of 31 /31
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN Di Susun Oleh : Kholifatul Marfuah Damos Suganda Erna Fitriati Icha Boy Rantau Moh Zidni Heru Chandra Dhimas Feri Herdianto PRODI D III KEPERAWATAN AKADEMI KESEHATAN ASIH HUSADA Keperawatan Anak RSUD Ungaran 1

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

Embed Size (px)

DESCRIPTION

askep kasus anak dengan diare sedang

Citation preview

Page 1: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG

DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

Di Susun Oleh :

Kholifatul Marfuah

Damos Suganda

Erna Fitriati

Icha Boy Rantau

Moh Zidni

Heru Chandra

Dhimas Feri Herdianto

PRODI D III KEPERAWATAN

AKADEMI KESEHATAN ASIH HUSADA

SEMARANG

2012

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 1

Page 2: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME), karena

berkat dan rahmat beliau sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul

“ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DIARE DEHIDRASI SEDANG” ini

dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Penulis mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu khususnya

Ibu Dwi Indarti S.Kep, Ners. Sebagai dosen pengampu serta teman-teman dalam

menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

sempurna, oleh karena itu sedia kiranya bagi para pembaca untuk memberikan kritik dan

saran agar makalah ini dapat lebih sempurna.

Semarang, Juli 2012

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 2

Page 3: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diare seringkali dianggap penyakit yang biasa dan sering dianggap sepele

penanganannya. Pada kenyataanya diare dapat menyebabkan gangguan sistem ataupun

komplikasi yang sangat membahayakan bagi penderita. Beberapa di antaranya adalah

gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, shock hipovolemia, gangguan berbagai

organ tubuh, dan bila tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan kematian.

Dengan demikian menjadi penting bagi perawat untuk mengetahui lebih lanjut tentang

diare, dampak negative yang ditibulkan, serta upaya penanganan dan pencegahan

komplikasinya.

Pada kasus pemenuhan gangguan keseimbangan cairan dan

elektrolit, sebenarnya masih ada diagnosa keperawatan yang

mungkin muncul. Tetapi pada kasus ini difokuskan pada kasus diare,

sehingga tindakan keperawatan lebih banyak diarahkan pada

rehidrasi pasien, dan ternyata  banyak sekali yang harus

dipertimbangkan dan diperhatikan.

B. Tujuan

Tujuan Umum

Mahasiswa mampu mengetahui tentang asuhan keperawatan anak dengan diare

Tujuan Khusus

1. Mahasiswa mampu memahami tentang diare

2. Mahasiswa mampu menjelaskan etiologi diare

3. Mahasiwa mampu menjelaskan patofisiologi diare

4. Mahasiwa mampu menjelaskan penatalaksanaan diare

5. Mahasiwa dapat menyusun laporan kasus pada anak dengan diare

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 3

Page 4: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

BAB II

TINJAUN TEORI

A. Pengertian

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak

dari biasanya (normal 100 - 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau

setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat

(Mansjoer, Arif., et all. 1999).

Diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari ( WHO,

1980.

Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang

disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam, virus dan parasit yang patogen

(Whaley & Wong’s,1995).

Gastroenteritis adalah kondisi dengan karakteristik adanya muntah dan diare

yang disebabkan oleh infeksi, alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan

Mayers,1995 ).

Tingkat dehidrasi gastroenteritis :

1. Dehidrasi ringan

Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit

kurang elastis, suara serak, klien belum jatuh pada keadaan syok.

2. Dehidrasi sedang

Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit

jelek, suara serak,  presyok nadi cepat dan dalam.

3. Dehidrasi berat

Kehilangan cairan 8 - 10 % dari berat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-

tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai koma,

otot-otot kaku sampai sianosis.

B. Etiologi

Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus

enteris, Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia

Coli, Yersinia dan lainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa

mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 4

Page 5: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus

pada gastroenteritis akut.

C. Tanda dan gejala

- Diare

- Muntah.

- Demam.

- Nyeri abdomen

- Membran mukosa mulut dan bibir kering

- Fontanel cekung

- Kehilangan berat badan

- Tidak nafsu makan

- Badan terasa lemah

D. Patofisiologi

Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus

enteris, Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia

Coli, Yersinia dan lainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa

mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi

enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus

pada gastroenteritis akut.

Penularan gastroenteritis bisa melalui fekal-oral dari satu klien ke klien yang

lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan

minuman yang terkontaminasi.

Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotik

(makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga

usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi

rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan

sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat

kemudian terjadi diare. Gangguan mutilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik

dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan air dan elektrolit

(dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (asidosis metabolik dan

hipokalemia), gangguan gizi (intake kurang, output berlebih), hipoglikemia dan

gangguan sirkulasi darah.

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 5

Page 6: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

E. Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan Laboratorium

- Pemeriksaan tinja

- Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah astrup, bila

memungkinkan dengan menentukan PH keseimbangan analisa gas darah atau

astrup, bila memungkinkan.

- Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui fungsi ginjal.

2. Pemeriksaan elektrolit intubasi duodenum

Untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kuantitatif, terutama

dilakukan pada klien diare kronik.

F. Penatalaksanaan

1. Pemberian cairan

Pemberian cairan, pada klien Diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan

keadaan umum, yaitu :

- Cairan peroral

Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang, cairan diberikan peroral berupa

cairan yang berisikan NaCl dan Na, HCO, K dan Glukosa, untuk Diare akut

diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan, atau sedang kadar natrium 50-60

Meq/l dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula) atau air tajin

yang diberi gula dengan garam. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan

dirumah sebelum dibawa kerumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.

- Cairan parenteral

Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat

badan atau ringannya dehidrasi, yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai

dengan umur dan berat badannya.

a. Dehidrasi ringan

1 jam pertama 25 – 50 ml / Kg BB / hari, kemudian 125 ml / Kg BB / oral

b. Dehidrasi sedang

1 jam pertama 50 – 100 ml / Kg BB / oral, kemudian 125 ml / kg BB / hari.

c. Dehidrasi berat

Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun dengan berat badan 3 – 10 kg

- 1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set

1 ml = 15 tetes atau 13 tetes / kg BB / menit.

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 6

Page 7: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

- 7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit ( infus set

1 ml = 20 tetes ).

- 16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau

minum,teruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes

/ kg BB / menit.

Untuk anak lebih dari 2 – 5 tahun dengan berat badan 10 – 15 kg.

- 1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kg BB / menit ( infus set

1 ml = 15 tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ).

- 7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral,bila anak tidak mau

minum dapat diteruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit

atau 3 tetes / kg BB / menit.

Untuk anak lebih dari 5 – 10 tahun dengan berat badan 15 – 25 kg.

- 1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB / menit ( infus set

1 ml = 20 tetes ).

- 16 jam berikutnya 105 ml / kg BB oralit per oral.

2. Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada klien dengan tujuan

penyembuhan dan menjaga kesehatan, adapun hal yang perlu diperhatikan :

- Memberikan asi

- Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, mineral

dan makanan yang bersih.

3. Obat – obatan

- Obat anti sekresi

- Obat anti spasmolitik.

- Obat antibiotik.

G. Komplikasi

1. Dehidrasi

2. Renjatan hipovolemik

3. Kejang

4. Bakterimia

5. Mal nutrisi

6. Hipoglikemia

7. Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus.

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 7

Page 8: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

H. Pengkajian Keperawatan

Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data, analisa data dan penentuan

masalah. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi, observasi, pemeriksaan

fisik, adalah :

1. Identitas klien

2. Riwayat keperawatan

- Awalan serangan : Awalnya anak cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat,

anoreksia kemudian timbul diare.

- Keluhan utama : Feces semakin cair, muntah, bila kehilangan banyak air dan

elektrolit terjadi gejala dehidrasi, berat badan menurun. Pada bayi ubun-ubun

besar cekung, tonus dan turgor kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir

kering, frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer.

3. Riwayat kesehatan masa lalu

Riwayat penyakit yang diderita, riwayat pemberian imunisasi.

4. Riwayat psikososial keluarga

Hospitalisasi akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga,

kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan

anak, setelah menyadari penyakit anaknya, mereka akan bereaksi dengan marah dan

merasa bersalah.

5. Kebutuhan dasar

- Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari,

BAK sedikit atau jarang.

- Pola nutrisi : diawali dengan mual, muntah, anopreksia, menyebabkan

penurunan berat badan pasien.

- Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang

akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

- Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya.

- Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lemah dan adanya nyeri

akibat distensi abdomen.

6. Pemeriksaan fisik

- Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah, kesadaran

composmentis sampai koma, suhu tubuh tinggi, nadi cepat dan lemah,

pernapasan agak cepat.

- Pemeriksaan sistematik :

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 8

Page 9: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

a. Inspeksi : mata cekung, ubun-ubun besar, selaput lendir, mulut dan bibir

kering, berat badan menurun, anus kemerahan.

b. Perkusi : adanya distensi abdomen

c. Palpasi : turgor kulit jelek, kurang elastis

d. Auskultasi : bising usus meningkat

- Pemeriksaan tumbuh kembang

Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat

badan menurun.

- Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan tinja, darah lengkap dan duodenum intubation yaitu untuk

mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif.

I. Diagnosa Keperawatan

a. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

dengan output cairan yang berlebihan.

b. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan

mual dan muntah.

c. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi, frekwensi BAB yang

berlebihan.

J. Intervensi Keperawatan

a. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan

dengan output cairan yang berlebihan.

Tujuan : Devisit cairan dan elektrolit teratasi

Kriteria hasil:

Tanda-tanda dehidrasi tidak ada, mukosa mulut dan bibir lembab, balan cairan

seimbang

Intervensi :

- Observasi tanda-tanda vital.

- Observasi tanda-tanda dehidrasi.

- Ukur input dan output cairan (balan cairan).

- Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang

lebih 2000 – 2500 cc per hari.

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 9

Page 10: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi cairan, pemeriksaan lab

elektrolit. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium.

b. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan

mual dan muntah.

Tujuan : Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi

Kriteria hasil :

Intake nutrisi klien meningkat, diet habis 1 porsi yang disediakan, mual, muntah

tidak ada.

Intervensi :

- Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi.

- Timbang berat badan klien.

- Kaji faktor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi.

- Lakukan pemeriksaan fisik abdomen (palpasi, perkusi, dan auskultasi).

- Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering.

- Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien.

c. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi, frekwensi BAB yang

berlebihan.

Tujuan : Gangguan integritas kulit teratasi

Kriteria hasil :

Integritas kulit kembali normal, iritasi tidak ada, tanda-tanda infeksi tidak ada

Intervensi :

- Ganti popok anak jika basah.

- Bersihkan bokong secara perlahan menggunakan sabun non alkohol.

- Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit.

- Observasi bokong dan perineum dari infeksi.

- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi antifungi sesuai indikasi.

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 10

Page 11: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

Pada An.S dengan DADS di Ruang Melati

RSUD UNGARAN

A. Pengkajian

1. Identitas Pasien

Nama : An. S

TTL : 17 September 2012

Usia : 10 bln

Nama Ayah/ibu : Tn. B dan Ny. R

Alamat : Jatirejo, kawengen Ungaran

Pekerjaan Ayah : Swasta

Pendidikan : SLTA

Suku bangsa : Indonesia

Agama : Islam

2. Penanggung awab

Nama : Tn. B

Usia : 31 thn

Alamat : Jatirejo, kawengen Ungaran

Agama : Islam

Hubungan dg pasien : Ayah

B. Keluhan Utama

Ibu pasien mengatakan An.S diare

C. Riwayat Keluarga dan Kelahiran

1. Prenatal

An.S merupakan anak ke-2, selama hamil ibu pasien melakukan pemeriksaan rutin

ke bidan kurang lebih 6x. Ibu mengatakan selama hamil tidak pernah sakit. Obat

yang diminum ibu selama hamil yaitu tablet penambah darah dari bidan.

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 11

Page 12: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

2. Intranatal

An.S lahir ditolong oleh dukun, lahir dengan spontan, langsung menangis, lahir

dengan cukup bulan ( 9 bulan 5 hari), setelah itu dibawa ke bidan dan kemudian

ditimbang Berat dan tinggi badannya yaitu dengan hasil BB 3,4 kg dan TB 48 cm.

3. Postnatal

An.S di asuh sendiri oleh kedua orang tuanya dan diberi ASI sejak lahir sampai

sekarang. Sejak usia 6 bulan An.S diberi susu formula dan bubur tim.

D. Riwayat Kesehatan Sekarang

An.S datang ke rumah sakit dengan keluhan diare sebanyak 8 kali, konsistensi

cair, berlendir, tidak ada darah, muntah. Ibu juga mengatakan khawatir dan cemas

dengan kondisi anaknya yang lemas.

E. Riwayat Masa lalu

1. Penyakit masa kecil : An.S tidak pernah mengalami diare sepert ini

2. Tindakan operasi : An.S tidak pernah dilakukan tindakan operasi

3. Kecelakaan : An.S tidak pernah mengalami kecelakaan

4. Alergi : An.S tidak memiliki alergi terhadap benda asing

ataupun alergen

5. Imunisasi : AnS mendapatkan imunisasi BCG, DPT, Hep, polio dan

Campak

F. Riwayat Kesehatan Keluarga

Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita diare,ataupun

penyakit lainnya seperti hipertensi, DM, hepatitis.

G. Genogram

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 12

A B

Page 13: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

H. Riwayat Sosial

Yang mengasuh kedua anaknya adalah kedua orang tuanya, hubungan anggota

keluarga baik, hubungan dengan teman bermain juga baik.

I. Kebutuhan Dasar

1. Makanan yang disukai

Sebelum sakit : bubur tim

Selama sakit : bubur tim

2. Pola makan

Sebelum sakit : An.S makan 3x sehari dengan 1 porsi bubur tim, habis

Selama sakit : An.S makan 3x sehari dengan 1 porsi bubur tim tidak

Habis

3. Pola tidur

Sebelum sakit : An.S tidur selama 10-12 jam sehari

Selama sakit : An.S tidur selama 9-10 jam sehari

4. Tidur siang

Sebelum sakit : An.S tidur siang selama 2-3 jam sehari

Selama sakit : An.S tidur siang selama 2-3 jam sehari

5. Mandi

Sebelum dan selama sakit, An.S mandi 2x sehari pagi dan sore dengan dibantu

orang tua.

6. Aktifitas bermain

Sebelum dan selama sakit An.S selalu aktif bermain dengan kakak dan keluarga.

J. Keadaan Kesehatan Saat Ini

1. Diagnosa medis : DADS

2. Tindakan operasi : An.S tidak dilakukan tindakan operasi

3. Status nutrisi : kurang baik, An.S makan 3x sehari dengan porsi bubur

tim tidak habis

4. Obat-obatan

a. Infus : RL 12 tpm

b. Oral : L - bio 2x1 sachet

Z - kid 1x1 tab

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 13

Page 14: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

Paracetamol sirup ¾ cth

c. Parenteral : colsancotin 150 cc/8 jam inj

5. Hasil pemeriksaan laboratorium

Tanggal 16 juli 2012

Parameter Hasil Nilai normal

Grand % 47,1 % 50,0 – 70,0

HGB 9,6 u/Dl 12,0 – 16,0

HCT 24,3 % 35,0 – 45, 0

MCV 70,7 fl 100 – 130

MCH 23,3 pg 27,0 – 34,0

RDW-SD 311,0 fl 35,0 – 56,0

PLT 311 x 10ᵔ3 /ul 100 – 300

K. Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan umum : baik

2. Kesadaran : CM

3. TTV : N : 100x/mnt. S : 36,5ᵒ C. RR : 24x/mnt.

4. BB/TB : 6,8 kg dan 70 cm

5. Lingkar kepala : -

6. Lingkar lengan : -

7. Mata : bersih, tidak anemis pada konjungtiva

8. Hidung : bersih, tidak ada lesi.

9. Telinga : bersih, tidak ada serumen.

10. Dada & paru :

I : simetris.

Pa : traktil femitus

Pe : sonor.

Aus : vesikuler

11. Jantung :

I : ictus cordis tidak tampak.

Pa : ictus cordis teraba di IC ke-5.

Pe : pekak.

Aus : tidak ada suara tambahan.

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 14

Page 15: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

12. Abdomen :

I : perut datar.

Aus : BU meningkat

Pa : hepar tidak teraba.

Pe : timpani

13. Ekstremitas : An.S tidak mengalami kelemahan otot.

Kekuatan otot ekstremitas atas dan bawah 5.

14. Genetalia : bersih, tidak ada kelainan.

15. Kulit : turgor kulit menurun, warna kulit coklat.

L. Pemeriksaan perkembangan anak

1. Kemandirian dan begaul : belum mandiri dan sudah bisa bermain dengan teman

sepermainan dengan dibantu dengan stimulus

2. Motorik halus : sudah bisa memegang benda – benda

3. Kognitif dan bahasa : baik, bisa bicara 4 kata

4. Motorik kasar : memukul mainan

M. Analisa data

No Data fokus Etiologi problem

1. Ds : ibu klien mengatakan

An.S diare sebanyak 8 kali,

konsitensi cair berendir

Do : - klien tampak lemah,

turgor kulit menurun, mukosa

bibir kering, balance cairan :

input : 1445 cc - Output:

1955 cc : -510 cc

Kekurangan cairan

sekunder terhadap diare

Gangguan

keseimbangan

cairan dan

elektrolit

2. Ds : ibu klien mengatakan An

S lemah, makan tidak habis

Do : An S tampak lemah,

menolak makanan, 1 porsi

makan habis. Muntah 2 kali

Tidak adekuatnya intake

dan output

Perubahan nurisi

kurang dari

kebutuhan tubuh

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 15

Page 16: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

3. Ds : ibu klien mengatakan

cemas dan khawartir

Do : ibu tampak bingung, ibu

sering bertanya – tanya, ibu

terlihat mondar mandir, tidak

ada informasi

Ketidaktahuan ibu tetang

kondisi dan informasi

tentang diare

kecemasan

N. Prioritas masalah

1. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan

cairan sekunder terhadap diare

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan tidak adekuatnya

intake dan output

3. Kecemasan berhubungan dengan ketidaktahuan ibu tentang kondisi dan informasi

tentang diare

O. Intervensi keperawatan

No Diagnosa keperawatan Tujuan dan kriteria hasil rencana keperawatan

1. Gangguan

keseimbangan cairan

dan elektrolit

berhubungan dengan

kehilangan cairan

sekunder terhadap

diare

Setelah dilakukan

tindakan keperawatan

selama 1x24 jam,

keseimbangan cairan dan

elektrolit dapat

dipertahankan kembali,

dengan kriteria hasil:

- Turgor kulit membaik

- Mata tidak cekung

- Konsistensi BAB

lembek

1. Pantau tanda dan gejala

kekurangan cairan da

elektrolit

2. Timbang BB setiap hari

3. Anjurkan keluarga untuk

memberi minm banyak

pada klien

4. Kolaborasi dengan

dokter dalam pemberian

cairan parenteral dan

oral

2. Perubahan nutrisi

kurang dari kebutuhan

berhubungan dengan

tidak adekuatnya

Setelah dilakukan

tindakan keperwatan

selama 1x24 jam,

kebutuhan nutrisi

1. Disksikan dan jelaskan

tentang pembatasan diet

makanan berserat tinggi

2. Ciptaan lingkungan yang

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 16

Page 17: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

intake dan output tercukupi, dengan kriteria

hasil:

- Nafsu makan

meningkat

- BB meningkat atau

normal sesuai umur

bersih, jauh dari bau

yang tak sedap

3. Berikan jam istirahat

yang cukup

4. Monitor intake dan

output dalam 24 jam

5. Kolaborasi dengan tim

gizi dalam diet TKTP

rendah serat dan vit. A

3. Kecemasan

berhubungan dengan

ketidaktahuan ibu

tentang kondisi dan

informasi tentang

diare

Setelah dilakukan

tindakan keperwatan

selama 1x24 jam, ibu

memahami tentang diare.

dengan kriteria hasil:

- Ibu tidak cemas lagi

1. Dorong ibu klien untuk

membicarakan

kecemasan

2. Jelaskan bahwa

kecemasan adalah

masalah umum

3. Ciptakan lingkungan

yang bersih dan jauh dari

bau

4. Kaji kesiapan ibu

mengikuti pembelajaran

tentang pengetahuan

diare dan perawatannya

5. Jelaskan tentang proses

penyakit anaknya,

penyebab dan akibat

terhdap pemenuhan

nutrisi sehari - hari

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 17

Page 18: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

P. Implementasi dan evaluasi keperawatan

1. Dx 1. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan

kehilangan cairan sekunder terhadap diare

Hari/tgl/jam Implementsi evaluasi paraf

Minggu

08 - 07 -

2012

08.30

1. memantau tanda dan gejala

kekurangan cairan dan

elektrolit

2. menimbang BB : 6.8 kg

3. menganjurkan keluarga

untuk memberi minum

banyak pada klien

4. mengkolaborasi dalam

pemberian cairan parenteral

dan oral

S : ibu mengatakan

anaknya masih diare

konsistensi air berlendir

O : turgor kulit

menurun, mata cekung,

bibir mkosa kering

A : masalah belum

teratasi

P : lanjutkan intervensi

- pantau tanda dan

gejala kekurangan

cairan dan elektrolit

- beri air minum

banyak

2. Dx 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan tidak

adekuatnya intake dan output

Hari/tgl/jam Implementasi evaluasi paraf

Senin

09 – 07 –

2012

09.15

1. mendiskusikan dan

menjelaskan tentang

pembatasan diet makanan

berserat tinggi

2. menciptaan lingkungan yang

bersih, jauh dari bau yang tak

sedap

3. memberikan jam istirahat

S : ibu pasien

mengatakan jika

anaknya sudah mau

makan tapi sedikit

O : An S mau makan

A : masalah belum

tertasi

P :lanjutkan intervensi

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 18

Page 19: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

yang cukup

4. memonitor intake dan output

dalam 24 jam

5. mengkolaborasi dengan tim

gizi dalam diet TKTP rendah

serat dan vit. A

- beri pembatasan diet

makanan

- beri jam istirahat

yang cukup

3. Dx 3. Kecemasan berhubungan dengan ketidaktahuan ibu tentang kondisi dan

informasi tentang diare

Hari/tgl/jam implementasi evaluasi paraf

Selasa

10 – 07 –

2012

09.30

1. mendorong ibu klien untuk

membicarakan kecemasan

2. menjelaskan bahwa

kecemasan adalah masalah

umum

3. menciptakan lingkungan

yang bersih dan jauh dari bau

4. mengkaji kesiapan ibu

mengikuti pembelajaran

tentang pengetahuan diare

dan perawatannya

5. menjelaskan tentang proses

penyakit anaknya, penyebab

dan akibat terhdap

pemenuhan nutrisi sehari –

hari

S : ibu klien

mengatakan sudah tidak

cemas lagi

O : ibu klien tampak

tidak bingung dan tidak

cemas lagi

A : masalah teratasi

P : lanjutkan intervensi

- dorong ibu klien

membicarakan

tentang

kecemasannya

- jelaskan bahwa

kecemasan adalah

masalah umum

- ciptakan lingkungan

yang bersih

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 19

Page 20: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Diare adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan

gejala diare dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,

virus dan parasit yang patogen.

Diagnosa keperawatan yang muncul pada An. S adalah :

1. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan

cairan sekunder terhadap diare.

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan tidak adekuatnya

intake dan output.

3. Kecemasan berhubungan dengan ketidaktahuan ibu tentang kondisi dan informasi

tentang diare.

Penatalaksanaan pada An. S adalah :

a. Infus : RL 12 tpm

b. Oral : L - bio 2x1 sachet

Z - kid 1x1 tab

Paracetamol sirup ¾ cth

c. Parenteral : colsancotin 150 cc/8 jam inj

B. Saran

Diharapkan mahasiswa mampu mengelola pasien An. S dengan diare dengan

benar, sesuai dengan tinjaun teori yang telah dijabarkan di awal makalah ini.

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 20

Page 21: ASUHAN KEPERAWATAN ANAK  PADA An. S DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG   DI RUANG MELATI RSUD UNGARAN

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta : EGC

Price, Sylvia A dan Lorraine M Wilson. 1995. Patofisiologi Konsep Kllinis Proses-proses

Penyakit. Edisi 4. Jakarta : EGC

Donna L Wong. 2001. Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC

Soegeng Soegijanto. 2002. Ilmu Penyakit Anak, Diagnosa dan Penatalaksanaan.

Jakarta : Salemba Medika

Joss, Vanda dan Roose, Stephan. 1997. Penyajian Kasus pada Pediatri. Alih bahasa

Agnes Kartini. Jakarta : Hipokrates

Keperawatan Anak RSUD Ungaran 21