Click here to load reader

ANTIBIOTIK Ulkus Peptik.pptx

  • View
    17

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of ANTIBIOTIK Ulkus Peptik.pptx

ANTIBIOTIK

ANTIBIOTIKMutiara Nur DzikrinaTUJUANAntibiotik yang sering digunakanKLARITOMISINMekanisme kerja: Berikatan dengan RNA ribosom bakterisecara reversibel sintesis protein dependen RNA padabakteri protein tidak dapat disintesis bakteri matiEfek samping: gangguan GIT, gangguan pengecapan (abnormal taste), cholestatic jaundice, glositis, stomatitis, sakit kepala, halusinasi, insomnia, rash.Potensi fatal : pseudomembranous colitis, anafilaksis, Sindrom Stevens-Johnson.Kontraindikasi: Penderita yang hipersensitivitas, wanita hamil terutama yang memiliki riwayat porfiria akut.Perhatian: Penderita gangguan ginjal dan hati, resistensi silang dengan golongan makrolida, wanita menyusui dan anak-anak.Interaksi obat: menghambat enzim CYP450 menghambat metabolisme kortikosteroid, Astemizol, Karbamazin, Siklosporin, cisaprid, Terfenadin, Teofillin, asam Valproat, benzodiazepin, dan Warfarin meningkatkan kadar obat-obat ini dalam serum menimbulkan efek toksik

AMOKSISILINMerupakan golongan penicilin, derivat hidroksi dengan aktivitas yang sama seperti ampisilin (antibiotik broadspectrum, tahan terhadap asam lambung).Mekanisme Kerja

AMOKSISILINIndikasi: infeksi saluran kemih, otitis media, sinusitis, bronkitis, kronis, salmonelosis invasif, gonore, untuk terapi profilaksis endokartis dan terapi tambahan pada meningitisDosis: untuk pengobatan ulcer 2 x 1 g sehariKontraindikasi: penderita yang hipersensitif golongan penisilin. Perhatian: Penggunaan harus diperhatikan bagi penderita penyakit ginjal dan penyakit hati, wanita hamil dan menyusui, serta mononukleosis menular.Farmakokinetik: Amoksisilin diabsorbsi lebih baik bila diberikan per oral dan menghasilkan kadar yang leboh tinggi dalam plasma dan jaringan.Absorbsinya tidak terganggu dengan adanya makanan dan lambungEkskresinya berlangsung sebagian besar lewat ginjal 30-45% dalam keadaan utuh, sisanya sebagai metabolitamoksisilinInteraksi obat: Penggunaaan bersama disulfiram dan probenesid akan meningkatkan kadar amoksisilin, penurunan efek amoksisilin jika digunakan bersama dengan tetrasiklin dan kloramfenikol. menurunkan efikasi dari kontrasepsi oralPenggunaan bersama obat-obat antikoagulan harus benar-benar dimonitoring karena akan menyebabkan peningkatan efek antikoagulan oral.

Efek samping: abnormal taste hiperaktif, agitasi, insomnia, pusing, ruam makulopapular, dermatitis eksfoliatif, urtikaria, vaskulitis, diare, mual, muntah, leukopenia, trombositopenia, anemia, granulositopenia dan agranulositosis.

Potensi fatal: hipersensitivitas neuromuskular dan kolitis pseudomembranosa (1-10%) METRONIDAZOL

Indikasi : Infeksi bakteri, protozoaMekanisme kerja : Berinteraksi dengan DNA bakteri menyebabkan perubahan struktur helix DNA dan putusnya rantai sehingga sintesa protein dihambat dan sel matiEfek Samping : sakit kepala, diare, mual, muntah, sakit perut, nafsu makan berkurang, konstipasi, gangguan pengecapan, lidah kasar, lesu, pusing, vertigo, ataksia, urin berwarna gelap, neuriti perifer pada penggunaan jangka panjang anafilaksisKontraindikasi : pasien yang hipersensitif terhadap metronidazol, ibu hamilFarmakokinetik : Absorbsi metronidazol berlangsug dengan baik sesudah pemberian secara oral. Efek terapi obat biasanya muncul setelah 1 jam ; Distribusi saliva, empedu, cairan mani, air susu, tulang, hati dan abses hati, paru-paru dan sekresi vagina, menembus plasenta dan sawar darah otak; Ikatan protein 80%

Pengobatan 7 hari memiliki efektifitas minimal, tetapi skrg sudah jarang direkomendasikan sudah tidak adekuat.Peningkatan dosis antibiotik tidak akan meningkatkan kecepatan eradikasi.Namun pada beberapa pasien pada penggunaan obat diatas tidak sepenuhnyaefektif, sehingga dibutuhkan kombinasiyang berbeda dari antibiotik. Sebuahprotokol pengobatanyang kurang umum digunakan melibatkan mengambiltiga atauempat jenisobatempatkali sehari selama total 14hari (inhibitorpompaproton (PPI) +bismutsubcitrate+amoksisilin+metronidazol).Perawatan inihanya digunakandalam keadaan khusus.(Nathan T, Dr; et all)Berikut ini beberapa Literatur tentang efektifitas kombinasi obat:Eradikasi H. pyloriRegimen terapiEfektivitasRegimen 2 obatPPi + amoksisilin 2-3x1gKurangPPi + klaritromisin 3x500 mgKurangRBC 2x400 mg + klaritromisin 3x500 mgCukupSource:Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach 7th ed. Eradikasi H. pyloriRegimen terapiEfektivitasRegimen 3 obat PPi + klaritromisin 2x500 mg + amoksisilin 2x1g Baik-sangat baikPPi + klaritromisin 2x500 mg + metronidazol 2x500 mgBaik-sangat baikPPi + amoksisilin 2x500 mg + metronidazol 2x500 mgBaikRBC 2x400 mg + klaritromisin 2x500 mg + metronidazol 2x500 mgBaikRBC 2x400 mg + klaritromisin 2x500 mg + amoksisilin 2x1gBaikRBC 2x400 mg + klaritromisin 2x500 mg + tetrasiklin 2x500 mgBaikSource: Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach 7th ed. Eradikasi H. pyloriRegimen terapiEfektivitasRegimen 4 obat dengan BSS 4x525 mg+ PPi atau H2RA dosis penyembuhan selama 4-6 minggu + metronidazol 4x250-500 mg + tetrasiklin 4x500 mgBaik-sangat baik+ PPi atau H2RA dosis penyembuhan selama 4-6 minggu + metronidazol 4x250-500 mg + klaritromisin 4x250-500 mgBaik-sangat baik+ PPi atau H2RA dosis penyembuhan selama 4-6 minggu + metronidazol 4x250-500 mg + amoksisilin 4x500 mgBaikSource: Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach 7th ed. Keterangan:PPi : Pompa proton inhibitorOmeprazol 2 x 20 mg (3 obat) 2 x 40 mg (4 obat)Lansoprazol 2 x 30 mgEsomeprazol 40 mg/hariPantoprazol 2 x 40 mgRabeprazol 20 mg/hari BSS: Bismut SubsalisilatRBC: Ranitidin bismut sitratH2RA: H2 reseptor antagonisSimetidin 4 x 300 mg400 mg/hari800 mg saat akan tidur Famotidin 2 x 20 mg40 mg saat akan tidur Ranitidin 2 x 150 mg300 mg saat akan tidur Nizatidin 2 x 150 mg300 mg saat akan tidur Efektivitas pengobatanKurang: < 70%Cukup: 70 - 80%Baik: 80 - 90%Sangat baik: > 90%Daftar PustakaElin, Y.S., et al, 2009, ISO Farmakoterapi, Jakarta : ISFI Penerbitan

Gunawan, Sulistia Gan, 2007, Farmakologi dan Terapi Edisi kelima, Jakarta : Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Katzung, Betram G., 2006, Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10, Jakarta : EGC.Nathan T, Dr. Brandt C.J., Dr, De Muckedell O.S., Dr, dr, Peptic Ulcers Treatment, http://www.netdoctor.co.uk/diseases/facts/pepticulcertreatment.htm, accesed on April 25th 2015Anonim, Treatment Of Peptic Ulcer Disease, http://ww2.iehp.org/NR/rdonlyres/7B8FCC3C-5055-4472-A52F-6020C7FCFE5D/0/PepticUlcer.pdf, accesed on April 25th 2015