Askeb KDM Nyeri

  • View
    162

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Askeb KDM Nyeri

LAPORAN PENDAHULUAN KEAMANAN DAN KENYAMANAN PASIEN

Jika kita membicarakan keamanan dan kenyamanan kerja akan sangat subjective adalnya. Walaupun beberapa referensi banyak sekali menyebutkan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencapai kedua rasa tersebut, tapi rasanya pengalaman juga akan membentuk sebuah penilaian tersendiri, terutama bagi kita yang bekerja sebagai petugas kesehatan. Rasa aman dan nyaman sepertinya lebih banyak pembahasannya ditujukan ke arah pasien. Dimana-mana sekarang ini banyak sekali kita denganr slogan pasient safetyt, yaitu sebuah slogan yang menjadi target besar pelayanan kesehatan sekarang ini. A. Definisi Keamanan adalah suatu keadaan dimana individu/kelompok, khususnya pasien merasa tenang dan dirasa tidak adanya ancaman yang membahayakan dirinya atau yang berdampak buruk pada dirinya. Kenyamanan adalah suatu keadaan yang dirasa tenang, rileks, karena telah terpenuhnya keamanan yang menjanjikan dan terpenuhinya hal-hal yang diinginkan. B. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan a. b. Faktor kinerja tekni, meliputi Efektifas Keahlian Kemampuan Kehati-hatian Indikator-indikator dari perawatan dan pengobatan Faktor perawatan interpersonal/ sikap profesional, meliputi Kerahasiaan Penyediaan informasi yang mencukupi

c. -

Pembentukan suatu hubungan Minat personal Ototnomi klien keselaraan Faktor aspek-aspek Organisasi Aspek lingkungan perlengkapan Kesinambungan Efisiensi

C. Faktor Yang Menghambat Keamanan Dan Kenyamanan profesional pengetahuan) Mitos masyarakat yang mengikat. Keadaan lingkungan yang buruk Kemiskinan Rendahnya mutu pendidikan (pengalaman dan Fasilitas kesehatan yang kurang memadai Pelayanan dan mutu petugas kesehatan yang kurang

D. Ukuran-Ukuran Yang Dipakai Untuk Menilai Kepuasaan Pasien Sehingga Dapat Menciptakan Kenyamanan a. Hubungan dokter-pasien (doctor-patient relationship) Terbinanya hubungan dokter-pasien yang baik, adalah salah satu dari kewajiban etik, untuk dapat terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu, hubungan dokter-pasien yang diharapkan dokter dapat dan bersedia memberikan perhatian yang cukup kepada pasiennya secara pribadi, menampung dan mendengarkan semua keluhan, serta menjawab dan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya tentang segala hal yang ingin diketahui oleh pasien. b. Kebebasan melakukan pilihan (choice)

Memberikan kebebasan kepada pasien untuk memilih serta menentukan pelayanan kesehatan. Hal ini merupakan salah satu dari kewajiban etik, suatu pelayanan kesehatan disebut bermutu apabila kebebasan memilih ini dapat diberikan, dan karena itu harus dapat dilaksanakan oleh setiap penyelenggara pelayanan kesehatan. c. skill) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang didukung oleh pengetahuan dan kompotensi teknis bukan saja merupakan bagian dari kewajiban etik tetapi juga merupakan prinsip pokok penerapan standar. Pelayanan profesi, secara umum disebutkan makin tinggi tingkat pengetahuan dan kompotensi teknik tersebut maka makin tinggi pula mut pelayanan kesehatan. d. Efektivitas pelayanan (Effectivess) Sama halnya dengan pengetahuan dan kompotensi teknik, maka efektifitas pelayanan juga merupakan bagian dari kewajiban etik serta prinsip pokok penerapan standar pelayanan profesi, secara umum disebutkan, makin efektif pelayanan kesehatan tersebut, makin tinggi mutu pelayanan kesehatan. e. Keamanan tindakan (Safety) Keamanan diindakan adalah juga bagian kewajiban etik serta prinsip pokok penerapan standar pelayanan profesi. Untuk dapat terselenggaranya kesehatan yang bermutu, aspek keamanan tindakan ini haruslah diperhatikan, pelayanan kesehatan yang membahayakan pasien, bukanlah pelayanan kesehatan yang baik dan karena itu tidak boleh dilakukan. Pengetahuan dan kompetensi (scientific knowledge and technical

E. Sumber-Sumber Masalah yang Menyebabkan ketidak Aman berhubungan dengan Kategori masukan a. Unsur tenaga Jumlah tenaga pelaksana yang tersedia tidak memadai, sehingga apabila jumlah klien yang dilayani terlalu banyak, tidak sempat memperhatikan teknik asepsis. Pengetahuan tenaga pelaksana tentang prinsip-prinsip dan Jumlah tenaga pelaksana yang bertanggung jawab Pengetahuan tenaga pelaksana yang bertanggung jawab teknik asepsis tidak memadai. melakukan sterilisasi yang tidak memadai. untuk melakukan sterilisasi tentang prinisp dan teknik sterilisasi tentang prinsip dan teknik sterilisasi tidak memadai b. Unsur Sarana Jumlah bahan-bahan habis yang diperlukan pada tindakan Jumlah ruangan yang tersedia tidak memadai, apalagi jika Jumlah seterilisator untuk memproses alat-alat tidak asepsis tidak memadai. kebutuhan jumlah klien yang dilayani terlalu banyak. memadai. c. Unsur dana Terbatasnya dana yang tersedia untuk pembelian bahan Terbatasnya dana yang tersedia untuk pemeliharaan habis asepsis. seterilisator. d. Unsur lingkungan

-

Belum ada kebijakan (standar baku) tentang tata cara Belum ada kebijakan (standar baku) tentang tata cara

tindakan asepsis tindakan sterilisasi.

e. Unsur proses Tindakan medis Tata cara tindakan asepsis yang dilakukan tidak benar Teknik pemeriksaan tanda-tanda benda yang

berkontaminasi tidak jelas Tindakan non medis Tata cara sterilisasi yang tidak benar Tata cara penyimpanan benda yang steril tidak benar

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA NYERI

A. Definisi Kenyamanan adalah konsep sentral tentang kiat keperawatan. Berbagai teori keperawatan menyatakan kenyamanan sebagai kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan kebidanan. Rasa nyeri merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Rasa nyeri tumbul apabila ada jaringan rusak. Dan hal ini dapat menyebabkan individu beraksi dengan cara memindahkan stimulus nyeri. B. Fisiologi Nyeri Nyeri merupakan campuran refleks fisik, emosi dan prilaku, cara yang paling baik untuk memahami pengalaman nyeri, akan membantu untuk menjelaskan 3 komponen fisiologi berikut : Resepsi, persepsi, dan reaksi stimulus. Stimulus penghasil nyeri mengirimkan impuk melalui krabut saraf perifer. Serabut nyeri memasuki medulla spinalis dan melewati salah satu dan beberapa rute saraf dan berakhir sampai didalam masa abu-abu di medulla spinals pesan nyeri dapat berinteraksi dengan sel-sel saraf inhibator mencegah stimulus nyeri, sehingga tidak mencapai otak akan ditransmisi tanpa hambatan kekroteks serebal. Sekali stimulus nyeri menapai koreteks serebal. Maka otak menginterprestasikan kualitas nyeri dan memproses informasi tentang pengalaman dan pengetahuan yang lalu serta asosiasi kebudayaan dalam upaya mempersiapkan nyeri. C. Sifat Nyeri

Nyeri bersifat individu, tidak menyenangkan, merupakan suatu kekuatan mendominasi dan bersifat tidak berkesusadahan. Nyeri melelahkan dan menuntut energi seseorang. Nyeri dapat mengganggu hubungan personal dan mempengaruhi makna kehidupan. Nyeri tidak dapat secara obyektif. D. Macam-macam rasa nyeri dan kualitasnya 1. Rasa Nyeri cepat Bila diberikan stimulus nyeri, maka rasa nyeri dapat timbul waktu kira-kira 0-1 detik. Selain itu rasa nyeri juga dapat digambarkan dengan banyak nama ganti. Seperti rasa nyeri ketusuk dan rasa nyeri elektrik. Jenis rasa nyeri ini akan terasa apabila sebuah jarum ditusukkan ke dalam kulit. Rasa nyeri cepat akan terasa di sebagian besar jaringan dalam tubuh. 2. Rasa nyeri lambat Rasa nyeri lambat timbul setelah 1 sekon atau lebih dan kemudian secara perlahan bertambah setelah beberapa detik, an kadangkala beberapa menit, rasa nyeri lambat juga mempunyai nama tambahan seperti rasa nyeri terbakar lambat, nyeri mual, nyeri pegal dan nyeri berdenyut, jenis rasa ini dapat terasa di kulit dan hampir di semua jaringan dalam atau organ. E. Nyeri Akut Dan Nyeri Kronik 1. Nyeri akut Nyeri akut terjadi setelah cedera akut, penyakit atau intervensi bedah dan memiliki awitan yang cepat. Dengan insentitas yang bersifat variasi dan berlangsung untuk waktu singkat fungsi nyeri akut adalah memberi peringatan akan adera atau penyakit yang akan datang nyeri akut akhirnya menghilangkan dengan atau tanpa pengobatan setelah keadaan pilih pada area yang rusak. 2. Nyeri kronik Nyeri kronik berlangsung lama, intensitas bervariasi dan bisaanya berlangsung lebih dari 6 bulan, nyeri kronik disebabkan oleh kanker yang

tidak terkontrol atau gangguan progresif lain. Yang disebut nyeri yang membandel atau nyeri maligna, nyeri ini dapat berlangsung terus sampai kematian.

F. Faktor yang Mempengaruhi Nyeri 1. Usia Adanya perbedaan perkembangan yang ditemukan diantara kelompok usia ini dapat mempengaruhi bagaimana anak-anak dan lansia beraksi terhadap nyeri. 2. 3. 4. 5. Jenis kelamin Kebudayaan Makna nyeri Perhatian

Tingkah seorang klien menfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri 6. Nyeri Thermis 7. 8. Trauma : benturan : ujung syaraf, mengalami kerusakan, terputus, terjepit : panas, dingin Mekanisme

Ujung syaraf reseptor, nyeri mengalami rangsangan nyeri Gangguan sirkulasi Trauma fisiologi penyempitan pembuluh dara/ sumbatan aliran darah ke darah/ organ keluhan pada organ tubuh yang berhubungan dengan faktor psikis Patofisiologi 1) Respon simpatis Peningkatan HR, RR, nadi, pucat, mual dan muntah 2) Respon muscular Peningkatan ketegangan otot/ kekuatan, gelisah 3) Respon emosional

Perubahan perilaku, ekspresi wajah, merintih dan menangis

G. Teori Nyeri a) Specitiy theori Memandang nyeri sebagai modalitas sensory yang terpisah yang ditimbulkan. Oleh aktivitas reseptor khusus yang mengirimkan informasi nyeri pusat/ area di otak. Bagian depan dimana nyeri dirasakan b) Patter theori Mengidentifikasi adanya serabut nyeri yaitu serabut yang menyampaikan dengan cepat dan serabut saraf yang menyampaikan dengan lambat. Kedua serat bersinap dalam spinal card dan memberi informasi ke otak mengenai jumlah. Intensitas dan tipe input sensori nyeri yang menafsirkan karakter dan kuantitas input sensori nyeri. c) Gate kontrol theor