ASMAUL HUSNA

  • View
    1.536

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Penjelasan Asmaul Husna dan arti ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna sekaligus pengamalan isi kandungan atau hikmah dari 10 Asmaul Husna tersebut.

Text of ASMAUL HUSNA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MAKALAH

Menjelaskan nama atau sifat dari nama-nama dan dari sifat-sifat Allah membutuhkan penjelasan yang panjang. Setiap nama memiliki makna dan pengertian yang luas dan dalam, karena suatu nama atau sifat itu muncul dari perbuatan Dzat yang diberi nama. Dengan kata lain, sebuah nama atau sifat adalah gambaran dari perilaku dan perbuatannya. Dengan demikian, ia tidak akan dipahami kecuali setelah memahami perbuatan-perbuatan-Nya. Padahal setiap yang wujud adalah merupakan hasil dan buah karya-Nya. Namun kita punya dua petunjuk jalan untuk mengenal dan mengetahuinya, yakni; petunjuk akal dan petunjuk agama. Dan barang siapa yang mendustakannya, Allah telah mengancam dalam firman-Nya: Maka

siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat Dusta terhadap

Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? (QS. Az-Zumar: 32) Agar kita terhindar dari orang-orang yang telah dijanjikan Allah dalam ancaman-Nya yaitu sebagai pendusta. Maka dari itu penulis mencoba sedikit berbagi pengetahuan, dengan harapan pembaca dan khususnya bagi penulis terhindar dari ancaman Allah SWT.

1

1.2 RUMUSAN MAKALAH

Dari pemaparan penulis tentang latar belakang pembuatan makalah di atas dan juga yang penulis sesuaikan dengan silabus pembelajaran yang menyatakan tentang penjelasan sepuluh asmaul husna, penulis dapat merumuskan makalah ini menjadi: a. Sebutkanlah arti ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna! b. Bagaimana pengamalan isi kandungan 10 Asmaul Husna?

1.3

TUJUAN MAKALAH Sesuai dengan apa yang telah menjadi perumusan makalah yang telah penulis kemukakan

diatas, maka tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui Asmaul Husna dan arti ayat-ayat AlQuran yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna sekaligus pengamalan isi kandungan atau hikmah dari 10 Asmaul Husna tersebut.

2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Penjelasan dan Arti Sepuluh Asmaul Husna Berikut Ayat-ayat yang Berkaitan Dengannya A. Pengertian Asmaul Husna Orang-orang yang beriman kepada Allah dalam mengenali nama dan sifat-sifat-Nya harus menetapkan dua dasar dan tidak boleh keluar dari keduanya dalam keadaan apapun, karena akan berakibat fatal apabila keluar dari keduanya.1.

Tidak menyebut Allah SWT dengan nama-nama yang Allah sendiri tidak

menyebut diri-Nya dengan nama-nama itu dalam kitab-Nya atau melalui Rosul-Nya. Yaitu jika berdoa kepada Allah, maka mereka berdoa dengan nama-nama-Nya yang indah (asmaul husna). Sebab Allah menganjurkan demikian dalam firmannya:

3

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Araaf: 180).

Maksud dari kalimat asmaa-ul husna adalah nama-nama yang Agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah. Dan Maksudnya dari kalimat selanjutnya adalah janganlah dihiraukan orangorang yang menyembah Allah dengan nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk Nama-nama selain Allah. Bila mereka memberikan sifat kepada-Nya, maka harus mensifati-Nya dengan sifat-sifat dan perbuatan-Nya yang menunjukkan kebesaran-Nya dan keagunan-Nya.2.

Tidak menyerupakan Allah dalam sifat dan perbuatan-Nya dengan makhluk-Nya,

dan tidak pula dengan sifat benda-benda yang baru ataupun dengan perbuatannya. Sebab mustahil adanya sesuatu yang serupa bagi Allah secara akal dan agama. Demikian itu karena sesungguhnya Allah telah mengabarkan dalam kitab-Nya tentang tiadanya sesuatu yang menyerupai-Nya. Firman-Nya:

.......

4

..... Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat. (QS. Asy-Syuura: 11)

Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

Allah adalah Tuhan yang bergantung

kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas: 1-4) Sesungguhnya akal menetapkan, bahwa yang menciptakan materi bukanlah materi, dan yang bukan materi bagaimana mungkin Dia menyerupai materi? Oleh karena itu akal menetapkan mustahilnya keserupaan pencipta dengan yang diciptakan (makhluk). Dari sini kita ketahui, bahwa orang-orang mukmin mensifati Tuhan dengan semua yang Allah mensifati Diri-Nya dengan sifat-sifat iu dalam kitab-Nya melalui lisan Rosul-Nya, Muhammad Saw. Maka orang yang beriman akan mengatakan, sesungguhnya Allah itu mendengar, melihat, mencintai, membenci, menciptakan dengan tangan-Nya, bersemayam di atas arsy-Nya, datang untuk memberi keputusan, turun setiap malam ke langit dunia, dan berbicara dengan Musa. Semua itu karena beberapa alasan:1. Selama Allah mensifati diri-Nya dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam kitab-Nya,

dan Rosululloh juga mensifati-Nya dengan sifat-sifat itu, sedangkan rosulullah Saw adalah orang yang paling tahu tentang Allah, maka tiada berdosa kita mensifati-Nya dengan sifat-sifat itu. Sebab bila hal demikian itu tidak boleh dan tidak do-syariatkan, niscaya Allah melarang dalam kitab-Nya. Sebagaimana Dia mengharamkan mendustakan-Nya dan mensifati-Nya dengan apa yang Allah bersih darinya.2. Ketika orang-orang beriman mensfati Allah, maka mereka mensifati-Nya dengan sifat-

sifat yang Dia mensifati dirin-Nya atau dengan sifat-sifat yang disampaikan oleh Rosul5

Nya. Mereka mengetahui dengan yakin bahwa sifat-sifat tersebut mustahil serupa dengan sifat-sifat makhluk. Bila Allah mensifati diri-Nya bahwa Dia memiliki tangan, dan orang mukmin mensifatinya dengan sifat itu, maka bukan berarti tangan Allah menyerupai tangan manusia. Dan tidak akan terbesit dalam hati setiap orang mukmin bahwa ada keserupaan antara tangan Al-Khaliq dengan tangan makhluk-Nya, karena memang terdapat perbedaan antara tangan Allah sebagai pencipta dengan tangan manusia sebagai Dzat yang diciptakan. Dengan demikian, orang-orang mukmin tidak menakwilkan sifat-sifat Allah dan tidak mengubahnya atau menghilangkannya karena takut menyerupakan-Nya.3. Akal sehat menyatakan, mustahil bila suatu sifat bagi suatu zat digunakan untuk

mensifati zat lainnya itu ada keserupaan antara dua sifat dan zat yang disifatinya itu. Seperti kata kepala yang disifatkan bagi manusia dan Negara, di mana dikatakan, kepala manusia dan kepala Negara. Padahal tiada keserupaan antara keduanya sama sekali. Demikian itu karena tidak adakeserupaan antara dua zat yang disifatinya. Demikian juga dalam kata mata dalam berbagai penggunaan, seperti matahari, mata air, dan mata hewan. Sebab tidak ada keserupaan antara zat-zat yang kata mata disandarkan kepadanya, kecuali sebatas namanya saja.1

B. Arti ayat-ayat Al-Quran yang Berkaitan Dengan 10 Asmaul Husna

1.

1

Mahmudin. Rahasia di Balik Asmaul Husna, ( Yogyakarta: Mutiara Media, 2008), hal. 31-

34

6

Allah adalah nama bagi Dzat Yang Maha Tinggi dan Maha Pencipta. Nama yang memancarkan cahaya, nama yang tidak dimiliki siapapun kecuali oleh-Nya. Kita tidak akan mendapatkan satu pun dari makhluk-Nya yang bernama Allah, karena dialah pemilik tunggal nama ini, nama yang menyimpan sebuah keagungan dan kemuliaan. Kalimat la illaha illa-llah Allah menunjukkan pengertian sebagai berikut:1. Nama untuk Dzat yang maujud, yang haq, yang mengumpulkan sifat Ketuhanan, yang

disifati dengan sifat Rububiyah, yang menyendiri dengan wujud-Nya yang hakiki. Karena sesungguhnya, semua yang wujud selain-Nya tidaklah berhak disebut sebagai wujud yang sebenarnya, dan segala apa yang wujudnya berasal dari-Nya akan rusak dan sirna, sedangkan Dzat-Nya akan tetap kekal abadi.2. Allah adalah nama yang paling agung dari nama-nama-Nya yang 99. Karena nama

itu menunjukkan suatu Dzat yang yang mengumpulkan sifat-sifat ilahiyat, hinggga tidak ada satupun sifat kesempurnaan yang terlewati. Jga karena nama-nama yang lain tidak menunjukkan kecuali hanya pada salah sat makna saja, seperti sifat qudrat dan ilmunya Allah.23. Allah adalah Dzat yang berhak disembah, tiada tuhan selain dia. Kalimat la illaha illa-

llah Allah adalah kalimat tauhid yang mencakup keseluruhan dari agama yang dibawa oleh para rosu sesuai dengan wahyu yang mereka terima dari Allah. Kalimat tersebut adalah kalimat paling agung yang diturunkan oleh Allah yang mengandung hakikat yang besar. Dengan kalimat tersebut manusia menjadi mukmin dan juga kafir. Kalimat tersebut juga menunjukkan kemandirian Allah dalam keesaan-Nya.3 Allah berfirman:

......

2 3

Ibid. Hlm. 49-50 Umar Sulaiman al-Asyqar. Al-Asma al-Husna, (Jakarta Timur: Qisthi Press, 2009), hlm.

24-25

7

Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)". (QS. AlAnam: 19)4. Allah adalah nama yang paling agung menurut beberapa pendapat yang kuat. Seperti

yang dipaparkan oleh Qurthubi, adalah nama yang paling besar di antara nama-namaNya mencakup keseluruhan dari nama-nama itu, sehingga sebagian ulama mengkategorikan nama tersebut sebagai nama Allah yang paling agung (ismu-llah alazham), yang hanya berhak digunakan oeh Allah sehingga tidak perlu ditatsniyahkan (bentuk kata yang menjunjukkan dua arti) atau dijamakan (plural). Ini adalah salah satu penaklwilan saya terhadap firman Allah apakah engkau mengetahui nama Allah? (QS. Maryam: 65) artinya, apakah kamu mengetahui ada orang yang menggunakan nama Allah? Allah adalah nama yang menunjukkan Yang Ada, Yang Hak, Yang meliputi semua sifat ketuhanan dan rububiyah, Yang sendi