ANEKA TARIAN

Embed Size (px)

Citation preview

BAB 1 PENDAHULUAN

1. Latar belakang a. Anak-anak muda sekarang mulai melupakan tari-tarian tradisonal sebagai tarinnnya b. Anak-anak sekarang lebih suka tari-tarian yang bergaya barat sehingga mengabaikan tari-tarian tradional c. Anak-anak sekarang lebih suka bermain dengan permainan yang lebih modern sehingga tari-tarian dan sen! tradisonal dilupakan 2. Tujuan Menambah pengetahun dan ketertarikan anak-anak muda sekarang akan taritarian tradisional 3. Rumusan masalah Bagaimana cara menimbulkan rasa ketertarikan anak muda untuk menjadikan tari-tarian tradisional sebagai permainannya 4. Batasan masalah Aneka tari-tarian Minangkabau sebagai permainan anak nagari

1

BAB II PEMBAHASAN

Uraian y Memperkenalkan dan mengapresiasikan melalui membaca dan diskusi: Gerak tari tradisional Minangkabau Keindahan dan keaslian gerak tari tradisionai Minangkabau y Menyimpulkan pengetahuan tenlang tari Tradisional Minangkabau kegiatan pengamalan,

A. Gerak Tari Tradisional Minangkabau Gerak tari tradisional Minangkabau dapat dibedakan berdasarkan ciri khas gerakannya yang meliputi tarian pencak, perintang, dan kaba, 1. Tarian Pencak Tarian pencak yaitu tarian yang gerakannya menyerupai pencak. Perbedaan tari pencak dengan pencak adalah; dalam tarian pencak, para pemain tidak bersinggungan, sedangkan dalam pencak bersinggungan. Perbedaan Iain adalah tarian pencak diiringi oleh bunyi-bunyian, pada pencak tidak diiringi musik atau bunyi-bunyian. Gerakan tarian pencak merupakan hubungan antaraaksi dengan reaksi. Bila ada dua penari, maka penari yang satu gerakannya lebih ditentukan oleh gerakan yang diiakukan oleh lawan mainnya. Gerakan keduanya

2

memerlukan penyesuaian. adalah: a. Tari Gelombang

Termasuk ke dalam jenis tarian pencak

Tari gelombang biusunya dipertunjukkan pada upacara-upacara besar. Tari ini biasanya dilakukan untuk menyambut tamu kehormaian. Tari. ini juga. sering dipertunjukkan dalam upacara perkawinan atau upacara batagak penghulu. Penari terdiri dari puluhan orang yang biasanya lerbagi dua kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin seorang tua (ketua) yang memberikan aba-aba. Kedua kelompok merupakan pasukan pengawai. la akan mengawal rombongan utama. Gerakan penari dalam tari gelombang merupakan Iangkah-langkah dalam pencak silat. Gerakan yang dipakai biasanya adalah langkah empat. Gerakan langkah empat ini dapat di-gambarkan sebagai berikut: Setiap hendak melangkah maju, mereka ber-tepuk menurut aba-aba pimpinan. Kemudian kedua kelompok menampilkan posisi dua ba-risan yang sedang bertempur. Gerakan mereka mengembang lepas dengan la-ngan' yang terbuka serla jari melentik. Gerakan badan merendah ketika melangkahkan kaki lebar-lebar, lalu meninggi dengan mengangkat sebelah kaki setinggt lutut seperti alunan gelombang.

3

b.

Tari Sewah Tari sewah juga merupakan tarian pencak. Penari biasanya terdiri dari dua atau tiga orang. Dalam menari mereka memakai senjata yang disebut sewah. Sewah merupakan senjata tajam yang panjangnya kira-kira satu ela. Dalam tarian ini biasanya ada dua orang yang memakai senjata. Bila pemain ada tiga yang memegang senjata tetap dua orang. sedangkan yang tidak bersenjata menjadi sasaran tikaman. Dalam tarian yang terdiri dari dua orang penari, mereka mempertunjukkan bersinggungan. gerakan bertempur tanpa

c.

Tari Alo Ambek Tari alo ambek dilakukan o]eh dua orang dan dibantu oleh dua pendamping yang disebut dampeang (pendamping) dan dua orang janang. Gerakan tari ini mempertunjukkan perlombaan keterampilan menyerang dan me-rfangkis secara bergantian. Bentuk gerakan penyerangan misalnya merebut pakaian lawan seperti destar, baju, dan kain sesamping yang dililitkan di pinggang. Permainan ini dipimpin oleh dampeang. la mengatur gerakan sambil bernyanyi. Seorang dampeang bersuara rendah disebut dampeang jantah (pendamping lelaki), seorang Iagi bersuara tinggi, disebut dampeang balino (pendamping wanita).

4

Janang dalam tarian ini bertugas memberikan penilaian. Gerakan dalam tarian ini dapat digainbaikaii sebugai berikul: selain melakukan salam kepadapenonton, kedua pemain saling berhadapan dan mulai melakukan gerakan tari, setelah dampeang memberikan aba-aba. Gerakan-gerakan yang dipakai adalah guntiang (gunting) yaitu

menggunting kain sesamping lawan, simbua, yaitu menyimbur lawan dan merebut buah bajunya, lalu hatuah, yaitu memukul kepala lawan untuk mengambil destar. Gerakan ini lebih berpegang pada inisiatif dan siasat para penari untuk memeriahkan permainan. 2. Tarian Perintang Tarian periniang adalali tartan yang bertu-juan unluk hiburan. Biasanya dilakukan oleh muda-mudi untuk mengisi waktu luang sambil bergembiraria. Mengisi waktu iuang disebut juga kegiatan untuk perintang-perintang waktu. Tarian perintang waktu sering juga disebut tari pergaulan Tarian ini dilakukan bersama-sama atau seorang diri. Gerakan tari diiringi oleh bunyi-bunyian. Gerakan tarian lebih banyak meninikan prilaku alam. Prilaku alam ini seperti meniru gerakan tupai, elang terbang, kerbau mengamuk, dan berbagai gerakan kegiatan sehari-hari. Jenis tari-tarian yang termasuk ke dalam tarian perintang ini adalah: a. Tari Piring Tari Piring bisa dimainkan sendiri atau bersama-sama. Tari piring biasanya . dilakukan dengan meletakkan piring porselen di telapak

5

tangan. Di ujung jari tangan dipasang cincin. Cincin ini dijentikkan pada piring sehingga menimbulkan bunyi sesuai dengan irama musik. Gerakan kaki biasa disebut rantak. Gerakan dalam tarian ini bermacam-macam, misal-nya mempertunjukkan elang terbang yang me-ngibaskan sayapnya lalu menukik menyambar anak ayam. Ada juga gerakan yang memperlihatkan petani sedang bekerja, mulai dari mem-bajak, meneangkul, .sampai panen. Ada juga gerakan Iain seperti kegiatan sehari-hari lainnya: gadis yang sedang berhias, menyisir rambut, dan sebagainya. Variasi gerakan sering

memperlihatkan kemahiran meliuk-liukkan badan sambil terus mengayunkan tangan atau berguling. Dalam pertunjukan tari piring sering juga dipertunjuk-kan kemampuan penari dengan menginjak pecahan kaca. Zaman sekarang, tari piring menginjak-injak kaca tersebut dipertunjukkan, dan bahkan penari Minang menggelarnya sampai ke Amerika dan Eropah. b. Tari Galuak Tari galuak, yaitu tari yang mempergunakan galuak (tempurung kelapa). Pada kedua betah tangan penari digenggam masing-masmg tempurung Gerakan tari merigulamakan berbagai kemungkinan unluk mengadu tempurung sehing-ga melahirkan bunyi. Gerakan biasanya

memperlihatkan gerakan hewan atau petani.

6

c.

Tari Kabau Jalang Tari ini memperlihatkan gerakan kerbau sedang menggila. Kedua langan penari diaeun-g-aeungkan lewat kepala membentuk landuk kerbau. Napas mendengus-dengus. Keliaran gerakan tarian ini ibarat kabau jaiang (kerbau liar). Adakalanya penari menyeruduk ke arah penonton. Penonton jadi

gaduh dan terlibat aklif dalam tarian. Di samping itu juga dipertunjukkan gerakan bergulingan di kubangan yang tibatiba terkejut seolah mendengar auman harimau. Puncak tarian ini adalah pada gerakan pertempuran antara kerbau dan harimau. Kerbau berkali-kali rnenanduk harimau. 3. Tarian Kaba Tarian kaba adalah tarian dengan meng-angkat tema cerita(kaba). Tari ini sangat banyak ragamnya. Pola gerakan penari tidak banyak variasi. Ini adalah karena dalam pertunjukan lebih mengutamakan nyanyian dari tarian. Gerakan dalam tari mengaeu pada isi cerita yang disampaikan Tarian yang lermasuk ke dalam tarian kaba ini adalah: a. Tari Si Kambang Dalam tarian ini gerakan yang khas adalah ketika menyanyi, si penari memperlunjukkan gerakan mengayunkan anak dalam gendongan. Bila si penari berkeliling ia mempertunjukkan gerakan menggendong anak. inilah makanya Tari Si Kambang sering juga disebut se-bagai Tari Buai-Buai.

7

b. Tari Ilau Tarian ini dimainkan oleh empat orang atau lebih. Gerakannya berjalan berkeiiling membentuk lingkaran. Sambil berjalan mereka meralap bergantian. Ralapan untuk mengisah-kan cerita yang

hendak disampaikan. Tari ini sering dimainkan para wanita. c. Tari Tupai Janjang dan Tari Barabah Mandi Pada kedua tari ini terdapat gerakan yang lebih lincah. Kaba disampaikan lewat nyanyian yang diiringi musik Tradisional. Gerakan menirukan gerakan tupai atau gerakan burung Barabah.

B. Keindahan dan Keosllan Gerak Tari Tra-disional Minangkabau Gerak tari tradisional Minangkabau memang sangat indah dan asli. Keaslian gerak tari Minang karena biasanya dibuat menirukan gerak alam. Hal ini karena niasyarakat Minangkabau merm'liki falsafah Alam Takambang Jadi Guru. Gerakan pada tarian Minang merupakan simbol-simbol falsafah alami yang dituangkan dalam bentuk gerak. Adajuga gerakan-gerakan tari Minang yang benar-benar memperli-hatkan kejadian-kejadian yang terjadi di alam. Misalnya pada Tari Piring. Pada Tari Piring terdapat sejumlah gerakan yang asli dan alaniiah. Misalnya gerakan yang memperlunjukkan seekor elang terbang yang mengibaskan sayapnya lalu menukik menyambar anak ayani. Ada. juga gerakan yang memperiihatkan petani sedang bekerja, mulai dari membajak, meneang-kul, sampai panen. Ada juga gerakan lain seperti kegiatan sehari-hari lainnya; gadis yang sedang berhias, menyisir rambut.

8

Tari Galuak juga banyak memiliki gerakan yang alamiah. Sepintas lalu gerakan tari di sini lebih mengutamakan berbagai kemungkinan untuk mengadu tempurung sehingga melahirkan bunyi. Tapi sebenarnya bila diperhatikan lebih seksama gerakan-gerakannya akan tampak memperlihatkan gerakan hewan atau petani.

9

BAB II PENUTUP

1. Kesimpulan Gerak tari tradisional Minangkabau dapat dibedakan berdasarkan ciri khas yang meliputi tarian pencak, perintang dan kaba. Gerakan pada tarian Minang merupakan simbol-simbol falsafah alami yang benar-benar memperlihatkan kejadian-kejadian yang terjadi di alam. Misalnya pada Tari Piring. Pada Tari Piring terdapat sejumlah gerakan yang asli dan alamiah. Misalnya gerakan yang mempertunjukkan seekor elang terbang yagn mengibaskan sayapnya lalu menukik menyambar anak ayam.

2. Saran Hendaknya kegiatan seni yang melibatkan peran aktif pemuda lebih tingkatkan.

10

KATA PENGANTAR

Dengan mengueapkan puji dan syukur kepada Allah Swt atas berkat rahmat dan karuniaNya saya dapat menulis dan meuyusun makalah ini dengan judul: ANEKA TARI-TARIAN RAKYAT MINANGKABAU Dan lak lupa pula saya mengirimkan salawat beserta salam kepada nabi besar Muhammad Saw. Makalah ini merupakan tugas yang diberikan dosen saya. Makalah ini saya buat untuk menjabarkan aneka tari-tarian rakyat Minang Kabau. Saya juga mengueapkan terimakasih pada guru saya yang telah membimbing saya untuk menyelesaikan makalah ini,daa semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini. Dan saa juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Karena bagaimana pun makalah ini masih banyak kekurangan. dan penulis berharap agar mkalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Pariaman, Februari 2008

ROSA HERLIZA

11

DAFTAR PUSTAKA

Ariozal, Yulfian. 1994. Budaya Alam Minangkabau. Pariaman : Angkasa Raya.

12

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................... BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................... 1. Latar belakang .................................................................................. 2. Tujuan .............................................................................................. 3. Rumusan masalah ............................................................................ 4. Batasan masalah ............................................................................... BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. Uraian .......................................................................................................... A. Gerak Tari Tradisional Minangkabau ............................................... B. Keindahan dan Keosllan Gerak Tari Tra-disional Minangkabau ....... BAB II PENUTUP ...................................................................................... 1. Kesimpulan ...................................................................................... 2. Saran................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA

i ii 1 1 1 1 1 2 2 2 8 10 10 10

ii 13