidaknya pasien

bertoleransi terhadap irama yang cepat ini. Penyebab iritabilitas miokard

harus dicari dan dikoreksi segera. Obat antidisritmia dapat digunakan.

Kardioversi perlu dilakukan bila terdapat tanda-tanda penurunan curah

jantung.

Page 6: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

d.      Fibrilasi Ventrikel

            Adalah denyutan ventrikel yang cepat dan tak efektif. Pada disritmia ini

denyut jantung tidak terdengar dan tidak teraba, dan tidak ada respirasi.

Polanya sangat ireguler dan dapat dibedakan dengan disritmia tipe lainnya.

Karena tidak ada koordinasi aktivitas jantung, maka dapat terjadi henti jantung

dan kematian bila fibrilasi ventrikel tidak segera dikoreksi.

Karateristik :

-          Frekwensi : Cepat, tak terkoordinasi dan tak efektif.

-          Gelombang P : Tidak terlihat.

-          Kompleks QRS : cepat, undulasi ireguler tanpa pola yang khas (multifokal).

Ventrikel hanya memiliki gerakan yang bergetar.

-          Hantaran : Banyak focus di ventrikel yang melepaskan impuls pada saat yang

sama mengakibatkan hantaran tidak terjadi; tidak terjadi kontraksi ventrikel.

-          Irama : Sangat ireguler dan tidak terkordinasi, tanpa pola yang khusus.

-          Penanganan segera adalah melalui defibrilasi.

D.  Manifestasi Klinis

Kebanyakan manifestasi klien dengan aritmia tidak disadari, sehingga

terdeteksi pada saat rasa yang tidak nyaman seperti berdebar-debar,

palpitasi, atau adanya denyut jantung yang berturut-turut bertambah serta

adanya irama denyut yang tidak teratur. Keadaan ini tidak terlalu

membahayakan, jika tidak terjadi gangguan hemodinamik. Tetapi manifestasi

klinik pada klien dengan aritmia yang berbahaya adalah klien merasakan nyeri

dada, pusing, bahkan keadaan yang lebih serius kemungkinan klien

ditemukan meninggal mendadak. Hal itu dikarenakan pasokan darah yang

mengandung nutrient dan oksigen yang dibutuhkan ke jaringan tubuh tidak

mencukupi sehingga aktivitas/kegiatan metabolisme jaringan terganggu.

Adapun penampilan klinis klien sebagai berikut:

a. Anxietas

b. Gelisah

c. capek dan lelah serta gangguan aktivitas

d. palpitasi

e. nyeri dada

f. vertigo, syncope

Page 7: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

g. tanda dan gejala sesak, crakles

h. tanda hipoperfus

E.   Pemeriksaan Penunjang

  EKG : menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. Menyatakan 

tipe/sumber disritmia dan efek ketidakseimbangan elektrolit dan obat jantung

  Monitor Holder : gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk

menentukan di mana disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif

(di rumah/kerja). Juga dapat digunakan untuk mengevalusasi fungsi pacu

jantung/efek obat antidisritmia.

  Foto dada : dapat menunjukkan pembesaran bayangan jantung sehubungan

dengan disfungsi ventrikel atau katup.

  Skan pencitraan miokardia : dapat menunjukkan area iskemik/kerusakan

miokard yang dapat mempengaruhi konduksi normal atau mengganggu

gerakan dinding dan kemampuan pompa.

  Tes stress latihan : dapat dilakukan untuk mendemonstrasikan latihan yang

menyebabkan disritmia.

  Elektrolit : peningkatan atau penurunan kalium, kalsium, dan magnesium dapat

menyebabkan disritmia.

  Pemeriksaan obat : dapat menyebabkan toksisitas obat jantung, adanya obat

jalanan, atau dugaan interaksi obat, contoh digitalis, quinidin, dll.

  Pemeriksaan tiroid : peningkatan atau penurunan kadar tiroid serum dapat

menyebabkan/meningkatkan disritmia.

  Laju sedimentasi : peningggian dapat menunjukkan proses inflamasi akut/aktif,

contoh endokarditis sebagai faktor pencetus untuk disritmia.

  GDA/nadi oksimetri : hipoksemia dapat menyebabkan/mengeksasernasi

disritmia.

F.   Penatalaksaan

Terapi sangat tergantung pada jenis aritmia. Sebagian gangguan ini

tidak perlu diterapi. Sebagian lagi dapat diterapi dengan obat-obatan. Jika

kausa aritmia berhasil dideteksi, maka tak ada yang lebih baik daripada

menyembuhkan atau memperbaiki penyebabnya secara spesifik. Aritmia

sendiri, dapat diterapi dengan beberapa hal di bawah ini; Disritmia umumnya

ditangani dengan terapi medis. Pada situasi dimana obat saja tidak

Page 8: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

memcukupi, disediakan berbagai terapi mekanis tambahan. Terapi yang

paling sering adalah kardioversi elektif, defibrilasi dan pacemaker.

Penatalaksanaan bedah, meskipun jarang, juga dapat dilakukan.

G.  Obat – obatan

            Obat-obatan. Ada beberapa jenis obat yang tersedia untuk

mengendalikan aritmia. Pemilihan obat harus dilakukan dengan hati-hati

karena mereka pun memiliki efek samping. Beberapa di antaranya justru

menyebabkan aritimia bertambah parah. Evaluasi terhadap efektivitas obat

dapat dikerjkan melalui pemeriksaan EKG (pemeriksaan listrik jantung).

a.       Terapi medis

Obat-obat antiaritmia dibagi 4 kelas yaitu :

Anti aritmia Kelas 1 : sodium channel blocker

Kelas 1 A                                  

-          Quinidine adalah obat yang digunakan dalam terapi pemeliharaan untuk

mencegah berulangnya atrial fibrilasi atau flutter.

-          Procainamide untuk ventrikel ekstra sistol atrial fibrilasi dan aritmi yang

menyertai anestesi.Dysopiramide untuk SVT akut dan berulang

Kelas 1 B

-          Lignocain untuk aritmia ventrikel akibat iskemia miokard, ventrikel takikardia.

-          Mexiletine untuk aritmia entrikel dan VT

Kelas 1 C

Flecainide untuk ventrikel ektopik dan takikardi

-          Anti aritmia Kelas 2 (Beta adrenergik blokade) : Atenolol, Metoprolol,

Propanolol : indikasi aritmi jantung, angina pektoris dan hipertensi.

-          Anti aritmia kelas 3 (Prolong repolarisation) : Amiodarone, indikasi VT, SVT

berulang.

-          Anti aritmia kelas 4 (calcium channel blocker) : Verapamil, indikasi

supraventrikular aritmia

b. Terapi mekanis

-          Kardioversi : mencakup pemakaian arus listrik untuk menghentikan disritmia

yang memiliki kompleks GRS, biasanya merupakan prosedur elektif.

-          Defibrilasi : kardioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan gawat

darurat.

Page 9: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

-          Defibrilator kardioverter implantabel : suatu alat untuk mendeteksi dan

mengakhiri episode takikardi ventrikel yang mengancam jiwa atau pada

pasien yang resiko mengalami fibrilasi ventrikel.

-          Terapi pacemaker : alat listrik yang mampu menghasilkan stimulus listrik

berulang ke otot jantung untuk mengontrol frekuensi jantung.

            Pada prinsipnya tujuan terapi diritmia adalah mengembalikan irama

jantung yang normal (rhythm control), menurunkan frekuensi denyut jantung

(rate control), dan mencegah terbentuknya bekuan darah.

a)      Kardoiversi

            Kardioversi mencakup pemakaian arus listrik untuk menghentikan

disritmia yang   memiliki kompleks QRS, biasanya merupakan prosedur

elektif. Pasien dalam   keadaan sadar dan diminta persetujuannya.

b)      Defibrilasi

            Defibrilasi adalah kardioversi asinkronis yang digunakan pada

keadaan gawat        darurat. Biasanya terbatas penatalaksanaan fibrilasi

ventrikel apabila tidak ada irama jantung yang terorganisasi. Defibrilasi akan

mendepolarisasi secara lengkap          semua sel miokard sekaligus, sehingga

memungkinkan nodus sinus memperoleh             kembali fungsinya sebagai

pacemaker.

c)      Defibrilator Kardioverter Implantabel

Adalah suatu alat untuk mendeteksi dan mengakhiri episode takiakrdia

ventrikel yang mengancam jiwa atau pada pasien yang mempunyai risiko

tinggi mengalami fibrilasi ventrikel.

d)     Terpai Pacemaker

Pacemaker adalah alat listrik yang mampu menghasilkan stimulus listrik

berulang ke otot jantung untuk mengontrol frekwensi jantung. Alat ini memulai

dan memeprtahankan frekwensi jantung kerika pacemaker alamiah jantung

tak mampu lagi memenuhi fungsinya. Pacemaker biasanya digunakan bila

pasien mengalami gangguan hantaran atau loncatan gangguan hantaran

yang mengakibatkan kegagalan curah jantung.

e)      Pembedahan Hantaran Jantung

Takikardian atrium dan ventrikel yang tidak berespons terhadap pengobatan

dan tidak sesuai untuk cetusan anti takikardia dapat ditangani dengan metode

selain obat dan pacemaker. Metode tersebut mencakup isolasi endokardial,

reseksi endokardial, krioablasi, ablasi listrik dan ablasi frekwensi radio.

Page 10: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

Isolasi endokardial dilakukan dengan membuat irisan ke dalam endokardium,

memisahkannya dari area endokardium tempat dimana terjadi disritmia. Batas

irisan kemudian dijahit kembali. Irisan dan jaringan parut yang ditimbulkan

akan mencegah disritmia mempengaruhi seluruh jantung. Pada reseksi

endokardial, sumber disritmia diidentifikasi dan daerah endokardium tersebut

dikelupas. Tidak perlu dilakukan rekonstruksi atau perbaikan.

f)       Krioablasi dilakukan dengan meletakkkan alat khusus, yang didinginkan

sampai suhu -60ºC (-76ºF), pada endokardium di tempat asal disritmia selama

2 menit. Daerah yang membeku akan menjadi jaringan parut kecil dan sumber

disritmia dapat dihilangkan.

            Pada ablasi listrik sebuah kateter dimasukkan pada atau dekat sumber

disritmia dan satu sampai lima syok sebesar 100 sampai 300 joule diberikan

melalui kateter langsung ke endokardium dan jaringan sekitarnya. Jaringan

jantung menjadi terbakar dan menjadi parut, sehingga menghilangkan sumber

disritmia.

            Ablasi frekwensi radio dilakukan dengan memasang kateter khusus

pada atau dekat asal disritmia. Gelombang suara frekwensi tinggi kemudian

disalurkan melalui kateter tersebut, untuk menghancurkan jaringan disritmik.

Kerusakan jaringan yang ditimbulkan lebih spesifik yaitu hanya pada jaringan

disritmik saja disertai trauma kecil pada jaringan sekitarnya dan bukan trauma

luas seperti pada krioablasi atau ablasi listrik.

Asuhan Keperawatan pada Klien Disritmia Ventrikel

A. Pengkajian

1.      Aktivitas / Istirahat

Gejala : Kelemahan, kelelahan umum dan karena kerja.

Tanda : Perubahan frekuensi jantung/TD dengan aktivitas/olahraga

2. Sirkulasi

Gejala: Riwatar IM sebelumnya/akut ( 90%-95% mengalami disritmia ), 

kardiomiopati, GJK, penyakit katup jantung, hipertensi.

Tanda :

Perubahan TD, contoh hipertensi atau hipotensi selama periode  disritmia.

Page 11: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

- Nadi : mungkin tidak teratur, contoh denyut kuat, pulsus altenan

(denyut                                                   kuat teratur/denyut lemah), nadi

bigeminal (denyut kuat tak teratur/denyut lemah).

-  Deficit nadi (perbedaan antara nadi apical dan nadi radial).

-  Bunyi jantung : irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun.

-  Kulit : warna dan kelembaban berubah, contoh pucat, sianosis, berkeringat

(gagal jantung, syok).

-  Edema : dependen, umum, DVJ (pada adanya gagal jantung).

-  Haluaran urine : menurun bila curah jantung menurun berat.

3. Integritasi Ego

Gejala :

-          Perasaan gugup (disertai takiaritmia), perasaan terancam.

-          Stressor sehubungan dengan masalah medik.

Tanda : Cemas, takut, menolak, marah, gelisah, menangis.

4. Makanan / Cairan

Gejala :

-    Hilang nafsu makan, anoreksia.

-    Tidak toleran terhadap makanan (karena adanya obat).

-     Mual/muntah.

-     Perubahan berat badan

Tanda :

- Perubahan berat badan.

- Edema

- Perubahan pada kelembaban kulit/turgor.

- Pernapasan krekels.

   5. Neuro Sensori

Gejala : Pusing, berdenyut, sakit kepala.

Tanda :

- Status mental/sensori berubah, contoh disorientasi, bingung, kehilangan

memori, perubahan pola bicara/kesadaran, pingsan, koma.

- Perubahan perilaku, contoh menyerang, letargi, halusinasi.

- Perubahan pupil (kesamaan dan reaksi terhadap sinar).

- Kehilangan refleks tendon dalam dengan disritmia yang mengancam hidup

(takikardia ventrikel , bradikardia berat).

6. Nyeri / Ketidak Nyamanan

Page 12: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

Gejala : Nyeri dada, ringan sampai berat, dimana dapat atau tidak bisa hilang

oleh obat anti angina

Tanda : Perilaku distraksi, contoh gelisah.

7. Pernapasan

Gejala :

- Penyakit paru kronis.

- Riwayat atau penggunaan tembakau berulang.

- Napas pendek.

- Batuk (dengan /tanpa produksi sputum).

Tanda :

-          Perubahan kecepatan/kedalaman pernapasan selama episode disritmia.

-          Bunyi napas : bunyi tambahan (krekels, ronki, mengi) mungkin ada

menunjukkan komplikasi pernapasan, seperti pada gagal jantung kiri (edema

paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal.

8. Keamanan

Tanda :

-          Demam.

-          Kemerahan kulit (reaksi obat).

-          Inflamasi, eritema, edema (trombosis superficial).

-          Kehilangan tonus otot/kekuatan.

9. Penyuluhan

Gejala :

-          Faktor risiko keluarga contoh, penyakit jantung, stroke.

-          Penggunaan/tak menggunakan obat yang disresepkan, contoh obat jantung

(digitalis); anti koagulan (coumadin) atau obat lain yang dijual bebas, contoh

sirup batuk dan analgesik berisi ASA.

-          Adanya kegagalan untuk memeprbaiki, contoh disritmia berulang/tak dapat

sembuh yang mengancam hidup

Pertimbangan :

-          DRG menunjukkan rerata lama di rawat : 3,2 hari.

Rencana pemulangan :

- Perubahan penggunaan obat.

B. Diagnosa Keperawatan

Page 13: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

1. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan

gangguan konduksi eliktrikal; penurunan kontraktilitas miokardial.

2. Kurang pengetahuan tentang penyebab/kondisi pengobatan berhubungan

dengan kurang informasi/salah pengertian kondisi medis/kebutuhan terapi;

tidak mengenal sumber informasi; kurang mengungat

3. Nyeri berhubungan dengan iskemia jaringan

4. Intolerans aktivitas berhubungan dengan kelemahan/kelelahan

5. Risiko terhadap perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan inadekuat

suplay oksigen ke jaringan.

C. Perencanaan

1. Diagnosa : Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan

dengan gangguan konduksi eliktrikal; penurunan kontraktilitas miokardial. 

Perencanaan dan rasional :

a) Raba nadi (radial, carotid, femoral, dorsalis pedis) catat frekuensi, keteraturan,

amplitude (penuh/kuat) dan simetris. Catat adanya pulsus alternan, nadi

bigeminal, atau deficit nadi.

Rasional : perbedaan frekuensi, kesamaan dan keteraturan nadi menunjukkan

efek gangguan curah jantung pada sirkulasi sistemik/perifer.

b) Auskultasi bunyi jantung, catat frekuensi, irama. Catat adaya denyut jantung

ekstra, penurunan nadi.

Rasional : disritmia khusus lebih jelas terdeteksi dengan pendengaran dari

pada dengan palpasi. Pendenganaran terhadap bunyi jantung ekstra atau

penurunan nadi membantu mengidentifikasi disritmia pada pasien tak

terpantau.

c) Pantau tanda vital dan kaji keadekuatan curah jantung/perfusi jaringan.

Laporkan variasi penting pada TD/frekuensi nadi, kesamaan, pernafasan,

perubahan pada warna kulit/suhu, tingkat kesadaran/sensori, dan hakuaran

urine selama episode disritmia.

d) Rasional : meskipun tidak semua disritmia mengancam hidup, penanganan

cepat untuk mengakhiri disritmia diperlukan pada adanya gangguan curah

jantung dan perfusi jaringan.

e) Berikan lingkungan tenang. Kaji alasan untuk membatasi aktivitas selama fase

akut

Page 14: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

f) Rasional : penurunan rangsang dan penghilangan stress akibat katekolamin,

yang menyebabkan/meningkatkan disritmia dan vasokonstriksi serta

meningkatkan kerja miokardia.

g) Demonstrasikan/dorong pemnggunaan perilaku pengbaturan stress, contoh

teknik relaksasi, bimbingan imajinasi, nafas lambat/dalam

Rasional : meningkatkan partisipasi pasien dalam mengekluarkan beberapa

rasa control dalam situasi penuh stress.

h) Siapkan/lakukan resusitasi jantung paru sesuai indikasi

Rasional : terjadinya disritmia yang mengancam, hidup memerlukan upaya

intervensi untuk mencegah kerusakan iskemia/ kematian.

i) Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi.

Rasional : meningkatkan jumlah sediaan oksigen untuk miokard, yang

menurunkan iritabilitas yang disebabkan oleh hipoksia.

j) Siapkan untuk/Bantu penanaman otomatik kardioverter atau defibrillator

(AICD) bila diindikasikan

k) Rasional : alat ini melalui pembedahan ditanam pada pasien dengan

disritmia berulang yang mengancam hidup meskipun diberi obat terapi secara

hati-hati.

2. Nyeri berhubungan dengan iskemia jaringan

Perencanaan dan rasional :

a) Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikan awitan dan factor pemberat dan

penurun.Perhatikan petunjuk nonverbal ketidak nyamanan

b) Rasional : Nyeri secara khas terletak subternal dan dapat menyebar keleher

dan punggung. Namun ini berbeda dari iskemia infark miokard.

Pada nyeri ini dapat memburuk pada inspirasi dalam, gerakan atau berbaring

dan hilang dengan duduk tegak/membungkuk

c) Berikan lingkungan yang tenang dan tindakan kenyamanan mis: perubahan

posisi, masasage punggung,kompres hangat dingin, dukungan emosional

Rasional : untuk menurunkan ketidaknyamanan fisik dan emosional pasien.

d) Berikan aktivitas hiburan yang tepat

e) Rasional : mengarahkan perhatian, memberikan distraksi dalam tingkat

aktivitas individu

f) Berikan obat-obatan sesuai indikasi nyeri

Rasional : untuk menghilangkan nyeri dan respon inflamasi

Page 15: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

3. Intolerans aktivitas berhubungan dengan kelemahan/kelelahan

a) Kaji respon pasien terhadap aktivitas

Rasional : Dapat mempengaruhi aktivitas curah jantung

b) Pantau frekuensi jantung,TD, pernapasan setelah aktivitas

Rasional :Membantu menentukan derajat kompensasi jantung dan pulmonal,

penurunan TD, takikardi,disritmia dan takipneu adalah indikatif dari kerusakan

toleransi terhadap aktivitas

c) Pertahankan tirah baring selama periode demam dan sesuai indikasi

Rasional : Meningkatkan resolusi inflamasi selama faseakut dari

perikarditis/endokarditis.

d) Bantu pasien dalam program latihan aktivitas

Rasional : Saat inflamasi/ kondisi dasar teratasi, pasien mungkin mampu

melakukan aktivitas yang diinginkan.

4. Kurang pengetahuan tentang penyebab/kondisi pengobatan berhubungan

dengan kurang informasi/salah pengertian kondisi medis/kebutuhan terapi;

tidak mengenal sumber informasi; kurang mengingat.

Perencanaan dan rasional :

a) Kaji ulang fungsi jantung normal/konduksi eliktrikal

Rasional : memeberikan dasar pengetahuan untuk memahami variasi

individual dan memahami alasan intervensi terapeutik

b) Jelaskan/tekankan masalah disritmia khusus dan tindakan terapeutik pada

pasien/orang terdekat

Rasional : informasi terus-menerus/baru dapat menurunkan cemas

sehubungan dnegan ketidaktahuan dan menyiapkan pasien/orang terdekat.

Pendidikan pada orang terdekat mungkin penting bila pasien lansia,

mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran, atau tak mampu atau

tak minat belajar/mengikuti instruksi. Penjelasan berulang mungkin

diperlukan, karena kecemasan dan/atau hambatan informasi baru dapat

menghambat/membatasi belajar.

c) Bantu pemasangan/mempertahankan fungsi pacu jantung

d) Rasional : pacu sementara mungkin perlu untuk neningkatkan pembentukan

impuls atau menghambat takidisritmia dan aktivitas ektopik supaya

mempertahankan fungsi kardiovaskuler sampai pacu spontan diperbaiki atau

pacuan permanent dikakukan.

Page 16: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

e) Dorong pengembangan latihan rutin, menghindari latihan berlebihan.

Identifikasi tanda/gejala yang memerlukan aktivitas cepat, contoh pusing,

silau, dispnea, nyeri dada.

Rasional : bila disritmia ditangani dengan tepat, aktivitas normal harus

dilakukan. Program latihan berguna dalam memperbaiki kesehatan

kardiovaskuler.

5. Risiko terhadap perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan inadekuat

suplay oksigen ke jaringan.

Perencanaan dan rasional :

a) Selidiki nyeri dada,dispnea tiba-tiba yang disertai dengan takipnea, nyeri

pleuritik,sianosis pucat

Rasional : Emboli arteri. Mempengaruhi jantung dapat terjadi sebagai akibat

penyakit katup dan disritmia kronis.

b) Observasi ekstremitas terhadap edema, eroitema

Rasional : Ketidakaktifan/tirah baring lama mencetuskan stasis vena,

meningkatkan resiko pembentukan trombosis vena

c) Observasi hematuri

Rasional : Menandakan emboli ginjal

d) Perhatikan nyeri abdomen kiri atas

Rasional : menandakan emboli splenik

BAB  III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Gangguan irama jantung atau disritmia merupakan komplikasi yang

sering terjadi pada infark miokardium. Aritmia atau disritmia adalah perubahan

Page 17: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh konduksi elektrolit

abnormal atau otomatis.

Disritmia atau Aritmia timbul akibat perubahan elektrofisiologi selsel

miokardium. Perubahan elektrofisiologi ini bermanifestasi sebagai perubahan

bentuk potensial aksi yaitu rekaman grafik aktivitas listrik sel (Price, 1994).

Gangguan irama jantung tidak hanya terbatas pada iregularitas denyut

jantung tapi juga termasuk gangguan kecepatan denyut dan konduksi.

B.     Saran

Semoga makalah yang kami buat dapat dipakai sebagai acuan untuk

belajar bagi mahasiswa – mahasiswi kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Noer Sjaifoellah, M.H. Dr. Prof, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, Edisi ketiga,

1996, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

Smeltzer Bare, 2002, Buku Ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner & Studdarth,

edisi 8 , EGC, Jakarta.

Guyton & Hall, 1997, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Cetakan I, EGC,

Jakarta.

Ganong F. William, 2003, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 20, EGC, Jakarta.

Price & Wilson, 2006, Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Edisi 6,

Volume I, EGC, Jakarta.

Santoso Karo karo. Buku Ajar Kardiologi. Jakarta : Balai Penerbit FKUI ; 1996.

Smeltzer Suzanne C. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &

Suddarth. Alih bahasa Agung Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8.

Jakarta : EGC; 2001.

Hanafi B. Trisnohadi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Ed. 3. Jakarta : Balai

Penerbit FKUI ; 2001.

Page 18: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

Doengoes, Marylin E. 2000. Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan. Edisi

3. Jakarta:EGC.

Page 19: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

Senin, 02 April 2012

Aritmia (Gangguan Irama Jantung)

GANGGUAN IRAMA JANTUNG

(ARITMIA/DISRITMIA)

A.        Pendahuluan

Istilah disritmia dan aritmia pada dasarnya mempunyai maksud yang sama,

meskipun disritmia diartikan sebagai abnormalitas irama jantung sedangkan aritmia

berate tidak adanya irama. Sekarang lebih banyak digunakan istilah disritmia.

Dalam keadaan fisiologis, pembentukan irama jantung bermula pada nodus

sinoatrial (nodus SA) yang terletak pada dinding atrium kanan dekat muara vena kava

superior. Rangsang yang terbentuk keluar dari nodus SA ini kemudian menyebar ke

seluruh dinding atrium dan sampai ke nodus atrioventrikular (nodus AV)  yang terletak di

dasar atrium kanan di atas katup tricuspid, tepat disebelah kanan  septum interatrial

(dalam dinding atrium terdapat 3 buah jaras penghantar preferensial antara nodus SA

dan nodus AV).

B.        Definisi

Disritmia adalah perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan

oleh konduksi elektrikal abnormal atau otomatis. Disritmia merupakan gangguan system

penghantaran jantung dan bukan struktur jantung.

C.        Etiologi

Etiologi disritmia dalam garis besarnya dapat disebabkan oleh:

Page 20: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

1.     Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard (miokarditis

karena infeksi)

2.     gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner, misalnya

iskemia miokard, infark miokard.

3.     Karena obat (intoksikasi antara lain oleh digitalis, quinidin, dan obat-obat anti aritmia

lainnya.

4.     Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemi)

5.     Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan

irama  jantung.

6.     Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat

7.     Gangguan metabolic (asidosis, alkalosis)

8.     Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme)

9.     Gangguan irama jantung atau gagal jantung

10.  Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung

11.  Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system konduksi jantung).

Adapun factor-faktor yang dapat mencetuskan disritmia, yaitu:

1. Obat-obatan, terutama obat-obat kelas IA (kinidin, disopiramid, prokainamid) dan

IC (flekainid, propafenon), digitalis, antidepresan trisiklik, teofilin.

2. Gangguan keseimbangan elektrolit dan gas darah terutama hipo dan

hiperkalemia, asidosis.

3. Payah jantung kongestif: akibat terjadinya aktivasi neurohumoral.

4. Kelainan jantung dan aritmogenik: sindrom wolf Parkinson white, dan sindrom QT

panjang.

Page 21: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

5. Gangguan ventilasi, infeksi, anemia, hipotensi dan renjatan: bisa terjadi takikardi

superventrikuler.

6. Tirotoksikosis menimbulkan fibrilasi dan flutter atrium.

Page 22: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

D.        Jenis Disritmia

1. Disritmia nodus sinus, terdiri dari:

a.     Bradikardi sinus

b.     Takikardi sinus

2. Disritmia atrium, terdiri dari:

a.     Premature atrium contraction

b.     Paroxysmal atrium tachicardi

c.     Flutter atrium

d.     Atrium fibrilasi

3. Disritmia ventrikel, terdiri dari:

a.     Premature ventrikel contraction

b.     Ventrikel bigemini

c.     Ventrikel tachicardi

d.     Ventrikel fibrilasi

4. Abnormalitas hantaran, terdiri dari:

a.     AV block first degree

b.     AV block second degree

                      i.        AV block second degree type 1

                     ii.        AV block second degree type 2

c.     AV block third degree (total AV block)

5. Asistole ventrikel

Page 23: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

E.        Patofisiologi

Gangguan irama jantung secara elektrofisiologi dapat disebabkan oleh:

1. Gangguan pembentukan rangsang

Gangguan ini dapat terjadi secara aktif atau pasif. Bila gangguan rangsang

terbentuk secara aktif di luar urutan yang jaras hantaran normal, seringkali menimbulkan

gangguan irama ektopik, dan bila terbentuk secara pasif sering menimbulkan escape

rhythm (irama pengganti).

۩      Irama ektopik timbul karena pembentukan rangsang ektopik secara aktif dan fenomena

reentry.

۩      Escape beat (denyut pengganti) ditimbulkan bila rangsang normal tidak atau belum

sampai pada waktu tertentu dari irama normal, sehingga bagian jantung yang belum

atau tidak mendapat rangsang itu bekerja secara otomatis untuk mengeluarkan

rangsangan intrisik yang memacu jantung berkontraksi. Kontraksi inilah yang dikenal

sebagai denyut pengganti (escape beat).

۩      Active ectopic firing terjadi pada keadaan dimana terdapat kenaikan kecepatan automasi

pembentukan rangsang pada sebagian otot jantung yang melebihi keadaan normal, atau

mengatasi irama normal.

۩      Reentry terjadi bila pada sebagian otot jantung terjadi blockade indirectional(blockade

terhadap rangsang dalam arah antegrad), dimana rangsang dari arah lain dapat masuk

kembali secara retrograde melalui bagian yang mengalami blockade tadi. Setelah masa

refrakternya dilampaui. Keadaan ini menimbulkan rangsang baru secara ektopik. Bila

reentry terjadi secara cepat dan berulang-ulang atau tidak teratur (pada beberapa

tempat), maka dapat menimbulkan  keadaan takikardi ektopik atau fibrilasi.

2. Gangguan penghantaran rangsang (konduksi) jantung

Page 24: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

Kelainan irama jantung dapat disebabkan oleh hambatan pada hantaran

(konduksi) aliran rangsang yang disebut blockade. Hambatan tersebut mengkibatkan

tidak adanya aliran rangsang yang sampai ke bagian miokard yang seharusnya

menerima rangsang untuk dimulai kontraksi. Blockade ini dapat terjadi pada tiap bagian

system hantaran rangsang mulai dari sinus SA, sinus AV, berkas his, dan serabut

purkinjedalam miokard.

3. Gangguan pembentukan dan  penghantaran rangsang (konduksi) jantung

Gangguan irama jantung dapat terjadi sebagai akibat gangguan pembentukan

rangsang bersama gangguan hantaran rangsang.

F.        Manifestasi Klinis

Kebanyakan manifestasi klien dengan aritmia tidak  disadari, sehingga terdeteksi

pada saat rasa yang tidak nyaman seperti berdebar-debar, palpitasi, atau adanya denyut

jantung yang berturut-turut bertambah serta adanya irama denyut yang tidak teratur.

Keadaan ini tidak terlalu membahayakan,  jika tidak terjadi gangguan hemodinamik.

Tetapi manifestasi klinik pada klien dengan aritmia yang berbahaya adalah klien

merasakan nyeri dada, pusing, bahkan keadaan yang lebih serius kemungkinan klien

ditemukan meninggal mendadak. Hal itu dikarenakan pasokan darah yang mengandung

nutrient dan oksigen yang  dibutuhkan ke jaringan tubuh tidak mencukupi sehingga

aktivitas/kegiatan metabolisme jaringan terganggu. Adapun penampilan klinis klien

sebagai berikut:

a. anxietas

b. gelisah

c. capek dan lelah serta gangguan aktivitas

d. palpitasi

e. nyeri dada

f. vertigo, syncope

g. tanda dan gejala sesak, crakles

Page 25: Asuhan Keperawatan Disritmia Ventrikel

h. tanda hipoperfusi

G.        Pemeriksaan Diagnostik

a.     Elektrokardiogram

b.     Holter

c.     Elektrofisiologi

H.        Penanganan

a.     Masase Kritis

b.     Obat anti aritmia

c.     Pemasangan pacu jantung sementara

d.     Penanganan menggunakan alat kejut listrik