Aher Undercover

  • View
    176

  • Download
    33

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ahmad Heryawan

Text of Aher Undercover

R ni BshMak a rR s a t g aa , l Z hi oe n i ,

A R ND R OV R HE U E C EMe y g a S ia A ma H ra a ni kp i Li h d eyw n n s n

K A A A I T LK U L H Z N H N EE T A

A

AHERUNDERCOVERMenyingkap Sisi Lain Ahmad Heryawan

iii

AHERUNDERCOVERMenyingkap Sisi Lain Ahmad Heryawan

Penulis: Ranting Basah, Malik Zahri, Rose Editor: Tim Khazanah Desain Sampul: Nunu Saputra, Budi Setiawan Tataletak: Budi Setiawan, Nunu Saputra Hak cipta dilindungi oleh undang-undang All right reserved Cetakan I, Januari 2013 M/ Safar 1434 H Diterbitkan oleh Khazanah Intelektual Anggota IKAPI Jl. Biduri No. 9 Buah Batu Bandung 40265 Telp./Fax. (022) 7302389 Hotline Redaksi (022) 70360505 Hotline Marketing (022) 70780148 Email: redaksi@khazanahintelektual.com Website: www.khazanahintelektual.com

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Ranting Basah Aher Undercover; Ranting Basah; editor, Tim Khazanah. Bandung : Khazanah Intelektual, 2013 xiv + 150; 13x20 cm. ISBN 978-979-3838-45-8 1. Tokoh. I. Judul. II. Ranting Basah. III. Tim Khazanah 297.414

iv

PengantarBekerja dalam hening. Mungkin itulah kata yang paling tepat menggambarkan Ahmad Heryawan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kang Aher. Tanpa ingar bingar di media, ia melakukan banyak kerja nyata. Sejak awal mendapat amanah sebagai Gubernur Jawa Barat, ia sudah blusukan ke berbagai pelosok daerah. Meski jarang terpublikasi di media massa, ia tetap bekerja di tengah sepi. Ternyata, sang waktu pun bekerja. Sang waktu mengakumulasi kerja-kerja di keheningan tersebut menjadi kumpulan karya. Akumulasi kerja nyata berupa karya itulah yang hari ini mampu menggedor struktur kesadaran masyarakat saat lebih dari 70 penghargaan nasional dan internasional ia terima dalam waktu sekitar empat tahun, baik sebagai pribadi ataupun dalam kapasitas sebagai gubernur. Ternyata, ada cerita di balik setiap berita. Di balik prestasiprestasi yang diapresiasi dalam berbagai penghargaan tersebut, ada berbagai kisah yang tak terangkat ke media, padahal itulah rahasianya. Dan, rahasia itulah sebenarnya yang lebih dibutuhkan untuk menginspirasi jiwa-jiwa ringkih yang hari ini merintih sedih. Cerita-cerita di balik berita itu bermula dari peristiwa-peristiwa yang hanya diketahui oleh segelintir orang yang menjadi saksi. Ada banyak peristiwa inspiratif terkait Kang Aher dan keluarganya yang terjadi di berbagai tempat, dan ada banyak orang yang terkesan dengan peristiwa tersebut.

v

Ia bekerja dengan hati, maka ada banyak hati yang tertawan, ada banyak jiwa yang terkesan dengan sangat kuat. Ia bagaikan pahatan hati dan ukiran jiwa yang tak mudah hilang karena pergerakan zaman. Buku ini adalah usaha sederhana untuk merekam kesan orangorang yang pernah berinteraksi dengan Kang Aher dan keluarganya. Buku ini berupa kumpulan kisah yang merupakan pahatan hati dan ukiran jiwa dari orang-orang tersebut. Usaha sederhana mengumpulkan kisah-kisah di balik berita ini ternyata mengungkap banyak hal tentang kesejatian Kang Aher dan keluarga. Dan, sungguh, kami pun terkaget-kaget dengan fakta-fakta yang berhasil kami gali. Fakta-fakta itu betul-betul mengungkap AHER Undercover. Ada banyak cerita yang kalaulah tidak disampaikan oleh orangorang tepercaya dan mengalami sendiri, niscaya kami hanya menganggap kisah-kisah tersebut tidak mungkin. Kalaupun ada, hanya ada di negeri dongeng atau di republik mimpi. Kisah-kisah dalam buku ini merupakan refleksi hati orang-orang yang menceritakannya, maka meskipun tampak sederhana, ada banyak inspirasi di dalamnya. Setidaknya, itulah yang kami rasakan. Dan, inspirasi pulalah yang kami harap dirasakan oleh sahabat semua saat membaca buku ini. Kami yakin masih banyak kisah inspirasi dari Kang Aher dan keluarga yang telah membuat banyak hati tertawan, tapi belum tercantum dalam buku ini. Setidaknya, ini menjadi awal kesaksian makhluk-makhluk bumi atas kebaikan hamba-Nya. Dan, semoga sejalan pula dengan kesaksian makhluk-makhluk langit. Selamat berlayar di samudra inspirasi Dunia Aher...

vi

Daftar IsiPengantar, v 1. Asep Penjual Gorengan, 1 2. Masak Sendiri, 5 3. Satu Senyum Saja, 8 4. Kami Bangga Memiliki Kang Aher, 10 5. Menerjemahkan Kesan, 13 6. Umaro yang Ulama, 16 7. Lelah Mereka di Jalan Takwa, 18 8. Harap yang Menjadi Nyata, 22 9. Hati di Secarik Kertas, 24 10. Mendemonstrasikan Keadilan, 27 11. Di Bawah Super-Komando, 29 12. Seperti Bilal, 31 13. Apa Kabar?, 34 14. Cubitan, 37 15. Fotografer Dadakan, 39 16. Gubernur Sendal Jepit, 41 17. Kebersamaan, 44 18. Hotel 81, 47 19. Rahasia Fajar, 52 20. Katebelece, 55 21. Membuka Keran Langit, 57

vii

22. Namanya juga Alat, 62 23. Panggilan Menggoda, 65 24. Pelukan Cinta, 68 25. Selamat Bergabung, 71 26. Tersanjung, 78 27. Responsif, 81 28. Saya Wirausahawan, 83 29. Warisan Utsman, 86 30. Jengkol, 90 31. Gubernur dan Cepot, 90 32. Sikapnya, 98

viii

01

Asep Penjual Gorengan

Graha Sanusi Hardjawinata berdiri dengan megah nan kokoh. Gedung itu memiliki tempat spesial dalam hati dan catatan sejarah hidup saya. Di sinilah pertama kali saya diterima secara resmi sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran. Setelah mengalami berlaksa suka duka sebagai mahasiswa, di tempat ini pulalah saya diwisuda sebagai seorang sarjana. Hari ini saya kembali memasuki gedung tersebut dalam konteks yang berbeda. Momentum ini menjadi sangat istimewa karena saya mendapat kehormatan diminta memberikan pengantar pembekalan kepada 1500 Tenaga Penggerak Desa (TPD) BKKBN, Jawa Barat. Selain itu, saya berkesempatan memandu acara inti berupa talkshow, dengan pembicara di antaranya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Netty Prasetiyani. Hari itu bertambah istimewa karena menjelang pertemuan tersebut, Pak Ahmad Heryawan baru saja mendapatkan penghargaan Satyalencana Wira Karya bidang Kependudukan dan Keluarga Berancana dari Pemerintah Pusat. Penghargaan itu merupakan penghargaan ke sekian puluh yang diterimanya atas prestasi dan karya nyatanya dalam membangun Jawa Barat. Hari itu benar-benar istimewa, bukan hanya karena acara yang dihadiri hampir 1500 peserta tersebut berjalan lancar, melainkan karena dalam forum itu pula terungkap sebuah rahasia yang memberikan inspirasi kepada saya dan juga para peserta yang hadir. Mari kita kembali pada momentum inspiratif pada hari itu... Setelah menyampaikan pengantar pembekalan berupa ice breaking dan materi singkat terkait harapan agar 1500 peserta

AHERUNDERCOVER

1

yang datang dari berbagai pelosok Jawa Barat itu menjadi agent of change di daerahnya masing-masing, saya diminta langsung memandu acara talkshow. Saya mempersilakan pembicara pertama untuk tampil, yakni Gubernur Jawa Barat. Pak Ahmad Heryawan masuk dengan tenang. Ia tidak langsung menempati tempat duduk yang telah disediakan, melainkan menyalami beberapa peserta dekat pintu masuk. Rupanya, semua orang yang berada di baris depan berebutan bersalaman dengan Pak Gubernur. Ia pun dengan tersenyum menyalami orang-orang tersebut. Format acaranya santai dan dialogis, miriplah seperti acara Hitam Putih-nya Deddy Corbuzier atau Bukan Empat Matanya Tukul Arwana yang sesekali diselingi dialog canda tawa. Setelah Gubernur menyampaikan arahan dan dialog singkat, saya pun memanggil pembicara kedua, yakni istri gubernur, Ibu Netty Prasetiyani. Beliau pun masuk dengan menyalami peserta yang berdekatan dengan jalur menuju sofa tempat talkshow. Ini kesempatan langka, Gubernur dan Istri berada dalam satu forum dan format acara yang santai. Muncul ide untuk menggali keseharian dua orang penting di Jawa Barat itu sebagai profil mereka sebagai satu keluarga. Saya bertanya tentang interaksi mereka dengan anak-anaknya. Bu Netty Prasetiyani menjawab, Untuk menyampaikan nilai yang mendidik kepada anak-anak, terkadang saya menggunakan teknik bercerita. Anak-anak senang mendengarkan cerita di malam hari menjelang tidur. Salah satu cerita yang paling digemari anakanak, bahkan sering minta diulang, adalah Kisah Asep Penjual Gorengan. Saya tertarik dengan kalimat terakhir dari Ibu Netty Prasetiyani. Saya pun meminta kesediaan beliau untuk menceritakan isi kisah Asep Penjual Gorengan yang telah memikat hati anak-anak Gubernur Jawa Barat. Ibu Netty tersenyum sambil menganggukkan kepala. Kemudian, beliau melihat semua peserta yang seperti sudah tak sabar. Bagaikan seorang ibu yang sedang mendongeng kepada anakanaknya, beliau mulai bercerita: Ada seorang anak SD yang tinggal bersama neneknya. Namanya

2

AHERUNDERCOVER

Asep. Setiap berangkat sekolah, ia berjualan gorengan. Ia tidak malu berjualan gorengan untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya. Terkadang, ia berangkat ke sekolah sambil nyeker (tanpa alas kaki) karena keterbatasan (ekonomi) keluarganya. Di luar waktu sekolah, Asep mengisi waktu luangnya dengan belajar. Ia terkenal kutu buku. Sering sekali ia membaca buku dengan semangat di atas pohon, padahal di bawah dekat pohon itu ada kuburan. Saat suasana mulai gelap, barulah ia turun dari pohon tersebut. Ia juga sering mengaji Al-Quran di masjid. Selain ilmu umum di sekolah, ia pun senang belajar ilmu-ilmu agama Islam. Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, Asep bisa melanjutkan sekolah sampai SMA. Pada saat SMA, minat dan semangatnya terkait agama menyebabkan Asep aktif di rohis (kerohanian Islam). Keilmuan Asep di bidang agama pun mulai diakui oleh masyarakat. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah sering menjadi ustadz muda yang diminta berceramah dari satu kampung ke kampung lainnya. Suatu ketika, Asep sedang menyampaikan ceramahnya dengan bahasa yang sistematis dan jelas. Para hadirin terpesona dengan penjelasan Asep yang sederhana dan mudah dipahami. Ada seorang wanita yang matanya sembap, air mata pun mengalir. Ia bersyukur kepada Allah karena Asep diberi karunia ilmu agama dan dipercaya oleh masyarakat. Ternyata, wanita tersebut adalah ibunda Asep yang ikut hadir. Setelah SMA, A