Askep Infark Miokard Revisi

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Askep Infark Miokard Revisi

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    1/21

     

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. GKS DENGAN STEMI INFERIOR + RV INFARK

    E.C HIPERTENSI TERKONTROL CAD/IUD POST STENT DI RCA DAN

    HEMATEMESIS E.C ULKUS PEPTIKUM DI RUANG ICCU

    RSUP SANGLAH DENPASAR BALI

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    2/21

      PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER

    FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

    (INSTALASI RAWAT INTENSIF)

     Nama Mahasiswa : Aldila Kurnia Putri

     NIM : 112311101006

    Tempat Pengkajian : Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) Tanggal : 7 April 2016

    I. Identitas Klien

     Nama : Tn. GKS No. RM : 16012760

    Umur : 55 tahun Tanggal masuk IRI : 5 April 2016

    Jenis Kelamin : Laki-laki Tipe masuk IRI : Emergency

    Agama : Hindu Cara masuk IRI : Brankar

    Pendidikan : SD Asal :Emergency Cardio

    Pekerjaan : Buruh Tanggal Pengkajian : 7 April 2016

    Alamat : Gianyar, Bali Sumber Informasi : Rekam medis dan

    keluarga pasien

    Status

    Perkawinan

    : Kawin

    II. Riwayat Kesehatan

    1 Diagnosa medik

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    3/21

    5. Riwayat kesehatan terdahulu:

    a. Penyakit yang pernah dialami

    Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi kurang selama

    10 tahun terakhir

     b. Alergi (obat, makanan, dll)

    Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak memiliki alergi terhadap obat maupun

    makanan apapun

    c. Imunisasi

    Keluarga pasien mengatakan bahwa tidak mengetahui apakah pasien sudah mendapat imunisasi

    lengkap atau belum

    d. Kebiasaan

    Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien memiliki kebiasaan merokok dan sering makan

    daging

    e. Obat-obat yang digunakan

    Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien mengkonsumsi obat untuk mengontrol

    hipertensinya

    6. Riwayat penyakit keluarga

    Keluarga pasien mengatakan bahwa orang tua pasien tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi

    seperti pasien saat ini

    Genogram:

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    4/21

    III. Pengkajian Keperawatan

    1.  

    Tanda vital & nyeri Tekanan darah : 120/80 mmHg

     Nadi : 120 x/menit

    Frekuensi napas : 26 x/menit

    Suhu : 36o C

    2.  Pernafasan

    Inspeksi : frekuensi napas 26 x/menit, irama napas regular, tidak terdapat penggunaan otot bantu napas, terpasang O2 nasal 2 lpm

    Palpasi : vocal fremitus simetris

    Perkusi : bunyi lapang paru sonor

    Auskultasi : suara napas vesikuler, tidak ada ronkhi, tidak ada wheezing

    3.  Kardiovaskuler

    Inspeksi : kulit kering

    Palpasi : teraba hangat, nadi ekstremitas teraba lemah, tidak ada pitting edema, tidak

    ada distensi vena jugularis

    Perkusi : batas jantung ICS II, ICS IV, PCL dekstra, MCL sinistra

    CTR = 7 + 6 = 0,57 kardiomegali

    23

    Auskultasi : S1 dan S2 tunggal jelas

    4.   Neurologi dan sensori

    Pasien tampak sadar (alert), GCS 4-5-6, orientasi pada tempat, waktu dan orang, reflek

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    5/21

    7.  Genito urinari

    Organ genitalia tidak terkaji, pada saat pengkajian pasien tidak BAK, pasien dipuasakan,

    tidak terpasang kateter urin

    8.  Risiko keamanan

    Pasien tampak lemah

    9.  Aktivitas, istirahat & mobilisasi

    Aktivitas harian (Activity Daily Living) Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4

    Makan / minum V

    Toileting V

    Berpakaian V

    Mobilitas di tempat tidur V

    Berpindah V

    Ambulasi / ROM V

    Pasien mengatakan bahwa lebih banyak tidur ketika di rumah sakit yaitu sekitar 11 jam per

    hari namun kadang terbangun ketika perawat melakukan tensi dan ketika dijenguk keluarga.

    Pasien mengatakan ketika bangun tidur masih terasa lemas.

    10. Spiritual

    Pasien mengatakan bahwa ketika dirawat di rumah sakit tidak dapat lagi beribadah di tempat ibadah namun tetap selalu berdoa agar segera diberi kesembuhan

    13 Keadaan lokal

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    6/21

    VI. Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium

    1.  

    Pemeriksaan darah lengkap

    No Jenis pemeriksaan

    Hasil

    (hari/tanggal) Nilai normal (rujukan)

    7 April 2016 Nilai Satuan

    1.

    WBC

    •   Neutrofil %

    •  Limfosit %

    •  Monosit %

     

    Eosinofil % •  Basofil %

    •   Neutrofil #

    •  Limfosit #

    •  Monosit #

    •  Eosinophil #

    •  Basofil #

    4,1-11,0

    47-80 13-40 2,0-11

    0,0-5,0 0,0-2,0

    2,50-7,50 1,00-4,00 0,10-1,20

    0,00-0,50 0,0-0,1

    9,90

    67,34 19,06 9,72

    2,72 1,16

    6,67 1,89 0,96

    0,27 0,115

    103µL

    % % %

    % %

    103µL 103µL 103µL

    103µL 103µL

    2. Eritrosit 4,0-5,2 6,18 103µL

    3. Hemoglobin 13,5-17,5 15,86 gr/dL4. Hematokrit 41,0-53,0 52,05 %

    5. MCV 80-100 84,23 fL

    8. MCH 26,0-34,0 25,67 pg

    9. MCHC 31-36 30,48 gr/dL

    10. RDW 12,94 11,6-14,8 %

    11. PLT 177,70 150-440 103µL

    12. MPV 8,23 6,80-10,0 fL

    2.  Pemeriksaan X-Ray

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    7/21

    3.  Pemeriksaan Angiografi

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    8/21

    4.  Pemeriksaan EKG

    7 April 2016

    Denpasar, 7 April 2016 Pengambil Data

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    9/21

    ANALISA DATA

    NO DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH 1 DS:

      Pasien mengeluhkan

     bahwa merasa sesak

    napas dan lemas

    DO:

    •  

    RR = 26 x/menit

    •  Terpasang O2 nasal 2

    lpm

    Aterosklerosis

    ↓ 

    Penurunan suplai darah ke

     jantung

    ↓ 

    Mengganggu absorbsi

    nutrisi dan oksigen ↓ 

    Suplai dan kebutuhan O2 di

     paru tidak seimbang

    ↓ 

    Respon tubuh

    meningkatkan frekuensi

     pernapasan

    ↓ 

    Ketidakefektifan pola napas

    Ketidakefektifan

     pola napas

    2 DS:

    •  Pasien mengatakan

    tubuhnya terasa lemas

    •  Keluarga pasien

    mengatakan bahwa

    pasien hanya dapat

    Infark miokard

    ↓ 

    Kontraksi miokard

    menurun

    ↓ 

    Vasodilatasi pembuluh

    Intoleransi aktivitas

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    10/21

    NO DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH

    3 DS:

      

    Pasien mengatakan

     bahwa belum mampu

    untuk berjalan ke kamar

    mandi

    DO:

      Terdapat halitosis

      Tampak daki di leher

      Tampak rambut

     berantakan

      Kemampuan perawatan

    diri seperti toileting,

     berpakaian, dan mobilitas

    di tempat tidur dibantu  petugas atau keluarga

    Gangguan sirkulasi darah

    ↓ 

    Penurunan suplai oksigen

    ke dalam tubuh

    ↓ 

    Penurunan produksi energi

    ↓ 

    Kelemahan fisik

    ↓ 

    Menurunnya motivasi

     perawatan diri

    ↓ 

    Defisit perawatan diri

    Defisit perawatan

    diri

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    11/21

    DIAGNOSA KEPERAWATAN

    No. Dx.

    Diagnosa Tanggal perumusan

    Tanggal pencapaian

    1 Ketidakefektifan pola napas

     berhubungan dengan

    ketidakseimbangan suplai dan

    kebutuhan oksigen di paru 

    7 April 2016

    2 Intoleransi aktivitas

     berhubungan dengan penurunan kemampuan tubuh menyediakan

    energi

    7 April 2016

    3 Defisit perawatan diri

     berhubungan dengan

    menurunnya motivasi perawatan

    diri

    7 April 2016

  • 8/18/2019 Askep Infark Miokard Revisi

    12/21

    RENCANA KEPERAWATAN

    NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA

    HASIL INTERVENSI RASIONAL

    1. Ketidakefektifan

     pola napas

     berhubungan dengan

    ketidakseimbangan

    suplai dan kebutuhan

    oksigen di paru

    Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam

     pasien menunjukkan keefektifan  pola nafas dengan kriteria hasil: 1. suara nafas yang bersih, tidak

    ada sianosis dan dyspneu; 2. irama nafas, frekuensi

     pernafasan dalam rentang normal (16-20x/menit);

    3. tidak terdapat penggunaan otot bantu pernapasan;

    4. tidak menggunakan alat bantu oksigen;

    5. tidak terdapat pernapasan

    cuping hidung; 6. TTV dalam batas normal (TD:

    120/80, RR 16-20x/mnt, Nadi

    80-100x/mnt, Suhu 36,5- 37,5oC).

    1.  Monitor respirasi dan status O2 2.

     

    Pantau frekuensi, irama, kedalaman  pernafasan.

    3.  Berikan posisi yang nyaman yaitu semifowler

    4.  Ajarkan pasien untuk melakukan nafas dalam.

    5.  Kolaborasi dengan dokter untuk  pemberian terapi oksigen

    1.  Untuk mengetahui status respirasi sebagai dasar untuk melakukan tindakan keperawatan

    2.  Distres pernapasan dan perubahan  pada tanda vital dapat terjadi sebagai akibat stres fisiologi dan dapat menunjukkan terjadinya syok sehubu