ADENOCARCINOMA GASTER

  • View
    386

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of ADENOCARCINOMA GASTER

Reading Assignment 1

ADENOCARCINOMA GASTERIvan Ramayana Stase Divisi Gastroentero-Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

PendahuluanLambung merupakan organ dari sistem pencernaan. Lokasi lambung terletak diantara esofagus dan usus kecil. Dinding lambung terdiri dari 5 lapisan; mukosa, submukosa, muskularis, subserosa dan serosa. Tumor pada lambung dapat berupa tumor jinak maupun ganas (kanker) .Tumor jinak umumnya tidak mengancam nyawa, dapat diambil dan tidak tumbuh kembali, tidak menginvasi jaringan sekitar dan tidak menyebar ke organ lainnya sedangkan kanker sebaliknya yakni mengancam nyawa, sering dapat direseksi namun sering tumbuh kem bali, menginvasi jaringan sekitar dan menyebar ke organ lain Umumnya kanker lambung adala h adenocarcinoma sekitar lebih dari 90%[1]

.

kanker

lambung. 40% kasus terjadi di bagian bawah (pilorus). 40% di bagian tengah (corpus) dan 15% berkembang di bagian atas ( cardia). Sekitar 10% kasus, terjadi pada lebih dari satu bagian lambung. Kanker lambung lainnya selain adenocarcinoma adalah lymphoma dan gastrointestinal stromal tumors (GITS) [2]. Adenocarcinoma gaster sebelumnya merupakan kanker tersering kedua di dunia terutama pada negara berkembang. Namun, prevalensi kanker lambung menurun dalam 50 tahun belakangan. Penurunan kejadian kanker ini dipengaruhi peningkatan konsumsi sayur dan buah segar, penurunan konsumsi garam dan penurunan kontaminasi makanan oleh komponen karsinogenik. Faktor lain yang juga mempengaruhi hal ini adalah prevalensi infeksi Helicobacter pylori yang menurun oleh adanya eradikasi dan peningkatan screening pada banyak negara [3] .

1

Reading Assignment 1Namun Adenocarcinoma gaster masih merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak pada penyakit yang berhubungan dengan kanker di dunia dan masih sulit untuk disembuhkan oleh karena kebanyakan pasien terdeteksi pada staduim lanjut. Walaupun pasien yang terdeteksi dalam kondisi baik dan dilakukan reseksi bedah sering meninggal akibat rekurensi yang tinggi. Dua studi akhir -akhir ini menunjukkan peningkatan survival dengan terapi adjuvant; studi di Amerika Serikat menggunakan kemoradiasi postoperatif dan studi di Eropa dengan preoperatif dan postoperatif kemot erapi [5].[4]

EpidemiologiAdenocarcinoma Gaster merupakan penyakit kanker tersering ke empat di seluruh dunia setelah kanker paru, payudara dan colorectal. Insidensi penyakit ini bervariasi menurut umur, jenis kelamin, status sosial ekonimi dan lokasi geogr afi. Usia tersering lebih dari 50 tahun saat diagnosis, dan insidensi secara global pria lebih banyak dua kali lipat daripada wanita [6]. Secara umum, insidensi dari Adenocarcinoma tinggi di daerah Asia Timur, Eropa Timur, Amerika tengah dan Selatan dan ren dah pada Asia Selatan, Utara dan Afrika timur, Barat dan Eropa Utara, Amerika Utara dan Australia (gambar.1)[7]

. Walaupun

sekitar dua pertiga dari kasus malignansi ini terjadi pada negara berkembang, hal ini tidak secara otomatis menempatkan penyakit ini merupakan penyakit di berkembang [8] .

Distribusinya di seluruh dunia tidak mengindikasikan adanya pola secara geografis, dan adanya populasi dengan insidensi tertinggi di negara Asian seperti Jepang, Korea dan China, namun negara Asia lainnya memiliki insi densi yang rendah [6]. Rasio Insidensi dari Adenocarcinoma gaster telah terjadi penurunan yang stabil selama dekade terakhir. Penurunan yang terjadi pada umur dan dan daerah resiko tinggi dan rendah terjadi bersamaan namun lebih signifikan di negara maju (gambar.2)[8] [9]

. Hal yang

menarik dari penurunan ini yaitu secara khusus pada non cardia a denocarcinoma gaster, berlawanan pada kanker cardia yang adanya sedikit peningkatan . Studi epidemiologi

menunjukkan penurunan secara umum pada insidensi y ang dipengaruhi penurunan dari adenocarcinoma subtipe intestinal, sementara s ubtipe difus menunjukkan perubahan yang relatif sedikit [10] . Sebab dari penurunan dari malignancy ini tidak sepenuhnya dapat

dijelaskan, namun hipotesis mengatakan adanya perbaikan dalam hal penyimpanan dan penyajian makanan, nutrisi yang lebih baik dan p enurunan transmisi pada H. Pylori pada anak [7] .

2

Reading Assignment 1

Gambar 1. Representasi scr global dari insidensi Adenocarcinoma gaster pada pria. (per 100.000 orang). Globocan 2002.

Terlepas dari penurunan dari insidensi ini, angka absolut dari adenocarcinoma gaster terus meningkat secara global sebagai akibat dari pertumbuhan populasi dan peningkatan umur harapan hidup. Pada tahun 1980, adenocarcinoma gaster adalah tipe kanker tersering dengan 669.400 kasus baru terdiagnosis mewakili 10,5% dari penyakit kanker . Tahun 2002 terdapat 934.000 kasus baru dengan 8,6% dari total kasus kanker. Diperkirakan tahun 2010, insidensinya melebihi 1,1 juta [11] .

3

Reading Assignment 1

Gambar 2. Perjalanan insidensi dari waktu ke waktu penyakit adenocarcinoma gaster pada pria di beberapa negara. IARC/WHO database.

Kanker lambung merupakan penyebab kematian kedua tersering kedua pada penyakit kanker setelah kanker paru di seluruh dunia, terhitung 700.000 kematian tahun 2002. Terdapat variasi mortalitas secara geografis, terbanyak pada negara berkembang. Sama seperti Insidensinya, terjadi penurunan mortalitas secara umur dan letak geografis pada dekade terakhir. Penurunan angka mortalitas ini sepertinya terjadi lebih cepat daripada insidensi, khususnya pada populasi atau negara ter tentu (gambar3) [9] . Angka mortalitas yang tinggi ini, pada sebagian besar kasus, kanker terdiagnosis pada stadium lanjut dimana terapi sering terjadi kegagalan. Persentase kanker ini dibawah 30% pada banyak negara [6] .

5-year survival

4

Reading Assignment 1

Gambar 2. Perjalanan mortalitas dari waktu ke waktu penyakit adenocarcinoma gaster pada pria di beberapa negara. IARC/WHO database.

Klasifikasi Anatomi dan HistologiBeberapa sistem klasifikasi telah diajukan untuk menambah deskripsi kanker lambung berdasarkan gambaran makroskopi atau histologi, seperti Borrman, Japanese

system, World Health Organization system dan Laurn. Klasifikasi Laurn yang seringdigunakan dan menggambarkan hubungan konfigurasi mikroskopi dan pola pertumbuhannya . Menurut Laurn, adenocarcinoma dibagi menjadi subtipe intestinal dan difus. Kedua subtipe ini mengungkapkan perbedaan secara patologi, epidemiologi, etiologi dan pola hidup [12] . Subtipe intestinal merupakan a denocarcinoma tersering dan biasa pada daerah geografis dengan resiko tinggi penyakit malignasi. Subtipe ini sering terletak pada bagian bawah dari lambung (antrum), dan mempunyai karakteristik well defined glandular formation , sama seperti penampang histologi dari mukosa kolon [13] . Pertumbuhan dari kanker subtipe intestinal ini mengikuti tahapan dari lesi prekursor dimulai dengan gastritis superfisial, berlanjut menjadi gastritis atropi kronik, metaplasia intestinal, displasi a dan akhirnya menjadi

5

Reading Assignment 1kanker. Proses ini sering tidak menjadi neoplasia, yakni berhenti pada salah s atu tahap kemudian mengalami regresi, belum jelas penyebabnya. Etiologi dari subtipe intestinal berkaitan dengan faktor lingkungan, tumor sering berkembang pada usia lanjut (50 tahun keatas) dan dua kali lebih sering pada pria daripada wanita[14]

.

Subtipe difus lebih sering terjadi pada korpus lambung dan karakteristik formasi kelenjar dan adhesi se l yang jarang dengan satu bagian dari sel neoplastik secara difus menginfiltrasi struma dinding lambung. Tidak adanya lesi preneoplastik pada subtipe ini telah diobservasi saat pertumbuhannya [13]. Adenocarcinoma subtipe difus ini berhubungan dengan predisposisi genetik, dan dikat akan timbul dari mutasi satu se l pada kelenjar lambung. Insidensinya relatif stabil ataupun meningkat sedikit, lebih sering terjadi pada usia muda dengan prevalensi pria dan wanita sama serta prognosis yang lebih buruk dibanding tipe intestinal [14] . Lokasi anatomi dari tumor ini juga merupakan parameter penting dari klasifikasi adenocarcinoma gaster. Berdasarkan lokasi, kedua subtipe ini dapat dipisahkan, tumor pada regio distal lambung (kanker non -cardia) dan tumor yang kebanyakan berkembang pada regio proximal lambung (kanker cardia). Subtipe secara anatomis ini mempresentasikan perbedaan etiologi. Kanker non -cardia umumnya terjadi akiba t interaksi antara faktor lingkungan, host dan H.pylori. Kanker cardia terjadi dengan mekanisme yang sama dengan kanker esofagus, akibat reflux dari cairan lambung ke mukosa distal esofagus, yang menimbulkan perubahan dari squamous menjadi epitel columnar metaplastik yang akhirnya menjadi kanker [15]. Perbedaan epidemiologi juga ditemukan antara kedua subtipe anatomis dari kanker lambung ini. Non -cardia mayoritas pada kasus di seluruh dunia dan predominan di lokasi yang beresiko tinggi. Sebaliknya kanker car dia secara rata terdistribusi di seluruh dunia dan insidensinya cendrung meningkat [7,15] .

Faktor ResikoBeberapa parameter telah dikatakan sebagai faktor resiko adenocarcinoma gaster, dimana hal ini terjadi melalui interaksi kompleks yang pada akhirnya menjadi keganasan. Diantaranya, pola makan dan nutrisi, predisposisi genetik dan mutasi serta infeksi

Helicobacter pylori merupakan faktor yang terpenting. Baru -baru ini, aspek yang berkaitandengan respon inflamasi melawan infeksi bakteri telah dimasukka n sebagai faktor penting pada keganasan ini [13,16].

6

Reading Assignment 1 Faktor diet dan nutrisi Diet memainkan dua peranan dalam etologi kanker ini, berbagai elemen dan vitamin mereduksi formasi karsinogen, namun juga merupakan sumber molekul karsinogenik ataupun prekursornya. Penelitian mengindikasikan diet buah dan sayuran dapat melindungi dari kanker lambung namun makanan bergaram, konsum