Click here to load reader

Askep Dm Klg

  • View
    233

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

keperawatan kesehatan masyarakat

Text of Askep Dm Klg

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARPuji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya, penyusunan Modul Pelatihan Penyiapan Petugas Pelayanan Keperawatan Keluarga Di Rumah Dalam Menunjang Desa siaga ini dapat diselesaikan

Modul Pelatihan Penyiapan Petugas Pelayanan Keperawatan Keluarga Di Rumah Dalam Menunjang Desa siaga ini diperuntukkan bagi petugas pemberi pelayanan keperawatan keluarga. Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam menerapkan Model Pelayanan Keperawatan Keluarga Di Rumah.

Kami menyadari adanya keterbatasan dalam penyusunan modul ini, oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan masukan demi penyempurnaan modul tersebut dan terlaksananya penerapan Pelayanan Keperawatan Keluarga Di Rumah Dalam Menunjang Desa siaga secara Nasional.

April 2011Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian MedikSuhartati, S.Kp, M.Kes

NIP 196007271985012001DAFTAR ISI

ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU DENGAN DIABETES MELLITUS DALAM KONTEKS KELUARGA DI RUMAH

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARANASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU DENGAN DIABETES MELLITUS DALAM KONTEKS KELUARGA DI RUMAH

Materi Modul :

Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Diabetes Mellitus (DM) Dalam Konteks Keluarga Di Rumah

Tujuan Pembelajaran Umum :

Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan DM dalam konteks keluarga di rumahTujuan Pembelajaran Khusus :

Setelah mengikuti sesi pembelajaran ini, peserta mampu:

1. Menggambarkan pengetahuan dasar DM

2. Melakukakan tahapan asuhan keperawatan klien dengan DM3. Melakukan terapi keperawatan pada klien DMPokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan :Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan sebagai berikut :

Pokok Bahasan 1 : Pengetahuan Dasar DM

Pokok Bahasan 2 : Tahapan Asuhan Keperawatan klien dengan DM

Pokok Bahasan 3 : Terapi Keperawatan pada klien DMWaktu :

8 jpl (Teori = 2jpl, Praktik = 2 jpl, Praktik Lapangan = 4 jpl)

Metode : 1. Ceramah2. Penugasan: Pembahasan kasus3. Praktik lapangan

Media : 1. Modul2. Kasus3. Bahan tayangan digital4. Lembar Kerja

Alat bantu :

1. Komputer2. White board dan spidol

Referensi :1. Arora, A. (2007). Pres Diabetes. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer2. Cushman, M.J. & Hoffman, M.J. (2004). Complementary and alternative health care and the home care population. Home Health Care Managemen and Practice, 16 (5):3603733. Strakey, C. (2004). Therapeutic modalities.3ed. Philadelphia: F.A. Davis Company4. Parmet, S. (2004). Weight gain and Diabetes. JAMA, 292 (8): 998.5. Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. (2000). Brunners and Suddarts textbook of medical-surgical nursing. 8ed. Philadelphia: Lippincot 6. Stevens, L.M. (2002). The ABCs of diabetes. JAMA, 287 (19): 26087. Sustarini, L. Alam, S. & Hadibroto, I. (2005). Hipertensi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama8. Tjokroprawiro (2006). Perencanaan makan pada diabetesi. http://www.keluargasehat.com, diperoleh tangal 1 Oktober 2006MATERI

ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU DENGAN DIABETES MELLITUS DALAM KONTEKS KELUARGA DI RUMAH

I. DESKRIPSI SINGKATPerkembangan masalah kesehatan di Indonesia telah bergeser dari masalah kesehatan akibat penyakit infeksi dan menular kepada masalah kesehatan akibat Penyakit Tidak Menular (PTM). Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh perkembangan gaya hidup masyarakat yang telah berubah lebih menggunakan gaya hidup modern, tetapi tidak diiringi dengan pola perilaku hidup sehat. Hal tersebut memberikan dampak pada terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh PTM seperti penyakit hipertensi dan jantung, Diabetes Melitus (DM), dan ashma. Dampak yang ditimbulkan sebagai akibat kesakitan karena PTM dapat terjadi di berbagai level klien baik individu, keluarga, maupun komunitas, bahkan pemerintah.

DM, sebagai salah satu kategori PTM, dialami oleh individu dalam berbagai usia. Klien dengan DM, dalam situasi tertentu akan memerlukan perawatan di instansi pelayanan perawatan baik rumah sakit maupun Puskesmas dengan fasilitas perawatan. Setelah masa perawatan berakhir, maka klien dengan DM memerlukan pelayanan perawatan lanjutan di lingkungan keluarga melalui perawatan di rumah (Home Care). Perawat bertanggungjawab untuk mengoptimalkan kemampuan fungsi klien DM dalam keluarga melalui kegiatan asuhan keperawatan kien DM di rumah.Modul Asuhan Keperawatan Klien dengan DM mengandung informasi tentang pengetahuan dasar DM, tahapan asuhan keperawatan keluarga dengan DM, dan terapi keperawatan pada klien DM. Modul ini bermanfaat sebagai dasar pengetahuan dan praktik bagi perawat dalam melakukan asuhan keperawatan klien dengan DM di rumah melalui kunjungan rumah.II. TUJUAN PEMBELAJARANA. Tujuan Pembelajaran Umum :

Setelah mengikuti sesi pembelajaran ini, peserta mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan DM dalam konteks keluarga di rumahB. Tujuan Pembelajaran Khusus :

Setelah mengikuti sesi pembelajaran ini, peserta mampu:

1. Menggambarkan pengetahuan dasar DM2. Melakukankan tahapan asuhan keperawatan klien dengan DM3. Melakukan terapi keperawatan pada klien DMIII. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASANDalam modul ini akan dibahas pokok bahasan sebagai berikut :

A. Pokok Bahasan 1 : Pengetahuan Dasar DM

Sub Pokok Bahasan :

1. Pengertian DM2. Tanda dan Gejala DM3. Patofisiologi DMB. Pokok Bahasan 2 : Tahapan Asuhan Keperawatan klien dengan DM Sub Pokok Bahasan: 1. Pengkajian dan Diagnosis Keperawatan2. Perencanaan, Pelaksanaan, dan EvaluasiC. Pokok Bahasan 3 : Terapi Keperawatan pada klien DMSub Pokok Bahasan:

1. Terapi inti keperawatan pada klien DM2. Terapi penunjang keperawatan pada klien DM

IV. BAHAN BELAJARBahan belajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran antara lain :

1. Modul asuhan keperawatan klien dengan DM

2. Kasus asuhan keperawatan klien dengan DM3. Lembar Kerja 4. Terapi Diet DM

5. Pedoman Pengobatan Tardisional dari Direktorat Obat Tradisinal Dirjen POM, Jakarta

V. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARANBerikut ini akan diuraikan langkah-langkah kegiaran pembelajaran yang dilakukan pada sesi ini. Fasilitator melakukan aktifitas dalam rangka menarik minat dan perhatian peserta terhadap materi modul :

1. Menyampaikan deskripsi singkat tentang materi modul asuhan keperawatan dengan klien DM.

2. Mengidentifikasi tingkat pemahaman peserta terkait dengan materi asuhan keperawatan klien dengan DM.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok bahasan yang akan dibahas pada sesi tersebut.

4. Menjelaskan metode pelatihan pada modul ini meliputi ceramah tanya jawab, diskusi (pembahasan kasus), dan praktik lapangan.5. Menanyakan harapan peserta terhadap kegiatan pada sesi ini.

6. Menghimbau untuk memperhatikan dan berperan aktif dalam tanya jawab, diskusi (penugasan), dan praktik lapangan.7. Mengarahkan untuk memanfaatkan modul agar mampu memahami materi8. Memberikan kesempatan untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami terkait materi yang telah dibahas.

9. Memberikan klarifikasi/tanggapan atas pertanyaan terkait dengan materi asuhan keperawatan klien dengan DM.

10. Bersama peserta merangkum materi yang telah dibahas.

11. Memberikan pengarahan untuk melakukan kegiatan diskusi kelompok/praktik lapangan dan memberikan penjelasan tentang tujuan untuk masing-masing kegiatan tersebut.

12. Untuk kegiatan diskusi kelompok, membagi peserta menjadi 6 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang peserta yang merupakan campuran dari beberapa institusi tempat kerja peserta. 13. Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan untuk masing-masing kegiatan diskusi kelompok/praktik lapangan.

14. Memfasilitasi bahan-bahan dan menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif untuk keperluan diskusi kelompok/praktik lapangan.

15. Memberikan klarifikasi dan tanggapan terhadap kegiatan diskusi kelompok/praktik lapangan serta kaitannya dengan tujuan kegiatan belajar.

16. Memberikan feedback/ umpan balik terhadap pencapaian keberhasilan peserta mengikuti masing-masing kegiatan diskusi kelompok/praktik lapangan.VI. URAIAN MATERIA. POKOK BAHASAN 1: PENGETAHUAN DASAR DM1. Pengertian DMDiabates Melitus (DM) adalah variasi gangguan yang dikarakteristikan oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah, atau dikenal dengan istilah hiperglikemia. Seseorang didiagnosa DM ketika paling tidak pada dua kejadian pemeriksaan menunjukan: 1) Nilai glukosa plasma acak lebih dari 200 mg/dl (11.1 mmol/L) atau 2) nilai glugosa puasa lebih dari 140 mg/dl (7.8 mmol/L) atau 3) nilai glukosa setelah 2 jam test terhadap toleransi glukosa oral lebih dari 200 mg/dl (11.1 mmol/L) (Smeltzer & Bare, 2000).

DM merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderitanya tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadi kelebihan glukosa dalam darah (Brunner & Suddart, dalam Smeltzer & Bare, 2000). Oleh karena itu, penyebab DM adalah tidak aduquatnya sekresi hormon insulin atau gangguan pada fungsi insulin, yaitu resistensi insulin atau justru gangguan dari keduanya.Secara garis besar, DM dikelompokan menjadi dua kategori, yaitu: DM tergantung pada insulin, dikenal dengan DM tipe 1 dan DM tidak tergantung pada insulin, dikenal dengan DM tipe 2 (Stevens, 2002). Perbedaan karakteristik kedua DM tersebut adalah usia saat terjadinya penyakit DM (Soewondo, 2006). Pada umumnya, DM tipe 2 didiagnosis pada usia di atas 30 tahun, sekitar 50% DM tipe 2 terjadi pada kelompok usia 55 tahun atau lebih. Oleh karena itu, DM tipe 2 lebih dikenal sebagai DM yang menyerang usia dewasa (Parmet, 2004). Melihat keberlangsu