of 57/57
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REVALUASI ASET TETAP PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI Skripsi Oleh M. Iszenzia Nurizki FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG BANDARLAMPUNG 2018

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI …digilib.unila.ac.id/32855/16/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · dengan analisis kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor

  • View
    224

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI …digilib.unila.ac.id/32855/16/SKRIPSI TANPA BAB...

  • ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REVALUASI

    ASET TETAP PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG

    TERDAFTAR DI BEI

    Skripsi

    Oleh

    M. Iszenzia Nurizki

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

    UNIVERSITAS LAMPUNG

    BANDARLAMPUNG

    2018

  • ABSTRAK

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REVALUASI

    ASET TETAP PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG

    TERDAFTAR DI BEI

    Oleh

    M. Iszenzia Nurizki

    Penelitian ini merupakan suatu penelitian yang menggunakan metode deskriptif

    dengan analisis kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang

    mempengaruhi pemilihan model revaluasi aset tetap pada perusahaan manufaktur.

    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diadopsinya IFRS kedalam PSAK yang

    menyebabkan terdapat dua pilihan dalam pengukuran aset tetap.

    Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan

    manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2012-2016.

    Pengambilan sampel penelitian menggunakan pendekatan non probability random

    sampling dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel dengan

    kriteria tertentu, sehingga didapatkan sampel penelitian sejumlah 30 perusahaan

    manufaktur.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel leverage tidak memiliki

    pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan model revaluasi dalam pengukuran

    aset tetap. Variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap terhadap

    pemilihan model revaluasi dalam pengukuran aset tetap. Variabel intensitas aset

    tetap memiliki pengaruh terhadap terhadap pemilihan model revaluasi dalam

    pengukuran aset tetap. Sedangkan variabel likuiditas tidak memiliki pengaruh

    yang signifikan terhadap pemilihan model revaluasi dalam pengukuran aset tetap.

    Kata kunci: Leverage, Ukuran Perusahaan, Intensitas Aset Tetap, Likuiditas,

    Revaluasi Aset Teap.

  • ABSTRACT

    THE ANALYSIS OF FACTORS WHICH AFFECTS FIXED ASSET

    REVALUATION MODELS HAD CHOSEN AT MANUFACTURE

    COMPANY LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE

    By

    M. Iszenzia Nurizki

    This research is a research using descriptive method with quantitative analysis

    that aims to analyze the factors which affects fixed asset revaluation models had

    chosen at manufacture company listed in indonesia stock exchange. This

    researchs background was by the adopted IFRS to PSAK which affects in

    measuring fixed asset.

    The population used in this study is all manufacturing companies listed on the

    Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2012-2016. The sampling of research using

    non probability random sampling approach with purposive sampling method, that

    is sample selection with certain criterion, so that got sample of research of 30

    manufacturing company.

    The results of this study indicate that the leverage variable has no significant

    effect on fixed asset revaluation. The firm size variable has a significant effect on

    fixed asset revaluation. The fixed asset intensity variable has a significant effect

    on fixed asset revaluation. While the liquidity variable has a no significant effect

    on fixed asset revaluation.

    Key Words: Leverage, Firm Size, Fixed Asset Intensity, Liquidity, Fixed Asset

    Revaluation.

  • ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REVALUASI

    ASET TETAP PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG

    TERDAFTAR DI BEI

    Oleh

    M. Iszenzia Nurizki

    Skripsi

    Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar

    SARJANA EKONOMI

    Pada

    Jurusan Akuntansi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

    UNIVERSITAS LAMPUNG

    BANDARLAMPUNG

    2018

  • RIWAYAT HIDUP

    Penulis dilahirkan di Bandarlampung, Lampung, pada tanggal 11 November 1996

    dan merupakan anak kedua dari pasangan Bapak M. Nasir dan Ibu Masda Niarti.

    Pada tahun 2002, penulis menyelesaikan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di

    TK Al- Hikmah Sukarame Bandar Lampung. Pendidikan Sekolah Dasar (SD)

    diselesaikan oleh penulis pada tahun 2008 di SD Negeri 1 Sukarame Bandar

    Lampung. Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditempuh oleh penulis di SMP

    Negeri 2 Bandarlampung dan diselesaikan pada tahun 2011. Kemudian, penulis

    melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 2 Bandar

    Lampung hingga tahun 2014.

    Selanjutnya, penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas

    Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung melalui jalur Seleksi Bersama Masuk

    Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun 2014. Selama duduk di bangku

    perkuliahan, penulis pernah aktif sebagai anggota HIMAKTA (Himpunan

    Mahasiswa Akuntansi) dan KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal) pada awal

    perkuliahan di tahun 2014 dan mengikuti beberapa kegiatan yang diselenggarakan

    oleh organisasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut. Penulis juga

    pernah aktif dalam organisasi UKM BIROHMAH (Bina Rohani Islam

    Mahasiswa) pada awal perkuliahan di tahun 2014 dan mengikuti beberapa

  • kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa Universitas Lampung

    tersebut.

    Selain itu, pada tahun 2016 penulis terpilih sebagai Liaison Officer dalam

    kegiatan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) yang merupakan kegiatan

    tahunan yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai

    perwujudan kepedulian akuntan terhadap pembangunan bangsa dan negara

    Indonesia.

  • PERSEMBAHAN

    Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Taala atas segala rahmat kasih sayang,

    karunia dan anugerah yang begitu besar kepada penulis.

    Karya ini kupersembahkan kepada:

    Ayahanda M. Nasir dan Ibunda Masda Niarti

    yang selalu mengasihi dan mendoakanku setiap waktu, serta memberi nasehat,

    dukungan, motivasi dan semangat kepadaku.

    Kakak dan Adikku Nadia Ratu Anisa dan Agung Hasbunallah

    yang selalu mendukung dan menyemangatiku serta selalu memberikan keceriaan

    dan inspirasi kepadaku.

    Seluruh keluarga besar dan sahabat-sahabatku

    yang selama ini memberikan doa, nasehat dan motivasi yang tiada henti.

    Almamaterku, Universitas Lampung.

  • MOTTO

    Karena sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

    (QS.94:5)

    Jangan katakan pada Allah kita punya masalah, tapi katakan pada masalah kita

    punya Allah.

    (Muhammad Al-Fatih)

    Dont complain you can find opportunities.

    (Jack Ma)

    Anyone who has never made a mistake has never tried anything new.

    (Albert Einstein)

    I never lose. I either win or learn.

    (Nelson Mandela)

    Without education, you are not going anywhere in this world.

    (Malcolm X)

  • SANWACANA

    Salam sejahtera untuk kita semua,

    Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

    melimpahkan berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

    Skripsi ini dengan judul Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dipilihnya

    Model Revaluasi Aset Tetap pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di

    BEI.

    Penyusunan skripsi ini dimaksudkan guna melengkapi dan memenuhi sebagian

    persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi di Fakultas

    Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.

    Penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan berupa

    pengarahan, bimbingan, dan kerja sama semua pihak yang telah turut membantu

    dalam proses penyelesaian skripsi ini. Untuk itu penulis ingin menyampaikan

    ucapan terima kasih kepada :

    1. Bapak Prof. Dr. H. Satria Bangsawan, S.E., M.Si. selaku Dekan Fakultas

    Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung;

    2. Ibu Dr. Farichah, S.E., M.Si., Akt., CA. selaku Ketua Jurusan Akuntansi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung;

  • 3. Ibu Yuztitya Asmaranti, S.E., M.Si., Akt. selaku Sekretaris Jurusan

    Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas;

    4. Ibu Dr. Agrianti Komalasari, S.E., M.Si., Akt., CA. selaku Pembimbing

    Utama, atas kesediannya memberikan bimbingan dan pengarahan yang

    sangat berharga dalam proses penyelesaian skripsi ini, dan untuk bantuan,

    nasihat, serta waktu yang telah Ibu berikan;

    5. Bapak Komaruddin, S.E., M.Si., C.P.A. selaku Pembimbing Pendamping,

    atas bimbingannya yang telah diberikan selama ini dalam proses penulisan

    penelitian ini;

    6. Ibu Dr. Farichah, S.E., M.Si., Akt., CA. selaku Penguji Utama yang telah

    memberikan kritik dan saran yang membangun terhadap skripsi ini, serta

    untuk segala bantuan dan kemudahan yang telah Bapak berikan;

    7. Bapak Basuki Wibowo, SE., Akt. selaku Pembimbing Akademik, untuk

    nasihat dan bimbingannya selama proses perkuliahan ini;

    8. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah memberikan

    ilmunya selama proses perkuliahan berlangsung;

    9. Seluruh staff Akademik, Administrasi, Tata Usaha, para pegawai, serta

    staff keamanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang

    telah banyak membantu baik selama proses perkuliahan maupun

    penyusunan skripsi, terimakasih atas segala kesabaran dan bantuan yang

    telah diberikan;

    10. Kedua orang tuaku terkasih, Ayah dan Ibu (Bapak M. Nasir dan Ibu

    Masda Niarti), terimakasih atas bimbingan dan segala nasihat berharga

    yang telah diberikan kepadaku. Terimakasih untuk kasih dan pengorbanan

  • yang begitu besar yang telah Ayah dan Ibu berikan untukku, dan

    terimakasih untuk semangat dan doa yang selalu menyertai setiap

    langkahku;

    Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam proses penyelesaian

    skripsi ini. Oleh karena itu, penulis menerima semua saran dan kritik yang

    membangun.

    Akhir kata, semoga Allah memberikan balasan terbaik atas segala bantuan yang

    telah diberikan dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih.

    Bandar Lampung, 1 Agustus 2018

    Penulis,

    M. Iszenzia Nurizki

  • DAFTAR ISI

    Halaman

    DAFTAR GAMBAR ................................................................................................

    DAFTAR TABEL ....................................................................................................

    DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Penelitian .............................................................. 1 1.2 Masalah Penelitian ......................................................................... 5 1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................... 5 1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................... 6 1.5 Sistematika Penulisan .................................................................... 6

    BAB II LANDASAN TEORI

    2.1 Kebijakan Akuntansi ...................................................................... 7 2.2 Instrumen Keuangan ...................................................................... 8 2.3 Aset Tetap .................................................................................... 10 2.4 Revaluasi Aset Tetap.................................................................... 11 2.5 Faktor-Faktor Perusahaan Memilih Revaluasi Aset Tetap .......... 13

    2.5.1 Leverage ........................................................................... 13 2.5.2 Ukuran Perusahaan ........................................................... 14 2.5.3 Intensitas Aset Tetap ........................................................ 15 2.5.4 Likuiditas ......................................................................... 15

    2.6 Penelitian Terdahulu .................................................................... 16 2.7 Hipotesis Penelitian ...................................................................... 17 2.8 Kerangka Konseptual ................................................................... 22

    BAB III METODE PENELITIAN

    3.1 Bentuk Penelitian ......................................................................... 23 3.2 Jenis dan Sumber Data Penelitian ................................................ 23 3.3 Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 24 3.4 Populasi dan Sampel Penelitian ................................................... 25 3.5 Definisi Operasional Variabel Penelitian ..................................... 26 3.6 Metode Analisis Data ................................................................... 28 3.7 Uji Hipotesis ................................................................................ 31

    BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1 Pemilihan Sampel ........................................................................ 33

  • 4.2 Statistik Deskriptif ....................................................................... 34 4.3 Hasil Uji Hipotesis Penelitian ...................................................... 35

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

    5.1 Kesimpulan .................................................................................. 44 5.2 Keterbatasan Penelitian ................................................................ 45 5.3 Saran ............................................................................................. 46

    DAFTAR REFERENSI

    LAMPIRAN

  • DAFTAR GAMBAR

    Gambar Halaman

    Gambar 2.1 Model penelitian ................................................................................. 22

  • DAFTAR TABEL

    Tabel Halaman

    Tabel 4.1 Proses Pengambilan Sampel Penelitian ................................................. 33

    Tabel 4.2 Hasil Statistik Deskriptif Model Regresi ............................................... 34

    Tabel 4.3 Menilai Keseluruhan Model Awal ......................................................... 36

    Tabel 4.4 Menilai Keseluruhan Model Akhir ........................................................ 36

    Tabel 4.5 Koefisien Determinasi............................................................................ 37

    Tabel 4.6 Menguji Kelayakan Model Regresi ....................................................... 39

    Tabel 4.7 Hasil Uji Koefisien Regresi Logistik ..................................................... 39

  • DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran

    Lampiran 1 : Data Perusahaan yang menjadi Sampel Penelitian

    Lampiran 2 : Data Keuangan Perusahaan Tahun 2012-2016

    Lampiran 3 : Daftar Hasil LEV, SIZE, FAI, LIQ dan REV

    Lampiran 4 : Statistik Deskriptif

    Lampiran 5 : Uji Hipotesis Penelitian

    Lampiran 5.1 : Uji Kesesuaian Keseluruhan Model

    Lampiran 5.2 : Uji Koefisien Determinasi

    Lampiran 5.3 : Uji Kelayakan Model Regresi

    Lampiran 5.4 : Uji Regresi Logistik

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Semenjak diterapkannya standar akuntansi berbasis internasional

    (International Financial Reporting Standards/IFRS) yang dikeluarkan

    oleh International Accounting Standard Board (IASB), standar akuntansi

    di Indonesia turut mengalami perubahan. Konvergensi IFRS di Indonesia

    sudah dimulai sejak tahun 2008. Konvergensi IFRS di Indonesia akan

    memberikan dampak besar bagi dunia usaha terutama terhadap laporan

    keuangan perusahaan dan informasi akuntansi lainnya. Laporan keuangan

    sebagai perantara informasi yang menjadi penghubung antara pihak-pihak

    eksternal yang memiliki kepentingan dengan perusahaan. Selain itu,

    laporan keuangan juga merupakan bentuk pertanggungjawaban dari pihak

    manajer kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

    Diadopsinya IFRS ke dalam PSAK menyebabkan terjadinya perubahan-

    perubahan, salah satunya yaitu pada PSAK No 16 tentang aset tetap.

    PSAK (1994) memiliki banyak perbedaan terhadap PSAK 16 (Revisi

    2007) yang berupa penggantian istilah aktiva menjadi aset terhadap

    keseluruhan PSAK dan pengukuran setelah pengakuan awal. Pada PSAK

    16 (Revisi 2007) terdapat dua pilihan model mengenai pengukuran setelah

    pengakuan awal yang dapat dilakukan oleh entitas yaitu model biaya dan

  • 2

    model revaluasi yang dapat diterapkan pada seluruh aset tetap perusahaan

    dalam kelompok yang sama.

    Pengukuran dan pengakuan nilai suatu aset tetap model biaya dinilai dari

    harga beli suatu aset tetap, lalu disusutkan atau didepresiasi sehingga nilai

    suatu aset tetap akan semakin lama semakin berkurang (Ulum dan Sofyani,

    2016). Kebijakan pengukuran dan pengakuan aset tetap lain yang

    diperbolehkan menurut PSAK 16 (2015) adalah kebijakan revaluasi aset

    tetap. Pengakuan dan pengukuran aset tetap dengan revaluasi dapat lebih

    menggambarkan nilai suatu aset tetap yang lebih relevan, karena revaluasi

    mengukur aset tetap berdasarkan nilai pasar (fair value).

    Selanjutnya diadopsinya IFRS kedalam PSAK menyebabkan disahkannya

    PSAK 71 tentang instrumen keuangan yang merupakan adopsi dari IFRS 9

    yang berisi tentang perubahan instrumen keuangan seperti klasifikasi dan

    pengukuran, penurunan nilai dan akuntansi lindung nilai. Pada PSAK 71,

    klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan kini tidak lagi berdasarkan

    intensi manajemen untuk menjual atau memiliki instrumen keuangan

    hingga jatuh tempo. PSAK 71 memperkenalkan pengaturan klasifikasi dan

    pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik kontraktual arus

    kas dan bisnis model entitas. PSAK 71 merupakan sebuah terobosan besar

    dalam peningkatan kualitas pelaporan keuangan terkait pengakuan

    penurunan nilai instrumen keuangan sehingga informasi yang dihasilkan

    lebih tepat waktu, relevan dan dapat dipahami oleh pengguna laporan

    keuangan. PSAK 71 memberikan perubahan signifikan terkait persyaratan

  • 3

    akuntansi lindung nilai sehingga laporan keuangan akan mencerminkan

    manajemen risiko entitas lebih baik dibandingkan standar akuntansi

    sebelumnya yaitu PSAK 55.

    Penelitian sebelumnya menunjukkan beberapa faktor terbukti berpengaruh

    dalam revaluasi aset tetap dan sebaliknya beberapa peneliti menemukan

    hal berbeda dimana faktor-faktor tersebut terbukti tidak berpengaruh sama

    sekali. Penelitian Lin dan Peasnell (2000), Tay (2009), Seng dan Su (2010)

    serta Barac dan Sodan (2011) menyatakan bahwa faktor ukuran

    perusahaan terbukti berpengaruh dalam revaluasi aset tetap. Sebaliknya

    penelitian Firmansyah dan Sherlita (2012), Manihuruk dan Farahmita

    (2015), Yulistia dkk (2015), serta Latifa dan Haridhi (2016) menyatakan

    bahwa faktor ukuran perusahaan tidak berpengaruh dalam revaluasi aset

    tetap. Untuk intensitas aset tetap dalam penelitian Tay (2009), Manihuruk

    dan Farahmita (2015), serta Latifa dan Haridhi (2016) menyatakan bahwa

    faktor intensitas aset tetap terbukti berpengaruh dalam pemilihan model

    revaluasi aset tetap. Sebaliknya hasil penelitian Seng dan Su (2010), Barac

    dan Sodan (2011) serta Yulistia dkk (2015) menyatakan bahwa faktor

    intensitas aset tetap tidak berpengaruh dalam revaluasi aset tetap.

    Pada faktor leverage dalam penelitian Lin dan Peasnell (2000), Missonier

    dan Piera (2007), Barac dan Sodan (2011), Andinsonn (2015) dan

    Manihuruk dan Farahmita (2015) menyatakan bahwa faktor leverage

    terbukti berpengaruh dalam revaluasi aset tetap. Sebaliknya hasil

    penelitian Seng dan Su (2010), Firmansyah dan Sherllita (2012), serta

  • 4

    Yulistia dkk (2015) menyatakan bahwa faktor leverage tidak berpengaruh

    dalam revaluasi aset tetap. Sedangkan untuk faktor likuiditas dalam

    penelitian Barac dan Sodan (2011), Andinson (2015) dan Manihuruk dan

    Farahmita (2015) menyatakan bahwa faktor likuiditas terbukti

    berpengaruh dalam revaluasi aset tetap. Sebaliknya hasil penelitian Black

    dan Manly (1998) dan Tay (2009) menyatakan bahwa faktor leverage

    tidak berpengaruh dalam revaluasi aset tetap.

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali variabel-variabel

    independen yang berpengaruh terhadap keputusan dipilihnya model

    revaluasi pengukuran aset tetap yaitu leverage, ukuran perusahaan,

    intensitas aset tetap, dan likuiditas. Peneliti tertarik untuk melakukan

    penelitian kembali mengenai pengaruh leverage, ukuran perusahaan,

    intensitas aset tetap, dan likuiditas terhadap keputusan revaluasi aset tetap

    pada periode 2014 sampai dengan 2016 karena masih terdapat

    inkonsistensi hasil pada variabel tersebut dari penelitian sebelumnya dan

    masih sedikitnya perusahaan yang menerapkan model revaluasi aset.

    Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian

    yang berjudul Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Revaluasi

    Aset Tetap pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI.

  • 5

    1.2 Rumusan Masalah

    Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka peneliti merumuskan

    masalah sebagai berikut:

    1. Apakah leverage memiliki pengaruh terhadap revaluasi aset tetap?

    2. Apakah ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap revaluasi aset

    tetap?

    3. Apakah intensitas aset tetap memiliki pengaruh terhadap revaluasi aset

    tetap?

    4. Apakah likuiditas memiliki pengaruh terhadap revaluasi aset tetap?

    1.3 Tujuan Penelitian

    1. Untuk mengetahui apakah leverage berpengaruh terhadap revaluasi aset

    tetap.

    2. Untuk mengetahui apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap

    revaluasi aset tetap.

    3. Untuk mengetahui apakah intensitas aset tetap berpengaruh terhadap

    revaluasi aset tetap.

    4. Untuk mengetahui apakah likuiditas berpengaruh terhadap revaluasi

    aset tetap.

  • 6

    1.4 Manfaat Penelitian

    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

    1. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat

    untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai

    analisis faktor faktor yang mempengaruhi revalusi aset tetap.

    2. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan

    dalam merumuskan kebijakan serta tindakan-tindakan selanjutnya

    sehubungan dengan faktor-faktor revaluasi aset tetap.

    3. Bagi akademisi, sebagai informasi yang dapat digunakan untuk bahan

    penelitian bagi yang tertarik dalam bidang yang serupa.

    1.5 Sistematika Penulisan

    BAB I PENDAHULUAN

    Bab ini berisi tentang latar belakang penelitian, rumusan masalah,

    tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penelitian.

    BAB II LANDASAN TEORI

    Bab ini berisi tentang landasan teori, penelitian terdahulu, model

    penelitian, dan pengembangan hipotesis.

    BAB III METODE PENELITIAN

    Bab ini berisi tentang metodologi dalam penelitian

  • 7

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1 Kebijakan Akuntansi

    Positive Accounting Theory yang dikemukakan oleh Watt dan Zimmerman

    (1978) menjelaskan mengapa suatu perusahaan memilih metode akuntansi

    yang akan diterapkannya. Riset tentang revaluasi aset merupakan bagian

    dari penelitian dalam teori positif akuntansi menurut Azouzi dan Jarboul

    (2012). Teori akuntansi positif diterapkan untuk menjelaskan motivasi

    melakukan revaluasi aset. Ini berarti bahwa perusahaan akan mengubah

    metode akuntansi mereka untuk mengakui asetnya dari biaya historis ke

    nilai wajar untuk meminimalkan biaya kontrak.

    Seng dan Su (2010) mengklasifikasikan faktor yang dapat mendorong

    manajer untuk memilih kebijakan akuntansi yang akan diterapkan, yaitu

    contracting factors, political factors, dan information asymmetry.

    Contracting factors menjelaskan bahwa manajer memilih suatu kebijakan

    akuntansi untuk mempengaruhi kontrak utang. Political factors berkaitan

    erat dengan political cost hypothesis, menjelaskan bahwa tujuan

    perusahaan mengurangi laba dalam laporan keuangannya guna

    mengurangi visibilitas politis dan biaya politis yang mungkin terjadi.

    Information asymmetry menjelaskan bahwa kebijakan akuntansi

    ditentukan oleh asimetri informasi yang berusaha mempengaruhi penilaian

    atau harga dari suatu aset.

  • 8

    2.2 Instrumen Keuangan

    International Financial Reporting Standards (IFRS) Nomor 9 tahun 2016

    mengatur perubahan persyaratan terkait instrumen keuangan seperti

    klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai, dan akuntansi lindung nilai.

    1. Klasifikasi dan Pengukuran

    Klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan kini tidak lagi

    berdasarkan intensi manajemen untuk menjual atau memiliki instrumen

    keuangan hingga jatuh tempo. Jika aset keuangan merupakan instrumen

    utang sederhana dan tujuan model bisnis entitas adalah untuk

    mendapatkan arus kas kontraktual, aset keuangan tersebut diukur pada

    biaya perolehan. Sebaliknya, jika aset keuangan dimiliki dengan tujuan

    model bisnis untuk memperoleh arus kas kontraktual dan untuk

    diperdagangkan, aset keuangan tersebut diukur pada nilai wajar dan

    disajikan dalam laporan posisi keuangan, sedangkan informasi biaya

    perolehan disajikan dalam laporan laba rugi (fair value through other

    comperhensive income FVOCI). Jika model bisnis suatu aset keuangan

    bukan merupakan kedua model tersebut, maka informasi nilai wajar

    menjadi sangat penting, oleh karena itu informasi nilai wajar diungkapkan

    dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi (fair value through

    profit or loss FVTPL).

    2. Penurunan Nilai

    Diadopsinya IFRS 9 kedalam PSAK 71 merupakan sebuah terobosan besar

    dalam peningkatan kualitas pelaporan keuangan terkait pengakuan

  • 9

    penurunan nilai instrumen keuangan sehingga informasi yang dihasilkan

    lebih tepat waktu, relevan dan dapat dipahami oleh pengguna laporan

    keuangan. Termasuk memperkenalkan metode kerugian kredit

    ekspektasian (expected credit loss impairment model) yang lebih melihat

    ke depan atau dengan kata lain mengacu pada ramalan dalam mengukur

    kerugian penurunan nilai instrumen keuangan. Berbeda dengan PSAK 55

    yang mengakui kerugian kredit pada saat peristiwa kerugian kredit benar-

    benar telah terjadi, metode yang diperkenalkan PSAK 71 ini mensyaratkan

    setiap tanggal pelaporan entitas menilai apakah risiko kredit atas instrumen

    keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal

    menggunakan informasi forward-looking yang wajar dan terdukung.

    3. Akuntansi Lindung Nilai

    PSAK 71 memberikan perubahan signifikan terkait persyaratan akuntansi

    lindung nilai sehingga laporan keuangan akan mencerminkan manajemen

    risiko entitas, lebih baik dibandingkan standar akuntansi sebelumnya.

    Menurut PSAK 55, hubungan lindung nilai dapat dianggap efektif jika

    memenuhi persyaratan tes efektivitas 80-125%. Berbeda dengan PSAK 55,

    PSAK 71 menghilangkan persyaratan tes efektivitas tersebut dan

    memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan

    manajemen. Meskipun PSAK 71 ini akan menggantikan PSAK 55, PSAK

    71 ini belum mengganti seluruh ketentuan dan persyaratan yang ada di

    PSAK 55.

  • 10

    2.3 Aset Tetap

    Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 16 revisi 2011

    mendefinisikan aset tetap sebagai aset berwujud yang dimiliki dan akan

    digunakan dalam proses produksi atau penyediaan barang maupun jasa

    yang akan disewakan kepada pihak lain dan memiliki masa manfaat lebih

    dari satu periode. Kieso et al (2016) menjelaskan bahwa aset tetap yaitu

    aset berwujud yang dimilki perusahaan untuk digunakan dalam

    memproduksi barang maupun jasa sehingga dapat disewakan kepada pihak

    lain, untuk tujuan administrasi serta memiliki masa manfaat lebih dari satu

    tahun.

    PSAK No 16 (Revisi 2011) menjelaskan bahwa entitas harus memilih

    metode penilaian awal aset tetap setelah pengakuan awalnya sebagai

    kebijakan akuntansi yaitu antara model biaya atau dengan model revaluasi

    dan menerapkannya pada keseluruhan kelompok yang sama dalam aset

    tetap. Pada model biaya, suatu objek yang telah diakui sebagai aset tetap

    maka akan dicatat sesuai biaya perolehannya kemudian dikurangi dengan

    akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset (PSAK No

    16 Revisi 2011). Sedangkan model revaluasi yaitu pengukuran aset tetap

    yang nilai wajarnya dicatat dengan jumlah revaluasian yang berupa nilai

    wajar pada tanggal revaluasi dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan

    akumulasi rugi penurunan nilai aset yang terjadi setelah tanggal revaluasi.

  • 11

    2.4 Revaluasi Aset Tetap

    Revaluasi aset tetap merupakan penilaian kembali dari suatu aset tetap.

    Revaluasi tidak selalu menghasilkan nilai aset lebih tinggi dari aset yang

    tercatat, terkadang revaluasi juga dapat menghasilkan nilai aset lebih

    rendah dari yang tercatat (Tay, 2009). Perusahaan cenderung akan

    mengubah metode akuntansi dari historical cost menjadi fair value untuk

    tujuan meminimumkan biaya perkontrakan (contracting cost) (Seng dan

    Su, 2010). Revaluasi aset dapat menurunkan rasio debt/equity untuk

    menghindari biaya kegagalan utang dan juga dapat digunakan sebagai

    sinyal adanya pertumbuhan perusahaan yang melakukan revaluasi aset

    tetap (Azouzi dan Jarboul, 2012).

    Selain itu alasan yang mendasari perusahaan mengambil keputusan

    revaluasi aset tetap adalah untuk memastikan bahwa nilai wajar dari suatu

    aset tetap perusahaan tergambarkan secara relevan dalam laporan

    keuangan. Revaluasi aset memengaruhi laporan keuangan dalam dua cara.

    Pertama, mengubah jumlah saldo aset yang ditampilkan dalam laporan

    posisi keuangan dan saldo ekuitas. Kedua, menurut Lin dan Peasnell

    (2000) revaluasi dapat mengubah keuntungan dikarenakan perubahan

    depresiasi dari aset yang direvaluasi.

    Contoh: PT ABC memiliki bangunan, dibeli tanggal 1 Januari 2017

    dengan harga Rp1.000.000.000,-. Masa manfaat bangunan adalah 25 tahun

    dan tanpa nilai sisa. Pada 31 Desember 2017, nilai wajar bangunan

  • 12

    tersebut adalah Rp1.020.000.000,-. Perusahaan menggunakan metode garis

    lurus dalam penyusutannya. Maka jurnal yang dicatat PT ABC:

    a) Pada saat pembelian 1 Januari 2017

    Bangunan 1.000.000.000

    Kas 1.000.000.000

    b) Pada saat penyusutan

    Beban Penyusutan Bangungan 40.000.000

    Akumulasi Penyusutan Bangunan 40.000.000

    c) Penyajian di Laporan Keuangan per 31 Desember 2017

    Akun Jumlah Keterangan

    Bangunan 1.000.000.000

    Akumulasi Penyusutan Bangunan (40.000.000)

    Nilai Tercatat 960.000.000

    d) Pada saat penyesuaian terhadap nilai wajar

    Bangunan 62.500.000 (a)

    Akumulasi Penyusutan Bangunan 2.500.000 (b)

    Surplus Revaluasi 60.000.000

    a. ((1.020.000.000 960.000.000) / 960.000.000) x 1.000.000.000 b. ((1.020.000.000 960.000.000) / 960.000.000) x 40.000.000

  • 13

    e) Penyajian di Laporan Posisi Keuangan tanggal 31 Desember 2007

    Akun Jumlah Keterangan

    Bangunan 1.062.500.000

    Akumulasi Penyusutan Bangunan (42.500.000)

    Nilai Tercatat 1.020.000.000

    Apabila entitas menggunakan model revaluasi dalam mencatat aset

    tetapnya, maka harus dilakukan review periodik minimun setiap akhir

    periode untuk mereview masa manfaat, nilai sisa dan metode penyusutan

    yang digunakan.

    2.5 Faktor yang Memengaruhi Perusahaan dalam Memilih Revaluasi

    Aset Tetap

    Peneliti memilih beberapa faktor dipilihnya model revaluasi aset sesuai

    dengan saran dari jurnal rujukan dan didapatkannya hasil yang inkonsisten

    dari peneliti-peneliti sebelumnya, diantaranya adalah:

    Leverage digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan mampu

    memenuhi kewajiban-kewajibannya. Rasio ini juga berkaitan dengan

    bagaimana perusahaan membiayai asetnya, apakah lebih banyak dari

    2.5.1 Leverage

  • 14

    keditur atau dari pemilik perusahaan. Rasio leverage menurut Brigham dan

    Weston (2005) menghitung total liabilitas dibagi total aset. Perusahaan

    dengan tingkat rasio leverage yang tinggi akan memicu timbulnya risiko

    yang tinggi pula. Kreditur akan lebih tertarik pada perusahaaan dengan

    tingkat leverage yang rendah.

    Rasio leverage ini menggambarkan besarnya modal perusahaan yang

    berasal dari hutang atau pinjaman dari pihak luar yang diperuntukan untuk

    pembiayaan operasional perusahaan maupun investasi. Semakin besar

    modal yang berasal dari pihak luar daripada modal milik perusahaan

    sendiri, maka akan meningkatkan risiko bagi perusahaan.

    Ukuran perusahaan dijadikan sebagai salah satu proksi dari biaya politis

    oleh Seng dan Su (2010) dalam penelitiannya. Riyanto (1998) dalam

    Yulistya dkk (2015) mengemukakan Ukuran perusahaan dapat diartikan

    sebagai besar kecilnya perusahaan dilihat dari besarnya nilai ekuitas, nilai

    aset atau nilai penjualan. Jadi apabila suatu perusahaan memiliki total aset

    dan total penjualan yang besar, maka ukuran perusahaan tersebut semakin

    besar. Namun total aset memiliki nilai yang relatif lebih stabil dari ketiga

    variabel tersebut, oleh sebab itu total aset digunakan untuk menentukan

    ukuran suatu perusahaan (Sudarmadji dan Sularto, 2007)

    2.5.2 Ukuran Perusahaan

  • 15

    Seng dan Su (2010) menggunakan intensitas aset tetap sebagai salah satu

    faktor dari infromasi asimetri. Infromasi asimetri terjadi apabila informasi

    lebih dimiliki oleh salah satu pihak dibandingkan pihak lainnya dari suatu

    transaksi (Scott, 2009). Intensitas aset tetap adalah jumlah proporsi aset

    tetap yang dimiliki oleh perusahaan terhadap total aset yang ada (Tay,

    2009). Dengan kata lain, intensitas aset tetap perusahaan dapat

    menggambarkan banyaknya investasi perusahaan terhadap aset tetap

    perusahaan.

    Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan

    dalam melunasi seluruh kewajiban lancarnya. Semakin rendah tingkat

    likuiditas suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut tidak mampu dalam

    melunasi kewajiban lancarnya.

    Rasio likuiditas dihasilkan dari aset lancar dibagi dengan hutang lancar.

    Rasio likuiditas ini dapat dijadikan sebagai indikator keuangan bagi

    perusahaan. Perusahaan dikatakan likuid apapila aset lancar yang dimiliki

    perusahaan dapat menutupi hutang lancar yang dimiliki perusahaan.

    Penelitan Tay (2009), Ia berpendapat bahwa revaluasi membantu

    memberikan informasi yang lebih aktual tentang jumlah kas yang dapat

    2.5.3 Intentitas Aset Tetap

    2.5.4 Likuiditas

  • 16

    diterima dari penjualan aset dan dengan demikian membantu

    meningkatkan kapasitas pinjaman perusahaan serta mengurangi biaya

    pinjaman.

    2.6 Penelitian Terdahulu

    No Peneliti Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian

    1 Tay

    (2009)

    Fixed Asset

    Revaluation:

    Management

    Incentives and

    Market

    Reactions

    Variabel

    Independen:

    Gearing,

    Likuiditas, Ukuran

    Perusahaan,

    Intensitas Aset

    Tetap

    Variabel

    Dependen:

    Revaluasi Aset

    Pengaruh yang

    signifikan negatif

    antara gearing

    terhadap pilihan

    model revaluasi.

    Likuiditas yang

    rendah cenderung

    memilih

    menggunakan model

    revaluasi. Ukuran

    yang besar

    cenderung memilih

    model revaluasi.

    Intensitas aset tetap

    yang tinggi lebih

    mungkin memilih

    model revaluasi

    2 Seng dan

    Su (2010)

    Managerial

    Incentives

    Behind Fixed

    Asset

    Revaluation,

    International

    Journal of

    Business

    Research

    Variabel

    Independen:

    Ukuran

    Perusahaan,

    Penurunan Kas

    Dari Operasi,

    Intensitas Aset

    Tetap, Pertum

    buhan Perusahaan

    Variabel

    Dependen:

    Revaluasi aset

    tetap.

    Ukuran perusahaan

    berpengaruh terhadap

    pemilihan model

    revaluasi sedangkan

    penurunan kas dari

    operasi, intensitas

    aset tetap,

    pertumbuhan

    perusahaan tidak

    terbukti berpengaruh

    terhadap pemilihan

    model revaluasi

    3 Farahmita

    dan

    Siregar

    (2014)

    Faktor-Faktor

    Yang

    Mempengaruhi

    Kemungkinan

    Variabel

    Independen:

    Tingkat Utang dan

    Ukuran Perusahaan

    Tingkat utang

    berpengaruh negatif

    terhadap pemilihan

    metode nilai wajar

  • 17

    Perusahaan

    Memilih Metode

    Nilai

    Wajar Untuk

    Properti

    Investasi

    untuk properti

    investasi.

    Sedangkan ukuran

    perusahaan

    berpengaruh negatif

    terhadap

    pemilihan metode

    nilai

    wajar untuk properti

    inveastasi.

    2.7 Hipotesis Penelitian

    Missonier dan Piera (2007) dalam penelitian menyatakan bahwa

    terdapat hubungan yang signifikan positif antara leverage dengan

    model revaluasi. Seng dan Su (2010) menyatakan revaluasi aset

    tetap dapat mempengaruhi kekuatan perusahaan dalam negosiasi

    kontrak utang dengan pemberi pinjaman. Peneliti-peneliti

    sebelumnya mengungkapkan pengaruh positif leverage terhadap

    kebijakan perusahaan dalam revaluasi aset tetap seperti Manihuruk

    dan Farahmita (2015) dan Andison (2015).

    Meningkatnya nilai suatu aset dari revaluasi aset tetap akan

    meningkatkan nilai buku total aset. Hal ini akan meningkatkan

    kepercayaan kreditur sebagai dampak membaiknya beberapa rasio

    keuangan perusahaan

    2.7.1 Pengaruh Leverage terhadap Revaluasi Aset Tetap

  • 18

    Peneliti beranggapan bahwa pilihan model revaluasi digunakan

    oleh perusahaan untuk mengurangi rasio leverage perusahaan

    sehingga meningkatkan kelayakan perusahaan dihadapan kreditor.

    Maka dari itu hipotesis yang diajukan adalah :

    H1: Leverage berpengaruh positif terhadap revaluasi aset tetap

    Penelitian sebelumnya menggunakan ukuran perusahaan sebagai

    proksi political factor (Lin dan Peasnel, 2000). Seng dan Su (2010)

    menganggap bahwa ukuran perusahaan adalah faktor yang penting

    dalam kebijakan perusahaan untuk merevaluasi aset. Tay (2009)

    berpendapat bahwa perusahaan dengan ukuran besar kemungkinan

    akan memilih model revaluasi daripada perusahaan dengan ukuran

    kecil.

    Perusahaan dengan ukuran besar cenderung untuk melakukan

    revaluasi pada aset tetap yang dimiliknya. Sesuai dengan political

    cost hypothesis yang menyatakan perusahaan dengan ukuran besar

    cenderung memilih model akuntansi yang dapat menurunkan profit

    dalam laporan keuangan guna mengurangi biaya politis.

    Perusahaan besar akan menghindari pelaporan laba yang tinggi.

    upward asset revaluation merupakan cara efektif untuk

    menurunkan pelaporan laba melalui peningkatan biaya depresiasi

    2.7.2 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Revaluasi Aset Tetap

  • 19

    sebagai akibat peningkatan revaluasi. Oleh karena itu, hipotesis

    yang diajukan adalah:

    H2: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap

    revaluasi aset tetap

    Dalam penelitian yang dilakukan oleh Lin dan Peasnell (2000),

    ditemukan bahwa intensitas aset tetap mempunyai hubungan yang

    signifikan positif terhadap pilihan model revaluasi aset tetap

    perusahaan. Intensitas aset tetap merepresentasikan proporsi aset

    tetap dibandingkan total aset perusahaan.

    Pengaruh intensitas aset tetap terhadap revaluasi layak diperhatikan

    di mana aset tetap merupakan porsi terbesar dari total aset yang

    akan meningkatkan nilai perusahaan dan karenanya memiliki

    potensi yang besar dalam meningkatkan basis aset, hal ini

    dikemukakan dalam penelitian yang dilakukan oleh Tay (2009).

    Penelitian ini juga sejalan dengan Manihuruk dan Farahmita

    (2015), menemukan intensitas aset tetap yang lebih besar akan

    semkin besar kemungkinan memilih menggunakan model revaluasi

    pada pencatatan aset tetap perusahaan.

    2.7.3 Pengaruh Intensitas Aset Tetap terhadap Revaluasi Aset Tetap

  • 20

    Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lin

    dan Peasnell (2000), Tay (2009) dan Manihuruk dan Farahmita

    (2015) yang meyatakan itensitas aset tetap berpengaruh terhadap

    revaluasi aset tetap. Peneliti beranggapan semakin tinggi intensitas

    aset tetap suatu perusahaan, perusahaan akan lebih cenderung

    memilih revaluasi aset tetap dalam pencatatan aset tetapnya. Oleh

    karena itu, hipotesis yang diajukan adalah :

    H3: Intensitas aset tetap berpengaruh positif terhadap

    revaluasi aset tetap

    Yulistia dkk (2010) menyatakan jumlah pinjaman yang dapat

    diperoleh oleh perusahaan dari kreditur bukan saja hanya

    bergantung pada rasio hutang atau leverage saja tetapi juga arus kas

    yang dihasilkan dari operasional perusahaan. Andison (2015)

    menyatakan rasio likuiditas menggambarkan kemampuan

    perusahaan dalam melunasi kewajiban lancarnya. Rasio ini

    berpengaruh terhadap kebijakan perusahaan dalam melakukan atau

    tidak melakukan revaluasi aset tetap. Semakin rendah rasio ini

    menggambarkan ketidakmampuan perusahaan dalam melunasi

    hutang jangkap pendek.

    2.7.4 Pengaruh Likuiditas terhadap Revaluasi Aset Tetap

  • 21

    Revaluasi dapat membantu memberikan informasi yang lebih

    aktual tentang jumlah kas yang dapat diterima dari penjualan (Tay,

    2009). Perusahaan yang memiliki likuiditas rendah akan memilih

    melakukan revaluasi agar dapat memperlihatkan nilai aset tetap

    mereka yang sebenarnya dapat dikonversi dalam bentuk kas

    (Manihuruk dan Farahmita, 2015).

    Peneliti beranggapan bahwa perusahaan dengan likuiditas yang

    rendah cenderung memilih menggunakan model revaluasi untuk

    memperlihatkan nilai aset tetap mereka yang sesungguhnya dapat

    dikonversi dalam bentuk kas. Maka dari itu hipotesis yang diajukan

    adalah:

    H4: Likuiditas berpengaruh negatif terhadap revaluasi aset

    tetap.

  • 22

    2.8 Kerangka Konseptual

    Berdasarkan landasan teori dan beberapa penelitian terdahulu, maka

    peneliti dapat membentuk kerangka pemikiran, kerangka pemikiran dapat

    digambarkan sebagai berikut:

    Kerangka Pemikiran

    Gambar 2.1 Model Penelitian

    2.9 Pengembangan Hipotesis

    Dari landasan teori dan beberapa penelitian terdahulu dapat disimpulkan

    dan di tarik hipotesis oleh peneliti sebagai berikut:

    H1: Leverage berpengaruh positif terhadap revaluasi aset tetap

    H2: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap revaluasi aset tetap

    H3: Intensitas aset tetap berpengaruh positif terhadap revaluasi aset tetap

    H4: Likuiditas berpengaruh negatif terhadap revaluasi aset tetap

    Leverage

    Ukuran Perusahaan

    Intensitas Aset Tetap

    Likuiditas

    Revaluasi Aset Tetap

  • 23

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    3.1 Bentuk Penelitian

    Penulis meggunakan metode penelitian deskriptif korelasional, yang

    bertujuan untuk menguji dan mencari hubungan antarvariabel. Peneliti

    mencari serta menjelaskan suatu hubungan, memperkenalkan dan menguji

    berdasarkan teori yang telah ada. Penelitian ini menggunakan desain

    asosiatif kausal, menurut Erlina (2008) Penelitian asosiatif adalah

    menghubungkan dua variabel atau lebih. Desain kausal adalah penelitian

    yang bertujuan menganalisis hubungan sebab akibat antara variabel

    independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen

    (variabel yang dipengaruhi) Sugiyono (2016). Oleh karena itu, penelitian

    dengan desain asosiatif kausal adalah sebuah penelitian yang

    menghubungkan antara dua variabel atau lebih untuk menganalisis

    hubungan sebab akibat antara variabel-variabel tersebut. Penulis mencoba

    untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian.

    3.2 Jenis dan Sumber Data Penelitian

    1. Jenis Data

    Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu

    data yang diperoleh dari bahan-bahan yang tersedia di buku-buku dan

  • 24

    sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Jenis data

    yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

    1. Data kualitatif

    Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan

    gambar. Jenis data kualitatif ini adalah data sekunder yaitu data

    yang telah mengalami proses pengolahan oleh sumbernya.

    2. Data kuantitatif

    Data kuantitaif adalah data yang berbentuk angka-angka atau data

    kualitatif yang disajikan dalam bentuk angka.

    2. Sumber Data

    Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa laporan

    keuangan tahunan emiten perusahaaan manufaktur yang terdapat pada

    Bursa Efek Indonesia (BEI). Data penelitian ini merupakan data selama

    kurun waktu 2012 sampai 2016.

    3.3 Teknik Pengumpulan Data

    Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari laporan

    keuangan yang terdapat di Indonesia melalui website resmi Indonesia

    Stock Exchange yaitu (www.idx.co.id). Penelitian ini dilakukan terhadap

    kelompok perusahaan sejenis yaitu kelompok perusahaan manufaktur

    yang telah go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan

    metode pengumpulan data historis (documentary-historical).

    http://www.idx.co.id/
  • 25

    3.4 Populasi dan Sampel Penelitian

    Menurut Sugiyono (2016) populasi adalah wilayah generalisasi yang

    terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik

    tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

    ditarik kesimpulannya. Menurut Erlina (2008) sampel adalah bagian

    populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi.

    Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini

    menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling.

    Sugiyono (2016) menjelaskan bahwa teknik pengambilan sampel yang

    tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap unsur atau anggota

    populasi yang dipilih menjadi sampel disebut dengan non-probability

    sampling. Sedangkan purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel

    yang ditentukan dengan kriteria tertentu. Kriteria dalam pemilihan sampel

    yang digunakan di penelitian ini yaitu:

    1. Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada

    tahun 2012-2016.

    2. Selama periode penelitian, perusahaan tidak mengalami delisting dari

    Bursa Efek Indonesia.

    3. Mata uang yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang

    Rupiah.

    4. Perusahaan yang menggunakan metode revaluasi dan metode biaya

    sebagai pilihan pengukuran aset tetap.

  • 26

    5. Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan secara lengkap yang

    berkaitan dengan tersedianya informasi untuk pengukuran variabel-

    variabel yang terkait.

    3.5 Definisi Operasional Variabel Penelitian

    Penelitian ini memkiliki dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel

    independen. Berikut masing-masing variabel:

    1. Variabel Dependen (Variabel Terikat)

    Variabel dependen adalah variabel terikat yang dipengaruhi oleh

    variabel independen. Sekaran dan Bougie (2013) menjelaskan variabel

    dependen adalah variabel utama dalam penelitian. Penelitian ini

    menggunakan revaluasi aset tetap sebagai variabel dependen. Metode

    dummy digunakan untuk mengukur revaluasi aset tetap. Metode dummy

    digunakan agar variabel yang bukan merupakan variabel kuantitatif

    dapat menjadi variabel kuantitatif maka variabel revaluasi aset tetap

    disini menggunakan variabel dummy, nilainya hanya 1 atau 0.

    Revaluasi aset tetap dalam metode dummy dapat dikategorikan

    berdasarkan perusahaan yang melakukan revaluasi aset tetap dan

    perusahaan yang tidak melakukan revaluasi aset tetap. Perusahaan yang

    melakukan revaluasi aset tetap dilambangkan dengan notasi 1,

    sedangkan perusahaan yang tidak melakukan revaluasi aset tetap

    dilambangkan dengan notasi 0.

  • 27

    2. Variabel Independen (Variabel Bebas)

    Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel

    dependen. Terdapat empat variabel independen dalam penelitian ini,

    yaitu:

    Leverage

    Leverage (rasio utang) menurut Harahap (2008) adalah untuk

    menunjukkan sejauh mana utang perusahaan dapat ditutup oleh aset

    perusahaan. Leverage dapat diukur dengan:

    Firm Size

    Firm Size merepresentasikan besar kecilnya suatu perusahaan melalui

    total aset perusahaan yang diukur melalui logaritma natural total aset

    (Seng dan Su, 2010). Dalam penelitian ini, Penentuan ukuran

    perusahaan berdasarkan total aset perusahaan dipilih sebagai proksi dari

    variabel ukuran perusahaan karena total aset lebih stabil dan

    representatif dalam menunjukkan ukuran perusahaan. Firm Size dapat

    diukur dengan:

    Fixed Asset Intensity

    Fixed Asset Intensity (intensitas aset tetap) berfungsi untuk mengukur

    informasi asimetri (Barac dan Sodan, 2011). Variabel intensitas aset

    Leverage

    Firm Size Ln Total Aset

  • 28

    tetap ini membandingkan total aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan

    dengan total aset. Fixed Asset Intensity dapat diukur dengan:

    Likuiditas

    Variabel likuiditas ini membandingkan aktiva lancar yang dimiliki oleh

    perusahaan dengan hutang lancar. Rasio likuiditas digunakan karena

    rasio ini mengukur kemampuan perusahaan di dalam memenuhi

    kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo segera (kewajiban jangka

    pendek). Likuiditas dihitung dengan current ratio atau rasio lancar.

    Rumus perhitungan likuiditas adalah sebagai berikut:

    3.6 Metode Analisis Data

    Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi

    logistic. Penggunaan regresi logistic karena variabel dependen revaluasi

    aset tetap merupakan variabel dummy. Penggunaan metode regresi logistic

    tidak perlu adanya asumsi normalitas pada variabel bebasnya (Ghozali,

    2016). Selanjutnya tahap tahap dalam melakukan pengujian dengan

    menggunakan regresi logistic akan dijelaskan sebagai berikut:

    Fixed Asset Intensity

    Rasio Lancar

  • 29

    1. Uji Statistik Deskriptif

    Analisis statistik deskriptif merupakan teknik analisis data yang

    digunakan dalam penelitian ini. Statistik deskriptif merupakan statistik

    yang digunakan dalam menganalisa data dengan cara mendeskripsikan

    data yang dikumpulkan sebagaimana adanya tanpa ada tujuan untuk

    membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2016).

    Analisis deskriptif mencakup nilai mean, median, nilai minimum, nilai

    maksimum, dan standar deviasi dari data penelitian.

    2. Pengujian Model Fit (Overall Model Fit)

    Langkah awal yang dilakukan yaitu analisis keseluruhan overall model

    fit terhadap data. Hal ini berfungsi untuk menilai model yang telah

    dihipotesiskan fit dengan data. Untuk menilai model fit hipotesis yang

    digunakan adalah sebagai berikut:

    H0: Model yang dihipotesiskan fit dengan data.

    Ha: Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data.

    Overall model fit merupakan suatu uji yang digunakan untuk menilai

    model yang dihipotesiskan telah sesuai (fit) dengan data penelitian. Uji

    model dalam regresi logistik menggunakan statistik berdasarkan fungsi

    likelihood. Likelihood L merupakan kemungkinan model yang

    dihipotesiskan mencerminkan data input (Ghozali, 2016).

    Lihat angka -2 log likehood pada awal block number = 0, dan angka -2

    log likehood pada block number = 1, jika terjadi penurunan dalam nilai

  • 30

    -2LogL maka model dapat diterima karena cocok dengan data atau

    dapat dikatakan bahwa model fit dengan data. Hal ini berarti bahwa

    model regresi adalah baik (Ghozali, 2016).

    3. Uji Kelayakan Model

    Uji Homser dan Leweshow Goodness of Fit Test yang dihasilkan

    digunakan untuk menguji kelayakan model regresi. Nilai goodness of fit

    test digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang diukur

    dengan menggunakan nilai Chi-Square. Menurut Ghozali (2016) jika

    uji Homser dan Leweshow menunjukkan p-value > 0,05 maka tidak

    terdapat perbedaan yang nyata antara model dengan data (model dapat

    memprediksi nilia data), untuk p-value < 0,05, maka terdapat perbedaan

    yang nyata antara model dengan data (model tidak dapat memprediksi

    nilia data).

    4. Uji Koefisien Determinasi

    Uji Koefisien Determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa

    jauh kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen.

    Apabila nilai R2 kecil maka kemampuan variabel independen dalam

    menjelaskan variabel dependen sangat terbatas (Ghozali, 2016).

    Cox dan Snells R square merupakan ukuran yang meniru ukuran R2

    pada multiple regression yang didasarkan pada teknik estimasi

    likelihood dengan nilai maksimum kurang dari 1 (satu) sehingga sulit

  • 31

    diinterpretasikan. Nagelkerkes R square merupakan modifikasi dari

    koefisien Cox dan Snells untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi

    dari 0 (nol) sampai 1 (satu). Nilai Nagelkerkes R2 dapat

    diinterpretasikan seperti nilai R2 pada multiple regression (Ghazali,

    2016).

    3.7 Uji Hipotesis

    Uji hipotesis untuk penelitian ini menggunakan metode regresi logistik,

    karena variabel dependen dalam penelitian ini diukur dengan

    menggunakan dummy. Metode regresi logistik tidak memerlukan uji

    normalitas sehingga uji normalitas tidak dilakukan dalam penelitian ini.

    Penelitian ini menggunakan keputusan revaluasi aset tetap sebagai variabel

    dependen. Variabel independen yang digunakan adalah leverage, ukuran

    perusahaan, intensitas aset tetap, dan likuiditas. Model regresi logistik

    yang digunakan untuk menguji faktor yang mempengaruhi keputusan

    revaluasi aset tetap adalah sebagai berikut:

    REVi = + 1LEV + 2SIZE + 3FAI + 4LIQ + e

    Keterangan:

    REVi = Kemungkinan perusahaan memilih model revaluasi

    = Konstanta

    1LEV = Koefisien leverage

    2SIZE = Koefisien firm size

    3FAI = Koefisien fixed asset intensity

    4LIQ = Koefisien likuiditas

    e = Error

  • 32

    Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai sig dengan

    tingkat signiifikansi alpha 5%. Hipotesis diterima apabila p-value < alpha

    5% dan memiliki tanda searah dengan hipotesis awal. Namun, apabila p-

    value > alpha 5% maka hipotesis ditolak.

  • 44

    BAB V

    KESIMPULAN DAN SARAN

    5.1 Kesimpulan

    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pada faktor-faktor

    yang mempengaruhi revaluasi aset tetap. Faktor-faktor tersebut, yaitu

    leverage, ukuran perusahaan, intensitas aset tetap dan likuiditas. Penelitian

    ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa

    Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2012-2016. Penulis memperoleh 151

    perusahaan manufaktur yang terdaftar selama tahun observasi dan 30

    perusahaan diantaranya memenuhi kriteria yang telah ditentukan untuk

    dijadikan sampel penelitian.

    Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan serta hasil uji

    hipotesis dengan menggunakan model regresi logistik, diperoleh

    kesimpulan sebagai berikut:

    1. Variabel leverage tidak memiliki pengaruh terhadap revaluasi aset

    tetap. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat leverage yang tinggi bukan

    menjadi alasan bagi suatu perusahaan untuk melakukan revaluasi aset

    tetap.

    2. Variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap revaluasi aset

    tetap. Perusahaan dengan ukuran besar cenderung untuk melakukan

    revaluasi pada aset tetap yang dimiliknya.

  • 45

    3. Variabel intensitas aset tetap memiliki pengaruh terhadap revaluasi aset

    tetap. Semakin tinggi aset tetap yang dimiliki suatu perusahaan maka

    perusahaan akan lebih memilih menggunakan metode revaluasi.

    4. Variabel likuiditas tidak memiliki pengaruh terhadap revaluasi aset

    tetap. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat likuiditas yang rendah

    bukan menjadi alasan bagi suatu perusahaan untuk melakukan revaluasi

    aset tetap.

    5.2 Keterbatasan Penelitian

    Keterbatasan dalam penelitian diantaranya, yakni:

    1. Penelitian ini memiliki nilai koefisien determinasi 0,225 atau 22,5%

    sehingga dapat dikatakan variabel independen yang dipakai hanya

    berpengaruh 22,5% terhadap variabel dependen, yang berarti terdapat

    77,5% faktor-faktor pendukung lain diluar variabel dalam penelitian ini.

    2. Penelitian ini hanya sebatas pada perusahaan manufaktur saja sehingga

    tidak dapat dipastikan bahwa hasil yang sama bila diujikan pada

    perusahaan sektor berbeda.

  • 46

    5.3 Saran

    Pada penelitian yang akan datang terdapat beberapa hal yang perlu

    diperhatikan, diantaranya yakni:

    1. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang

    lebih banyak dari beberapa sektor lain seperti perbankan,

    pertambangan, dan sektor lainnya, sehingga memperoleh hasil yang

    lebih maksimal.

    2. Penelitian selanjutnya diharapkan memperpanjang periode penelitian

    dengan menambahkan tahun penelitian untuk memperoleh hasil yang

    lebih maksimal.

    3. Penelitian selanjutnya diharapkan meneliti variabel lain seperti

    pertumbuhan perusahaan, ownership control, penuruan arus kas operasi

    dan lain sebagainya.

  • 47

    DAFTAR PUSTAKA

    Andison, 2015, Fixed Asset Revaluation: Market Reactions, Jurnal yang

    disajikan dalam Prosiding Simposium Nasional Akuntansi XVIII, Medan.

    Azouzi, Mohamed Ali dan Anis Jarboul, (2012). The Evidence of Management

    motivation to revalue property plant and Equipment in Tunisia. African

    Journal of Hospitality, Tourism and Leisure. Vol. 2(1).

    Barac, Zeljana A., dan Sodan, Slavko., 2011, Motives For Asset Revaluation

    Policy Choice in Croatia, Croation Operasional Research, Vol. 2.

    Black, E. L., Sellers, K. F., & Manly, T. S, 1998, Earnings management using

    asset sales: An international study of countries allowing noncurrent asset

    revaluation, Journal of Business Finance & Accounting, 25, 1287 1317.

    Brigham, E, F dan Weston, J, F. 2005. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi

    Kesembilan, Jilid 2, Penerbit Erlangga, Jakarta.

    Erlina, 2008. Metode Penelitian. USU Pers, Medan.

    Farahmita, Aria dan Siregar, Sylvia Veronica, 2014, Faktor-Faktor Yang

    Mempengaruhi Kemungkinan Perusahaan Memilih Metode Nilai Wajar

    Untuk Properti, Jurnal yang disajikan dalam prosiding Simposium

    Nasional Akuntansi 17, Mataram: Universitas Mataram.

    Firmansyah, Egy dan Sherlita, Erly, 2012, Pengaruh Negosiasi Debt Contracts

    dan Political Cost terhadap Perusahaan untuk Melakukan Revaluasi Aset

    Tetap (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek

    Indonesia Tahun 2010), Jurnal yang disajikan dalam prosiding Seminar

    Nasional Akuntansi dan Bisnis, Bandung.

    Ghozali, Imam, 2016, Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS

    23, Edisi 8, Semarang: Universitas Diponegoro.

    Harahap, Sofyan Syafri. (2008). Analisis kritis laporan keuangan. Edisi Satu.

    Jakarta: Rajawali.

    Ikatan Akuntan Indonesia, 2015, Exposure Draft Aset Tetap PSAK 16, Jakarta.

    Ikatan Akuntan Indonesia, 2016, Exposure Draft Instrumen Keuangan PSAK 71,

    Jakarta.

    Kieso, D.E., Weygandt, J. J., & Warield, T.D., 2016, Intermediate Accounting

    IFRS Edition. New Jersey: John Wiley & Sons Ltd.

  • 48

    Latifa, Cut A., dan Haridhi, Musfiari, 2016, Pengaruh Negosiasi Debt Contract,

    Political Cost, Fixed Asset Intensity, dan Market To Book Ratio Terhadap

    Perusahaan Melakukan Revaluasi Aset Tetap, Jurnal Ilmiah Mahasiswa

    Ekonomi Akuntansi, Vol. 1.

    Lin, Y. C., and Peasnell, K. V., 2000, Fixed Asset Revaluation and Equity

    Depletion in UK, Journal of Business Finance and Accounting, 27.

    Manihuruk, Tunggul N., dan Farahmita, Aria., 2015, Analisis Faktor-Faktor yang

    Mempengaruhi Pemilihan Metode Revaluasi Aset Tetap pada Perusahaan

    yang Terdaftar di Bursa Saham Beberapa Negara ASEAN, Jurnal yang

    disajikan dalam Prosiding Simposium Nasional Akuntansi XVII, Medan.

    Missonier, F., dan Piera, 2007, Motives for Fixed Asset Revaluation: An

    Empirical Analysis with Swiss Data, The International Journal of

    Accounting.

    Scott, William R. (2009). Financial Accounting Theory. Prentice Hall: New

    Jersey.

    Sekaran, Uma dan Bougie Roger. (2013). Research Methods for Business: A Skill-

    Building Approach. Sixth Edition. Wiley: New York.

    Seng, Dyna dan Jiahua Su., 2010, Managerial Incentives Behind Fixed Asset

    Revaluation: Evidence from New Zealand Firms, International Journal of

    Business Research, Department of Accountancy and Business Law,

    Working paper series, No 3.

    Sudarmadji dan Sularto. 2007. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas

    Leverage dan Tipe Kepemilikan Perusahaan terhadap Luas Voluntary

    Disclosure Laporan Keuangan Tahunan. Jurnal yang disajikan dalam

    Seminar Ilmiah Nasional PESAT 2007. Lembaga Penelitian Universitas

    Gunadarma, 2007

    Sugiyono, 2016, Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D, Alfabeta,

    Bandung.

    Sugiyono, 2016, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta.

    Tay, Ink., 2009, Fixed Asset Revaluation: Management Incentives and Market

    Reactions, Thesis, Lincoln University.

    Ulum, Ihyaul dan Hafiez Sofyani. (2016). Akuntansi (Sektor) Publik. Yogyakarta:

    Aditya Media Publishing.

    Yulistya, Resti, Popi Fauziati, Arie Frinola Minovia, dan Adzkya Khairati (2015).

    Pengaruh Leverage, Arus Kas Operasi, Ukuran Perusahaan dan Fixed

    Asset Intensity terhadap Revaluasi Aset Tetap. Universitas Bung Hatta

  • 49

    Padang. Jurnal yang disajikan dalam Proceeding Simposium Nasional

    Akuntansi ke XVIII. No. 027. Medan.

    Watts, R. L. and Zimmerman, J. L, 1990. Positive Accounting Theory: A Ten

    Year Perspective, The Accounting Review, 65, hal 131 156.

    LU.pdfABSTRAK dan DAFTAR ISI.pdfDLM.pdfISI.pdf