of 36 /36
MAKALAH KEPERAWATAN GERONTIK OLEH : KELOMPOK II 1. IRHAN 0526010007 2. SUGIANTO 0526010039 3. LELI WINARTI 0526010055 4. FARIDA HERYANI 0526010037 5. APNERI 05260100 6. MARZALENA SUSANTI 05260100 7. RENA ELITA 05260100 8. RENI ELIZA 0526010057 9. RIKA SUKRIZAL 05260100 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN TRI MANDIRI SAKTI

ASKEP GERONTIK pendngaran

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: ASKEP GERONTIK pendngaran

MAKALAHKEPERAWATAN GERONTIK

OLEH :

KELOMPOK II

1. IRHAN 05260100072. SUGIANTO 05260100393. LELI WINARTI 05260100554. FARIDA HERYANI 0526010037 5. APNERI 05260100 6. MARZALENA SUSANTI 05260100 7. RENA ELITA 05260100 8. RENI ELIZA 05260100579. RIKA SUKRIZAL 05260100

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN TRI MANDIRI SAKTI

BENGKULU

Page 2: ASKEP GERONTIK pendngaran

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................ i

KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii

DAFTAR ISI........................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang............................................................................ 1

BAB II TINJAUAN TEORITIS

2.1. Definisi ............................................................................................. 2

2.2. Klasifikasi.......................................................................................... 2

2.3. Etiologi.............................................................................................. 4

2.4. Tanda dan Gejala............................................................................... 5

2.5. Penatalaksanaan................................................................................ 5

2.6. WOC.................................................................................................. 7

BAB III TINJAUAN KASUS.......................................................................... 8

Page 3: ASKEP GERONTIK pendngaran

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan hidup

sehat setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat

yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional.

Upaya peningkatan kemampuan bagi setiap penduduk untuk mencapai

dan menikmati hidup sehat itu harus dilaksanakan, oleh karena penduduk yang

sehat akan lebih mampu meningkatkan produktivitasnya.

Gangguan pendengaran di satu pihak akan menghambat produktivitas

setiap penduduk yang menyandangnya dan di lain pihak tentu membebani

keluarga dan masyarakat lingkungannya. Hasil survei telinga nasional yang

dilakukan pada tahun 1996 menunjukkan peningkatan prevalensi morbiditas

penyakit tuli menjadi 22,1% dan diketahui pula masih rendahnya pengetahuan,

sikap dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan telinga, karena diketahui pula

bahwa penyebab tuli terbesar adalah presbikusis dan ditemukan adanya

kesenjangan pelayanan telinga antara puskesmas dan rumah sakit, maka perlu

adanya pendidikan langsung yang diberikan kepada masyarakat guna menambah

pengetahuan ddan kemandirian masyarakat terhadap penyakit gangguan

pendengaran tersebut.

1

Page 4: ASKEP GERONTIK pendngaran

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1. Definisi

Gangguan pendengaran merupakan suatu keadaan yang menyertai

lanjutnya usia. Dengan makin lanjutnya usia terjadi degenerasi primer di organ

corti berupa hilangnya sel epitel syaraf yang di mulai pada usia pertengahan

(Vander Cammen, 1991)

Kehilangan pendengaran pada lansia disebut presbikusis. fenonema

tersebut sebagai suatu penyakitsimetris bilateral pada pendengaran yang

berkembang secara progresif lambat terutama memengaruhi nada tinggi dan

dihubungkan dengan penuaan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi berbagai

faktor yang telah diteliti adalah: nutrisi, faktor dan arteriosklerosis. Penurunan

pendengaran terutama berupa sensorineural, tetapi juga dapat berupa komponen

konduksi yang berkaitan dengan presbiskusis.

(Rees and Deekert, 1990)

2.2. KLASIFIKASI GANGGUAN PENDENGARAN

a. Gangguan Pendengaran Tipe Konduktif

            Gangguan bersifat mekanik, sebagai akibat dari kerusakan kanalis

auditorius, membrana timpani atau tulang-tulang pendengaran. Salah satu

penyebab gangguan pendengaran tipe konduktif yang terjadi pada usia lanjut

2

Page 5: ASKEP GERONTIK pendngaran

adalah adanya serumen obturans, yang justru sering dilupakan pada

pemeriksaan. Hanya dengan membersihkan lobang telinga dari serumen ini

pendengaran bisa menjadi lebih baik.

b. Gangguan Pendengaran Tipe Sensori-Neural

            Penyebab utama dari kelainan ini adalah kerusakan neuron akibat

bising, prebiakusis, obat yang oto-toksik, hereditas, reaksi pasca radang dan

komplikasi aterosklerosis.

c. Prebiakusis

            Hilangnya pendengaran terhadap nada murni berfrekwensi tinggi,

yang merupakan suatu fenomena yang berhubungan dengan lanjutnya usia.

Bersifat simetris, dengan perjalanan yang progresif lambat. Terdapat beberapa

tipe presbiakusis, yaitu :

1) Presbiakusis Sensorik

Patologinya berkaitan erat dengan hilangnya sel neuronal di

ganglion spiralis. Letak dan jumlah kehilangan sel neuronal akan

menentukan apakah gangguan pendengaran yang timbul berupa gangguan

atas frekwensi pembicaraan atau pengertian kata-kata.

2) Prebiakusis Strial

Abnormalitas vaskularis striae berupa atrofi daerah apical dan tengah

dari kohlea. Prebiakusis jenis ini biasanya terjadi pada usia yang lebih

muda disbanding jenis lain.

3

Page 6: ASKEP GERONTIK pendngaran

3) Prebiakusis Konduktif Kohlear

Diakibatkan oleh terjadinya perubahan mekanik pada membrane

basalis kohlea sebagai akibat proses dari sensitivitas diseluruh daerah tes.

d. Tinitus

Suatu bising yang bersifat mendengung, bisa bernada tinggi atau rendah,

bisa terus menerus atau intermiten. Biasanya terdengar lebih keras di waktu

malam atau ditempat yang sunyi. Apabila bising itu begitu keras hingga bisa

didengar oleh dokter saat auskkkultasi disebut sebagai tinnitus obyektif.

e. Persepsi Pendengaran Abnormal

            Sering terdapat pada sekitar 50% lansia yang menderita presbiakusis,

yang berupa suatu peningkatan sensitivitas terhadap suara bicara yang keras.

Tingkat suara bicara yang pada orang normal terdengar biasa, pada penderita

tersebut menjadi sangat mengganggu.

f. Gangguan Terhadap Lokalisasi Suara

            Pada lansia seringkali sudah terdapat gangguan dalam membedakan

arah suara, terutama dalam lingkungan yang agak bising.

2.3 Etiologi

Etiologi di bagi menjadi 2 yaitu :

1. Internal

Degenerasi primer eferen dari koklea, degenerasi primer organ corti

penurunan vascularisasidari reseptor neuro sensorik mungkin juga

4

Page 7: ASKEP GERONTIK pendngaran

mengalami gangguan.Sehingga baik jalur auditorik dan lobus temporalis

otak sering terganggu akibat lanjutnya usia

2. Eksternal

Terpapar bising yang berlebihan, penggunaan otottoksik dan reaksi

paska radang

2.4. TANDA DAN GEJALA

1. Berkurangnya pendengaran secara perlahan dan progresif perlahan pada kedua

telinga dantidak disadari oleh penderita

2. Suara-suara terdengar seperti bergumam, sehingga mereka sulit untuk

mengerti pembicaraan

3. Sulit mendengar pembicaraan di sekitarnya, terutama jika berada di tempat

dengan latar belakang suara yang ramai

4. Suara berfrekuensi rendah, seperti suara laki-laki, lebih mudah didengar

daripada suaraberfrekuensi tinggi

5. Bila intensitas suara ditingikan akan timbul rasa nyeri di telinga

6. Telinga terdengar berdenging (tinnitus)

2.5. PENATALAKSANAAN

Terdapat beberapa pilihan terapi untuk penderita presbikusis, diantaranya:

1. kurangi paparan terhadap bising

5

Page 8: ASKEP GERONTIK pendngaran

2. Gunakan pelindung telinga (ear plegs atau ear muffs) untuk mencegah

kerusakan lebih lanjut

3. Gunakan alat bantu dengar 

4. Lakukan latihan untuk meningkatkan keterampilan membaca gerak bibir dan

latihan mendengar

 5. Berbicaralah kepada penderita presbikusis dengan nada rendah dan jelas.

Dengan memahami kondisi yang dialami oleh para lansia dan memberikan

terapi yang tepat bagimereka, diharapkan kita dapat membatu mengatasi

masalah sosial yang mungkin mereka alami akibatadanya keterbatasan

fungsi pendengaran mereka.

6

Page 9: ASKEP GERONTIK pendngaran

2.6. WOC

7

DM usia Presbiaskusis

Degenerasi

Atrofi sensory hair cell koklea Atrofi supporting cell organ cortiAtrofi sel saraf pada koklea Atrofi jalur sentral neuralAtrofi stria vascularis Penebalan dan kekakuan Membrane basilar koklea

Gangguan kebocoran

Kerusakan

Pendengaran Tinitus

Mempercepat atherosklerosis

Proliferasi difus & hipertrofi endotel PD

Gangguan perfusi dan oksigenasi koklea

Pembentukan metabolik oksigen reaktif &dan radikal bebas

Kerusakan struktur telinga dalam (DNA mitokondria)

Gelombang suara

Rambut telinga pada telinga dalam

N. auditorius

Pelepasan sinyal elektrik

Otak

Interprestasi sebagai bunyi

Page 10: ASKEP GERONTIK pendngaran

BAB III

TINJAUAN KASUS

A. karakteristik Demografi

1. Identitas Klien

Nama : Ny. X

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 60 tahun

Agama : Islam

Status perkawinan : Janda

Pendidikan terakhir : SMA

Pekerjaan : IRT

Alamat : Jl. Sawah Lebar Bengkulu

Tanggal masuk : 25 Agustus 2008

2. Keluarga Atau Orang Lain Yang Penting / Dekat Yang Dapat Dihubungi

Nama : Ny. T

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 40 tahun

Agama : Islam

Status perkawinan : kawin

Pendidikan terakhir : S1

8

Page 11: ASKEP GERONTIK pendngaran

Pekerjaan : PNS

Hubungan : anak klien

Alamat : Jl. Sawah Lebar Bengkulu

a) Masalah kesehatan yang pernah dialami

Klien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit yang berat-berat, hanya

mengalami demam dan pilek saja, klien mengalami kemunduran ketajaman

pendengaran, telinga terasa tidak bisa mendengar suara – suara, dan

terkadang berdenging.

b) Masalah Kesehatan Keluarga

Anggota keluarga tidak ada yang menderita/mengalami penyakit yang sama

seperti klien.

c) Informasi Khusus

Informasi klien didapat dari klien dan saudara, dengan cara menanyakan

langsung dengan klien dan saudara.

3. Kebiasaan Sehari-hari

a) Kebiasaan Sehari-hari

No

Jenis Kebutuhan Sebelum Sakit Sesudah Sakit

1 Pola Nutrisi

a. M

akan

Nasi + lauk pauk

4 x sehari

Nasi + lauk pauk + sayur

3 x sehari

9

Page 12: ASKEP GERONTIK pendngaran

b. Mi

num

1 ½ porsi

Air putih

Bila haus

± 5-6 gelas

½ porsi

Air putih

Bila haus

± 3 gelas

2 Pola Eliminasi

a. BAB

b. BAK

Padat dan agak lembek

1 x sehari

Khas

Cair

± 5 kali sehari

Khas

Keras

4 x sehari

Khas / menyengat

Cair, kuning

± 3 x sehari

Khas

3 Pola aktifitas sehari-

hari

Klien dapat melakukan

aktifitas sehari-hari

dengan baik. Klien dapat

menerima perintah untuk

melaksanakan

aktifitasnya.

Klien hanya dapat

melakukan aktifitasnya

dirumah. Klien sulit untuk

menerima perintah dalam

melaksanakan aktifitasnya

dikarenakan gangguan

pada fungsi

pendengarannya.

4 Pola Tidur dan

Istirahat

7 jam sehari 5 jam sehari

10

Page 13: ASKEP GERONTIK pendngaran

b) Hubungan sosial

a) Hubungan antar keluarga

Ny. X berhubungan baik pada semua anggota keluarga dirumah tersebut,

namun Klien tidak mau berkumpul bersama keluarga dikarenakan sering

tidak mendengar suara – suara obrolan anggota yang lain.

b) Hubungan dengan orang lain

Ny. X susah menerima/mendengar pesan, tidak mengerti terhadap

pembicaraan orang, menarik diri dari lingkungan, sulit mengikuti

perintah untuk melakukan aktivitas di rumah dan mudah tersingggung

dan curiga.

c) Spiritual

Klien sering melaksanakan ibadah yang diajarkan oleh agamanya.

d) Psikologi sosial

Klien seringkali menarik diri dari lingkungannya, sering merasa curiga

terhadap orang lain, klien merasa sedih dengan keadaan yang dialaminya,

selama ini klien melakukan komunikasi dengan anggota keluarga dengan

bahasa isyarat dan menggunakan tulisan.

11

Page 14: ASKEP GERONTIK pendngaran

4. Pemeriksaan Fisik

No Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan 1 Keadaan Umum

TD

RR

Nadi

Suhu

Compos mentis

140/80 mmHg

24 x / menit

60 x / menit

37oC

2 Kepala Bentuk simetris, lesi benjolan tidak ada, rambut

sedikit dan putih

3 Mata Simetris kiri/kanan, sklera anikterik, konjungtiva

anemis.

4 Hidung Bentuk simetris kanan-kiri, tidak ada kelainan

seperti polip, kebersihan hidung cukup bersih.

5 Mulut Gigi ada yang ompong, mukosa mulut lembab, tidak

ada gangguan mereka.

6 telinga   inspeksi:

Daun telinga simetris kiri dan kanan

Posisi telinga normal yaitu sebanding dengan

titik puncak penempatan pada lipatan luar mata

Auditorius tidak bengkak

palpasi:

Tidak terdapat nyeri raba

Tidak terdapat pembengkakan

7 Dada/Thorax I : Simetris kanan-kiri

P : Fremitus kanan-kiri

12

Page 15: ASKEP GERONTIK pendngaran

P : Sonar kedua paru

A : Suara nafas kadang wheezing

8 Jantung I : Ikterus tidak terlihat

P : Apek cendis teraba

P : Lokasi jantung di media sternum agak ke kiri

A : Irama lup dup

9 Ekstremitas Bawah : Normal (t.a.k)

Atas : Normal (t.a.k)

10 Lesi Lesi pada kulit keriput, terdapat bercak-bercak hitam

di kulit

5. Pemeriksaan Penunjang

a. Pemeriksaan Otoskopik

Menggunakan alat otoskop untuk memeriksa meatus akustikus eksternus

dan membrane timpani dengan cara inspeksi :

Hasil:

serumen berwarna kuning, konsistensi kental

dinding liang telinga berwarna merah muda

b. Tes Ketajaman Pendengaran

1) Tes penyaringan sederhana

Hasil :

klien tidak mendengar secara jelas suara-suara yang disebutkan

klien tidak mendengar secara jelas detak Jarum jam pada jarak 1-2

inchi

13

Page 16: ASKEP GERONTIK pendngaran

2) Uji ritme

Hasil :

Klien tidak mendengarkan adanya getaran garpu tala dan tidak

jelas mendengar adnya bunyi dan saat bunyi menghilang.

B. PRIORITAS MASALAH

1. Harga diri rendah b.d penurunan fungsi pendengaran

2. Gangguan komunikasi verbal b.d degenerasi tulang pendengaran bagian

dalam

3. Kurang aktivitas b.d menarik diri dari lingkungan

a) Diagnosa

1) Harga diri rendah b.d penurunan fungsi pendengaran

No Kriteria Skor Pembenaran

1 Sifat masalah skala = aktual

3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual karena Ny. X susah mendengar rangsang berupa suara

2 Kemungkinan masalah dapat diatasi Skala = cukup

1 x 2 = 2 Adanya keinginan klien untuk dapat berkomunikasi dan mendengar kembali

3 Potensial untuk dicegah skala = cukup

2/3 x 1 = 2/3

Masalah sudah terjadi dan sudah berlangsung lama

4 Menonjol masalah (harus segera ditangani)

2/2 x 1 = 1 Klien merasakan ada masalah

Total Skor 4 2/3

14

Page 17: ASKEP GERONTIK pendngaran

b) Kurang aktivitas b.d menarik diri dari lingkungan

No Kriteria Skor Pembenaran

1 Sifat masalah skala = sebagian

3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual karena Ny. X susah mendengar rangsang berupa suara

2 Kemungkinan masalah dapat diatasi Skala = sebagian

1/2 x 2 = 1 Adanya keinginan klien untuk dapat melakukan aktifitas seperti biasa

3 Potensial untuk dicegah skala = cukup

2/3 x 1 = 2/3

Masalah sudah terjadi dan sudah berlangsung lama

4 Menonjol masalah (harus segera ditangani)

2/2 x 1 = 1 Klien merasakan ada masalah

Total Skor 3 2/3

c) Gangguan komunikasi verbal b.d degenerasi tulang pendengaran bagian

dalam

No Kriteria Skor Pembenaran

1 Sifat masalah skala = aktual

3/3 x 1 = 1 Masalah bersifat aktual karena Ny. X susah mendengar rangsang berupa suara

2 Kemungkinan masalah dapat diatasi Skala = sebagian

1/2 x 2 = 1 Terjadinya proses degenarasi pada tulang pendengaran bagian dalam klien

3 Potensial untuk dicegah skala = cukup

2/3 x 1 = 2/3

Masalah sudah terjadi dan sudah berlangsung lama

4 Menonjol masalah (harus segera ditangani)

2/2 x 1 = 1 Klien merasakan ada masalah

Total Skor 3 2/3

15

Page 18: ASKEP GERONTIK pendngaran

16

Page 19: ASKEP GERONTIK pendngaran

NoDiagnosa

KeperawatanTujuan

Kriteria Standar IntervensiTupan Tupen

1 Setelah 1 x 30 menit diharapkan klien mampu :1. Mengenal masalah

katarak pada Ny. Xa.

definisi gangguan pendengaran pada lansia

b.penyebab gangguan pendengaran pada lansia

Respon verbal

Respon verbal

Gangguan pendengaran merupakan suatu keadaan yang menyertai lanjutnya usia. Dengan makin lanjutnya usia terjadi degenerasi primer di organ corti berupa hilangnya sel epitel syaraf yang di mulai pada usia pertengahan

Klien mampu menyebutkan semua penyebab terjadinya gangguan pendengaran : Internal

Degenerasi primer eferen dari koklea, degenerasi primer organ corti penurunan vascularisasidari reseptor neuro sensorik mungkin juga mengalami gangguan.Sehingga baik jalur auditorik dan lobus temporalis otak sering terganggu akibat lanjutnya usia

Kaji pengetahuan klien tentang gangguan pendengaran

Beri reinforcement (+) atas jawaban yang benar

Diskusikan bersama klien tentang pengertian gangguan pendengaran

Luruskan konsep atas jawaban klien.

Kaji pengetahuan klien tentang penyebab gannguan pendengaran

Beri reinforcement (+) atas jawaban yang benar

Diskusikan bersama klien tentang

17

Page 20: ASKEP GERONTIK pendngaran

c.tanda dan gejala

Respon verbal

EksternalTerpapar bising yang berlebihan, penggunaan otottoksik dan reaksi paska radang

Tanda dan gejala : 1. Berkurangnya pendengaran

secara perlahan dan progresif perlahan pada kedua telinga dantidak disadari oleh penderita

2. Suara-suara terdengar seperti bergumam, sehingga mereka sulit untuk mengerti pembicaraan

3. Sulit mendengar pembicaraan di sekitarnya, terutama jika berada di tempat dengan latar belakang suara yang ramai

4. Suara berfrekuensi rendah, seperti suara laki-laki, lebih mudah didengar daripada suaraberfrekuensi tinggi

5. Bila intensitas suara ditingikan akan timbul rasa nyeri di telinga

konsep yang benar Beri

reinforcement (+) atas jawaban yang benar

Kaji pengetahuan klien tentang tanda dan gejala presbikusis

Diskusikan pada klien tentang konsep yang benar

Beri reinforcement (+) atas ungkapan yang benar

Motivasi klien untuk bertanya

Motivasi klien untuk mengungkapkan tentang tanda dan gejala katarak

Beri

18

Page 21: ASKEP GERONTIK pendngaran

6. Telinga terdengar berdenging (tinnitus)

reinforcement (+) atas jawaban yang benar

2. Mengambil keputusan yang benar/tepat untuk merawat klien dengan : a. Menget

ahui akibat lanjut dari penyakit presbikusis

b. Memutuskan untuk merawat klien dengan penyakit presbikusis

Respon verbal

Respon verbal

Klien mampu menyebutkan akibat lanjut dari katarak pada Ny. X adalah sulit untuk mendengar sampai ke tuli permanen

Klien memutuskan untuk merawat dirinya dengan penyakit presbikusis

Kaji pengetahuan klien tentang akibat lanjut dari presbikusis

Beri reinforcement (+) atas jawaban yang benar

Motivasi klien untuk mengulang kembali, menyebutkan akibat lanjut dari katarak

Beri reinforcement (+) atas jawaban yang benar

Motivasi klien untuk merawat dirinya dengan penyakit katarak.

Beri reinforcement (+) atas jawaban yang benar

3. Dalam 1 x 30 menit klien mampu merawat dirinya sendiri dengan

Respon verbal

Klien dapat menyebutkan untuk

merawat dirinya, yaitu

kurangi paparan terhadap

Kaji pengetahuan klien tentang perawatan presbikusis

Jelask

19

Page 22: ASKEP GERONTIK pendngaran

penyakit presbikusisa. Menye

butkan cara merawat dari pada penyakit presbikusis.

bising

Gunakan pelindung telinga

(ear plegs atau ear muffs)

untuk mencegah kerusakan

lebih lanjut

Gunakan alat bantu dengar 

Lakukan latihan untuk

meningkatkan keterampilan

membaca gerak bibir dan

latihan mendengar

Berbicaralah kepada

penderita presbikusis

dengan nada rendah dan

jelas.Dengan memahami

kondisi yang dialami oleh

para lansia dan memberikan

terapi yang tepat bagi

mereka, diharapkan kita

dapat membatu mengatasi

masalah sosial yang

mungkin mereka alami

akibatadanya keterbatasan

an cara merawat prebiskusis Motiv

asi klien untuk mengulang kembali

Beri reinforcement (+) atas jawaban yang benar

20

Page 23: ASKEP GERONTIK pendngaran

fungsi pendengaran mereka.

4. Setelah 1 x 30 menit pertemuan klien mampu memodifikasi lingkungan untuk dirinya dengan lingkungan yang kondusifa.

keadaan lingkungan yang bersih dan rapi.

Respon verbal/ psiko motor

Lingkungan yang kondusif untuk penderita katarak :

Lingkungan tenang/jauh dari kebisingan

Kaji pengetahuan klien tentang lingkungan yang sehat dan aman

Motivasi klien untuk mempertahankan lingkungan yang adekuat

Beri kesempatan klien untuk bertanya

Beri reinforcement (+) atas jawaban yang benar

5. Setelah 1 x 30 menit pertemuan klien mampu menggunakan pelayanan kesehatan (klinik panti)a. Menjelaskan

yankes, manfaat dan jadwal

Respon verbal

Yankes yang dapat digunakan antara lain :

Klinik panti dibuka setiap hari Rabu jam 09.00-11.30 Wib

Manfaat dari Yankes : Mence

gah timbulnya akibat lanjut katarak

Tempat konsultasi

Kaji pengetahuan klien tentang pelayanan kesehatan

Beri reinforcement (+) atas jawaban yang benar

Jelaskan yankes, manfaat dan jadwal yankes

Beri tanggapan atas pertanyaan

21

Page 24: ASKEP GERONTIK pendngaran

b. Mengunjungi yankes Psiko

motor

Tempat mengobati penyakit

Jadwal Yankes : Puskes

mas tiap hari kerja Senin-Sabtu jam 08.00-14.00 Wib

RS setiap hari (24 jam)

Praktik dokter 16.00-21.00 Wib

Menunjukkan kartu berobat

Menunjukkan obat-obatan yang dipakai

klien Motiv

asi klien untuk menggunakan yankes yang ada.

Motivasi klien untuk memanfaatkan Yankes

Beri reinforcement (+) atas tindakan klien mengunjungi Yankes

22

Page 25: ASKEP GERONTIK pendngaran

EVALUASI

DP Evaluasi Paraf

1 S : klien mengatakan sudah lebih memahami mengenai gangguan pendengaran pada lansia

O : - Klien dapat menjelaskan pengertian presbiakusis- Klien dapat menjelaskan penyebab presbiakusis- Klien dapat menjelaskan tanda dan gejala presbiakusis- Klien dapat mempraktekkan perawatan diri pada penyakit

presbiakusisA : Masalah teratasi sebagianP : Intervensi dilanjutkan, klien dianjurkan menggunakan alat

bantu pendengaran

23