AIDA sgd lbm 1.doc

  • View
    37

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of AIDA sgd lbm 1.doc

SGD LBM 1 MODUL TROPIS Step 71. Mengapa pasien mengeluh pusing, pegal-pegal, tidak mau makan dan minum, perut sakit dan muntah jika makan?

IFN- sebenarnya berfungsi sebagai penginduksi makrofag yang poten, menghambat replikasi virus, dan menstimulasi sel B untuk memproduksi antibodi. Namun, bila jumlahnya terlalu banyak akan menimbulkan efek toksik seperti demam, rasa dingin, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri kepala berat, muntah, dan somnolen (Soedarmo, 2002).

Soedarmo PS. 2002. Infeksi Virus Dengue. In: Soedarmo dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi Pertama. Jakarta: IDAI, pp: 176-209.Nafsu Makan Menurun

Tubuh memiliki pusat pengatur suhu tubuh yang terletak di hipotalamus. Pusat pengatur suhu ini dapat menentukan suhu yang tepat bagi tubuh berdasarkan kondisi lingkungan atau kondisi dalam tubuh. Ketika ada patogen masuk ke dalam tubuh, sistem imun kita akan mendeteksinya sebagai benda asing yang harus dibasmi. Salah satu strategi sistem imun kita adalah menghasilkan senyawa prostaglandin. Salah satu fungsi prostaglandin ini adalah memberi sinyal bagi tubuh bahwa tubuh telah diinvasi.

Saya ingin menilik sedikit tentang prostaglandin yang telah kita bahas sebagian. Masih ingat kan salah satu pemicu demam adalah dibebaskannya prostaglandin? Prostaglandin memiliki efek fisiologis lain bagi tubuh, seperti mengurangi pengeluaran asam lambung dan mengurangi pergerakan usus (motilitas). Itulah mengapa orang yang sedang demam tidak memiliki nafsu makan, karena memang tubuh sedang menurunkan kegiatan pencernaannya. Obat-obat penurun demam (analgesik) biasanya bekerja dengan menekan produksi pengeluaran prostaglandin. Tidak semua analgesik penurun demam mempunyai cara kerja seperti ini, namun penekanan prostaglandin merupakan salah satu cara yang cukup efektif. Jika prostaglandin ditekan, maka kita dapat prediksikan bahwa efek samping yang terjadi selain demam turun adalah kebalikan dari efek yang ditimbulkan prostaglandin. Efek samping tersebut antara lain peningkatan asam lambung dan peningkatan motilitas usus. Tak heran beberapa obat analgesik mencantumkan efek samping berupa gangguan pencernaan seperti diare dan resiko luka pada lambung. Itu lah pentingnya pencantuman efek samping pada kemasan obat, karena informasi tersebut sangat berharga bagi keamanan tubuh kita. Perhatikan selalu obat yang akan digunakan dan kenalilah diri kita sendiri, apakah kita memiliki penyakit yang tidak boleh ada ketika kita mengonsumsi suatu obat.Oleh: Kristoforus Hardjasoekanta

Fever and myalgia constitute the syndrome most commonly associated with zoonotic virus infection. Many of the numerous viruses belonging to the families listed in Table 196-1 probably cause this

syndrome, but several viruses have been selected for inclusion in the table because of their prominent associations with the syndrome and their biomedical importance. The syndrome typically begins with the abrupt onset of fever, chills, intense myalgia, and malaise. Patients may also report joint or muscle pains, but no true arthritis is detectable. Anorexia is characteristic and may be accompanied by nausea or even vomiting. Headache is common and may be severe, with hotophobiaand retroorbital pain. Physical findings are minimal and are usually confined to conjunctival injection with pain on palpation of muscles or the epigastrium. The duration of symptoms is quite variable but generally is 25 days, with a biphasic course in some instances. The spectrum of disease varies from subclinical to temporarily incapacitating.

After an incubation period of 27 days, the typical patient experiences the sudden onset of fever, headache, retroorbital pain, and back pain along with the severe myalgia that gave rise to the colloquial designation break-bone fever.Harrisons Principles of internal medicine - Chapter 196

Mual muntah ( inflamasi ( anti-histamin ( neurotransmitter ( 5HT (serotonin) ( n.vagus (mempersarafi gaster & duodenum) ( ctz ( rangsangan mual muntah

Demam ( inflamasi ( makrofag ( inf gama, il-1, ( hipotalamus ( as.arakidonat ( PGE2 ( mengurangi pengeluaran asam lambung (peristaltik lambung turun

Pegal ( inf gama ( menghambat replikasi bakteri ( sel B ( antibody ( virus terlalu banyak, inf gama banyak ( nyerii pegal

Infeksi virus(pembentukan kompleks antigen-antibodi( system komlemen dan pelepasan anafilatoksin c3a dan c5a(sel mast (histamin)(permeabilitas dinding pembluh darah meningkat( kebocoran plasma ke ektravaskuler(ol darah turun(viskositas naik( suplai o2 ke jaringan tidak adekuat( sikls anaerob( as. Laktat( pegal2

Nafsu makan turun ( il-1 dan tnf-a yang meningkat ( peningkatan hormone leptin ( nafsu makan turun

2. Mengapa pasien sudah diberi obat penurun panas tapi masih merasa demam lagi?

Aksi/kerja utama paracetamol adalah dengan cara menghambat sintesis prostaglandin di pusat otak (hipotalamus), tetapi tidak di perifer (jaringan), sehingga tidak mempunyai efek sebagai anti inflamasi. Paracetamol mampu meringankan/menghilangkan rasa nyeri tanpa mempengaruhi susunan syaraf pusat dan tidak menimbulkan ketagihan. Walau relatif aman, tidak berarti paracetamol dapat ditelan semaunya. Pemakaian paracetamol berbulan-bulan secara rutin dalam dosis yang tinggi cenderung menghasilkan kerusakan hati. Efek samping lain adalah reaksi hipersensitif dan kelainan darah.

Oleh: Azril KiminAndaikata saja ada anti viral Dengue di pasar, maka teknik early diagnostic yang kini ada di pasar, akan mendapat pasangan sempurna yang mampu mengendalikan atau mengeliminasi Demam Dengue. Secara teori Demam Berdarah bisa di kendalikan bahkan bisa dieliminasi. Dewasa ini selain alat diagnostic baru, juga dicari adanya (kandidat) antiviral baru yang secara klinis terbukti dapat mengeliminasi virus. Setidaknya obat yang dapat secara efektif mengembalikan fungsi sistem imun terutama cellular immune system untuk melawan virus. Di tahun mendatang, diharapkan telah tersedia alat deteksi dini dan kandidat preparat pengobatan, sehingga dapat mengeliminasi sumber sumber penularan Demam Berdarah yang di lakukan secara pro aktif.

http://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/buletin/buletin-dbd.pdf

Dan di tahun 2016 ini akan di keluarkan vaksin DBD. Paracetamol ( menghambat prostaglandin di hiipotalamus tapi tidak menghambat yang di perifer ( pdhl virus bereplikasi di darah ( maka si paracetamol tidak mengatasi demam yang diakibatkan virus di darah. Paracetamol ( hanya menurunkan pge2 ( tidak membunuh virus yang menyebabkan demam

3. Apa saja macam-macam demam?

Demam septik Malam hari suhu naik sekali, pagi hari turun hingga diatas normal, seringdisertai menggigil dan berkeringat. ( Pada kondisi sepsis ( infeksi seluruh tubuh bisa oleh karena bakteremia)

Demam hektik Malam hari suhu naik sekali, pagi hari turun normal. ( Malaria Tropica

Demam remitten Suhu badan dapat turun setiap hari tapi tidak pernah mencapai normal.Perbedaan suhu mungkin mencapai 2 derajat namun perbedaannya tidaksebesar demam septik.

Demam intermiten Suhu badan turun menjadi normal selama beberapa jam dalam satu hari. Bilademam terjadi dua hari sekali disebut tertiana dan apabila terjadi 2 hari bebasdemam diantara 2 serangan demam disebut kuartana. ( Malaria

Demam kontinyu Variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih dari satu derajat. Pada tingkatdemam yang terus menerus tinggi sekali disebut hiperpireksia. ( Infeksi virus

Demam siklik kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebasdemam untuk beberapa hari yang diikuti kenaikan suhu seperti semula (DBD

Sumber : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VDemam terjadi di sore hingga malam hari karena pada waktu tersebutmetabolisme tubuh telah menurun, sehingga suhu tubuh ikut menurun. Akibatnya, tubuhmengkompensasi set point palsu yang di set oleh bakteri dengan mekanisme demam. Sedangkanmenggigil adalah salah satu mekanisme termogenesis dalam usaha meningkatkan suhu. Pada umumnyamenggigil terjadi pada demam yang suhunya jauh dari nilai normal.

Sumber : Buku ajar IPD FKUI4. Kenapa terjadi demam mendadak dan tinggi?

Pathogenesis terjadinya demam berdarah dengue hingga saat ini masih diperdebatkan.

Berdasarkan data yang ada, terdapat bukti yang kuat bahwa mekanisme imunopatologis berperan dalam terjadinya demam berdarah dengue dan sindrom renjatan dengue.

Respon imum yang diketahui berperan dalam pathogenesis DBD adalah : a). Respon humoral berupa pembentukan antibody yang berperan dalam proses netralisasi virus, sitolosis yang dimediasi komplemen dan sitotoksisitas yang dimediasi antibody. Antibodi terhadap virus dengue berperan dalam mempercepat replikasi virus pada monosit atau makrofag. Hipotesis ini disebut antibody dependent enhancement (ADE) ; b). Limfosit T baik T-helper (CD4) dan T sitotoksik (CD8) berperan dalam respon imun seluler terhadap virus dengue. Diferensiasi T helper yaitu TH1 akan memproduksi interfon gamma, IL-2 dan limfokin, sedangkan TH2 memproduksi IL-4, IL-5, IL-6 dan IL-10; c). Monosit dan makrofag berperan dalam fagositosis virus dengan opsonisasi antibody. Namun proses fagositosis ini menyebabkan peningkatan replikasi virus dan sekresi sitokin oleh makrofag; d). Selin itu aktivasi komplemen oleh kompleks imun menyebabkan terbentuknya C3a dan C5a.

Halstead pada tahun 1973 mengajukan hipotesis secondary hetrologous infectionyang menyatakan DHF terjadi bila seseorang terinfeksi ulang virus dengue dengan tipe yang berbeda.Re-infeksi menyebabkan reaksi anamnestik antibody sehingga mengakibatkan konsentrasi kompleks imun yang tinggi.

Kurane dan Ennis pada tahun 1994 merangkum pendapat Halstead dan peneliti lain; menyatakan bahwa infeksi virus dengue menyebabkan aktivasi makrofag yang me-fagositosis kompleks virus-antibodi non netrali