Alat Musik Brunei Dan Arab

  • Published on
    31-Oct-2014

  • View
    549

  • Download
    16

Transcript

MUSIK BRUNEI DARUSSALAM Orkestra Gulintangan Orkestra (musik) Gulintangan merupakan seni musik tradisional Brunei Darussalam. Lazimnya seni musik, Gulintangan merupakan media ekspresi kegembiraan, kedukaan, dan ucapan syukur dalam tradisi masyarakat Brunei Darussalam. Pada masa kini, Gulintangan menjadi hiburan dalam tradisi pernikahan dalam masyarakat Brunei Darussalam serta musik penyambutan sebagai ucapan selamat datang dalam acara-acara yang digelar oleh para pejabat tinggi Negara Brunei Darussalam. Orkestra Gulintangan terdiri dari seperangkat alat musik, yaitu: gulintangan, canang, tawaktawak, gong, dan gandang labik. Keempat alat musik tersebut (gulintangan, canang, tawaktawak, gong) dibuat dari bahan baku tembaga. Kelima puak yang berada di Brunei Darussalam memiliki tradisi Orkestra Gulintangan. Namun, dari kelima puak tersebut, masing-masing terdapat perbedaan dalam jumlah alat musik. Salah satu perbedaan misalnya perbedaan dalam menggunakan gandang labik, yaitu terdapat puak yang hanya menggunakan sebuah gandang labik, namun ada pula yang menggunakan dua buah, bahkan di dalam tradisi Puak Murut tidak menggunakan gandang labik dalam tradisi Orkestra Gulintangan mereka. Meskipun demikian, dari kelima puak tersebut tetap memiliki persamaan, yaitu tetap menggunakan gulintangan yang terdiri dari 8 buah gong kecil dan canang. a.Alat Musik Gulintangan Alat musik ini terdiri dari delapan gong kecil yang disusun berjejer. Gulintangan merupakan alat musik utama dalam Orkestra Gulintangan. Alat musik ini berfungsi sebagai pembuka untuk memulai memainkan sebuah musik. Tanpa gulintangan maka Orkestra Gulintangan tidak mungkin bisa dimainkan. Canang Canang merupakan alat musik berbentuk gong yang digantungkan dengan tali. Alat musik ini bersifat sebagai pengiring dalam Orkestra Gulintangan. Canang bukan alat musik yang mampu mengendalikan cepat-lambat tempo sebuah musik. Namun tanpa adanya canang, Orkestra Gulintangan terasa kurang lengkap karena terasa ada sesuatu bunyi yang hilang dalam permainan musiknya. Tawak-tawak Alat musik tawak-tawak berbentuk gong yang berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan canang, namun lebih kecil jika dibandingkan dengan gong. Dalam Orkestra Gulintangan, masyarakat Brunei Darussalam menyebut bahwa tawak-tawak berfungsi sebagai peningkul dan peningkah. Oleh karena itu, tawak-tawak lazim disebut sebagai tawaktawak peningkul dan tawak-tawak peningkah. Ketiadaan tawak-tawak menjadikan bunyi musik dari sebuah Orkestra Gulintangan akan sumbang. Dari kelima puak yang terdapat di Brunei Darussalam, tawak-tawak yang dipakai oleh Puak Dusun dan Tutong lebih banyak daripada yang dipakai oleh ketiga puak lainnya. Selain sebagai peningkah dan peningkul, tawak-tawak di kedua puak ini juga berfungsi sebagai pengayas. Puak Dusun menyebut tawak-tawak pengayas ini dengan nama teritik. Gong Gong merupakan alat musik mengiringi permainan dalam Orkestra Gulintangan. Alat musik ini berfungsi sebagai penegas dalam setiap jeda irama musik. Tanpa kehadiran gong, maka musik dalam Orkestra Gulintangan terasa sepi Gandang Labik Alat musik ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan gulintangan, yaitu sebagai penanda untuk memulai dan mengakhiri permainan sebuah musik. Gandang labik membuat irama musik menjadi lebih hidup, ramai, dan ?penuh?. Dalam Orkestra Gulintangan, gandang labik yang dipakai sebagai dua buah. b.Fungsi Lain Alat Musik Orkestra Gulintangan Selain sebagai alat musik, beberapa puak di Brunei Darussalam memfungsikan alat musik Orkestra Gulintangan dalam berbagai kepentingan. Alat musik gulintangan selain berfungsi sebagai alat musik utama dalam Orkestra Gulintangan juga sering dijadikan koleksi oleh beberapa kolektor alat musik. Canang menempati fungsi tersendiri selain sebagai alat musik dalam tradisi Puak Dusun. Dalam puak ini canang dijadikan sebagai salah satu alat pembayar denda apabila salah satu warganya melanggar hukum adat. Tawak-tawak dalam tradisi masyarakat Brunei juga dipercaya sebagai alat untuk menemukan seseorang yang dipercaya telah diculik oleh makhluk halus. Puak Dusun menggunakan tawak-tawak sebagai alat pemberitahuan berita kematian. Puak Tutong memfungsikan tawaktawak sebagai alat pemberitahuan apabila terjadi musibah, misalnya musibah orang hilang dan orang dimakan buaya. Sedangkan pada zaman dahulu, Puak Murut menjadikan tawaktawak sebagai tempat duduk (pelaminan) kedua mempelai dalam sebuah pernikahan. Puak Murut menjadikan gong sebagai hantaran dalam sebuah pernikahan. Selain itu, gong juga berfungsi sebagai penebus kesalahan apabila seseorang telah melanggar hukum adat. Dalam tradisi Puak Murut, gong dikuburkan bersama orang yang telah meninggal dalam tradisi kematian. Biasanya gong ini dipecah-pecah terlebih dahulu sebelum dikuburkan untuk menghindari dari tindakan pencurian. Musik Arab 1. Perkembangan Musik Musik tradisi Arab diyakini telah ada sejak abad ke-3. Budaya musiknya merupakan perpaduan dari tradisi musik dinasti Sassanid di Persia (224-641), tradisi musik awal kerajaan Byzantium (awal abad ke-4 sampai abad ke-6), dan nyanyian religi dari daerah Semenanjung Arab. Berbagai tulisan musik (partitur) baru ditemukan setelah berkembangnya agama Islam di Arab, yakni sejak masa dinasti Umayyah pada abad ke-7. Puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid (766-809) di Bagdad, Irak. Beliau dikenal sebagai pelindung seni musik tradisi Arab. Ahli teori musik yang terkenal adalah Al-Farabi (900-950) dan Avicena (980-1037). Musik bagi bangsa Arab erat hubungannya dengan magis dan falakiah. Meskipun tradisi musik Arab telah mengalami perubahan beribu-ribu tahun lamanya, mereka tetap memiliki ciri khas tersendiri dalam format musiknya. 2. Ragam Musik a. Nyanyian Religi Menurut sejarahnya, corak musik Arab erat hubungannya dengan nyanyian ayat-ayat suci dalam Al-Quran. Dalam hal ini, nyanyian tersebut merupakan isi dari firman Tuhan yang dilantunkan dengan hafalan. Sehingga, perhatian utama dalam nyanyian tersebut dalah teks lagu. Kefasihan berpidato dan menghafal Al-Quran sangat diperhatikan dalam budaya Arab. Karenanya, mulai dibentuk nyanyian kasidah dengan berbagai tema seperti keindahan alam, peristiwa politik, pengalaman religius, dan cerita tradisi klasik pra Islam. b. Musik Rakyat Banyak musik tradisi rakyat yang dapat ditemukan di sepanjang daerah Arab. Musik negara-negara jazirah Arab yang kaya dengan permainan drum, menunjukkan hubungannya yang luas dengan pedagang dari Afrika. Tradisi Gnawa dari Maroko, mengambil nama dari para budak Guinean yang dibawa ke Maroko dari Afrika Barat. Musik Nubian di Mesir menggambarkan musik arab yang unik dengan sistem nada pentatonik dan irama khusus. c. Nyanyian Populer Musik Arab popuer merupakan perpaduan dari kedua ragam musik di atas. Keyboard elektrik yang disesuaikan dengan maqamat mengiringi para penyanyi di dalam penampilannya. Drum dan irama musik rakyat menjadi bagian paling pokok dalam pertunjukan musik yang sebagian besar dilakukan oleh kaum muda. Dalam hal lirik lagu, penyanyi berusaha untuk mempertahankan tradisi mereka sesuai dengan gaya dan bahasanya. 3. Sistem Nada Musik Arab memiliki ciri khas yang berbeda dengan musik lainnya. Musiknya secara umum sangat kaya akan melodi sehingga memberi nuansa halus dan kesempatan untuk membuat berbagai variasi. Cara berolah musiknya sering memakai variasi dan improvisasi dengan dasar melodi sebelumnya. Cara ini disebut maqamat. Melodi lagu terdiri atas sejumlah variasi melodi (sekitar 52 variasi). Nada-nada yang dipakai secara umum lebih banyak daripada yang dikenal dalam musik Barat. Di antaranya terdapat nada-nada yang memiliki jarak interval yang sangat kecil (microtones). Struktur pola ritme musik Arab cukup kompleks, tidak berdasarkan pola birama yang pasti dan konstan seperti musik barat (2/4, 3/4, 6/8), atau disent nonmetris. Dalam permainan musiknya terdapat sekitar 48 pukulan dan secara khas sudah meliputi dum (ketukan beraksen, tesis), taks (ketukan tak beraksen, arsis), dan tanda diam atau istirahat. 4. Instrumen Musik Instrumen musik yang dipakai dalam musik Arab diantaranya: a. Ud dan Lute, sebuah prototipe dari kecapi Eropa b. Nay, sejenis flute c. Perkusi (kettle drum, frame drum, dan drum berbentuk jam pasir) d. Rababah/rebab, sebuah prototipe dari biola Eropa e. Mizmar, instrumen musik Mesir f. Mijwiz, insrumen musik Lebanon g. Santur, sejenis sitar