ANATOMI FISIOLOGI SARAF

  • View
    114

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of ANATOMI FISIOLOGI SARAF

KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMANANATOMI FISIOLOGI SARAFPengampu : Triana Arisdiani, S.Kep., Ns dan Tim

Disusun Oleh Kelompok 2 :1. Rina Sulistiani1. Nunung Marlina1. Eko Widiastuti1. Sri Hartini1. Agus Dwi Pramono1. Ika Nuraesah1. Rizki Septiani1. Rodhiyatun Khasanah1. Alfah Syada1. Muhamad Zakki Masruri

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL2012/2013KATA PENGANTARPuji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-NYA kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ANATOMI FISIOLOGI SARAF.Makalah ini berisikan tentang Organisasi Saraf dan Sel Saraf, Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Perifer, Mekanisme Gerak Manusia dan Kelainan dan Penyakit Sistem Saraf Manusia. Diharapkan makalah yang kami susun dapat menambah wawasan pengetahuan kepada perawat dan masyarakat pada umumnya yang masih minim pengetahuan tentang anatomi fisiologi saraf. Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah kami.Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.

Kendal, 4 November 2013

Penyusun

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL IKATA PENGANTAR IIDAFTAR ISI III

BAB I: PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 11.2. Rumusan Masalah 11.3. Tujuan1

BAB II: PEMBAHASAN 2.1. Organisasi Saraf dan Sel Saraf 22.2. Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Perifer 82.3. Mekanisme Gerak Manusia 212.4. Kelainan dan Penyakit Sistem Saraf Manusia 21

BAB III: PENUTUP 3.1. Kesimpulan 243.2. Saran 24

DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSistem saraf manusia adalah suatu jalinan jaringan sarfa yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur kebanyakan aktivitas sistem-sistem tubuh lainnya. Karena pengaturan saraf tersebut, maka terjalin komunikasi antara berbagai sistem tubuh hingga menyebabkan tubuh berfungsi sebagai unit yang harmonis.Di dalam tubuh kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.1.2 Rumusan Masalah1.2.1 Bagaimana anatomi fisiologi saraf?1.3 Tujuan1.3.1 Untuk mengetahui Organisasi dan sel saraf.1.3.2 Untuk mengetahui Sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.1.3.3 Untuk mengetahui Mekanisme gerak manusia.1.3.4 Untuk mengetahui Kelainan dan penyakit sistem saraf manusia

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Organisasi Saraf dan Sel Saraf2.1.1 Sistem SarafSistem saraf adalah serangkaian organ yang kompleks dan bersambungan serta terdiri terutama dari jaringan saraf. Dalam mekanisme sistem saraf, lingkungan internal dan stimulus eksternal dipantau dan diatur. Kemampuan khusus seperti iritabilitas, atau sensitivitas terhadap stimulus, dan konduktivitas, atau kemampuan untuk mentransmisi suatu respons terhadap stimulasi, diatur oleh sistem saraf dalam tiga cara utama :2.1.1.1. Input sensorik. Sistem saraf menerima sensasi atau stimulus melalui reseptor, yang terletakdi tubuh baik eksternal (reseptor somatic) maupun internal (reseptor viseral).2.1.1.2. Antivitas integratif. Reseptor mengubah stimulus menjadi impuls listrik yang menjalar di sepanjang saraf sampai ke otak dan medulla spinalis, yang kemudian akan menginterpretasi dan mengintegrasi stimulus, sehingga respon terhadap informasi bisa terjadi.2.1.1.3. Output motorik. Input dari otak dan medulla spinalis memperoleh respon yang sesuai dari otot dan kelenjar tubuh , yang disebut sebagai efektor.2.1.2 Organisasi Struktural Sistem Saraf2.1.2.1. Sistem Saraf Pusat (SSP)Terdiri dari otak dan medulla spinalis yang dilindungi tulang kranium dan kanal vertebral.2.1.2.2. Sistem Saraf PeriferMeliputi seluruh jaringan saraf lain dalam tubuh. Sistem ini terdiri dari saraf cranial dan saraf spinal yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan reseptor dan efektor. Secara fungsional sistem saraf perifer terbagi menjadi sistem aferen dan sistem eferen.1. Saraf aferen (sensorik) mentransmisi informasi dari reseptor sensorik ke SSP2. Saraf eferen (motorik) mentransmisi informasi dari SSP ke otot dan kelenjar. Sistem eferen dari sistem saraf perifer memiliki dua sub divisi :a. Divisi somatic (volunter) berkaitan dengan perubahan lingkungan eksternal dan pembentukan respons motorik volunteer pada otot rangka.b. Divisi otonom (involunter) mengendalikan seluruh respon involunter pada otot polos, otot jantung dan kelenjar dengan cara mentransmisi impuls saraf melalui dua jalur, yaitu :a) Saraf simpatis berasal dari area toraks dan lumbal pada medulla spinalisb) Saraf parasimpatis berasal dari area otak dan sacral pada medulla spinalis.2.1.3 Sel-sel pada Sistem Saraf2.1.3.1. NeuronNeuron adalah unit fungsional sistem saraf yang terdiri dari badan sel, dendrit dan akson.1. Badan sel atau perikarion, suatu neuron mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron. Bagian ini tersusun dari satu nucleus tunggal, nucleolus yang menanjol dan organel lain seperti konpleks golgi dan mitochondria, tetapi nucleus ini tidak memiliki sentriol dan tidak dapat bereplikasi. Badan nissi, terdiri dari reticulum endoplasma kasar dan ribosom-ribosom bebas serta berperan dalam sintesis protein. Neurofibril yaitu neurofilamen dan neurotubulus yang dapat dilihat melalui mikroskop cahaya jika diberi pewarnaan dengan perak.2. Dendrit adalah perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek serta berfungsi untuk menghantar impuls ke sel tubuh.3. Akson adalah suatu prosesus tunggal, yang lebih tipis dan lebih panjang dari dendrite. Bagian ini menghantar impuls menjauhi badan sel ke neuron lain, ke sel lain (sel otot atau kelenjar) atau ke badan sel neuron yang menjadi asal akson.2.1.3.2. Klasifikasi Neuron1. FungsiNeuron diklasifikasi secara fungsional berdasarkan arah transmisi impulsnya.a. Neuron sensorik (aferen) menghantarkan impuls listrik dari reseptor pada kulit, organ indera atau suatu organ internal ke SSP.b. Neuron motorik menyampaikan impuls dari SSP ke efektor.c. Interneuron (neuron yang berhubungan) ditemukan seluruhnya dalam SSP. Neuron ini menghubungkan neuron sensorik dan motorik atau menyampaikan informasi ke interneuron lain.2. StrukturNeuron diklasifikasi secara structural berdasarkan jumlah prosesusnya.a. Neuron unipolar memiliki satu akson dan dua denderit atau lebih. Sebagian besar neuron motorik, yang ditemukan dalam otak dan medulla spinalis, masuk dlam golongan ini.b. Neuron bipolar memiliki satu akson dan satu dendrite. Neuron ini ditemukan pada organ indera, seperti amta, telinga dan hidung.c. Neuron unipolar kelihatannya memiliki sebuah prosesus tunggal, tetapi neuron ini sebenarnya bipolar.3. Sel NeuroglialBiasanya disebut glia, sel neuroglial adalah sel penunjang tambahan pada SSP yang berfungsi sebagai jaringan ikat.a. Astrosit adalah sel berbentuk bintang yang memiliki sejumlah prosesus panjang, sebagian besar melekat pada dinding kapilar darah melalui pedikel atau kaki vascular.b. Oligodendrosit menyerupai astrosit, tetapi badan selnya kecil dan jumlah prosesusnya lebih sedikit dan lebih pendek.c. Mikroglia ditemukan dekat neuron dan pembuluh darah, dan dipercaya memiliki peran fagositik.d. Sel ependimal membentuk membran spitelial yang melapisi rongga serebral dan ronggal medulla spinalis.4. Kelompok Neurona. Nukleus adalah kumpulan badan sel neuron yang terletak di dalam SSP.b. Ganglion adalah kumpulan badan sel neuron yang terletak di bagian luar SSP dalam saraf perifer.c. Saraf adalah kumpulan prosesus sel saraf (serabut) yang terletak di luar SSP.d. Saraf gabungan. Sebagian besar saraf perifer adalah saraf gabungan ; saraf ini mengandung serabut arefen dan eferen yang termielinisasi dan yang tidak termielinisasi.e. Traktus adalah kumpulan serabut saraf dalam otak atau medulla spinalis yang memiliki origo dan tujuan yang sama.f. Komisura adalah pita serabut saraf yang menghubungkan sisi-sisi yang berlawanan pada otak atau medulla spinalis.2.2 Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Perifer2.3.1 Sistem Saraf Pusat2.2.1.1. OtakMerupakan alat tubuh yang sangat vital karena pusat pengatur untuk seluruh alat tubuh, terletak di dalam rongga tengkorak (Kranium) yang dibungkus oleh selaput otak yang kuat. 1. Perkembangan otak Otak manusia mencapai 2% dari keseluruhan berat tubuh, mengkonsumsi 25% oksigen dan menerima 1,5% curah jantung. Bagian cranial pada tabung saraf membentuk tiga pembesaran (vesikel) yang berdiferensiasi untuk membentuk otak : otak depan, otak tengah dan otak belakang.a. Otak depan (proensefalon)Terbagi menjadi dua subdivisi, yaitu telensefalon dan diensefalon. Telensefalon merupakan awal hemisfer serebral atau serebrum dan basal ganglia serta korpus striatum (substansi abu-abu) pada serebrum. Diensefalon menjadi thalamus, hipotalamus dan epitalamus. Diensefalon. Terletak di antara serebrum dan otak tengah serta tersembunyi di balik hemisfer serebral, kecuali pada sisi basal yang terdiri dari :

a) TalamusTerdiri dari dua massa oval (lebar 1 cm dan panjang 3 cm) substansi abu-abu yang sebagian tertutup substansi putih. Masing-masing massa menonjol ke luar untuk membentuk sisi dinding ventrikel ketiga.b) HipotalamusTerletak di didi inferior thalamus dan membentuk dasar serta bagian bawah sisi dinding ventrikel ketiga. Hipotalamus berperan penting dalam pengendalian aktivitas SSO yang melakukan fungsi vegetatif penting untuk kehidupan, seperti pengaturan frekwensi jantung, tekanan