34
KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr.wb Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah yang Maha Kuasa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya kepada penulis sehingga tugas menganalisis jurnal ini dari mata kuliah Sistem Perkemihan yang berjudul The effect of empowerment on the self-efficacy, quality of life and clinical and laboratory indicators of patients treated with hemodialysis: a randomized controlled trial ini dapat selesai dengan baik. Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada dosen pembimbing mata kuliah ini dalam hal ini bapak Yudi Abdul Majid S.Kep.,Ners yang telah memberikan tugas ini untuk diselesaikan agar dapat melatih penulis untuk tetap berkarya dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Dalam penyusunan analisis jurnal ini kami menyadari masih banyak kekurangan yang perlu untuk diperbaiki, maka dari itu penulis bersedia menerima saran dan kritik dari pembaca yang membangun demi perbaikan pembuatan tugas kedepannya. Wallahumuafik bitaqwallah wassalamu alaikum wr.wb Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 1

Analisis Jurnal Perkemihan

Embed Size (px)

DESCRIPTION

wewrerw

Citation preview

Page 1: Analisis Jurnal Perkemihan

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah yang Maha Kuasa, yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya kepada penulis sehingga tugas

menganalisis jurnal ini dari mata kuliah Sistem Perkemihan yang berjudul The

effect of empowerment on the self-efficacy, quality of life and clinical and

laboratory indicators of patients treated with hemodialysis: a randomized

controlled trial ini dapat selesai dengan baik.

Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada dosen pembimbing mata

kuliah ini dalam hal ini bapak Yudi Abdul Majid S.Kep.,Ners yang telah

memberikan tugas ini untuk diselesaikan agar dapat melatih penulis untuk tetap

berkarya dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

Dalam penyusunan analisis jurnal ini kami menyadari masih banyak

kekurangan yang perlu untuk diperbaiki, maka dari itu penulis bersedia menerima

saran dan kritik dari pembaca yang membangun demi perbaikan pembuatan tugas

kedepannya.

Wallahumuafik bitaqwallah wassalamu alaikum wr.wb

Palembang, November 2015

Penyusun

Kelompok

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 1

Page 2: Analisis Jurnal Perkemihan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................ 1

DAFTAR ISI............................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang................................................................................. 3

B. Rumusan Masalah............................................................................ 3

C. Tujuan............................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

A. Latar Belakang Jurnal...................................................................... 5

B. Analisis Jurnal.................................................................................. 9

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 2

Page 3: Analisis Jurnal Perkemihan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyakit ginjal kronis merupakan masalah yang sangat penting

dalam bidang ilmu penyakit dalam khususnya bagian ginjal hipertensi atau

nefrologi (Firmansyah, 2010). Menurut data Nutrition Network (2007),

penderita ginjal di Indonesia mencapai 150 ribu orang dan yang

membutuhkan terapi pengganti ada sebesar 3 ribu orang. Firmansyah

(2010) juga menyatakan bahwa diperkirakan insiden PGK (Penyakit

Ginjal Kronik) berkisar 100-150 per 1 juta penduduk dan prevalensi

mencapai 200-250 kasus per juta penduduk.

Penyakit ginjal kronis merupakan kerusakan ginjal progresif yang

berakibat fatal dan ditandai dengan uremia (urea dan limbah nitrogen

lainnya yang beredar dalam darah serta komplikasinya jika tidak dilakukan

dialisis atau transplantasi ginjal (Nursalam, 2006). Dialisis merupakan

proses yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari

dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut

(Brunner & Suddarth, 2002).

Efek hemodialisis juga mempengaruhi keadaan psikologis

penderita akan mengalami gangguan dalam proses berfikir dan konsentrasi

serta gangguan dalam hubungan sosial. Semua kondisi tersebut akan

menyebabkan menurunnya kualitas hidup pasien dengan hemodialisis,

Kunmartini (2008, dalam Fatayi, 2008) bahwa pasien penyakit ginjal

sering dihadapkan dengan berbagai komplikasi yang mengikuti penyakit

yang dideritanya yang berakibat semakin menurun kualitas hidup orang

tersebut.

Kualitas hidup merupakan integrasi dari publikasi keterbatasan,

keluhan dan ciri-ciri psikologis yang menunjukkan kemampuan seseorang

untuk melakukan bermacam-macam peran dan merasakan kepuasan dalam

melakukan sesuatu (Wenger at all (1984, dalam Yuwono, 2000). Badan

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 3

Page 4: Analisis Jurnal Perkemihan

WHO telah merumuskan empat dimensi kualitas hidup yaitu dimensi fisik,

dimensi psikologis, dimensi sosial dan dimensi lingkungan. Keempat

dimensi tersebut sudah dapat menggambarkan kualitas kehidupan pasien

gagal ginjal kronik dengan terapi hemodialisa yang mempunyai agama,

etnis dan budaya yang berbeda (WHO, 1994 dalam Desita, 2010).

B. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas rumusan masalah yang dapat diambil

adalah bagaimana pengaruh pemberdayaan pada perawatan diri self-

efficacy, kualitas hidup, dan indikator klinis dan laboratorium dalam

kelompok pasien ESRD di Iran.

C. Tujuan

Tujuan dari analisis jurnal ini adalah untuk mengetahui pengaruh

pemberdayaan pada perawatan diri self-efficacy, kualitas hidup, dan

indikator klinis dan laboratorium dalam kelompok pasien ESRD di Iran.

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 4

Page 5: Analisis Jurnal Perkemihan

BAB II

PEMBAHASAN

A. Latar Belakang Jurnal

Hemodialisis dapat memperpanjang hidup pasien pada penyakit

ginjal tahap akhir (ESRD). Pada tahun 2001, diperkirakan bahwa pada

tahun 2010, jumlah pasien dengan ESRD akan mencapai 129.200 ± 7742

pasien baru, 651.330 ± 15.874 pasien ESRD jangka panjang, dan 520.240

± 25.609 pasien hemodialisis (HD). Pada tahun 2007, ada 29.000 orang di

Iran dengan CRF, di antaranya 14.000 diobati dengan HD. Pasien HD

mengalami banyak masalah fisik dan psikologis. (Zamanzadeh dkk telah

melakukan studi korelasional yang mengukur kualitas hidup (kualitas

hidup) dan dukungan sosial dari 164 pasien HD. Para peneliti mengukur

kualitas hidup dengan memanfaatkan kombinasi dari tiga kuesioner yang

berbeda berikut validitas dan reliabilitas persetujuan. Pengukuran

dukungan sosial juga termasuk kombinasi tambahan validitas, kuesioner

yang diandalkan. Dalam penelitian ini, penulis tidak menjelaskan alasan

mereka untuk menggabungkan kuesioner yang berbeda untuk mengukur

variabel-variabel. Namun mereka telah melaporkan bahwa lebih dari 50%

pasien mengalami masalah fisik dan psikologis. Aspek-aspek kualitas

hidup dikaitkan dengan dukungan social. (Curtin dkk) Dalam sebuah

penelitian cross-sectional diukur manajemen diri dan pengetahuan dalam

372 pasien dari 17 pusat dialisis dan menetapkan bahwa pasien dengan

harga diri rendah. Strategi manajemen diri yang paling umum digunakan

oleh pasien adalah kegiatan koperasi / partisipatif dari perawatan diri

selama HD dan berbagi tanggung jawab dalam perawatan dengan tenaga

medis. Temuan penting lainnya dari penelitian mereka adalah hubungan

positif antara pengetahuan pasien penyakit ginjal dan pengobatan untuk

fungsi kesehatan mental yang diukur dengan Komponen Mental SF-12

Summary, Dalam studi lain, Sajjadi dkk. telah menyoroti perlunya

partisipasi konstan pasien HD dalam aktivitas perawatan diri untuk

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 5

Page 6: Analisis Jurnal Perkemihan

meringankan masalah yang terkait dengan penyakit dan

pengobatannya. Mereka melakukan uji coba terkontrol secara acak dengan

60 pasien HD untuk menjelaskan efek dari pendidikan perawatan diri

berdasarkan penilaian kebutuhan pada depresi. Intervensi studi terdiri dari

dua, program pendidikan perawatan diri 45 menit di samping buku

pendidikan untuk kelompok eksperimen. Depresi pasien diukur dengan

skala self-pelaporan pendek. Meskipun skala ini lebih tepat untuk

pengukuran depresi pada populasi umum, penelitian telah mendukung

efektivitas program pendidikan perawatan diri ini dalam mengurangi

depresi di antara pasien HD.

Ada kemungkinan peningkatan bagi pasien HD untuk terlibat

dalam manajemen diri jika perawatan diri mereka self-efficacy

ditingkatkan oleh program pemberdayaan. Sebuah asosiasi telah

ditunjukkan antara dirasakan skor yang lebih tinggi self-efficacy dan

kualitas hidup, meningkatnya komunikasi, kemitraan, perawatan diri, dan

perilaku obat-kepatuhan. Pemberdayaan pasien adalah model intervensi

yang digunakan untuk memfasilitasi pengambilan keputusan dan

perawatan diri. Komponen model ini meliputi pendidikan manajemen diri.

peningkatan kemampuan penetapan tujuan, pemecahan masalah,

manajemen stres, dukungan sosial dan motivasi.

Sedangkan pemberdayaan pasien yang menderita penyakit kronis

seperti diabetes telah dipertimbangkan dalam studi yang berbeda-

beda, beberapa studi telah dilakukan untuk menentukan kemungkinan efek

pemberdayaan pada pasien HD. Studi pada pasien HD kebanyakan

deskriptif atau korelasional, menyoroti perilaku pasien dan pengetahuan

atau mengkonfirmasi korelasi antara usia, status pekerjaan, dialisis

modalitas, dan panjang dialisis dengan harapan pengetahuan. Hubungan

antara kualitas hidup diubah untuk komorbiditas fisik dan kejiwaan,

depresi dan kecemasan tertentu, pasien yang menjalani HD kronis telah

dikonfirmasi dalam studi lain .Dalam review sistematis yang dilakukan

pada tahun 2008 pada intervensi pendidikan dalam perawatan penyakit

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 6

Page 7: Analisis Jurnal Perkemihan

ginjal, hasil yang menjanjikan dicatat untuk intervensi pendidikan dialisis

yang bertujuan untuk meningkatkan dialisis dan / atau konkordansi cairan,

olahraga, dan mengatasi / adaptasi. Sayangnya banyak dari studi ini tidak

memiliki evaluasi yang ketat. Hanya satu dari artikel Ulasan di review

sistematis ini terdapat kata "pemberdayaan". Artikel yang menarik adalah

uji coba terkontrol secara acak yang meneliti efektivitas program

pemberdayaan di tingkat pemberdayaan, perawatan diri self-efficacy dan

depresi pada pasien dengan ESRD. Penelitian ini secara acak

mengalokasikan 50 pasien yang memenuhi syarat untuk pemberdayaan

dan kelompok kontrol. Sebuah pendekatan pemecahan masalah yang

digunakan dalam intervensi studi yang mencakup identifikasi masalah,

eksplorasi emosi, menetapkan tujuan dan strategi yang tepat untuk

mengatasi masalah, penciptaan dan pelaksanaan rencana perubahan

perilaku, dan manajemen stres. Temuan dari penelitian ini menunjukkan

perbaikan yang signifikan dalam pemberdayaan, perawatan diri self-

efficacy dan depresi. Dalam evaluasi intervensi merancang efektivitas

menggunakan konsep pemberdayaan selama pengembangan kelompok

saling membantu untuk HD diselidiki. Proses intervensi dilakukan dalam

empat tahap: (1) penilaian, (2) perencanaan, (3) tindakan dan (4) evaluasi /

umpan balik. Sebuah kelompok saling membantu dibentuk yang bertemu

delapan kali untuk kegiatan kelompok selama periode studi tiga

bulan. Kegiatan seperti pertukaran pengalaman, pengetahuan perawatan

diri, persiapan untuk perjalanan, seminar pendidikan, kesejahteraan sosial

dan keterampilan artistik seperti menggambar dan kaligrafi

dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan

dalam gejala fisik dan perbaikan dalam dukungan sosial dan kualitas

hidup.

Berbagai intervensi pendidikan telah dilaksanakan di berbagai

penelitian. Hasil yang berbeda diharapkan dalam studi ini karena

perbedaan antara intervensi dan hasil yang diharapkan atau diukur yang

dihasilkan dari program pemberdayaan. Hal ini mungkin disebabkan

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 7

Page 8: Analisis Jurnal Perkemihan

karena fakta bahwa pemberdayaan berbeda antar orang, konteks, dan

waktu dan dapat dianggap sebagai jaringan nomological, yang meliputi

intrapersonal, interaksional, dan perilaku komponen. Sebagai contoh,

dalam sebuah studi itu menyimpulkan bahwa internal locus of control

sebagai komponen dari karakteristik pasien positif terkait dengan

komponen kualitas hidup mental, khususnya, skor kesehatan

mental. Selain itu, itu adalah keyakinan bahwa persepsi perawat tentang

apa yang merupakan asuhan keperawatan yang berkualitas dapat

mempengaruhi perawatan mereka dari orang yang menerima HD. Faktor-

faktor lain seperti usia, tahap penyakit, karakteristik pasien, co-morbiditas,

dukungan sosial yang tersedia untuk pasien, serta latar belakang, sikap dan

keahlian perawat membuat setiap hubungan perawat-pasien pengalaman

unik. Dengan demikian, tidak ada resep pendidikan terpadu untuk pasien

yang berbeda, atau dengan kata lain, satu ukuran tidak cocok untuk semua.

Memberdayakan pasien HD untuk memecahkan masalah mereka

sendiri dan mengambil tanggung jawab untuk mengelola penyakit mereka

dan masalah yang terkait atau komplikasi melalui masalah pendekatan

pemecahan, pendidikan dan dukungan berdasarkan kebutuhan pasien

individu dan penetapan tujuan bersama dapat menurunkan keterbatasan

menyediakan protokol yang sama untuk semua. Ada kurangnya literatur

yang cukup untuk mendukung efektivitas program pemberdayaan pada

indikator kualitas hidup, klinis dan laboratorium pada pasien HD. Ini

dicatat dalam konteks budaya Iran dan terutama mengenai pasien HD,

sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh

pemberdayaan pada perawatan diri self-efficacy, kualitas hidup, dan

indikator klinis dan laboratorium dalam kelompok pasien ESRD Iran.

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 8

Page 9: Analisis Jurnal Perkemihan

B. Analisis Jurnal

Judul

Apakah judul memenuhi kaidah

penulisan judul?

Ya, judul memenuhi kaedah penulisan

karena pada judul jurnal terdapat

variabel, tempat penelitian

dicantumkan, dan design pada jurnal

memenuhi kriteria dalam pembuatan

jurnal.

Apakah penulisan judul menggunakan

tanda Tanya ?

Pada penulisan judul jurnal tidak

menggunakan tanda tanya (?)

Apakah penulisan judul menggunakan

tanda seru ?

Pada penulisan judul jurnal tidak

menggunakan tanda seru (!)

Penulis

Apakah nama penulis dicantumkan ? Ya, nama penulis dicantumkan pada

jurnal yaitu:

1. Marzieh Moattari

2. Marzieh Ebrahimi

3. Nasrin Sharifi and,

4. Jamshid Rouzbeh

Apakah asal institusi penulis

dicantumkan ?

Ya, asal institusi penulis dicantumkan

yaitu Fatemeh (pbuh) School of

Nursing & Midwifery, Shiraz

University of Medical Sciences

(SUMS), Iran.

Apakah asal institusi penulis sesuai

dengan topik penelitian?

Ya, asal institusi penulis sesuai dengan

topik penelitian karena peneliti juga

berasal dari institusi kesehatan di Iran.

Pendahuluan ( Introduction )

Apa Masalah Penelitian? Masalah penelitian pada jurnal yaitu

pengaruh pemberdayaan pada

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 9

Page 10: Analisis Jurnal Perkemihan

perawatan diri self-efficacy, kualitas

hidup, dan indikator klinis dan

laboratorium dalam kelompok pasien

ESRD Iran.

Seberapa besar masalah tersebut? Pada tahun 2010 diperkirakan bahwa,

jumlah pasien dengan ESRD akan

mencapai 129.200 ± 7742 pasien baru,

651.330 ± 15.874 pasien ESRD jangka

panjang, dan 520.240 ± 25.609 pasien

hemodialisis (HD). Pada tahun 2007,

ada 29.000 orang di Iran dengan CRF

(Chronic Renal Failure), di antaranya

14.000 diobati dengan HD.

Dampak masalah jika tidak diatasi? Dampak masalah jika tidak diatasi

adalah akan muncul masalah fisik dan

psikologis pada pasien gagal ginjal

kronik yang melakukan HD

(Hemodialisis) akan meningkat.

Bagaimana kesenjangan yang terjadi? Kesenjangan yang terjadi yaitu

kurangnya literatur yang cukup untuk

mendukung efektivitas program

pemberdayaan pada indikator kualitas

hidup, klinis dan laboratorium pada

pasien HD. 

Berdasarkan masalah penelitian , apa

tujuan dan hipotesis yang ditetapkan

oleh peneliti?

1. Tujuan yang ditetapkan oleh

peneliti adalah untuk mengetahui

pengaruh pemberdayaan pada

perawatan diri self-efficacy,

kualitas hidup, dan indikator klinis

dan laboratorium dalam kelompok

pasien ESRD di Iran.

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 10

Page 11: Analisis Jurnal Perkemihan

2. Hipotesis yang ditetapkan oleh

peneliti adalah Aspek-aspek

kualitas hidup yang dikaitkan

dengan dukungan sosial untuk

perawatan diri selama melakukan

hemodialisis.

Metode ( Method )-Desain Penelitian

Apa desain penelitian yang digunakan

oleh peneliti?

Desain penelitian yang digunakan oleh

peneliti adalah menggunakan design

cross-sectional yaitu hubungan antara

variabel bebas (faktor resiko) dengan

variabel tergantung (efek) dengan

melakukan pengkuran sesaat. Yaitu

tidak semua subjek penelitian harus

diperiksa pada hari atau waktu yang

sama. Faktor resiko serta efek tersebut

diukur menurut keadaan pada waktu

dilakukan observasi.

Untuk desain eksperimen

Apakah menggunakan kelompok control

untuk menentukan efektifitas suatu

intervensi?

Ya menggunakan kelompok control

internal untuk menentukan efektifitas

suatu intervensi pada Pasien gagal

ginjal kronik

1. Pengetahuan pasien penyakit

ginjal dan pengobatan untuk

fungsi kesehatan mental

2. Pasien melakukan hemodialisis

dan transplantasi ginjal.

Apakah peneliti melakukan random

alokasi ( randomisasi )?

Ya peneliti melakukan randomisasi

yaitu menggunakan randomisasi

sederhana

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 11

Page 12: Analisis Jurnal Perkemihan

Jika peneliti melakukan randomisasi,

bagaimana prosedurnya, apakah

dilakukan randomisasi sederhana blok

atau strafikasi? siapa yang melakukan

randomisasi

Penelitian ini dilakukan dengan

randomisasi sederhana, prosedur yang

dilakukan yaitu para peneliti membagi

pasien menjadi 2 kelompok yaitu

kelompok kontrol, n= 25 dan

ekperimen, n= 25. Caranya peneliti

menghubungi pasien dengan

menggunakan kontak telepon, karena

semua pasien yang terdaftar secara

rutin terlihat di Boo-Ali Sina Dialisis

Pusat sebagai bagian dari HD rutin

mereka. Subyek didiagnosis dengan

ESRD dan diperlakukan dengan HD

selama setidaknya tiga bulan

sedangkan mereka yang memiliki

penyakit akut selain ESRD

dikeluarkan.

Jika ternyata pada data dasar (base line)

terdapat perbedaan karakteristik /

variable perancu pada kedua kelompok,

apakah peneliti melakukan pengendalian

pada uji stastistik dengan strafikasi atau

uji multivariate?

Iya

Terdapat variable perancu

1. Transplantasi ginjal

2. Pasien yang menderita

penyakit kronis seperti diabetes

Pengendalian menggunakan uji

statistic stratifikasi

Apakah peneliti melakukan masking

atau penyamaran dalam memberikan

perlakuan kepada responden?

Pada jurnal tidak disebutkan ada

penyamaran atau masking dalam

memberikan perlakuan kepada

responden

Untuk menjamin kualitas pengukuran,

apakah peneliti melakukan blinding saat

mengukur outcome?

Pada jurnal ini tidak disebutkan bahwa

peneliti melakukan blinding saat

mengukur outcome.

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 12

Page 13: Analisis Jurnal Perkemihan

Metode ( Method ) - Populasi dan Sampel

Siapa populasi target dan populasi

terjangkau ?1. Populasi target adalah Semua

pasien yang terdaftar di pusat

utama di mana studi ini dilakukan

dan semua tes mereka dilakukan di

pusat yang sama. Pusat ini

berafiliasi di Shiraz University of

Medical Sciences.

2. Populasi terjangkau pasien pada

jurnal yaitu pasien dihubungi

melalui telepon oleh peneliti untuk

memfasilitasi keterlibatan mereka

yang terus menerus dalam

intervensi. Para peneliti membagi

pasien menjadi 2 kelompok yaitu

kelompok kontrol, n= 25 dan

ekperimen, n= 25.

Siapa sampel penelitian ? apa kritria

inkulusi dan ekslusi sampel ? 1. Pada populasi target sampel yang

digunakan adalah semua pasien

yang terdaftar di pusat utama di

mana studi ini dilakukan dan

semua tes mereka dilakukan di

pusat yang sama. Pusat ini

berafiliasi di Shiraz University of

Medical Sciences.

2. Pada populasi terjangkau terdaftar

50 pasien, peneliti membagi pasien

menjadi 2 kelompok yaitu

kelompok kontrol, n= 25 dan

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 13

Page 14: Analisis Jurnal Perkemihan

ekperimen, n= 25

3. Kriteria inklusi

- Pasien dewasa usia 18-60

tahun

- Pasien yang terdaftar di pusat

utama di mana studi ini

dilakukan dan semua tes

mereka dilakukan di pusat

yang sama yaitu di Shiraz

University of Medical

Sciences.

4. Kriteria ekslusi

- Dialysis kronis

- Transplantasi ginjal

- Pasien yang memiliki diagnosa

- 2 pasien gagal melanjutkan

partisipasi dalam kelompok

kontrol; satu berubah menjadi

pusat dialysis lain dan pasien

lainnya menjalani transplantasi

ginjal. Oleh karena itu analisis

data yang dilakukan hanya

pada 48 pasien.

Bagaimana metode sampling yang

digunakan untuk memilih sampel dari

populasi target ?

Metode sampling yang digunakan

- Probability sampling yaitu

tehnik pengambilan sampel

yang memebrikan peluang

yang sama bagi setiap anggota

populasi untuk dipilih enjadi

anggota sampel.

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 14

Page 15: Analisis Jurnal Perkemihan

- Multi stage sampling

( system stratifikasi ) yaitu

penarikan sampel bertahap,

mula-mula populasi dibagi

atas unit sampel kemudian

satuan-satuan terpilih pada

tahap pertama dibagi lagi

atas satuan untuk pemilihan

tahap kedua.

- Random sampling yaitu

populasi mempunyai

kesempatan yang sama

untuk dipilih secara acak.

Dalam jurnal ini

1. Subyek didiagnosis dengan ESRD

dan diperlakukan dengan HD

selama setidaknya tiga bulan yaitu

pada kelompok eksperimen, n= 25

dan kelompok kontrol, n= 25

2. Pasien dalam kelompok

eksperimen menyelesaikan

program pemberdayaan enam

minggu yang terdiri dari empat

individu intervensi dan dua sesi

konseling kelompok. 

3. Untuk menjalankan konseling

kelompok, kelompok intervensi

dibagi menjadi dua kelompok yang

lebih kecil.

Berapa jumlah sampel yang digunakan

dalam penelitian ? metode atau rumus

Jumlah sampel yang digunakan pada

penelitian sebanyak 50 orang pada

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 15

Page 16: Analisis Jurnal Perkemihan

apa yang digunakan untuk menentukan

jumlah sampel

kelompok eksperimen, n= 25 dan

kelompok kontrol, n= 25. Metode yang

digunakan untuk menentukan sample

adalah random sampling dan Multi

stage sampling (system stratifikasi)

dengan probality sampling

Metode ( method ) – pengukuran atau pengumpulan data

Variable apa saja yang diukur dalam

penelitian

1. Variable bebas : pengaruh

pemberdayaan

2. Variable tergantung pasien yang

diobati dengan hemodialisis

3. Variabel perancu

Transplantasi ginjal

Pasien yang menderita

penyakit kronis seperti

diabetes

Metode apa yang digunakan untuk

pengumpulan data

Metode yang digunakan dalam jurnal

yaitu metode kuesioner dan

wawancara

Alat ukur apa yang digunakan untuk

mengumpulkan data ?

Alat ukur yang digunakan pada jurnal

menggunakan kuesioner yaitu dengan

alat ukur alpha Cronbach

Bagaimana validitas dan reabilitas alat

ukur / instrument yang digunakan ?

Apakah peneliti menguji validitas dan

reliabilitas alat ukur ? jika dilakukan apa

metode yang digunakan untuk menguji

validitas dan reabilitas alat ukur dan

bagaimana hasilnya ?

Validitas dan reliabilitas Kuesioner ini

diterjemahkan ke dalam bahasa Persia

oleh Rambod, kuesioner ini telah teruji

karena telah dilaporkan oleh Ferrans

dan Powers pada tahun 1985 dan 1992,

karena validitas dan reliabilitas telah

memberikan gambaran yang cermat

dan tepat mengenai data yang ada pada

jurnal.

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 16

Page 17: Analisis Jurnal Perkemihan

Siapa yang melakukan pengukuran atau

pengumpulan data ? Apakah dilakukan

pelatihan khusus untuk observer atau

yang melakukan pengukuran ?

Yang melakukan pengkuruan atau

pengumpulan data didalam jurnal

adalah peneliti sendiri dan tidak

ditemukan pelatihan khusus dalam

jurnal untuk melakukan pengukuran

Metode ( Method ) – Analisis data

Uji statistic apa yang digunakan untuk

menguji hipotesis atau menganalisis

data?

Uji statistic yang digunakan untuk

menguji hipotesis atau menganalisis

data adalah uji statistic deskriptif dan

inferensial yang mencakup frekuensi,

persentase, mean, standar deviasi, dan

ANCOVA.

Untuk penelitian eksperimen apakah

peneliti menggunakan metode intention

to treat on treatment analisis ?

Peneliti menggunakan penelitian

eksperimen dengan metode On

treatments analisis hanya menganalisis

sampel yang mengikuti penelitian

sampai selesai saja, sedangkan sampel

drop out dianggap tidak mengikuti

penelitian dan tidak dilanjutkan dalam

penelitian.

Program atau software statistic apa yang

digunakan peneliti untuk menganalisis

data ?

Software statistic yang digunakan

untuk menganalisa data adalah SPSS

v11.5. 

Hasil Penelitian – Alur penelitian dan data base line

Bagaimana alur ( flow ) penelitian

yang menggambarkan responden yang

mengikuti penelitian sampai selesai,

drop out dan loss of follow up ?

1. Mengikuti penelitian dari November

2009 sampai Februari 2010, yaitu

sebanyak 50 pasien.

2. 2 orang drop out dari penelitian

karena dalam kelompok kontrol; satu

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 17

Page 18: Analisis Jurnal Perkemihan

berubah menjadi pusat dialysis lain

dan pasien lainnya menjalani

transplantasi ginjal. Sehingga analisis

data yang dilakukan hanya pada 48

pasien hingga penelitian selesai.

Bagaimana karakteristik responden

dan baseline data ?

Karakteristik responden

- Subjek memiliki diagnosa ESRD

- Usia 18 - 60 tahun

- Pasien yang tinggal di rumah

- Mampu membaca dan menulis,

- Tidak punya gangguan kejiwaan

atau kognitif

- Bersedia untuk berpartisipasi

dalam penelitian ini. 

Pada penelitian eksperimen apakah

variable perancu dalam data base line

tersebar seimbang pada setiap

kelompok? Jika tidak seimbang, apa

yang dilakukan peneliti untuk

membuat penelitian bebas dari

pengaruh variabel perancu.

Variabel perancu dalam database line

tidak tersebar seimbang dan peneliti tetap

melakukan penelitian

Hasil Penelitian – Hasil Penelitian

Apa hasil utama dari penelitian ? jika

peneliti melakukan uji hipotesis,

apakah hipotesis peneliti terbukti atau

tidak terbukti ? apakah hasil penelitian

juga bermakna secara klinis ?

Hasil utama dari penelitian yaitu

perbandingan anatara kelompok

ekperimen dan kontrol mengungkapkan

perbedaan yang signifikan dalam skor

rata-rata keseluruhan dari kualitas hidup

dan semua dimensi. Berdasarkan hasil

ANCOVA intervensi pada self-efficacy

dan kualitas hidup, terjadi perubahan

signifikan yang diamati anatara

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 18

Page 19: Analisis Jurnal Perkemihan

kelompok dalam hal pengurangan stres

serta dimensi pengambilan keputusan

dan skor sel-efficacy secara keseluruhan.

Juga terdapat perbedaan yang signifikan

pada nilai rata-rata keseluruhan kualitas

hidup dan dalam semua dimensi kualitas

hidup antara kelompok. Sedangkan pada

intervensi data klinis dan laboratorium,

tidak ada perubahan signifikan yang

ditemukan anatara kelompok dalam hasil

laboratorium mereka, dengan

pengecualian Hemoglobin dan

Hematokrit

Hasil penelitian uji statistic strafikasi

terbukti dan bermakna secara klinis

Diskusi ( discuss )

Bagaimana interpretasi peneliti

terhadap hasil penelitian ? Apakah

peneliti membuat interpretasi yang

rasional dan ilmiah tentang hal-hal

yang ditemukan dalam penelitian

berdasarkan teori terkini ?

Hipotesis dan hasil sesuai pada

interpretasi peneliti terhadap penelitian.

Daftar Pustaka

Apakah daftar pustaka yang

digunakan up to date?

Iya, daftar pustaka yang terdapat dalam

jurnal ini up to date karena daftar pustaka

yang dipakai dari tahun 1985-2012

Apakah daftar pustaka yang

digunakan sesuai?

Iya, daftar pustaka yang digunakan

sesuai dengan apa yang akan diteliti oleh

peneliti.

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 19

Page 20: Analisis Jurnal Perkemihan

Apakah daftar pustaka yang

digunakan dari sumber yang

terpercaya?

Iya, daftar pustaka yang digunakan dari

sumber-sumber yang terpercaya karena

berasal dari jurnal-jurnal dengan web

yang jelas yaitu pub-med dan proquest

dan jurnal ini merujuk dalam sebuah

penelitian sebelumnya.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari uraian jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa pada penelitian

menunjukkan kombinasi dari sesi konseling individu dan pemberdayaan

kelompok meningkatkan efikasi diri, kualitas hidup, tanda-tanda klinis,

hemoglobin dan hematokrit pada pasien hemodialisis. Pemberdayaan pasien

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 20

Page 21: Analisis Jurnal Perkemihan

hemodialisis harus dipertimbangkan di pusat-pusat hemodialisis untuk membantu

pasien dengan pengelolaan masalah yang berhubungan dengan kesehatan mereka.

Karena komplikasi fisik, sosial, psikologis dan kognitif HD, intervensi

keperawatan berdasarkan pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk pasien

HD. Pasien harus didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan diri dari

penyakit mereka. Program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan

kesadaran, pengetahuan, keterampilan, motivasi, harga diri dan penciptaan self-

efficacy dalam pengendalian diri dan perilaku preventif akan menyebabkan

peningkatan perawatan diri self-efficacy, kualitas hidup, Hemoglobin dan

Hematokrit, dan stabilisasi tekanan darah. Namun karena ukuran sampel kecil dari

penelitian ini kesimpulan kami tidak definitif. Penelitian lebih lanjut dengan

ukuran sampel yang lebih besar dan evaluasi efek jangka panjang dari program

tersebut dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Sastroasmoro, Sudigdo dan Sofyan Ismael.1995.Dasar-dasar Metodologi

Penelitian Klinis.Binarupa Aksara:Jakarta.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed

Sistem Perkemihan Analisis Jurnal Page 21