24
Asuhan Keperawatan pada bayi dan anak dengan penyakit akut dan infeksi (Diare dan DHF) BAB I PENDAHULUAN 1. A. LATAR BELAKANG Penyakit akut dan infeksi umumnya dapat menyerang bayi dan ank yang baru lahir. Pada bab ini, akan membahas asuhan keperawatan pada bayi dan anak dengan penyakit akut dan infeksi. Penyakit akut dan infeksi yang sering diderita anak dan bayi diantaranya diare dan DHF. Solusi dalam hal ini adalah memberikan pengajaran kepada orangtua mengenai kesehatan dan perawatan anak dan bayi di rumah.Namun dalam menjalankannya seseorang harus mengetahui bayak hal seperti penyesuaian terhadap kehidupan, pengkajian klinis dan yang pasti asuhan keperawatan pada bayi baru lahir (pengkajian, perencanaan, intervensi, implementasi, dan evaluasi) .Melalui makalah ini pembaca dapat mengetahui tentang asuhan apa saja yang akan diberikan kepada bayi dan anak yang menderita penyakit tersebut. 1. B. RUMUSAN MASALAH 2. Bagaimana konsep dasar masing-masing penyakit? 3. Apa saja tanda dan gejala yang sering terdapat pada bayi sesuai dengan penyakitnya? 4. Apa saja masalah yang sering dialami pada anak sesuai dengan penyakit? 5. Bagaimana perencanaan tindakan pada anak sesuai dengan masalah pada masing-masing penyakit? 6. C. TUJUAN 1. Tujuan Umum

Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Embed Size (px)

DESCRIPTION

QWER

Citation preview

Page 1: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Asuhan Keperawatan pada bayi dan anak dengan penyakit akut dan infeksi (Diare

dan DHF)BAB I

PENDAHULUAN

1. A. LATAR BELAKANG

Penyakit akut dan infeksi umumnya dapat menyerang bayi dan ank yang baru lahir. Pada bab ini, akan membahas asuhan keperawatan pada bayi dan anak dengan penyakit akut dan infeksi. Penyakit akut dan infeksi yang sering diderita anak dan bayi diantaranya diare dan DHF. Solusi dalam hal ini adalah memberikan pengajaran kepada orangtua mengenai kesehatan dan perawatan anak dan  bayi di rumah.Namun dalam menjalankannya seseorang harus mengetahui bayak hal seperti penyesuaian terhadap kehidupan, pengkajian klinis dan yang pasti asuhan keperawatan pada bayi baru lahir (pengkajian, perencanaan, intervensi, implementasi, dan evaluasi) .Melalui makalah ini pembaca dapat mengetahui tentang asuhan apa saja yang akan diberikan kepada bayi dan anak yang menderita penyakit tersebut.

1. B. RUMUSAN MASALAH2. Bagaimana konsep dasar masing-masing penyakit?3. Apa saja tanda dan gejala yang sering terdapat pada bayi sesuai dengan

penyakitnya?4. Apa saja masalah yang sering dialami pada anak sesuai dengan penyakit?5. Bagaimana perencanaan tindakan pada anak sesuai dengan masalah pada masing-

masing penyakit? 6. C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Memahami dan mampu melakukan Asuhan Keperawatan pada bayi dan anak dengan penyakit akut dan infeksi (Diare dan DHF)

1. Tujuan Khusus 2. Mampu menjelaskan tentang konsep dasar masing-masing penyakit.3. Mampu mengkaji tanda dan gejala serta masalah yang sering terdapat pada bayi

sesuai dengan penyakitnya.4. Mampu menentukan perencanaan tindakan pada anak sesuai dengan masalah pada

masing-masing penyakit.

Page 2: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 DIARE

1. A. DEFINISI

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengan padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat.

Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer,A.1999,501).

Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair. (Suriadi,Rita Yuliani,  2001).

Diare didefinisikan sebagai buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih dalam sehari) (Depkes RI Ditjen PPM dan PLP, 2002).

Diare merupakan salah satu penyakit yang paling banyak terjadi pada masa kanak-kanak, didefenisikan sebagai peningkatan dalam frekuensi, konsistensi, dan volume dari feces (Mc.Kinney, Emily Stone et al, 2000).

B. JENIS DIARE

Ada beberapa jenis diare, yaitu:

1. Diare cair akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (umumnya kurang dari 7 hari) dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang sering dan tanpa darah, mungkin disertai muntah dan panas. Akibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare.

2. Disentri, yaitu diare yang disertai darah dengan atau tanpa lendir dalam tinjanya. Akibat disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kerusakan mukosa usus karena bakteri invasif.

3. Diare persisten, yaitu diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari 14 hari. Episode ini dapat dimulai sebagai diare cair atau disentri. Akibat diare persisten adalah penurunan berat badan dan gangguan metabolisme.

Page 3: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

4. Diare dengan masalah lain. Anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga disertai dengan penyakit lain seperti demam, gangguan gizi, atau penyakit lainnya. Tatalaksana penderita diare ini berdasarkan acuan baku diare dan tergantung juga pada penyakit yang menyertainya.

Menurut pedoman MTBS (2000), diare dapat dikelompokkan menjadi :

Diare akut : terbagi atas diare dengan dehidrasi berat, diare dengan dehidrasi sedang, diare dengan dehidrasi ringan

Diare persiten : jika diare berlangsung 14 hari/ lebih. Terbagi atas diare persiten dengan dehidrasi dan persiten tanpa dehidrasi

Disentri : jika diare berlangsung disertai dengan darah

Pedoman MTBS tentang klasifikasi diare

Tanda dan gejala yang tampak Klasifikasi

Terdapat 2 atau lebih tanda dan gejala berikut :

-    Letargi/ tdk sadar

-       Mata cekung

-       Tdk bisa minum/malas minum

-       Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat

diare dengan dehidrasi berat

Terdapat 2 atau lebih tanda dan gejala berikut :- Gelisah, rewel atau mudah marah

-       Mata cekung

-       Haus, minum dengan lahap

-       Cubitan kulit perut kembalinya lambat

dehidrasi dengan dehidrasi ringan/ sedang

Tdk cukup tanda2 untuk diklasifikasikan sebagai dehidrasi berat atau ringan/ sedang

diare tanpa dehidrasi

Diare selama 14 hari atau lebih disertai dengan dehidrasi

diare persiten berat

Diare selama 14 hari atau lebih tanpa disertai dengan dehidrasi

diare persiten

Terdapat darah dalam tinja (berak campur darah)

disentri

C. ETIOLOGI

Page 4: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Diare dapat disebabkan oleh faktor infeksi, malabsorpsi (gangguan penyerapan zat gizi), makanan, dan faktor psikologis.

1. 1. Faktor infeksi2. Infeksi enteral, yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama

diare pada anak. Infeksi enteral ini meliputi:

Infeksi bakteri: Vibrio, E.Coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Aeromonas, dll.

Infeksi Virus: Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astovirus, dll. Infeksi parasit: Cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris), Protozoa (entamoeba

histolitika, giardia lamblia), jamur (candida albicans).

1. Infeksi parenteral, yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti OMA, tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dsb.

2. 2. Faktor malabsorpsi3. Malabsorpsi karbohidrat4. Malabsorpsi lemak5. Malabsorpsi protein6. 3. Faktor makanan

Makanan yang menyebabkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu banyak lemak, mentah (misal, sayuran), dan kurang matang.

1. 4. Faktor psikologis

Rasa takut, cemas dan tegang, jika terjadi pada anak akan menyebabkan diare kronis.

D. MANIFESTASI KLINIS

Tanda dan gejala anak yang menderita diare, yaitu:

1. Bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah2. Suhu tubuh meninggi3. Feces encer, berlendir atau berdarah4. Warna feces kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu5. Anus lecet6. muntah sebelum dan sesudah diare7. Gangguan gizi akibat intake makanan kurang8. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, yaitu penurunan berat badan, turgor kulit

berkurang, mata dan ubun-ubun besar cekung, membran mukosa kering.

E. KOMPLIKASI

Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak, dapat terjadi berbagai macam komplikasi, seperti:

Page 5: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

1. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonic, hipertonik)2. Renjatan hipovolemik3. Hipokalemia 4. Hipoglikemia5. Intoleransi laktosa sekunder6. Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik7. Malnutrisi energi protein

1. F. PENATALAKSANAAN

Secara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk mencegah dan mengobati dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, malabsorpsi akibat kerusakan mukosa usus, penyebab diare yang spesifik, gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. Untuk memperoleh hasil yang baik pengobatan harus rasional.

1. 1. Pemberian cairan pada diare dehidrasi murni 2. a. Jenis cairan

1)   Cairan rehidrasi oral

Formula lengkap, mengandung NaCl, NaHCO3, KCl, dan Glukosa Formula sederhana, hanya mengandung NaCl dan sukrosa atau karbohidrat lain.

2)    Cairan parenteral

1. b. Jalan pemberian cairan

1)   Peroral untuk dehidrasi ringan, sedang dan tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik.

2)   Intragastrik untuk dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi, tetapi anak tidak mau minum, atau kesadaran menurun.

3)   Intravena untuk dehidrasi berat.

1. c. Jumlah cairan

Jumlah cairan yang hilang didasarkan pada berat badan dan usia anak

1. d. Jadwal pemberian cairan

1)   Belum ada dehidrasi

Oral: 1 gelas setiap kali anak buang air besar Parenteral dibagi rata dalam 24 jam

Page 6: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

2)   Dehidrasi ringan

1 jam pertama: 25-50 ml/kgBB peroral atau intragastrik Selanjutnya: 125 ml/kgBB/hari

3)   Dehidrasi sedang

1 jam pertama: 50-100ml/kgBB peroral atau intragastrik Selanjutnya: 125 ml/kgBB/hari

4)   Dehidrasi berat

Jadwal pemberian cairan didasarkan pada umur dan BB anak

1. 2. Pengobatan dietetik2. Untuk anak di bawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan berat badan kurang

dari 7 kg, jenis makanannya adalah:

Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung rendah laktosa dan asam lemak tak jenuh)

Makanan setengah padat (bubur susu) atau makanan padat (nasi tim) Susu khusus, sesuai indikasi kelainan yang ditemukan

1. Untuk anak di atas 1 tahun dengan berat badan lebih dari 7 kg. Jenis makanannya adalah makanan padat atau makanan cair/ susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah.

1. 3. Obat – obatan

Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain (gula, air tajin, tepung beras, dll)

1. Obat antisekresi2. Obat antispasmolitik3. Obat pengeras tinja4. Antibiotika, kapan perlu5.6. G. ASUHAN KEPERAWATAN 7. 1. Pengkajian 8. a. Identitas Anak

Nama, umur, tempat/ tanggal lahir, alamat/ No telp, tingkat pendidikan dll.

1. b. Riwayat Kesehatan Dahulu

Page 7: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Riwayat kelahiran ; Panjang Lahir, Berat Badan Lahir Rendah Riwayat Nutrisi ; Mal Nutrisi, KEP, Pola Makan dan Minum, Tipe Susu Formula Riwayat diare ; Berulang, Penyebab Pola Pertumbuhan Riwayat Otitis media dan atau infeksi lainnya Memakan makanan yang tidak bersih

o Kurangnya persnal higiene (tidak mencuci tangan sebelum makan, tempat bermain yang kotor)

o Pernah menderita OMA, tonsilitis/ tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis

o Malabsorbsi karbohidrat (misalnya : intoleransi laktosa), lemak dan protein

o Alergi terhadap makanan tertentu

1. c. Riwayat Kesehatan Sekarang

Riwayat Diare : Frekuensi, Penyebab Riwayat Tinja : Jumlah, warna, bau, konsistensi, waktu BAB Kaji Intake dan Output BAB > 3x sehari dengan konsistensi encer Anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan meningkat, nafsu makan berkurang Tinja makin cair disertai lendir atau darah. Warna tinja berubah jadi hijau  karena

bercampur dengan empedu Daerah disekitar anus lecet karena sering defekasi Muntah bisa terjadi sebelum dan sesudah diare Gejala dehidrasi mulai tampak jika pasien telah banyak kehilangan cairan dan

elektrolit Diuresis : terjadi oliguria (<1 ml/kg/jam), pada dehidrasi berat tidak ada urine

1. d. Pengkajian Sistem

1)                  Pengkajian umum

a)                  Kesadaran

b)                  Tanda – tanda vital

Suhu tubuh:  Pengukuran suhu melalui mulut (anak > 6 th)

Pengukuran axilla (<4 – 6 th)

Nadi    : kuat, lemah, teratur/ tidak.

Nafas   : kedalaman, irama, teratur/ tidak

TD       : Sistolik/ diastolik, tekanan nadi

Page 8: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

c)                  TB / BB

d)                 Lingkar kepala

e)                  Lingkar Dada

2)                  Pengkajian fisik

Tingkat dehidrasi% kehilangan berat badan

Bayi Anak besar

Dehidrasi ringan 5% (50 ml/kg) 3% (30 ml/kg)

Dehidrasi sedang 5-10% (50-100 ml/kg) 6% (60ml/kg)

Dehidrasi berat 10-15 % (100-150 ml/kg) 9% (90 ml/kg)

a)    Kepala : Higiene kepala dan Ubun-ubun cekung

b)   Mata

Palpebra : cekung/ tidak

Konjungtiva : anemis/tidak

Sklera : ikterik/tidak

c)    Hidung : Sianosis, epistaksis

d)   Mulut

Membran mukosa : pink, kering

e)    Telinga : Apakah ada infeksi/ tidak

f)    Sistem kardiovaskuler

Nadi apeks : irama teratur/ tidak

Nadi perifer : irama teratur/ tidak

Bunyi jantung : murni/ bising

Kulit : pucat/ sianosis

g)   Sistem pernapasan

Page 9: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Frekuensi napas

Bunyi napas : murni/ bising

Kedalaman, Pola napas

h)   Sistem persarafan, tingkat kesadaran

Pola tingkah laku

Fungsi pergerakan : ketahanan, paralysis

Fungsi sensori : Rf fisiologis, Rf patologis

i)     Sistem musculoskeletal : Gaya berjalan, Persendian, Kesimetrisan

j)     Sistem pencernaan

Bising usus : ada/ tidak, frekuensi

Distensi abdomen : ada/tidak

Mual/ muntah

k)   Sistem eliminasi ( BAB dan BAK ) : Frekuensi, konsistensi, bau, warna

1. e. Faktor Psikososial

Tahap perkembangan anak, kebiasaan di rumah Metode koping orangtua dan anak Interaksi orangtua dan anak

1. f. Pengkajian Keluarga

Jumlah anggota keluarga Pola komunikasi Pola interaksi Pendidikan dan pekerjaan Kebudayaan dan keyakinan Fungsi keluarga

1. g. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan tinja : makroskopis dan mikroskopis, pH, kadar gula

Page 10: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Keseimbangan asam basa dalam darah Kadar ureum dan kreatinin ( mengetahui faal ginjal) Elektrolit : Na, K, Ca, F, dalam serum (terutama diare yang disertai kejang) Intubasi duodenum ( mengetahui jenis parasit)

1. 2. Diagnosa Keperawatan2. a. Kurang volume cairan b.d seringnya buang air besar dan encer

Tujuan

Keseimbangan cairan dapat dipertahankan dalam batas normal yang ditandai dengan:

· Pengeluaran urin sesuai · Pengisian kembali kapiler kurang dari 2 detik · Turgor kulit elastis · Membran mukusa lembab · Berat badan tidak menunjukkan penurunan

Criteria hasil

· Anak mendapatkan cairan yang cukup untuk mengganti cairan yang hilang · Anak menunjukkan tanda-tanda hidrasi yang adekuat ditandai dengan membrane

mukosa lembab, turgor kulit baik, mata normal, TTV DBN.

Intervensi Rasional

Mandiri 1. Kaji status hidrasi

1. Kaji pemasukan dan pengeluaran cairan

2. Monitor tanda-tanda vital

Kolaborasi

1. Pemeriksaan laboratorium sesuai program; elektrolit, Ht, pH, serum albumin

2. Pemberian cairan dan elektrolit sesuai protokol (dengan oralit dan cairan parenteral)

3. Pemberian obat sesuai indikasi

Antidiare

Antibiotik

1. Indikator langsung status cairan/ perbaikan ketidakseimbangan

2. Menunjukkan status hidrasi keseluruhan

3. Membantu dalam evaluasi derajat defisit cairan/ keefektifan penggantian terapi cairan dan respon terhadap pengobatan

1. memberikan informasi tentang hidrasi, fungsi organ

1. Mengisi/ mempertahankan volume sirkulasi dan keseimbangan elektrolit

Menurunkan kehilangan cairan

Mengobati infeksi supuratif lokal

Page 11: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

1. b. Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh b.d menurunnya intake dan menurunnya absorpsi makanan dan cairan

Tujuan

Anak akan toleran dengan diit yang sesuai yang ditandai dengan:

Berat badan dalam batas normal Tidak terjadi kekambuhan diare

Intervensi Rasional

Mandiri 1. Timbang berat badan anak setiap

hari

1. Monitor pemasukan dan pengeluaran

1. Setelah rehidrasi, berikan minuman oral dengan sering dan makanan yang sesuai dengan diit dan usia dan atau berat badan anak

2. Lakukan kebersihan mulut setiap habis makan

3. Bagi bayi, ASI tetap diteruskan

1. Bila bayi tidak toleran terhadap ASI, berikan susu formula yang rendah laktosa

1. Memberikan informasi tentang diit dan keefektifan terapi

2. Memberikan informasi tentang kebutuhan pemasukan/ defisiensi

3. Diit yang tepat penting untuk penyembuhan

1. Mulut yang bersih dapat meningkatkan rasa makan

2. Mencegah berkurangnya berat badan lebih lanjut dan mempercepat penyembuhan

3. Mengurangi malnutrisi

1. c. Kerusakan integritas kulit b.d kurang pengetahuan

Tujuan:

Orangtua dapat berpartisipasi dalam perawatan anak

Intervensi Rasional

Mandiri 1. Kaji tingkat pemahaman orangtua

1. Jelaskan tentang penyakit, pengobatan dan perawatan

1. Jelaskan tentang pentingnya kebersihan (misal, cuci tangan)

1. Hal ini mempengaruhi orangtua untuk menguasai tugas dan melakukan tanggung jawab perawatan

2. Memberikan dasar pengetahuan dimana orangtua dapat membuat pilihan berdasarkan informasi. Komunikasi efektif dan dukungan turunkan cemas dan tingkatkan penyembuhan

Page 12: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

1. Ajarkan tentang prinsip diit dan kontrol diare

3. Menurunkan penyebaran bakteri dan resiko infeksi serta iritasi kulit dan jaringan

4. Diit yang tepat penting dalam penyembuhan

2.2 DENGUE HAEMORAGIC FEVER (DHF)

A. KONSEP DASAR

1. 1. Pengertian

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ).

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (Seoparman , 1990).

DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara efidemik. (Sir,Patrick manson,2001).

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty (Seoparman, 1996).

Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.

2. Etiologi

1. Virus dengue sejenis arbovirus.2. Virus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 4 serotif,

Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke II, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu 70 oC.

Keempat serotif tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan serotif ke 3 merupakan serotif yang paling banyak.

Page 13: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

1. 3. Patofisiologi

Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah kompleks virus-antibody. Dalam sirkulasi akan mengaktivasi system komplemen. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,dua peptida yang berdaya untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat sebagai factor meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.

Terjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi (protombin dan fibrinogen) merupakan factor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF.

Yang menentukan beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah , menurunnya volume plasma , terjadinya hipotensi , trombositopenia dan diathesis hemorrhagic , renjatan terjadi secara akut.

Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh darah. Dan dengan hilangnya plasma klien mengalami hipovolemik. Apabila tidak diatasi bisa terjadi anoxia jaringan, acidosis metabolic dan kematian.

4. Tanda dan gejala

1. Demam tinggi selama 5 – 7 hari2. Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi.3. Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, ptechie, echymosis, hematoma.4. Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri.5. Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati.6. Sakit kepala.7. Pembengkakan sekitar mata.8. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.9. Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun,

gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).

1. 5. Komplikasi

Adapun komplikasi dari penyakit demam berdarah diantaranya :

1. Perdarahan luas.2. Shock atau renjatan.3. Effuse pleura4. Penurunan kesadaran.

6. Klasifikasi

a. Derajat I :

Page 14: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positi, trombositopeni dan hemokonsentrasi.

b. Derajat II :

Manifestasi klinik pada derajat I dengan manifestasi perdarahan spontan di bawah kulit seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari lain tempat.

c. Derajat III :

Manifestasi klinik pada derajat II ditambah dengan ditemukan manifestasi kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang cepat dan lemah, hipotensi dengan kulit yang lembab, dingin dan penderita gelisah.

d. Derajat IV :

Manifestasi klinik pada penderita derajat III ditambah dengan ditemukan manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak teraba.

7. Pemeriksaan penunjang

1. Darah

Trombosit menurun. HB meningkat lebih 20 % HT meningkat lebih 20 % Leukosit menurun pada hari ke 2 dan ke 3 Protein darah rendah Ureum PH bisa meningkat NA dan CL rendah

1. Serology : HI (hemaglutination inhibition test).

Rontgen thorax : Efusi pleura. Uji test tourniket (+)

8. Penatalaksanaan

1. Tirah baring2. Pemberian makanan lunak . 3. Pemberian cairan melalui infus.

Page 15: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Pemberian cairan intra vena (biasanya ringer lactat, nacl) ringer lactate merupakan cairan intra vena yang paling sering digunakan , mengandung Na + 130 mEq/liter , K+ 4 mEq/liter, korekter basa 28 mEq/liter , Cl 109 mEq/liter dan Ca = 3 mEq/liter.

1. Pemberian obat-obatan : antibiotic, antipiretik,2. Anti konvulsi jika terjadi kejang3. Monitor tanda-tanda vital ( T,S,N,RR).4. Monitor adanya tanda-tanda renjatan5. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut6. Periksa HB,HT, dan Trombosit setiap hari.

B. ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS

1. 1. Pengkajian

Pengkajian merupakan tahap awal yang dilakukan perawat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan sebelum melakukan asuhan keperawatan . pengkajian pada pasien dengan “DHF” dapat dilakukan dengan teknik wawancara, pengukuran, dan pemeriksaan fisik. Adapun tahapan-tahapannya meliputi :

1. Mengkaji data dasar, kebutuhan bio-psiko-sosial-spiritual pasien dari berbagai sumber (pasien, keluarga, rekam medik dan anggota tim kesehatan lainnya).

2. Mengidentifikasi sumber-sumber yang potensial dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien.

3. Kaji riwayat keperawatan.4. Kaji adanya peningkatan suhu tubuh ,tanda-tanda perdarahan, mual, muntah, tidak

nafsu makan, nyeri ulu hati, nyeri otot dan sendi, tanda-tanda syok (denyut nadi cepat dan lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab terutama pada ekstrimitas, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran).

1. Diagnosa keperawatan .

Penyusunan diagnosa keperawatan dilakukan setelah data didapatkan, kemudian dikelompokkan dan difokuskan sesuai dengan masalah yang timbul sebagai contoh diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada kasus DHF diantaranya :

1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan, muntah dan demam.

2. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,

muntah, tidak ada nafsu makan.4. Kurang pengetahuan keluarga tentang proses penyakit berhubungan dengan

kurangnya informasi5. Resiko terjadinya perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.6. Shock hipovolemik berhubungan dengan perdarahan

Page 16: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

1. 3. Intervensi

Perumusan rencana perawatan pada kasus DHF hendaknya mengacu pada masalah diagnosa keperawatan yang dibuat. Perlu diketahui bahwa tindakan yang bisa diberikan menurut tindakan yang bersifat mandiri dan kolaborasi. Untuk itu penulis akan memaparkan prinsip rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan diagnosa keperawatan :

1. a. Gangguan volume cairan tubuh kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan , muntah dan demam.

Tujuan : Gangguan volume cairan tubuh dapat teratasi

Kriteria hasil : Volume cairan tubuh kembali normal

Intervensi :

1. Kaji KU dan kondisi pasien2. Observasi tanda-tanda vital ( S,N,RR )3. Observasi tanda-tanda dehidrasi 4. Observasi tetesan infus dan lokasi penusukan jarum infus5. Balance cairan (input dan out put cairan)6. Beri pasien dan anjurkan keluarga pasien untuk memberi minum banyak7. Anjurkan keluarga pasien untuk mengganti pakaian pasien yang basah oleh

keringat.8. b. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.

Tujuan : Hipertermi dapat teratasi

Kriteria hasil : Suhu tubuh kembali normal

Intervensi :

1. Observasi tanda-tanda vital terutama suhu tubuh2. Berikan kompres dingin (air biasa) pada daerah dahi dan ketiak3. Ganti pakaian yang telah basah oleh keringat4. Anjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang dapat menyerap keringat

seperti terbuat dari katun.5. Anjurkan keluarga untuk memberikan minum banyak kurang lebih 1500 – 2000

cc per hari6. kolaborasi dengan dokter dalam pemberian Therapi, obat penurun panas.7. c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,

muntah, tidak ada nafsu makan.

Tujuan : Gangguan pemenuhan nutrisi teratasi

Page 17: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

Kriteria hasil : Intake nutrisi klien meningkat

Intervensi

1. Kaji intake nutrisi klien dan perubahan yang terjadi2. Timbang berat badan klien tiap hari3. Berikan klien makan dalam keadaan hangat dan dengan porsi sedikit tapi sering 4. Beri minum air hangat bila klien mengeluh mual5. Lakukan pemeriksaan fisik Abdomen (auskultasi, perkusi, dan palpasi).6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian Therapi anti emetik.7. Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet.

4. Evaluasi.

Evaluasi adalah merupakan salah satu alat untuk mengukur suatu perlakuan atau tindakan keperawatan terhadap pasien. Dimana evaluasi ini meliputi evaluasi formatif / evaluasi proses yang dilihat dari setiap selesai melakukan implementasi yang dibuat setiap hari sedangkan evaluasi sumatif / evaluasi hasil dibuat sesuai dengan tujuan yang dibuat mengacu pada kriteria hasil yang diharapkan.

Evaluasi :

1. Suhu tubuh dalam batas normal.2. Intake dan out put kembali normal / seimbang.3. Pemenuhan nutrisi yang adekuat.4. Perdarahan tidak terjadi / teratasi.5. Pengetahuan keluarga bertambah.6. Shock hopovolemik teratasi

BAB III

PENUTUP

1. A. KESIMPULAN

Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair.

Diare dapat disebabkan oleh faktor infeksi, malabsorpsi (gangguan penyerapan zat gizi), makanan, dan faktor psikologis.

Tanda dan gejala yaitu: (1) Bayi /anak jadi cengeng dan gelisah; (2) Suhu tubuh meninggi; (3) Feces encer, berlendir atau berdarah; (4) Warna feces kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu; (5) Anus lecet; (6) Muntah sebelum dan sesudah diare; (7) Gangguan gizi akibat intake makanan kurang; (8) Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, yaitu penurunan berat badan, turgor kulit berkurang, mata dan ubun-ubun besar cekung,

Page 18: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak

membran mukosa kering. Secara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk mencegah dan mengobati dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, malabsorpsi akibat kerusakan mukosa usus, penyebab diare yang spesifik, gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta.

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ).

anda dan gejala: (1) Demam tinggi selama 5 – 7 hari; (2) Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi; (3) Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, ptechie, echymosis, hematoma (4) Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri; (5) Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati; (6) Sakit kepala; (7) Pembengkakan sekitar mata; (8) Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening; (9) Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).

1. B. SARAN2. Dibutuhkan perbanyakan literature dalam penulisan makalah.3. Bagi pustakawan yang lain, semoga makalah ini dapat dijadikan referensi dan

masukan untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan dilembaga masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Aziz Alilmul. 2005. Ilmu Keperawatan Anak. Surabaya: Departeman Kesehatan.

Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Supartini, Yupi. 2007. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.

Wong, L Donna dkk. 2002. Buku Ajar Keperawatan Pediatric Edisi Ke 4. Jakarta: EGC.

Wong, L Donna dkk. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatric Edisi Ke 6. Jakarta: EGC.

Sumber:

Sumber : http://askep.blogspot.com/2008/01/asuhan-keperawatan-pada-anak dengan_2591.html

Nursalam. 2005. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak. Jakarta : Salemba Medika

Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI.1985. Cetakan tahun 2007. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta : Infomedika

Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit Edisi 2. Jakarta: EGC

Page 19: Asuhan Keperawatan Diare Dan Dhf Pada Anak