Alkohol Primer, Sekunder dan Tersier, Contoh, Rumus Primer, Sekunder dan Tersier, Contoh, Rumus Struktur, Senyawa Kimia ... Apakah terjadi endapan? Anda sekarang sudah mengetahui Alkohol Primer Sekunder dan Tersier. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber

  • Published on
    05-Feb-2018

  • View
    743

  • Download
    412

Embed Size (px)

Transcript

<p>Alkohol Primer, Sekunder dan Tersier, Contoh, Rumus Struktur, Senyawa Kimia</p> <p>Jurnal, Artikel Ilmiah, Referensi, Sains, Teknologi, Materi Pelajaran, Cerita Rakyat, Dongeng.</p> <p>HomeEkonomiBudayaGeografiKimiaSejarahFisika</p> <p>Home Karbon Alkohol Primer, Sekunder dan Tersier, Contoh, Rumus Struktur, Senyawa Kimia</p> <p> Monday, September 16, 2013</p> <p>Alkohol Primer, Sekunder dan Tersier, Contoh, Rumus Struktur, Senyawa Kimia</p> <p>Diposkan oleh</p> <p>Puri Maulana</p> <p>di4:22 PM</p> <p>Alkohol Primer, Sekunder dan Tersier, Contoh, Rumus Struktur, Senyawa Kimia - Klasifikasi alkohol didasarkan pada jenis atom C yang mengikat gugus OH. Oleh karena itu alkohol dibedakan menjadi tiga, yaitu alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier. Mengapa tidak terdapat alkohol kuartener? (Baca juga : Tata Nama Alkohol)</p> <p>Gambar 1.Ikatan Hidrogen pada Alkohol.</p> <p>Keterangan : - - - ikatan hidrogen.</p> <p>Mari kita pelajari lebih lanjut, untuk menjawab pertanyaan tersebut.</p> <p>1) Alkohol primer adalah alkohol dengan gugus OH terikat pada atom C primer.</p> <p>Contoh :</p> <p>CH3CH2CH2CH2OH </p> <p>butanol </p> <p>CH3CH2CH2OH </p> <p>propanol </p> <p>2) Alkohol sekunder adalah alkohol dengan gugus OH terikat pada atom C sekunder.</p> <p>Contoh :</p> <p>Gugus OH selalu diikat oleh CH. Oleh karena itu, secara umum rumus struktur dari alkohol sekunder adalah seperti berikut.</p> <p>3) Alkohol tersier adalah alkohol dengan gugus OH terikat pada atom C tersier.</p> <p>Contoh :</p> <p>Gugus OH selalu diikat oleh C. Oleh karena itu secara umum rumus struktur dari alkohol tersier adalah seperti berikut.</p> <p>Untuk mengidentifikasi alkohol primer, sekunder, dan tersier lakukan kegiatan berikut.</p> <p>Praktikum Identifikasi Alkohol</p> <p>A. Tujuan</p> <p>Mengidentifikasi alkohol primer, sekunder, dan tersier dengan pereaksi lucas.</p> <p>B. Alat dan Bahan</p> <p>- gelas kimia</p> <p>- gelas ukur</p> <p>- pipet tetes</p> <p>- stopwatch</p> <p>- pemanas spiritus</p> <p>- kaki tiga</p> <p>- rak tabung reaksi</p> <p>- tabung reaksi</p> <p>- 2-metil, 2-propanol</p> <p>- n-propanol</p> <p>- 2-propanol</p> <p>- pereaksi lucas (dibuat dengan melarutkan ZnCl2 anhidrat dalam HCl pekat)</p> <p>- kawat kasa</p> <p>C. Cara Kerja</p> <p>1. Siapkan tabung reaksi yang masing-masing diisi dengan:</p> <p>Tabung A : 2 mL n-propanol</p> <p>Tabung B : 2 mL 2-propanol</p> <p>Tabung C : 2 mL 2-metil, 2-propanol</p> <p>2. Catat warna larutan sebelum ditambah pereaksi lucas.</p> <p>3. Tambahkan 1 mL pereaksi lucas pada masing-masing tabung reaksi tersebut.</p> <p>4. Amati perubahan yang terjadi pada ketiga tabung reaksi tersebut dan catat waktu perubahannya.</p> <p>5. Panaskan ketiga tabung tersebut dalam penangas air. Amati perubahan yang terjadi dan catat waktu perubahannya.</p> <p>D. Hasil Percobaan</p> <p>Warna :</p> <p>n-propanol = ....</p> <p>2-propanol = ....</p> <p>2-metil, 2-propanol = ....</p> <p>Tabung</p> <p>Pengamatan</p> <p>Waktu</p> <p>A. </p> <p>n-propanol + pereaksi lucas dipanaskan </p> <p>B. </p> <p>2-propanol + pereaksi lucas dipanaskan </p> <p>C.</p> <p>2-metil, 2-propanol + pereaksi lucas dipanaskan </p> <p>E. Analisa Percobaan</p> <p>Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan di atas!Tuliskan perubahan yang terjadi saat 2-metil, 2-propanol dipanaskan dengan pereaksi lucas! Apakah terjadi endapan?</p> <p>Anda sekarang sudah mengetahui Alkohol Primer Sekunder dan Tersier. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.</p> <p>Referensi :</p> <p>Sukmanawati, W. 2009. Kimia 3 : Untuk SMA/ MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 266.</p> <p> Share on Facebook</p> <p>Share on Twitter</p> <p>Share on Google+</p> <p>SUBMIT</p> <p>Tags : Karbon</p> <p>Related : Alkohol Primer, Sekunder dan Tersier, Contoh, Rumus Struktur, Senyawa Kimia</p> <p>0komentar: </p> <p>Post a Comment</p> <p>Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus. Aturan Berkomentar : 1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel. Terima kasih.</p> <p>Subscribe to:Post Comments (Atom)</p> <p>GO</p> <p>Rekomendasi</p> <p>Pengertian Nilai Stasioner Fungsi, Contoh Soal, Rumus, Cara Menentukan dan Menghitung, Pembahasan, Matematika</p> <p>Pemberontakan DI/TII di Indonesia, Latar Belakang, Penyebab, Tujuan</p> <p>Penyajian Data Statistik dalam Bentuk Tabel, Diagram Batang, Garis, Lingkaran, Tabel Distribusi Frekuensi, Relatif dan Kumulatif, Histogram, Poligon Frekuensi, dan Ogive, Contoh Soal, Jawaban, Matematika</p> <p>Jenis-jenis Polimer dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari, Kimia</p> <p>Contoh Macam-macam, Jenis-jenis Koloid, Aerosol, Sol, Emulsi, Buih, Gel, Kimia</p> <p>Kategori</p> <p>Agama dan Kepercayaan</p> <p>Agama Islam</p> <p>Alpukat</p> <p>Anabolisme</p> <p>Animalia</p> <p>Antropologi</p> <p>Apel</p> <p>Artikel dan Makalah</p> <p>Asam dan Basa</p> <p>Atom</p> <p>Bahasa Indonesia</p> <p>Batuan dan Tanah</p> <p>Benzena</p> <p>Biofuel</p> <p>Biogas</p> <p>Biologi</p> <p>Bioteknologi</p> <p>Budaya</p> <p>Bumi dan Tata Surya</p> <p>Contoh Soal</p> <p>Cuaca dan Iklim</p> <p>Daun Mint</p> <p>Desa dan Kota</p> <p>Ekonomi</p> <p>Ekosistem</p> <p>Enzim</p> <p>Fermentasi</p> <p>Fisika</p> <p>Fotosintesis</p> <p>Fungi</p> <p>Genetika</p> <p>Geografi</p> <p>Hidrokarbon</p> <p>Hidrosfer</p> <p>Hormon Tumbuhan</p> <p>Hukum Dasar Kimia</p> <p>Hukum Mendel</p> <p>Ilmu Hukum</p> <p>Ilmu Nutrisi</p> <p>Inspirasi Muda</p> <p>IPTEK</p> <p>Jahe</p> <p>Jaringan Hewan</p> <p>Jaringan Tumbuhan</p> <p>Jurnal</p> <p>Karbon</p> <p>Katabolisme</p> <p>Keanekaragaman Hayati</p> <p>Kemangi</p> <p>Kesenian</p> <p>Kimia</p> <p>Larutan</p> <p>Lingkungan</p> <p>Lomba</p> <p>Makanan Sehat</p> <p>Makromolekul</p> <p>Matematika</p> <p>Metabolisme</p> <p>Mikroalga</p> <p>Mikroorganisme</p> <p>Minyak Bumi</p> <p>Molekul</p> <p>Mutasi</p> <p>News</p> <p>Obat-obatan</p> <p>Organ Tumbuhan</p> <p>Panduan dan Pedoman</p> <p>Pengangkutan Tumbuhan</p> <p>Penginderaan Jauh</p> <p>Penjaskes</p> <p>Perhitungan Kimia</p> <p>Pertumbuhan Tanaman</p> <p>Pertumbuhan Tumbuhan</p> <p>Peta</p> <p>Planologi</p> <p>Plantae</p> <p>Prokariotik</p> <p>Protista</p> <p>Pupuk</p> <p>Radioaktif</p> <p>Reaksi Kimia</p> <p>Reduksi dan Oksidasi</p> <p>Respirasi</p> <p>Sejarah</p> <p>Sel</p> <p>Sel Bahan Bakar</p> <p>SIG</p> <p>Sirih</p> <p>Sirsak</p> <p>Sistem Ekskresi</p> <p>Sistem Gerak</p> <p>Sistem Imun (Kekebalan Tubuh)</p> <p>Sistem Indera</p> <p>Sistem Organ</p> <p>Sistem Pencernaan Makanan</p> <p>Sistem Peredaran Darah</p> <p>Sistem Periodik Unsur</p> <p>Sistem Pernapasan</p> <p>Sistem Regulasi / Koordinasi</p> <p>Sistem Reproduksi</p> <p>Sosiologi</p> <p>Sumber Daya Manusia</p> <p>Teh</p> <p>Teh Hijau</p> <p>Tomat</p> <p>Totipotensi Tumbuhan</p> <p>Transpor Zat</p> <p>Virus</p> <p>Tentang Kami / Sitemap / Contact / PrivacyPowered By Blogger</p>