of 12 /12
ABSTRAK STRES SEBAGAI FAKTOR PENCETUS MASTOSITOSIS PADA URTIKARIA PIGMENTOSA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM Urtikaria pigmentosa merupakan salah satu tipe klasifikasi penyakit dari mastositosis kutaneus yang sering terjadi pada banyak orang. Penyakit ini terjadi pada 1 dari 1000-8000 pasien yang datang ke klinik kulit. Patofisiologi terjadinya penyakit ini secara umum dikarenakan oleh peningkatan jumlah sel mast (mastositosis). Pemicu terjadinya penyakit ini ada banyak faktor, seperti stres atau emosi, panas, hormon, infeksi, makanan, dan obat-obatan. Skripsi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai stres sebagai faktor pencetus mastositosis pada urtikaria pigmentosa ditinjau dari kedokteran dan Islam. Menurut ilmu kedokteran, urtikaria pigmentosa dapat disebabkan oleh alergi obat, makanan dan minuman, serangga, panas, hormon, dll, namun menurut survey yang dilakukan oleh Jennings dkk, stres dapat juga memicu terjadinya urtikaria pigmentosa dan dapat meningkatkan jumlah sel mast. Menurut agama Islam, puncak stres itu bukan dari tekanan mental semata-mata, bahkan tekanan itu sebenarnya dari kekacauan dan kelemahan hati, ruh, nafsu dan akal. Kelemahan hati yang menyebabkan rapuhnya hubungan individu itu dengan Allah SWT menyebabkan kehidupannya menjadi sempit, seolah-olah tiada jalan keluar dari setiap inci masalah. Hati yang baik mempunyai unsur yang sangat halus (latifah) ketuhanan (rabbaniah) dan kerohanian (ruhaniah). Kedokteran dan Islam sependapat bahwa stres dapat menyebabkan suatu kerugian bagi tubuh. Stres dapat menyebabkan beberapa penyakit, contohnya urtikaria pigmentosa dan dalam Islam hal itu akan melemahkan jiwa dan menghancurkan kekuatan, serta tidak membawa manfaat. Diharapkan skripsi ini dapat dijadikan sebagai referensi yang baik dalam bidang medis atau pun masyarakat muslim untuk memahami tentang stres sebagai faktor pencetus mastositosis pada urtikaria pigmentosa. i

Abstrak

Embed Size (px)

DESCRIPTION

abstrak

Citation preview

ABSTRAK

STRES SEBAGAI FAKTOR PENCETUS MASTOSITOSIS PADA URTIKARIA PIGMENTOSA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

Urtikaria pigmentosa merupakan salah satu tipe klasifikasi penyakit dari mastositosis kutaneus yang sering terjadi pada banyak orang. Penyakit ini terjadi pada 1 dari 1000-8000 pasien yang datang ke klinik kulit. Patofisiologi terjadinya penyakit ini secara umum dikarenakan oleh peningkatan jumlah sel mast (mastositosis). Pemicu terjadinya penyakit ini ada banyak faktor, seperti stres atau emosi, panas, hormon, infeksi, makanan, dan obat-obatan.

Skripsi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai stres sebagai faktor pencetus mastositosis pada urtikaria pigmentosa ditinjau dari kedokteran dan Islam.

Menurut ilmu kedokteran, urtikaria pigmentosa dapat disebabkan oleh alergi obat, makanan dan minuman, serangga, panas, hormon, dll, namun menurut survey yang dilakukan oleh Jennings dkk, stres dapat juga memicu terjadinya urtikaria pigmentosa dan dapat meningkatkan jumlah sel mast.

Menurut agama Islam, puncak stres itu bukan dari tekanan mental semata-mata, bahkan tekanan itu sebenarnya dari kekacauan dan kelemahan hati, ruh, nafsu dan akal. Kelemahan hati yang menyebabkan rapuhnya hubungan individu itu dengan Allah SWT menyebabkan kehidupannya menjadi sempit, seolah-olah tiada jalan keluar dari setiap inci masalah. Hati yang baik mempunyai unsur yang sangat halus (latifah) ketuhanan (rabbaniah) dan kerohanian (ruhaniah).

Kedokteran dan Islam sependapat bahwa stres dapat menyebabkan suatu kerugian bagi tubuh. Stres dapat menyebabkan beberapa penyakit, contohnya urtikaria pigmentosa dan dalam Islam hal itu akan melemahkan jiwa dan menghancurkan kekuatan, serta tidak membawa manfaat.

Diharapkan skripsi ini dapat dijadikan sebagai referensi yang baik dalam bidang medis atau pun masyarakat muslim untuk memahami tentang stres sebagai faktor pencetus mastositosis pada urtikaria pigmentosa.

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah kami setujui untuk dipertahankan di hadapan Komisi Penguji Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta.

Jakarta, 07 Januari 2014

Pembimbing MedikPembimbing Agama Islam

Dr. Nenden S. Prabu, Sp.KK Dra. Hj. Siti Marhamah, M.Ag

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Tak lupa shalawat dan salam penulis sampaikan kepada Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya hingga akhir zaman.

Skripsi ini berjudul Stres sebagai Faktor Pencetus Mastositosis pada Urtikaria Pigmentosa Ditinjau dari Kedokteran dan Islam yang disusun dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan untuk mencapai gelar dokter muslim pada Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta. Pada kesempatan ini perkenankan penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya, kepada:

1. DR. Dr. H. Artha Budi Susila Duarsa, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

2. Dr. Elita Donanti, M.Biomed selaku Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

3. Dr. Yurika Sandra, M.Biomed selaku Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

4. Dr. H. Kamal Anas, Sp.B selaku pembimbing akademik penulis yang telah meluangkan waktu dalam pembuatan skripsi ini.

5. Dr. H. M. Syamsir, MS. PA selaku perwakilan komisi dalam skripsi ini.

6. Dr. Nenden S. Prabu, Sp.KK selaku Pembimbing Medik yang telah meluangkan waktu dan dengan sabar membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Dra. Hj. Siti Marhamah, M.Ag selaku Pembimbing Agama Islam yang telah meluangkan waktu dan dengan sabar membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Seluruh staf perpustakaan Universitas YARSI yang telah membantu dalam mencari buku-buku referensi dalam menyesuaikan skripsi ini.

9. Yang terhormat kedua orang tua, H. R. Muhamad Prihanto, SE dan dr. Hj. Ria Syafitri Evi Gantini, M.Biomed yang dengan tulus memberikan seluruh dukungan dan kasih sayang yang menjadi kekuatan bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

10. Kepada saudara kandung tercinta Shafira Nur Aprilia atas dukungan dan doanya.

11. Sahabat terdekat penulis Sultan Fariz Dangmaniaka yang telah membantu dan mendukung penulis dalam pembuatan skripsi ini.

12. Sahabat-sahabat kijang dan lipstick, Nita Rahmatunnisa, Tania Azhari, Redo Alif Iszar, Suskha P. Pratomo, Retno Chesari, Maulidya Annisa, dan Tiffany Nurzaman yang telah setia mendukung dan mendoakan.

13. Keluarga besar BPM 2011 Ayu Annisa Charantia, Faradiba Febriani, Nurwahidah Oktorisa, Aldora Oktaviana, Adeprita Pratiwi, Husna, Muthia Despi, Athaya Marwah, Syabrina Pratiwi, Luthfia Rozanah, Adroew Pasca Perdana, Yogo Prabowo, dan Syah M. Reza atas dukungan dan doanya.

14. PBL B-10 Rifka Hanifa Huwaida, Rizky Amalia Sharfina, Sintami Rosmalinda, Siti Syarifah Diasfari, Rifani Meishela, Ritno Ryadi, Shahcoga Luthfi Yuvhendmindo, Sibro Milsi Sadani, dan Rizkie Arianti Putri Noor atas doanya.

15. Kakak kelas Rindayu Ambarsih, S.ked atas dukungan dan semangatnya dalam pembuatan skripsi ini.

16. Teman seperjuangan skripsi Winda Diah Nugraheni atas semangat dan dukungannya dalam pembuatan skripsi ini.

17. Teman-teman sejawat FK YARSI 2011 dan geng pilates yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan ilmu yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis menerima saran dan kritik demi perbaikan skripsi ini. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.

Jakarta, 07 Januari 2014

Penulis

DAFTAR ISI

ABSTRAKi

LEMBAR PERSETUJUANii

KATA PENGANTARiii

DAFTAR ISIvi

DAFTAR GAMBARviii

DAFTAR TABELix

BAB I :PENDAHULUAN

I.1. LatarBelakang1

I.2. Permasalahan4

I.3. Tujuan4

I.4. Manfaat5

BAB II: STRES SEBAGAI FAKTOR PENCETUS MASTOSITOSIS PADA URTIKARIA PIGMENTOSA DITINJAU DARI KEDOKTERAN

II.1. Mastositosis6

II.1.1. Definisi 6

II.1.2. Klasifikasi8

II.1.3. Manifestasi klinis9

II.2. Urtikaria Pigmentosa11

II.2.1. Definisi11

II.2.2. Epidemiologi12

II.2.3. Etiologi13

II.2.4. Patofisiologi14

II.2.5. Manifestasi Klinis20

II.2.6. Diagnosis dan Diagnosis Banding22

II.2.7. Tatalaksana27

II.2.8. Prognosis28

II.2.9. Pencegahan29

II.3. Stres sebagai Faktor Pencetus Mastositosis pada Urtikaria Pigmentosa29

BAB III: STRES SEBAGAI FAKTOR PENCETUS MASTOSITOSIS PADA URTIKARIA PIGMENTOSA DITINJAU DARI ISLAM

III.1. Stres dalam Pandangan Islam44

III.2. Mastositosis pada Urtikaria Pigmentosa dalam Pandangan Islam46

III.3. Preventif Stres sebagai Faktor Pencetus Mastositosis pada Urtikaria Pigmentosa49

BAB IV: KAITAN PANDANGAN KEDOKTERAN DAN ISLAM TENTANG STRES SEBAGAI FAKTOR PENCETUS MASTOSITOSIS PADA URTIKARIA PIGMENTOSA57

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

V.1. Kesimpulan60

V.2. Saran62

DAFTAR PUSTAKA63

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Faktor yang dapat menyebabkan mastositosis7

Gambar 2. Dariers sign21

Gambar 3. Urtikaria pigmentosa pada punggung anak 17 bulan21

Gambar 4. Flushing dan udem22

Gambar 5. Gambaran histopatologi pada urtikaria pigmentosa24

Gambar 6. 1)prurigo, 2)urtikaria kronik, 3)dermatitis duhring, 4)pemfigoid, 5)skleromixedema, 6)dermatitis atopik26

Gambar 7. Mediator yang terjadi pada urtikaria pigmentosa40

Gambar 8. Pewarnaan triptase41

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Onset umur mastositosis8

Tabel 2. Klasifikasi mastositosis menurut WHO9

Tabel 3. Mediator yang dilepas sel mast10

Tabel 4. Presentase 366 responden yang menuliskan tipe pemicu urtikaria pigmentosa14

Tabel 5. Tatalaksana urtikaria pigmentosa28

ix