of 54/54

an Model Agroindustri

  • View
    811

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of an Model Agroindustri

PENGEMBANGAN MODEL AGROINDUSTRI DAN PEMASARAN TERPADUKOMODITI MANGGIS DI KABUPATEN TASIKMALAYA

LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG

DIREKTORAT JENDERALPENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIANDEPARTEMEN PERTANIAN

TAHUN 2006 LAPORAN PENDAHULUANKATA PENGANTAR DenganmengucapsyukurAlhamdulillahlaporanpendahuluankegiatan DirektoratJenderalPengolahandanPemasaranHasilPertanianDepartemen PertanianRepublikIndonesiayangberjudulPengembanganModel AgroindustridanPemasaranTerpaduKomoditiManggisdiKabupaten Tasikmalaya ini dapat diselesaikan. Secaragarisbesar,materidalamlaporaniniberisimengenailatar belakangkegiatan,tujuandanlingkupkegiatan,kerangkapemikiran, metodologi,gambaranumumtahapkegiatansertarencanatindaklanjut kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah kajian. Timpenyusunmenyadarimasihbanyakkekuranganyangadadalam penulisanlaporaninisehubungandenganketerbatasanyangadapadakami, untuk itu kami mohon kritik dan saran guna perbaikan lebih lanjut. Atasbantuanseluruhpihakyangtelahmemberikandukunganuntuk penyelesaian kegiatan pekerjaan ini kami ucapkan terimakasih. Bandung, September 2006 Tim Penyusun DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUANHALAMAN 1.1. Latar Belakang I-1 1.2. Perumusan MasalahI-2 1.3. Tujuan I-2 I.4. Sasaran KegiatanI-3 1.5. Ruang Lingkup I-3 BAB II. LANDASAN TEORI 2.1. Pengembangan Agroindustri NasionalII-1 2.1.1.Nilai Tambah pada Sektor AgroindustriII-6 2.1.2.Fasilitas Pengembangan AgroindustriII-6 2.1.3.Analisis KebijakanII-9 2.2.Kebijakan Pengembangan Agroindustri Manggis II-10 BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN KEGIATAN 3.1.Kerangkan Berfikir III-1 3.2.Tahapan Prosedur Pelaksanaan Kegiatan III-3 3.3.Tahap Persiapan dan Penelitian AwalIII-4 3.3.1.Metode Pengumpulan DataIII-4 3.3.2.Jenis dan Kebutuhan Data PenelitianIII-5 3.3.3.Kerangka dan Metode AnalisisIII-6 3.3.4.Pendefinisian MasalahIII-6 3.3.5.Identifikasi Populasi dan Sampel PenelitianIII-6 3.3.6.Metode Ukuran Sampel Agroindustri ManggisIII-7 3.3.7.Metode Pengambilan Sampel Agroindustri Manggis III-11 3.3.8.Jenis dan Sumber Data III-11 3.3.9.Metode Pengumpulan dan Pengolahan DataIII-11 3.3.10.Proses Penggalian InformasiIII-12 3.4. Tahap Penerapan ModalIII-14 3.5. Tahapan Evaluasi Akhir dan PelaporanIII-15 BAB IV. GAMBARAN UMUM PADA TAHAP AWAL STUDI 4.1. Penyusunan Tim Ahli dan PersonalIV-1 4.2. Penyamaan PersepsiIV-3 4.3. Identifikasi Objek Studi IV-4 4.4. Penyusunan Kuesioner Kegiatan Tahap AwalIV-4 4.5. Penyusunan Tim LapanganIV-5 4.6. Studi Kepustakaan dan Pencairan Data SekunderIV-5 4.7. Kondisi Eksisting Agroindustri ManggisIV-8 BAB V. RENCANA KEGIATAN SELANJUTNYA 5.1.Tahapan PendampinganV-1 5.2. Kegiatan yang akan dilakukanV-3 LPM UNPAD I- 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalamupayapengembangansistemagroindustriyanghandal,Kabupaten Tasikmalayaterpilihsebagaiwilayahpilotprojectpengembangankomoditas hortikulturaunggulan,denganmanggissebagaikomoditasyangdiharapkandapat dikembangkansebagaikomoditasunggulannasional.PemilihanKabupaten Tasikmalayaselamainididasarkanataspotensipengembanganmanggissebagai buahasliIndonesiayangbesar,terlebihmanggisyangberasaldariKecamatan PuspahiangTasikmalayatelah menjadiicon manggisIndonesiayangtelahdikenaldi dunia internasional. Pengembangan agroindustri manggis khususnya di Kabupaten Tasikmalaya pada saat initengahdiusahakanmenjadikomoditasunggulandaerahdandapatdijadikan sebagaiwilayahpercontohandalampengembanganagroindustrimanggissecara nasional.Dalamusahapengembangankomoditasmanggis,saatinimasih memerlukanlangkahnyataberupaperencanaanjangkapendekdanjangkapanjang yang berkelanjutan untuk merangsang investasiguna meningkatkan nilai tambah dan mencaripasar-pasarbarudidalamdanluarnegeri.Perencanaanyangdimaksud adalahstrategidankebijakanpengembanganmanggisyangkemudian diimplementasikandilapangandenganpendampinganyangberkelanjutanhingga komoditasinidapatbenar-benarmenjadikomoditasandalan,dengantujuanutama adalah meningkatkan kesejahteraan petani manggis.Keseriusanpemerintahdalammengembangkansistemagroindustrimanggisperludi garisbawahi,bahwapengembanganinibermaksuduntukmengembangkansistem agroindustri manggisyangberkerakyatandanlebih moderndengan mengikutiirama desentralisasi dan responsif terhadap perubahan global, sehingga di masa yang akan datang agroindutri manggis dapat menjadi salah satu pilar agroindustri yang kuat.PemerintahKabupatenTasikmalayasaatinisadarbenarakanbesarnyapotensi produksi manggis yang dimilikinya, dengan memanfaatkan era desentralisasi ekonomi saat ini dimana kewenangan daerah lebih leluasa dalam melakukan kombinasi strategi LPM UNPAD I- 2 pemanfaatan keunggulan komparatif dan keunggulankompetitif yang ada, khususnya dalamkerangkapembangunanpertaniandansektorekonomilainpadaumumnya, KabupatenTasikmalayatelahmenetapkanmanggissebagaisalahsatukomoditas unggulan daerah. Dalamlaporanpendahuluanini,akandibahasmengenaikondisiaktualagroindustri manggissertarencanapengembanganstrategidankebijakanagroindustrimanggis yangdisusunberdasarkankarakteristiksetempat.Padalangkahselanjutnya diharapkandapatdisusunstrategipengembanganagroindustrimanggisbentuk rencana strategis pengembangan komoditas manggis yang berkelanjutan. 1.2. Perumusan Masalah MasalahyangdihadapisaatinidiKabupatenTasikmalayaadalah:Bagaimana menjadikanagroindustrimanggissebagaiprodukunggulan,yakniagroindustriyang dapatdijadikansebagaimotorpenggerakpertumbuhanekonomidaerahdengan memanfaatkanpotensipengembangandanpasaryangbesardenganpengelolaan berstandarinternasionalyangmemperhatikanaspekkualitas,kuantitasdan kontinyuitas.Padatahapanselanjutnyadiharapkanprogrampengembangan agroindustrimanggisinidapatdijadikanproyekpercontohanbagipengembangan agroindustri manggis di daerah lain di Indonesia 1.3. TujuanMengembangkanmodelagribisnismanggisditasikmalayasebagaimodel pengembangan di sentra-sentra manggis lainnya di Indonesia. 1.4.Sasaran Kegiatan Sedangkan sasaran dari kegiatan ini adalah; 1.Tercapainyapenangananpanendanpascapanenolehkelompok tani/GAPOKTANuntukmenjembatanipetani/pengumpuldengan pedagang/eksportir. LPM UNPAD I- 3 2.TerbentuknyaunitusahamandiritingkatGAPOKTANuntukmenjembatani petani/pengumpul dengan pedagang/eksportir. 3.Tercapainyasistemregistrasi,barcodedansertifikasilainnyabagieksportir buah manggis. 4.Tercapainyasistempemasaranyangberkeadilanantarapetani/pengumpul dan pedagang eksportir. 5.Meningkatnya volume dan nilai ekspor manggis Indonesia. 6.Meningkatnya penerimaan petani manggis. 1.5.Ruang Lingkup Untuk mencapai tujuan dan sasaranyang diinginkan, terdapatbeberapa kriteriayang dapat digunakan untuk mendeskripsikannya, yaitu : NOSASARANKRITERIA 1Tercapainyapenangananpanendan pascapanenolehkelompok tani/GAPOKTANuntukmenjembatani petani/pengumpuldengan pedagang/eksportir.PenguasaanTeknologi(Pengetahuan danKeterampilan)PraPanen,Panen danPascaPanenKomoditimelalui Bimbingan Teknis dan Pendampingan 2Terbentuknyaunitusahamandiri tingkatGAPOKTANuntuk menjembatanipetani/pengumpul dengan pedagang/eksportir. Penguatan kelembagaan 3Tercapainyasistemregistrasi,barcode dansertifikasilainnyabagieksportir buah manggis. PenguasaanPengetahuantentang mutu produk (jaminan mutu produk) 4Tercapainyasistempemasaranyang berkeadilanantarapetani/pengumpul dan pedagang eksportir. Peningkatanposisitawargapoktan/ kelompok dalam rantai pasar komoditi 5Mengingkatnyavolumedannilai ekspor manggis Indonesia. Adanyapeningkatanmutukomoditi yangpadaakhirnyameningkatkan volume dan nilai ekspor6Meningkatnyapenerimaanpetani manggis. Peningkatanpendapatansetelah adanya kegiatan ini dari sebelumnya LPM UNPAD II -1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1.Pengembangan Agroindustri Nasional Agroindustriadalahindustriyangmengolahkomoditaspertanianprimermenjadi produkolahanbaikprodukantara(intermediateproduct)maupunprodukakhir (finish product).Termasuk di dalamnya adalah penanganan pasca panen, industri pengolahanmakanandanminuman,industribiofarmaka,industribio-energy, industripengolahanhasilikutan(by-product)sertaindustriagrowisata.(Arifin, 2004). Sedangkanagribisnismerupakankegiatanusahayangmeliputisalahsatuatau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaranyang ada hubungannyadenganpertaniandalamartiluas(yangmenunjangkegiatan pertaniandankegiatanusahayangditunjangolehkegiatanpertanian).Esensi utamadarisuatusistemagribisnissebagaiketerkaitanseluruhkomponendan subsistemagribinisyangterdiriatas(1)SubSistemAgribisnisHulu,(2)Sub SistemPengolahanUsahaTani,(3)SubSistemPengolahan,(2)SubSistem pemasaran serta (2) Sub Sistem Penunjang, maka bukan hal mudah untuk dapat memutuskansuatustrategipengembanganyangterintegrasi,apalagidengan faktoreksternalyangsukarsekalidikendalikan(Arifin,2004).Kebijakan pengembangan agribisnis itu sendiri dibagi menjadi beberapa sub sektor yakni (1) TanamanPangandanHortikultura(2)Perikanan(3)Peternakandan(4) Perkebunan. (Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian,2002) Dewasa ini, dan terlebih lagi di masa yang akan datang, orientasi sektor pertanian telahberubahkepadaorientasipasar.Denganberlangsungnyaperubahan preferensikonsumenyangmakinmenuntutatributprodukyanglebihrincidan lengkapsertaadanyapreferensikonsumenakanprodukolahan,makamotor penggeraksektorpertanianharusberubahdariusahatanikepadaagroindustri. Dalam hal ini, untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya LPM UNPAD II -2 saing,agroindustriharusmenjadilokomotifdansekaliguspenentukegiatansub-sektor usahatani dan selanjutnya akan menentukan sub-sektor agribisnis hulu. Palingsedikitadalimaalasanutamakenapaagroindustripentinguntukmenjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dimasa depan, yakni karena: a.Industripengolahanmampumentransformasikankeunggulankomparatif menjadikeunggulanbersaing(kompetitif),yangpadaakhirnyaakan memperkuat daya saing produk agribisnis. b.Produknyamemilikinilaitambahdanpangsapasaryangbesarsehingga kemajuanyangdicapaidapatmempengaruhipertumbuhanperekonomian nasional secara keseluruhan. c.Memilikiketerkaitanyangbesarbaikkehulumaupunkehilir(forwardand backwardlinkages),sehinggamampumenarikkemajuansektor-sektor lainnya. d.Memilikibasisbahanbakulokal(keunggulankomparatif)yangdapat diperbaharui sehingga terjamin keberlanjutannya; e.Memilikikemampuanuntukmentransformasikanstrukturekonominasional dari pertanian ke industri dengan agroindustri sebagai motor penggeraknya. PermasalahanyangdihadapidibidangPengolahandanPemasaranHasil Pertanian yang sekaligus merupakan isu pokok dalam pembangunan pengolahan danpemasaranhasilpertanianDirektoratJenderalBinaPengolahandan Pemasaran Hasil Pertanian tahun2004 antara lain adalah : a.Rendahnyadayasaingprodukpertanian,baiksegarmaupunolahanyang disebabkanolehrendahnyamutudantampilanprodukyangtidaksesuai dengantuntutanpasar;rendahnyatingkatefisiensiproduksidanpemasaran; rendahnyaaksespelakuusahaterhadapinformasi;lemahnyabudaya pemasaran dan kewirausahaan pelaku; serta minimnya sarana dan prasarana pengolahan, dan pemasaran hasil pertanian. b.Kurangnyasumberdayamanusiaterdidikdibidangpertanianyangterjun dalampraktekusahapertanianprofesionalberskalamenengah/besaryang dapat menghasilkan produk-produk pertanian dengan kualitas dan harga yang LPM UNPAD II -3 dapatbersaingdipasarglobal.Disampingitu,kebijakanmakroyang diterapkansaatinimasihbelumkondusifbagiparapemilikmodaldan perbankanuntukmenanamkanmodalnyadibidangpengolahanhasil pertanian,sehinggadiperlukanupaya-upayapromosiinvestasiuntukmenarik minat para calon investor baik dari kalangan dalam negeri maupun luar negeri. c.Rendahnyatingkatkeberlanjutanusaha-usahapengolahandanpemasaran hasilpertanianyangdisebabkanolehkecilnyaskalausaha(tidakmencapai skalaekonomi);pengembangansubsistemproduksiyangtidakterkoordinasi dengansubsistempengolahandanpemasaran;produksibelumberorientasi pasar;pemanfaatanteknologiyangkurangramahlingkungandanbelum adanya sistem insentif penerapan teknologi ramah lingkungan; ketergantungan kepadakomponenimporuntukbahanbakumaupunbahanpenolong; perubahantataruangwilayah;kurangprofesionalnyasumberdayamanusia; serta masih lemahnya kemitraan dan kelembagaan usaha. d.Pembangunanpengolahandanpemasaranhasilpertanianselamainimasih belum mengakomodasi serta belum mendapat dukungan dan partisipasi penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah. Berbagai permasalahan perencanaan lebih bersifat top down dan kebijakan pembangunan industri nasional kurang memperhatikan atau tidak berbasis pada sumberdaya domestik. e.Belumadanyakebijakanyangmengendalikaneksporbahanmentahuntuk melindungidanmerangsangberkembangnyaagroindustrididalamnegeri, sertamasihkuatnyabudayadimasyarakatpetanidanpengusahauntuk menghasilkanprodukprimersaja.Disampingbelumadanyakebijakanyang mengendalikaneksporbahanmentah,sehinggamelindungidanmerangsang berkembangnya ekspor produk olahan. f.Mutu produk olahan khususnya usaha pengolahan berskala rumah tangga dan usahakecilmasihbelummemenuhipersyaratanyangditetapkanpasar, khususnya untuk memenuhi pasar internasional. g.Saranadanprasaranayangbelummemadai,sepertibelumberkembangnya workshopyangdapatmengembangkanalat-alatpengolahan,sertamasih rendahnyapenguasaanterhadapteknologipengolahanuntukmeningkatkan diversifikasi produk dan pemanfaatan hasil ikutan. LPM UNPAD II -4 h.Legalitasdibidangusahapascapanendanpengolahanyangmasihlemah sehingga sulit untuk dapat mengakses sumber dana permodalan. Lemahnyaperkembanganagroindustridapatdiindikasikandenganmembanjirnya hasilpertaniandanhasilpengolahanpertanianimporyangmembanjiripasar Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat produksi masih kurang untuk dapat memenuhi kebutuhan didalam negeri. Hasilpertanianselalumenjadidilema,menjadimahalketikamusimtanam,dan menjadisangatmurahketikamusimpanentiba.Hasilpanenyangadatidak terserapolehpasarapalagiolehperusahaanagroindustriyangnotabene memerlukanbahanbakuyangberkelanjutantentunyamemilikikualitasyang tinggi,yanghanyadapatdipenuhidengan melakukanimpor. Halini menandakan bahwa Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal pengembangan sekor pertanian danindustripendukungnya.Haliniadalahsalahsatupenyebabdimana agroindustridiIndonesiatidakberkembangkarenabasisproduksinyalemahdan kebijakan pemerintah yang tidak mendukung terjadinya sinergi yang unggul antara keterkaitan saling menguntungkan antara sektor pertanian dan agroindustrinya. Kondisiiniterjadikarenastrategipengembanganagroindustrinampakbelum terintegrasi.Dalamkebijakanpengembangansektorpertaniandanagroindustri, orientasilebihditujukankepadapemenuhanswasembadafisiktanpa pertimbanganekonomis.Haliniterlihatdariupayauntukmendorongproduksi yangdilakukandengancaramenaikkanhargadasar(contohnyapadakomoditi gula)tanpadiimbangidenganperbaikankualitaskomoditasdanproduktivitas lahan serta upaya memberikan nilai tambah pada komoditas pertanian. Padadasarnyasektoragroindustridanpertaniandapatdipandangsebagaisuatu sistemindustriyangmemilikikarakterdinamis.Haliniyangmenyebabkan timbulnyapermasalahandalamperancangansuatukebijakankarenahubungan antarkomponenpenyusunsuatusistemindustrisepertisektorpasar,sektor ekonomimemilikikarakterdinamis.Selainituhalinijugamenyebabkan permasalahandalamperancangansuatukebijakankarenahubunganantar LPM UNPAD II -5 komponenpenyusunsuatusistemindustrisepertisektorpasar,sektorekonomi, sektor tenaga kerja dan sektor produksi selalu berubah dari waktu ke waktu. Kondisiinimenunjukkanbahwaperluadanyasuatuperangkatperancangan kebijakanyangmampudiimplementasikansebagaialatbantuuntukmencapai pengembanganinteraksiagroindustridengansektorpertaniandidalamnegeri secaraterintegrasi.Terlebihlagipenggunaanteknologimaju,dampakdari pelaksanaanotonomidaerahdankeseimbanganperkembanganantardaerah, yangdapatmemperkuatsektorpertanianmenjadiisuyangsangatpenting,dan dilakukandenganmempertimbangkankeseimbanganyangtepatantarasektor pertanian dan sektor agroindustri Indonesia. Pada kondisi saat ini, kebijakan dan strategi yang diterapkan pada industri-industri tersebuttidakterlaluresponsif,terutamadengankeadaankeuanganyangdan krisisekonomidanrelatifseringnyaperubahanpemerintahansejaktahun1998 yang kebijakannya tidak dapat diprediksi dan tidak stabil. Kebijakan-kebijakan ini perlu direstruksturisasi agar industri domestik mampu turut berkembangdalamkompetisiinternasionalbaiksecaralokalataupundipasar dunia. Hal ini termasuk kebijakan dalam: a)melancarkandanmemberikantransparansiyanglebihterbukadalam bidang investasi; b)meningkatkanpenggunaandanpengadopsianinovasidanteknologi agroindustriyangmodernmelaluipeningkatanpenelitiandan pengembangan dan pelatihan jasa-jasa pendukung lainnya; c)menguatkanusahapengembanganinstitusionaldankapasitasteknikdan manajemennya; d)pengembangansumberdayamanusiadisertaidenganpembangunan infrastrukturuntukmendukungpertumbuhandanperluasanklaster agroindustri. LPM UNPAD II -6 2.1.1.Nilai Tambah pada Sektor Agroindustri Nilaitambahadalahbesarnyaoutputdikurangibesarnyanilaiinput(antara).Sedangkanoutputadalahnilaikeluaranyangdihasilkandariproseskegiatan industriyangberupabarangyangdihasilkan,tenagalistrikyangdijual,jasa industri,keuntunganjualbeli,pertambahanstokbarangsetengahjadidan penerimaan lainnya.Input atau biaya antara adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses industri yang berupa bahan baku, bahanbakar dan barang lainnya diluar bahanbaku/bahanpenolong,jasaindustri,sewagedungdanbiayajasanon industri. Kebijakaninvestasipadasektorpertanianditujukanpadainvestasiyang proposionalmelaluisemuasubsistemagribisnis,dimulaidariup-streamsampai down-stream. Kebijakan ini juga dibuat untuk dapat memberikan nilai tambah yang maksimal bagi masyarakat dan negara. Pengembangan produk agroindustri sebagai komoditas unggulan diarahkan untuk mengoptimalkanpenggunaansumberdayalokaldenganmaksudmenjadikannya lebih kompetitif dengan produk-produk yang memiliki kandungan impor yang tinggi. Olehkarenaitupengembangankomoditasunggulandiperlukankriteriasbb (Departeman Pertanian, 2003) :

1)Berbasis kepada potensi sumber daya lokal. 2)Memiliki kesempatan yang tinggi untuk akses pada pasar domestik dan dunia. 3)Menghasilkan nilai tambah yang tinggi. 4)Didukung oleh teknologi dan sumber daya manusia yang handal. 5)Ramahlingkungan,denganmenerapkanteknologiyangramahdanbersih terhadaplingkungan,limbahpertanianyangoptimal,sertamenerapkan manajemen limbah yang baik. 6)Melaksanakan prinsip-prinsip kerjasama dengan orientasi bisnis. 7)Secara administratif dan ekonomi feasible bagi pengembangan bisnis. LPM UNPAD II -7 2.1.2.Fasilitas Pengembangan Agroindustri Fasilitasdanjasapelayananyanglebihbanyaklagidiperlukanuntukmemacu perkembangan agribisnis. Fasilitas-fasilitas tersebut harus tersedia dan terjangkau olehparastakeholders.Kebutuhanakanfasilitas-fasilitastersebutdapat dikategorikan sbb: 1)Pelayananparaahli,termasukjasapelayananprofesional(persiapan, konstruksi,keteknikan),jasakonsultan(operasi,evaluasidanpenyesuaian), danjasapendukungmanajerial(entrepreneurial,konsultasihukum, pemasaran, dll) 2)Organisasikhususbisnispertanian(kelompoktani,asosiasi,koperasi, kerjasama kelompok /bisnis, perusahaan, dll.) 3)Jasa Keuangan (bank, asuransi, kredit mikro, kerjasama modal, dll. ) 4)Teknologi(produksi,panendanpascapanen,pemrosesan,ditribusi, pemasaran, dll.) 5)Pengembangansumberdayamanusia,tenagakerjaterlatih(ahlimesin pertanian, keuangan, akunting, pemasaran, promosi, hukum, dll.)6)Infrastruktur,jalan,kelistrikan,transportasi,pergudangan,unitpemrosesan, pengepakan, dll. Hal-hal tersebut dijelaskan lebih rinci lagi pada gambar 2.1. LPM UNPAD II -8 Gambar 2.1 Kluster Industri berbasis pertanian(Deperindag.2001)FONDASI EKONOMITeknologi dan kemampuan R&D- teknologi asli lokal/asal- Sumber Global- Proses dan Sistem InformasiKekuatan Sumber Daya Alam- Sumber Daya Tanah/Lahan- Sumber Daya Air- Iklim/Cuaca- LingkunganInfrastruktur Fisik- Energi- Transportasi- KomunikasiSumber Daya Manusia- Kualitas- Kuantitas- Ketersediaan dan ResponsivitasLingkungan Bisnis dan Pelayanan Pendukung- Sumber Modal- Keuangan - InsentifKluster Indistri Berbasiskan PertanianIndustri-industri pendukung ( Penyedia Teknologi, Permesinan dan Barang-barang MaterialSistem suplai input material bahan mentah utama Sistem Suplai Pemrosesan UtamaSistem Suplai Pemrosesan Sekunder/TersierSistem Pelayanan dan Input Peralatan dan PermesinanSISTEM INDUSTRI UTAMANilai TambahPerPekerjaProduktivitasPer UnitR&DProduksi Pasca PanenFarm ProductionDistribusiLogistikPenjualan &MarketingR&DProduksi Pasca PanenFarm ProductionDistribusiLogistikSales &MarketingR&D Produksi Pasca PanenFarm ProductionDistribusiLogistikPenjualan &MarketingAktivitas Rantai Nilai TambahAktivitas Rantai Nilai TambahAktivitas Rantai Nilai TambahBahan Mentah Primer SekunderPASAREKSPORPASARDOMESTIK- Investasi- Perbankan- JaminanLayanan R&D- Produksi - Pasca Panen- Produk- Perbaikan & Pemeliharan Mesin- Pendukung Bisnis penting lain- Akunting- Manajemen proyek- Jasa Konsultan- Transportasi dan Jasa KomunikasiJasa Ekspor- Broker- Forwarding- Jasa PelabuhanIndustri-industri dan jasa yang salingterkait dan berhubungan- Pemrosesan- Keamanan Produk- Sistem kualitas LPM UNPAD II -9 2.1.3.Analisis Kebijakan Kebijakanpengembanganagroindustriadalahbagiandarikebijakanindustridan kebijakanekonomikarenasecaralangsungkegiatanagroindustriakanmendukung kegiatanagroindustridalam meningkatkannilaitambahprodukpertanian,sedangkan kebijakan industri dan ekonomiadalah bagian dari kebijakan publik.Kebijakanpublikberkaitandenganapayangharusdikerjakanolehpemerintah. Menurut Starling (1988) kebijakan adalah: 1)Suatu daftar tujuan (cita-cita) yang memiliki urutan prioritas 2)Pernyataan umum tentang maksud dan tujuan Terdapatbanyakdefinisimengenaianalisiskebijakan.MenurutWeimerdanVining (1989), analisis kebijakan adalah suatu anjuran (advice) yang berorientasi pada klien dan berkaitan dengan keputusan publik. Definisi lain yang dikutip dalam tulisan kedua penulistersebut,misalnyaadalahsuatucarauntukmenggabungkaninformasi termasukberbagaihasilpenelitiankedalamsuatuformatyangsesuaidengan keputusankebijakan(analisiskebijakanakanmemaparkanpilihan-pilihankebijakan), sertamenentukaninformasiyangdibutuhkandimasadepanuntukmembuat kebijakan.Dannjugamenambahkan(dikutipdariWeimerdanVining,1989) menekankanbahwaanalisiskebijakanmerupakansuatudisiplinilmusosialyang menggunakanberbagai metode penelitian danargumentasi untuk menghasilkan dan mentransformasikaninformasiyangterkaitdengankebijakanyangdapatdigunakan dalam suatu lingkunganpolitik untuk menyelesaikan masalah kebijakan.SedangkanmenurutPal(1997)kebijakanadalahserangkaiantindakan(action)atau diamnya (inaction) otoritas publik (pemerintah) untuk memecahkan masalah. Menurut Lowi (1970) semua jenis kebijakan dapat diartikan sebagaipemaksaan yang dilakukandenganhati-hati,olehkarenakebijakantersebutmelibatkanperumusan maksud(purpose),sarana(means),pelakudanobjekpemaksaan.Salahsatuyang palingmenariktentangkebijakanadalahbagaimanakebijakantersebutdibuatatau dirumuskan. LPM UNPAD II -10 Dapatdisimpulkanbahwatujuanutamadalamkebijakanadalahmenganalisisdan menyajikanalternatifyangtersedia,melaluisintesarisetdanteori-teoriyangada, dalam menyelesaikan masalah publik. Kebijakanyangsifatnyaissue-specificadalahkebijakanjangkapendekyang menyangkutpengelolaanrutin.Kebijakanprogramberkaitandenganperancangan program untuk suatu bidang tertentu, sedangkan kebijakan multiprogram adalah yang menyangkutbanyakbidangprogramyangsatudenganyanglainnyamungkin saling bersaingdalammendaptkansumberdaya.Kebijakanstrategisadalahyang mempunyai pengaruh luasdan jangka panjang dan menyangkut alokasi sumberdaya berskala besar.2.2.Kebijakan Pengembangan Agroindustri Manggis Manggismerupakantanamantahunanyangsecaraalamiahbaruberbuahsetelah tanaman berumur lebih dari 10 tahun. Sementara disatu pihak petani pada umumnya beradadalamkondisiekonomiyanglemah,sehinggadalamusahataninya menghendaki tanaman yang instan cepat menghasilkan untuk menunjang penerimaan rumahtangga mereka. Untuk mengatasi permasalahan teknis tersebut dilakukan upaya denganduamodel,yaitudenganmodelkebuncampuranyangditanampadalahan-lahan yang dikuasai masyarakat, dan atau dengan membuat perkebunan manggis.Sementaraitudarisegipemasaran,pasarmanggispadasaatinimenunjukan permintaanyangrelatifbesardaripadapenawarannya,haliniberlakuuntukpasardi dalamnegerimaupunpasarekspor.Halinitercermindarihargabuahmanggisyang jauhlebihtinggiapabiladibandingkandenganhargabuah-buahanlainnya.Ekspor manggisIndonesiapadasaatmusimhujancukupbesarberkisarantara200-350ton perbulan,dengannilaiberkisar250-350ribudollarAmerika(Deptan,2005). Sedangkan pada musim kemarau hanya mencapai 40-90 ton per bulan. Tidak kurang dari9eksportiryangbiasamengekspormanggismelaluiBandaraSukarnoHatta, antara lain PT. Asri Duta Pertiwi, PT. Aliandojaya Pratama, PT. Global Inti Product, PT. Agroindo Usahajaya, semuanya berkedudukan di Jakarta.Segmenpasarbuahmanggisdidalamnegeriberasaldarigolonganekonomi menengah keatas. Namun demikian karena diberlakukan tingkatan mutu kualitas, dari LPM UNPAD II -11 yangpalingbaiksampaipadamutuyangpalingrendah,segmenpasarkonsumen buahmanggisdapatmenjangkausemualapisanmasyarakat.Sasarankonsumen menyebarsesuaidenganstratamutuhasilsortasi.Negarapengimpormanggis sementarainiantaralain:Jepang,Hongkong,Taiwan,Singapura,Belanda,Perancis dan Arab Saudi. Hargajualbuah manggis selalustabildengantrenyangterusnaik. Sebagaiilustrasi, hargajualmanggisdidalamnegeriberkisarantaraRp7.50020.000perkilogram, tergantungkualitasdantempatpenjualan.SementarahargamanggisdiArabSaudi setelahdikonversidalamrupiahhampirmencapaiRp.100.000-Rp150.000per kilogramnya. LPM UNPADIII - 1 BAB III METODOLOGIPELAKSANAAN KEGIATAN 3.1. Kerangka BerfikirDalamlaporanpendahuluanini,timdariLPMUNPADbermaksuduntuk memberikanmasukanagaragroindustrimanggisdiIndonesiamampubersaing secara global dan mampu memenuhi pasar ekspor dan domestik. Pendekatanpelaksanaankegiatanyangdilakukanadalahmodelpendekatan partisipandankonsultatif.Parapemimpinindustridanparapembuatkebijakan yangterlibatmenjadipartisipanaktifyangdilibatkandalamanalisissituasi, kemudiandilakukaninterpretasiterhadaptemuan-temuanyangadadan pemilihanformulasisertainisiatifpengembangannya.Prosesinidilakukan terhadapparapelakuagroindustridanpembuatkebijakanmengenaidampak dari program dan memastikan komitmen mereka terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan agroindustri manggis setempat. Kebijakan pengembangan agroindustri manggis dapat dilihat sebagai bagian dari strategiagroindustriyangdapatmengarahkandanmendorongkemajuanagar dapat mencapai suatu kondisi ideal tertentu yang diinginkan dimasa depan. 3.1 Kerangka PemikiranPengembangan Agroindustri Kondisiidealyangdiinginkandimasadepanadalahsuatutujuanumum(goal) yangditetapkanberdasarkansistemnilaiyangberlakudimasyarakatdan ideologi pengembangan industri kecil yang dianut oleh pembuat kebijakan. Goal tersebutkemudiandijabarkanmenjadideskripsimasadepanagroindustriserta KMDKMD`KMKINTERVENSIPEMERINTAH(Kebijakan Agroindustri)Kondisi masa depanAgroindustrijika pemerintah tidakmelakukan intervensiKondisi Agroindustrisaat iniKondisi masa depanAgroindustriyang diinginkan LPM UNPADIII - 2 kondiisi masa kini yang diperlukan untuk mencapai kondisi masa depan tersebut. Berdasarkanperbedaanantarakondisiyangdiperlukandengankondisiaktual saatini,dandenganmemperhatikanketerbatasandankendalayangdihadapi, ditetapkantujuan-tujuankhusus(objektif)kebijakanyanghendakdicapaidalam waktu tertentu. Salahsatukendalayangpentingdiperhatikandalammenetapkanlangkah-langkahkebijakanadalahadanyaketerbatasankemampuanpemerintahdalam mengatasipermasalahanpublikdanadanyamasalah-masalahyanginheren padaintervensipemerintah(governmentfailure).Kegagalanpasaruntuk menciptakankondisisaatiniyangidealtidakselaluharusdiatasidengan intervensipemerintah,apabilapemerintahtidakmempunyaikemampuanuntuk mengatasinya atau biaya untuk mengatasinya lebih tinggi dari manfaat perbaikan yang diharapkan. Setelahobjektifkebijakandispesifikasikan,dikembangkanberbagaialternatif tindakanyangdapatdigunakanuntukmencapaiobjektiftersebut.Melalui evaluasialternatifyangtersedia,kemudianditetapkandandirekomendasikan tindakankebijakanyangdinilaipalingtepat.Kerangkaanalisispengembangan agroindustri mangis selengkapnya digambarkan pada gambar 3.2. Gambar 3.2 Kerangka Analisis Kebijakan Agroindustri Manggis Tujuan PengambanganAgroindustri KomoditasManggisKondisi Masa Depanyang DiinginkanKondisi Masa Kiniyang DiperlukanKondisi Masa Kini AktualKesenjangan (Gap)Spesikasi ObjektifSpesifikasi AlternatifKebijakanEvaluasi Alternatif KebijakanRekomendasi KebijakanKendala-kendalaEksternalLimitasi intervensipemerintah(govenment failure)Market future yanghendak diatasi?Kendala-kendalaInternal AgroindustriManggis LPM UNPADIII - 3 3.2. Tahapan Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Dalam mencapai tujuan untuk mencapai kondisi harapan, pengembangan model berangkat dari kondisi faktual dengan menerapkan model pada pilot project yang terpilih dengan melakukan beberapa tahapan kegiatan.Tahapan pelaksanaan model pengembangan agroindustri manggis ini dilakukan denganbeberapatahapan,yakni:tahapanpersiapan,penelitianawal, pengembangankesadaran,penguatankelembagaan,pengembanganteknis, pengembangan manajerial dan pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi akhir dan pelaporan.Seluruhkegiatanyangdilakukandiikutidenganproses pendampingan agar kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana.Berikut skema tahapan kegiatan yang dilakukan: Gambar 3.3 Kerangka Kerja Pengembangan Agroindustri Manggis Tasikmalaya Persiapan Penelitian AwalTujuan :Supply Chain FaktualBased LineInput MateriIsu KebijakanBrainstormingPermasalahanPilot ProjectKelembagaanPelaksanaPerencanaan danPenganggaranPengembanganKesadaranLokakaryaPengembanganAgroindustri ManggisPeserta :Stakeholders terkaitPembentukanPenguatanKelembagaanKelompokOrganisasi ProduksiPedesaanPengembanganTeknisPra Panen:GoodPracticesGood AgriculturalPracticesPasca Panen:Standarisasi ProdukSortasiPengemasanPengembanganManajerialManajemen BisnisPemasaran ProdukEvaluasi Akhirdan PelaporanPenilaian Akumulasi :Perubahan PerilakuImplikasi KebijakanPENDAMPINGANPILOT PROJECTKONDISIFAKTUALKONDISIHARAPANKERANGKA KERJA PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MANGGISTASIK MALAYAPENERAPAN MODEL LPM UNPADIII - 4 3.3. Tahap Persiapan dan Penelitian Awal 3.3.1.Metoda Pengumpulan dan Pengolahan Data Padatahappersiapandanpenelitianawal,pelaksanaanpengumpulandata menggunakanmetodapengumpulanlangsung(dataprimer)danpengumpulan tidaklangsung(datasekunder),yangdilakukanpadaKegiatanpengumpulan dataprimermenggunakaninstrumenkuesionerterutamaditujukanuntuk menjaringpendapatdaripihakstakeholders,yangmeliputipembuatkebijakan, para ahli dan pelaku usaha serta petani di lapangan.Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari beberapa studi/penelitian yang relevan. Tahapanpengumpulaninformasitersebutdilakukanmenurutlangkah-langkah pada gambar 3.4.

Gambar 3.4 Langkah-langkah Pengumpulan Informasi 1)TujuankegiatanadalahmendampingipemerintahdaerahKabupaten Tasikmalaya dalam pengembangan agroindustri manggis, dengan tujuan agaragroindustri manggis di Kabupaten Tasikmalaya dapat berkembang pesatdengansistembudidaya,pascapanendanpemasaranyangadil dandapatmemberikannilaitambahyangsignifikanbagiparapetani manggis.Studiliteraturawaladalahtahapanawaldalampengumpulan Tujuan KegiatanStudi Literatur AwalStudi Lapangan AwalStudi Lapangan LanjutanData, Teori dan FaktaStudi LiteraturLanjutan1234 56 LPM UNPADIII - 5 teoridandata.Padatahapaninidilakukanpenelusuranbahan-bahan terbitan(penelitianlainataudatastatistik)yangberkaitandenganpengembanganagroindustrimanggissebagaidasarmelakukanstudi lapangan awal. 2)Studilapanganawaldilakukandenganmelakukanwawancaradengan ahli,pembuatkebijakanatautargetpopulasi(petani)untukmengenali lebihjelaspermasalahanyangdihadapidalampengembangan agroindustrimanggis,baikmengenaisejarahkebijakanmaupundata-data pendukung lainnya. 3)Studiliteraturlanjutandilakukanberdasarkanpemahamanyanglebih lengkapmengenaimasalahdanaspek-aspekyangrelevandengan pengembanganagroindustrimanggis.Padatahapaninidiharapkan diidentifikasi berbagai teori atau data sekunder yang lebih lengkap hingga dapatdigunakanuntukmemodelkanpermasalahndanmelakukan analisis solusi. 4)Studilapanganlanjutandilakukanuntukmelengkapilagidatadanfakta yang diperlukan untuk melakukan analisis. Jika diperlukan, pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data primer atau pengumpulan pendapat ahli. 3.3.2. Jenis dan Kebutuhan Data Penelitian a. Data Primer Pengumpulandataprimermenggunakaninstrumenkuesionerterutamauntuk menjaringpendapatpendapatberbagaipihakdarisisistakeholderskhususnya parapembuatkebijakan,pelakuusaha,sertaparapakar/ahli,yangdipilih berdasarkan pertimbangan: 1.Keterlibatan responden dalam permasalahan 2.Permasalahanyangditinjauberadadalamkewenanganresponden (instansi pemerintah atau organisasi masyarakat). 3.Keterbatasan waktu dan biaya. b. Data Sekunder Untuk melakukan analisis dan eveluasi profil kinerja industri dan usaha kecil dan menengahagroindustrimanggis,datayangdikumpulkanadalahdatasekunder LPM UNPADIII - 6 yang diperoleh dari beberapa studi/penelitian yang relevan serta (raw data) yang dioperolehdarihasilsurveyindustriyangdilakukanolehPemdaKabupaten Tasikmalaya. Selaindatadiatas,informasiyangbersifatumumsepertikebijakanpemerintah ataupublikyangdikumpulkandaristudiliteratur,internet,danlain-lain.Data sekunderadriberbagaiinstansipemerintahdannonpemerintahyangterkait dikumpulkan unruk melengkapi informasi yang dibutuhkan 3.3.3.Kerangka dan Metode Analisis Analisis yang dilakukan atas hasil penelitianawal adalah dengan menggunakan kerangkaanalisispengambangankebijakanyangdilakukandaritahap pendefinisianmasalahhinggatahapimplementasikebijakan.Dengandemikian tahapakhirdarikegiataninidapatdiperolehtingkatanpencapaianyang dihasilkan dari kegiatan pendampingan ini.. 3.3.4. Pendefinisian Masalah Tahappendefinisianmasalahdilakukandeganmelakukankajianutamaberupa diagnosis.3.3.6. Identifikasi Populasi dan Sampel Penelitian Dari populasi petani manggis yang ada, sentra manggis yang ada di Tasikmalaya tersebar di 7 (tujuh) kecamatan, yakni : No.Kecamatan1.Puspahiang 2.Salawu 3.Tanjungjaya 4.Sodonghilir 5.Mangunreja 6.Jatiwaras 7.Sukaraja LPM UNPADIII - 7 Sampeladalahbagiandaripopulasiyangdiambildandipergunakanuntuk menentukansifatdanciriyangdikehendakidaripopulasi(Nazir,1999). Pengambilansampeldidalamsuatupenelitiandilakukankarenafaktor keterbatasan waktu, tenaga dan biaya yang tersedia. Karakteristik suatu populasi diharapkandapatdiketahuidenganpengambilansampel.Sampelyangdipilih diharapkan mampu memberikaninformasiyangcukup mewakilisebagianbesar informasidariAgroindustri manggisyangada.Sampelyangtepilihberdasarkan konsultasipihakLPMUNPADdanPemdaKabupatenTasikmalaya,adalah Kecamatan Puspahiang dan KecamatanSukaraja . 3.3.7. Metode Penentuan Ukuran Sampel Agroindustri manggis Pengambilansampelyangtepatmerupakanlangkahyangpentingkarenahasil penelitiandankesimpulannyadidasarkanpadasampelyangdiambil. Pengambilansampelyangkurangmewakilipopulasinyaakanmengakibatkan kesimpulanyangkeliru.MenurutGay(1981)didalamRuseffendi(1998) menyatakan bahwa untuk penelitian korelasi banyaknya sampel yang dibutuhkan paling tidak sebanyak 30 orang. LPM UNPADIII - 8 Tabel3.1 Permasalahan spesifik agroinsdustri manggis di Jawa Barat berdasarkan aspek penguatannya AspekElemenPermasalahan Khusus Industri Pendukung (Pemasok/Supplier) Ketergantungan terhadap petani pemasokTata niaga bahan baku yang tidak jelas Lokasi budidaya tercerai berai Transportasi/distribusi yang terhambat karena masalah keterbatasan infrastruktur dan informasi Permasalhan kepemilikan lahanPersediaan Ketersediaan bahan baku yang tidak memenuhi aspuk kualitas, kuantitas dan kontinyuitas Kapasitas serta infrastruktur penyimpanan/gudang yang tidak memadai Tidak adanya manajemen persediaan Jenis bahan bakuJenis bahan baku yang tidak memenuhi aspuk kualitas, kuantitas dan kontinyuitas Harga bahan baku yang berfluktuasi 1.BahanBakudan BudidayaKualitas bahan bakuStandar kualitas yang tidak dapat duipenuhi Kurangnya manajemen kualitas bahan baku Proses ProduksiCara proses produksi tradisional yang beragam Tidak adanya perencanaan produksiKapasitas produksi yang tidak berkelanjutan Tenaga kerjaRendahnya tingkat pendidikan Besarnya jumlah kebutuhan tenaga kerja yang belum terserap Rendahnyaupah tenaga kerja Teknologi proses dan produk Masih rendahnya penguasaan teknologi dan diseminasi teknologi pengolahan produk Pengolahan limbah peningkatan nilai tambah melalui proses pengolahan memerlukan investasi dan teknologi pengolahan yang lebih modern sehingga kemampuan transfer teknologi tidak berlangsung dengan baik Sumber Daya Manusiasistem penyuluhan yang kurang optimal Rendahnya kualitas SDM Hubungan antar petani dan petani manggis Rendahnya kemampuan pengelolaan usaha/administrasi/standar akuntansi Rendahnya kemampuan pengembangan pasar Rendahnya kemampuan produksi dan pengendalian mutu produk/bahan baku Rendahnya kemampuan teknologi informasi dan agresifitas pencarian informasi Tidak adanya pengembangan usaha yang terencana 2. Transformasi Keuangan dan Permodalan Kekurangann modal karena rendahnya akses terhadap sumber permodalan Minimnya akses terhadap informasi dansumber permodalan, menyebabkan masyarakat petani dan petani manggis tidak dapat mengembangkan usahanya secara layak ekonomi Administrasi keuangan pengelolaan usaha masih didominasi oleh usaha informal sehingga masih dijumpai kendaladalam hallegalitas usaha, belumterbitnyapengelolaan keuangan/pembukuan, dan pengelolaan usaha masih bersifat tradisional LPM UNPADIII - 9 AspekElemenPermasalahan Khusus Jenis ProdukVariasi bentuk produkbuah yang bisa dikembangkan dari manggis tidak dikembangkan, perlunya penelitain lebih lanjut apakah manggis dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk-produk lainnya seperti obat-obatan. Kualitas ProdukKualitas buah yang rendah ditingkat petani manggis Penerapan standar mutu produk yang belum optimal Daya saing produk dipasar internasional mulai dapat disaingi oleh negara lain Harga ProdukJatuhnya harga dan tidak stabilnya harga produkAdanya peran tengkulak yang merugikan yang berada disetiap lini pemasaran 3. Produk Jumlah ProdukJumlah produk yang berfluktuasi pada setiap pergantian musim PermintaanTingkat permintaan yang tinggi tidak diikuti dengan peningkatan jumlah produksi Kondisi permintaan tidak tetap Kendala pemasaran yang dikuasai tekgkulak dan beberapa eksportir yang cenderung melakukan praktek oligopoli PersainganTingkat persaingan antar broker manggis untuk mendapatkan petani penyuplai cukup tinggi Kekuatan tawar-menawar petani/petani manggis sangat rendah Ancaman pesaing dari negara lain sebagai pengahsil manggis Distribusi /Transportasi Sistem penjualan tradisional yang merugikan petani Akses petaniterhadap prasarana dan saranatransportasi yang minim menghambat pemasaran produk 4. Pasar Daya dukung alamKualitas manggis yang dihasilkan tergantung pada kondisi alamnya. Bantuan/Kerjasama dari pemerintah/industri/ lembaga Terkait Tidak adanya peralatan pengolahan pascapanen manggis yang sesuai standar Pembinaan yang tidak berkelanjutan Tidak jelasnya status bantuan, sehingga pada beberapa kasus, bantuan bagi kelompok tani atau koperasi beralih kepemilikannya menjadi kepemilikan pribadi atau swasta. Alat-lata hasil bantuan dari perguruan tinggi hanya manjadi objek penelitian saja yang tidak dilanjutkan dengan pembianaan yang berkelanjutan Pelatihan dan pembinaan/penyuluhan yang dilakukan pada daerah-daerah yang itu-itu saja Tidak adanya praturan/kebijakan yang khusus mengatur mengenai kegiatan agroindustri manggis. 5. Pemerintah/ Industri/ Lembaga TerkaitEfektivitas bantuan pemerintah/Industri/ Lembaga Terkait Dampak bantuan pemerintah/industri/lembaga terkait pada umumnya hanya mengangkat suatu agroindustri pada wilayah-wilatyah tertentu saja Belum terpadunya pengelolaan, banyak ketimpangan yang dilakukan pemerintah dalam upayanya melakukan pengembangan manggis Banyaknya koordinasi antara pemda tingkat propinsi dan kabupaten tidak sinkron dan tidak dikoordinasikan dengan baik Peranan dua dinas yang dipisahkan, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagagandan Dinas Perindustrian dan Perdagagan Agro merupakan salah satu permasalahan dimana kebijakan perdangan menjadi dualisme kebijakan yang tidak terkoordinasi dengan baik. LPM UNPADIII - 10 Sampel yang berasal dari petani sebanyak 60 sampeldengan rincian masing-masing 30respondenuntuksetiapKecamatanterpilih.Padapenelitianindaritujuh Kecamatanyangmemilikipotensiuntukpengembanganmanggis,dipilihdua Kecamatanyangmenjadisampelpenelitian.Halinidilakukankarenake-dua Kecamatantersebutmemilikipotensipengembanganyangterbesarsertafaktor keterbatasanpenelitian,yaknifaktorbiayadanwaktupenelitian.Penentuansempel atau responden dilakukan setelah mengetahui jumlah petani manggis yang terdapat di KabupatenTasikmalayayangberasaldariinformasi/dataDinasPertanianKabupaten TasikmalayaJawaBaratyangdisesuaikandengankondisieksistingyangdatanya diperolehdaripenelitianpendahuluanyangdilakukandengansurveylokasiterlebih dahulu.Penentuanjumlahrespondensebanyak30oranguntukmasing-masing KecamatandiJawaBaratadalahuntukmemenuhisyaratsampelbesar(syarat minimumukuransampeluntukdistribusinormal).Suatusampeldikatakansampel besarbilajumlahanggotanyaminimal30sampel(Gay,1981didalamRuseffendi, 1998).Sampelbesartersebutakanmenjadipendugayanglebihbaik,yaitumampu memberikaninformasiyangcukupmewakilisebagianbesarinformasidaripetani manggisbiladibandingkandengansuatusampelkecil(jumlahanggotanyakurang dari 30).Pengambilan sampel bertujuan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat analisis, visidan misiagroindustrimanggisdimasa mendatang.PadaTabel3.2,dapatdilihat populasi petani manggis untuk masing-masing Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Tabel 3.2 : Sumberdaya petani manggis di KabupatenTasikmalaya Jumlah Petugas NoKecamatan Jumlah Petani (KK) PPLKCDPHP 1Puspahiang7.2052-- 2Salawu10.807511 3Tanjungjaya7.373711 4Sodonghilir12.300411 5Mangunreja8.4731-- 6Jatiwaras8.7595-- 7Sukaraja8.845711 Jumlah85.6583144 LPM UNPADIII - 11 Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, 2005 3.5.5.Metode Pengambilan Sampel Agroindustri Manggis Prosespemilihansampelmenggunakanmetodepengambilansampeltidak berimbang.Halinidilakukanagarjumlahsampelyangdiambildapatmewakilisetiap agroindustri manggis yang ada. 3.5.6.Jenis dan Sumber Data Jenisdatadalampenelitianiniadalahdataprimerdandatasekunder.Dataprimer adalahdatayanglangsungdikumpulkandarisumberpertama(users)antaralain seperti:petani,pengumpuldanpenguruskoperasi.Dataprimertersebutbertujuan untuk bisa memperoleh gambaran tentang perilaku agroindustri manggis yang ada dan mencari masukan untuk merumuskan tentang visi (cita-cita) atau arah pengembangan, misi atau tujuan yang akan dicapai, sasaran pencapaian serta target pencapaian yang lebihspesifikdiinginkanolehparastakeholders.Sedangkandatasekunderadalah datayangtelahtersusundalambentukdokumen-dokumentertulis,yangrelevan dengan kebutuhan kegiatan ini.3.5.7.Metode Pengumpulan dan Pengolahan Data DataPrimerdiperolehdengancaramengumpulkandatasecaralangsungkepada beberaparespondendibeberapakawasanhutanyangdapatmewakiliwilayahstudi, sementaradataSekunderdiperolehdengancaramengumpulkandatadaninformasi awalyangterdapatpadabuku,laporan-laporan,jurnalilmiahataupunsumber kepustakaanlainnyayangdiperolehdariinstansiterkaitmaupunsumberpustaka lainnya. Pengumpulan data dilaksanakan dalam beberapa tahapan sebagai berikut : a. Observasi LangsungObservasi dilakukan sebagai cara untuk melihat kondisi aktual/riil terhadap responden, seperti petani, pengumpul dan pengurus koperasi. Dari observasi yang dilakukan, juga dapatmencariinformasitambahansebagaipelengkap/pendukungdaribahan pertanyaan-pertanyaanyangbelumterpenuhiagarinformasi/datanyalebihlengkap dan dapat dipergunakan sebagai bahan untuk melakukan wawancara. LPM UNPADIII - 12 b.Wawancara Padaawalnyadilakukanwawancaraterbukaberdasarkandatahasilobservasi lapangan, dan bila perlu dilakukan wawancara mendalam (indepth interview) terhadap beberapa responden kunci (key person), baik di dalam wawancara terpisah maupun di dalam grup diskusi terarah (focus group discussion). Teknikwawancaradilakukandengancaramengajukanpertanyaanyangacuannya telah disiapkan yang disampaikan secara lisan kepada responden yang terpilih (Tabel 3.1). Teknik wawancara ini dipilih karena lebih sesuai dengan karakteristik responden (petani/karyawan/penguruskoperasi)yangtidakterlalumenyukaipekerjaantulis menulis, sehingga berbagai keterangan/informasi yang diperoleh lebih mendalam dan terperinci. Adapun wawancara dilakukan secara langsung (tatap muka) antara peneliti dengan responden yang dilakukan di tempat responden bekerja. 3.5.8.Proses Penggalian Informasi Padadasarnyasetiaplangkahdalampenggalianinformasidalamupayapeningkatan agroindustri manggis di Kabupaten Tasikmalaya adalah hal yang saling berkaitan dan salingmembangun.Untukmemperolehinformasikeadaanyangsesungguhnya, tahapanpertamadilakukandenganwawancaramendalamdenganmenciptakan pertemuanyanglebihbaikdanlebihproduktifdengankeputusanyangbermanfaat. Prosedur penggalian informasi tersebit dapat dideskripsikan sbb: 1. Pemberian kesempatan untuk mengutarakan gagasan secara individual. - Memberikan waktu untuk berfikir. - Menyediakan suasana untuk pemikiran yang kreatif.- Memperkenankan pemikiran yang fokus dan tidak terganggu.- Memberikan kesempatan sertiap partisipan untuk mencari ide-ide baru. -Menghindari kompetisi dan perbedaan status. -Menghindari tekanan langsung. -Menghindari evaluasi dan penghentian. -Menghidari polarisasi yang terlalu cepat dengan ide-ide yang diusulkan. LPM UNPADIII - 13 2.MemperdengarkanhasildiskusidalamsuatudaftarideRound-RobinListingof Ideas. - Membangun persamaan gagasan.- Mendorong setiap partisipan untuk memberikan gagasan yang lain. - Depersonalisasi gagasan, dinilai dari kelayakan bukan personalitas. - Mentolelir perbedaan gagasan untuk menghindari konflik yang semerta-merta. - Menekankan kembali konsentrasi dan pertimbangan dari setiap gagasan. - Menyediakankesimpulantertulisdarisemuagagasandansaran-saranyang didapat. 3.Diskusi dan klarifikasi dari setiap gagasan. -Setiap gagasan adalah sama pentingnya -Waktu dan pertimbangan yang sama diberikan pada setiap gagasan -Gagasan-gagasan dapat diklarifikasi dan dikembangkan. 4.Persiapan pengambilan keputusan berdasarkan prioritas -Terfokus pada masalah dan gagasan yang penting.-Membangun keaseimbangan ke dalam pemilihan dan perdebatan.- Memperkenankan sebuah trial run untuk menguji tujuan.-Menghindarikeputusan prematur atau perdebatan yang tidak penting. - Menghindaridominasiataukontroldarisatuataulebihpartisipanyangkuat atau vokal. 5.Pemberian suara berdasarkan prioritas -Membangun penilaian independen dari setiap partisipan -Mengambilkesimpulan dan menyelesaikan teknik NGT. - Memotivasiketerlibatandalamfase-fasedimasadepandalamperencanaan dan penyelesaian masalah.-Menyediakanbukti-buktitertulisdarigagasan-gagasanyangtimbulhinggapengambilan keputusan. LPM UNPADIII - 14 3.4. Tahap Penerapan Model Tahapanpenerapanmodelmeliputibeberapatahapananalisis,sepertidigambarkan pada gambar 3.5.berikut ini: Gambar 5. Tahapan Penerapan Model Penerapanmodelpengembanganagroindustrimanggisterdiriatasprogram pengembangankesadaran,penguatankelembagaan,pengembanganteknis,dan pengembangan manajerial. Tahapan-tahapan ini dilakukan secara berkesinambungan hinggapadaakhirnyadapatdievaluasipenerapannyauntukmendapatkanfeedbackbagi pengembangan kedepannya. 3.5. Tahapan Evaluasi Akhir dan Pelaporan Padatahapaniniseluruhrangkaianpendampinganpengembanganagroindustri manggisdiTasikmalayatelahselesaipelaksanaannya,dankemudianmodelyang dikembangkanakandievaluasidandilaporkanpadaDepartemenPertanianRepublik Indonesiassebagaimasukanbagitahapanpengembanganagroindustrimanggisdi masa yang akan datang di berbagai wilayah di Indonesia. Persiapan Penelitian AwalTujuan :Supply Chain FaktualBased LineInput MateriIsu KebijakanBrainstormingPermasalahanPilot ProjectKelembagaanPelaksanaPerencanaan danPenganggaranPengembanganKesadaranLokakaryaPengembanganAgroindustri ManggisPeserta :Stakeholders terkaitPembentukanPenguatanKelembagaanKelompokOrganisasi ProduksiPedesaanPengembanganTeknisPra Panen:GoodPracticesGood AgriculturalPracticesPasca Panen:Standarisasi ProdukSortasiPengemasanPengembanganManajerialManajemen BisnisPemasaran ProdukEvaluasi Akhirdan PelaporanPenilaian Akumulasi :Perubahan PerilakuImplikasi KebijakanPENERAPAN MODEL

LPM UNPADIV -1 BAB IV GAMBARAN UMUM PADA TAHAP AWAL STUDI 4.1. Penyusunan Tim Ahli dan Tim Pendukung SesuaidenganrujukandalamKerangkaAcuanKerja(TORTermofReferrence), untukpelaksanaanpekerjaaniniLPMUNPADmembentukTimpelaksanakegiatan yang terdiri dari beberapa Tenaga Ahli yang profesional di bidangnya masing-masing denganpengalamanpekerjaanstudidankajiandiberbagaibidang.Lembagajuga menempatkanseorangkoordinatortimdenganlatarbelakangakademisdanpraktisi khususnya dalam bidang Teknologi, sehingga diharapkan nantinya hasil dari studi ini bukan hanya sebagai kajian/ teori saja, tetapi juga dapat diterapkan.Tugasmasing-masingpersonaliayangterlibatdalamkegiataniniadalahsebagai berukut : 1. Koordinator Tim (Team Leader) KoordinatorTimmempunyaitugasuntukmengkoordinirseluruhkegiatandan mempunyaiwewenangpenuhuntukmengambilkeputusandantindakanyang dianggapperlubagikelancaranpekerjaan.DengandemikianKoordinatorTim mewakililembagadalamhalmelaksanakanpekerjaandanbertanggungjawab terhadap Lembaga atas hasil pekerjaan team pelaksana yang dikoordinir olehnya. 2. Ahli Teknologi Pertanian Tugas Ahli Teknologi Pertanian adalah : Mempersiapkandan menyusun materi observasi dan wawancara Penyusunan jadwal pelaksanaan penelitian Melaksanakan studi kepustakaan yang terkait dengan kegiatan penelitian Mengkompilasikan data primer dan sekunder Mendampingi Koordinator Tim untuk mempertanggung jawabkan validitas dari penelitian lapangan dalam diskusi & asistensi. Membantudalammelakukananalisisstrategi&kebijakanbidang pembangunan agroindustri manggis

LPM UNPADIV -2 3. Ahli Pertanian Tugas Ahli Pertanian adalah : Mempersiapkan materi observasi dan wawancara, khususnya dalam hal yang bersifat teknis dalam kaitannya dengan bidang pertanian. Melakukan Survey pengumpulan data teknis untuk menunjang analisa teknis Mengevaluasi secara teknis hal-hal yang terkait dengan kegiatan. Mendampingi Koordinator Tim untuk mempertanggung jawabkan hal-hal yang terkait dengan kegiatan dalam diskusi dan asistensi. 4. Ahli Perencanaan Wilayah Tugas Ahli Perencanaan Wilayah adalah : Mempersiapkan materi observasi dan wawancara, khususnya dalam hal yang bersifatteknisdalamkaitannyadenganbidangperencanaanwilayah khususnya pembangunan perkotaan. Melakukan Survey pengumpulan data teknis untuk menunjang analisa teknis Mengevaluasi secara teknis hal-hal yang terkait dengan kegiatan perencanaan pertanian kota. Mendampingi Koordinator Tim untuk mempertanggung jawabkan hal-hal yang terkait dengan kegiatan dalam diskusi dan asistensi. 5. Ahli Pangan dan Gizi Tugas Ahli Pangan dan Gizi adalah : Mempersiapkan materi observasi dan wawancara, khususnya dalam hal yang bersifat teknis dalam kaitannya dengan bidang gizi dan pangan. MelakukanSurveypengumpulandatateknisuntukmenunjanganalisateknis ketahanan pangan Mengevaluasi secara teknis hal-hal yang terkait dengan kegiatan perencanaan pertanian kota dalam kaitannya dengan aspek ketahanan pangan. Mendampingi Koordinator Tim untuk mempertanggung jawabkan hal-hal yang terkait dengan kegiatan dalam diskusi dan asistensi. 6. Ahli Manajemen Industri Tugas Ahli Manajemen Industri adalah : MembantuTimAhliyanglaindalammempersiapkanmateriobservasidan wawancara,sertaanalisisstrategidankebijakanberkaitandengan

LPM UNPADIV -3 perencanaanpembangunanpertaniankota,aspekketahananpangandan industri.Melakukan Survey pengumpulan data teknis untuk menunjang analisa teknis Mendampingi Koordinator Tim untuk mempertanggung jawabkan hal-hal yang terkait dengan kegiatan dalam diskusi dan asistensi. 7. Asisten Ahli Paraasistentenagaahli(subprofesionalstaf)bertugasmembantutugaspara tenaga ahli sesuai dengan bidangnya masing-masing. 8. Operator Komputer / Typist Tugaspersoniliniadalahmembantutimpenelitidalammengkompilasidata, menyiapkanbahankuesioner,datasekundersertamembantudalammenyusun laporan kegiatan. 4.2. Penyamaan Persepsi

Dalamrangkamenyamakanpersepsimengenaiapayangdimaksudkandengan kegiatanPengembanganagroindustrimanggis,khususnyauntukKabupaten Bandung telah dilakukan proses Brain Storming antar tenaga ahli dan personal, baik yangterlibatlangsungdalam kegiatanstudiinimaupunyangtidakterlibatlangsung, termasuk nara sumber dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Selain itu, juga dilakukandiskusidenganbeberapapersonaldaristakeholdersterkait,yang menyangkutdefinisi/batasan dan ruang lingkup kajian dan untuk tujuan apa kegiatan ini perlu dilaksanakan. Sebagai fokus inti dari hasil penyamaan persepsi ini adalah mengarahkan kajian pada 2 pokok objek telaahan, yaitu : Bagaimana menjadikan agroindustri manggis sebagai produkunggulan,yakniagroindustriyangdapatdijadikansebagaimotorpenggerak pertumbuhanekonomidaerahdenganmemanfaatkanpotensipengembangandan pasar yang besar dengan pengelolaan berstandar internasional yang memperhatikan aspekkualitas,kuantitasdankontinyuitas.Padatahapanselanjutnyadiharapakan program pengembangan agroindustri manggis ini dapat dijadikan proyek percontohan bagi pengembangan agroindustri manggis di daerah lain di Indonesia.

LPM UNPADIV -4 4.3. Identifikasi Objek Studi Objekstudiyangdipilihsecarapurposifadalahwilayahkecamatanyangadadi KabupatenTasikmalaya,yangdianggapdapatmemberikangambaranumum permasalahandilingkupagroindustrimanggisdankarakteristikbudidayadan pengolahan manggis Kabupaten Tasikmalaya saat ini. Pemilihanobyekstudiberdasarkanwilayahadministratif7kecamatandidasarkan ataspertimbanganbahwauntukmendapatkangambaranagroindustrimanggis KabupatenTasikmalayayangkomprehensifharuslahdapatdiwakilioelhsample klecamatan yang terpilih. GambaranlengkapsecarakeseluruhanpetageografisdarikawasanKabupaten Tasikmalaya selanjutnya disajikan pada lampiran. 4.4. Penyusunan Kuesioner Untuk Kegiatan Survey Lapangan Kuesioner sebagaisalahsatuinstrumenpenelitiandigunakanuntuk mengidentifikasi aspek-aspekyangperludiperhatikandalammembacacorakagroindustrimanggis. Proses indentifikasi aspek-aspek tersebut harus meliputi : inventarisasi aturan-aturan yangberkaitandenganagroindustri manggis,strukturagroindustrimanggis,perilaku perusahaan dan petani, serta kinerja yang ada. Prosesindentifikasiaspekyangmempengaruhidalamindustrikecilakandilakukan dengan memperhatikan proses tranformasi yang terjadi di dalam industri kecil itu. Ada 5(lima)aspekyangdilihatdandikembangkanlagimenjadielemen-elementertentu yang akan digunakan dalam instrumen penelitian, yaitu : 1.Aspek Bahan Baku 2.Aspek Transformasi 3.Aspek Produk 4.Aspek Pasar 5.Aspek Pemerintah/Lembaga Terkait

LPM UNPADIV -5 Prosesidentifikasiaspek-aspekyangtelahdisebutkandiatasdikembangkanlagi menjadivariabel-variabelyanglebihspesifikyangkemudianakandipergunakan sebagai acuan dalam pengumpulan data karakteristik agroindustri manggisDari variabel-variabel tersebut akan disusun pertanyaan-pertanyaan eksploratif untuk mendapatkaninformasimengenaivariabel-variabelitu.Pertanyaan-pertanyaanitu akan digunakan sebagai panduan dalam wawancara terhadap responden (Tabel 3.1). Dari hasil wawancara dan observasi, maka dapat diperoleh kondisi aktual Agroindustri manggis di Agroindustri manggis. 4.5.Penyusunan Tim Lapangan TimlapangandibentuklangsungolehtimdariLPMUNPADyangakantinggaldan mengawasipelaksanaansehari-harinyadilapangan.Paraanggotatimlapangan bertugas membantu memonitor dan memandu setiapkegutana yang dilakukan dalam periode pengembangan model di lapangan. 4.7.Studi Kepustakaan dan Pencarian Data-data Sekunder Untukmendukungpemecahanmasalahdantujuandaristudijugadilakukanstudi kepustakaan.Halinimerupakansalahsatubentukrujukankonseptualdanteoritis bagikeseluruhanprosesstudi,mulaidariperencanaan,pengumpulandata,dan analisis data, sehingga diharapkan hasil studi ini dapat dipertanggung jawabkan. Studipustakadanpencariandata-datasekunderdilakukanmelaluidata-datayang telahtersusundalambentukdokumen-dokumentertulis,yangrelevandengan kebutuhanpenelitianini,baikyangberasaldarimediacetak(jurnal/suratkabar) maupun media elektronik (internet). Diagnosisdilakukanuntukmendapatkangambaranataspermasalahanberdasarkan persepsi stakeholders yang terlibat dalam permasalahan yang ditinjau.

LPM UNPADIV -6 Tabel 4.1. Jenis Data, Metode Pengumpulan dan Sumber Data Jenis Data Metode perolehan Sumber Data Persepsi stakeholders terhadap permasalahan Wawancara Dokumen Petani, Pengusaha, Dinas Pertanian Din Perindag, Dinperindag Agro, Asosiasi Manggis Tindakan yang telah dilakukan instansi terkait dalam mengatasi permasalahan Wawancara Petani, Pengusaha, Dinas Pertanian Din Perindag, Dinperindag Agro, Asosiasi Manggis Kendala yang dihadapi insayansi terkait dalam mengatasi permasalahan Wawancara Dokumen Petani, Pengusaha, Dinas Pertanian Din Perindag, Dinperindag Agro, Asosiasi Manggis Program-program rencana instansi terkait untuk mengatasi permasalahan Wawancara Petani, Pengusaha, Dinas Pertanian Din Perindag, Dinperindag Agro, Asosiasi Manggis Kebijakan-kebijakan terkait dengan pengembangan manggisWawancara Dokumen Petani, Pengusaha, Dinas Pertanian Din Perindag, Dinperindag Agro, Asosiasi ManggisPraktek agroindustri manggis eksisting Wawancara Dokumen Petani, Pengusaha, Dinas Pertanian Din Perindag, Dinperindag Agro, Asosiasi Manggis Kendala yang dihadapi petani dan pengusaha Wawancara Dokumen Petani, Pengusaha, PengumpulAsosiasi Manggis Dampak sosial ekonomi akibat budidaya tanaman penghasilmanggis Wawancara Dokumen Petani, masyarakat lokal, Petani, Pengusaha, Dinas Pertanian Din Perindag, Dinperindag Agro, Asosiasi Manggis Potensi pemanfaatan budidaya manggis Wawancara Dokumen Petani, Dinas Pertanian, Asosiasi Manggis Pemanfaatan lahan bagi budidaya tanaman mangggis Wawancara Dokumen Masyarakat lokal, petani Perumusan usulan instrumen kegiatan Kuesioner, Dokumen Dinas Pertanian, Dinperindag Agro, Asosiasi Manggis Analisis legitimasi usulan instrumen kebijakan Kuesioner, Dokumen DinasPertanian,DinperindagAgro, Asosiasi Manggis Analisis aspek-aspek yang berpengaruh dalam implementasi Kuesioner, Dokumen DinasPertanian,DinperindagAgro, Asosiasi Manggis Dalampengumpulandatadariberbagaisumberdimaksudkanuntukmendapatkan sudutyangseobjektifmungkindalammemandangpermasalahanyangada. Diagnosisjugadidukungdengankajianatasregulasi-regulasiterkaityangberperan terhadaptimbulnyapermasalahan.Prosespengumpulanmelaluiwawancaradan diskusi dapat terlihatpada gambar-gambar visual berikut ini :

LPM UNPADIV -7 Gambar 4.1.Pertemuan dengan para anggota kelompok tani dan stakeholders lainnya

LPM UNPADIV -8 4.8. Kondisi Eksisting Agroindustri Manggis Pada saat ini sedang dilakukan kegiatan pengumpulan data dan observasi lapangan ke wilayah kecamatan dan dinas, instansi serta lembaga terkait dengan aspek aspek yang terkait dalam program pengembangan agroindustri manggis. Gambar4.2.Kondisi eksisting budidaya manggis di KabupatenTasikmalaya Pada gambar di atas terlihat kondisi eksisting budidaya manggis yang pada umunya adalah lahan yang tidak dikhususkan bagi perkebunan manggis. Budidaya manggis di Tasikmalaya merupakanlahanhutanataulahan milik masyarakatyangtidak secara

LPM UNPADIV -9 khususdipersiapkanbagipenanamanmanggis.Padaumunyamerupakanwarisan turun-menurundariorangtuaterdahulu.Prosesbudidayajugasempatterhambat karenabanyaklahanyang potensialpengembanganlahan manggis selamainitidak dipersiapkansecarakhushusuntukpenanamansesuaidengankesesuaianlahan yangdiinginkantanamanmanggis.BudidayamanggisdikabupatenTasikmalaya terutamadiKec.Puspahyangtersebardidelapandesa,jumlahnyakuranglebih 13.000pohonmanggis.Tanamanmanggisditanampadaarealperbukitandan bercampurdengantanamanlain,spertikayualbasia,bamboo,pisang,vanilidan kapulaga.Tanamanmanggiskondisinyasepertihutandandisekitartanaman ditumbuhi semak belukar dan rerumputan dan terlalu rapat antar tanaman, sehingga antar tanaman saling menutupi kanopinya. Darihasilanalisisdilokasijugadiketahuibahwaprosesbudidayamengalami kesulitandalammencaripohonindukyangbaikkhususnyadidaerahdiluar KecamatanPuspahiang,sehinggauntukprosespembibitanpadaumumnyadiperoleh dari Puspahiang yang memiliki karakteristik manggis yang paling ideal. TanamanmanggisdiKec.PuspahyangdanSukarajasudahberumurlebihdari70 tahunandanmerupakanwarisan,sedangkanperemajaantanamanbarudilakukan limatahunterakhirsetelahmendapatperhatiandariPemerintah.Teknikbudidayatanaman manggis masih sangat sederhana atau jarang dilakukan seperti pemupukan, pembersihan rumput disekitar tanaman dan lain-lain. Sejaktahun2003hinggasekarangtanamanmanggiskurangmenghasilkanbuah manggis,kalaupunmenghasilkansangatsedikit.Beberapamasalahyangdihadapi oleh petanimanggis diantaranya adalah : 1. Produksi yang masih sangat rendah, 2. Kualitas buah jelek terutama kulit buah yang tidak mulus (burik) dan getah kuning,3. Sepal yang mudah cepat kering dan,4.Permodalan yang terbatas.5.Sumber bibit yang terbatas. Produksi buah manggis lebih kurang 100 kg/pohon (umur 30 - 50 tahun), sedangkan umur20-30tahunlebihkurang3040kg/pohon.Pemanenanmanggisdilakukan

LPM UNPADIV -10 berulangkali.Teknikpemanenanlangsungdipetikolehpetani.Penjualantanaman manggis langsungke tengkulak(pedagang pengumpul) dan tidak dilakukan sortasi. Harga buah manggis ditingkat petani Rp. 2.000 3.000/kg. Adakasuslainpenjualanbuahmanggisdengansistemijon.Petanipinjamuangke tengkulaksebagaijaminanpohonmanggis.Ketikapohonmanggisberbuahhanya dinilaiRp.1juta/pohon.Kondisisepertiinidapatmencapai60%penjualansistem ijon. Sementaraitu,manggisyangberasaldarikecamatanPuspahiangmemilikikualitas paling baik diatara yang lain denganbentuk, warna dan penampakan buah manggis yangmemenuhikualitasekspor.Sekitar70%hasilbuahmanggisKecamatan Puspahiangmemenhistandarkualitasekspor.SementaradiKecamatan-kecamatan lainnya,manggispadaumumnyaberkualitasrendah.Halinimerupakankendala utamadalamusahatanimanggisdiTasikmalay,jikadalampersentasejumlah manggisyangberkualitasekspordiluarPuspahiangadalah20%-30%daritotal produksimanggis.Namunjikadilihatdarisegirasa,manggisdariluarPuspahiang memilikirasayangtidakkalahmanisnyadibandingdarimanggisyangberasaldari Puspahiang.Lebihlengkapnya,permasalahanyangdihadapidilapangandapatdijelaskanpada table di bawah ini;

LPM UNPADIV -11 Tabel 4.2. Permasalahan Eksinsting AspekElemenPermasalahan Khusus Industri Pendukung (Pemasok/Supplier) Ketergantungan terhadap petani pemasokTata niaga bahan baku yang tidak jelas Lokasi budidaya tercerai berai Transportasi/distribusi yang terhambat karena masalah keterbatasan infrastruktur dan informasi Permasalhan kepemilikan lahanPersediaan Ketersediaan bahan baku yang tidak memenuhi aspuk kualitas, kuantitas dan kontinyuitas Kapasitas serta infrastruktur penyimpanan/gudang yang tidak memadai Tidak adanya manajemen persediaan Jenis bahan bakuJenis bahan baku yang tidak memenuhi aspuk kualitas, kuantitas dan kontinyuitas Harga bahan baku yang berfluktuasi 1.BahanBakudan BudidayaKualitas bahan bakuStandar kualitas yang tidak dapat duipenuhi Kurangnya manajemen kualitas bahan baku Proses ProduksiCara proses produksi tradisional yang beragam Tidak adanya perencanaan produksiKapasitas produksi yang tidak berkelanjutan Tenaga kerjaRendahnya tingkat pendidikan Besarnya jumlah kebutuhan tenaga kerja yang belum terserap Rendahnyaupah tenaga kerja Teknologi proses dan produk Masih rendahnya penguasaan teknologi dan diseminasi teknologi pengolahan produk Pengolahan limbah peningkatan nilai tambah melalui proses pengolahan memerlukan investasi dan teknologi pengolahan yang lebih modern sehingga kemampuan transfer teknologi tidak berlangsung dengan baik Sumber Daya Manusia sistem penyuluhan yang kurang optimal Rendahnya kualitas SDM Hubungan antar petani dan petani manggis Rendahnya kemampuan pengelolaan usaha/administrasi/standar akuntansi Rendahnya kemampuan pengembangan pasar Rendahnya kemampuan produksi dan pengendalian mutu produk/bahan baku Rendahnya kemampuan teknologi informasi dan agresifitas pencarian informasi Tidak adanya pengembangan usaha yang terencana 2. Transformasi Keuangan dan Permodalan Kekurangann modal karena rendahnya akses terhadap sumber permodalan Minimnya akses terhadap informasi dansumber permodalan, menyebabkan masyarakat petani dan petani manggis tidak dapat mengembangkan usahanya secara layak ekonomi Administrasi keuangan pengelolaan usaha masih didominasi oleh usaha informal sehingga masih dijumpai kendaladalam hallegalitas usaha, belumterbitnyapengelolaan keuangan/pembukuan, dan pengelolaan usaha masih bersifat tradision AspekElemenPermasalahan Khusus Jenis ProdukVariasi bentuk produkbuah yang bisa dikembangkan dari manggis tidak dikembangkan, perlunya penelitain lebih lanjut apakah manggis dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk-produk lainnya seperti obat-obatan. Kualitas ProdukKualitas buah yang rendah ditingkat petani manggis Penerapan standar mutu produk yang belum optimal Daya saing produk dipasar internasional mulai dapat disaingi oleh negara lain Harga ProdukJatuhnya harga dan tidak stabilnya harga produkAdanya peran tengkulak yang merugikan yang berada disetiap lini pemasaran 3. Produk Jumlah ProdukJumlah produk yang berfluktuasi pada setiap pergantian musim PermintaanTingkat permintaan yang tinggi tidak diikuti dengan peningkatan jumlah produksi Kondisi permintaan tidak tetap Kendala pemasaran yang dikuasai tekgkulak dan beberapa eksportir yang cenderung melakukan praktek oligopoli PersainganTingkat persaingan antar broker manggis untuk mendapatkan petani penyuplai cukup tinggi Kekuatan tawar-menawar petani/petani manggis sangat rendah Ancaman pesaing dari negara lain sebagai pengahsil manggis Distribusi /Transportasi Sistem penjualan tradisional yang merugikan petani Akses petaniterhadap prasarana dan saranatransportasi yang minim menghambat pemasaran produk 4. Pasar Daya dukung alamKualitas manggis yang dihasilkan tergantung pada kondisi alamnya. Bantuan/Kerjasama dari pemerintah/industri/ lembaga Terkait Tidak adanya peralatan pengolahan pascapanen manggis yang sesuai standar Pembinaan yang tidak berkelanjutan Tidak jelasnya status bantuan, sehingga pada beberapa kasus, bantuan bagi kelompok tani atau koperasi beralih kepemilikannya menjadi kepemilikan pribadi atau swasta. Alat-lata hasil bantuan dari perguruan tinggi hanya manjadi objek penelitian saja yang tidak dilanjutkan dengan pembianaan yang berkelanjutan Pelatihan dan pembinaan/penyuluhan yang dilakukan pada daerah-daerah yang itu-itu saja Tidak adanya praturan/kebijakan yang khusus mengatur mengenai kegiatan agroindustri manggis. 5. Pemerintah/ Industri/ Lembaga TerkaitEfektivitas bantuan pemerintah/Industri/ Lembaga Terkait Dampak bantuan pemerintah/industri/lembaga terkait pada umumnya hanya mengangkat suatu agroindustri pada wilayah-wilatyah tertentu saja Belum terpadunya pengelolaan, banyak ketimpangan yang dilakukan pemerintah dalam upayanya melakukan pengembangan manggis Banyaknya koordinasi antara pemda tingkat propinsi dan kabupaten tidak sinkron dan tidak dikoordinasikan dengan baik Peranan dua dinas yang dipisahkan, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagagandan Dinas Perindustrian dan Perdagagan Agro merupakan salah satu permasalahan dimana kebijakan perdangan menjadi dualisme kebijakan yang tidak terkoordinasi dengan baik.

LPM UNPADIV -12

LPM UNPADV - 1 BAB V RENCANA KEGIATAN SELANJUTNYA 5.1. Tahapan Pendampingan Usahaawaluntukmelakukanpengembanganagroindustrimanggistelahdiinisiasi DinasPertanianKabupatenTasikmalayadanLPMUnpaddengan menyelenggarakanforumdiskusidenganstakeholdersmanggisyangdilaksanakan pada bulan AgustusTahappendampinganyangdilakukantimLPMUnpaddapatdijelaskansebagai berikut: Gambar 5.1Kerangka Kerja Pengembangan Agroindustri Manggis Tasikmalaya Pada tahap awal persiapan, telah dilakukan adalah melakukan brainstroming dengan seluruhstakeholdersyangadadengantujuanmendapatkangambaranyangada mengenaiagroindustrimanggisexistingdiKabupatenTasikmalaya.Berdasarkan karakteristiknyadipilihduasampelkegiatanpengembanganagroindustrimanggis yakni Kecamatan Puspahiang dan Kecamatan Sukaraja.

Persiapan Penelitian AwalTujuan :Supply Chain FaktualBased LineInput MateriIsu KebijakanBrainstormingPermasalahanPilot ProjectKelembagaanPelaksanaPerencanaan danPenganggaranPengembanganKesadaranLokakaryaPengembanganAgroindustri ManggisPeserta :Stakeholders terkaitPembentukanPenguatanKelembagaanKelompokOrganisasi ProduksiPedesaanPengembanganTeknisPra Panen:GoodPracticesGood AgriculturalPracticesPasca Panen:Standarisasi ProdukSortasiPengemasanPengembanganManajerialManajemen BisnisPemasaran ProdukEvaluasi Akhirdan PelaporanPenilaian Akumulasi :Perubahan PerilakuImplikasi KebijakanPENDAMPINGANPILOT PROJECTKONDISIFAKTUALKONDISIHARAPANKERANGKA KERJA PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MANGGISTASIK MALAYAPENERAPAN MODEL

LPM UNPADV - 2 Dalamusahamenjadikanmanggissebagaikomoditiunggulandaerahmengalami beberapahambatan,antaralain,dalamusahamenjadikanmanggissebagai komoditaspertanianutamasulitdilakukankarenamanggismemilikikemampuan panen satu tahun sekali bahkan pada saat ini (2006), penen raya terjadi setelah tiga tahunberturut-turuttidakterdapatpenenraya.Sehinggamanggismenjadisumber pendapatanyangtidakutamabagipetani,namundapatmenjadipendapatanyang cukupbesarketikapanentiba,sementaraketikatanamanmanggistidakberbuah petani harus mengandalkan pada komoditas lain.Untuk menjembatani waktu panen dengan waktu panen berikutnya sangat diperlukan kegiatan lain yang dapat menjamin kelangsungan hidup para petani terutama pada pemenuhan basic neeeds petani. Untukmengatasipermasalahaniniperludikembangkankomoditaslainyangdapat dijadikanandalanpetaniuntukmendapatkanpenghasilan(namuntetapperlu mengutamakanmanggissebagaikomoditasunggulan),sehinggaperlu dikembangkankomoditaslainyanglayakusahadanmendukungpadabudidaya manggis. Usahayangdapatdilakukanadalahmenanambenihpepayaataupisangdilahan kebunyangtelahdisiapkan.Haliniselaindapatmenjadijembatanpetaniuntuk mendapatkanpenghasilan,penanamanpepayadanpisangyangdapatberbuah sepanjangtahunjugadapatmemberikanlingkungantumbuhsesuaidengankondisi tanahyangbaikbagipertumbuhantanamanpepaya/pisangyangoptimalsebagai tanaman pelindung manggis. Polayangdapatdikembangkandalampengembanganagroindustrimanggisdapat digambarkanpadagambarberikut,dimanakomoditasyangdikembangkan mendukungpolabudidayamanggissebagaikomoditasutamayangdikembangkan. Sementara komoditas lainnya mendukung dan sekaligus dapat mejadi sumber nafkah yang dapat mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari petani.

LPM UNPADV - 3 Gambar 5.2. Komoditas- komoditas yang dapat dikembangkan untuk mendukung agroindusri manggis Dengan sistem diatas selain manggis menjadi komoditas utama, pepaya dan puisang dapatdijadikankomoditasikutanyangkemudianjugadapatdikembangkanmenjadi komoditas unggul yang berkembang bersama. Kegiatan yang akan dilakukan Indikatorkeberhasilanprograminiselaindapatbergerakmajudaribaselineyang telahditetapkanberdasarkankeadaanwilayahyangsebenarnya,indikator keberhasilan pengembangan agroindustri manggis menurut DEPTAN, 2006 adalah; 1.Tercapainyapenangananpanendanpascapanenolehkelompok tani/GAPOKTANuntukmenjembatanipetani/pengumpuldengan pedagang/eksportir. 2.TerbentuknyaunitusahamandiritingkatGAPOKTANuntukmenjembatani petani/pengumpul dengan pedagang/eksportir. 3.Tercapainyasistemregistrasi,barcodedanserifikasilainnyabagieksportirbuah manggis. MANGGISPISANGPEPAYAVANILITERNAKDOMBA/KELINCIPRODUKSIPRODUKIKUTANKOMODITASLAINTALASPALAWIJAKAPOL

LPM UNPADV - 4 4.Tercapainyasistempemasaranyangberkeadilanantarapetani/pengumpuldan pedagang eksportir. 5.Mengingkatnya volume dan nilai ekspor manggis Indonesia. 6.Meningkatnya penerimaan petani manggis SedangkankegiatanTIMLPMUNPADdanindicatorkeberhasilannyadapat dijelaskan sebagai berikut : Tabel 5.1. Kegiatan dan Indikator Keberhasilan No.KegiatanIndikator Keberhasilan 1. Kelembagaan -PembentukanGapoktandiKec. PuspahyangdalambentukPTatauC.V. (legal formal) TerbentukGapoktandalambentukPTatau C.V. (legal formal) -PembentukanGapoktandiKec.Sukaraja dalam bentuk Koperasi (legal formal). Terbentuk koperasi anggota kelompok tani. Mengaktifkan pertemuan rutin kelompok tani dan Gapoktan Kegiatanrutinkelompoktaniuntuk memecahkan permasalahan bidang komoditi manggis. -Mengisimateripertemuanrutinkelompok tani. Mengurangipermasalahandanmencari solusi pada bidang komoditas manggis. 2. Teknik Budidaya Manggis -Pembibitan(pemilihanpohoninduk, penyemaian, dll) Ketersediaankualitasdankuantitasbibit yang baik di tingkat anggota kelompok tani. -Pemupukan (dosis dan cara pemupukan).Perkembangandanproduksibuahmanggis yang baik. -Pembersihanpertanamanmanggisdari rerumputan dan semak belukarKondisitanamanmanggisyangbersihdan sehat -Pemberantasan hama & PenyakitPertanamanmanggismenjadisehatdan berproduksi tinggi.3. Pascapanen - Sortasi dan pengepakan buah manggis.Menghasilkanbuahmanggismempunyai nilai jual yang baik. 4. Sosial Ekonomi-Memperbaikidanmeningkatkanmotivasi usaha tani manggis. Motivasiusahatanimanggismenjadi meningkat,sehinggaproduksimanggis meningkat. -memperbaikibudidayatanaman pendukung (selain manggis). Produksitanamanlainmeningkat,sehingga pendapatan petani meningkat. - Menyediakan sumber permodalan (simpan-pinjam)usahatanimanggisdariBank atau sumber lain. Permodalankuatdanmengurangipenjualan sistem ijon. -Memperbaikitataniagadansistem informasimanggis,daripetani, pengumpul/pedagang dan eksportir. Mendapatkan nilai harga yang baik di tingkat petani,dan pengumpul/ pedagang - Pengembangan komoditas sekunser selain manggis/Diversifikasiproduksi, ketersediaankomoditaslainuntuk menunjang produksi manggis Adanyakomoditaspendukungyangdapat membantupengembanganbudidaya manggis dan juga memiliki nilai jual.

LPM UNPADV - 5 Berdasarkan baseline di atas dapat diupayakan usaha-usaha peningkatan dengan input-input sbb: 1.Keberadaankelompoktanibelumbegitukuat,sehinggamasing-masing kelompoktaniberjalanmasing-masing.Dilapanganbanyakkelompoktani ditemukan, namun tidak bersatu dalam bentuk gabungan kelompok tani. Untuk itukegiatanpendampinganiniakanmemfasilitasiterbentuknyagabungan kelompoktanidenganaspeklegalitasyangkuat.Sehinggadiharapkan dengan adanya GAPOKTAN yang berbadan hukum dapat memudahkan para petaniuntukmenguatkanposisitawarnyaterhadapparapengumpul, tengkulakdanpengusahabesaryangmasuk.GAPOKTANdiharapkandapat mempermudahpetaniuntukmemperolehaksesperbankandalam memperoleh pinjaman modal untuk pengembangan usaha. 2.Kemampuan petani untuk dapat menghasilkan komoditas yang berdaya saing tinggiperludikembangkandenganmemberikanbimbinganteknismengenai teknologitepatgunayangdapatdigunakansertatatacarabudidayadan penanganan pasca panennya. 3.Keberlanjutan manggis tidak stabil, hal ini disebabkan karena musim dan pola budidayayangtidakdilakukansesuaistandarproseduroperasionalbudiaya manggis. Dalam hal ini selain bimbingan teknis juga diperlukan penelitian lebih lanjutmengenairekayasabudidayadenganmembuatmanggisdapat menghasilkan buah yang banyak dengan frekwensi yang teratur yakni setahun sekali.4.Diversifikasi produksi, ketersediaan komoditas lainuntuk menunjang produksi manggis dilakukankarenatidakmungkinpetanimenggantungkanpadasatu komoditasyanghanyaberbuahsatutahunsekali,kecualimengembangkan komoditassekunderyangmampumemberikanpenghasilanyang berkelanjutan. 5.Ketersediaan bibit unggul dan sertifikasi benih harus terjamin keberlajutannya, halinidilakukandenganpengadaanbimbinganteknismengenaipola pembibitandanbudidayayangbaikdanbenar,denganmengadakan persemaianpercobaanditingkatkelompoktani.Bibityangselamaini digunakanberasaldaripohonindukyangberadadiPuspahiang.Dengan bimbingan teknis ini diharapkan kecamatan lain di luar kecamatan Puspahiang dapat melakukan pembibitan mandiri.

LPM UNPADV - 6 6.Upaya penambahan nilai tambah dan manfaat manggis dengan ekstensifikasi sertapenggunaanTTGpacapanen(sistemregistrasi,barcode,packingdan serifikasilainnya).Perlunyabimbinganteknisdarimulaipemetikanbuah hinggaproseslabelingdanpengepakansehinggamanggistidakbanyak mengalami kerusakan dan dapat memiliki harga jual yang tinggi. 7.Tataadministrasidansisteminformasiperludiperkenalkanpadakelompok tanidanGAPOKTANyangadaagarpengembanganusahadapatdilakukan dengantertibadministrasisertaditunjangsisteminformasiyangbaik, sehingga memudahkan proses pengawasan dan pengembangan usaha. 8.Perlunyapemerintahmendukungmanggissebagaikomoditaspertanian unggulannyadenganpromosiyanggencar.Dalamhalpromosi,Pemda KabupatenTasikmalayadapatmencontohPemdaKotaBatudanKabupaten Malang, Jawa Timur yang mengembangkan komoditi apel sebagai komoditas unggulan.HalinipundapatdilakukanPemdaKabupatenTasikmalaya, sehinggamenjadikanmanggis,terutamamanggisPuspahiangsebagai trademark daerah Tasikmalaya. 9.Dalampengembangannyamemerlukandanayangbesar,untukituPemda Kabupatendapatmemfasilitasiparacaloninvestoryangingin mengembangkan manggis dengan memberikan insentif atau pengenaan pajak istimewa,halinidapatdilakukankarenamenyangkutpemberdayaanmasyarakat petani yang besar jumlahnya Sehingga diharapkan para pemodal besar memiliki andil dalam pemberdayaan ekonomi petani manggis. 10. AdanyaupayapelabelanmanggisdiPuspahiangsebagaibuahasalTaiwan atauThailandmerupakantindakanyangmerugikanpotensipengembangan buahmanggisdiIndonesia.Meningatmanggismerupakanbuahasli Indonesia,dirasakanperlumematenkanbuahmanggisinisebagaibuahasli Indonesia,sehinggatidakdiperalatNegaralainyangkemudiandieksporke NegaratujuanbukanatasnamaIndonesia,tapiatasnamaNegaralain meskipun budidaya dan pelabelan dilakukan di Indonesia.

LPM UNPADV - 7 Tabel 5.2. Jadwal Kegiatan Perencanaan Pertanian Kota AGUSTUSSEPTEMBEROKTOBERNOVEMBER KEGIATAN 1234123412341234 PERSIAPAN a. Brainstorming ; penyamaan persepsi mengenai masalah pengembangan agroindustri manggis b.Rapat Koordinasi internal c. Penyusunan kuesioner PENELITIAN AWAL a.Koordinasi instansi terkait b. Survei lokasi c. Pengumpulan data sekunder d. Identifikasi permasalahan pada sistem produksi, penanganan pasca panen danpemasaran manggis PENGEMBANGAN KESADARAN

Peningkatan hubungan petani dengan pelaku agroindustri manggis

Pendampingan kemitraan PEMBENTUKAN PENGUATAN KELEMBAGAAN a. Pembentukan GAPOKTAN yang memiliki aspek legal / berbadan hukum

Kec. Puspahiang : PT atau CV

Kec. Sukaraja: Pembentukan koperasi b. Peningkatan efektivitas dan produktivitas pertemuan rutin dan kegiatan PENGEMBANGAN ASPEK TEKNIS

LPM UNPADV - 8 a. Teknik budidaya

Teknik pembibitan

Teknik pemupukan

Teknik pemeliharaan

Teknik pemanenan b. Aspek pasca panen

Sortasi dan grading

Pengkondisian / perlakuan pasca panen

Pengemasan / pengepakan c. Pengembangan komoditas penunjang

Budidaya dan pengolahan hasil komoditaspenunjang PENGEMBANGAN MANAJERIAL a.Peningkatan motivasi usaha tani manggis b.Perbaikan tata niaga manggis c.Fasilitasi akses kepada sumber permodalan d. Peningkatan kemampuan administrasi dan sistem informasi e.Pemasaran dan promosi komoditas manggis Evaluasi Akhir Analisis dan pengolahandata Penulisan laporan sementara Seminar laporan akhir Laporan akhir dan penggandaan laporan AGUSTUSSEPTEMBEROKTOBERNOVEMBER KEGIATAN 1234123412341234 36 Daftar Pustaka Arifin,Bustanul.(2004).AnalisisEkonomiPertanianIndonesia,Jakarta.PenerbitBuku Kompas. Art Wilson ,Allen Tyrchniewicz.(1995). Agriculture and Sustainable Development: Policy AnalysisontheGreatPlains.Canada.InternationalInstituteforSustainable Development (IISD). Bank Indonesia.(2004). Sistem Informasi Pola Pembiayaan/Lending Modal Usaha Kecil. www.bi.go.id. Jakarta. Bank Indonesia. Belly,Pedro.(1997).TheComparativeAdvantageofGovernment:AReview,Policy Reseacrh .Working Paper No. 1834. Washington, D.C. : World Bank. Bhattacharya,AmarendraandJohannesF.Linn.(1988).TradeandIndustrial Policies in Developing Countries of East Asia, Washington D.C. : World BankDepartemenPertanian.(2003).RencanaPembangunanPertanianTahun2004,Jakarta Departemen Pertanian. DepartemenPertanian.(2002).GrandStrategiPengembanganAgroindustri(Industri PengolahanHasilPertanian),DitjenBinaPengolahandanPemasaranHasil Pertanian, Departemen Pertanian. DepartemenPerindustriandanPerdagangan.(2001).StudyonRestructuringTheAgro-Based Industry. Jakarta. Medicor Group DepartemenPerindustriandanPerdagangan.(2001).AgribusinessInvestment Opportunity in Indonesia. Jakarta. Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (2004). Pedoman UmumPelaksanaanProgram/ProyekPengembanganPengolahandan PemasaranHasil Pertanian, Jakarta.Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kotler, P. et al (1997). The Marketing of Natoins. New York. The Free Press Lall,Sanjaya(1995).TheCreationofComparativeAdvantage:TheRoleofIndustrial Policy.DalamTrade,Technlogy,andInternationalCompetitiveness.(Irfanul Haque, editor). Washington D.C. : World Bank Pal,Leslie.(1997).BeyondPolicyAnalysis:PublicIssueManagementinTurbulent Times. Scarborough, Ontario (Canada): ITP Nelson. Porter, M.E.(1990).The Competitive Advantages of Nations. New York : The Free Press 37 Regmi,PunyaandWeber,Karl.(2000).InternationalJournalofSocialEconomics Problemstoagriculturalsustainabiltyindevelopingcountriesandapotential solution:diversity.AsianInstituteofTechnology.Bangkok..MCBUniversity Press. Starling,Grover.(1988).StrategiesforPolicyMaking.Chicago,Illinois:Thedorsey Press Mubyarto.(2004).PembangunanPertaniandanPenanggulanganKemiskinan,UGM, Yogjakarta. UGM. Weimer, David L. and Aidan R. Vining. (1991). Policy Analysis: Concepts and Practice. Second Edition. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc.