of 52 /52
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II SISTEM PENGINDERAAN Disusun oleh : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAHBANDUNG 2014 – 2015

ALAT INDERA MANUSIA MAKALAH.docx

Embed Size (px)

Citation preview

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH IISISTEM PENGINDERAAN

Disusun oleh :

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAHBANDUNG 2014 2015

2

KATA PENGANTAR

Assalammuaalaikum wr. WbSegala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.Makalah ini berjudul Sistem pengindraan makalah ini, disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah II. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan baik moril maupun materil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini sebagai ucapan rasa syukur penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih khususnya kepada Ibu Popy sitiaisyah, S,.Kep,.Ners. selaku Fasilitator. Dan kepada semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu penulis dalam menyelesaikan tugas ini.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan, hal ini tidak lepas dari terbatasnya pengetahuan dan wawasan yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang konstruktif untuk perbaikan di masa yang akan datang karena manusia yang mau maju adalah orang yang mau menerima kritikan.Mudah-mudahan makalah yang saya buat ini bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya. Akhir kata Tiada Gading yang Tak Retak jadi bagaimana pun usaha yang telah dilakukan oleh saya untuk menyempurnakan isi pembahasan dalam makalah ini, tentunya masih terdapat hal-hal yang bersifat keliru dan salah. Semua yang hilaf datangnya dari kita manusia, sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.Wassalammualaikum wr. Wb.Bandung , 28 November 2013

Penyusun

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiBAB I1PENDAHULUAN1BAB II2ISI22.1 ALAT INDERA MANUSIA, BAGIAN-BAGIAN DAN FUNGSINYA22.1.1 Pengertian Alat Indera22.1.2 Indera Penglihat (Mata)22.1.4 InderaPendengar (Telinga)32.1.5 Fungsi bagian-bagian indra pendengar42.1.6 Indera Pembau (Hidung)42.1.7 Fungsi bagian-bagian indra pembau42.1.8 Indera Pengecap (Lidah)62.1.8 Indra Peraba (Kulit)62.1.9 Fungsi bagian-bagian kulit72.2 KELAINAN DAN PENYAKIT PADA ALAT INDRA72.2.1 Mata72.2.2 Telinga113. Tuli Mendadak122.2.3 Hidung132.2.4 Kulit152.2.5 Lidah162.3 Prosedur diagnostic162.3.1 Penglihatan162.3.2 Pendengaran16BAB III18ASUHAN KEPERAWATAN18

ii

BAB IPENDAHULUAN

1

BAB IIISI

2.1 ALAT INDERA MANUSIA, BAGIAN-BAGIAN DAN FUNGSINYA 2.1.1 Pengertian Alat InderaAlat indera adalah alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indera manusia sering disebut panca indera, karena terdiri dari lima indera yaitu : Indera penglihat (mata). Indera pendengar (telinga). Indera pembau/pencium (hidung). Indera pengecap (lidah). Indera peraba (kulit). 2.1.2 Indera Penglihat (Mata)

Gambar bagian-bagian pada Mata

Mata terdiri dari : Otot Mata. Bola Mata. Saraf Mata.Alat tambahan mata yaitu : Alis Mata berfungsi untuk melindungi mata dari keringat. Kelopak Mata melindungi mata dari benturan. Bulu Mata melindungi mata dari cahaya yang kuat, debu dan kotoran.2.1.3 Fungsi bagian - bagian indra penglihatan Kornea (selaput tanduk) berfungsi untuk menerima rangsang cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam. Iris (selaput) pelangi berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata. Pupil (anak mata) berfungsi sebagai jalan pengatur keluar masuknya cahaya ke dalam mata. Lensa mata berfungsi untuk menerima rangsang cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam. Retina ( selaput jala ) berfungsi untuk membentuk bayangan benda yang kemudian dikirim oleh oleh saraf mata ke otak. Urat saraf mata berfungsi meneruskan rangsang cahaya dari retina ke otak. Otot mata berfungsi mengatur gerakan bola mata. Kunjongtiva berfungsi sebagai membran pelindung pada mata. Skrela berfungsimelindungi bola mata. Koroid berfungsi memberi/mensuplai makanan pada mata.2.1.4 InderaPendengar (Telinga)

Gambar bagian-bagian pada Telinga

Indera pendengar adalah telinga yang terdiri dari : Telinga bagian luar yaitu daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar ( martil, landasan dan sanggurdi) dan saluran eustachius. Telinga bagian dalam terdiri dari alat keseimbangan tubuh, tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar dan rumah siput (koklea)

2.1.5 Fungsi bagian-bagian indra pendengar Daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi. Gendang telinga berfungsi menerima rangsang bunyi dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam. Tiga tulang pendengaran ( tulang martil, landasan dan sanggurdi) berfungsi memperkuat getaran dan meneruskannya ke koklea atau rumah siput. Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran dan koklea (rumah isput) berfungsi mengubah impuls dan diteruskan ke otak. Tga saluran setengah lingkaran juga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. Saluran eustus menghubachiungkan rongga mulut dengan telinga bagian luar.

2.1.6 Indera Pembau (Hidung)

Gambar bagian-bagian pada Hidung

2.1.7 Fungsi bagian-bagian indra pembau Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indera pembau Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otot

2.1.8 Indera Pengecap (Lidah)

Gambar bagian-bagian pada Lidah

Bagian lidah yang berbintil-bintil disebut papila adalah ujung saraf pengecap.Setiap bintil-bintil saraf pengecap tersebut mempunyai kepekaan terhadap rasa tertentu berdasarkan letaknya pada lidah. Daerah-daerah peka pada lidah : Pangkal Lidah dapat mengecap rasa pahit Tepi Lidah mengecap rasa asin dan rasa asam Ujung Lidah dapat mengecap rasa manis.2.1.8 Indra Peraba (Kulit)

Gambar bagian-bagian pada Kulit

Dengan kulit kita dapat merasakan sentuhan.Bagian indra peraba yang paling peka: Ujung Jari Telapak Tangan Telapak Kaki Bibir Alat Kemaluan.

2.1.9 Fungsi bagian-bagian kulit Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bibit penyakit dan mencegah penguapan air dari dalam tubuh. Kelenjar keringat berfungsi menghasilkan keringat Lapisan lemak berfungsi menghangatkan tubuh Otot penggerah rambut berfungsi mengatur gerakan rambut Pembuluh darah berfungsi mengalirkan darah keseluruh tubuh.,

2.2 KELAINAN DAN PENYAKIT PADA ALAT INDRA

Kelainan dan penyakit pada alat indra dapat mengganggu manusia ketika berinteraksi terhadap lingkungannya. Berkat kemajuan ilmu pengetahuan, sebagian kelainan dan gangguan tersebut dapat diatasi. Beberapa kelainan dan penyakit yang menyerang alat-alat indra antara lain sebagai berikut. 2.2.1 Mata 1. Astigmatis Astigmatis (mata silindris) adalah kelainan pada mafa yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris. Etiologi Astigmatisma terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan kornea. Bayi yang baru lahir biasanya mempunyai kornea yang bulat atau sferis yang di dalam perkembangannya terjadi keadaan apa yang disebut astigmatisme with the rule (astigmat lazim) yang berarti kelengkungan kornea pada bidang vertikal bertambah atau lebih kuat atau jari-jarinya lebih pendek dibanding jari-jari kelengkungan kornea di bidang horizontal. Astigmatisma juga sering disebabkan oleh adanya selaput bening yang tidak teratur dan lengkung kornea yang terlalu besar pada salah satu bidangnya. Permukaan lensa yang berbentuk bulat telur pada sisi datangnya cahaya, merupakan contoh dari lensa astigmatis. Derajat kelengkungan bidang yang melalui sumbu panjang telur tidak sama dengan derajat kelengkungan pada bidang yang melalui sumbu pendek. Karena lengkung lensa astigmatis pada suatu bidang lebih kecil daripada lengkung pada bidang yang lain, cahaya yang mengenai bagian perifer lensa pada suatu sisi tidak dibelokkan sama kuatnya dengan cahaya yang mengenai bagian perifer pada bidang yang lain.

Selain itu daya akomodasi mata tidak dapat mengkompensasi kelainan astigmatisma karena pada akomodasi, lengkung lensa mata tidak berubah sama kuatnya di semua bidang. Dengan kata lain, kedua bidang memerlukan koreksi derajat akomodasi yang berbeda, sehingga tidak dapat dikoreksi pada saat bersamaan tanpa dibantu kacamata. (3) Adapaun bentuk-bentuk astigmat adalah sebagai berikut: 1.Astigmat Reguler yaitu astigmat yang memperlihatkan kekuatan pembiasan bertambah atau berkurang perlahan-lahan secara teratur dari satu meridian meridian berikutnya. Cara mengatasi astigmat regular : memberikan kacamata silinder dengan ukuran yang akan mengimbangi atau berlawanan dengan kelengkungan selaput beningan yang mengakibatkan silinder. Astigmat ireguler : astigmat yang terjadi tidak mempunyai dua meridian yang saling tegak lurus. Astigmat ireguler dapat terjadi akibat kelengkungan kornea pada meridian yang sama berbeda sehingga bayangan menjadi ireguler. Astigmatisma ireguler terjadi akibat infeksi kornea,trauma dan distrofi atau akibat selaput bening. Cara mengatasi astigmat ireguler: dengan menggunakan lensa kontak sehingga sinar akan dapat dibiaskan pada permukaan lensa kontak dan masuk ke dalam bola mata dengan teratur.Kadang-kadang perlu dilakukan pencangkokan selaput bening atau keratoplasti untuk menghilangkan jaringan parut yang mengganggu penglihatan. TerapiAstigmat bisa diperiksa dengan cara pengaburan (fogging technique of refraction) yang menggunakan kartu snellen, bingkai percobaan, sebuah set lensa coba, dan kipas astigmat. Pemeriksaan astigmat ini menggunakan teknik sebagai berikut yaitu:Pasien duduk menghadap kartu Snellen pada jarak 6 meter,Pada mata dipasang bingkai percobaan,Satu mata ditutup,Dengan mata yang terbuka pada pasien dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan dengan lensa (+) atau (-) sampai tercapai ketajaman penglihatan terbaik,Pada mata tersebut dipasang lensa (+) yang cukup besar (misal S + 3.00) untuk membuat pasien mempunyai kelainan refreksi astigmat miopikus,Pasien diminta melihat kartu kipas astigmat,Pasien ditanya tentang garis pada kipas yang paling jelas terlihat,Bila belum terlihat perbedaan tebal garis kipas astigmat maka lensa S( + 3.00) diperlemah sedikit demi sedikit hingga pasien dapat menentukan garis mana yang terjelas dan terkabur,Lensa silinder (-) diperkuat sedikit demi sedikit dengan sumbu tersebut hingga tampak garis yang tadi mula-mula terkabur menjadi sama jelasnya dengan garis yang terjelas sebelumnya,Bila sudah dapat melihat garis-garis pada kipas astigmat dengan jelas,lakukan tes dengan kartu Snellen,

Bila penglihatan belum 6/6 sesuai kartu Snellen, maka mungkin lensa (+) yang diberikan terlalu berat,sehingga perlu mengurangi lensa (+) atau menambah lensa (-),Pasien diminta membaca kartu Snellen pada saat lensa (-) ditambah perlahan-lahan hingga ketajaman penglihatan menjadi 6/6. Sedangkan nilainya : Derajat astigmat sama dengan ukuran lensa silinder (-) yang dipakai sehingga gambar kipas astigmat tampak sama jelas. Sedangkan untuk mengoreksi astigmat dapat dilakukan dengan trial and error untuk menemukan lensa sferis yang cocok untuk mengoreksi pembiasan pada salah satu bidang. Setelah itu lensa silindris tambahan digunakan untuk mengoreksi kelainan pada bidang yang lain. Untuk hal terakhir ini, sumbu dan kekuatan lensa silindris yang diperlukan harus ditetapkan. Ada beberapa cara untuk menentukan sumbu dari bidang yang abnormal pada sistem lensa mata.Salah satu cara adalah dengan menggunakan alat yang bergambar garis-garis hitam paralel secara vertikal maupun horizontal (kartu Snellen yang telah dijelaskan di atas). Setelah mencoba mengoreksi dengan berbagai lensa sferis, diperoleh lensa yang sesuai sehingga salah satu garis menjadi jelas terlihat oleh mata yang astigmat, tetapi garis yang tegak lurus terhadap garis yang terlihat tegas ini malah menjadi kabur. Dari prinsip-prinsip fisika optik dapat terlihat bahwa sumbu bidang silindris mata yang tidak terfokus adalah sejajar lensa silindris (+) atau (-) yang kekuatannya sesuai, dan kemudian diletakkan pada sumbu lensa ini sejajar dengan garis yang tidak terfokus,sampai semua garis sama jelasnya. Setelah ini tercapai, pemeriksa meminta ahli optik untuk membuat lensa khusus yang mengalami koreksi sferis disertai koreksi silindris pada sumbu yang tepat. 2. Miopi Miopi (rabun jauh) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat jauh. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu panjang dan bayangan benda jatuh di depan bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cekung (negatif). 3. Hipermetropi Hipermetropia (rabun dekat) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu pendek dan bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cembung (positif). 4. Presbiopia Presbiopia (rabun dekat danjauh) adalah kelainan yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat dan jauh. Hal itu terjadi ka.rena daya akomodasi mata mulai berkurans. Kelainan ini dialami oleh orang tua sehingga disebut juga mata tua. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif). Kelainan miopia, hipermetropia, dan presbiopia serta cara menolongnya telah kamu pelajari di kelas VIII.

5. Rabun Senja Penderita rabun senja (rabun ayam) tidak dapat melihat dengan baik pada senja dan malam hari ketika cahaya mulai rentang-remang. Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Cara mencegah dan mengatasi gangguan ini ialah dengan mengonsumsi rnakanan yang banyak mensandung vitamin A. Misalnya wortel. pepaya, dan tomat. 6. Keratomalasi Keratomalasi ditandai dengan kornea mata yang keruh. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut rabun senja. Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata. Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis). Ji ka tidak segera cliatasi. akan menimbulkan kebutaan. 7. Katarak Katarak (bular mata) merupakan kelainan pada lensa mata. Lensa mata menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina. Biasanya, katarak diderjta oleh orang yang berusia lanjut. Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi. 8. Juling Kelainan mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot mata. 9. Glaukoma Kelainan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan. Kelainan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan. 10. Buta Warna Penderita buta warna tidak dapat membedakan warna tertentu. misalnya merah, hijau. dan biru. Buta warna merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan. Buta warna lebih banyak diderita laki-laki dari pada perempuan. Penyebab tersering buta warna adalah faktor keturunan, gangguan terjadi biasanya pada kedua mata, namun tidak memburuk seiring berjalannya usia. Penyebab lainnya adalah kelainan yang didapat selama kehidupannya, misalnya kecelakaan/trauma pada mata, umumnya kelainan hanya terjadi pada salah satu mata saja dan bisa mengalami penurunan fungsi seirng berjalannya waktu.Tips / Cara Menjaga Mata Tetap Sehat Untuk membuat mata anda tetap sehat dan dapat melihat sesuatu dengan jelas dan jernih baik untuk jarak jauh maupun dekat sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini :

Menonton Televisi Jangan Terlalu Dekat Jarak yang aman untuk menonton televisi kalau tidak salah 2 meter untuk tv ukuran 14 inchi. Untuk layar yang lebih lebar otomatis jaraknya lebih jauh. Nonton layar bioskop pun sebaiknya mengambil kursi yang paling belakang.Bekerja / Bermain Komputer Jangan Terlalu Lama Biasakan memberi waktu dalam beraktivitas di depan layar komputer. Misalnya setiap 15 atau 30 menit sekali beristirahat melihat yang jauh-jauh selama lima sampai sepuluh menit agar mata tidak selalu dalam keadaan tegang karena melihat layar dengan jarak yang sangat dekat.Bermain Video Game Jangan Terlalu Dekat. Anak-anak jaman sekarang banyak yang cuek terhadap kesehatan mata. Ini dapat kita lihat dengan banyak yang main ps / playstation atau vido game sejenis lainnya dekat dengan layar tv. Sebaiknya biasakan marahi anak yang bermain game terlalu dekat. Jaraknya mirip dengan poin nomor 1 di atas.Membaca Buku Jarak yang aman membaca buku adalah 30 cm. Bila terlalu dekat dapat membuat mata tegang dan mengakibatkan rabun jauh dalam jangka panjang. Membaca buku juga tidak boleh sambil tiduran. Penerangan pun juga harus cukup misalnya dengan lampu neon yang terang. Dengan demikian kesehatan mata akan tetap terjaga.Hindari Debu Dan Polusi Bagi anda yang sering beraktivitas di jalan raya seperti tukang ojek, polisi, polisi cepek, preman, supir angkot, kurir, dan lain sebagainya sebaiknya menggunakan pelindung mata seperti kacamata dan helm yang berkaca. Hindari debu yang masuk ke mata karena bisa membuat mata jadi infeksi dan membuat mata menjadi katarak.Makan Makanan Bergizi, Berserat dan Bervitamin A. Mata butuh asupan zat-zat yang bergizi serta vitamin yang cukup agar dapat menjaga kondisi tetap fit. Biasakan memakan makanan yang berserat dan memiliki kandungan gizi yang cukup. Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen atau mekanan yang mengandung vitamin A eperti wortel, alpukat, tomat, pepaya, dan lain sebagainya.Jagalah kesehatan mata anda agar anda tidak tersiksa karena harus memakai kacamata terus-menerus. Dengan mata yang sehat anda punya banyak peluang untuk tembus tes-tes kesehatan yang mengharuskan mata anda sehat walafiat. Hubungi dokter setiap anda punya masalah dengan mata. 2.2.2 Telinga 1. Radang Telinga Radang telinga dapat terjadi di bagian luar maupun tengah. Radang telinga bagian luar terjadi karena bakteri. jamur. atau virus yang masuk melalui berbagai cara. misalnya masuk bersama air ketika berenang. Radang telinga tengah (otitis media) dapat terjadi karena bakteri atau virus. misalnya virus influenze. yang masuk dari rongga mulut melirlui saluran Eustachius. 2. Otosklerosis

Penyakit ini merupakan tuli konduksr yang menahun karena tulang sanggurdi kaku dan tidak dapat bergerak secara leluasa. Penyakit ini harus ditangani oleh dokter THT. Otosklerosis adalah penyakit primer dari tulang-tulang pendengaran dan otic capsule. Proses ini menghasilkan tulang yang lebih lunak dan berkurang densitasnya (otospongiosis). Gangguan pendengaran disebabkan oleh pertumbuhan abnormal dari spongy bone-like tissue yang menghambat tulang- tulang di telinga tengah, terutama stapes untuk bergerak dengan baik. Pertumbuhan tulang yang abnormal ini sering terjadi di depan dari jendela oval, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga dalam. Normalnya, stapes yang merupakan tulang terkecil pada tubuh bergetar secara bebas mengikuti transmissi suara ke telinga dalam.Ketika tulang ini menjadi terfiksasi pada tulang sekitarnya, getaran suara akan dihambat menuju ke telinga dalam sehingga fungsi pendengaran terganggu.3. Tuli MendadakTuli mendadak ( istilah medis : sudden deafness ) merupakan keadaan emergensi di telinga, dimana telinga mengalami ketulian secara mendadak, kadang tanpa disertai keluhan, umumnya mengenai satu telinga.Dikatakan emergensi karena keadaan ini sering kali menetap, jika tidak diketahui cepat penyebabnya.Keluhan yang timbul biasanya, terjadi penurunan pendengaran yang berat secara tiba-tiba dapat disertai telinga berdengung ( tinitus ) dan rasa berputar ( vertigo ). Penyebab pasti kadang sulit untuk diketahui, umumnya diakibatkan gangguan pada saraf telinga ( pada rumah siput / koklea ) oleh berbagai hal seperti trauma kepala, trauma bising yang keras, infeksi virus, perubahan tekanan atmosfir dan adanya kelainan darah.Merawat TelingaJika telinga kemasukan benda asing, tak ada pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah. Penanganan yang salah justru akan membawa akibat yang lebih buruk lagi. Jangan mencoba mengeluarkan benda tadi dengan cara dikorek-korek. Segera bawa ke dokter THT atau gunakan ear candle. Berikut benda-benda asing yang biasa masuk ke telinga: * Air Saat mandi atau berenang, tak jarang air masuk ke telinga anak. Selama telinganya bersih, air otomatis akan keluar sendiri. Namun kalau di dalamnya terdapat kotoran kuping, air akan membuatnya mengembang sehingga tidak bisa keluar. Segera ke dokter THT untuk membersihkan kotoran kuping yang ada. * Semut Bila telinga sampai kemasukan semut, berarti ada yang salah dengan bagian dalam telinga. Pada prinsipnya, telinga punya mekanisme sendiri yang dapat menghambat binatang seperti semut untuk tidak masuk ke dalam. * Cotton Buds Cotton buds (ear therapy) tidak dianjurkan secara medis untuk mengorek-ngorek telinga, walau masih saja ada yang menggunakannya. Selain kapas bisa tertinggal di dalam telinga, bahaya lainnya adalah dapat menusuk selaput gendang bila tidak hati-hati menggunakannya. Oleh karena itu, berhati-hatilah. Jika kapasnya tertinggal di dalam telinga, segera bawa anak Anda ke dokter THT atau juga terapi telinga / ear theraphy.. * Benda-benda kecil Anak-anak kecil sering tidak sengaja memasukkan sesuatu ke dalam telinganya. Misalnya, manik-manik mainan. Jika terjadi, segera bawa ke dokter THT. Jangan coba-coba mengeluarkannya sendiri, karena bisa menimbulkan masalah baru. Di ruang praktek, dokter mempunyai alat khusus untuk mengeluarkan benda tersebut. sebaiknya anda mencoba ear candles karena terapi telinga ini bisa juga untuk kesehatan telinga anda.

Cara Menjaga Kesehatan Telinga Inilah poin-poin yang menurut Noerbaiti penting untuk diperhatikan dalam menjaga kesehatan telinga. selain anda menggunakan ear candle therapy:1. Jangan mengorek-ngorek telinga. Baik dengan cotton buds maupun benda lain. 2. Biasakan anak mengunyah makanan dengan benar karena mengunyah adalah mekanisme alamiah tubuh untuk mengeluarkan kotoran dari dalam telinga. 3. Pada bayi, mekanisme ini pun telah dilakukan, yaitu ketika bayi mengisap puting susu atau dot. 4. Bila telinga terasa berkurang pendengarannya, segera ke dokter THT untuk dibersihkan atau bisa juga gunakan ear wax candle/ear candles. 5. Telinga mempunyai mekanisme sendiri untuk menghambat dan mengeluarkan benda asing yang masuk. Bila hal ini tidak terjadi, berarti ada sesuatu yang salah dengan telinga. Segera konsultasikan ke dokter THT untuk dicari penyebabnya. 6. Jauhkan cotton buds dari jangkauan anak-anak. Mereka belum tahu bahayanya. Selain kapas bisa tertinggal di dalam telinga, bila tidak hati-hatimenggunakannya, bukan tak mungkin menusuk dan merobek selaput gendang. 2.2.3 Hidung 1. Hidung berdarah/Mimisan (Kedokteran: epistaksis atau Inggris: epistaxis) atau mimisan adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung.Ada dua tipe pendarahan pada hidung: Tipe anterior (bagian depan). Merupakan tipe yang biasa terjadi. Dalam kasus tertentu, darah dapat berasal dari sinus dan mata. Selain itu pendarahan yang terjadi dapat masuk ke saluran pencernaan dan dapat mengakibatkan muntah.Penyebab Tipe posterior (bagian belakang)Secara Umum penyebab epistaksis dibagi dua yaitu :1. Lokal2. SistemikLokalPenyebab lokal terutama trauma, sering karena kecelakaan lalulintas, olah raga, (seperti karena pukulan pada hidung)yang disertai patah tulang hidung(seperti pada gambar di halaman ini),mengorek hidung yang terlalu keras sehingga luka pada mukosa hidung, adanya tumor di hidung, ada benda asing (sesuatu yang masuk ke hidung) biasanya pada anak-anak, atau lintah yang masuk ke hidung, dan infeksi atau peradangan hidung dan sinus (rinitis dan sinusitis)

SistemikPenyebab sistemik artinya penyakit yang tidak hanya terbatas pada hidung, yang sering meyebabkan mimisan adalah hipertensi, infeksi sistemik seperti penyakit demam berdarah dengue atau cikunguya, kelainan darah seperti hemofili, autoimun trombositipenic purpura.PerawatanAliran darah akan berhenti setelah darah berhasil dibekukan dalam proses pembekuan darah. Sebuah opini medis mengatakan bahwa ketika pendarahan terjadi, lebih baik jika posisi kepala dimiringkan ke depan (posisi duduk)untuk mengalirkan darah dan mencegahnya masuk ke kerongkongan dan lambung. Pertolongan pertama jika terjadi mimisan adalah dengan memencet hidung bagian depan selama tiga menit. Selama pemencetan sebaiknya bernafas melalui mulut. Perdarahan ringan biasanya akan berhenti dengan cara ini. Lakukan hal yang sama jika terjadi perdarahan berulang, jika tidak berhenti sebaiknya kunjungi dokter untuk bantuan. Untuk pendarahan hidung yang kronis yang disebabkan keringnya mukosa hidung, biasanya dicegah dengan menyemprotkan salin pada hidung hingga tiga kali sehari.Jika disebabkan tekanan, dapat digunakan kompres es untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi). Jika masih tidak berhasil, dapat digunakan tampon hidung. Tampon hidung dapat menghentikan pendarahan dan media ini dipasang 1-3 hari.Kematian akibat pendarahan hidung adalah sesuatu yang jarang. Namun, jika disebabkan kerusakan pada arteri maksillaris dapat mengakibatkan pendarahan hebat melalui hidung dan sulit untuk disembuhkan. Tindakan pemberian tekanan, vasokonstriktor kurang efektif. Dimungkinkan penyembuhan struktur arteri maksillaris (yang dapat merusak saraf wajah) adalah solusi satu-satunya. 2. Anosmia Anosmia adalah gangguan pada hidung berupa kehilangan kemampuan untuk membau. Penyakit ini dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya cidera atau infeksi di dasar kepala, keracunan timbel, kebanyakan merokok, atau tumor otak bagian depan. Untuk mengatasi gangguan ini harus diketahui dulu penyebabnya. 3. Rhinitis alergika (allergic rhinitis)Terjadi karena sistem kekebalan tubuh kita bereaksi berlebihan terhadap partikel-partikel yang ada di udara yang kita hirup. Sistem kekebalan tubuh kita menyerang partikel-partikel itu, menyebabkan gejala-gejala seperti bersin-bersin dan hidung meler. Partikel-partikel itu disebut alergen yang artinya partikel-partikel itu dapat menyebabkan suatu reaksi alergi. Jika anda mempunyai rhinitis alergika, biasanya anda mempunyai gejala selama beberapa tahun (kronik). Anda mungkin mempunyai gejala sepanjang tahun, atau hanya pada saat-saat tertentu saja. Dengan berjalannya waktu, alergen mungkin menjadi tidak begitu mempengaruhi anda, dan gejala-gejala anda mungkin menjadi tidak separah sebelumnya. Anda juga bisa mengalami komplikasi seperti sinusitis ataupun infeksi telinga. Gejala-gejala paling sering dari rhinitis alergika adalah: Bersin berulangkali, terutama setelah bangun tidur pada pagi hari.

Hidung meler dan postnasal drip. Cairan yang keluar dari hidung meler yang disebabkan alergi biasanya bening dan encer, tetapi dapat menjadi kental dan putih keruh atau kekuning-kuningan jika berkembang menjadi infeksi hidung atau infeksi sinus. Mata gatal, berair. Telinga, hidung, dan tenggorokan gatal.Mengobati rhinitis alergikaDokter anda akan mengobati rhinitis alergika dengan membantu anda untuk menghindari atau mengendalikan alergen dan dengan menggunakan obat-obatan untuk mengkontrol gejala-gejala anda. Jika ini semua tidak membantu, dokter anda mungkin akan menyarankan suntikan immunotherapy. Ini adalah suntikan alergi dimana alergen yang menyebabkan anda alergi, disuntikkan ke bawah kulit anda, tentunya dalam dosis sangat kecil. Ini akan membuat tubuh anda terbiasa dengan alergen itu sehingga anda hanya akan mengalami gejala yang lebih sedikit dan lebih ringan. 2.2.4 Kulit Kutu air atau kaki atlit (Bahasa Inggris:athlete's foot) adalah sebuah infeksi jamur pada kulit, biasanya di antara jari kaki yang disebabkan oleh jamur parasit, penyakit ini menular. usta atau Lepra atau disebut juga Penyakit Morbus Hansen, Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath, yang digambarkan pada alkitab dan sering disamakan dengan kusta.Panau atau panu merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai oleh bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung kepada warna kulit penderita. Jamur yang menyebabkan panau adalah Malassezia furfur.Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur yang lebih tua atau lebih muda. Penyakit ini biasanya menyerang kulit di daerah yang menghasilkan banyak keringat. Biasanya panau terdapat pada bagian atas dada, lengan, leher, perut, kaki, ketiak, lipatan paha, muka dan kepala. Panau terutama ditemukan di daerah yang lembab dan dilindungi pakaian

2.2.5 LidahPenyebab kanker lidah salah satunya rokok, jangan remehkan asap rokok. Asap yang lama mengepul di rongga mulut dan terkena lidah bisa memicu kanker lidah. penyebab terbesar terjadinya kanker lidah karena merokok, terutama yang lebih dari 2 pak per hari. Risiko tersebut akan meningkat jika mengonsumsi alcohol.Penyebab lainnya karena tambalan atau gigi yang tajam yang menimbulkan trauma pada lidah. Asap rokok yang mengumpul di rongga mulut ternyata memicu kanker. Lidah bisa mengering karena paparan asap rokok. Gejala: pada stadium awal, kanker lidah ditandai dengan lesi atau kelainan prakanker. Kelainan prakanker atau lesi tersebut berbentuk bercak putih pada mukosa atau lapisan dalam rongga mulut berupa pengerasan, yang disebut leukoplakia. Umumnya, kelainan ini akan menjadi kanker rongga mulut. Cegah Kanker lidah dengan mulut yang bersih dengan salah satu caranya adalah rajin menyikat gigi Pengobatan diilakukan dengan operasi, radiasi, sinar-X dan kemoterapi.

2.3 Prosedur diagnostic2.3.1 PenglihatanA.Flurescen AngiografiFluorescein angiography adalah tes yang memungkinkan pembuluh darah di belakang mata untuk difoto sebagai pewarna neon disuntikkan ke dalam aliran darah melalui tangan atau lengan ( tindakan invasif ).B.Flurescen TestFlurescen Test adalah tes yang menggunakan pewarna oranye (fluorescein) dan cahaya biru untuk mendeteksi benda asing di mata. Tes ini juga dapat mendeteksi kerusakan pada kornea, permukaan luar mata.C.Elektro retinografiElectroretinography (ERG) adalah tes mata digunakan untuk mendeteksi fungsi abnormal dari retina (bagian cahaya mendeteksi mata)2.3.2 Pendengaran AUDIOMETRIAudiometri adalah pemeriksaan untuk menentukan jenis dan derajat ketulian (gangguan dengar). TYMPANOMETRITympanometry adalah pemeriksaan obyektif yang digunakan untuk mengetahui kondisi telinga tengah dan mobilitas gendang telinga (tympanic membrane) dan tulang-tulang pendengaran di telinga tengah, dengan memberikan tekanan udara yang berbeda di liang telinga.

The Smell Identifikasi TYMPANOMETRI

Audiometri ElektroretinografiProsedur diagnosticperasaBiopsi :Incisional biopsy dengan cara mengambil sampel dari daerah carcinoma dan daerah yang sehat, sehingga diketahui batas jelas dari carcinoma.Menggunakan teknik cahaya khemoluminesenJaringan yang dicurigai sebagai kanker disinari dengan khemoluminesen setelah sebelumnya diwarnai dengan asam asetat. Hasilnya akan terlihat gambaran opak acetowhite pada jaringan yang terkena kanker atau jaringan yang abnorma

BAB IIIASUHAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM PENGINDERAAN : SENSASI DAN PERSEPSI 1. Pengkajian 1) Aktifitas Istirahat :Perubahan aktifitas biasanya/hobi sehubungan dengan gangguan penglihatan.2) Neurosensori :Gangguan penglihatan kabur/tak jelas, sinar terang menyababkan silau dengan kehilangan bertahap penglihatan perifer, kesulitan memfokuskan kerja dengan dekat/merasa diruang gelap. Penglihatan berawan/kabur, tampak lingkaran cahaya/pelangi di sekitar sinar, perubahan kacamata, pengobatan tidak memperbaiki penglihatan, fotofobia ( glukoma akut ). Tanda : Tampak kecoklatan atau putih susu pada pupil (katarak),Pupil menyempit dan merah/mata kerasKornea berawan (glukoma darurat, peningkatan air mata)3) Nyeri / Kenyamanan:Ketidaknyamanan ringan / mata berair. Nyeri tiba-tiba atau berat menetap atau tekanan pada atau sekitar mata, sakit kepala.2. Diagnosa Keperawatan dan IntervensiDX.1 : Resiko tinggi terhadap cedera b/d kehilangan vitreus, perdarahan intraokuler, peningkatan TIO TUJUAN :Menyatakan pemahaman terhadap faktor yang terlibat dalam kemungkinan cedera.INTERVENSI :Diskusikan apa yang terjadi tentang kondisi paska operasi, nyeri, pembatasan aktifitas, penampilan, balutan mataBahas perlunya penggunaan kecamataAnjurkan keluarga membantu pasien menata lingkunganAnjurkan untuk tidak memeberikan tekanan pada mata yang terkena traumaAnjurkan menggunaan prosedur yang memadai ketika memberikan obat mata

DX.2 : Gangguan persepsi sensori-perseptual penglihatan b/d gangguan penerimaan sensori/status organ indera, lingkungna secara terapetik dibatasi. TUJUAN :Meningkatkan ketajaman penglihatan dalam batas situasi individu, mengenal gangguan sensori dan berkompensasi terhadap perubahan.INTERVENSI :Kaji kemampuan melihat, mengorientasikan klien terhadap lingkungan dan aktifitasJelaskan terjadinya gangguan persepsi penglihatanObservasi tanda-tanda disorientasiDX.3 : Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi, kurang terpajan/mengingat, keterbatasan kognitifTUJUAN : Menunjukkan pemhaman tentang kondisi, proses penyakit dan pengobatan.INTERVENSI :Kaji tingkat pengetahuan klienBeri pendekatan kesehatan (penyuluhan tentang penyakitnya)Beri kesempatan pada klien atau keluarga untuk bertanyaBeritahu tentang pentingnya obat-obatan untuk kesembuhan klienTINJAUAN KASUSIDENTITAS KLIENNama klien : TN HUmur : 50 THNJenis kelamin : LAKI-LAKIAlamat : Jl. Mawar No.48 Agama : IslamSts. Perkawinan : MenikahSuku: SundaPendidikan: SMAPekerjaan: Wiraswasta

II. PENGKAJIANAlasan masuk Rumah SakitKlien mengatakan penglihatannya kabur sejak 3 bulan yang laluB. Riwayat kesehatan1. Riwayat kesehatan sekarangKlien mengatakan penglihatannya kabur, klien juga mengatakan sulit untuk melihat benda pada jarak jauh dan mengeluh karna takut tentang kondisinya.

2. Riwayat kesehatan masa laluKlien mengatakan pernah mengalami penyakit sarafdan klien sering mengkonsumsi obat-obatan anti nyeri.

Pengkajian FisikKeadaan Umum : Compos mentisPengukuran Tanda Tanda VitalTekanan Darah : 100/60 mmHg Nadi : 88x/menitSuhu : 36,5 Respirasi: 22x/menit3. Sistem Penginderaan ( mata) :1. Visus 3/62. Retina Nampak berwarna putih3. Penglihatan kabur

III. DATA FOKUSA. Data SubyektifKlien mengatakan pada matanya terjadi penurunan ketajaman penglihatanKlien mengatakan sulit melihat benda pada jarak jauhKlien mengeluh tentang kondisi penglihatannya

Klien mengatakan tidak mengetahui tentang penyakitnya

Data ObyektifPenglihatan klien nampak kaburMata sebelah kiri nampak tertutup verbanEkspresi wajah nampak gelisahKlien Nampak bingung

IV. DIAGNOSA KEPERAWATANDX.1 : Resiko tinggi terhadap cedera b/d pandangan kabur,ditandai dengan :DS : Klien mengatakan pada matanya terjadi penurunan ketajaman penglihatanDO : Penglihatan klien nampak kaburDX.2 : Gangguan persepsi sensori-perseptual penglihatan b/d gangguan penerimaan sensori/status organ indera, Ditandai dengan :DS : Klien mengatakan sulit melihat benda pada jarak jauhDO : Penglihatan klien nampak kaburDX.3 : Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi, kurang terpajan/mengingat, keterbatasan kognitif ditandai dengan:DS : -Klien mengeluh tentang kondisi penglihatannya -Klien mengatakan tidak mengetahui tentang penyakitnyaDO : -Klien Nampak bingung -Ekspresi wajah nampak gelisahV. INTERVENSI :DX.1 : Resiko tinggi terhadap cedera b/d pandangan kabur,ditandai dengan :DS : Klien mengatakan pada matanya terjadi penurunan ketajaman penglihatanDO : Penglihatan klien nampak kaburTujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan resiko tinggi cedera dapat berkurang dengan criteria :1. Ketajaman penglihatan klien baik2. Penglihatan tidak nampak kabur

Intervensi :Anjurkan keluarga klien membantu menata lingkunganMemfasilitasi kemandirian dan menurunkan resiko cederaAnjurakn perlunya penggunaan kaca mataKaca mata melindungi mata terhadap cedera Ajarkan cara pemberian obat tetesCedera dapat terjadi bila wadah obatAnjurkan untuk tidak memberikan tekanan pada mata yang cederaTekanan pada mata menyebabkan kerusakan serius lebih lanjutDX.2 : Gangguan persepsi sensori-perseptual penglihatan b/d gangguan penerimaan sensori/status organ indera, lingkungna secara terapetik dibatasi, ditandai dengan :DS : Klien mengatakan sulit melihat benda pada jarak jauhDO : Penglihatan klien nampak kaburTujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan gangguan persepsi penglihatan dapat berkurang,dengan criteria :1. Klien dapat melihat benda pada jarak jauhs2. Penglihatan tidak nampak kaburIntervensi :Tentukan ketajaman penglihatan dalam batas situasi individu,apakah satu mata atau dua mata yang terlibatKebutuhan individu dan pilihan intervensi bervariasi sebab kehilangan terjadi lambat dan progresif, tiap mata dapat berlanjut pada laju berbeda,tapi biasanya hanya satu mata.Jelaskan terjadinya gangguan persepsi penglihatanAgar klien mengetahui penyebab gangguan penglihatanDX.3 : kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi, kurang terpajan/mengingat, keterbatasan kognitif,ditandai dengan :DS : -Klien mengeluh tentang kondisi penglihatannya -Klien mengatakan tidak mengetahui tentang penyakitnyaDO : -Klien Nampak bingung -Ekspresi wajah tampak gelisahTujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan klien mengetahui tentang penyakitnya dengan criteria

1. Klien tidak mengeluh tentang kondisinya2. Klien mengetahui tentang penyakitnya3. Klien tidak bingun4. Ekspresi wajah nampak ceriaIntervensi :Kaji tingkat pengetahuan klienTingkat pengetahuan perlu di kaji agar dalam memberikan informasi kesehatan kita mampu menyesuaikan sesuai dengan tingkat pengetahuan atau pendidikanTentang pencegahan dan penularan penyakit agar klien mengerti atau paham tentang penyakit yang di deritanyaBeri kesempatan pada klien atau keluarga untuk bertanya.Agar klien dapat terbuka dan mau menanyakan apa yang mereka tidak ketahuiBeritahu tentang pentingnya obat-obatan untuk kesembuhan klien Agar klien mengetahui tentang pentignnya obat-obatan untuk kesembuhannya

VI. IMPLEMENTASIDX 1: Resiko tinggi terhadap cedera b/d kehilangan vitreus, perdarahan intraokuler, peningkatan TIO.Menganjurkan keluarga klien membantu menata lingkungaKeluarga klien mampu melakukan anjuran yang diberikanMenganjurakn perlunya penggunaan kaca mataKlien mau menggunakan kecamataMengajarkan cara pemberian obat tetesKlien mengerti tentang cara pemberian obat tetes mata Menganjurkan untuk tidak memberikan tekanan pada mata yang cedeKlien paham tentang anjuran yang diberikan dan akan melaksanakannya DX.2 : Gangguan peersepsi sensori-perseptual penglihatan b/d gangguan penerimaan sensori/status organ indera, lingkungna secara terapetik dibatasi.Menentukan ketajaman penglihatan dalam batas situasi individu,apakah satu mata atau dua mata yang terlibatMelalui tes visus,klien tidak mampu melihat jarak jauhMengkaji kemampuan melihat, mengorientasikan klien terhadap lingkungan dan aktifitasUntuk mengetahui sejauh mana kemampuan klien melihat Menjelaskan terjadinya gangguan persepsi penglihatan Untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi ansieta

Dx 3: Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi, kurang terpajan/mengingat, keterbatasan kognitif.Memberi pendekatan kesehatan (penyuluhan tentang penyakitnya.)Klien mengerti dan paham tentang penyakit yang di deritanyaMemberikan kesempatan pada klien atau keluarga untuk bertanya.Klien mampu terbuka dan mau menanyakan apa yang klien tidak ketahuiMemberitahu tentang pentingnya obat-obatan untuk kesembuhan klienKlien mengetahui tentang pentignnya obat-obatan untuk kesembuhannya penyakitnya

NASEHAT PULANGMemberitahu pada klien bahwa obatnya di minum secara teratur.Anjurkan klien untuk selalu menjaga kebersihan matanyaAnjurkan klien untuk tidak membasahi mata dan kepalanya selama penyakit belum sembuh.Anjurkan klien untuk istirahat secukupnya. Anjurkan klien untuk selalu minum yang Vitamin A.