19
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA (LANSIA) DENGAN ASTMA PENGKAJIAN KEPERAWATAN Hari/tanggal : Rabu, 10 Juli 2013 Oleh : Erni Samutri Metode : Wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik DATA KELUARGA 1. Identitas Keluarga a. Nama KK : Tn. S b. Jenis Kelamin : Laki-laki c. Umur : 71 tahun d. Pendidikan : lulusan SMA e. Agama : Islam f. Pekerjaan : koperasi simpan pinjam g. Alamat : UH 5/747, RT 07/04, Pandean, Kota Yogyakarta h. Suku/kebangsaan : Jawa/Indonesia i. Jumlah anggota keluarga : 6 orang 2. Susunan anggota keluarga N o Nama umur Se x Hub dg KK Pend d Peke rjaa n Ket

askep NANDA lansia astma.doc

Embed Size (px)

DESCRIPTION

keluarga komunitas

Citation preview

Page 1: askep NANDA lansia astma.doc

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA (LANSIA)

DENGAN ASTMA

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Hari/tanggal : Rabu, 10 Juli 2013

Oleh : Erni Samutri

Metode : Wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik

DATA KELUARGA

1. Identitas Keluarga

a. Nama KK : Tn. S

b. Jenis Kelamin : Laki-laki

c. Umur : 71 tahun

d. Pendidikan : lulusan SMA

e. Agama : Islam

f. Pekerjaan : koperasi simpan pinjam

g. Alamat : UH 5/747, RT 07/04, Pandean, Kota Yogyakarta

h. Suku/kebangsaan : Jawa/Indonesia

i. Jumlah anggota keluarga : 6 orang

2. Susunan anggota keluarga

N

oNama umur Sex

Hub dg

KKPendd

Pekerj

aanKet

1

2

3

4

5

Ny. S

Nn. A

Nn. D

Nn.M

Nn.S

59 th

37 th

35 th

30 th

24 th

Pr

Pr

Pr

Pr

Pr

Isteri

Anak I

Anak II

Anak III

Anak IV

SMA

-

-

-

-

IRT

-

-

-

-

Sehat

Sehat

Sehat

Sehat

Sehat

3. Tipe keluarga

Jenis keluarga ini adalah keluarga inti/ Nuclear family yang terdiri dari

Ayah,Ibu ,anak tidak berada di rumah (di luar kota).

Page 2: askep NANDA lansia astma.doc

4. Genogram

Keterangan :

: Perempuan : Ny. W

: Laki-laki

: Tinggal dalam satu rumah

5. Suku Bangsa dan Agama

Keluarga Bp. S semuanya suku jawa asli dan masih memegang adat kebiasaan

jawa yang ditampakkan dengan hubungan keluarga yang masih kuat. Semua

anggota keluarga beragama Katolik.

6. Status Sosial Ekonomi Keluarga

Penhasilan keluarga Tn. S sebesar ±800.000. Penghasilan tersebut dirasakan

cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga (hanya 2 orang).

7. Aktifitas Rekreasi

Keluarga tidak mempunyai jadwal rekreasi yang teratur, tetapi Tn dan Ny S

sering memancaatkan waktu luang untuk jalan- jalan berdua.

Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini

Keluarga Tn. S saat ini termasuk dalam taraf perkembangan keluarga dengan

anak usia dewasa.

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi

Secara umum tidak ada masalah dalam tahap perkembangan keluarga saat

ini..

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti

Tn. S

Page 3: askep NANDA lansia astma.doc

Mengatakan menderita astma sejak 10 tahun yang lalu, yaitu sejak usia 61

tahun, keluhan Tn. S pada waktu itu adalah timbul kesulitan bernafas,

kemudian Tn. S dibawa ke rumah sakit dan oleh dokter didiagnosa astma

yang faktor penyebabnya kemungkinan berasal dari kebiasaannya merokok

yang sudah berjalan sejak usia 13 tahun (sekarang usia beliau 71 tahun) yang

menyebabkan salah satu sisi parunya mengalami pengapuran, sehingga hanya

1 sisi paru saja yang bisa bekerja. Selanjutnya karena merasa mengalami

gangguan kesehatan yang serius, maka Tn.S memutuskan untuk berhenti

merokok pada usia ± 61 tahun. Tn. S dan keluarga sudah berusaha mengobati

mengobati astma yang diderita dengan kontrol dan selalu sedia obat pereda

serangan astma di rumah. Namun pasien merasa obat yang didapatkan tidak

memberikan efek positif terhadap serangan astma yang dialami kecuali obat

inhalasi. Tn. S dan istrinya menyatakan selama ini belum pernah diberikan

informasi cara-cara mencegah agar serangan astma tidak muncul terlalu

sering. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah Tn. S tidak mengalami

hipertensi (TD : 110/80), obat astma yang diberikan dokter diantaranya :

salbutamol, ambroxol, dan metilprednisolon. Selain astma, pasien tidak

mengalami kelainan kesehatan lain.

Ny. S

Saat dilakukan pengkajian, Ny.S tidak mengeluhkan gangguan kenyamanan/

kesehatan apapun. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan tekanan darah,

didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa Ny. S mengalami hipertensi

derajat 1 dengan TD : 150/90 mmHg. Ny. S belum pernah melakukan

pemeriksaan kesehatan terkait dengan hipertensi yang dialami sehingga

belum pernah mendapatkan obat hipertensi apapun.

4. Riwayat Penyakit Keluarga

a. Riwayat penyakit dahulu

Dari pihak keluarga Tn. S dan Ny. S tidak ada riwayat astma sebelumnya

b. Penyakit keturunan

Menurut keluarga Tn.S tidak ada penyakit keturunan baik dari pihak

keluarga Tn.S maupun Ny.S

c. Penyakit kronis/menular

Tn.S mengatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang menderita

penyakit menular.

Page 4: askep NANDA lansia astma.doc

d. Kecacatan anggota keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang mengalami cacat fisik, .

e. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan

Tn. S mengatakan jika ada keluhan yang berat yang berhubungan dengan

astma yang dialami, beliau akan pergi ke Puskesmas maupun RS seperti

saat obat habis, beliau akan segera menuju pelayanan kesehatan untuk

mendapatkan obat kembali. Pada beberapa bulan sebelumnya Tn. S juga

berusaha periksa ke unit penyakit dalam untuk mengontrolkan kondisi

kesehatannya.

5. Riwayat Kesehatan Mental, Psikologis, Spiritual.

- Keluarga Tn. SH merasa aman tinggal di rumah saat ini.

- Riwayat spiritual anggota keluarga

Semua anggota keluarga taat beribadah dan berbakti kepada Tuhan.

- Gangguan mental dan psikologis anggota keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang merasa tertekan atau mengalami

gangguan mental, komunikasi antar anggota keluarga harmonis. Namun,

kadang Ny. S memikirkan keadaan anaknya yang tinggal jauh karena

beliau merasa rindu.

6. Persepsi dan Tanggapan Keluarga terhadap Layanan Kesehatan.

Tanggapan Keluarga Terhadap Layanan Kesehatan terkadang tenaga

kesehatan kurang peka terhadap keluhan pasien , sebagai contoh pasien

mengatakan obat yang telah diberikan tidak mampu meringankan serangan

astma, namun ketika melakukan pemeriksaan kesehatan lagi tetap diberikan

obat yang sama pula.

7. Pola Pengambilan Keputusan

Setiap ada masalah selalu dimusyawarahkan untuk mengambil keputusan,

biasanya kepala keluarga yang dominan dalam mengambil keputusan.

8. Kebiasaan Anggota keluarga sehari-hari.

a. Makan

Keluarga Tn.S terbiasa makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi, lauk

pauk, sayuran, kadang makan buah.. Ny. S makan sebagaimana biasa tanpa

memikirkan kandungan garam dalam makanan.

b. Minum

Page 5: askep NANDA lansia astma.doc

Semua anggota keluarga mempunyai kebiasaan minum air putih yang

sudah dimasak rata-rata 6 – 8 gelas per hari.

c. Cara mengolah makanan

Ny.S memasak sendiri makanan keluagra, cara memasak sayuran biasanya

dipotong baru dicuci. Air minum dari sumur dan selalu dimasak lebih

dahulu.

d. Cara penyajian

Makanan yang sudah masak disimpan pada tempatnya dan yang akan

makan akan mengambil sendiri.

e. Pola aktivitas dan Istirahat

Kebiasaaan istirahat Tn.S dan Ny. S berbeda.Tn.S mudah tidur jika sudah

capek pulang kerja, namun Ny. S kada ng susah tidur dan tertidur larut

malam. Kebiasaan tidur Tn. S malam hari 6-8 jam. Sedangkan Tn.S dan

Ny. S tidur siang kadang-kadang.

f. Kebiasaan keluarga yang merugikan kesehatan

Kebiasaan keluarga Tn. S yang merugikan kesehatan adalah saat bepergian

Tn. S malas menggunakan masker, yang mana debu yang terhirup dapat

memicu timbulnya serangan astma.

9. Reproduksi

Kebutuhan seksual pasangan diwujudkan dengan saling memperhatikan

satu sama lain, dan keluar bersama walaupun hanya untuk sekedar jalan-

jalan. Pasangan tidak memenuhi kebutuhan seksual dengan aktivitas

seksual karena sudah merasa tua dan menghindari timbulnya serangan

astma jika beraktivitas terlalu banyak.

Struktur Keluarga

1. Pola Komunikasi Keluarga

Komunikasi dalam keluarga berjalan dengan baik, bila ada permasalahan

dimusyawarahkan

2. Struktur Kekuatan Keluarga

Kerukunan dan komunikasi terbuka khas suku jawa merupakan kekuatan

pada keluarga Tn.S, mereka menerima keadaan masing-masing dan bertekad

menjaga kerukunan keluarga.

Page 6: askep NANDA lansia astma.doc

3. Struktur Peran

Setiap anggota berperan sesuai posisinya. Tn.S berperan sebagai pencari

nafkah dan tugas Ny.S sebagai ibu rumah tangga dan sering mengikuti

kegiatan di masyarakat (kegiatan pengkaderan)

.

Faktor Lingkungan dan Masyarakat

1. Rumah

Keluarga menempati rumah sendiri, jenis permanen, dinding beton, sekat

berupa dinding beton. Lantai rumah keramik, ventilasi dan pencahayaan cukup

,penerangan dengan listrik. Di belakang rumah Tn.S menyewakan kost yang

terdiri dari beberapa kamar, namun terlihat kumuh.

Denah Rumah Keluarga Tn.S

2 1 U

2

3 2

Keterangan : 1. || Pintu : Penyekat dari beton

2. Kamar tidur

3. ruang tamu

2. Sampah

Sampah rumah tangga dibuang di depan rumah kemudian dibakar

3. Sumber air minum

Keluarga menggunakan sumur gali yang terletak dibelakang rumah, kualitas

air baik, tidak berbau dan tidak berasa.

4. Jamban Keluarga

Page 7: askep NANDA lansia astma.doc

Keluarga Tn. S mempunyai jamban sendiri.

5. Pembuangan Air Limbah

Limbah rumah tangga dibuang melalui saluran pembuangan air limbah.

6. Halaman rumah

Pada saat kunjungan halaman rumah agak kotor banyak sesa sampah bekas

pembakaran dan berantakan.

7. Lingkungan rumah

Lingkungan disekitar rumah tampak cukup rapi, padat pemukiman, namun

termasuk pemukiman kota yang bersih. Hubungan dengan tetangga baik dan

keamanan terpelihara.

8. Fasilitas

Fasilitas perdagangan seperti pasar, fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas

berjarak + 1 km, rumah sakit 500m.

Fungsi Keluarga

Secara umum keluarga Tn.S sudah memenuhi fungsi keluarga baik fungsi afektif

dan sosialisasi, namun fungsi perawatan kesehatan belum maksimal dilakukan

karena Tn. S kadang malas menggunakan obat astma saat serangan karena merasa

obat tidak meringankan gejala astma yang dialami.

Stres dan Koping Keluarga

Sumber stres keluarga saat ini adalah ketika Tn. S mengalami serangan astma.

Namun koping yang dipakai keluarga adalah menanganinya dengan obat inhalasi

dan memeriksakannya ke pelayanan kesehatan.

VII. Analisa data

DATA PROBLEM ETIOLOGI

Page 8: askep NANDA lansia astma.doc

DS:

Pasien menderita astma sejak 10 tahun

terakhir

Faktor resiko timbulnya astma karena

riwayat merokok 50 tahun sebelumnya

DO

Data dari pertugas Puskesmas bapak

Sucipto merupakan penderita astma

sejak lama

Bapak Sucipto mengatakan astma

sering kambuh ketika beraktifitas berat

dan ketika terkena debu, dan udara

dingin

TD : 110/70 mmHg, N : 70, R: 30

T : afebris

Bersihan jalan

nafas tidak efektif

Astma, spasme

otot nafas

DS:

Pasien mengatakan tidak mau minum

obat dari dokter karena merasa obat

tersebut tidak mengurangi serangan

astma

Pasien menyatakan ingin

memanajemen serangan astma agar

tidak kambuh begitu sering

DO

Pasien tampak antusias saat dilakukan

pengkajian

TD : 110/70 mmHg, N : 70, R: 30

T : afebris

Ineffective

familly

terapheutic

regiment

management

Konflik

pengambilan

keputusan

VIII. Diagnosa Sesuai Prioritas

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d astma, spasme otot nafas

2. Ineffective familly terapheutic regiment management

Page 9: askep NANDA lansia astma.doc

IX. RENCANA KEPERAWATAN

DIAGNOSA

NANDANIC NOC

Ineffective

familly

terapheutic

regiment

management

Complience behavior

- Pasien menerima

penyakitnya

- Menaati terapi mesuai

yang telah diresepkan

- Melaporkan perbaikan

gejala kepada tenaga

kesehatan

Asthma self-management

- Pasien mampu

menyampaikan hal- hal

yang dapat menyebabkan

astmanya kambuh

- Pasien mampu

mengikuti cara

penanganan darurat saat

terjadi serangan astma

- Pasien melaporkan

dapat mengontrol

terjadinya serangan.

- Ajarkan pasien

mengenali tanda gejala

serangan astma

Manajemen astma

Berikan edukasi tentang

astma dan penanganannya,

serta faktor pemicunya,

edukasi diberikan saat tidak

terjadi serangan

Ajarkan pasien mengenali

tanda gejala serangan astma

Ajarkan pasien untuk tidak

panik saat terjadi serangan

astma

Informasikan teknik

pernafasan yang tepat saat

terjadi gangguan jalan nafas,

edukasi diberikan saat tidak

terjadi serangan

Ajarkan posisi yang tepat saat

terjadi serangan

Ajarkan teknik pernafasan

Buteyko

Sampaikan kepada pasien

pentingnya ketersediaan obat

astma

Environmental management

Edukasikan kepada keluarga

lingkungan rumah yang

aman untuk pasien

Jauhkan hal- hal yang

membahayakan pasien,

contoh : ruangan atau benda

Page 10: askep NANDA lansia astma.doc

yang sangat berdebu,

aktivitas yang berlebihan

Ajarkan pasien dan keluarga

penggunaan selimut atau

penghangat saat udara dingin

Bantu pasien dan keluarga

meletakkan obat di tempat

yang mudah dijangkau

pasien dan dapat dibawa

setiap saat

Edukasikan pasien

penggunaan masker saat

mengendara

Ajarkan kepada pasien dan

keluarga (significant others)

teknik pernafasan untuk

meringankan ketika terjadi

serangan astma. Dengan

mengikutkan keluarga,

diharapkan mampu

membimbing pasien untuk

relaksasi saat terjadi

serangan

X. CATATAN PERKEMBANGAN

Ineffective familly terapheutic regiment management

NO WAKTU IMPLEMENTASI EVALUASI

1. Rabu, 10 Melakukan pengkajian pada klien

mengenai sakit yang dialami,

S

Pasien menderita astma

Page 11: askep NANDA lansia astma.doc

Juli 2013

Jam 10.00

dukungan keluarga dan usaha yang

telah dilakukan selama sakit.

Memberikan pujian atas

pengetahuan positif yang

disampaikan oleh klien

Mendiskusikan dengan klien

mengenai perubahan pada lanjut

usia; proses menua, batasan usia

lanjut; perubahan pada sistem

tubuh, akibat perubahan

Memberi pujian atas hasil yang

dicapai

sejak 10 tahun terakhir

Faktor resiko timbulnya

astma karena riwayat

merokok 50 tahun

sebelumnya

O

Data dari pertugas

Puskesmas bapak Sucipto

merupakan penderita astma

sejak lama

Bapak Sucipto mengatakan

astma sering kambuh ketika

beraktifitas berat dan ketika

terkena debu.

A

Data gangguan kesehatan klien

diperoleh, tujuan belum tercapai

P

Kontrak untuk kunjungan

berikutnya

Jelaskan pencegahan timbulnya

serangan astma, dan penanganan

daruratnya

2. Sabtu, 13

Juli 2013

Jam 10.30

Memberikan informasi tentan cara

penanganan darurat serangan astma

Mengukur vital sign pasien

sebelum dilakukan intervensi

senam astma

Memberikan simulasi tentang

senam astma

Mengajak pasien dan pasangan

melakukan senam astma

Mengkaji vital sign pasien setelah

S

Klien mengatakan belum pernah

mendapatkan senam astma

sebelumnya

Klien mengatakan senang

terhadap intervensi yang

diberikan

O

Tampak terjadi peningkatan vital

sign setelah dilakukan latihan

Page 12: askep NANDA lansia astma.doc

dilakukan intervensi

Memberikan evaluasi terhadap

intervensi yang diberikan

Memberikan reinforcment positif

atas perhatian klien terhadap

intervensi dan antusiasnya untuk

sembuh

senam astma N : 67 menjadi 90, R :

30 menjadi 40, namun pasien tetap

bisa mengontrolnya dengan nafas

dalam

A

Tujuan tercapai sebagian

P :

Kontrak untuk kunjungan

berikutnya

Menjelaskan dan mengajarkan

tentang teknik pernafasan

Buteyko untuk penurunan

serangan astma

3 Kamis, 18

Juli 2013

Merefiew kembali intervensi pada

pertemuan sebelumnya

Memberikan edukasi tentang

pernafasan Buteyko

Bersama pasien menentukan

tingkat keparahan astma dengan

menggunakan teknik Control Pause

dari latihan pernafasan Buteyko

Bersama pasien menentukan

tingkat keparahan astma yang

dialami

Memberikan reinforcment positif

karena telah bekerja sama dengan

baik

Merencanakan kontrak pertemuan

yang akan datang

S

Pasien menyampaikan sudah

memakai masker saat keluar rumah

untuk menghindari paparan debu.

O

Pasien mengikuti gerakan untuk

menentukan tingkat keparahan

astma dengan menggunakan

teknik Control Pause dari

latihan pernafasan Buteyko.

Control Pause pasien 12 detik

(<20 detik), yang

diinterpretasikan bahwa gejala

sesak nafas, mengi, pilek dan

batuk kadanga akan hadir

A

Masalah teratasi sebagian

P

Kontrak untuk kunjungan

berikutnya

Ajarkan teknik pernafasan

Page 13: askep NANDA lansia astma.doc

Buteyko

Evaluasi perasaan pasien setelah

diberikan intervensi