Click here to load reader

Askep Individu DM

  • View
    135

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KMB IV

Text of Askep Individu DM

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. W DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DAN CHRONIC RENAL DISEASE STADIUM V DI BANGSAL MELATI 2 RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO

Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik KeperawatanMata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah IV

Disusun Oleh :Dita Amanda SaktiP07120111008

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTAJURUSAN KEPERAWATAN2013

LEMBAR PENGESAHAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. W DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DAN CHRONIC RENAL DISEASE STADIUM V DI BANGSAL MELATI 2 RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO

Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik KeperawatanMata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah IV

Disusun Oleh : Dita Amanda SaktiP07120111008

TINGKAT III REGULERTelah mendapat persetujuan pada tanggal November 2013

Oleh :

Mengetahui,Pembimbing Klinik,Pembimbing Akademik,

() ( )

BAB ITINJAUAN TEORI

A. PengertianDiabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia (Brunner dan Suddarth, 2002).Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolik klinis yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol, yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia karena defisiensi insulin atau ketidakadekuatan insulin.(Barbara Engram, 1999)

B. Klasifikasi1. Diabetes Melitus tipe 1 DM tipe 1 sering dikatakan sebagai diabetes Juvenile onset atau Insulin dependent atau Ketosis prone, karena tanpa insulin dapat terjadi kematian dalam beberapa hari yang disebabkan ketoasidosis. Istilah juvenile onset sendiri diberikan karena onset DM tipe 1 dapat terjadi mulai dari usia 4 tahun dan memuncak pada usia 11-13 tahun, selain itu dapat juga terjadi pada akhir usia 30 atau menjelang 40.2. Diabetes Melitus tipe 2Defek yang terjadi pada DM tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang diabetogenik (asupan kalori yang berlebihan, aktivitas fisik yang rendah, obesitas) ditambah kecenderungan secara genetik. Nilai BMI yang dapat memicu terjadinya DM tipe 2 adalah berbeda-beda untuk setiap ras.3. Diabetes Kehamilan/gestasionalDiabetes kehamilan didefinisikan sebagai intoleransi glukosa dengan onset pada waktu kehamilan. Diabetes jenis ini merupakan komplikasi pada sekitar 1-14% kehamilan. Disebabkan oleh hormon yang diekskresikan plasenta dan mengganggu kerja insulin Biasanya toleransi glukosa akan kembali normal pada trimester ketiga.

C. ETIOLOGIEtiologi secara umum tergantung dari tipe diabetes, yaitu :1. Diabetes Tipe I (Insulin Dependent Diabetes Melitus / IDDM)Diabetes yang tergantung insulin yang ditandai oleh penghancuran sel-sel beta pancreas disebabkan oleh :a. Faktor geneticPenderita DM tidak mewarisi DM tipe 1 itu sendiri tapi mewarisi suatu predisposisi / kecenderungan genetic ke arah terjadinya DM tipe 1. Ini ditemukan pada individu yang mempunyai tipe antigen HLA (Human Leucocyte Antigen) tertentu. HLA merupakan kumpulan gen yang bertanggung jawab atas antigen transplatasi dan proses imun lainnya.b. Faktor ImunologiRespon abnormal dimana antibody terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggap seolah-olah sebagai jaringan asing.c. Faktor lingkunganVirus atau toksin tertentu dapat memicu proses autoimun yang menimbulkan destruksi sel beta.2. Diabetes Tipe II (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus / NIDDM)Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II belum diketahui. Faktor genetic diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin . Selain itu terdapat faktor-faktor resiko tertentu yang berhubungan yaitu :a. Usiab. Obesitasc. Riwayat Keluarga d. Kelompok etnikDi Amerika Serikat, golongan hispanik serta penduduk asli amerika tertentu memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya diabetes tipe II dibanding dengan golongan Afro-Amerika

D. Manifestasi klinis1. Gejala dan tanda awala. Polifagi (banyak makan)Penderita sering makan (banyak makan) dan kadar glukosa darah semakin tinggi, namun tidak dapat seluruhnya dimanfaatkan untuk masuk ke dalam sel.b. Polidipsi (banyak minum)Hal ini akibat banyaknya keluar air kencing untuk menghindari dehidrasi secara otomatis banyak minum, dan timbul rasa haus yang berlebihan selama gula dalam darah belum terkontrol.c. Poliuria (banyak kencing saat malam hari) Hal ini merupakan gejala umum dalam DM disebabkan peningkatan kadar gula yang berlebihan sehingga merangsang tubuh untuk mengeluarkannya melalui ginjal bersama urin ini banyak terjadi malam hari saat kadar gula relatif tinggi.d. Rasa lemahPenggunaan glukosa oleh sel menurun mengakibatkan produksi metabolisme energi menjadi menurun, sehingga tubuh menjadi lemahe. Penurunan berat badan secara drastisPada orang yang telah menderita diabetes, walaupun ia makan makanan secara berlebihan tubuhnya tidak menjadi gemuk dan malah mengurus hal ini disebabkan karena otot tidak mendapatkan cukup energi untuk tumbuh.2. Gejala dan tanda kronisa. Penyembuhan luka lamaHiperglikemia dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil, arteri kecil sehingga suplai makanan dan oksigen ke perifer menjadi berkurang, yang akan menyebabkan luka tidak cepat sembuh, karena suplai makanan dan oksigen tidak adekuat akan menyebabkan terjadinya infeksi dan terjadinya gangguan.b. Gangguan penglihatanGangguan pembuluh darah akan menyebabkan aliran darah ke retina menurun, sehingga suplai makanan dan oksigen ke retina berkurang, akibatnya pandangan menjadi kaburc. Gangguan syaraf tepi / kesemutanPada malam hari, penderita sering mengeluh sakit dan rasa kesemutan terutama pada kakid. Gatal-gatal / bisulKeluhan gatal sering dirasakan penderita, biasanya gatal di daerah kemaluan, atau daerah lipatan kulit seperti ketiak, paha atau dibawah payudara, kadang sering timbul bisul dan luka yang lama sembuhnya akibat sepele seperti luka lecet terkena sepatu atau tergores jarum.e. Rasa tebal di kulitPenderita DM sering mengalami rasa tebal dikulit, terutama bila benjolan terasa seperti diatas bantal atau kasur. Hal ini juga menyebabkan penderita lupa menggunakan sandal / sepatu karena rasa tebal tersebut.f. Gangguan fungsi seksualGangguan ereksi / disfungsi seksual / impotensi sering dijumpai pada penderita laki-laki yang terkena DM, namun pasien DM sering menyembunyikan masalah ini karena terkadang malu menceritakannya pada dokter.g. KeputihanPada penderita DM wanita, keputihan dan gatal merupakan gejala yang sering dikeluhkan, bahkan merupakan satu-satunya gejala yang dirasakan. Hal ini terjadi karena daya tahan penderita DM kurang, sehingga mudah terkena infeksi antara lain karena jamur.

E. PatofisiologiDefisiensi Insulin

glukagon penurunan pemakaianglukosa oleh selglukoneogenesishiperglikemia

lemak protein glycosuria

ketogenesis BUN Osmotic Diuresis

Kekurangan volume cairanketonemia Nitrogen urine Dehidrasi

Mual muntah pH Hemokonsentrasi

Resti Ggn Nutrisi Kurang dari kebutuhanAsidosis Trombosis

KomaKematianAterosklerosis

MikrovaskulerMakrovaskuler

Ggn Integritas KulitResiko InjuryGagal GinjalNefropatiGgn. PenglihatanRetinopati diabetikGinjalRetinaMiokard InfarkGangrenStrokeSerebralJantungEkstremitas

F. Komplikasi1. Komplikasi akutKomplikasi akut terjadi sebagai akibat dari ketidakseimbangan jangka pendek dari glukosa darah.a. Hipoglikemia.b. Ketoasidosis diabetic (DKA)c. Sindrom hiperglikemik hiperosmolar non ketotik (HHNK).2. Komplikasi kronikUmumnya terjadi 10 sampai 15 tahun setelah awitan.a. Makrovaskular (penyakit pembuluh darah besar), mengenai sirkulasi koroner, vaskular perifer dan vaskular selebral.b. Mikrovaskular (penyakit pembuluh darah kecil), mengenai mata (retinopati) dan ginjal (nefropati). Kontrol kadar glukosa darah untuk memperlambat atau menunda awitan baik komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular.c. Penyakit neuropati, mengenai saraf sensorik-motorik dan autonomi serta menunjang masalah seperti impotensi dan ulkus pada kaki.

G. Pemeriksaan Penunjang1. Adanya kadar glukosa darah yang tinggi secara abnormal. Kadar gula darah pada waktu puasa > 140 mg/dl. Kadar gula sewaktu >200 mg/dl.2. Tes toleransi glukosa. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam pp >200 mg/dl.3. Glukosa darah: darah arteri / kapiler 5-10% lebih tinggi daripada darah vena, serum/plasma 10-15% daripada darah utuh, metode dengan deproteinisasi 5% lebih tinggi daripada metode tanpa deproteinisasi4. Glukosa urin: 95% glukosa direabsorpsi tubulus, bila glukosa darah > 160-180% maka sekresi dalam urine akan naik secara eksponensial, uji dalam urin: + nilai ambang ini akan naik pada orang tua. Metode yang populer: carik celup memakai GOD.5. Benda keton dalam urine: bahan urine segar karena asam asetoasetat cepat didekrboksilasi menjadi aseton. Metode yang dipakai Natroprusid, 3-hidroksibutirat tidak terdeteksi6. Pemeriksan lain: fungsi ginjal ( Ureum, creatinin), Lemak darah: (Kholesterol, HDL, LDL, Trigleserid), Ffungsi hati, antibodi anti sel insula langerhans ( islet cellantibody)

H. Penatalaksanaan medisTujuan utama terapi diabetes adalah mencoba menormalkan aktifitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya mengurangi terjadi komplikasi vaskuler serta neuropatik.Tujuan terapetik pada setiap tipe DM adalah mencapai kadar glukosa darah normal tanpa terjadi hipoglikemia dan gangguan serius pada pola aktifitas pasien. Ada 5 komponen dalam penatalaksanaan DM yaitu diet, latihan, pemantauan, terapi dan pendidikan kesehatan.1. Penatalaksanaan dietPrinsip umum :diet dan pengndalian berat badan merupakan dasar dari penatalaksanaan DM. Tujuan penata