of 28/28
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang merupakan modal utama untuk hidup, karena setiap manusia berhak untuk hidup dan memiliki kesehatan. Kenyataannya tidak semua orang memperoleh atau memiliki derajat kesehatan yang optimal, karena berbagai masalah secara global diantaranya adalah kesehatan lingkungan yang buruk, sosial ekonomi yang rendah yang menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi, pemeliharaan kesehatan pendidikan dan kebutuhan lainnya. Oleh karena itu pelayanan kesehatan utama merupakan salah satu pendekatan dan alat untuk mencapai kesehatan bagi semua pada tahun 2010 sebagai tujuan pembangunan kesehatan dalam rangka mencapai derajad kesehatan yang optimal. ( Depkes RI, 1992 ). Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal dan mampu mendorong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Berbagai upaya kesehatan telah diselenggarakan. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yaitu melalui Puskesmas dan Rumah Sakit sebagai rujukannya. Hal ini merupakan Sistem Pelayanan Kesehatan yang dianut dan dikembangkan dalam Sistem 1

Askep Komunitas Tb

  • View
    10

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

Text of Askep Komunitas Tb

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangKesehatan adalah kebutuhan dasar yang merupakan modal utama untuk hidup, karena setiap manusia berhak untuk hidup dan memiliki kesehatan. Kenyataannya tidak semua orang memperoleh atau memiliki derajat kesehatan yang optimal, karena berbagai masalah secara global diantaranya adalah kesehatan lingkungan yang buruk, sosial ekonomi yang rendah yang menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi, pemeliharaan kesehatan pendidikan dan kebutuhan lainnya. Oleh karena itu pelayanan kesehatan utama merupakan salah satu pendekatan dan alat untuk mencapai kesehatan bagi semua pada tahun 2010 sebagai tujuan pembangunan kesehatan dalam rangka mencapai derajad kesehatan yang optimal.( Depkes RI, 1992 ).Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal dan mampu mendorong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Berbagai upaya kesehatan telah diselenggarakan. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yaitu melalui Puskesmas dan Rumah Sakit sebagai rujukannya. Hal ini merupakan Sistem Pelayanan Kesehatan yang dianut dan dikembangkan dalam Sistem Kesehatan Nasional dengan melibatkan peran serta masyarakat.Upaya untuk mengoptimalkan kesehatan masyarakat yang memerlukan dukungan dan peran serta aktif masyarakat antara lain adalah : Pelayanan Kesehatan dasar Puskesmas khususnya Kesehatan Ibu dan Anak, Perbaikan Gizi, Keluarga Berencana, Pemberantasan Penyakit Menular, Penyuluhan Kesehatan, Perawatan Kesehatan Masyarakat, Perawatan Usia Lanjut, dan sebagainya.Oleh karena itu layanan kesehatan utama merupakan salah satu pendekatan dan alat untuk mencapai kesehatan bagi semua pada 2010 sebagai tujuan pembangunan kesehatan dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal yang telah dicanangkan oleh pemerintah pada pembukaan Rakernas Departemen Kesehatan RI pada tahun 1999.1.2 Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah pada makalah ini adalah bagaimana konsep keperawatan komunitas dan konsep asuhan keperawatan komunitas.1.3 TujuanAdapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui konsep keperawatan komunitas dan konsep asuhan keperawatan komunitas..

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Konsep Keperawatan KomunitasMenurut Kontjaraningrat (1990) Komunitas adalah, sekumpulan manusia yang saling bergaul, atau dengan istilah lain saling berinteraksi. Betty Neuman (1989) berpendapat bahwa, komunitas juga dipandang sebagai klien Client is an interacting open system in total interface with both internal and external forces or stressors . Sedangkan Logan dan Dawkin (1987) menuliskan bahwa pengertian keperawatan komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan pada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan, dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kepeawatan. Pernyataan lain menurut Soerjono Soekanto (1982) komunitas adalah menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografi) dengan batas-batas tertentu, dimana yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar dari anggota-anggotanya, dibandingkan dengan penduduk diluar batas wilayahnya. Adapun menurut WHO (1974) komunitas adalah kelompok sosial yang di tentukan oleh batas-batas wilayah, nilai-nilai keyakinan dan minat yang sama serta adanya saling mengenal dan interaksi antar anggota masyarakat.Keperawatan komunitas sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan utama yang ditujukan pada masyarakat pada prakteknya memerlukan acuan atau landasan teoritis untuk menyelesaikan penyimpangan dalam kebutuhan dasar komunitas. Salah satunya adalah konsep menurut (Christine Ibrahim, 1986) keperawatan dikarakteristikkan oleh 4 (empat) konsep pokok, yang meliputi konsep manusia, kesehatan, masyarakat dan keperawatan. Paradigma keperawatan ini menggambarkan hubungan teori-teori yang membentuk susunan yang mengatur teori-teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan hal-hal yang perlu di selidiki (Christine Ibrahim, !986).Model teori Neuman menggambarkan bahwa komunitas adalah sistem terbuka yang mempunyai sumber energi (infra struktur) dan mempunyai 5 variabel yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya dalam komunitas yaitu; Biologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual.Model teori Neuman dilandasi oleh teori sistem dimana terdiri dari individu, keluarga atau kelompok dan komunitas yang merupakan target pelayanan kesehatan. Kesehatan masyarakat ditentukan oleh hasil interaksi yang dinamis antara komunitas dan lingkungan serta tenaga kesehatan untuk melakukan tiga tingkat pencegahan yaitu; pencegahan primer, sekunder dan tersier.1. Pencegahan Primer, Pencegahan primer dari arti sebenarnya, terjadi sebelum sakit atau diaplikasikan ke populasi yang sehat pada umumnya. Pencegahan primer ini mencakup kegiatan mengidentifikasi faktor resiko yang terjadinya penyakit, mengkaji kegiatan-kegiatan promosi kesehatan dan pendidikan dalam komunitas. Pencegahan ini mencakup peningkatan kesehatan pada umumnya dan perlindungan khusus terhadap penyakit.2. Pencegahan Sekunder, Pencegahan sekunder adalah intervensi yang dilakukan pada saat terjadinya perubahan derajat kesehatan masyarakat dan ditemukannya masalah kesehatan. Pencegahan sekunder menekankan pada diagnosa dini intervensi yang tepat, memperpendek waktu sakit dan tingkat keparahan atau keseriusan penyakit.3. Pencegahan Tersier, Tingkat pencegahan ini adalah untuk mempertahankan kesehatan setelah terjadi gangguan beberapa sistem tubuh. Rehabilitasi sebagai tujuan pencegahan tersier tidak hanya untuk menghambat proses penyakitnya, tetapi juga mengendalikan individu kepada tingkat berfungsi yang optimal dari ketidakmampuannya.Sasaran dari perawatan kesehatan komunitas adalah individu, keluarga, kelompok khusus, komunitas baik yang sehat maupun sakit yang mempunyai masalah kesehatan atau perawatan (Nasrul Effendy, 1998), sasaran ini terdiri dari1. IndividuIndividu adalah bagian dari anggota keluarga. Apabila individu tersebut mempunyai masalah kesehatan / keperawatan karena ketidakmampuan merawat dirinya sendiri oleh sesuatu hal dan sebab, maka akan dapat mempengaruhi anggota keluarga lainnya baik secara fisik, mental maupun sosial.2. KeluargaKeluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, terdiri atas kepala keluarga, anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam satu rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi, satu dengan yang lainnya saling tergantung dan berinteraksi. Bila salah satu atau beberapa anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan / keperawatan, maka akan berpengaruh terhadap anggota-anggota keluarga lain, dan keluarga-keluarga yang ada disekitarnya.3. Kelompok khususKelompok khusus adalah kumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin, umur, permasalahan, kegiatan yang terorganisasi yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan, dan termasuk diantaranya adalah :1) Kelompok khusus dengan kebutuhan kesehatan khusus sebagai akibat perkembangan dan pertumbuhannya seperti ; Ibu hamil, bayi baru lahir, anak balita, anak usia sekolah, usia lanjut.2) Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta asuhan keperawatan, diantaranya adalah :Penderita penyakit menular seperti; TBC, AIDS, penyakit kelamin dan lainnya. Penderita yang menderita penyakit tidak menular, seperti; Diabetes melitus, jantung koroner, cacat fisik, gangguan mental dan lainnya.1. Kelompok yang mempunyai resiko terserang penyakit, diantaranya : WTS, pengguna narkoba, pekerja tertentu, dan lainnya2. Lembaga sosial, perawatan dan rehabilitasi, diantaranya adalah: Panti Werdha, panti asuhan, pusat rehabilitasi (cacat fisik, mental, sosial dan lainnya), penitipan anak balita3. Tingkat Komunitas. Pelayanan asuhan keperawatan berorientasi pada individu, keluarga dilihat sebagai satu kesatuan dalam komunitas. Asuhan ini diberikan untuk kelompok beresiko atau masyarakat wilayah binaan. Pada tingkat komunitas, asuhan keperawatan komunitas diberikan dengan mamandang komunitas sebagai klien.

2.1.1 Peran Perawat Komunitas (Provider Of Nursing Care)Banyak peranan yang dapat dilakukan oleh perawat kesehatan masyarakat diantaranya adalah :1. Sebagai Pendidik (Health Education)Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik di rumah, puskesmas, dan di masyarakat secara terorganisirdalam rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga terjadi perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal.2. Sebagai Pengamat Kesehatan (Health Monitor)Melaksanakan monitoring terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut masalah-masalah kesehatan dan keperawatan yang timbul serta berdampak terhadap status kesehatan melalui kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan, observasi dan pengumpulan data.3. Koordinator Pelayanan Kesehatan (Coordinator of Servises)Mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan puskesmas dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan team kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem pelayanan kesehatan. Dengan demikianpelayanan kesehatan yang diberikan merupakan suatu kegiatan yang menyeluruh dan tidak terpisah-pisah antara satu dengan yang lainnya.4. Sebagai Pembaharuan (Inovator)Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan sebagai agen pembaharu terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat terutama dalam merubah perilaku dan pola hidup yang erat kaitannya dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.5. Pengorganisir Pelayanan Kesehatan (Organisator)Perawat kesehatan masyarakat dapat berperan serta dalam memberikan motivasi dalam meningkatkan keikutsertaan masyarakat individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh masyarakat misalnya: kegiatan posyandu, dana sehat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan tahap penilaian, sehingga ikut dalam berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan pengorganisasian masyarakat dalam bidang kesehatan.6. Sebagai Panutan (Role Model)Perawat kesehatan masyarakat harus dapat memberikan contoh yang baik dalam bidang kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tentang bagaimana tata cara hidup sehat yang dapat ditiru dan di contoh oleh masyarakat.7. Sebagai Tempat Bertanya (Fasilitator)Perawat kesehatan masyarakat dapat dijadikan tempat bertanya oleh individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam bidang kesehatan dan keperawatan yang dihadapi sehari-hari. Dan perawat kesehatan diharapkan dapat membantu memberikan jalan keluar dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi8. Sebagai Pengelola (Manager)Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas dan masyarakat sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

2.2 Dasar Asuhan Keperawatan KomunitasPerawatan kesehatan masyarakat merupakan bidang khusus dalam ilmu keperawatan yang merupakan gabungan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan social (WHO, 1959). Suatu bidang dalam keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat (Rapat Kerja Keperawatan Kesehatan Masyarakat, 1989). Dengan demikian ada 3 teori yang menjadi dasar ilmu perawatan kesehatan masyarakat yaitu : Ilmu Keperawatan, Ilmu kesehatan masyarakat dan Ilmu social (peran serta masyarakat).Dalam melakasanakan asuhan keperawatan komunitas pada dasarnya menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan langkah-langkah : pengkajian data, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil tindakan keperawatan yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan.2.2.1 PengkajianPengkajian adalah merupakan upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu, keluarga atau kelompok yang menyangkut permasalahan pada fisiologis, psikologis, social ekonomi, maupun spiritual dapat ditentukan. Dalam tahap pengkajian ini terdapat lima kegiatan yaitu : pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, perumusan atau penentuan masalah kesehatan masyarakat dan prioritas masyarakat.Jenis data secara umum dapat diperoleh dari data subyektif dan objektif. Data subyektif adalah data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang dirasakan oleh individu, keluarga, kelompok dan komunitas yang diungkapkan secara langsung melalui lisan sedangkan data objektif adalah data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan, pengamatan dan pengukuran.Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh pengkaji dalam hal ini mahasiswa atau perawat kesehatan masyarakat dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan dan komunitas. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya : kelurahan, catatan riwayat kesehatan pasien atau medical record (Wahit, 2005).Cara pengumpulan data terdiri dari tiga cara yaitu dengan wawancara atau anamnase, pengamatan dan pemeriksaan fisik.a. Pengumpulan dataPengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai masalah kesehatan pada masyarakat sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik, psikologis, social ekonomi dan spiritual serta factor lingkungan yang mempengaruhinya. Oleh karena itu data tersebut harus akurat dan dapat dilakukan analisa untuk pemecahan masalah. Kegiatan pengkajian yang dilakukan dalam pengumpulan data meliputi :1) Data intia) Riwayat atau sejarah perkembangan komunitasData dikaji melalui wawancara kepada tokoh formal dan informal di komunitas dan studi dokumentasi sejarah komunitas tersebut. Uraikan termasuk data umum mengenai lokasi daerah binaan (yang dijadikan praktek keperawatan komunitas), luas wilayah, iklim, type komunitas (masyarakat rusal atau urban), keadaan demografi, struktur politik, distribusi kekuatan komunitas dan pola perubahan komunitas.b) Data demografiKajilah jumlah komunitas berdasarkan : usia, jenis kelamin, status perkawinan, ras atau suku, bahasa, tingkat pendapatan, pendidikan, pekerjaan, agam dan komposisi keluarga.c) Vital statisticJabarkan atau uraikan data tentang : angka kematian kasar atau CDR, penyebab kematian, angka pertambahan anggota, angka kelahiran.d) Status kesehatan komunitasStatus kesehatan komunitas dapat dilihat dari biostatistik dan vital statistic antara lain : dari angka mortalitas, morbiditas, IMR. MMR, cakupan imunisasi. Selanjutnya status kesehatan komunitas kelompokkan berdasarkan kelompok umur : bayi, balita, usia sekolah, remaja dan lansia. Pada kelompok khusus di masyarakat : ibu hamil, pekerja industri, kelompok penyakit kronis, penyakit menular. Adapun pengkajian selanjutnya dijabarkan sebagaimana dibawah ini :1. Keluhan yang dirasakan saat ini oleh komunitas2. Tanda-tanda vital : tekanan darah, nadi, respirasi, suhu tubuh3. Kejadian penyakit (dalam 1 tahun terakhir) : ISPA, Penyakit asthma, TBC paru, Penyakit kulit, Penyakit mata, Penyakit rheumatic, Penyakit jantung, Penyakit gangguan jiwa, Kelumpuhan dan Penyakit menahun lainnya.4. Riwayat penyakit keluarga5. Pola pemenuhan sehari-hari :a) Pola pemenuhan nutrisib) Pola pemenuhan cairan dan elektrolitc) Pola istirahat dan tidurd) Pola eliminasie) Pola aktivitas gerakf) Pola pemenuhan kebersihan diri6. Status psikososial :a) Komunikasi dengan sumber-sumber kesehatanb) Hubungan dengan orang lainc) Peran di masyarakatd) Kesedihan yang dirasakane) Stabilitas emosif) Penelantaran anak atau lansiag) Perlakuan yang salah dalam kelompok dalam hal ini perilaku tindakan kekerasan7. Status pertumbuhan dan perkembangan8. Pola pemanfaatan fasilitas kesehatan9. Pola pencegahan terhadap penyakit dan perawatan kesehatan10. Pola perilaku tidak sehat seperti : kebiasaan merokok, minum kopi yang berlebihan, mengkonsumsi alcohol, penggunaan obat tanpa resep, penyalahgunaan obat terlarang, pola konsumsi tinggi garam, lemak dan purin.2) Data lingkungan fisik a) Pemukiman, Luas bangunan, bentuk bangunan, jenis bangunan, atap rumah, dinding, lantai, ventilasi, pencahayaan, penerangan, kebersihan, pengaturan ruangan dan perabot, kelengkapan alat rumah tanggab) Sanitasi1) Penyediaan air bersih (MCK), 2) Penyediaan air minum, Pengelolaan jamban : bagaimana jenisnya, berapa jumlahnya dan bagaimana jarak dengan sumber air, 3) Sarana pembuangan air limbah (SPAL), 4) Pengelolaan sampah : apakah ada sarana pembuangan sampah, bagaimana cara pengolahannya : dibakar, ditimbun, atau cara lainnya, sebutkan.5) Polusi udara, air, tanah atau suara/kebisingan6) Sumber polusi : pabrik, rumah tangga, industri lainnya, sebutkan.c) Fasilitas Peternakan, pertanian, perikanan dan lain-lain, Pekarangan, Sarana olahraga, Taman, lapangan, Ruang pertemuan, Sarana hiburan, dan Sarana ibadah.d) Batas-batas wilayahSebelah utara, barat, timur, dan selatane) Sarana ibadah3) Pelayanan kesehatan dan sociala) Pelayanan kesehatan1. Lokasi sarana kesehatan 2. Sumber daya yang dimiliki (tenaga kesehatan dan kader)3. Jumlah kunjungan4. System rujukanb) Fasilitas social (pasar, took ,swayalan)1. Lokasi2. Kepemilikan3. Kecukupan4) Ekonomi a) Jenis Pekerjaan b) Jumlah penghasilan rata-rata tiap bulanc) Jumlah pengeluaran rata-rata tiap buland) Jumlah pekerja dibawah umur, ibu rumah tangga dan lansia5) Keamanan dan transportasia) Keamanan1. Sistem keamanan lingkungan 2. Penanggulangan kebakaran3. Penanggulangan bencana4. Penanggulangan polusi, udara, air dan tanahb) Transportasi1. Kondisi jalan2. Jenis transportasi yang dimiliki3. Sarana transportasi yang ada6) Politik dan pemerintahana) Sistem pengorganisasian b) Struktur organisasic) Kelompok organisasi dalam komunitasd) Peran serta kelompok organisasi dalam kesehatan7) Sistem komunikasia) Sarana umum komunikasib) Jenis alat komunikasi yang digunakan dalam komunitasc) Cara penyebaran informasi8) Pendidikan a) Tingkat pendidikan komunitasb) Fasilitas pendidikan yang tersedia (formal atau non formal)c) Jenis pendidikan yang diadakan di komunitasd) Sumber daya manusia, tenaga yang tersediae) Jenis bahasa yang digunakan9) Rekreasia) Kebiasaan rekreasib) Fasilitas tempat rekreasiSetelah data diperoleh, kegiatan selanjutnya adalah pengolahan data dengan cara sebagai berikut :1. Klasifikasi data atau kategori data, cara mengkategori data :a) Karakteristik demografib) Karakteristik geografic) Karakteristik social ekonomid) Sumber dan pelayanan kesehatan(Anderson & Mc Farlane, 1981. Community as Client)2. Perhitungan presentase cakupan dengan menggunakan telly3. Tabulasi data4. Interpretasi data

b. Analisa dataAnalisa data adalah kemampuan untuk mengkaitkan data dan menghubungkan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga dapat diketahui tentang kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat apakah itu masalah kesehatan atau masalah keperawatan. Tujuan analisa data adalah :1. Menetapkan kebutuhan komunity2. Menetapkan kekuatan3. Mengidentifikasi pola respon komunity4. Mengidentifikasi pola kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan

c. Perumusan atau penentuan masalah kesehatanBerdasarkan analisa data dapat diketahui masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi oleh masyarakat, sekaligus dapat dirumuskan yang selanjutnya dilakukan intervensi. Namun demikian masalah yang telah dirumuskan tidak mungkin dapat diatasi sekaligus. Oleh karena itu perlu diprioritaskan masalah.d. Prioritas masalahDalam menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat dan keperawatan perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria, diantaranya adalah :1. Perhatian masyarakat2. Prevalensi kejadian3. Berat ringannya masalah4. Kemungkinan masalah untuk diatasi5. Tersedianya sumber daya masyarakat6. Aspek politisPrioritas masalah juga dapat ditentukan berdasarkan hierarki kebutuhan menurut Abraham H. Maslow yaitu :1. Keadaan yang mengancam kehidupan2. Keadaan yang mengancam kesehatan3. Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan

2.2.2 Diagnosa KeperawatanDiagnosa keperawatan adalah respon individu pada masalah kesehatan baik yang aktual maupun potensial. Masalah actual adalah masalah yang diperoleh pada saat pengkajian sedangkan masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul kemudian (American Nurses of Association (ANA). Diagnosa keperawatan mengandung komponen utama yaitu :1. Problem (Masalah)2. Etiologi (Penyebab)3. Sign or Symptom (Tanda atau Gejala)Perumusan daignosa keperawatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :1. Dengan rumus PES DK : P (Problem/masalah) + E (Etiologi/penyebab) + S (Symptom/gejala) 2. Dengan rumus PEDK : P (Problem/masalah) + E (Etiologi/penyebab) Jadi menegakkan diagnosa keperawatan minimal harus mengandung 2 komponen tersebut diatas, disamping mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :1. Kemampuan masyarakat untuk menanggulangi masalah2. Sumber daya yang tersedia dari masyarakat3. Partisipasi dan peran serta masyarakatSedangkan diagnosa keperawatan menurut Mueke, 1984 terdiri dari :1. Masalah, Sehat, Sakit 2. Karakteristik populasi3. Karakteristik lingkungan (Epidemiologi triagle)Logan & Dawkins, 1986. Dalam bukunya : Family Centered Nursing in the Community :1. Diagnosa resiko: (masalah)2. Diantara: .... (komunity)3. Sehubungan dengan: ( Karakteristik komunity dan lingkungan) 4. Yang dimanifestasikan/didemonstrasikan oleh: ... ( Indikator kesehatan/analisa data)

2.2.3 PerencanaanPerencanaan keperawatan adalah rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien. Rencana keperawatan harus mencakup : Perumusan tujuan, Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan, kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan.a. Perumusan tujuan Dalam merumuskan tujuan harus memenuhi kriteria sebagai berikut :1) Berfokus pada masyarakat2) Jelas dan singkat3) Dapat diukur dan diobservasi4) Realistik5) Ada target waktu6) Melibatkan peran serta masyarakatFormulasi kriteria tujuan : T = S + P + K.1 + K.2S: Subjek K.1 : KondisiP: PredikatK.2 : KriteriaSelain itu dalam perumusan tujuan :1) Dibuat berdasarkan goal : sasaran dibagi hasil akhir yang diharapkan2) Perilaku yang diharapkan berubah3) Specific4) Measurable atau dapat diukur5) Attainable atau dapat dicapai6) Relevant/realistic atau sesuai7) Time-Bound atau waktu tertentu8) Sustainable atau berkelanjutan

b. Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakanLangkah-langkah dalam perencanaan perawatan kesehatan melalui kegiatan :1) Identifikasi alternatif tindakan keperawatan2) Tetapkan teknik dan prosedur yang akan digunakan3) Melibatkan peran serta masyarakat dalam menyusun perncanaan melalui kegiatan : musyawarah masyarakat desa atau lokakarya mini4) Pertimbangkan sumber daya masyarakat dan fasilitas yang tersedia5) Tindakan yang akan dilaksanakan harus dapat memenuhi kebutuhan yang sangat dirasakan masyarakat6) Mengarah pada tujuan yang akan dicapai7) Tindakan harus bersifat realistic8) Disusun secara berurutan

c. Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuanPenentuan kriteria dalam perencanaan keperawatan komunitas adalah sebagai berikut 1) Menggunakan kata kerja yang tepat2) Dapat dimodifikasi3) Bersifat spesifik (Siapa yang melakukan?, Apa yang dilakukan?, Dimana dilakukan?, Kapan dilakukan?, Bagaimana melakukan? dan Frekuensi melakukan?

2.2.4 PelaksanaanPrinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas adalah : I2 RMU.1. InovatifPerawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berdasar pada iman dan takwa2. IntegratedPerawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesame profesi, tim kesehatan lain, individu, keluarga, kelompok dan masyarakat berdasarkan asas kemitraan3. RasionalPerawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program yang telah disusun.4. Mampu dan mandiriPerawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta komponen.5. UgemPerawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan tercapaiHal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan :1. Keterpaduan antara : Biaya, tenaga, waktu, lokasi, sarana, dan prasarana dengan pelayanan kesehatan maupun sector lainnya2. Keterlibatan petugas kesehatan lain, kader dan tokoh masyarakat dalam rangka alih peran.3. Tindakan keperawatan yang dilakukan dicatat dan didokumentasikan.4. Adanya penyelenggaraan system rujukan baik medis maupu rujukan kesehatan.

2.2.5 Evaluasia. Fokus evaluasi1. RelevansiApakah program yang diperlukan ?Yang ada atau yang terbaru2. Perkembangan kemajuanApakah dilaksanakan sesuai dengan rencana Bagaimana staf, fasilitas dan jumlah peserta ?3. Cost efficiency (efisiensi biaya)Bagaimana biaya ?Apa keuntungan program ?4. EfektifitasApakah tujuan tercapai ?Apakah klien puas ?Apakah focus pada formulatif dan hasil jangka pendek ?5. ImpactApakah dampak jangka panjang ?Apa perubahan perilaku dalam 6 bulan atau 1 tahun ?Apakah status kesehatan meningkat ?b. Kegunaan evaluasi1. Menentukan perkembangan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan.2. Menilai hasil guna, daya guna dan produktivitas asuhan keperawatan yang diberikan.3. Menilai asuhan keperawatan dan sebagai umpan balik untuk memperbaiki atau menyusun rencana dalam proses keperawatan.c. Hasil evaluasiTerdapat tiga kemungkinan dalam hasil evaluasi, yaitu :1. Tujuan tercapaiApabila individu, keluarga, kelompok dan masyarakat telah menunjukkan kemajuan sesuai denga kriteria yang telah ditetapkan. 2. Tujuan tercapai sebagianApabila tujuan itu tidak tercapai secara maksimal, sehingga perlu dicari penyebab dan cara memperbaiki atau mengatasinya.3. Tujuan tidak tercapaiApabila individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tidak menunjukkan perubahan kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah baru. Dalam hal ini perlu dikaji secara mendalam apakah terdapat problem dalam data, analisis, diagnosis, tindakan dan faktor-faktor yang lain tidak sesuai sehingga menjadi penyebab tidak tercpainya tujuan.

BAB IIIPENUTUP3.1 KesimpulanDalam melakasanakan asuhan keperawatan komunitas pada dasarnya menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan langkah-langkah : pengkajian data, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil tindakan keperawatan yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan.

1