Click here to load reader

Askep Dm Net

  • View
    625

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of Askep Dm Net

http://askep-askeb.cz.cc/2010/02/kti-tentang-diabetes-mellitus-dm.html

KTI tentang Diabetes Mellitus DMBAB PENDAHULUAN I

A.

Latar

Belakang

Perkembangan kesehatan Indonesia mempunyai visi yaitu sehat 2010 yang merupakan suatu proyeksi tentang keadaan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia pada tahun 2010 yang akan datang yang ditandai oleh mayoritas penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, meliputi kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta berada dalam derajat kesehatan yang optimal. Perawatan kesehatan keluarga adalah perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit pelayanan karena masalah kesehatan keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara sesama anggota keluarga dan akan mempengaruhi pula keluarga-keluarga di sekitarnya dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam memberikan asuhan keperawatan kegiatan yang ditekankan adalah upaya promotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya-upaya kuratif, rehabilitatif dan resosialitatif. (Effendy. N, 1998) Menurut penelitian epidemiologis yang sampai saat ini telah dilaksanakan di Indonesia, kekerapan DM tipe-2 berkisar antara 1,4-1,6%. Berdasarkan atas kekerapan DM sebesar 1,5 %, maka diperkirakan jumlah penderita DM di Indonesia pada tahun 2000 sebesar 4 juta dan tahun 2020 diprediksikan sebesar 6,5 juta. Diabetes Melitus merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan, tetapi sangat potensial untuk dapat dicegah dan dikendalikan melalui pengelolaan DM. Pilar utama pengelolaan DM adalah perencanaan makan, latihan jasmani, obat berkhasiat hipoglikemik dan penyuluhan. Diabetes Melitus juga merupakan penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup, oleh karena itu berhasil tidaknya pengelolaan DM sangat tergantung dari pasien itu sendiri, dalam mengubah perilakunya, sehingga pasien dapat mengendalikan kondisi penyakitnya dengan menjaga agar kadar glukosa darahnya dapat tetap terkendali. Hasil penelitian dari Diabetes Control and Complication Trial (DCCT) menunjukkan bahwa pengendalian DM yang baik dapat mengurangi komplikasi kronik DM antara 20-30%. Penelitian tingkat kepatuhan pasien DM terhadap pengelolaan DM, didapati 80% diantaranya menyuntik insulin dengan cara yang tidak tepat, 58% memakai dosis yang salah, 75% tidak mengikuti diet yang dianjurkan. Ketidakpatuhan ini selalu menjadi hambatan untuk tercapainya usaha pengendalian DM sehingga mengakibatkan pasien memerlukan pemeriksaan atau pengobatan yang sebenarnya B.TujuanPenulisan Tujuan 1. yang ingin dicapai dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah komprehensif antara lain : Tujuan Umum tidak diperlukan. (Jazilah, 2003)

Penulis ingin mendapatkan pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan salah satu anggota keluarga yang menderita Diabetes Melitus dengan menggunakan proses keperawatan, bagi keluarga dapat meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan keluarga sehingga dapat meningkatkan status kesehatan keluarganya.

2.

Tujuan

Khusus

a. Penulis mampu melaksanakan asuhan keperawatan keluarga dengan salah satu anggota keluarga yang menderita Diabetes Melitus, mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam perawatan kesehatan. b. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan yang dialami salah satu anggota keluarga kesehatan menderita e. f. C. Sistematika BAB Meliputi BAB a. b. Terdiri BAB dari III Konsep pengkajian, dan fokus : latar belakang II penulisan Karya I masalah, tujuan : Konsep Keperawatan intervensi dari penyakit Resume Diabetes Dapat Dapat memodifikasi memanfaatkan lingkungan fasilitas kesehatan yang menderita anggota Diabetes yang dapat yang mendukung tersedia untuk peningkatan meningkatkan penyakit Diabetes Melitus. keluarganya. Melitus. kesehatan. kesehatan. Penulisan ini : penulisan, dan Konsep sistematika adalah sebagai berikut : Pendahuluan penulisan Dasar Penyakit Keluarga Melitus. Kasus c. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah d. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap anggota keluarganya yang

Sistematika Tulis Ilmiah

Terdiri dari pengertian, etiologi, gambaran klinis, pathofisiologi, pathway, komplikasi dan penatalaksanaan.

Meliputi tentang pengkajian identitas, riwayat kesehatan klien, pemeriksaan fisik, pola fungsional, data penunjang, analisa data, skoring, prioritas masalah, perencanaan tindakan, implementasi dan evaluasi yang disajikan dalam catatan BAB kasus BAB institusi, BAB KONSEP A. 1. manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. (Price, Konsep yang V organisasi IV tidak : profesi sesuai : dengan Kesimpulan atau konsep dan anggota perkembangan. Pembahasan dasar. Saran profesi. II DASAR Penyakit Pengertian 1995).

Meliputi problem solving dengan argumentasi ilmiah atau logis dari permasalahan ilmiah yang timbul dalam tinjauan

Meliputi kesimpulan dan usulan yang sifatnya lebih operasional atau rekomendasi. Rekomendasi ditujukan pada

Diabetes militus adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan Diabetes melitus adalah keadaan hiperglikemi kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah disertai lesi pada membran (Mansjoer, 2. a.. Insulin Dependent Diabetes Melitus basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron. 1999) Etiologi (IDDM).

b. ( 3. a.. b. c. d. e. f. (Soegondo, 4. Klasifikasi a. 1) 2) 3) b. 1) 2) c. (Mansjoer, Type II Type I Non

Kerusakan

sel Infeksi

beta

pankreas. virus. Autoimun.

Insulin Obesitas Penurunan Respon Mansjoer, Tanda

Dependent sensitifitas autoimun

Diabetes /

Melitus reseptor terhadap 2002

(NIDDM). kegemukan insulin. insulin. ) Gejala

1999;Soegondo, Dan rasa kencing atau Berat Badan lapar badan yang sulit haus dengan

http://askep-askeb.cz.cc/ Polidipsi Poliuri atau Poliphagi atau sering yang jumlah yang yang berlebihan. banyak. bertambah. turun. lemah. sembuh. 2002) Klasifikasi Diabetes atau Usia Rata-rata Tergantung atau Usia 80 Diabetes % NIDDM (Non lebih Melitus insulin Insulin Dependent dari mempunyai IDDM (Insulin kurang Melitus Dependent dari badan seumur Diabetes Melitus) 30 badan Gestasional Diabetes Diabetes yaitu Melitus) 30 ciri-cirinya Melitus : : tahun kurus hidup ciri-cirinya : tahun gemuk (GDM) 1999)

Luka

5.

Patofisiologi

Dalam keadaan normal jika terdapat insulin, asupan glukosa yang melebihi normal atau melebihi kebutuhan kalori akan di simpan sebagai glikogen dalam selsel hati dan selsel otot. Proses glikogenesis ini mencegah hiperglikemi, jika a. b. secara pemecahan terdapat defisit insulin, glukosa berkurang terus asam dan empat yang tetap perubahan metabolik terjadi membran kelebihan menimbulkan sel-sel glukosa dalam hiperglikemi: berkurang. darah. kebutuhan. lemak. Transport Gligogenisis melintasi terdapat

c. Glikolisis meningkat, sehingga cadangan glikogen berkurang dan glukosa hati di curahkan ke dalam darah menerus amino melebihi dan d. Glukoneogenesis meningkat dan melebihi banyak lagi glukosa hati yang tercurah ke dalam darah dari hasil Defisiensi insulin gagal untuk melakukan asupan glukosa bagi jaringan-jaringan peripheral yang tergantung pada insulin. Jika tidak terdapat glukosa sel-sel otot memetabolisme cadangan glikogen yang mereka miliki dan mengkatabolisme protein dimana asam amino yang dihasilkan digunakan substrat yang diperlukan untuk glukoneogenesis dalam hati. Kelemahan, penurunan berat badan dan hilangnya kekuatan dapat terjadi. Defisiensi

insulin darah kalori,

juga akan air

dapat

meningkatkan dehidrasi

metabolisme dengan

lemak melalui dalam cairan

(peningkatan dua jumlah

lipolisis). mekanisme: besar. intraseluler.

Hiperglikemi meningkatkan osmolalitas darah, peningkatan osmolalitas darah dan peningkatan konsentrasi glukosa menimbulkan dan defisit a. Glikosuria dan diurisis asmotik terjadi jika glukosa darah melebihi ambang ginjal sehingga dapat terjadi kehilangan elektrolit b. Perpindahan cairan dari ruang interseluler ke ruang ekstraseluler yang memiliki konsentrasi lebih tinggi, mengakibatkan Hiperglikemi juga dapat meningkatkan metabolisme dengan cara melepaskan enzim aldose reduktase, dimana enzim aldose reduktase mengatur perubahan atau bentuk lain glukosa menjadi sorbitol dan kemudian di metabolisme secara lambat menjadi fruktosa. Diurisis asmotik menimbulkan peningkatan volume urin (poliuria) dan rasa harus terstimulasi sehingga pasien akan minum air dalam jumlah besar atau banyak (polidipsi), karena adanya kehilangan kalori dan starvasi seluler, maka selera makan menjadi meningkat dan orang akan sering makan (polifagia). Jika disertai kelemahan dan penurunan berat badan tiga P merupakan tandatanda klasik dari hiperglikami. 6. a. 1) Komplikasi Ketoasidosis Metabolik (Long, 1996) Komplikasi Akut Diabetik

Bila kadar insulin sangat menurun pasien mengalami hiperglikemi dan glukosia berat, penurunan lipogenesis, peningkatan liposis dan peningkatan aksidasi asam lemak bebas disertai pembentukan benda keton, peningkatan benda keton dalam plasma mengakibatkan ketosis, peningkatan ketosis, peningkatan beban ion hydrogen dan asiodasis metabolik. Glukosuria dan ketonuria mengakibatkan diuresis osmotic dengan hasil akhir dehidrasi dan kehilangan 2) dari b. Melibatkan Komplikasi pembuluh-pembuluh kecil yang Vaskular microangiopati dan Jangka pembuluh-pembuluh sedang dan elektrolit, pasien dapat mengalami syok. Hipoglikemi dibutuhkan. Panjang besar

Merupakan komplikasi terapi insulin. Penderita mungkin suatu saat menerima insulin yang jumlahnya lebih banyak

makr