ANALISA CRUDE PALM OIL (smart).ppt

  • View
    389

  • Download
    18

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Palm oil mill

Text of ANALISA CRUDE PALM OIL (smart).ppt

  • ANALISA CRUDE PALM OILMaria Ulfah, STP. MP

  • PENDAHULUANMinyak sawit kasar yang lebih dikenal dengan sebutan CPO adalah kepanjangan dari Crude Palm Oil. CPO berasal dari esktraksi daging buah (mesocarp) sawit sedangkan minyak inti sawit berasal dari inti buah sawit, yang lebih dikenal dengan sebutan PKO kepanjangan dari Palm Kernel Oil.

  • Kedua jenis minyak tersebut, secara umum memiliki karakteristik kimia dan fisika yang sama, seperti golongan lipida lainnya yaitu, terdiri dari 1 molekul gliserol dan 3 molekul asam lemak yang disebut trigliserida.

  • Minyak sawit kasar (CPO) memiliki komponen mayor trigliserida 99 % serta komponen minor 1 % yang terdiri dari carotenoid, tocopherol, tocotrienol, sterol, triterpene, phospholipid dan alifatik hydrokarbon. CPO memiliki dua fraksi pada suhu kamar, yaitu fraksi cair yang disebut Olein dan fraksi padat yang disebut Stearin. Keunikan ini karena ratio komposisi asam lemak jenuh (saturated) dan tidak jenuh (unsaturated) yang berimbang. Salah satu karakteristik ini menempatkan CPO memiliki keunggulan komparatif tersendiri didalam proses refinery dan kegunaannya dibandingkan jenis minyak nabati lainnya.

  • Minyak inti sawit (PKO) memiliki karateristik fisika dan kimia menyerupai minyak kelapa (coconut oil/CNO). Karenanya minyak inti telah dipergunakan sebagai subtituen pemakaian minyak kelapa seperti misalnya untuk pembuatan margarine.

  • Sebagai tenaga laboratorium, engineering atau tenaga lainnya yang akan berhubungan langsung dengan lalu lintas kedua jenis minyak di atas, pemahaman dan pengertian terhadap karakteristik fisika dan kimia minyak akan sangat membantu di dalam memahami segala aspek analitis dan mekanisme reaksi kimia yang terjadi, baik pada proses pengolahan, penyimpanan dan transportasi.

  • Mata rantai tersebut tidak terlepas dari aspek pengawasan mutu di laboratorium, yang pada gilirannya akan dipahami dan dimengerti mutu CPO dan PKO sebagaimana yang diinginkan pemakai (konsumen), sesuai kepentingan dan kegunaannya.

  • Sumber Minyak dan Lemak

    1. Hewani - Cair : Minyak ikan paus, ikan herring, ikan cod. - Padat : Lemak susu, lemak babi, lemak sapi.2. Nabati - Drying Oil : Minyak untuk cat, pernis, atsiri dan tinta. - Semi Drying Oil : Minyak jagung, kapas, bunga matahari. - Non Drying Oil : Minyak kelapa, minyak sawit, minyak inti. - Padat : Stearin sawit dan coklat.

  • Jenis Minyak dan Lemak1. Visible fat - Diperoleh melalui pemisahan / ekstraksi terlebih dahulu.2. Invisible fat - Termakan langsung melalui makanan (lemak tersembunyai).

  • Peranan Minyak dan Lemak makan (Edible Uses)1. Sumber Energi, 1 gr 9-kkal setara2. Sumber Vitamin dan Pelarut Vit. A, D, E dan K3. Memperbaiki cita rasa Margarine, shortening4. Meningkatkan volume / tekstur Margarine5. Penghantar Panas Minyak goreng.

  • Komposisi Lemak/Minyak

    1. Komponen Mayor : Trigeliserida 99%.2. Komponen Minor 1%. - Carotenoids, Tocopherols, Phospholipida, - Sterols, Triterpene, Hidrokarbon.

  • Komponen minor minyak sawit :Karotenoid : merupakan pigmen yang menyebabkan warna minyak kuning kemerahan yang merupakan provitamin ATokoferol : merupakan sumber vitamin E yang sangat aktif terhadap oksidasi, sehingga dapat digunakan sebagai antioksidan, namun jika teroksidasi akan berwarna coklatPhospholipida : merupakan ester asam lemak dan gliserol yang mengandung ion fosfatSterols : merupakan komponen tetrasiklik yang secara umum mengandung atom karbon 27, 28 atau 29, merupakan komponen yang agak besar dari minyak yang tidak tersabunkan. Mempunyai aktivitas antioksidan dalam minyak makan. Hidrokarbon : merupakan bahan tidak tersabunkan yang termasuk lemak sederhana, biasanya berupa terpene yang berpengaruh pada rasa dan aroma minyak.

  • Komponen penyusun minyak kasarTersabunkan : lemak, fosfolipidaTersabunkan jika lemak ditambah NaOH maka akan terbentuk garam Na-asam lemak + gliserolTidak tersabunkan : sterol, hidrokarbon, pigmen, vitaminTidak tersabunkan jika komponen di atas ditambah NaOH maka tidak akan terbentuk sabun

  • Sifat Kimia Lemak/Minyak1. Merupakan esterifikasi Gliserol dengan Asam lemak.2. Dapat mengalami Reaksi hidrolisis dan oksidasi.3. Larut dalam pelarut organic.4. Memiliki Indeks refraksi (Refractive Index).

  • Pembentukan Lemak/Minyak (Trigliserida) melalui proses Esterifikasi Gliserol dengan Asam lemak :H C O H H C O H H C O H HO C R1 HO C R2 HO C R3 OOOHHH C O C R1 OHH C H C O C R2 O C R3 HOO Gliserol + 3 Asam lemak Trigliserida + 3 Air+ 3 H20

  • Hidrolisis minyakLemak atau minyak dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak dengan adanya air.Reaksi hidrolisis dipercepat oleh asam, basa dan enzim-enzim.Hidrolisis sangat menurunkan mutu minyak goreng.Minyak goreng yang telah terhidrolisis akan menurunkan smoke point, produk yang digoreng lebih banyak menyerap minyak, warna coklat.

  • Reaksi oksidasiReaksi oksidasi lemak dapat menyebabkan ketengikanReaksi ini disebabkan oleh otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak.Otooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat mempercepat reaksi, misalnya cahaya, panas, peroksida lemak atau hidroperoksida, logam berat seperti : Cu, Fe, Co, Mn, enzim lipoksidase.

  • Reaksi Oksidasi asam lemak tidak jenuhR1 C C = C C R2H H H HH HR1 C C = C C R2H H H HH+ HEnergi (panas + sinar)R1 C C = C C R2H H H HO O HR1 C C = C C R2+ H H H HH HR1 C C = C C R2R1 C C = C C R2H H H HH H H HO OH HAsam lemak tdk jenuhRadikal bebasHidrogen yg labil + O2Peroksida aktif+Hidroperoksida Radikal bebas

  • Radikal : gugus atom yang dapat masuk ke dalam berbagai reaksi sebagai satu satuan yang bereaksi seakan-akan satu unsur sajaRadikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain

  • Lemak/minyak larut dalam pelarut organikLemak dan minyak (lipida) merupakan senyawa hidrokarbon yang umumnya tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Penentuan jenis pelarut untuk ekstraksi lipida disesuaikan dengan tingkat polaritasnya.

  • Lemak / minyak memiliki Indeks bias (Refractive Index).

    Indeks bias minyak/lemak merupakan perbandingan sinus sudut sinar jatuh dan sinus sudut sinar pantul cahaya yang melalui minyakPembiasan ini disebabkan karena adanya interaksi antara gaya elektrostatik dan elektromagnetik atam-atom dalam molekul minyakIndeks bias dapat digunakan untuk mengetahui kemurnian minyak

  • Sifat Fisika Lemak/Minyak1. Kristal Lemak (Crystal Point).2. Titik Lebur (Melting Point).3. Titik Asap (Smoke Point).4. Titik Nyala (Flash Point).5. Titik Bakar (Fire Point).

  • Kristal lemak :Kemampuan lemak untuk membeku pada suhu tertentu, sebagai dasar untuk fraksinasi minyak sawit, misal fraksi cair adalah olein dan padat adalah stearin.

  • Titik lebur / titik cairKemampuan lemak untuk mencair pada kisaran tertentu, kemampuan ini dipengaruhi sifat asam lemak penyusun trigliserida

  • Titik asap / smoke point : bila suatu lemak dipanaskan pada suhu tertentu maka akan timbul asap tipis kebiruan, suhu pada titik ini disebut titik asap.Titik nyala / flash point : bila pemanasan dilanjutkan maka minyak mulai terbakar, pada suhu ini dinamakan titik nyala.Titik bakar / fire point : suhu dimana minyak terbakar secara tetap

  • Kriteria Parameter Mutu Sesuai Peruntukannya

  • Edible UsesNon Edible Uses1. FFA (Free fatty acid) Sangat kitis FFA, tinggi artinya - Minyak tidak segar - Losses tinggi distilate - Meningkatkan kelarutan logam berat.Tidak kritisTidak begitu kritis selama untuk produk fatty acid kualitas sedang, terkecuali untuk fatty acid kualitas tinggi.2. Peroxide Value (PV) Sangat kritis - Menurunkan stabilitas produk akhir. - Minyak tidak segar. - Menyulitkan di Refinery.Tidak begitu kritisTerkecuali untuk produk kualitas tinggi, yang perlu kestabilan warna.3. DOBI (Deterioration of bleachability index) Sangat kritis - Indikator Refinability. - Mempengaruhi produk. - Mempengaruhi losses.Tidak begitu kritis. Jika peningkatan stabilitas warna bisa dilalukan melalui proses distilasi. 4. Phosphatida / Gums Sangat kritis - Mengganggu warna. - Masalah di Refinery.KritisMenimbulkan catalyst.poisoning pada proses hidrogenasi. 5. Unsapoinable Matter Tidak kritis - Berada pada batas tertentu. - Indikator kerusakan.KritisMenurunkan stabilitas warna produk akhir.

  • Proses Refinery CPO (sekilas)

  • Edible Oils & fats have two main type of impurities (Refinery Basic)Oils Soluble Impuritiese.g. Free fatty acid (FFA)Gummy matters (Phosphatiedes)Oil sol-of flavours (rancid odor)Colour pigmentHow to Removal??? By Neutralization or Physical refiningBy DegummingBy DeodorizationBy Bleaching & High temp DeodOils Insoluble Impuritiese.g. DirtsMoistureHow to Removal??? By FiltrationBy Adsorption onto Dry Bleaching Clay & Vacuum suction with steam stripping

  • REFINERY PLANT

  • FRACTIONATION PLANT

  • FRACTIONATION PLANT

  • Karakteristik Umum CPO dan PKO

    Pada umumnya pengertian sehari-hari minyak dan lemak seringkali dibedakan. Padahal secara struktur kimia keduanya adalah sama. Terdiri dari 1 molekul gliserol dan 3 molekul asam lemak, golongan senyawa karboksilat. Gabungan kedu