Alat Transportasi Modern dan Tradisional Delman dan Pedati adalah alat transportasi darat (tradisional)yang ada di Jawa Barat. Dua alat transportasi inilah yang duludigunakan oleh Warga Jawa Barat sebelum kini terisisihkan olehkendaraan modern seperti mobil dan sepeda motor.Nah, lantas seperti apa dan seperti apa sih sebenarnya duakendaraan tradisional ini dan juga asal usulnya, berikut adalahhasil penelusuran KarIn di Museum Sri Baduga Jawa Barat yangberada di Jl. BKR. No.195 Bandung ini. Delman Kereta pengangkut yang ditarik kuda atau disebut juga Kretek.Awalnya hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. Kini masihmenjadi alat transportasi masyarakat di kawasan Priangan. Asalmuasal: Ciparay, Kab. Bandung. Pedati Alat transportasi darat ini menggunakan sapi atau kerbau sebagaitenaga penariknya. Pada umumnya digunakan untuk mengakut beban berat, seperti bahan bangunan, hasil bumi dan sebagainya.Kereta barang ini dijalankan pada malam hari, agar tidakmenggangu kelancaran lalu lintas. Asal muasal : KabupatenIndramayu.Di Karawang sendiri kedua alat transportasi ini masih bisadijumpai, walaupun sudah sangat langka. Bahkan, fungsinyacenderung sudah berubah. Delman misalnya, atau yang lebihpopuler dengan nama Sado, di Karawang cenderung menjadisarana (alat) rekreasi. Orang-orang naik sado bukan untuk tujuanmencapai tempat tertentu (alat transportasi), namun cenderunghanya sebagai sarana rekreasi (alat hiburan), baik untuk jalan- jalan maupun coba-coba karena penasaran. Seperti salah satunyayang masih ditemui terutama di Kecamatan Cilamaya Kulon.Sedangkan Pedati, umumnya beralih fungsi untuk menarikataupun mengangkut barang-barang termasuk barang dagangan.Seperti yang bisa dikita temui di pelosok-pelosok kampung,dimana pedati digunakan untuk membawa barang seperti bambu,kayu untuk dijual berkeliling dari kampung ke kampung Asal-Usul & Sejarah Becak Becak (dari bahasa Hokkien: be chia "kereta kuda") adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan: * Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa. * Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra. Untuk becak Sejarah Bajaj dan Bemo di Indonesia Bajaj (biasa dibaca "ba-jai") merupakan kendaraan beroda tiga yang banyak digunakan di Jakarta. Bajaj diketahui berasal dari India. Nama bajaj sendiri sebenarnya merupakan merek salah satu perusahaan otomotif di India, Bajaj Auto. Bajaj menjadi lebih dikenal lagi setelah adanya Bajaj Bajuri, diserial komedi yang bercerita tentang seorang supir bajaj. Belakangan, karena diketahui sebagai sumber polusi, bajaj di Jakarta akan segera diganti dengan kendaraan mini lainnya, contohnya seperti Kancil. Bajaj beroda tiga, satu di depan dan dua di belakang. Untuk di Jakarta, warna bajaj adalah seragam, yaitu oranye. Di pintu depan bajaj, biasanya tertulis daerah operasi bajaj, yang biasanya terbatas pada satu kotamadya saja. Kapasitas penumpang bajaj adalah dua, atau ditambah satu anak kecil, yang semuanya akan duduk di belakang supir bajaj. Suara bajaj sangatlah memekakkan telinga. Namun, karena fisiknya yang relatif kecil, bajaj dapat diandalkan untuk menerobos kemacetan ibu kota. Nah, Sekarang si Bajaj udah di kembangin jadi Bajaj BBG.Memang belum semua bajaj berubah jadi yang BBG tetapi bajaj BBG memiliki Suara yang tidak berisik, jalannya halus, dan Lebih cepat(dengan kecepatan kira kira + 185 cc) dan di lengkapi fasilitas Speedometer, Led Netral, RPM Meter, Lampu Cen (kalau Bajaj dulu tidak ada lampu Cen-nya), pintu mirip dengan mobil. Harganya pun sama dengan bajaj biasa. selain bajaj ada juga yang beroda tiga(dan sejarah): 1.Bemo Bemo merupakan kendaraan bermotor roda tiga yang biasanya digunakan sebagai angkutan umum. Bemo mulai dipergunakan di Indonesia pada awal tahun 1962 di Jakarta untuk menyemarakkan iven olahraga Ganefo. Setelah laku keras di Jakarta, bemo mulai merambah ke daerah-daerah lain di Indonesia. Kehadiran bemo dimaksudkan untuk menggantikan becak karena kendaraan ini sangat praktis dan mampu menjangkau jalan-jalan yang sempit, dan dapat melaju jauh lebih cepat daripada becak. Rover Motorcycle (1902-1924) Rover adalah perusahaan di Inggris yang memproduksi sepeda dan sepeda motor sebelum mereka mulai memproduksi mobil. Perusahaan ini didirikan oleh John Kemp Starley pada tahun 1884 di Coventry untuk membuat sepeda. Perusahaan ini mengembangkan dan memproduksi sepeda motor Rover Imperial pada bulan November 1902 dan hingga tahun 1924 Rover telah berhasil memproduksi lebih dari 10.000 sepeda motor. Pada bulan Juni 1896, John Starley membentuk Rover Cycle Co. Ltd. di New Meteor Works di Coventry. Starley sukses menjadi produsen „safety bicycle‟ dan menggunakan uang hasil kerja kerasnya untuk mengimpor beberapa sepeda motor Peugeot awal dari Perancis pada tahun 1899 sebagai bahan percobaan untuk dikembangkan. Proyek pertamanya adalah memasangkan mesin Peugeot tersebut ke salah satu sepeda Rover-nya. John Starley meninggal awal Oktober 1901 berusia 46 tahun dan bisnis tersebut diambil alih oleh pengusaha Harry Lawson. Perusahaan berhasil mengembangkan dan mengeluarkan sepeda motor yang diberi nama Rover Imperial pada bulan November 1902. Motor ini berkekuatan mesin 3,5HP menggunakan frame berlian, dengan mesin di tengah dan garpu depan springer yang waktu merupakan teknologi terdepan. Merupakan motor Rover pertama dengan fitur-fitur inovatif seperti karburator semprot, mesin-braket bawah dan katup yang dioperasikan secara mekanis. Dengan bingkai yang kuat yang depannya berupa tabung ganda dan kualitas hasil akhir yang baik, lebih dari 1000 sepeda motor Rover terjual pada tahun 1904. Tahun berikutnya, bagaimanapun, Rover menghentikan produksi sepeda motor untuk berkonsentrasi pada „safety bicycle‟. Namun, pada tahun 1910 desainer John Greenwood ditugaskan untuk mengembangkan mesin 3,5HP 500cc baru dengan tappets spring-loaded, sebuah dinamo Bosch dan rantai drive gigi terbalik gigi yang inovatif. Ia memakai karburator Brown & Barlow dan garpu spring Druid yang terkenal. Model baru ini diluncurkan di pameran Olympia 1910 dan lebih dari 500 yang dijual. Pada tahun 1913 model „TT‟ diluncurkan dengan jarak roda yang lebih pendek dan setang model sport. Kerjasama team antara Dudley Noble dan Chris Newsome berhasil mendapatkan kemenangan dan meraih penghargaan tim bekerja. Produksi setelah PD1 Rover mensupply sepeda motor 499cc silinder tunggal kepada Tentara Rusia (Russian Army) selama PD1. Ketika perang berakhir perusahaan mulai fokus pada produksi mobil tapi Rover masih memproduksi sepeda motor dengan mesin Rover OHV 248cc dan 348cc serta dengan mesin J.A.P. (termasuk mesin V-Twin 676cc). Pada tahun 1924, Rover memimpin jalan dengan konstruksi unit mesin dan gearbox pada sebuah sepeda motor ringan 250cc yang baru. Seri ini memiliki lampu depan dan belakang sebagus desain baru-nya pada rem internal yang diperluas. Penjualan Rover selanjutnya yang buruk membuat produksi sepeda dan sepeda motor terpaksa berhenti. Jawa Motor (1929-sekarang) Jawa (baca : Yava) adalah merk sepeda motor dari Republik Ceko (Czech republic), yang dulu bernama Cekoslovakia (Czechoslovakia). Nama “Jawa” ditemukan setelah sang pembuat motor, Frantisek Janecek yang lahir pada 23 Januari 1878, membeli divisi motor dari Wanderer pada tahun 1929 (untuk sepeda motor baru mereka yang bermesin 500 cc ), dengan menggabungkan suku kata pertama Janeček dan Wanderer. Perusahaan ini masih aktif hingga sekarang. Motor Pertama Motor pertama diperkenalkan pada tanggal 23 Oktober 1929 berupa sebuah motor bermesin 500 cc 4-tak dengan daya 12 kW (18 hp) dan konsumsi bahan bakar 6 liter per 100 km. Walaupun dijual dengan harga tinggi, motor ini berhasil melalui tahun pertamanya yang kemudian mengalami beberapa perbaikan kontruksional. Moped Jawa membuat variasi moped 2-tak (two-stroke mopeds) dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang menyertakan sistem pengapian elektronik (electronic ignition) pada moped mereka. Sayangnya, unit “Tranizmo” ini termasuk kategori produk gagal. Pada perkembangannya, moped merk Jawa mempunyai reputasi yang kurang baik karena tingkat kesulitan mendapatkan suku cadang yang cukup tinggi dan rating kegagalan unit “Tranizmo” ternyata cukup tinggi. Untuk informasi lebih jauh tentang mopeds Jawa, silakan lihat Jawa di India Sepeda motor Jawa diperkenalkan di India sekitar tahun 1950-an dan mereka cukup mengkultuskan merk ini hingga saat ini. Motor diekspor langsung ke India oleh Ideal Jawa yang bermarkas di Mysore. Model 250cc, 250cc Yezdi, Twin 350, dan model Monarch masih dikendarai di sana hingga hari ini (di Indonesia mungkin bisa disamakan kasusnya dengan Honda CB). Sepeda motor Jawa dengan bantalan tangki dan sistem pengapian yang terletak pada tangki bahan bakar saat ini telah menjadi kategori kolektor item. Motor Jawa juga menggunakan Yezdi sebagai padanan kata “pergi atau berlari”. Sejarah Jawa menunjukkan catatan yang cukup aktif dalam dunia balap dan merupakan produsen motor di Eropa Timur yang paling aktif dalam olahraga mekanik. Di trek balap, Jawa hadir di Kejuaraan Dunia sampai pertengahan enam puluhan dengan penampilan yang terhormat meskipun dengan keterbatasan anggaran mereka. Dalam motocross, perusahaan membangun sebuah Palmares yang mengesankan sebelum mesin 4-taknya digantikan oleh mesin 2-tak. Dalam balap speedway, balap dirt track, dan balap es (ice racing) di mana mesin 4-tak mereka masih memberikan keberuntungan, perusahaan tetap menjadi kekuatan yang dominan dengan mencetak sejumlah kemenangan tak terkalahkan hingga hari ini (silakan diverifikasi). Jawa Speedway kini menjadi sebuah perusahaan terpisah seiring dengan privatisasi pada tahun 1990-an dengan jatuhnya Sosialisme (Socialism). Setelah pembubaran serikat rakyat Ceko dan Slovakia menjadi dua negara yang terpisah dan pembongkaran perekonomian sistem sosialis, maka konsumen motor Jawa dan motor kompetisi Speedway dibagi menjadi dua perusahaan terpisah. Motor Jawa Speedway masih sukses, sementara perusahaannya sedang sekarat. Pada tahun 2006, Jawa menghasilkan tiruan Honda 250 cc, 125 cc dan 50 cc serta sepeda motor besar dengan mesin Rotax 650 cc (mesin ini dapat juga ditemukan dalam BMW F650 series). Salah satu ikon motor Jawa yaitu twin 350cc 2-tak, yang tidak berubah secara mekanik sejak 1960-an tapi sangat bisa diandalkan, sudah dalam kondisi sekarat. Sementara itu, saudaranya, mesin tunggal 250 cc twinport dua-tak tidak lagi tersedia. Motor Jawa bermesin besar seperti Rotax 650 cc datang dalam tiga variasi berbeda. Jawa Klasik 650 adalah sebuah sepeda retro dengan proporsi klasik. Jawa 650 Style ditujukan untuk jalan-jalan kota. Sementara Jawa 650 Dakar adalah sebuah sepeda enduro skala penuh yang mirip dengan Honda XL Transalp. Maksimal output (kW / rev. X min-1)=35,4 / 6500 ; sementara torsi maksimal (Nm / rev x menit-1)=57 / 5000. JAP juga membuat mesin stasioner dibawah nama J.A.P. untuk aneka kebutuhan dari mesin tipe terkecil 1a hingga tipe lebih besar bermesin 6, dan dalam aneka tempat penggunaan seperti rotovator, generator, pembuat susu, pompa air, elevator, dan mesin agrikultur. Biasanya berupa mesin 4-tak yang tangguh layaknya bisa dilihat pada balapan motor kuno (yang menunjukkan bahwa mesin-mesin tua tersebut masih tangguh). Nama Prestwich menjadi sama terkenalnya dengan hasil kreasinya berupa mesin proyektor cinematography. Dia bekerja dengan S.Z. de Ferranti dan kemudian bersama pionir sinema William Friese-Greene. J.A.P. juga mempunyai pabrik di Chelmsford Road, Southgate, London, mempekerjakan sekitar 40–50 orang, dimana beberapa mesin dibuat di tahun 1955. Setelah tahun 1945, produksi diambil alih oleh Villiers Ltd namun tidak keseluruhannya. Keseluruhan perusahaan baru berhasil dikuasai oleh Villiers Engineering Company pada tahun 1964 justru saat Villiers dicaplok oleh perusahaan Manganese Bronze Bearings. Aktifitas di pabrik Northumberland Park tutup pada tahun 1963. Vespa Dari Masa ke Masa VESPA 98 SERI PERTAMA 1946 Pada tahun 1950 Vespa dibuat di bawah lisensi oleh pabrik Hoffmann di Lintorf. Apa yang disebut “Hoffmann”-Vespa yang tersedia dengan pergeseran-stick dan kemudian dengan perubahan kabel terkontrol-gear. Pada tahun 1954 model “Königin” (ratu) diperkenalkan dengan cahaya-fender dan lampu pada handlebar. Bagian Mesin dan bagian tubuh yang paling identik dengan model fender-cahaya italian. Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepeda di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf. Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang. Suatu ketika pada awal 1949 ia mendapati beberapa foto vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya. Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut. Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan pihak Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya. Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf. Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar Jerman. Piaggio sangat mendukung permintaan Hoffmann tersebut. Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di Jerman dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar Jerman. Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat. Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh Jerman Barat juga sebagian pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark. Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayah bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt. Tahun 1950, vespa Hoffmann telah diproduksi di Jerman. Vespa tersebut ternyata cepat populer di Jerman, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylist serta memuji Piaggio atas ciptaannya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik. Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya. Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya. Dalam kondisi perekonomian Jerman yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia berinisiatif menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus. Kemudian (pada 1954) ia menciptakan Vespa dengan sebutan model “Königin” (ratu) yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan krom serta lampu depan dan lain sebagainya. Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann. Pembuatan skuter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar. Vespa Messerschmitt Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co., yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertama di tahun 1955. Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren 1-2 dan GS 1-3 yang diklaim lebih dahsyat. T1 dan T2 mempunyai ban 10 inchi dan merupakan mesin 150 pertama. T2 mempunyai kabel kontrol terbuka / terlihat di luar. GS1 mirip dengan T2 dengan kabel kontrol terbuka dan ban 10 inchi tipe tertutup. Hanya tersedia warna silver (kecuali model yang dieksport ke UK). Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957. Vespa GmbH Augsburg Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerschmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produk vespa Augsburg antara lain T1-2 125, T3-4 150, GL, Sprint, GS4. T3 mempunyai kabel kontrol tertutup seperti pada GS3 dan mempunyai roda 10 inchi. Model Jerman spesial 125 T1 dan T2 mempunyai ban 8 inchi dan 150 T4 mempunyai ban 10 inchi sangat mirip dengan model Italia VNA-VBB. Panel samping pada model Italia memang kurang diperhatikan. Kelistrikan diubah dari AC menjadi DC dan memberikan peluang untuk memasang mesin seri-P pada rangka ini. GS4 merupakan suksesor dari GS3 yang masih tradisional. Model ini hanya berwarna putih dan diubah sistem kelistrikannya dari AC tanpa batere menjadi DC dengan batere. Mereka juga melakukan hal yang sama terhadap GL dan di kemudian hari model Sprint yang dibangun paralel. Indikator dipasang di panel samping sementara switch, klakson, dan tipe reting tidak diubah. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan produksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Pada kelanjutannya Jerman kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy. VESPA AMERIKA Vespa 100 Sport Vespa 50 1. KRI Krait-827 KRI Krait-827 itu merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI-AL lewat Fasharkan (fasilitas pemeliharaan dan perbaikan), Mentigi dan PT. Batam Expresindo Shipyard (BES), Tanjung Guncang. Pengerjaan dilakukan selama 14 bulan sejak Juni 2007. PT. BES maupun TNI-AL mengaku cukup hati-hati dalam pembuatan kapal itu karena harus sesuai dengan standar operasional dan izin PBB. KRI tersebut bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 mil. Kapal ini juga dilengkapi radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 km) dengan sistem navigasi GMDSS Area 3 (jangkauan komunikasi dan radar yang sudah cukup luas) dengan kecepatan terpasang 25 knots. KRI itu juga dilengkapi dengan senjata mitraliur 12,7mm dan senjata meriam haluan laras ganda (Two in Barrel) kaliber 25 mm yang dapat dioperasikan secara otomatis maupun manual. kapal ini seratus persen buatan indonesia 2. Pesawat Gatotkaca N-250 Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. Pesawat ini diberi nama Gatotkoco, salah satu nama dari tokoh wayang di Indonesia. Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap IPTN (sekarang PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace) pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun 1992. Pesawat pertama (PA 1, 50 penumpang) terbang selama 55 menit pada tanggal 10 Agustus 1995 pesawat ini rancangan dari anak bangsa sendiri yaitu Habibie (Mantan Presiden RI). 3. Motor Kanzen Motor Kanzen adalah salah satu motor yang di produksi oleh PT. Inti Kanzen Motor. Pemilik perusahaan ini ialah Rini Mariani Soemarno, mantan menperindag jaman presiden Megawati. Teknologi yang digunakan bekerja sama dengan Daelim, Korea. Dari hasil tes lab uji publik yang dilakukan Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terhadap 38 sepeda motor jenis bebek bermesin 100 CC selama periode Maret-Desember 2002 . Kanzen lulus bersama barisan motor-motor Jepang. 4. Mobil Arina-SMK dan GEA. Mobil Arina-SMK dirancang menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc. Selangkah lagi, bangsa Indonesia akan memproduksi microcar alias mobil mikro yang 100 persen buatan dalam negeri. Tak tanggung-tanggung, siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kemungkinan besar akan dilibatkan dalam proyek tersebut, kerja sama dengan Armada Indonesia (Arina), nama mobil itu nantinya Arina-SMK. Mobil Arina sendiri sudah resmi didaftarkan di Depkumham RI untuk digunakan sebagai mobil mikro di pasar Indonesia. Sementara untuk Mobil GEA, mobil dari produk INKA Madiun. Saat ini sedang dalam proses dikembangkan oleh para ahli di Indonesia menjadi the city car. GEA baru hadir dengan mesin 500 cc buatan lokal dengan body buatan INKA. Namun mesin dibuat oleh sebuah sebuah industri lokal yaitu PT. VEGA yang berlokasi di Tegal, Jawa Tengah. Dana yang didapatkan untuk membuat mesin tersebut berasal dari Kementerian Riset dan Teknologi.
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

Alat Transportasi Modern Dan Tradisional

by iroel-breakdanger

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

17,424

views

Comments

Description

Download Alat Transportasi Modern Dan Tradisional

Transcript

Alat Transportasi Modern dan Tradisional Delman dan Pedati adalah alat transportasi darat (tradisional)yang ada di Jawa Barat. Dua alat transportasi inilah yang duludigunakan oleh Warga Jawa Barat sebelum kini terisisihkan olehkendaraan modern seperti mobil dan sepeda motor.Nah, lantas seperti apa dan seperti apa sih sebenarnya duakendaraan tradisional ini dan juga asal usulnya, berikut adalahhasil penelusuran KarIn di Museum Sri Baduga Jawa Barat yangberada di Jl. BKR. No.195 Bandung ini. Delman Kereta pengangkut yang ditarik kuda atau disebut juga Kretek.Awalnya hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. Kini masihmenjadi alat transportasi masyarakat di kawasan Priangan. Asalmuasal: Ciparay, Kab. Bandung. Pedati Alat transportasi darat ini menggunakan sapi atau kerbau sebagaitenaga penariknya. Pada umumnya digunakan untuk mengakut beban berat, seperti bahan bangunan, hasil bumi dan sebagainya.Kereta barang ini dijalankan pada malam hari, agar tidakmenggangu kelancaran lalu lintas. Asal muasal : KabupatenIndramayu.Di Karawang sendiri kedua alat transportasi ini masih bisadijumpai, walaupun sudah sangat langka. Bahkan, fungsinyacenderung sudah berubah. Delman misalnya, atau yang lebihpopuler dengan nama Sado, di Karawang cenderung menjadisarana (alat) rekreasi. Orang-orang naik sado bukan untuk tujuanmencapai tempat tertentu (alat transportasi), namun cenderunghanya sebagai sarana rekreasi (alat hiburan), baik untuk jalan- jalan maupun coba-coba karena penasaran. Seperti salah satunyayang masih ditemui terutama di Kecamatan Cilamaya Kulon.Sedangkan Pedati, umumnya beralih fungsi untuk menarikataupun mengangkut barang-barang termasuk barang dagangan.Seperti yang bisa dikita temui di pelosok-pelosok kampung,dimana pedati digunakan untuk membawa barang seperti bambu,kayu untuk dijual berkeliling dari kampung ke kampung Asal-Usul & Sejarah Becak Becak (dari bahasa Hokkien: be chia "kereta kuda") adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan: * Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa. * Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra. Untuk becak Sejarah Bajaj dan Bemo di Indonesia Bajaj (biasa dibaca "ba-jai") merupakan kendaraan beroda tiga yang banyak digunakan di Jakarta. Bajaj diketahui berasal dari India. Nama bajaj sendiri sebenarnya merupakan merek salah satu perusahaan otomotif di India, Bajaj Auto. Bajaj menjadi lebih dikenal lagi setelah adanya Bajaj Bajuri, diserial komedi yang bercerita tentang seorang supir bajaj. Belakangan, karena diketahui sebagai sumber polusi, bajaj di Jakarta akan segera diganti dengan kendaraan mini lainnya, contohnya seperti Kancil. Bajaj beroda tiga, satu di depan dan dua di belakang. Untuk di Jakarta, warna bajaj adalah seragam, yaitu oranye. Di pintu depan bajaj, biasanya tertulis daerah operasi bajaj, yang biasanya terbatas pada satu kotamadya saja. Kapasitas penumpang bajaj adalah dua, atau ditambah satu anak kecil, yang semuanya akan duduk di belakang supir bajaj. Suara bajaj sangatlah memekakkan telinga. Namun, karena fisiknya yang relatif kecil, bajaj dapat diandalkan untuk menerobos kemacetan ibu kota. Nah, Sekarang si Bajaj udah di kembangin jadi Bajaj BBG.Memang belum semua bajaj berubah jadi yang BBG tetapi bajaj BBG memiliki Suara yang tidak berisik, jalannya halus, dan Lebih cepat(dengan kecepatan kira kira + 185 cc) dan di lengkapi fasilitas Speedometer, Led Netral, RPM Meter, Lampu Cen (kalau Bajaj dulu tidak ada lampu Cen-nya), pintu mirip dengan mobil. Harganya pun sama dengan bajaj biasa. selain bajaj ada juga yang beroda tiga(dan sejarah): 1.Bemo Bemo merupakan kendaraan bermotor roda tiga yang biasanya digunakan sebagai angkutan umum. Bemo mulai dipergunakan di Indonesia pada awal tahun 1962 di Jakarta untuk menyemarakkan iven olahraga Ganefo. Setelah laku keras di Jakarta, bemo mulai merambah ke daerah-daerah lain di Indonesia. Kehadiran bemo dimaksudkan untuk menggantikan becak karena kendaraan ini sangat praktis dan mampu menjangkau jalan-jalan yang sempit, dan dapat melaju jauh lebih cepat daripada becak. Rover Motorcycle (1902-1924) Rover adalah perusahaan di Inggris yang memproduksi sepeda dan sepeda motor sebelum mereka mulai memproduksi mobil. Perusahaan ini didirikan oleh John Kemp Starley pada tahun 1884 di Coventry untuk membuat sepeda. Perusahaan ini mengembangkan dan memproduksi sepeda motor Rover Imperial pada bulan November 1902 dan hingga tahun 1924 Rover telah berhasil memproduksi lebih dari 10.000 sepeda motor. Pada bulan Juni 1896, John Starley membentuk Rover Cycle Co. Ltd. di New Meteor Works di Coventry. Starley sukses menjadi produsen „safety bicycle‟ dan menggunakan uang hasil kerja kerasnya untuk mengimpor beberapa sepeda motor Peugeot awal dari Perancis pada tahun 1899 sebagai bahan percobaan untuk dikembangkan. Proyek pertamanya adalah memasangkan mesin Peugeot tersebut ke salah satu sepeda Rover-nya. John Starley meninggal awal Oktober 1901 berusia 46 tahun dan bisnis tersebut diambil alih oleh pengusaha Harry Lawson. Perusahaan berhasil mengembangkan dan mengeluarkan sepeda motor yang diberi nama Rover Imperial pada bulan November 1902. Motor ini berkekuatan mesin 3,5HP menggunakan frame berlian, dengan mesin di tengah dan garpu depan springer yang waktu merupakan teknologi terdepan. Merupakan motor Rover pertama dengan fitur-fitur inovatif seperti karburator semprot, mesin-braket bawah dan katup yang dioperasikan secara mekanis. Dengan bingkai yang kuat yang depannya berupa tabung ganda dan kualitas hasil akhir yang baik, lebih dari 1000 sepeda motor Rover terjual pada tahun 1904. Tahun berikutnya, bagaimanapun, Rover menghentikan produksi sepeda motor untuk berkonsentrasi pada „safety bicycle‟. Namun, pada tahun 1910 desainer John Greenwood ditugaskan untuk mengembangkan mesin 3,5HP 500cc baru dengan tappets spring-loaded, sebuah dinamo Bosch dan rantai drive gigi terbalik gigi yang inovatif. Ia memakai karburator Brown & Barlow dan garpu spring Druid yang terkenal. Model baru ini diluncurkan di pameran Olympia 1910 dan lebih dari 500 yang dijual. Pada tahun 1913 model „TT‟ diluncurkan dengan jarak roda yang lebih pendek dan setang model sport. Kerjasama team antara Dudley Noble dan Chris Newsome berhasil mendapatkan kemenangan dan meraih penghargaan tim bekerja. Produksi setelah PD1 Rover mensupply sepeda motor 499cc silinder tunggal kepada Tentara Rusia (Russian Army) selama PD1. Ketika perang berakhir perusahaan mulai fokus pada produksi mobil tapi Rover masih memproduksi sepeda motor dengan mesin Rover OHV 248cc dan 348cc serta dengan mesin J.A.P. (termasuk mesin V-Twin 676cc). Pada tahun 1924, Rover memimpin jalan dengan konstruksi unit mesin dan gearbox pada sebuah sepeda motor ringan 250cc yang baru. Seri ini memiliki lampu depan dan belakang sebagus desain baru-nya pada rem internal yang diperluas. Penjualan Rover selanjutnya yang buruk membuat produksi sepeda dan sepeda motor terpaksa berhenti. Jawa Motor (1929-sekarang) Jawa (baca : Yava) adalah merk sepeda motor dari Republik Ceko (Czech republic), yang dulu bernama Cekoslovakia (Czechoslovakia). Nama “Jawa” ditemukan setelah sang pembuat motor, Frantisek Janecek yang lahir pada 23 Januari 1878, membeli divisi motor dari Wanderer pada tahun 1929 (untuk sepeda motor baru mereka yang bermesin 500 cc ), dengan menggabungkan suku kata pertama Janeček dan Wanderer. Perusahaan ini masih aktif hingga sekarang. Motor Pertama Motor pertama diperkenalkan pada tanggal 23 Oktober 1929 berupa sebuah motor bermesin 500 cc 4-tak dengan daya 12 kW (18 hp) dan konsumsi bahan bakar 6 liter per 100 km. Walaupun dijual dengan harga tinggi, motor ini berhasil melalui tahun pertamanya yang kemudian mengalami beberapa perbaikan kontruksional. Moped Jawa membuat variasi moped 2-tak (two-stroke mopeds) dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang menyertakan sistem pengapian elektronik (electronic ignition) pada moped mereka. Sayangnya, unit “Tranizmo” ini termasuk kategori produk gagal. Pada perkembangannya, moped merk Jawa mempunyai reputasi yang kurang baik karena tingkat kesulitan mendapatkan suku cadang yang cukup tinggi dan rating kegagalan unit “Tranizmo” ternyata cukup tinggi. Untuk informasi lebih jauh tentang mopeds Jawa, silakan lihat Jawa di India Sepeda motor Jawa diperkenalkan di India sekitar tahun 1950-an dan mereka cukup mengkultuskan merk ini hingga saat ini. Motor diekspor langsung ke India oleh Ideal Jawa yang bermarkas di Mysore. Model 250cc, 250cc Yezdi, Twin 350, dan model Monarch masih dikendarai di sana hingga hari ini (di Indonesia mungkin bisa disamakan kasusnya dengan Honda CB). Sepeda motor Jawa dengan bantalan tangki dan sistem pengapian yang terletak pada tangki bahan bakar saat ini telah menjadi kategori kolektor item. Motor Jawa juga menggunakan Yezdi sebagai padanan kata “pergi atau berlari”. Sejarah Jawa menunjukkan catatan yang cukup aktif dalam dunia balap dan merupakan produsen motor di Eropa Timur yang paling aktif dalam olahraga mekanik. Di trek balap, Jawa hadir di Kejuaraan Dunia sampai pertengahan enam puluhan dengan penampilan yang terhormat meskipun dengan keterbatasan anggaran mereka. Dalam motocross, perusahaan membangun sebuah Palmares yang mengesankan sebelum mesin 4-taknya digantikan oleh mesin 2-tak. Dalam balap speedway, balap dirt track, dan balap es (ice racing) di mana mesin 4-tak mereka masih memberikan keberuntungan, perusahaan tetap menjadi kekuatan yang dominan dengan mencetak sejumlah kemenangan tak terkalahkan hingga hari ini (silakan diverifikasi). Jawa Speedway kini menjadi sebuah perusahaan terpisah seiring dengan privatisasi pada tahun 1990-an dengan jatuhnya Sosialisme (Socialism). Setelah pembubaran serikat rakyat Ceko dan Slovakia menjadi dua negara yang terpisah dan pembongkaran perekonomian sistem sosialis, maka konsumen motor Jawa dan motor kompetisi Speedway dibagi menjadi dua perusahaan terpisah. Motor Jawa Speedway masih sukses, sementara perusahaannya sedang sekarat. Pada tahun 2006, Jawa menghasilkan tiruan Honda 250 cc, 125 cc dan 50 cc serta sepeda motor besar dengan mesin Rotax 650 cc (mesin ini dapat juga ditemukan dalam BMW F650 series). Salah satu ikon motor Jawa yaitu twin 350cc 2-tak, yang tidak berubah secara mekanik sejak 1960-an tapi sangat bisa diandalkan, sudah dalam kondisi sekarat. Sementara itu, saudaranya, mesin tunggal 250 cc twinport dua-tak tidak lagi tersedia. Motor Jawa bermesin besar seperti Rotax 650 cc datang dalam tiga variasi berbeda. Jawa Klasik 650 adalah sebuah sepeda retro dengan proporsi klasik. Jawa 650 Style ditujukan untuk jalan-jalan kota. Sementara Jawa 650 Dakar adalah sebuah sepeda enduro skala penuh yang mirip dengan Honda XL Transalp. Maksimal output (kW / rev. X min-1)=35,4 / 6500 ; sementara torsi maksimal (Nm / rev x menit-1)=57 / 5000. JAP juga membuat mesin stasioner dibawah nama J.A.P. untuk aneka kebutuhan dari mesin tipe terkecil 1a hingga tipe lebih besar bermesin 6, dan dalam aneka tempat penggunaan seperti rotovator, generator, pembuat susu, pompa air, elevator, dan mesin agrikultur. Biasanya berupa mesin 4-tak yang tangguh layaknya bisa dilihat pada balapan motor kuno (yang menunjukkan bahwa mesin-mesin tua tersebut masih tangguh). Nama Prestwich menjadi sama terkenalnya dengan hasil kreasinya berupa mesin proyektor cinematography. Dia bekerja dengan S.Z. de Ferranti dan kemudian bersama pionir sinema William Friese-Greene. J.A.P. juga mempunyai pabrik di Chelmsford Road, Southgate, London, mempekerjakan sekitar 40–50 orang, dimana beberapa mesin dibuat di tahun 1955. Setelah tahun 1945, produksi diambil alih oleh Villiers Ltd namun tidak keseluruhannya. Keseluruhan perusahaan baru berhasil dikuasai oleh Villiers Engineering Company pada tahun 1964 justru saat Villiers dicaplok oleh perusahaan Manganese Bronze Bearings. Aktifitas di pabrik Northumberland Park tutup pada tahun 1963. Vespa Dari Masa ke Masa VESPA 98 SERI PERTAMA 1946 Pada tahun 1950 Vespa dibuat di bawah lisensi oleh pabrik Hoffmann di Lintorf. Apa yang disebut “Hoffmann”-Vespa yang tersedia dengan pergeseran-stick dan kemudian dengan perubahan kabel terkontrol-gear. Pada tahun 1954 model “Königin” (ratu) diperkenalkan dengan cahaya-fender dan lampu pada handlebar. Bagian Mesin dan bagian tubuh yang paling identik dengan model fender-cahaya italian. Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepeda di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf. Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang. Suatu ketika pada awal 1949 ia mendapati beberapa foto vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya. Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut. Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan pihak Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya. Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf. Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar Jerman. Piaggio sangat mendukung permintaan Hoffmann tersebut. Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di Jerman dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar Jerman. Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat. Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh Jerman Barat juga sebagian pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark. Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayah bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt. Tahun 1950, vespa Hoffmann telah diproduksi di Jerman. Vespa tersebut ternyata cepat populer di Jerman, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylist serta memuji Piaggio atas ciptaannya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik. Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya. Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya. Dalam kondisi perekonomian Jerman yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia berinisiatif menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus. Kemudian (pada 1954) ia menciptakan Vespa dengan sebutan model “Königin” (ratu) yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan krom serta lampu depan dan lain sebagainya. Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann. Pembuatan skuter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar. Vespa Messerschmitt Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co., yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertama di tahun 1955. Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren 1-2 dan GS 1-3 yang diklaim lebih dahsyat. T1 dan T2 mempunyai ban 10 inchi dan merupakan mesin 150 pertama. T2 mempunyai kabel kontrol terbuka / terlihat di luar. GS1 mirip dengan T2 dengan kabel kontrol terbuka dan ban 10 inchi tipe tertutup. Hanya tersedia warna silver (kecuali model yang dieksport ke UK). Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957. Vespa GmbH Augsburg Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerschmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produk vespa Augsburg antara lain T1-2 125, T3-4 150, GL, Sprint, GS4. T3 mempunyai kabel kontrol tertutup seperti pada GS3 dan mempunyai roda 10 inchi. Model Jerman spesial 125 T1 dan T2 mempunyai ban 8 inchi dan 150 T4 mempunyai ban 10 inchi sangat mirip dengan model Italia VNA-VBB. Panel samping pada model Italia memang kurang diperhatikan. Kelistrikan diubah dari AC menjadi DC dan memberikan peluang untuk memasang mesin seri-P pada rangka ini. GS4 merupakan suksesor dari GS3 yang masih tradisional. Model ini hanya berwarna putih dan diubah sistem kelistrikannya dari AC tanpa batere menjadi DC dengan batere. Mereka juga melakukan hal yang sama terhadap GL dan di kemudian hari model Sprint yang dibangun paralel. Indikator dipasang di panel samping sementara switch, klakson, dan tipe reting tidak diubah. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan produksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Pada kelanjutannya Jerman kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy. VESPA AMERIKA Vespa 100 Sport Vespa 50 1. KRI Krait-827 KRI Krait-827 itu merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI-AL lewat Fasharkan (fasilitas pemeliharaan dan perbaikan), Mentigi dan PT. Batam Expresindo Shipyard (BES), Tanjung Guncang. Pengerjaan dilakukan selama 14 bulan sejak Juni 2007. PT. BES maupun TNI-AL mengaku cukup hati-hati dalam pembuatan kapal itu karena harus sesuai dengan standar operasional dan izin PBB. KRI tersebut bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 mil. Kapal ini juga dilengkapi radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 km) dengan sistem navigasi GMDSS Area 3 (jangkauan komunikasi dan radar yang sudah cukup luas) dengan kecepatan terpasang 25 knots. KRI itu juga dilengkapi dengan senjata mitraliur 12,7mm dan senjata meriam haluan laras ganda (Two in Barrel) kaliber 25 mm yang dapat dioperasikan secara otomatis maupun manual. kapal ini seratus persen buatan indonesia 2. Pesawat Gatotkaca N-250 Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. Pesawat ini diberi nama Gatotkoco, salah satu nama dari tokoh wayang di Indonesia. Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap IPTN (sekarang PT. Dirgantara Indonesia / Indonesian Aerospace) pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun 1992. Pesawat pertama (PA 1, 50 penumpang) terbang selama 55 menit pada tanggal 10 Agustus 1995 pesawat ini rancangan dari anak bangsa sendiri yaitu Habibie (Mantan Presiden RI). 3. Motor Kanzen Motor Kanzen adalah salah satu motor yang di produksi oleh PT. Inti Kanzen Motor. Pemilik perusahaan ini ialah Rini Mariani Soemarno, mantan menperindag jaman presiden Megawati. Teknologi yang digunakan bekerja sama dengan Daelim, Korea. Dari hasil tes lab uji publik yang dilakukan Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terhadap 38 sepeda motor jenis bebek bermesin 100 CC selama periode Maret-Desember 2002 . Kanzen lulus bersama barisan motor-motor Jepang. 4. Mobil Arina-SMK dan GEA. Mobil Arina-SMK dirancang menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc. Selangkah lagi, bangsa Indonesia akan memproduksi microcar alias mobil mikro yang 100 persen buatan dalam negeri. Tak tanggung-tanggung, siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kemungkinan besar akan dilibatkan dalam proyek tersebut, kerja sama dengan Armada Indonesia (Arina), nama mobil itu nantinya Arina-SMK. Mobil Arina sendiri sudah resmi didaftarkan di Depkumham RI untuk digunakan sebagai mobil mikro di pasar Indonesia. Sementara untuk Mobil GEA, mobil dari produk INKA Madiun. Saat ini sedang dalam proses dikembangkan oleh para ahli di Indonesia menjadi the city car. GEA baru hadir dengan mesin 500 cc buatan lokal dengan body buatan INKA. Namun mesin dibuat oleh sebuah sebuah industri lokal yaitu PT. VEGA yang berlokasi di Tegal, Jawa Tengah. Dana yang didapatkan untuk membuat mesin tersebut berasal dari Kementerian Riset dan Teknologi.
Fly UP