Click here to load reader

Askep Komunitas Finish Nean 03

  • View
    40

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Askep Komunitas Finish Nean 03

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Praktek Klinik Keperawatan (PKK) Komunitas bagi mahasisiwa Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang merupakan cuplikan dari pemikiran bahwa institusi Poltekkes memiliki tujuan agar menghasilkan tenaga kesehatan professional dibidangnya. Institusi Politeknik Kesehatan harus mampu menyediakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran bagi peserta didik serta pengembangan diri dengan memberikan teori, praktek dan pengalamna kerja yang tepat agar menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidangnya mempunyai pengetahuan, sikap, dan perilaku yang bisa diandalkan. Lingkungan atau pengalaman belajar peserta didik selain dapat diperoleh melalui sumber pendataan dan institusi akademik juga dapat diperoleh melalui sumber-sumber non akademik, dalam bentuk penerapan ilmu yang telah diperoleh langsung ke masyarakat. Hal ini merupakan salah satu pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang harus diemban oleh Politeknik Kesehatan Palembang sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi kesehatan. Berangkat dari dasar pemikiran diatas, maka pada tahun akademik 2013 mahasiswa jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang melaksanakan Praktek Klinik Keperawatan Komunitas yang diarahkan pada kegiatan asuhan keperawatan komunitas yang kreatif, mandiri, dan professional. B. TUJUAN a. Tujuan Umum Setelah mengikuti kegiatan PKK komunitas ini, peserta didik diharapkan dapat memberikan perawatan kesehatan masyarakat kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang mempunyai maslaah kesehatan akibat

faktor

ketidaktahuan,

ketidakmauan,

maupun

ketidakmampuan

dalam

menyelesaikan masalah kesehatan. b. Tujuan Khusus Setelah mengikuti kegiatan PKK Komunitas peserta didik mampu : 1. Melakukan pengkajian kebutuhan kesehatan komunitas. 2. Merencanakan intervensi keperawatan kesehatan komunitas berdasarkan diagnosa kesehatan komunitas dan kebutuhan kesehatan utama dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi (ibu, anak, lansia). 3. Melaksanakan perawatan kesehatan komunitas untuk meningkatkan kesehatan komunitas dengan menggunakan sumber yang ada dan potensial serta menggunakan teknik yang tepat. 4. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan data yang berhubungan dengan tindakan keperawatan kesehatan komunitas. 5. Melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan komunitas berdasarkan hasil yang diharapkan atau kriteria yang telah diterapkan. 6. Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Komunitas yang telah disusun. C. MANFAAT 1. Bagi Mahasiswa Mampu merealisasi ilmu yang didapat dari bangku kuliah langsung ke masyarakat. 2. Bagi Masyarakat a. Mendapat informasi tentang kesehatan. b. Dapat menerapkan pola hidup yang sehat terutama menyangkut kesehatan dalam masyara

3. Bagi Institusi Pendidikan Untuk memberikan penilaian terhadap aplikasi keperawatan komunitas yang dilaksanakan mahasiswa langsung di masyarakat. D. SISTEMATIKA Sistematika asuhan keparawatan komunitas, yaitu : a. Pengkajian komunitas. Pengkajian dalam asuhan keperawatan komunitas dapat dilihat dari 3 dimensi komunitas, yaitu dimensi lokasi, dimensi populasi, dan dimensi system. Masing-masing mempunyai berbagai variable dimana antara satu dengan yang lainnya dapat saling melengkapi. Metode pengumpulan data yang digunakan dapat bervariasi bisa dengan wawancara, observasi, pengukuran, FGD, angket, dan lain-lain. Sumber data antara lain tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, organisasi, PKK, kepemudaan, keluarga, petugas kesehatan, aparat pemerintah, dll. b. Analisa data komunitas. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisa dengan langkah sebagai berikut: 1. Klasifikasi Data Proses klasifikasi data dimasukkan untuk mengelompokkan data secara keseluruhan sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang gambaran yang ada dikomunitas. Pengklasifikasian data mengacu pada : Tujuan yang ingin dicapai Merujuk pada program nasional Isu yang akan dimunculkan.

Pengkajian data tersebut pengklasifikasian ini dapat berupa table atau diagram yang menginformasikan tenta nng distribusi frekuensi.

2. Interpretasi Data Data yang telah diklasifikasikan akan menghasilkan informasi tentang gambaran nyata yang terjadi dikomunitas. Dengan mengatakan antara beberapa data akan didapatakan suatu kesimpulan masalah yang ada pada masyarakat, baik actual maupun potensial. 3. Prioritas Masalah Setelah ditemukan masalah kesehatan, maka langkah selanjutnya adalah menyusun prioritas masalah.

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. PENGERTIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS Masyarakat atau komunitas adalah sekumpulan manusia yang bergaul, atau dengan istilah lain saling berinteraksi. Masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat kontiyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. (kontjaraningrat, 1990). Perawatan kesehatan masyarakat selain mencakup perawatan kesehatan keluarga juga meliputi/memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas, membantu masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatan sendiri serta memecakan masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka sebelum mereka meminta bantuan kepada orang lain. (WHO,1974) Keperawatan komunitas adalah suatu bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan dan peran serta masyarakat secara aktif dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tampa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitative secara menyeluruh dan terpadu , di tujuan kepada individu, keluarga , kelompok dan masyarakat, sebagai kesatuan yang utuh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam upaya kesehatan.(Rapat kerja kesehatan masyarakat,1990). Penerapan dari proses keperawatan ini bervariasi pada setiap situasi, tetapi dasar-dasar prosesnya memilki kesatuan. Elemen-elemen penting dalam penerapan proses keperawatan dalam asuhan keperawatan komunitas adalah : kesungguhan (deliberative), kesesuaian (adaptable), siklus ((cyclic), berfokus pada klien (client-focused), interaktif dan berorientasi pada kebutuhan komunitas (need-oriented).

B. TUJUAN Tujuan Keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan keperawatan langsung (direction) terhadap individu, keluarga dan kelompok didalam konteks komunitas serta perhatian lagsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat dan mempertimbangkan masalah atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi individu, keluarga serta masyarakat. 1. Tujuan Umum Meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat secara meyeluruh dalam memelihara kesehatannya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal secara mandiri agar dapat menjalnkna fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. 2. Tujuan khusus Meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam hal : a. Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat. b. Meningkatnya kemampuan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk melaksanakan upaya perawatan dasar dalam rangka mengatasi masalah keperawatan. c. Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan. d. Tertanganinya kelompok masyarakat khusus/rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan di rumah, di panti dan di masyarakat.

e. Tertanganinya kasus-kasus yang memerlukan penanganan tindaklanjut dan asuhan keperawatan di rumah. f. Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang termasuk kelompok resiko tinggi yang memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan di rumah dan di Puskesmas. g. Teratasi dan terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial untuk menuju keadaan sehat optimal. C. SASARAN Sasaran keperawatan komunitas adalah seluruh masyarakat termasuk individu, keluarga, dan kelompok yang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk di daerah kumuh, daerah terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok bayi, balita dan ibu hamil khusus yang sehat maupun yang sakit yang mempunyai masalah kesehatan/ keperawatan. Menurut Anderson (1988) sasaran keperawatan komunitas terdiri dari tiga tingkat yaitu : 1. Tingkat Individu. Perawat memberikan asuhan keperawatan kepada individu yang mempunyai masalah kesehatan tertentu (misalnya TBC, ibu hamil d1l) yang dijumpai di poliklinik, Puskesmas dengan sasaran dan pusat perhatian pada masalah kesehatan dan pemecahan masalah kesehatan individu. 2. Tingkat Keluarga. Sasaran kegiatan adalah keluarga dimana anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan dirawat sebagai bagian dari keluarga dengan mengukur sejauh mana terpenuhinya tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan, memberikan perawatan kepada anggota keluarga, menciptakan lingkungan yang sehat dan memanfaatkan sumber daya dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan keluarga.

Prioritas pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat difokuskan pada keluarga rawan yaitu : a. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan, yaitu keluarga dengan: ibu hamil yang belum ANC, ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun dan neonatusnya, balita tertentu, penyakit kronis menular yang tidak bisa diintervensi oleh program, penyakit endemis, penyakit kronis tidak menular atau keluarga dengan kecacatan tertentu (mental atau fisik). b. Keluarga dengan resiko tinggi, yaitu keluarga dengan ibu hamil yang memiliki masalah gizi, seperti anemia gizi be-rat (HB kurang dari 8 gr%) ataupun Kurang Energi Kronis (KEK), keluarga dengan ibu hamil resiko tinggi seperti perdarahan, infeksi, hipertensi, keluarga dengan balita dengan BGM, keluarga dengan neonates BBLR, keluarga dengan usia lanjut jompo atau keluarga dengan kasus percobaan bunuh diri. c. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan 3. Tingkat Komunitas Dilihat sebagai suatu kesatuan dalam komunitas sebagai klien. a. Pembinaan kelompok khusus b. Pembinaan desa atau masyarakat bermasalah D. RUANG LINGKUP Keperawatan komunitas mencakup berbagai bentuk upaya pelayanan kesehatan baik upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, maupun resosialitatif. Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, peningkatan gizi, pemeliharaan kesehatan perorangan, pemeliharaan kesehatan lingkungan, olahraga teratur, rekreasi dan pendidikan seks. Dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas kegiatan yang ditekankan adalah

upaya promotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif, rehabilitative, dan resosialitatif. E. KEGIATAN PRAKTIK Kegiatan praktek keperawatan komunitas mencakup hal-hal yang sangat luas, tentunya sesuai dengan tingkat pelayanan kesehatan dimana praktek dilaksanakn, tetapi secara umum kegiatan dalam praktek keperawatan komunitas adalah sebagi berikut : Memberikan asuhan kepearwatan langsung kepada individu, keluarga, kelompok-kelompok khusus. Penyuluhan-penyuluhan kesehatan masyarakat dalam rangka merubah perilaku individu, keluaraga, kelompok, dan masyarakat. Konsultasi dan pemecahan maslaah kesehatan. Bimbingan dan pembinaan sesuai dengan maslah yang dihadapi. Melaksanakan rujukan terhdapa kasus-kasusu yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Penemuan kasus pada tingkat individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Melaksanakna asuhan kesehtaan komuniti, melalui pengenalan maslaah kesehatan masyarakat, perencanaan kesehatan, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan menggunakan proses keperawatan sebagai suatu pendekatan ilmiah keperawatan. Mengadakan koordinasi di berbagai kegiatan asuhan perawatan komunitas. Memberikan ketauladanan yang dapat dijadikan panutan berkaitan dengan keperawatana dan kesehatan. Ikut serta dalam penelitrian untuk mengembangkan perawatan kesehatan komunitas sesuai dengan tingakat pelayanan dan pendidikan yang dimiliki.

F. PRINSIP DASAR Pada saat memberikan pelayanan kesehatan, perawat komunitas harus rnempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu kemanfaatan dimana semua tindakan dalam asuhan keperawatan harus memberikan manfaat yang besar bagi komunitas, pelayanan keperawatan kesehatan komunitas dilakukan bekerjasama dengan klien dalam waktu yang panjang dan bersifat berkelanjutan serta melakukan kerjasama lintas program dan lintas sektoral, asuhan keperawatan diberikan secara langsung mengkaji dan intervensi, klien dan, lingkungannya termasuk lingkungan sosial, ekonomi serta fisik mempunyai tujuan utama peningkatan kesehatan, pelayanan keperawatan komunitas juga harus memperhatikan prinsip keadilan dimana tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas dari komunitas itu. sendiri, prinsip yang lanilla yaitu otonomi dimana klien atau komunitas diberi kebebasan dalam memilih atau melaksanakan beberapa alternatif terbaik dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada. Prinsip dasar lainnya dalam keperawatan kesehatan komunitas, yaitu : 1. Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat 2. Sasaran terdiri dari, individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. masyarakat 4. Pelayanan keperawatan yang diberikan lebih menekankan pada upaya promotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif. 5. Dasar utama dalam pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dalam proses keperawatan. 6. Kegiatan utama perawatan kesehatan komunitas adalah dimasyarakat dan bukan di rumah sakit. 7. Klien adalah masyarakat secara keseluruhan bark yang sakit maupun yang sehat. 3. Perawat kesehatan bekerja dengan masyarakat bukan bekerja untuk

8. Perawatan kesehatan masyarakat ditekankan kepada pembinaan perilaku hidup sehat masyarakat. 9. Tujuan perawatan kesehatan komunitas adalah meningkatkan fungsi kehidupan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin. 10. Perawat kesehatan komunitas tidak bekerja secara sendiri tetapi bekerja secara tim. 11. Sebagian besar waktu dari seorang perawat kesehatan komunitas digunakan untuk kegiatan meningkatkan kesehatan, pencegahan penyakit, melayani masyarakat yang sehat atau yang sakit, penduduk sakit yang tidak berobat ke puskesmas, pasien yang baru kembali dari rumah sakit. 12. Kunjungan rumah sangat penting. 13. Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama. 14. Pelayanan perawatan kesehatan komunitas harus mengacu pada sistem pelayanan kesehatan yang ada. 15. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan di institusi pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, institusi seperti sekolah, panti, dan lainnya dimana keluarga sebagai unit pelayanan. G. MODEL PENDEKATAN Pendekatan yang digunakna adalah pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach), yang dituangkan dalam proses keperawatan dengan memanfaatkan pendekatan epidemiologi yang dikaitkan dengan upaya kesehatan dasar dengan cara promosi kesehatan Pendekatan pemecahan masalah tersebut adalah bahwa setiap masalah kesehatan yang dihadapai oleh individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat akan diatsai oleh perawata melaui keterampilan melkasanakn profesinya sebagai perawat kesehatan masyarakat.

Bila pendekatan dilakukan terhdapa keluarga binaan disebut family approach, berdasarkan atas seleksi kasusu yang dating ke puskesmas yang dinilai memerlukan tindak lanjut disebut care approach, dan terhadapa masyarakat daerah binaan melalui survey mawas diri dengan melibatkan partisipasi masyarakat deisebut dengan community approach. H. TEKNIK PRIORITAS MASALAH Dalam menentukan prioritas masalah perawatan dan kesehatan masyarakat perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria, diantaranya adalah : 1. Perhatian masyarakat 2. Prevalensi 3. Berat ringannya masalah 4. Kemungkinan masalah untuk diatasi 5. Tersedianya sumber daya masyarakat 6. Aspek politik A. Penetapan Prioritas Masalah Masalah yanag telah diidentifikasi perlu ditentukan menurut urutan atau prioritas masalah. Urutan prioritas masalah, pada umumnya dibagi atas, teknik skoring dan teknik non skoring. 1. Teknik Non Skoring Teknik non skoring dapat digunakan apabila tidak tersedia data kuantitatif yang lengkap dan ccukup, atau dengan kata lain data yang tersedia adalah data kualitatif atau semi kualitatif. Teknik non scoring yang sering digunakan adalah metode delphi dan delbeq.

a. Metode Delphi Penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang memiliki keahlian yang sama. Prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus. b. Metode Delbeq Penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan kelompok orang yang tidak sama keahliannya. Sehingga diperlukan penjelasan terlebih dahulu. 2. Teknik Skoring Teknik skoring dapat digunakan apabila tersedia data kuantitatif atau data yang dapat terukur dan dapat dinyatakan dalam angka, yanag cukup lengkap. Dalam penentuan prioritas masalah , yakni : Metode Hanlon : Proses penentuan kriteria yang diawali dengan pembentukan kelompok yang akan mendiskusikan , merumuskan dan menetapkan kriteria. Sumber informasi yang dipergunakan dapat berasal dari : 1. Pengetahuan dan pengalaman individual 2. Saran dan pendapat nara sumber 3. Peraturan pemerintah yang relevan 4. Hasil rumusan analisa keadaan dan masalah kesehatan Dalam metode Hanlon dibagi 4 kelompok kriteria : 1. Kelompok kriteria A = besarnya masalah 2. Kelompok kriteria B = tingkat kegawatan masalah 3. Kelompok kriteria C = kemudahan penaggulangan masalah 4. Kelompok kriteria D = PEARL faktor, dimana : P = kesesuain E = Secara ekonomi murah R = Tersedianya sumber L = Legalitas terjamin

BAB III TINJAUAN KASUS A. TAHAP PERSIAPAN 1. Pembekalan PKK Komunitas 2. Keberangkatan Kegiatan praktik keperawatan komunitas diawali dengan kegiatan penerimaan mahasiswa yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 2011 di Kantor Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Dalam acara serah terima tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan dari Bapak Lurah, pihak pendidikan, dan ketua RT setempat. Acara tersebut dilanjutkan dengan orientasi ke wilayah RT. 10 Kecamatan Bukit Kecil pada RW. 05. Selanjutnya mahasiswa merencanakan acara temu kenal dengan masyarakat. B. TAHAP PELAKSANAAN 1. PENGKAJIAN a. Data Demografi Padukuhan Mayangan terdiri dari 3 RW, 8 RT, 388 KK san 1.317 jiwa a. Batas Wilyah RT 06 1) Utara 2) Barat 3) Timur 4) Selatan b. Keadaan Geografis : Dusun ngawen : Padukuhan bedog : Dusun trini : padukuhan jambon

Padukuhan mayangan mempunyai luas wilayah 381.465 Ha, terdiri dari luas pekarangan 92.000 Ha, luas sawah 276.177 Ha, luas pemukiman 13.288 Ha, dan luas makan 2.800 Ha. Jenis tanah adalah tanah basah dan subur, sumber air bersih dari sumur dan perusahaan daerah air minum (PDAM) c. Orbital (Jarak Dari Pusat Pemerintahan) Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan Jarak dari pusat pemerintahan kota :+ :+

1. Distribusi Penduduk Berdasarkan Usia Tabel 1 Distribusi Frekuensi Umur Penduduk di RT 06 dusun mayangan Tahun 2013 Umur 0-5 tahun 6-12 tahun 13-18 tahun 19-35 tahun 36-54 tahun > 55 tahun Jumlah Dari table diatas diketahui bahwa sebagian besar penduduk di RT 06 N %

2.

Distribusi Jenis Kekamin Tabel 2 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 JK Perempuan Laki-laki Jumlah N 65 orang 75 orang 140 orang % 46,4% 53,6% 100 %

Dari data diatas diketahui bahwa jumlah penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 65 orang (46,4%) dan yang laki-laki sebanyak 75 orang (53,6%). 2. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pendidikan Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 Pendidikan Belum/Tidak Sekolah TK SD SMP SMA Perguruan Tinggi Frekuensi 12 0 39 42 35 12 % 8,6% 0% 27,8% 30% 25% 8,6%

Total

140

100 %

Berdasarkan tabel di atas, distribusi penduduk yang paling banyak adalah berpendidikan SMP, yaitu sebanyak 42 orang (30%). Sedangkan penduduk yang masih TK menempati jumlah yang terkecil, yaitu 0 orang (0 %). 4. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Jenis Pekerjaan 1 Tidak/belum Bekerja 2 Ibu Rumah Tangga (IRT) 3 PNS 4 Wiraswasta 5 Sopir/buruh 6 Karyawan Total Frekuensi 50 30 7 35 8 10 140 % 35,8% 21,4% 5% 25% 5,7% 7,1% 100%

Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar penduduk belum bekerja yaitu sebesar 50 orang (35,8%). Sebagian lagi bekerja di sektor wiraswasta sebesar 35 orang (25%).

5. Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama

Tabel 5 Distribusi Frekuensi Agama 33 Keluarga Kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang No Agama yang Dianut 1 Islam 2 Kristen 3 Hindu 4 Budha 5 Konghucu Total Frekuensi 32 Keluarga 0 Keluarga 0 Keluarga 1 Keluarga 0 Keluarga 33 Keluarga % 97 % 0% 0% 3% 0% 100 %

Berdasarkan tabel di atas, mayoritas agama yang dianut oleh keluaraga di RT. 10 adalah Islam dengan persentase 97%.

6. Bila Dalam Keluarga Terdapat PUS (Pasangan Usia Subur)

1) Usia PUS Tabel 6 Distribusi Frekuensi Usia PUS Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 Total Usia PUS < 20 Tahun 20-25 Tahun 25-30 tahun 30-35 tahun 35-40 tahun 40-45 tahun 45 tahun Jumlah 0 orang 0 orang 2 orang 9 orang 10 orang 8 orang 1 orang 30 orang % 0% 0% 6,7% 30% 33,3% 26,7% 3,3% 100 %

Berdasarkan tabel di atas, Penduduk di RT 10 kelurahan Talang Semut Palembang yang memiliki usia PUS dengan usia 35-40 tahun yaitu 10 orang, dan usia 30-35 tahun yaitu 9 orang. 2) Alat Kontrasepsi Tabel 7 Distribusi Frekuensi Penggunaan Alat Kontrasepsi PUS Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Alat Kontrasepsi Jumlah 1 Menggunakan 17 2 Tidak Menggunakan 13 Total 30 Berdasarkan tabel di atas, sebagian PUS Penduduk yaitu sebanyak 17 orang (56,7%). % 56,7% 43,3% 100 % di RT 10

Kelurahan Talang Semut Palembang menggunakan alat kontrasepsi,

3) Jenis Kontrasepsi

Tabel 8 Distribusi Frekuensi Jenis Kontrasepsi PUS Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 Total Jenis Kontrasepsi IUD Pil Suntik Implant Lain-lain Jumlah 0 orang 4 orang 13 orang 0 orang 0 orang 17 orang % 0% 23,5% 76,5% 0% 0% 100 %

Berdasarkan tabel diatas, sebagian besar PUS yang menggunakan alat kontrasepsi, menggunakan alat konterasepsi berjenis suntik berjumlah 13 orang (76,5%)

4) Informasi KB Tabel 9 Distribusi Frekuensi Sumber Informasi KB PUS Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 Sumber informasi KB Petugas kesehatan Orang lain Media elektronik Media massa Frekuensi 20 orang 6 orang 4 orang 0 orang % 66,7% 20% 13,3% 0%

Total

30 orang

100 %

Berdasarkan tabel diatas, PUS di Rt 10 kelurahan Talang Semut Palembang mendapatkan informasi KB sebagian besar dari petugas Kesehatan dengan persentase 66,7%. 5) Kondisi kesehatan PUS Seluruh KK yang memiliki PUS di RT. 10 kelurahan Talang Semut Palembang kondisi kesehatan PUS sehat dengan persentase 100%. 7. Bila dalam keluarga terdapat ibu nifas Tidak ada ibu nifas di 33 keluarga kelolaan di RT. 10 kelurahan Talang semut Palembang 8. Bila dalam keluarga terdapat ibu menyusui Dari 33 keluarga kelolaan di RT.10 kelurahan Talang Semut Palembang tidak terdapat ibu menyusui. 9. Bila Dalam Keluarga Terdapat Balita 1.) Penimbangan Balita Jumlah balita di 33 keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang yang melakukan penimbangan berpresentase sebesar 9 orang (75%) dan yang tidak 3 orang (25%).

2.)

Kondisi Balita

Seluruh balita di 33 keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang sehat dengan persentase 100 %.

10.

Bila dalam keluarga terdapat anak prasekolah dan usia sekolah (6-21 Tahun) 1) Kondisi gigi Tabel 10 Distribusi Frekuensi Kondisi Gigi Anak Prasekolah dan Usia Sekolah di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Kondisi Gigi 1 Berlubang dan hitam 2 Sariawan 3 Gusi bengkak dan berdarah 4 Bersih dan sehat Total Jumlah 12 orang 3 orang 1 orang 5 orang 21 orang % 57,1% 14,3% 4,8% 33,8% 100%

Berdasarkan tabel diatas, sebagian besar kondisi gigi anak prasekolah dan usia sekolah memiliki kondisi gigi yang berlubang dan berwarna hitam, yaitu sebesar 12 orang (57,1%). 2) Mencuci tangan Seluruh KK di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang mengaku anak-anaknya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan persentase 100%. 3) Menggunakan alas kaki

Seluruh KK di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang mengaku membiasakan anak-anaknya menggunakan alas kaki saat bermain dengan persentase 100%.

4) Kondisi anak Seluruh KK di RT 10 Kelurahan Talang Semut yang memiliki anak prasekolah dan usia sekolah dengan persentase sehat sebanyak 100%. 11. Bila dalam keluarga terdapat anak remaja (13-18 Tahun) 1) Kegiatan diluar sekolah Tabel 11 Distribusi Frekuensi Kegiatan Diluar Sekolah Remaja di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang NO Kegiatan diluar sekolah 1 Les 2 Bantu kerja Total Jumlah 20 orang 7 orang 27 orang % 74,1% 25,9% 100 %

Berdasarkan tabel di atas, remaja di RT 10 Kelurahan Talang Semut mengikuti les diluar jam sekolah, yaitu sebesar 20 orang (74,1%) 2) Remaja jika ada masalah Seluruh keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang semut Palembang Remaja jika ada masalah dengan curhat dengan persentase 100%. 3) Kondisi remaja

Seluruh keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang semut Palembang kondisi remaja Sehat dengan persentase 100%.

12.

Bila dalam keluarga terdapat usia dewasa (19-54 Tahun) 1) Kegiatan usia dewasa Tabel 12 Distribusi Frekuensi Kegiatan Usia Dewasa Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Kegiatan Usia Dewasa 1 Bekerja 2 Dirumah Saja Total Jumlah 30 orang 36 orang 66 orang % 45,5% 55,5% 100 %

Berdasarkan tabel diatas, kegiatan penduduk yang berusia dewasa di RT 10 Kelurahan Talang Semut adalah dirumah saja sebesar 36 orang (55,5%) dan yang bekerja 30 orang (45,5%)

2) Kondisi usia dewasa Seluruh KK yang terdapat di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang yang memiliki usia dewasa dalam keadaan sehat dengan persentase 100%. 13. Bila dalam keluarga terdapat lansia 1) Jumlah lansia Tabel 13 Distribusi Frekuensi Jumlah Lansia 33 Keluarga Kelolaan di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011

No Jumlah Lansia 1 1 2 2 Total

Jumlah 4 keluarga 5 keluarga 9 keluarga

% 44,4% 55,6% 100%

Berdasarkan tabel di atas sebagian besar

jumlah keluarga yang

memiliki jumlah lansia sebanyak 2 orang adalah sebanyak 5 keluarga (55,6%), sisanya adalah keluarga dengan jumlah lansia sebanyak 1 orang yaitu sebanyak 4 keluarga (44,4%).

2) Penyakit keturunan yang Diderita Lansia Tabel 14 Distribusi Frekuensi Penyakit Keturunan Pada Lansia di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 Total Penyakit Keturunan yang Diderita Jantung Rematik Hipertensi Asma Jumlah 2 orang 3 orang 5 orang 2 orang 12 orang % 16,7% 25% 41,7% 16,6% 100%

Berdasarkan tabel diatas, penyakit keturunan yang paling banyak diderita lansia di RT 10 Kelurahan Talang Semut adalah penyakit hipertensi yaitub sebesar 5 orang (41,7%) 3) Pemeriksaan gula darah Seluruh keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang tidak pernah melakukan pemeriksaan gula darah dengan persentase 100%. 4) Hasil pemeriksaan gula darah -Tidak di ketahui

5) Kondisi lansia Tabel 15 Distribusi Frekuensi Kondisi Lansia 33 Keluarga Kelolaan di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Kondisi Lansia 1 Sehat 2 Sakit Total Jumlah 11 orang 3 orang 14 orang % 78,6% 21,4% 100%

Dari table diatas dapat di gambarakan bahwa sebagian besar keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang kondisi lansia sehat dengan persentase 82%. 6) Hal yang dilakukan mengatasi penyakit

Sebagian besar keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang hal yang di lakukan mengatasi penyakit lansia dengan pergi ke pelayanan kesehatan dengan persentase 100%. 7) Kegiatan lansia Tabel 16 Distribusi Frekuensi Kegiatan Lansia 33 Keluarga Kelolaan di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Kondisi Lansia 1 Bekerja 2 Tidak Bekerja Total Jumlah 10 4 14 % 71,4% 28,6% 100%

Dari tabel diatas dapat di gambarakan bahwa sebagian besar keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang kegiatan lansia yang bekerja dengan persentase 65%. 8) Posyandu lansia Sebagian besar keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang mengaku perlu di adakan posyandu lansia dengan persentase 100%. 14. Jenis atap rumah Tabel 17 Distribusi Frekuensi Jenis Atap Rumah Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 Genteng Jenis Atap Jumlah 23 keluarga % 85,7%

2 3 4

Seng Asbes Lain-lain Total

10 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 33 keluarga

14,3% 0% 0% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebagian besar penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang memiliki rumah beratapkan genteng dengan presentase 85,7 %.

15.

Plafond Rumah Tabel 18 Distribusi Frekuensi Flafond Rumah Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 Plafond Rumah Ada Tidak Ada Total Jumlah 25 keluarga 8 keluarga 33 keluarga % 75,8% 24,2% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebagian besar penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang tidak memiliki plafond rumah, yaitu sebanyak 25 keluarga dengan presentase 75,8 %. 16. Jenis Dinding Rumah Tabel 19

Distribusi Frekuensi Jenis Dinding Rumah Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 Jenis Dinding Tembok/pasangan Batu Bata Plester Semi Permanen/setengah Tembok Kayu/papan Bilik/rumbia Lain-lain Total Jumlah 12 keluarga 2 keluarga 19 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 33 keluarga % 36,3% 6,1% 57,6% 0% 0% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebagian besar penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang memiliki rumah berdindingkan kayu/papan dengan presentase 57,6 %. 17. Jenis Lantai Rumah Tabel 20 Distribusi Frekuensi Jenis Lantai Rumah Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 Jenis Lantai Ubin/keramik Kayu/papan Tanah Lain-lain Total Jumlah 13 keluarga 20 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 33 keluarga % 30,3% 69,7% 0% 0% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang sebanyak 20 keluarga (69,7 %)

memiliki lantai rumah kayu/papan, sedangkan sisanya 13 keluarga (30,3%) berlantai ubin/keramik.

18.

Kondisi Ventilasi Rumah Tabel 21 Distribusi Frekuensi Kondisi Ventilasi Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 Kondisi Ventilasi Baik Tidak Baik Total Jumlah 31 keluraga 2 keluarga 33 keluarga % 93,9% 6,1% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebagian besar penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang memiliki kondisi ventilasi yang baik, yaitu sebanyak 31 keluarga dengan presentase 93,9 %. 19. Pemanfaatan Ventilasi Tabel 22 Distribusi Frekuensi Pemanfaatan Ventilasi Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 Pemanfaatan Ventilasi Setiap Hari Setiap Minggu Jumlah 33 keluarga 0 keluarga % 100% 0%

3

> 1 Minggu Total

0 keluarga 33 keluarga

0% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa seluruh penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang membuka ventilasi rumah mereka setiap hari. 20. Binatang Peliharaan/ternak Tabel 23 Distribusi Frekuensi Binatang Peliharaan/ternak Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 Binatang Peliharaan/ternak Ada Tidak Ada Total Jumlah 9 keluarga 24 keluarga 33 keluarga % 27,3% 72,7% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang ada 9 keluarga (27,3%) yang memiliki binatang peliharaan/ternak. 21. Letak Kandang Binatang Peliharaan/ternak Tabel 24 Distribusi Frekuensi Letak Kandang Binatang Peliharaan/ternak Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 Letak Kandang Di Dalam Rumah Di Luar Rumah Jumlah 2 keluarga 7 keluarga % 22,2% 77,8%

Total

9 keluarga

100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa dari 9 keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang yang memiliki binatang peliharaan/ternak, 7 diantaranya memiliki kandang diluar rumah sedangkan 2 lainnya di dalam rumah. 22. Sumber Air Minum Tabel 25 Distribusi Frekuensi Sumber Air Minum Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 Sumber Air Minum PAM Sumur Bor/gali Sungai Air Hujan Lain-Lain Total Jumlah 32 keluarga 1 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 33 keluarga % 97% 3% 0% 0% 0% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebesar 97% warga memperoleh air minum dari PAM.

23.

Kondisi Sarana Air Minum

Tabel 26 Distribusi Frekuensi Kondisi Sarana Air Minum Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 Kondisi Air Minum Baik Tidak Baik (Keruh, Berwarna dan Bau) Total Jumlah 32 keluarga 1 keluarga 33 keluarga % 97% 3% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa 32 (97%) keluarga dari 33 keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang memiliki kondisi sarana air minum yang baik. 23. Jenis Tempat Penampungan Air Minum Tabel 27 Distribusi Frekuensi Jenis Tempat Penampungan Air Minum Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Jenis Tempat Penampungan Air Minum 1 2 Bak Tertutup Bak Tidak Tertutup Total 32 keluarga 1 keluarga 33 keluarga 97% 3% 100 % Jumlah %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebanyak 32 keluarga kelolaan menampung air minumnya di tempat yang tertutup. 24. Jentik Nyamuk Pada Tempat Penampungan Air Minum

Tabel 28 Distribusi Frekuensi Jentik Nyamuk pada Tempat Penampungan Air Minum Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 Jentik Nyamuk Ada Tidak Ada Total Jumlah 3 keluarga 30 keluarga 33 keluarga % 9% 91 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebagian penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang memiliki air minum yang bebas jentik nyamuk, yaitu sebanyak 30 keluarga dengan presentase 91 %. 25. Ketersediaan Jamban Keluarga kelolahan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang yang memiliki jamban sebanyak 33 keluarga dengan persentase 100%. 26. Jenis Jamban Keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang memiliki jenis jamban yang jongkok dengan persentase 100%.

27.

Jarak sumber air dari septic tank Tabel 29 Distribusi Frekuensi Jarak Sumber Air dari Septik Tank Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011

No 1 2

Jarak sumber air dari septik tank < 10 M 10 M Total

Jumlah 30 rumah 3 rumah 33

% 31 % 9% 100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebagian besar penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang memiliki jarak sumber air dengan septik tank yang 10 % Luas Lantai Dapur < 10% Luas Lantai Dapur Tidak Ada Total Jumlah 12 keluarga 21 keluarga 0 keluarga 33 % 36,4 % 63,6 % 0% 100 %

Sebagian besar keluarga memiliki lubang asap dapur yang kurang baik ( Seminggu sekali Jumlah 9 keluarga 4 keluarga 19 keluarga 1 keluarga % 27,3% 12,1% 57,6% 3%

Total

33 keluarga

100 %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa dari 33 keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang sebanyak 19 keluarga (57,6 %) membersihkan wadah air yang sudah dimasaknya 1 minggu sekali dan sebanyak 27,3% yang membersihkannya setiap hari.

32.

Penyimpanan Makanan yang Sudah Dimasak Tabel 34 Distribusi Frekuensi Penyimpanan Makanan yang Sudah Dimasak Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Penyimpanan Makanan yang Sudah Dimasak 1 2 3 Didalam Lemari Diatas Meja dan Ditutup Lain-lain Total 28 keluarga 5 keluarga 0 keluarga 33 keluarga 84,8% 15,2% 0% 100 % Jumlah %

Dari table di atas dapat digambarkan bahwa sebanyak 28 keluarga kelolaan menyimpan makanan yang sudah dimasak didalam lemari dan sisanya diletakkan dimeja dan ditutup.

33.

Kesehatan lingkungan dan perilaku kesehatan keluarga 1) Mengolah sayur. Tabel 35 Distribusi Frekuensi Cara Mengolah Sayur Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Cara Mengolah Sayur 1 Dipotong baru dicuci 2 Dicuci baru dipotong Total Jumlah 11 keluarga 22 keluarga 33 keluarga % 33,3% 66,7% 100%

Dari table diatas dapat di gambarakan bahwa sebagian besar keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang yang mengolah sayur dicuci baru dipotong dengan persentase 66,7%.

2) Menyajikan makanan Tabel 36 Distribusi Frekuensi Cara Menyajikan Makanan Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Cara Menyajikan Makanan 1 Tertutup 2 Terbuka Total Jumlah 31 keluarga 2 keluarga 33 keluarga % 93,9% 6,1 % 100%

Dari table diatas sebagian besar keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang menyajikan makanan yang telah dimasak dalam kondisi tertutup 93,9%. 3) Menggantung pakaian Tabel 37 Distribusi Frekuensi Menggantung pakaian Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 NO Menggantung pakaian 1 Ya 2 Tidak Total Jumlah 9 keluarga 24 keluarga 33 keluarga % 27,3% 72,7% 100% sebanyak 31 keluarga dengan persentase

Sebagian besar keluarga kelolaan RT 14 Kelurahan Talang Semut Palembang kebiasaan tidak menggantung pakaian dengan persentase 72,7%.

4) Membuang sampah Tabel 38 Distribusi Frekuensi Menggantung pakaina Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 NO Membuang Sampah 1 Ditumpuk 2 Dikubur 3 Diambil petugas Total Jumlah 24 keluarga 0 keluarga 3 keluarga 33 keluarga % 72,7% 0% 27,3% 100%

Sebagian besar keluarga kelolaan RT 14 Kelurahan Talang Semut Palembang kebiasan membuang sampah ditumpuk dengan persentase 72,7%. 5) Membuang limbah WC Tabel 39 Distribusi Frekuensi Cara Membuang Limbah Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 Total Cara Membuang Limbah Septic Tank Kali/sungai Got Jumlah 31 keluarga 2 keluarga 0 keluarga 33 keluarga % 93,9% 6,1% 0% 100 %

Sebagian besar keluarga kelolaan RT 1O Kelurahan Talang Semut Palembang kebiasaan membuang limbah melalui septi tenk sebanyak 93,9 %.

6) Sumber air bersih Tabel 40 Distribusi Frekuensi Sumber Air Bersih Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No 1 2 3 4 Total Sumber air bersih PAM/Ledeng Sungai Sumur Pompa Air Listrik Jumlah 33 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 0 keluarga 33 keluarga % 100 % 0% 0% 0% 100 %

Seluruh keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang menggunakan sumber air bersih dengan PAM sebesar 100 % 7) Jarak sumber air dari septic tank Tabel 41 Distribusi Frekuensi Jarak Sumber Air dari Septik Tank Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Jarak sumber air dari septik tank 1 < 10 M 2 > 10 M Total Jumlah 30 keluarga 3 keluarga 33 keluarga % 90,9 % 9,1% 100 %

Sebagian besar keluarga kelolaan RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang kebiasaan jarak sumber air dari septi tank 2x Total Jumlah 25 keluarga 8 keluarga 33 keluarga % 75,8% 24,2% 100 %

Sebagian besar penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang kebiasaan keluarga mandi 2x sebanyak 25 keluarga dengan presentase 75,8% 10) Keluarga menggunakan handuk Sebagian besar penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang kebiasaan menggunakan handuk sendiri-sendiri dengan presentase sebesar 100% 11) Keluarga membersihkan bak mandi Tabel 44 Distribusi Frekuensi Membersihkan Bak Mandi Penduduk di RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang Tahun 2011 No Keluarga Membersihkan Bak Jumlah 16 keluarga 16 keluarga 1 keluarga 33 keluarga % 48,5% 48,5% 3% 100 %

Mandi 1 < seminggu 2 1 x seminggu 3 > seminggu Total

Sebagian besar penduduk RT 10 Kelurahan Talang Semut Palembang memiliki kebiasaan keluarga membersihkan bak mandi seminggu 3% - Adanya jentik nyamuk didalam penampungan air minum sebesar 8,5% - 3 bulan sebelum pengkajian ada 4 anak yang menderita DBD

2

Resiko tingginya angka kesakitan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Resiko tingginya angka kesakitan ISPA ditandai dengan :- Lubang asap dapur yang kurang baik (