of 30 /30
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Payudara memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia. Setiap manusia pada umumnya memiliki payudara, tetapi antara laki-laki dan perempuan berbeda dalam fungsinya. Payudara yang matang adalah salah satu tanda pertumbuhan sekunder dari seorang perempuan dan merupakan salah satu organ yang indah dan menarik. Lebih dari itu, untuk mempertahankan kelangsungan hidup keturunannya, maka organ ini menjadi sumber utama kehidupan, karena air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling penting, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. 1

ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ANATOMIFISOLOGI PAYUDARA

Text of ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

Page 1: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang

Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada.

Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Payudara

memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia. Setiap manusia pada

umumnya memiliki payudara, tetapi antara laki-laki dan perempuan berbeda dalam

fungsinya. Payudara yang matang adalah salah satu tanda pertumbuhan sekunder dari

seorang perempuan dan merupakan salah satu organ yang indah dan menarik. Lebih

dari itu, untuk mempertahankan kelangsungan hidup keturunannya, maka organ ini

menjadi sumber utama kehidupan, karena air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi

yang paling penting, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi.

Para ahli menyatakan bahwa tidak ada payudara pada makhluk hidup lain

yang berjenis kelamin betina selain pada manusia yang memiliki besar yang

bervariasi, relatif terhadap seluruh bagian tubuh, ketika tidak menyusui manusia

adalah satu-satunya primata yang memiliki payudara yang menggelembung setiap

saat. Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk luar dari payudara terhubung dengan

faktor-faktor lain selain menyusui. Sebuah teori didasarkan pada sebuah fakta bahwa

tidak seperti hampir semua primata, manusia yang berjenis kelamin perempuan tidak

memberikan pandangan fisik yang jelas atas terjadinya ovulasi. Ini dapat berakibat

1

Page 2: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

secara perlahan pada manusia yang berjenis kelamin pria untuk berevolusi demi

merespon tanda-tanda yang lebih jelas terhadap adanya ovulasi.

1.2   Rumusan masalah

1. Apa definisi payudara itu?

2. Bagaimana anatomi dan fisiologi payudara?

3. Apakah ASI itu?

4. Bagaimana proses produksi ASi itu berlangsung?

1.3   Tujuan

1.   Tujuan Umum

a)      Untuk mengetahui definisi payudara

b)      Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi payudara

c)       Untuk mengetahui tentang ASI

d)      Untuk mengetahui proses pembentukan ASi

2.   Tujuan Khusus

a)  Untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk payudara wanita

b)   Untuk mengetahui bagian-bagian pada payudara wanita baik bagian interna

maupun eksterna

c)  Untuk mengetahui kandungan yang ada dalam ASI

d)    Untuk mengetahui hormone apa saja yang berpebgaruh terhadp

pembentukan ASI

2

Page 3: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

1.4   Manfaat

1.   Bagi Mahasiswa

Mahasiswa mampu mengetahui dengan jelas anatomi dan fisiologi payudara

2.   Bagi Pembaca

Sebagai masukan atau bahan guna meningkatkan pengetahuan tentang payudara

3.   Bagi Pengembangan Ilmu

Sebagai referensi, sumber bahan bacaan dan bahan pengajaran terutama yang

berkaitan dengan payudara

3

Page 4: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Anatomi Payudara

Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas

otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi.

Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200

gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.

2.1.1 Letak

Payudara wanita disebut juga glandula mammaria yang merupakan alat

reprouksi tambahan. Payudara terletak pada sisi sternumdan meluas setinggi

antara costa ke dua dan keenam. Payudara teletak pada fascia superficialis

dinding rongga dada diatas musculus pectoralis mayor dan dibuat stabil oleh

ligamentum suspensori.

2.1.2 Bentuk

Masing masing payudara berbentuk tonjolan setengah bola dan mempunyai

ekor ( caudal). Dari jaringnan yang meluas ke ketiak atau axilla ( cauda axillaris

spence ).

2.1.3 Ukuran

Ukuran payudara berbeda untuk setiap individu, juga bergantung pda stadium

perkembangan dan umur. Tidak jarang salah satu payudara ukurannya agak

lebih besar daripada payudara yang lain.

4

Page 5: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

2.1.4 Struktur Makroskopis

Struktur makroskopis dibagi menjadi 3 yaitu :

a.  Cauda Axillaris : jaringan payudara yang meluas ke arah axiila

b.  Areola : daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami

pigmentasi dan masing masing payudara bergaris tengah kira – kira 2,5 cm.

Areola berwarna merah muda pada wanita yang berkulit cerah, lebigh gelap pada

wanita yang berkulit coklat dan warna tersebut menjadi lebih gelap ada waktu

hamil. Di daerah areola ini terletak kira – kira 20 glandula sebacea. Pada

kehamilan areola ini membesar dan di sebut tuberkulum montgomery.

c.  Papilla mamae : Terletak dipusat areola mammae setinggi iga ( costa ) ke 4.

Papila mammae suatu tonjolan dengan panjang kira – kira 6 mm, tersusun atas

jaringan erektil berpigme dan merupakan bangunan yang sangat peka.

Permukaan papilla mammae berlubang – lubang berupa ostium papillare kecil –

kecil yang merupakan ductus lactifer.ductus lactifer ini dilapisi oleh epitel.

Bentuk puting ada empat macam, yaitu bentuk yang normal, pendek/datar,

panjang dan terbenam (inverted).

5

Page 6: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

2.1.5 Struktur Mikroskopis

Struktur mikroskopis dibagi menjadi 4 yaitu:

a.    Alveoli : mengandung sel – sel yang mensekresi air susu. Sertiap alveoli dilapisi

oleh sel – sel yang mensekresi air susu, disebut acini yang mengekstraksi faktor –

faktor dari darah yang penting untuk pembentukan air susu. Di sekeliling setiap

alveolus terdapat sel – sel mioepitel yang kadang – kadang di sebut sel keranjang

atau sel laba – laba. Apabila sel – sel ini dirangsang oleh oksitosin akan

berkontraksi sehingga mengalirkan air susu ke dalam ductus lactifer. Alveolus,

yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel

Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah. Lobulus,

yaitu kumpulan dari alveolus.

Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap

payudara. ASI dsalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus),

6

Page 7: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar

(duktus laktiferus).

b.   Tubulus lactifer : saluran kecil yang berhubungan dengan alveoli.

c.   Ductus lactifer : saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus lactifer.

Meluas dari ampulla sampai muara papilla mammae.

d.   Ampulla : bagian dari ductus lactifer yang melebar yang merupakan tempat

menyimpan air susu.

Ampulla terletak di bawah areola.

e.   Jaringan ikat & lemak : jaringan penunjang & pelindung

2.2 Fisiologi Payudara

Fisiologi Payudara ini melibatkan fisiologi laktasi dimana payudara

menjalankan perannya sebagai penghasil air susu. Ada 2 faktor yang terlibat dalam

fisiologi laktasi, yaitu hormone prolaktin dan hormone oksitosin.

2.2.1 Produksi Air Susu

Dalam fisiologi laktasi prolaktin suatu hormone yang disekresi oleh glendula

pituitary anterior, penting untuk produksi ASI tetapi walaupun kadar hormone ini di

dalam siklus maternal meningkat selama kehamilan, kerja hormone ini dihambat oleh

hormone plasenta. Dengan lepas atau keluarnya plasenta pada akhir proses

persalinan, maka kadar estrogen dan progesterone berangsur-angsur turun hingga

tingkat dapat dilepaskannya dan diaktifkannya prolaktin. Terjadi peningkatan suplai

7

Page 8: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

darah yang beredar pat dilewat payudara dan dapat diekstraksi dan penting untuk

pembentukan akhir susu. Globulun, lemak, dan molekul-molekul protein dari dasar

sel-sel sekretoris akan membengkakkan acini dan mendorongnya menuju ke tubuli

laktifer. Peningkatan kadar prolaktin akan menghambat ovulasi dan dengan demikian

juga mempunyai fungsi kontrasepsi, tetapi ibu perlu memberi air susu agar

pengaruhnya benar-benar efektif. Kadar prolaktin paling tinggi adalah pada malam

hari dan penghentian pertama air susu dilakukan pada malam hari yang biasanya

memang demikian sebagai fungsi kontrasepsi.

2.2.2 Pengeluaran Air Susu

Dipengaruhi oleh hormone oksitosin, dimana pengeluran air susu dibagi

menjadi 2 proses, yaitu:

a.   Tekanan dari belakang

Tekanan globuli yang baru terbentuk di dalam sel akan mendorong globuli tersebut

ke dalam tubuli laktifer dan pengisapan oleh bayi yang akan memacu sekresi air susu

lebih banyak.

b.   Refleks neurohormonal

Apabila bayi disusui maka grakan menghisap yang berirama akan menghasilkan

rangsangan syaraf yang terdapat di dalam glandula pituitary posterior. Akibat

langsung reflex ini adalah dikeluarkannya oksitosin dari pituitary posterior, hal ini

akan menyebabkan sel-sel mioepitel di sekitar alveoli akan berkontraksi dan

mendorong air susu masuk ke dalam pembuluh laktifer dan dengan demikian lebih

8

Page 9: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

banyak air susu yang mengalir ke dalam ampulla. Refleksi ini dapat dihambat oleh

adanya rasa sakit, misalnya jahitan perineum.Dengan demikian penting untuk

menempatkan ibu dalam posisi yang aman, santai dan bebas dari rasa sakit, terutama

pada jam – jam menyusukan anak. Sekresi oks itosin yang sama juga akan

menyebabkan otot uterus berkontraksi dan membantu involusi uterus selama nifas.

Proses Laktasinya secara runtut :

Proses Laktasi

Pengaruh Hormonal

Proses laktasi tidak terlepas dari pengaruh hormonal, adapun hormon-horman

yang berperan adalah :

1. Progesteron, berfungsi mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli.

Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini

menstimulasi produksi secara besar-besaran.

2. Estrogen, berfungsi menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar.

Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa

bulan selama tetap menyusui. Sebaiknya ibu menyusui menghindari KB

hormonal berbasis hormon estrogen, karena dapat mengurangi jumlah

produksi ASI.

3. Follicle stimulating hormone (FSH)

4. Luteinizing hormone (LH)

5. Prolaktin, berperan dalam membesarnya alveoil dalam kehamilan.

9

Page 10: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

6. Oksitosin, berfungsi mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat

melahirkan dan setelahnya, seperti halnya juga dalam orgasme. Selain itu,

pasca melahirkan, oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli

untuk memeras ASI menuju saluran susu. Oksitosin berperan dalam proses

turunnya susu let-down/ milk ejection reflex.

7. Human placental lactogen (HPL): Sejak bulan kedua kehamilan, plasenta

mengeluarkan banyak HPL, yang berperan dalam pertumbuhan payudara,

puting, dan areola sebelum melahirkan.

Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap memproduksi ASI. Namun,

ASI bisa juga diproduksi tanpa kehamilan (induced lactation).

2.2.3 Proses Pembentukan Laktogen

Proses pembentukan laktogen melalui tahapan-tahapan berikut:

1. Laktogenesis I

2. Laktogenesis II

3. Laktogenesis III

Laktogenesis I

Merupakan fase penambahan dan pembesaran lobulus-alveolus. Terjadi pada

fase terakhir kehamilan. Pada fase ini, payudara memproduksi kolostrum, yaitu

berupa cairan kental kekuningan dan tingkat progesteron tinggi sehingga mencegah

produksi ASI. Pengeluaran kolustrum pada saat hamil atau sebelum bayi lahir, tidak

10

Page 11: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

menjadikan masalah medis. Hal ini juga bukan merupakan indikasi sedikit atau

banyaknya produksi ASI.

Laktogenesis II

Pengeluaran plasenta saat melahirkan menyebabkan menurunnya kadar

hormon progesteron, esterogen dan HPL. Akan tetapi kadar hormon prolaktin tetap

tinggi. Hal ini menyebabkan produksi ASI besar-besaran. Apabila payudara

dirangsang, level prolaktin dalam darah meningkat, memuncak dalam periode 45

menit, dan kemudian kembali ke level sebelum rangsangan tiga jam kemudian.

Keluarnya hormon prolaktin menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi

ASI, dan hormon ini juga keluar dalam ASI itu sendiri. Penelitian mengemukakan

bahwa level prolaktin dalam susu lebih tinggi apabila produksi ASI lebih banyak,

yaitu sekitar pukul 2 pagi hingga 6 pagi, namun level prolaktin rendah saat payudara

terasa penuh. Hormon lainnya, seperti insulin, tiroksin, dan kortisol, juga terdapat

dalam proses ini, namun peran hormon tersebut belum diketahui. Penanda biokimiawi

mengindikasikan bahwa proses laktogenesis II dimulai sekitar 30-40 jam setelah

melahirkan, tetapi biasanya para ibu baru merasakan payudara penuh sekitar 50-73

jam (2-3 hari) setelah melahirkan. Artinya, memang produksi ASI sebenarnya tidak

langsung keluar setelah melahirkan. Kolostrum dikonsumsi bayi sebelum ASI

sebenarnya. Kolostrum mengandung sel darah putih dan antibodi yang tinggi

daripada ASI sebenarnya, khususnya tinggi dalam level immunoglobulin A (IgA),

yang membantu melapisi usus bayi yang masih rentan dan mencegah kuman

memasuki bayi. IgA ini juga mencegah alergi makanan. Dalam dua minggu pertama

11

Page 12: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

setelah melahirkan, kolostrum pelan pelan hilang dan tergantikan oleh ASI

sebenarnya.

Laktogenesis III

Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan

dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil,

sistem kontrol autokrin dimulai. Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan,

payudara akan memproduksi ASI banyak. Penelitian berkesimpulan bahwa apabila

payudara dikosongkan secara menyeluruh juga akan meningkatkan taraf produksi

ASI. Dengan demikian, produksi ASI sangat dipengaruhi seberapa sering dan

seberapa baik bayi menghisap, dan juga seberapa sering payudara dikosongkan.

Ada 4 hormon yang penting dlm pertumbuhan ductus :

1.    GH

2.    Prolaktin

3.    Glukokortikoid adrenal

4.     Insulin

Terdapat faktor penghambat saat prolaktin disekresi oleh hipofise anterior

menekan sekresi hormon yang lain. Faktor penghambat : dopamin kateklamin.

Produksi ASI yang rendah adalah akibat dari:

Kurang sering menyusui atau memerah payudara

Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif, antara lain akibat:

struktur mulut dan rahang yang kurang baik; teknik perlekatan yang salah.

12

Page 13: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

Kelainan endokrin ibu (jarang terjadi)

Jaringan payudara hipoplastik

Kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna

ASI

Kurangnya gizi ibu

2.3 Pengertian ASI

ASI adalah emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam – garam

organic yang disekresi oleh ke dua payudara yang merupakan nutrisi alamiah terbaik

bayi yang dibutuhkan selama 6 bulan pertama.

hormone yang disekresi glandula pituitary hormone, kadar hormone ini meningkat

selama kehamilan. Kerja hormone ini dihambat oleh hormone plasenta.

Pada seorang ibu hamil dkenal 2 reflex yang masing – masing berperan dalam

pembentukan dan pengeluaran air susu.

A.      Refleks prolaktin

Menjelang akhir kehamilan hormone prolaktin memegang peranan penting

dalam proses pembuatan kolostrum, namun jumlah kolostrumnya masih terbatas,

karena aktifitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progesteron yang kadarnya

dihambat oleh estrogen dan progesterone yang kadarnya memang tinggi. Hormone ini

merangsang sel – sel alveoli yang fungsinya untuk membuat air susu. Kadar prolaktin

pada ibu yang menyusui akan normal kembali 3 bulan setelah melahirkan sampai

penyapihan anak.

13

Page 14: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

B.  Refleks Let Down

Bersamaan dengan pembentukan prolaktin oleh hipofisis rangsangan yang berasal

dari isapan bayi ada yang dilanjutukan neuro hipofisis yang kemudian dikeluarkan

oksitosin.

Oksitosin sampai pada alveoli akan mempengaruhi sel mioepitel. Kontraksi dari gel

akan memeras air susu yang telah terbuat keluar dari alveoli dan masuk kesistem

duktus yang untuk selanjutnya mengalir melalui duktus laktiferus masuk ke mulut

bayi. Beberapa reflek yang memungkinkan bayi baru lahir untuk memperoleh asi

adalah sebagai berikut :

a.       Reflek roting

Reflek ini memungkinkan bayi baru lahir untuk menemukan puting susu apabila

diletakkan di payudara

b.      Reflek menghisap

Saat bayi mengisi mulutnya dengan puting susu atau pengganti puting susu sampai ke

langit langit keras dan punggung lidah. Reflek ini melibatkan rahang, lidah dan pipi.

c.       Reflek menelan

Gerakan pipi dan gusi dalam menekan areola, sehingga reflek ini merangsang

pertumbuhan rahang bayi.

2.3.1Manfaat ASI bagi ibu dapat ditinjau dari tiga aspek, yaitu:

1. Aspek kesehatan ibu.

2. Aspek keluarga berencana.

14

Page 15: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

3. Aspek psikologis.

Aspek Kesehatan Ibu.

Hisapan bayi akan merangsang terbentuknya oksitosin yang membantu

involusi uteri dan mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan, mengurangi

prevalensi anemia dan mengurangi terjadinya karsinoma indung telur dan mammae,

mengurangi angka kejadian osteoporosis dan patah tulang panggul setelah

menopause, serta menurunkan kejadian obesitas karena kehamilan.

Aspek Keluarga Berencana

Menyusui secara eksklusif dapat menjarangkan kehamilan. Hormon yang

mempertahankan laktasi menekan ovulasi sehingga dapat menunda kesuburan.

Menyusui secara eksklusif dapat digunakan sebagai kontrasepsi alamiah yang sering

disebut metode amenorea laktasi (MAL).

Aspek psikologis

Perasaan bangga dan dibutuhkan sehingga tercipta hubungan atau ikatan batin

antara ibu dan bayi

15

Page 16: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

2.3.2 Manfaat Pemberian ASI Untuk Bayi

ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi. ASI tidak hanya memberikan

manfaat untuk bayi saja, melainkan untuk ibu, keluarga dan negara.

Manfaat ASI untuk Bayi

1. Nutrien (zat gizi) dalam ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.

2. ASI mengandung zat protektif.

3. Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan bagi ibu dan bayi.

4. Menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi baik.

5. Mengurangi kejadian karies dentis.

6. Mengurangi kejadian maloklusi.

Nutrien (zat gizi) dalam ASI sesuai dengan kebutuhan bayi

Zat gizi yang terdapat dalam ASI antara lain: lemak, karbohidrat, protein,

garam dan mineral, serta vitamin. ASI memberikan seluruh kebutuhan nutrisi dan

energi selama 1 bulan pertama, separuh atau lebih nutrisi selama 6 bulan kedua dalam

tahun pertama, dan 1/3 nutrisi atau lebih selama tahun kedua.

16

Page 17: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

ASI mengandung zat protektif

Dengan adanya zat protektif yang terdapat dalam ASI, maka bayi jarang

mengalami sakit. Zat-zat protektif tersebut antara lain:

1. Laktobasilus bifidus (mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat,

yang membantu memberikan keasaman pada pencernaan sehingga

menghambat pertumbuhan mikroorganisme).

2. Laktoferin, mengikat zat besi sehingga membantu menghambat pertumbuhan

kuman.

3. Lisozim, merupakan enzim yang memecah dinding bakteri dan anti

inflamatori bekerjasama dengan peroksida dan askorbat untuk menyerang E-

Coli dan Salmonela.

4. Komplemen C3 dan C4.

5. Faktor anti streptokokus, melindungi bayi dari kuman streptokokus.

6. Antibodi.

7. Imunitas seluler, ASI mengandung sel-sel yang berfungsi membunuh dan

memfagositosis mikroorganisme, membentuk C3 dan C4, lisozim dan

laktoferin.

8. Tidak menimbulkan alergi.

Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan bagi ibu dan bayi.

Pada saat bayi kontak kulit dengan ibunya, maka akan timbul rasa aman dan nyaman

17

Page 18: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

bagi bayi. Perasaan ini sangat penting untuk menimbulkan rasa percaya (basic sense

of trust).

Menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi baik.

Bayi yang mendapatkan ASI akan memiliki tumbuh kembang yang baik. Hal ini

dapat dilihat dari kenaikan berat badan bayi dan kecerdasan otak baik.

Mengurangi kejadian karies dentis.

Insidensi karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi

dibandingkan dengan bayi yang mendapat ASI. Kebiasaan menyusu dengan botol

atau dot akan menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan susu formula sehingga

gigi menjadi lebih asam.

Mengurangi kejadian maloklusi.

Penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat

menyusui dengan botol dan dot.

18

Page 19: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Payudara wanita merupakan bagian yang penting karena fungsi utamanya

yaitu memproduksi nutrisi bagi bayi (ASI). Secara anatomi payudara terdiri atas

bagian makroskopis dan mikroskopis, sedangkan secara fisiologis dapat diketahui

mengenai proses laktasi, dimana bayi nantinya akan mendapat ASI yang merupakan

sumber nutrisi terpenting.

3.2 Saran

Bagi para mahasiswa diharapkan mampu untuk menjelaskan anatomi dan

fisiologi payudara serta mampu menjelaskan mengenai ASI.

Demikian makalah ini kami buat, sebagaimana pepatah mengatakan “tiada

gading yang tak retak”. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para

pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

19

Page 20: ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA

DAFTAR PUSTAKA

Verralls, Sylvia. 1997. Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan. Jakarta, EGC.

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. Arianto, 2004. Anatomi Payudara dan Fisiologi Laktasi

Access: Ahad, 6 September 2009; pukul 10:55 WIB http://sobatbaru.blogspot.com/2009/02/anatomi-payudara-dan-fisiologi-laktasi.html

Program Manajemen Laktasi, 2004. Buku Bacaan Manajemen Laktasi. Jakarta. (hlm:1-5)

Pusdiknakes, 2003. Buku 4: Asuhan Kebidanan Post Partum. (hlm: 14-1

20