Askep Postnatal

  • View
    78

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of Askep Postnatal

ASUHAN KEPERAWATAN

POST NATAL

Disusun oleh :KURNIAWAN SETYO HADI

A21000322PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG

2011ASKEP POST NATALMasa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Abdul Bari. S, dkk, 2002)

1. Inti Post Partuma. Involusi (Lokea)b. Laktasic. Mobilisasi2. Pembagian Masa Nifas

a. Puerperium dini, yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.

b. Puerperium intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalis yang lamanya 6 8 minggu.

c. Remote puerperium, waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.

3. Perubahan Fisiologis Pada Masa Nifas

a. Uterus

Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil

1. Bayi lahir fundus uteri setinggi pusat dengan berat uterus 1000 gr

2. Akhir kala III persalinan tinggi fundus uteri teraba 2 jari bawah pusat dengan berat uterus 750 gr.

3. Satu minggu post partum tinggi fundus uteri teraba pertengan pusat simpisis dengan berat uterus 500 gr

4. Dua minggu post partum tinggi fundus uteri tidak teraba diatas simpisis dengan berat

5. uterus 350 gr

6. Enam minggu postpartum fundus uteri bertambah kecil dengan berat uterus 50 gr

b. Serviks

Serviks mengalami involusi bersama-sama uterus. Setelah persalinan, ostium eksterna dapat dimasuki oleh 2 hingga 3 jari tangan, setelah 6 minggu persalinan serviks menutup

c. Vulva dan Vagina

Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi, dan dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut, kedua organ ini tetap berada dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali kepada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali sementara labia manjadi lebih menonjol.

d. PerineumSegera setelah melahirkan, perineum menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju.

Pada post natal hari ke 5, perineum sudah mendapatkan kembali sebagian besar tonusnya sekalipun tetap lebih kendur dari pada keadaan sebelum melahirkan.

e. Payudara

Perubahan pada payudara dapat meliputi :

1) Penurunan kadar progesteron secara cepat dengan peningkatan hormon prolaktin setelah persalinan.

2) Kolostrum sudah ada saat persalinan produksi Asi terjadi pada hari ke-2 atau hari ke-3 setelah persalinan.

3) Payudara menjadi besar dan keras sebagai tanda mulainya proses laktasi

4. Perawatan Pasca Persalinan

Karena lelah sehabis bersalin, ibu harus istirahat, tidur terlentang selama 8 jam pasca persalinan. Kemudian boleh miring-miring kekanan dan kekiri untuk mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli. Pada hari ke 2 diperbolehkan duduk, hari ke 3 jalan-jalan, dan hari ke 4 atau 5 sudah diperbolehkan pulang. Mobilisasi diatas mempunyai variasi, bergantung pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka-luka.

1. Adaptasi Psikologis Post Partum

Periode masa nifas merupakan waktu untuk terjadi stres, terutama ibu primipara. Fungsi yang mempengaruhi untuk sukses dan lancarnya masa transisi menjadi orang tua. Respon dan support dari keluarga dan teman dekat sangat dibutuhkan .Riwayat pengalaman hamil dan melahirklan yang lalu dan harapan / keinginan dan aspirasi ibu saat hamil dan melahirkan dapat mempengaruhi psikologis ibu .

Periode ini diexpresikan oleh reva rubin yang terjadi 3 tahap yaitu :

a. Taking in period

Terjadi pada hari 1-2 setelah persalinan, ibu masih pasif dan sangat tergantung, fokus perhatian terhadap tubuhnya, ibu lebih mengingat pengalaman melahirkan dan persalinan yang dialami, kebutuhan tidur meningkat, nafsu makan meningkat

b. Taking hold periode

Berlangsung 3-4 hari post partum, ibu lebih berkonsentrasi pada kemampuannya menerima tanggungjawab sepenuhnya terhadap perawatan bayi. Pada masa ini ibu menjadi sangat sensitif sehingga membutuhkan bimbingan dan dorongan perawat untuk mengatasi kritikan yang dialami ibu.

c. Letting go period

Dialami setelah tiba dirumah secara penuh merupakan pengaturan bersama keluarga, ibu menerima tanggung jawab sebagai ibu dan ibu menyadari atau merasa kebutuhan bayi yang sangat tergantung dari kesehatan sebagai ibu.

d. HonneymoonFase dimana terjadi intiminasi dan kontak yang lama antara ayah, ibu dan bayi serta saling memperhatikan bayi mereka dan menciptakan sesuatu yang baru

2. Perawatan Pasca Persalinan

a. Mobilisasi

Karena lelah sehabis bersalin, ibu harus istirahat, tidur terlentang selama 8 jam pasca persalinan. Kemudian boleh miring-miring kekanan dan kekiri ubtuk mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli. Pada hari ke 2 diperbolehkan duduk, hari ke 3 jalan-jalan, dan hari ke 4 atau 5 sudah diperbolehkan pulang. Mobilisasi diatas mempunyai variasi, bergantung pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka-luka.

b. DietMakanan harus bermutu, bergizi, dan cukup kalori. Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein, banyak cairan, tinggi serat ,sayur-sayuran dan buah-buahan.

c. MiksiHendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. Kadang-kadang wanita mengalami sulit kencing, karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi m.sphincer ani selama persalinan. Bila kandungan kemih penuh dan wanita sulit kencing, sebaiknya dilakukan kateterisasi.

d. Defekasi

Buang air besar harus dilakukan 3-4 hari pasca persalinan. Bila masih sulit buang air besar dan terjadi obstipasi apalagi berak keras dapat diberikan obat laksans per oral atau per rektal. Jika masih belum bisa dilakukan klisma.

e. Perawatan Payudara

Perawatan mamma telah dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. Dianjurkan sekali ibu untuk meyusukan bayinya karena sangat baik untuk kesehatan bayi dan ibunya. Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara :

1) Pembalutan mamma sampai tertekan.

2) Pemberian obat estrogen untuk supresi LH seperti tablet lynoral dan parlodel

f. LaktasiUntuk menghadapi masa laktasi (menyusukan) sejak dari kehamilan telah terjadi perubahan-perubahan pada kelenjar mamma yaitu :

1) Proliferasi jaringan pada kelenjar-kelenjar, alveoli dan jaringan lemak bertambah.

2) Keluaran cairan susu jolong dari duktus laktiferus disebut colostrum, berwarna kuning putih susu.

3) Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam, dimana vena-vena berdilatasi sehingga tampak jelas.

4) Setelah persalinan, pengaruh supresiastrogen dan progesteron hilang. Maka timbul pengaruh hormon laktogenik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu. Disamping itu, pengaruh oksitosin menyebabkan mio-epitel kelenjar susu berkontraksi sehingga air susu keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan

g. Perawatan perineum

h. Senam nifasIbu yang baru melahirkan mungkin enggang banyak bergerak karena merasa letih dan sakit.Tujuan :

1) Membantu mencegah pembentukan bekuan (trombosis) pada pembuluh tungkai dan membantu kemajuan ibu dari ketergantungan peran sakit menjadi sehat dan tidak bergantung

2) Berguna bagi semua system tubuh, terutama fungsi usus, kandung kemih, sirkulasi dan paru-paru

3) Memungkinkan tubuh ibu menjadi sembuh.

Adapun cara senam nifas adalah :

1) Baringkan pada punggung, kedua lutut ditekuk. Letakkan kedua belah tangan pada perut dibawah bagian iga. Tarik nafas perlahan-lahan dan dalam lewat hidung, kemudian keluarkan lewat mulut sambil mengencangkan dinding perut untuk membantu mengosongkan paru-paru.

2) Berbaring pada punggung, kedualengan diluruskan di atas kepala dengan telapak tangan menghadap ke atas. Kendurkan sedikit lengan kiri dan kencangkan tungkai kanan sehingga seluruh sisi tubuh yang kiri menjadi kencang sepenuhnya. Ulangi hal yang sama pada sisi tubuh yang kanan.

3) kontraksi vagina

berbaring pada punggung atau jika terdapat luka jahitan. Pada oerut-karena posisi ini lebig nyaman. Kedua tungkai sedikit dijauhkan. Kencangkan dasar panggul, pertahankan selama 3 detik dan kemudian lemaskan. Teruskan gerakan ini dengan berdiri dan duduk.

4) Memiringkan panggul

Berbaring pada punggung dengan kedua lutut ditekuk. Kontraksikan otot-otot perut untuk membuat tulang belakang menjadi datar. Dan otot-otot pantat menjadi kencang-pertahankan selama 3 detik dan kemudian lemaskan.

5) Sesudah hari ketiga

Berbaring pada punggung, kedua lutut ditekuk dan kedua lengan direntangkan. Angkat kepala dan bahu hingga sudut sekitar 45 derajat, pertahankan selama 3 detik dan kemudian perlahan-lahan lemaskan. letakkan kedua lengan disebelah luar lutut kanan.

3. Post Partum Patologis

a. Post Partum Blues

Fenomena post partum blum merupakan sekuel umum kelahilan bayi dan terjadi hinggga 70 % wanita melahirkan. Berbagai penyebab telah diteliti termasuk lingkungan kelahiran yang tidak mendukung, perubahan hormin yang cepat atau keraguan terhadap pran yang baru. Namun, tak satupun dari dari hal tersebut tampak sebagai latar belakang penyebab yang konsisten.

Post partum blues biasanya dimulai beberapa hari setelah kelahiran dan selesai 10-14 hari. Karakterisik post partum bluesmeliputi menangis, merasa letih karena melahirkan, agitasi atau gelisah, perubahan alam perasaan, menarik diri dan reaksi negatif dari terhadap anak atau keluarga.