analisis multi komponen campuran kobal dan krom

  • Upload
    arsyad

  • View
    430

  • Download
    33

Embed Size (px)

Citation preview

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    1/40

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada

    pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada

    panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau

    kisi difraksi dengan detektor fototube. Benda bercahaya seperti matahari atau

    bohlam listrik memancarkan spektrum yang lebar terdiri atas panjang gelombang.

    Panjang gelombang yang dikaitkan dengan cahaya tampak itu mampu

    mempengaruhi selaput pelangi mata manusia dan karenanya menimbulkan kesan

    subyektif akan ketampakan (vision). Dalam analisis secara spektrofotometri

    terdapat tiga daerah panjanggelombang elektromagnetik yang digunakan yaitu

    daerah !" (#$$ % &'$nm) daerah visible (&'$ % $$ nm) daerah inframerah

    ($$ % &$$$ nm).

    Pada spektrofotometer sinar tampak sumber cahaya biasanya menggunakan

    lampu tungsten yang sering disebut lampu wolfram. olfram merupakan salah

    satu unsur kimia dalam tabel periodik unsur wolfram termasuk golongan unsur

    transisi tepatnya golongan "*B atau golongan + dengan simbol dan nomor

    atom ,. olfram digunakan sebagai lampu pada spektrofotometri tidak terlepas

    dari sifatnya yang memiliki titik didih yang sangat tinggi yakni -&$ / 0.

    Prinsip dasar dari analisis multi komponen dengan spektrofotometri adsorpsi

    molekuler yaitu bahwa total absorpsi larutan adalah jumlah absorpsi dari tiap %

    http://wanibesak.wordpress.com/http://wanibesak.wordpress.com/
  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    2/40

    tiap komponennya. 1al ini tentu saja akan berlaku jika komponen % komponen

    tersebut tidak berinteraksi dalam bentuk apapun. Secara teori bisa saja terdapat

    banyak komponen tetapi dalam praktek lebarnya puncak absorpsi dalam

    spektrometri !" % sinar tampak memastikan bahwa tidak ada panjang gelombang

    yang cukup sesuai untuk penentuan sampel dengan jumlah komponen yang

    banyak.

    2romium dan ion kobalt menyerap cahaya tampak meskipun ma3imal absorbansi

    mereka cukup baik dipisahkan. Dengan mengukur absorbansi pada dua panjang

    gelombang yang berbeda dari larutan yang mengandung ion adalah mungkin

    untuk secara bersamaan menentukan konsentrasi dari setiap ion dalam larutan.

    Sebuah larutan tidak diketahui mengandung spesies di analisis menggunakan

    spektrofotometer.

    1.2 Rumusan Masalah

    Bagaimana cara menganailisis multi campuran kobalt dan krom dengan variasi

    konsentrasi dengan menghitung nilai k.

    1.3 Tujuan

    4ujuan dari percobaan ini adalah untuk 5enganalisis multi komponen campuran

    kobalt dan krom dengan variasi konsentrasi dengan menghitung nilai k.

    1. Man!aat "er#$%aan

    5anfaat dari percobaan ini agar dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu

    pengetahuan dan teknolodi.

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    3/40

    BAB II

    TINA&UAN PU'TA(A

    2.1 (r$m

    2romium adalah salah satu unsur logam transisi golongan "*B yang ber6 warna

    putih nomor atom #, dengan massa atom -7+ g8mol mempunyai titik lebur

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    4/40

    7+- 90 dapat larut dalam asam klorida encer atau pekat asam sulfat encer dan

    asam nitrat ("ogel 7: #'-). 2romium memiliki bilangan oksidasi yang paling

    stabil dan penting yaitu ;# dan ;&. Dalam senyawa kompleks kromium banyak

    terdapat sebagai 0r(***) membentuk kompleks dengan bilangan koor6 dinasi & ,

    - dan +. Pada umumya kompleks 0r(***) memiliki bilangan koordinasi + dengan

    geometri oktahedral (0otton and ilkinson 7'': +%+'7). Selain itu kompleks

    0r(***) juga bisa mempunyai geometri non6oktahedral misalnya penta6 gonal

    bipiramid terdistorsi (Sariyanto #$7$).

    2romium merupakan logam yang penggunaannya sangat luas dan berbahaya bagi

    lingkungan (1ubeey et al 7&).

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    5/40

    mempunyai bilangan oksidasi umumnya ;# dan ;& akan tetapi ;# relatif lebih

    stabil (!miyati #$$).

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    6/40

    dibatasi pada sejumlah gugus fungsi yang mengandung elektron valensi dengan

    tingkat eksitasi yang rendah dengan melibatkan & jenis elektron yaitu sigma phi

    dan non bonding elektron. Bagian molekul yang dapat menyerap sinar disebut

    sebagai gugus kromofor. 2romofor organik yang mampu menyerap sinar

    ultraviolet dan sinar tampak antara lain yaitu karbonil alken a@o nitrat dan

    karboksi. Salah satu grup senyawa organik a@o yaitu arsena@o *** bila direaksikan

    dengan suatu unsur logam yang memiliki jari 6 jari ion lebih besar dari $6$' $

    A. akan membentuk senyawa komplek berwarna (Dian. A #$7#).

    BAB III

    MET,D,L,-I PER,BAAN

    3.1. /aktu 0an Tem"at

    Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal $ ovember #$7- pukul 7-.$$ *4A di

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    7/40

    Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah spektrofotometri visible

    buret labu takar kuvet dan label.3.3. Pr$se0ur (erja

    3.3.1. (ea0)t)!an a%s$r%ans larutan r30an $2.

    1. (ea0)t)!an a%s$r%an larutan r30an $2

    a. 5enyiapkan larutan

    $$# 5 0r&;

    $$- 5 0o#;

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    8/40

    mengukur A (Absorban) larutan tersebut pada F0rdan F0odan dari nilai6nilai k

    yang telah diperoleh pada perlakuan sebelumnya.

    2. Anal)sa $nt$h am"uran

    Ditetapkan komposisi campuran yang diberikan dengan jalan mengukur A

    (Absorban) larutan itu pada F0rdan F0odan dari nilai6nilai k yang sudah diperoleh

    di atas.

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    9/40

    BAB I*

    HA'IL DAN PEMBAHA'AN

    I*.1 Has)l "engamatan

    1. 2eaditifan absorbansi larutan 0r&;$$# 5 0o#; $$- 5 dan larutan

    campuran 0r&;; 0o#;yang mengandung $$# 5 dan $$- 5.

    Absorbansi (A)

    0r&; 0o#; 0ampuran 0r&;; 0$#;

    &- $$, 6$77' $7#+

    ,7- $$', 6$7&- $7,&

    ,&- $$7 6$$7 $7',

    ,-- $7&, $$7$ $77

    ,- $7$$ $7#+ $7-'

    ,- $$# $7, $7

    -7- $$+ $7- $7&

    -&- $$- $7$7 $7,'

    --- $7$+ 6$$7# $7&7

    -- $7-+ 6$$ $7$#

    -- $7+- 6$$-+ $77-

    +&- $77' 6$$+7 $$'$

    +7- $7-& 6$$+- $$,

    #. illai 2

    a. !ntuk

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    10/40

    $$- $.-7# $.7&

    b. !ntuk

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    11/40

    .2 Pem%ahasan

    Prinsip dasar dari analisis multi komponen dengan spektrofotometri adsorpsi

    molekuler yaitu bahwa total absorpsi larutan adalah jumlah absorpsi dari tiap %

    tiap komponennya. Dalam percobaan dilakukan analisis multi komponen

    campuran krom dan kobalt. Pada percobaan ini digunakan larutan 0r0l& sebagai

    sumber 0r&;dengan warna biru dan 0o0l# sebagai sumber 0o#;dengan warna

    merah muda.

    Perlakuan pertama yaitu mengukur keaditifan dari larutan 0r&;dan larutan 0o#;.

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    12/40

    promosi elektron6elektron dari orbital keadaan dasar yang berenergi rendah ke

    orbital keadaan tereksitasi berenergi lebih tinggi.Pengukuran ini bertujuan untuk

    memperoleh panjang gelombang maksimum dari 0r&; dan 0o#;.

    Prinsip 2erja Spektronik #$ yaitu 0ahaya yang berasal dari lampu deuterium

    maupun wolfram yang bersifat polikromatis di teruskan melalui lensa menuju ke

    monokromator pada spektrofotometer dan filter cahaya pada fotometer.

    5onokromator kemudian akan mengubah cahaya polikromatis menjadi cahaya

    monokromatis (tunggal). Berkas6berkas cahaya dengan panjang tertentu kemudian

    akan dilewatkan pada sampel yang mengandung suatu @at dalam konsentrasi

    tertentu. Hleh karena itu terdapat cahaya yang diserap (diabsorbsi) dan ada pula

    yang dilewatkan. 0ahaya yang dilewatkan ini kemudian di terima oleh detektor.

    Detektor kemudian akan menghitung cahaya yang diterima dan mengetahui

    cahaya yang diserap oleh sampel. 0ahaya yang diserap sebanding dengan

    konsentrasi @at yang terkandung dalam sampel sehingga akan diketahui

    konsentrasi @at dalam sampel secara kuantitatif.

    Dari hasil pengukuran diperoleh kurva antara menghubungkan konsentrasi larutan

    dengan absorbansi. Di mana berdasarkan kurva tersebut diketahui bahwa panjang

    gelombang maksimum untuk 0r&;yaitu -- nm dengan nilai absorbansi sebesar

    $7+-. !ntuk 0o#;diperoleh panjang gelombang maksimum -7- nm dan nilai

    absorbansi sebesar $7-. 5enurut iryawan (#$$') panjang gelombang untuk

    0r(***) terletak pada panjang gelombang -- nm sedangkan untuk 0o(**) terletak

    pada panjang gelombang -7$ nm. 1asil yang diperoleh untuk 0r(***) berbeda

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    13/40

    dengan literatur hal ini mungkin disebabkan adanya @at lain dalam larutan

    pengaruh suhu pengaruh jenis pelarut maupun pengaruh p1 larutan

    5enurut Sikanna I. (#$7#) apabila dua komponen yang berlainan dicampurkan

    dalam satu larutan dan dengan adanya interaksi maka akan merubah spektrum

    absorbsinya hal ini disebabkan oleh interaksi dua komponen tersebut yang dapat

    mengubah kemampuan komponen untuk menyerap panjang gelombang tertentu dari

    sumber radiasi. 2arena luasnya interaksi bergantung terhadapat konsentrasi. Dari

    hasil pengamatan diperoleh larutan bersifat aditif karena terdapat perbedaan pada

    panjang gelombang maksimum campuran 0r&;dan 0o#;dengan larutan 0r&;dan

    larutan 0o#;. 0ampuran dikatakan aditif apabila menghasilkan absorbansi berbeda

    dari jumlah absorbansi komponennya.

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    14/40

    lurus. 5enurut harvey (#$$$) berdasarkan hukum Beer absorbansi akan

    berbanding lurus dengan konsentrasi. adi semakin besar konsentrasi maka

    semakin tinggi nilai absorbansi yang diperoleh.

    Setelah ditentukan nilai regresinya maka dapat ditentukan nilai k dari setiap

    larutan. ilai k digunakan untuk mengetahui konsentrasi masing6masing larutan.

    Di mana nilai k ini diperoleh dari perbandingan nilai dy (y #6y7) dan d3 (3#637).

    Sehingga diperoleh nilai k untuk tiap komponen pada masing6masing panjang

    gelombang pada k77sebesar &+,$7#E k7# sebesar #&-$&E k#7sebesar ,-#E

    dan k##sebesar 7+$&-#&. ilai k adalah nilai tetapan dalam hokum lambert beer

    tergantung pada sistem kosentrasi yang di gunakan. Dari hasil 2 yang diperoleh

    dapat ditentukan nilai komposisi campuran yaitu pada 07sebesar '&&7 3 7$6,5

    dan 0# sebesar $$&-& 5 sedangkan 07 dan 0# pada spektrofotometri !"6"is

    berturut6turut yaitu $$7#$ 5 dan $$-&$ 5.

    Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh terdapat

    kesalahan di mana konsentrasi dari hasil perhitungan berbeda dengan nilai

    konsentrasi dari larutan yang digunakan yaitu untuk larutan 0r&; $$# 5

    sedangkan untuk larutan 0o#;$$- 5. 1al ini disebabkan oleh tidak tepatnya

    volume larutan pada saat dilakukan pengenceran.

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    15/40

    BAB *

    (E'IMPULAN DAN 'ARAN

    .1 (es)m"ulan

    Dari hasil percobaan yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa:

    7. 2obalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki

    lambang 0o dan nomor atom #. Dan kromium adalah sebuah unsur kimia

    dalam tabel periodikyang memiliki lambang 0r dan nomor atom#,.

    &. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi pula absorbansi larutan

    konsentrasi dan absorbansi berbanding lurus.

    ,. Dari percobaan ini diperoleh nilai k untuk tiap komponen pada masing %

    masing panjang gelombang yaitu k77 sebesar &+,$7#E k7# sebesar

    #&-$&E k#7sebesar ,-#E dan k##sebesar 7+$&-#&.

    -. Dari nilai k yang ada dapat diperoleh komposisi campuranuntuk 07

    sebesar '&&7 3 7$6,5 dan 0#sebesar $$&-& 5.

    .2 'aran

    Agar dalam praktikum ini lebih dilengkapi sarana dan prasarana terutama

    alat6 alat laboratorium demi kelancran jalannya praktikum.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atomhttp://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atomhttp://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atomhttp://id.wikipedia.org/wiki/Unsur_kimiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_periodikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_atom
  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    16/40

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    17/40

    1. Pengenceran

    Pembuatan larutan 0r&;$$# 5 dari larutan krom (***) klorida $$-5

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    18/40

    V1=

    25ml x0,04M

    0,05M

    V1=20ml

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    19/40

    V1=

    V2M

    2

    M1

    V1=25ml x0,0564M

    0,188M

    V1=7,5ml

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    20/40

    a. =rafik hubungan Panjang gelombang maksimum larutan 0r&; dan absorbansi

    395 415 435 455 475 495 515 535 555 575 595 635 615

    0

    0.05

    0.1

    0.15

    0.2

    0.05

    0.080.07

    0.13

    0.1

    0.070.07

    0.10.11

    0.160.17

    0.12

    0

    Hubungan Antara Panjang Gelombang dan Absorbansi

    Panjang Gelombang

    a

    b

    s

    o

    r

    b

    a

    n

    s

    i

    b. =rafik hubungan Panjang gelombang maksimum larutan 0o#; dan absorbansi

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    21/40

    395 415 435 455 475 495 515 535 555 575 595 635 615

    -0.15

    -0.1

    -0.05

    0

    0.05

    0.1

    0.15

    0.2

    -0.12-0.14

    -0.09

    0.01

    0.130.150.16

    0.1

    -0.01-0.03

    -0.06-0.06-0.07

    Hubungan Antara Panjang Gelombang dan Absorbansi

    panjang gelombang

    A

    b

    s

    o

    r

    b

    a

    n

    s

    i

    c. =rafik hubungan panjang gelombang maksimum campuran larutan 0r&; dan

    0o#; dan absorbansi

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    22/40

    395 415 435 455 475 495 515 535 555 575 595 635 615

    0

    0.05

    0.1

    0.15

    0.2

    0.25

    0.130.14

    0.180.17

    0.16

    0.180.19

    0.150.13

    0.10.12

    0.080.09

    Hubungan Antara Panjang Gelombang dan Absorbansi

    Panjang Gelombang

    A

    b

    s

    o

    r

    b

    a

    n

    s

    i

    &. Penentuan Iegresi

    a. !ntuk 0r&;pada F0r

    2onsentrasi

    (3)

    Absorbans

    (y)

    3# 3 y

    $$7$$#

    $$&

    $$,

    $$-

    $.7,$.#7,

    $.&-

    $.,+,

    $.-7#

    $$$$7$$$$,

    $$$$

    $$$7+

    $$$#-

    $$$7,$$$,#'

    $$7$7

    $$7'-+

    $$#-+

    3 G $7- y G 7+, 3 #G $$$-- 3y G $$+$+#

    -ra!)k 'e%elum Regres)

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    23/40

    0.01 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 0.04 0.04 0.05 0.05 0.06

    0

    0.1

    0.2

    0.3

    0.4

    0.5

    0.6

    0.15

    0.21

    0.36

    0.460.51

    Hubungan Antara Konsentrasi Cr3+ dan Absorbansinya pada cr Regresi

    ($nsentras)

    x= x

    n

    =0,15

    5

    =0,03

    y= y

    n =

    1,694

    5=0,3388

    b=n ( xy )( x )( y )

    n ( x2 )( x)2

    b=5 (0,06062 )(0,15 )(1,694)

    5 (0,0055 )(0,15)2

    b='

    y=y+b (xx )

    y1=0,3388+9,8(0,010,03 ) G $7,#'

    y2=0,3388+9,8(0,020,03) G $#,$'

    y3=0,3388+9,8 (0,030,03) G $&&''

    y4=0,3388+9,8 (0,040,03 ) G $,&+'

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    24/40

    y5=0,3388+9,8 (0,050,03) G $-&,'

    -ra!)k 'esu0ah Regres)

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    25/40

    0.01 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 0.04 0.04 0.05 0.05 0.06

    0

    0.1

    0.2

    0.3

    0.4

    0.5

    0.6

    0.14

    0.24

    0.34

    0.44

    0.53

    Hu%ungan Antara ($nsentras) .r 31 0an A%s$r%ans)n4a "a0a 2.r Regres)

    Konsentrasi

    5enghitung ilai k 0r&;

    pada F0r (k77)

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    26/40

    tan=dy

    dx

    tan=

    (0,24080,1428 )(0,020,01 )

    tan=9,8

    k G #&$& 3 '

    kG #$#

    b. !ntuk 0r&;pada F0o

    2onsentrasi

    (3)

    Absorbans

    (y)

    3# 3 y

    $$7

    $$#

    $$&

    $$,

    $$-

    $$'7

    $$+-

    $77+

    $7&,

    $7&

    $$$$7

    $$$$,

    $$$$

    $$$7+

    $$$#-

    $$$$'7

    $$$7&

    $$$&,'

    $$$-&+

    $$$'+-

    3 G $7- y G $-+ 3 #G $$$-- 3y G $$7+

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    27/40

    -ra!)k se%elum Regres)

    0.01 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 0.04 0.04 0.05 0.05 0.06

    0

    0.05

    0.1

    0.15

    0.2

    0.080.07

    0.120.13

    0.17

    Hu%ungan Antara k$nsentras) r3 0an

    a%s$r%ans)n4a "a0a $

    Konsentarsi

    x= xn=0,15

    5=0,03

    y= y

    n =

    0,569

    5=0,1138

    b=n ( xy )( x )( y )

    n ( x2 )( x)2

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    28/40

    b=5 (0,0196 )(0,15 )(0,569)

    5 (0,0055 )(0,15)2

    b= #-&

    y=y+b (xx )

    y1=0,1138+2,53 (0,010,03 ) G$$+

    y2=0,1138+2,53 (0,020,03 ) G $$''-

    y3=0,1138+2,53 (0,030,03 ) G 0,1138

    y4=0,1138+2,53 (0,040,03 ) G $7&7

    y5=0,1138+2,53 (0,050,03 ) G $7+,,

    -ra!)k 'esu0ah Regres)

    0.01 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 0.04 0.04 0.05 0.05 0.06

    0

    0.05

    0.1

    0.15

    0.2

    0.06

    0.09

    0.11

    0.14

    0.16

    Hu%ungan Antara ($nsentras) r3

    0an A%s$r%ans)n4a $

    Konsentarsi

    5enghitung ilai k 0r&;pada F0o(k7#)

    tan=dy

    dx

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    29/40

    tan=(0,08850,0632)(0,020,01)

    tan=2,53

    k G #&$& 3 #-&

    k G -'#+-

    c. !ntuk 0o#;pada F0r

    2onsentrasi

    (3)

    Absorbans

    (y)

    3# 3 y

    $$7''

    $$&+

    $$-+,

    $$-#

    $##7

    $,&-

    $+,

    $-$

    $$$$&

    $$$7,

    $$$

    $$$-

    $$$,7

    $$7+&-

    $$&++

    $$-+,

    J3 G $7'' Jy G #$-- J3#G $$7$+ J3y G $77&-

    -ra!)k 'e%elum Regres)

    0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08

    0

    0.1

    0.2

    0.3

    0.4

    0.5

    0.6

    0.7

    0.8

    0.22

    0.44

    0.65

    0.75

    Hu%ungan Antara ($nsentras) $20an A%s$r%ans)n4a "a0a r

    ($nsentras)

    x= x

    n=

    0,188

    4=0,047

    y= y

    n =

    2,055

    4=0,

    -7&

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    30/40

    b=n ( xy )( x )( y )

    n ( x2 )( x)2

    b=4 (0,1135 )(0,188 )(2,055)

    4 (0,0106 )(0,188)2

    b= 7$#--&

    y=y+b (xx )

    y1=0,5137+10,2553 (0,01880,047 ) G $##,--

    y2=0,5137+10,2553 (0,03760,047 ) G $,7&-

    y3=0,5137+10,2553 (0,05640,047) G $+7$7-

    y4=0,5137+10,2553 (0,07520,047 ) G $'$#-

    -ra!)k 'esu0ah Regres)

    0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08

    0

    0.2

    0.4

    0.6

    0.8

    1

    0.22

    0.42

    0.61

    0.8

    Hu%ungan Antara ($nsentras) $2

    0an A%s$r%ans)n4a "a0a 5

    ($nsentras)

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    31/40

    5enghitung ilai k 0o#;pada F0r (k#7)

    tan=dy

    dx

    tan=(0,417350,22455)(0,03760,0188)

    tan=10,2553

    k G #&$& 3 7$#--&

    k G #&+7

    d. !ntuk 0o#;pada F0o

    2onsentrasi

    (3)

    Absorbans

    (y)

    3# 3 y

    $$7''

    $$&+

    $$-+,

    $$-#

    $$,7

    $7#'

    $$+

    $#$&

    $$$$&

    $$$7,

    $$$

    $$$-

    $$$$

    $$$,'

    $$$-,

    $$7-#

    J3 G $7'' Jy G $,+' J3#G $$7$+ J3y G $$#+#

    -ra!)k 'e%elum Regres)

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    32/40

    0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08

    0

    0.05

    0.1

    0.15

    0.2

    0.25

    0.04

    0.13

    0.1

    0.2

    Hu%ungan Antara ($nsentras) $2

    0an A%s$r%ans)n4a "a0a $

    Konsentrasi

    x= x

    n=

    0,188

    4=0,047

    y= y

    n =

    0,468

    4=0,

    77

    b=n ( xy )( x )( y )n ( x2 )( x)2

    b=4 (0,0262 )(0,188 )(0,468)

    4 (0,0106 )(0,188)2

    b= #,-#7

    y=y+b (xx )

    y1=0,117+2,4521 (0,01880,047 ) G $$,'-

    y2=0,117+2,4521 (0,03760,047 ) G $$&-

    y3=0,117+2,4521 (0,05640,047 ) G $7,$$-

    y4=0,117+2,4521 (0,07520,047 ) G $7'+7-

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    33/40

    -ra!)k 'esu0ah Regres)

    0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08

    0

    0.02

    0.04

    0.06

    0.08

    0.1

    0.12

    0.14

    0.16

    0.18

    0.2

    0.05

    0.09

    0.14

    0.19

    Hu%ungan Antara ($nsentras) $20an A%s$r%ans)n4a "a0a $

    Konsentrasi

    5enghitung ilai k 0o#;pada F0o(k##)

    tan=dy

    dx

    tan=(0,093950,04785)(0,03760,0188)

    tan=2,4521

    k G #&$& 3 #,-#7

    k G -+,7,. 5enghitung ilai 2

    a. 0r &;pada F0r(k77)

    tg =dy

    dx

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    34/40

    tg =(0,32680,1664)(0,020,01)

    tg =16,04

    k77 G #&$& 3 tg K

    G #&$& 3 7+$,

    G &+,$7#

    b. 0r&;pada F0o(k7#)

    tg =dy

    dx

    tg =(0,27850,2384)(0,020,01)

    tg = ,$7

    k7# G #&$& 3 tg K

    G #&$& 3 ,$7

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    35/40

    G #&-$&

    c. 0o#;pada F0r(k#7)

    tg =dy

    dx

    tg =(0,25530,2165)(0,03760,0188)

    tg =2,06382

    k#7 G #&$& 3 tg K

    G #&$& 3 #$+&'#

    G ,-#

    d. 0o#;pada F0o(k##)

    tg =dy

    dx

    tg =(0,49280,3619)(0,03760,0188)

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    36/40

    tg =6,96276

    k## G #&$& 3 tg K

    G #&$& 3 ++#+

    G 7+$&-#&

    &. 5enentukkan 2omposisi 0ampuran

    A7G k7707; k7#0#..............(7)

    A#G k#707; k##0#..............(#)

    $&-+ G (&+,$7# 3 07) ; (#&-$& 3 0#) 3 ,-#

    $-$ G (,-# 3 07) ; (7+$&-#& 3 0#) 3 &+,$7#

    7+#$- G 7---#' 07; ,&'&'# 0#

    #7$--'+ G 7---#' 07; -#&,& 0#

    67&+&' G 6-,',,- 0#

    0# G $$&-&

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    37/40

    Subtitusi nilai 0#pada persamaan (#)

    $-$ G (,-# 3 07) ; (7+$&-#& 3 $$&-&)

    $-$ G ,-# 07; $-++$,

    ,-# 07G $-$ % $-++$,

    07G '&&737$6,

    Sehingga diperoleh konsentrasi untuk campuran yaitu :

    07G '&&7 3 7$6,5 dan 0#G $$&-& 5

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    38/40

    BAB *II

    LAMPIRAN

    6.1. D)agram Alur Per#$%aan

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    39/40

    Larutancampuran 0,02

    M Cr3+dan0,075 M Co2+

    Mengukura!oran!" !ampe#

    dengan !et"apkena"kan 20 nm

    $et"ap kena"kan +a%uade!t !eaga"

    #anko

    Memuatgra&k

    !pektruma!orp!"

    Memer"k!akead"t"'ann(a

    Men)um#a*kan!pektrum a!op!"Cr3+dan Co2+

    6.1.1.(ea0)t)!an a%s$r%an larutan r30an $2

  • 7/24/2019 analisis multi komponen campuran kobal dan krom

    40/40

    Menentu an#etak atau n"#a"

    puncakmak!"mum

    !pektrum Cr3+dan Co2+

    Larutan Cr3+ danCo2+ dengankon!entra!"n(a

    Mengukura!oran!"

    ma!"ng-ma!"ngpada F

    0rdan F

    0o

    Memuat 4 kura!tandar

    Meng*"tung n"#a"k pada ma!"ng-ma!"ng pan)ang

    ge#omang

    6.1.2.N)la) k