7
GASTRITIS DAN PENANGANANNYA Palma Aprilia T.B., S.Farm (148115045) Trifonia Rosa Kurniasih, S.Farm (148115064) Pola hidup yang tidak teratur dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satu penyakit yang paling sering ditemukan adalah gastritis atau yang lebih dikenal dengan sakit maag. Sakit maag dapat dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Jika penyakit gastritis ini tidak diobati dengan baik maka akan menyebabkan penyakit-penyakit lain yang lebih parah. Naah, Apa itu gastritis ? dan bagaimana cara penanganannya ? Berikut penjelasannya. Apa itu Gastritis ? Gastritis merupakan bahasa ilmiah dari penyakit yang lebih dikenal secara umum dengan sakit maag. Gastritis merupakan penyakit karena adanya peradangan pada lapisan mukosa lambung. Pada proses peradangan tersebut menyebabkan peningkatan asam lambung. Apa saja yang dapat menyebabkan Gastritis ?

Artikel Gastritis 1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

artikle

Citation preview

Page 1: Artikel Gastritis 1

GASTRITIS DAN PENANGANANNYA

Palma Aprilia T.B., S.Farm (148115045)Trifonia Rosa Kurniasih, S.Farm (148115064)

Pola hidup yang tidak teratur dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah

satu    penyakit yang paling sering ditemukan adalah gastritis atau yang lebih dikenal dengan

sakit maag. Sakit maag dapat dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Jika penyakit gastritis ini

tidak diobati dengan baik maka akan menyebabkan penyakit-penyakit lain yang lebih

parah. Naah, Apa itu gastritis ? dan bagaimana cara penanganannya ? Berikut penjelasannya. 

Apa itu Gastritis ?

Gastritis merupakan bahasa ilmiah dari penyakit yang lebih dikenal secara umum dengan sakit

maag. Gastritis merupakan penyakit karena adanya peradangan pada lapisan mukosa lambung.

Pada proses peradangan tersebut menyebabkan peningkatan asam lambung.

Apa saja yang dapat menyebabkan Gastritis ?

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan gastritis. Penyebab

umum dari gastritis yang bersifat mengikis dinding lambung adalah penggunaan jangka panjang

dari obat-obatan untuk mengatasi inflamasi atau dalam bahasa kesehatannya adalah Non Steroid

Anti Inflamatory Drugs(NSAIDs) seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen. Selain itu, gastritis

Page 2: Artikel Gastritis 1

juga dapat disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Selain penyebab-penyebab yang telah

disebutkan di atas, gastritis juga dapat disebabkan karena makan yang tidak teratur, stres yang

berlebihan, minum minuman beralkohol, dan merokok yang dapat meningkatkan jumlah asam

lambung. Autoimun juga dapat menjadi penyebab munculnya gastritis di mana sistem kekebalan

tubuh menyerang sel-sel sehat dalam lapisan perut.

Apa saja tipe-tipe Gastritis ?

Gastritis dapat dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu :

 Tipe akut

Gastritis akut dapat terjadi karena ada yang memicu iritasi pada lambung dan ditandai dengan

peningkatan asam lambung. Gastritis akut berlangsung dalam waktu singkat Gastritis tipe ini

biasanya disebabkan oleh penggunaan jangka panjang obat-obatan NSAIDs atau karena pola

makan tidak teratur, merokok, stress, dan mengkonsumsi alkohol.

 Tipe kronis

Gastritis kronis dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori. Bakteri tersebut

akan merusak lapisan mukosa pada lambung dan menyebabkan luka. Gastritis kronis dapat

berlangsung selama sebulan hingga setahun.

Apa saja gejala dari Gastritis ?

Gejala gastritis dapat berupa ringan dan berat.

Gejala ringan dari gastritis dapat diketahui berupa rasa perih pada ulu hati dan tidak nyaman

pada bagian perut walaupun sudah makan. Jika rasa perih tersebut hilang setelah makan, maka

bisa dikatakan belum menderita gastritis. Selain itu, gejala ringan lainnya dapat berupa mual dan

muntah, serta kehilangan nafsu makan.

Jika gastritis tidak ditangani, maka akan timbul gejala yang lebih berat yang dapat berupa :

Page 3: Artikel Gastritis 1

  Muntah darah

  Feses (tinja) berwarna hitam yang mengandung darah

Bagaimana penanganan Gastritis ?

Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi jumlah asam lambung sehingga gejala dapat

berkurang dan meningkatkan kesehatan. Gastritis dapat ditangani dengan merubah pola hidup

yang mendukung kesembuhan dari gastritis, seperti :

 Membiasakan untuk makan-makanan yang sehat dan teratur, menghindari makanan yang pedas

karena dapat menyebabkan nyeri pada perut bertambah.

 Tidak merokok

 Tidak minum-minuman beralkohol

 Tidur yang cukup dan teratur

Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi gastritis adalah :

a)    Antasida yang berisi magnesium hidroksida, aluminium hidroksida, dan dan kalsium hidroksida.

Zat-zat aktif tersebut dapat menetralisir asam di salam lambung. Contoh obat yang biasanya ada

di pasaran adalah Promag® dan mylanta®.

b)   Histamin 2 (H2) blocker, berfungsi untuk menurunkan produksi asam lambung. Contoh obat

yang biasanya ada di pasaran adalah ranitidin. Untuk memperoleh obat ini harus dengan

menggunakan resep dokter atau dapat diperoleh di apotek.

c)    Proton Pump Inhibitor (PPI), obat jenis ini dapat menurunkan asam lambung lebih efektif

daripada H2blocker. Contoh obat yang biasanya ada di pasaran adalah Omeprasole dan

Lansoprasole.    Untuk pengobatan mandiri (pengobatan yang dapat dilakukan sendiri) terhadap gastritis, dapat digunakanantasida yang dijual bebas. Jika dengan antasida tidak berkurang gejalanya, maka dapat digunakan H2

blocker dan PPI yang dapat diperoleh di apotek. Konsultasikan dengan Apoteker untuk menanganigastritis yang dialami.    Jika gastritis tidak membaik dengan menggunakan obat-obat di atas dan gejala gastritis yang timbul adalah gejala yang berat, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Apabila gastritis disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori, maka pengobatannya perlu ditambahkan dengan antibiotik.

Tahapan penanganan gastritis :

Page 5: Artikel Gastritis 1

Apa yang terjadi jika gastritis tidak ditangani ?

Gastritis biasa dianggap sebagai penyakit sepele. Gastritis dengan gejala ringan yang tidak

ditangani akan semakin sering terjadi dan akhirnya akan mengganggu aktivitas. Selain dapat

mengganggu aktivitas, gastritis ringan yang bersifat akut dapat meningkat menjadi gastritis

kronis. Selain itu, gastritis kronis dapat memicu penyakit lain antara lain penyakit ulkus

peptikum, polip lambung, dan tumor lambung jinak dan ganas. Beberapa

orang dengan gastritis Helicobacter pylori kronis atau gastritis autoimun dapat

memicu gastritisatrofi. Gastritis atrofi menghancurkan sel-sel di lapisan lambung yang

menghasilkan asam dan enzimpencernaan. Gastritis atrofi dapat menyebabkan dua jenis

kanker: kanker lambung dan lambung mukosaterkait jaringan limfoid (MALT) limfoma.

  

ReferensiA.D.A.M. Medical Encyclopedia, 2013, Gastritis, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/

pubmedhealth/PMH0002135/, diakses pada tanggal 20 November 2014.

Djunarko, I., dan Hendrawati, Y.D., 2011, Swamedikasi yang Baik dan Benar, PT. Citra Aji Parama, Yogyakarta, pp. 54-55.

NIDDK, 2010, Gastritis, http://www.niddk.nih.gov/health-information/health-topics/ digestive-diseases/gastritis/Documents/Gastritis_508.pdf, diakses pada tanggal 20 November 2014.

all images used are for illustrative purposes only