Askep Keluarga Dengan Dm

  • View
    226

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Askep Keluarga Dengan Dm

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    1/25

    1

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn.M DENGAN GANGGUANMETABOLIK ENDOKRIN DIABETES MELLITUS (DM)

    OLEH KELOMPOK III :

    WINDRYANTI KARIM

    JUMRIANI THAMRIN

    SUGIANTO

    SARIANA

    ANDI HASRIANTI

    HASPIANI SAID

    PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

    STIKES MEGA REZKY MAKASSAR

    2010 2011

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    2/25

    2

    BAB I

    TINJAUAN TEORI

    A. DEFENISI

    - DM adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai bbagai kelainan metabolik akigangguan Hormonal yang menimbulkan bbagai komplikasi kronik pd mata,ginjal,saraf

    pembuluh darah,disertai lesi pd membran basalis dlm pemeriksaan dgn mikroskop elektron(Arif Mansjoer)

    - DM adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis tmasuk heterogen manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat (sylvia A.price )

    - DM adalah suatu penyakit metabolik yang menyebabkan gangguan pada pada metabolismekarbohidrat ,lemak,dan protein sbg akibat kekurangan insulin yg tidak efektif.(ilmu kesehatananak)

    - DM merupakan kelainan heterogen yang ditandai o/ kenaikan kadar glukosa dlm darah/hiperglikemia (brunner & suddarth )

    - DM adalah masalah yg mengancam hidup (kasus darurat )yang disebabkan o/ defesiensiinsulin relatif atau absolut (doenges)

    B. TIPE DIABETES MELITUS

    DM dibagi :

    Primer :

    - tipe I : DM tergantung insulin (IDDM)

    * autoimun

    * Idiopatik

    - Tipe II : DM tidak tergantung insulin(NIDDM)

    Sekunder :

    - DM Gestasional (GDM)

    - DM yang berhubungan dengan keadaan /sindrom lain(sylvia A. price)

    C. ETIOLOGI

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    3/25

    3

    a) Diabetes tipe I

    ditandai dgn penghancuran sel2 pangkreas, kombinasi faktor genetik, imunologi dan

    mungkin saja lingkungan (seperti infeksi virus ) b) Diabetes tipe II

    Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resestensi insulin

    Faktor faktor resiko :

    1. Usia (retensi insulin cenderung meningkat pd usia diatas 65 thn )

    2. Obesitas

    3. Riwayat keluarga (brunner suddarth)Ada bukti yang menunjukan bahwa etiologi DM bermacam-macam meskipun berbagai lesidengan jenis yang berbeda akhirnya akan mengarah pada insufiensi insulin tetapi determinangenetik biasanya memegang peranan penting pada mayoritas penderita DM (sylvia A.price )

    IDDM destruksi sel beta pulau langerhans akibat proses autoimun sedangkan NIDDMkegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin (kapita selekta ).

    D. PATOFISIOLOGI

    Sebagian besar patologi diabetes mellitus dapat dikaitkan dengan satu dari tiga efekutama kekurangan insulin sebagai berikut : (1) pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-seltubuh, dengan akibat peningkatan konsentrasi glukosa darahsetinggi 300 sampai 1200mg/hari/100/ml.(2) peningkatan mobilisasi lemak dari daerah-daerah penyimpanan lemak,menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding vaskuleryang menyebabkan aterosklerosis.(3) pengurangan protein dalam jaringa tubuh .Akan tetapiselain itu terjadi beberapa masalah patofiiologi pada diabetes mellitus yang tidak tampak yaitkehilangan ke dalam urine diabetes mellitus.Bila jumlah glukosa yang masuk tubulus ginjal danfiltrasi glomerulus meningkat kira-kira diatas 225 mg.menit glukoa dalam jumlah bermaknamulai dibuang ke dalam urine. Jika jumlah filtrasi glomelurus yang terbentuk tiap menit tetap,

    maka luapan glukosa terjadi bila kadar glukoa meningkat melebihi 180 mg %.

    Asidosis pada diabetes, pergeseran dari metabolime karbohidrat ke metabolime.bilatubuh menggantungkan hampir semua energinya pada lemak, kadar asam aseto dan asam

    bihidroksibutirat dalam cairan tubuh dapat meningkat lebih dari 1 meq/liter sampai etinggi 10meq/liter.

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    4/25

    4

    E. GEJALA KLINIS

    Gejala yang lasim terjadi pada penderita DM adalah sebagai berikut

    Pada tahap awal /tipe I ditemukan :

    - Peliura (banyak kencing)- Polidipsi (banyak minum )- Polifagi (banyak makan)- BB menurun,lemas,lekas lelah,tenaga kurang- Mata kabur

    Sedangkan pada tipe II mungkin sama sekali tidak memperlihatkan gejalah apapun dandiagnosis dibuat berdasarkan pemeriksaan darah di lab. Dan melakukan tes toleransiglukosa.(sylvia A.price)

    F. DIAGNOSISDM umumnya dipikirkan dengan adanya gejala khas DM berupa poliuri, polidipsi,

    poliphagia, dan berat badan menurun.Jika keluhan dan gejala khas ditemukan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang lrbih 216 mg/dl udah cukup untuk menegakkandiagnosa.

    G. PENATALAKSANAAN

    Ada 5 kelompok dalam penatalaksanaan DM:

    1. Diet

    2. Latihan fisik dan pengaturaan aktivitas fisik

    3. Agen - agen hipoglikemia oral

    4. Terapi insulin

    5. pengawasan glukosa

    6. Pengetahuan/pendidikan (sylvia A.price)

    H. FARMAKOTERAPI

    - Agen agen hipoglikemik oral

    1. Pensensitif insulin

    Metformin(biguainid)

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    5/25

    5

    Terapi tunggal dgn dosis 500- 1700 mg/hari atau 3 kali pemberian (sylvia A.price)

    indikasi : tidak dapat menggantikan fungsi insulin endogen dan digunakan pd terapidiabetes tipe II

    kontra indikasi : tidak boleh diberikan pd penderita dgn penyakit hasil hati berat,ginjal,dgnuremia dan penyakit jantung kongestif.(farmakologi dan terapi)

    Tiazolidinedion

    -rosiglitazon dosis 4-8 mg/hari

    -proglitazon dengan dosis 30- 45 mg/hari

    Indikasi : Dapat dikombinasikan dengan metformin, sulfonilurea/insulin

    Kontra indikasi : tidak dianjurkan u/ diberikan pd pasien dgn gagal jantung kongestif (sylvia

    A.price)

    Bila kadar glukosa tidak dapat ikontrol secara optimal dgn cara2 yg sudah dijelaskan pd pasien diabetes toipe II, yaitu :

    2. Sulfonilurea

    Tolbutamind:0,5-3dibagi dlm beberapa dosis masa kerja 6-12 jam Tolasamid : 100-250 mg dosis tunggal/ dlm berapa dosis 10-14 jam Asetoheksamid : 0.25 -1,25 g dosis tunggal /dlm beberapa dosis 12- 24 jam Klopropamid :100-500 mg dosis tunggal sampai 60 jam Glipizid : 2,5 40 mg > 12 jam

    Indiksi : Untuk pende rita ttentu sangat penting u/ suksesnya terapi

    Kontraindikasi : harus dipakai sangat hati2 pd penderita dgn gangguan fungsi hati ,dan ginjaldan insufiensiensi endokrin ( farmakologi dan terapi )

    I. KOMPLIKASI

    1) Akut :

    a. Hipoglikemia

    b. Ketoasidosis

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    6/25

    6

    c. Diabetik

    2) Kronik

    a. Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung, pembuluh

    darah tepi, pembuluh darah otak. b. Mikroangiopati, mengenai pembuluh darah kecil, retinopati diabetik, nefropati diabetik.

    c. Neuropati diabetik

    d. Rentan infeksi, seperti tuberkolosis paru,gingivitis, dan infeksi saluran kemih.

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    7/25

    7

    DAFTAR PUSTAKA

    Mansjoer Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Media Aesculapius. FKUI : Jakarta

    Undewood. 2000. Fatologi. EGC : Jakarta

    Doengoes moorhouse Gesser. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. EGC : Jakarta

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    8/25

    8

    Pengkajian Pada Tn M Dengan Gangguan Sistem Metabolik Endokrin

    Diabetes Mellitus (DM)

    I. DATA UMUM

    1. Nama kepala keluarga : Tn. M

    2. Alamat kepala keluarga : 45 Thn

    3. Pekerjaan kepala keluarga : jl.Baso Dg ngawing No. 35

    4. Pendidikan kepala keluarga : Pegawai swasta

    5. Komposisi keluarga :

    NO NAMA JK HUB.

    DgnKK

    USIA PN

    DK

    STATUS IMUNISASI

    KETBCG POLIO DPT HEPATITIS CAM

    PAK

    1 2 3 4 1 2 3 1 2 3

    1 Ny.J P Istri 44thn

    SMP -

    2 An.T P Anak 17

    thn

    SMA -

    3 An.R P Anak 15thn

    SMP -

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    9/25

    9

    6. Genogram

    G II

    G II

    G III

    Ket :

    : laki-laki

    : perempuan

    : meninggal

    : garis keterangan tinggal serumah

    : garis perkawinan

    : klien

    : garis keturunan

    ? : umur tidak diketahui.

    67

    45

    40 38?

    17 15

  • 8/10/2019 Askep Keluarga Dengan Dm

    10/25

    10

    KETERANGAN GENERASI :

    Generasi I : ibu Klien masih hidup sedangkan ayah klien sudah meninggal karena penyakitDM. Mertua meninggal karena faktor usia.

    Generasi II : klien dengan usia 45 thn menderita penyakit DM. istrinya saat ini dalam keadaansehat

    Generasi III : kedua anak klien tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.

    7. Tipe keluargaTipe keluarga Tn M adalah keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

    8. Suku bangsaMakassar - Indonesia

    9. AgamaTn M dan keluarganya beragama Islam.Mereka melaksanakan ibadah sesuai denganajaran agama.

    10. Status sosial ekonomi keluargaYang mencari nafkah adalah Tn M sebagai pegawai swasta dengan penghasilan2.500.000/bln, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tiap bulannya. Ny J sebagai IRT.

    11. Aktifitas rekreasi keluargaKeluarga Tn M jarang rekreasi ke tempat tertentu, kegiatan yang dilakukannyauntuk menghibur diri adalah berkumpul dan bercanda dengan keluarga jugamenonton TV di rumah.

    II. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

    12. Tahap Perkembangan Keluarga saat iniKeluarga berada pada tahap perkembangan dengan anak usia remaja.

    13. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi :Tahapan keluarga saat ini sudah ini sudah terpenuhi.

    Tahap perkembangan saat ini adalah tahap perkembangan dengan anak remaja.fungsikeluarga yaitu :

    Memberikan kebebasan yang seimbang dan bertanggun